• Tidak ada hasil yang ditemukan

Wonogiri, 11 Februari 2021 Kepala Dinas Kesehatan. dr. ADHI DHARMA,MM NIP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Wonogiri, 11 Februari 2021 Kepala Dinas Kesehatan. dr. ADHI DHARMA,MM NIP"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)

Dengan mengucapkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat dan Karunianya, kami dapat menyelesaikan penyusuan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKj IP) Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Tahun 2020. LKjIP Dinas Kesehatan Kesehatan Kabupaten Wonogirih Tahun 2020 merupakan bentuk komitmen nyata Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri dalam mengimplementasikan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang baik sebagai mana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah yang diatur kemudian dalam Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan secara teknis diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

LKjIP adalah wujud pertanggungjawaban pejabat publik kepada masyarakat tentang kinerja lembaga pemerintah selama satu tahun anggaran. Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri telah diukur, dievaluasi, dianalisis dan dijabarkan dalam bentuk LKj Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri.

Tujuan penyusunan LKjIP adalah untuk menggambarkan penerapan Rencana Strategis (Renstra) dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi di masing-masing perangkat daerah, serta keberhasilan capaian sasaran saat ini untuk percepatan dalam meningkatkan kulitas capaian kinerja yang diharapkan pada tahun yang akan datang. Melalui penyusunan LKjIP juga dapat memberikan gambaran penerapan prinsip-prinsip good governance, yaitu dalam rangka terwujudnya transparansi dan akuntabilitas di lingkungan pemerintah .

Demikian LKj IP ini kami susun semoga dapat digunakan sebagai bahan bagi pihak- pihak yang berkepentingan khususnya untuk peningkatan kinerja dimasa mendatang.

Wonogiri, 11 Februari 2021 Kepala Dinas Kesehatan

dr. ADHI DHARMA,MM NIP. 19690303 200212 1 006

(2)

HALAMAN JUDUL i

KATA PENGANTAR ii

DAFTAR ISI iii

DAFTAR LAMPIRAN iv

BAB I : PENDAHULUAN

A. Latar Belakang...

B. Gambaran Umum Organisasi………...

C. Isu Strategis……….

D. Landasan Hukum………

E. Sistematika ……….

I - 1 I - 2 I - 5 I - 5 I - 6

BAB II : PERENCANAAN KINERJA

2.1. Perencanaan Strategis sebelum Reviu...

A. Rencana Strategis………

1.Visi………....

2. Misi………...

3. Tujuan dan sasaran………

B. Indikatot Kinerja Utama………

C. Perjanjian Kinerja Tahun 2020………

2.2. Perencanaan Strategis hasil Reviu………...

A. Rencana Strategis Hasil Reviu………..

B. Indikator Kinerja Utama Hasil Reviu………..

II-1 II-2 II-3 II-3 II-4 II-5 II-8 II-9 II-9 II-12

BAB III : AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN 2020 A. Kerangka Pengukuran Kinerja

B. Capaian Indikator Kinerja Utama

C. Pengukuran, Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja Sararan Strategis

III-1 III-3

III-5

BAB IV : Penutup……….. IV-1

(3)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam rangka meningkatkan pelaksanaan pemerintah yang berdayaguna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab, telah diterbitkan Peraturan Presiden No. 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Pelaksanaan lebih lanjut didasarkan atas Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggung jawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan visi dan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan melalui alat pertanggung jawaban secara periodik.

Untuk mencapai Akuntabilitas Instansi Pemerintah yang baik, Dinas Kesehatan selaku unsur pembantu pimpinan, dituntut selalu melakukan pembenahan kinerja. Pembenahan kinerja diharapkan mampu meningkatkan peran serta fungsi Dinas sebagai sub sistem dari sistem pemerintahan daerah yang berupaya memenuhi aspirasi masyarakat.

Dalam perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Wonogiri, capaian tujuan dan sasaran pembangunan yang dilakukan tidak hanya mempertimbangkan visi dan misi daerah, melainkan keselarasan dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai pada lingkup Pemerintahan Kota, Propinsi dan Nasional.

Terwujudnya suatu tata pemerintahan yang baik dan akuntabel merupakan harapan semua pihak. Berkenan harapan tersebut diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas, terukur legitimate sehingga penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggungjawab serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Sejalan dengan pelaksanaan Undang- undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaran negara yang bersih dan

(4)

bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme, maka di terbitkan Peraturan Presiden No. 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Sehubungan dengan hal tersebut Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri diwajibkan untuk menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP). Penyusunan LKIP Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Tahun 2020 yang dimaksudkan sebagai perwujudan akuntabilitas penyelenggaraan kegiatan yang dicerminkan dari pencapaian kinerja, visi, misi, realisasi pencapaian indikator kinerja utama dan sasaran dengan target yang telah ditetapkan.

B. Gambaran Umum Dinas Kesehatan

Peraturan Bupati Wonogiri Nomor 58 tahun 2016 tentang Susunan,kedudukan dan tata kerja organisasi perangkat daerah Kabupaten Wonogiri yang menjadi Kewenangan Pemerintah Kabupaten Wonogiri Susunan Organisasi Dinas Kesehatan terdiri dari:

1. Kepala Dinas

2. Sekretaris Dinas,membawahi;

a. Kepala Subbag Perencanaan dan Pelaporan b. Kepala Subbag Umum dan Kepegawaian

3. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit,membawahi;

a. Kepala Seksi Suveilans dan Imunisasi

b. Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular c. Kepala Seksi Pencegahan. Dan Pengendalian Peny.Tidak menular 4. Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan,membawahi;

a. Kepala Seksi Pelayanan dan Pembiayaan Kesehatan

b. Kepala Seksi Farmasi,Makmin dan Alkes dan Kesehatan Rumah Tangga c. Kepala Seksi SDM dan Sertifikasi Kesehatan

5. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat,membawahi;

a. Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masy b. Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat

c. Kepala Seksi Kesehatan lingkungan, Kesehatan Keluarga dan Olah raga 6. UPTD Gudang Farmasi

a. Kepala UPTD Gudang Farmasi b. Kepala Subbag TU

(5)

7. UPTD Laboratorium Kesehatan

a. Kepala UPTD Laboratorium Kesehatan b. Kepala Subbag TU

8. UPTD Puskesmas

a. Kepala UPTD Puskesmas b. Kepala Subbag TU

9. Kelompok Jabatan Fungsional A. Tugas dan Fungsi

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Wonogiri Nomor 08 Tahun 2016 tentang Pembentukan Dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Wonogiri mempunyai tugas dan kewajiban :

Membantu Bupati Wonogiri dalam melaksanakan urusan Pemerintahan bidang Kesehatan dan menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan yang ditugaskan kepada daerah;

Dalam menyelenggarakan tugas dan kewajiban tersebut Dinas Kesehatan mempunyai fungsi :

1. Perumusan kebijakan teknis pelaksanaan urusan Pemerintahan bidang kesehatan;

2. Melaksanakan kebijakan urusan Pemerintah bidang kesehatan

3. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang kesehatan;

4. Pelaksanaan administrasi dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang kesehatan;

5. Pelaksanaan fungsi kesekretariatan Dinas;dan

6. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya

(6)

Dalam melaksanakan tugas dan kewajiban Dinas dipimpin oleh dr. ADHI DHARMA, MM yang dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh pejabat structural sebagaimana terdapat dalam struktur organisasi dibawah ini:

Bagan Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri sesuai Perda 58 Tahun 2016

Kepala Dinas kesehatan Dr. ADHI DHARMA ,MM

Sekretaris

Subbag Umum dan Kepegawaian

Giman, SE

Subbag Perencanaan dan Keuangan

Bondan Paksijenar, SKM,MM

Bidang Kesehatan Masyarakat Mardiyanto, SKM,M.Kes

Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

Supriyo Heryanto, SKM,M.Kes

Bidang Pelayanan dan Sumber daya Kesehatan

Yeria Heru Indarti,S.SiT,MM

Seksi Suveilans dan Imunisasi Abdullah, SE,MM

Seksi Pelayanan dan Pembiayaan Kesehatan

Seksi Pencegahan dan Pengen. Peny. Menular

Maryadi, SKM

Seksi Farmasi,Makmin dan Alkes dan Kesh.RT Suwarsono,,SKM,M.Si

Seksi Pencegahan. Dan Pengendalian Peny.Tidak

menular Suhartanto, SKM

Seksi SDM dan Sertifikasi Keshatan

Sungatmo, SKM Seksi Kesehatan Keluarga dan

Gizi Masy Siti Mawarni,S.Kep

Pemberdayaan Seksi Promosi dan Masyarakat Minarni Tri Handayani, SKM

Seksi Kesling, Kes.Klg dan Olah raga

Sumarsono Purwadi, SKM

Kel. Jabatan Fungsional

UPTD Puskesmas

UPTD Gudang Farmasi

UPTD Laboratorium

Kesehatan

(7)

C. Isu Strategis

1. belum optimalnya sinergitas pelayanan Kesehatan antara pemerintah dengan swasta dalam penyediaan sarana dan prasarana kesehatan. .

2. Terbatasnya sumberdaya kesehatan di Kabupaten Wonogiri

3. belum optimalnya akses pelayanan kesehatan yang merata, bermutu dan terjangkau khususnya daerah perbatasan dan terpencil

4. Belum optimalnya cakupan jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat kususnya Masyarakat miskin dan rentan

5. Masih adanya kasus penemuan balita gizi buruk

6. Belum optimalnya penemuan dan tata laksana penyakit menular maupun tidak menular

7. Tingginya angka kesakitan dan kematian penyekit serta masih adanya petensi KLB

D. Landasan Hukum

LKIP Kabupaten Wonogiri ini disusun berdasarkan beberapa landasan hukum sebagai berikut :

1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan NegaraYang Bersih, Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;

2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

3. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;

4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 tentang Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota;

5. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP);

6. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian

(8)

Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

7. Peraturan Daerah Kabupaten Wonogiri Nomor 03 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Wonogiri Tahun 2013 - 2018.

E. Sistematika

Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Wonogiri Kabupaten Wonogiri Tahun 2020 adalah :

BAB I PENDAHULUAN

Meliputi Gambaran Umum, Tugas dan Fungsi, Isu Strategis yang dihadapi SKPD, Dasar Hukum dan Sistematika.

BAB II PERENCANAAN KINERJA

Meliputi Perencanaan Strategis sebelum dan setelah reviu.

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

Meliputi Capaian IKU, Pengukuran, Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja serta Akuntabilitas Keuangan.

BAB IV PENUTUP

(9)

BAB II PERENCANAAN KINERJA

Pada penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2020 ini, mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

1 Perencanaan Strategis Sebelum Reviu Tabel 1.1

Tujuan, Sasaran, Indikator Dan Target KinerjaSebelum Reviu Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri

N

O TUJUAN SASARAN INDIKATOR

KINERJA

TARGET KINERJA PADA TAHUN 2016 2017 2018 2019 2020 (1

) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

1 Meningkatkan kesehatan masyarakat

Meningkatnya pelayanan kesehatan dasar, kegawat daruratan dan rujukan khususnya masyrakat miskin, dan pemberantasan penanggulanga n penyakit menular

Prevalensi HIV- AIDs pada Total Populasi

0.02 0.026 0.033 0.040 0.047

Angka Gizi Buruk pada Balita

0.7 0.6 0.6 0.6 0.6

Angka kematian Bayi (AKB) Per 1.000 KH

9.5 9 8.5 8 8

Angka Kematian Balita ( AKABA) per 1.000 KH

10.5 10 9.5 9 9

Angka Kematian Ibu ( AKI) per 100.000 KH

60 59 57 55 54

Angka Harapan Hidup

75,88 76 76.5 76.58 76.68

Presentase Pemegang Kartu BPJS yang

70 75 80 85 90

(10)

dilayani di Fasilitas

kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yangmembutuhka n

Meningkatkan tertib administrasi perkantoran, penyedia sarana dan prasarana

Meningkatnya kapaitas sumberdaya aparatur penunjang pelayanan kesehatan

100 100 100 100 100

Meningkatnya pengelolaan manajemen administrasi perkantoran

100 100 100 100 100

A. Rencana Strategis

(11)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri adalah merupakan dokumen yang disusun melalui proses sistimatis dan berkelanjutan serta merupakan penjabaran dari pada Visi dan Misi Kepala Daerah yang terpilih dan terintegrasi dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh Daerah yang bersangkutan, dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri.

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri yang ditetapkan untuk jangka waktu 5 ( lima ) tahun yaitu dari tahun 2016 sampai dengan Tahun 2020 ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Nomor 48 Tahun 2017 tentang Penetapan Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Tahun 2016-2021. Penetapan jangka waktu 5 tahun tersebut dihubungkan dengan pola pertanggung jawaban Bupati Wonogiri terkait dengan penetapan / kebijakan bahwa Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri dibuat pada masa jabatannya, dengan demikian akuntabilitas penyelenggaraan Pemerintah daerah akan menjadi akuntabel.

Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri tersebut ditujukan untuk mewujudkan visi dan misi daerah sebagaimana telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Wonogiri Tahun 2016-2021.

Penyusunan Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri telah melalui tahapan - tahapan yang simultan dengan proses penyusunan RPJMD Kabupaten Wonogiri Tahun 2016-2021 dengan melibatkan stakeholders pada saat dilaksanakannya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD, Forum SKPD, sehingga Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri merupakan hasil kesepakatan bersama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri dan stakeholder.

Selanjutnya, Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri tersebut akan dijabarkan kedalam Rencana Kerja (Renja) Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri yang merupakan dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. Didalam Renja Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri dimuat program dan kegiatan prioritas yang diusulkan untuk dilaksanakan pada satu tahun mendatang.

1. Visi

(12)

Visi adalah gambaran kondisi ideal yang diinginkan pada masa mendatang oleh pimpinan dan seluruh staf Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri. Visi tersebut mengandung makna bahwa Kabupaten Wonogiri dengan potensi, keragaman dan kompleksitas masalah yang tinggi, harus mampu dibangun menuju Kabupaten Wonogiri yang Bermartabat serta Unggul, Nyaman dan Sejahtera

Visi Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Tahun 2016-2021 adalah :

“Terwujudnya Masyarakat Wonogiri Sehat dan Mandiri”

2. Misi

Sedangkan untuk mewujudkan Visi Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Tahun 2016-2021 tersebut diatas dilaksanakan Misi sebagai berikut : a. Meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat yang paripurna, merata,

bermutu, dan terjangkau.

3. Tujuan dan Sasaran

(13)

Tujuan adalah sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) sampai 5 (lima) tahunan. Tujuan ditetapkan dengan mengacu kepada pernyataan visi dan misi serta didasarkan pada isu-isu dan analisa strategis.

Sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh Istansi Pemerintah dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur, dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan. Sasaran diupayakan untuk dapat dicapai dalam kurun waktu tertentu / tahunan secara berkesinambungan sejalan dengan tujuan yang telah ditetapkan. Sasaran yang ditetapkan untuk mencapai Visi dan Misi Dinas Kesehatan Tahun 2016-2021 sebanyak 7 (TUJUH) sasaran strategis.

Sebagaimana visi dan misi yang telah ditetapkan, untuk keberhasilan tersebut perlu ditetapkan tujuan, sasaran berikut indikator dan target Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri sebagai berikut :

Tabel 2.1

Tujuan, Sasaran, Indikator Dan Target Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri

N

O TUJUAN SASARAN INDIKATOR

KINERJA

TARGET KINERJA PADA TAHUN 2016 2017 2018 2019 2020 (

1 )

(2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

1 Meningkatkan kesehatan masyarakat

Meningkatnya pelayanan kesehatan dasar, kegawatdarurata n dan rujukan khususnya masyarakat miskin, dan pemberantasan penanggulangan penyakit menular

Prevalensi HIV- AIDs pada Total Populasi

0.02 0.026 0.033 0.040 0.047

Angka Gizi Buruk pada Balita

0.7 0.6 0.6 0.13 0.6

Angka kematian Bayi (AKB) Per 1.000 KH

9.5 9 8.5 8 8

Angka Kematian Balita ( AKABA) per 1.000 KH

10.5 10 9.5 9 9

Angka Kematian Ibu ( AKI) per

60 59 57 55 54

(14)

100.000 KH Angka Harapan Hidup

75,88 76 76.5 76.58 76.68

Persentase Pemegang Kartu BPJS yang dilayani di Fasilitas

kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yangmembutuhka n

70 75 80 85 90

Meningkatkan tertib administrasi perkantoran, penyedia sarana dan prasarana

Meningkatnya kapasitas sumber daya aparatur penunjang pelayanan kesehatan

100 100 100

Meningkatnya pengelolaan manajemen administrasi perkantoran

100 100 100

B. Indikator Kinerja Utama

Salah satu upaya untuk memperkuat akuntabilitas dalam penerapan tata pemerintahan yang baik di Indonesia diterbitkannya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah, Indikator Kinerja Utama merupakan ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah. Pemerintah Kabupaten Wonogiri telah menetapkan Indikator Kinerja Utama untuk tingkat Pemerintah Daerah dan masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah melalui Keputusan Bupati Wonogiri Nomor : 407 Tahun 2017 tentang Indikator Kinerja Utama RPJMD Kabupaten Wonogiri dan Indikator Kinerja Utama SKPD Tahun 2016- 2021.

Adapun penetapan Indikator Kinerja Utama Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri tahun 2020 adalah sebagai berikut:

Tabel 2.2

Indikator Kinerja Utama

Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Tahun 2020

(15)

N O

SASARAN STRATEGI

S

INDIKATOR KINERJA

SATU AN

PENJELASAN ALASAN

FORMULASI / RUMUS PERITUNGAN

SUMBER DATA

1 Meningkat nya pelayanan kesehatan dasar, kegawatda ruratan dan rujukan khususnya masyaraka t miskin, dan pemberant asan penanggul angan penyakit menular

Prevalensi HIV-AIDs pada Total Populasi

% Untuk mengetahui Jumlah penyakit menular dan cara mengatasinya supaya tidak menyebar ke masyarakat

Jumlah Total Pasien Hidup lama dan baru;

dibagi Jumlah penduduk dikalikan 100%

* Semua Jumlah Pasien HIV-AIDS yang hidup dari tahun sebelumny a yang telah terdaftar*

Semua Jumlah Pasien baru HIV- AIDS yang terdaftar di tahun perhitunga n

Angka Gizi Buruk pada Balita

% Meningkatnya Status Gizi pada Balita

Jumlah Balita Gizi buruk dibagi Jumlah Balita yang ditimbang dikalikan 100%.

Semua Balita Gizi buruk

Angka kematian Bayi (AKB) Per 1.000 KH

per 1000 kelahi

ran hidup

menurunkan angka kematian bayi

Angka Kematian Bayi

=Jumlah kematian Bayi diwilayah kab./kota tersebut dalam kurun waktu satu tahun dibagi Jumlah Kelahiran Hidup x 1000

Semua kematian bayi

Angka Kematian Balita ( AKABA) per 1.000 KH

per 1000 kelahi

ran hidup

Pelayanan Kesehatan Balita untuk mengatasi menurunkan angka kematian Balita

Angka Kematian Balita

=Jumlah kematian Balita diwilayah kab./kota tersebut dalam kurun waktu satu tahun dibagi Jumlah Kelahiran Hidup X 1000

Semua Balita mendapat pelayanan dan pencatata n angka kematian Balita

(16)

Angka Kematian Ibu ( AKI) per 100.000 KH

per 100.0

00 Kelah

iran hidup

pelayanan Kesehatan K1, K4 bagi ibu hamil, melahirkan dan Nifas dengan tujuan untuk mengurangi/

mencegah angka kematian Ibu

Angka Kematian ibudan =Jumlah kematian ibu diwilayah kab./kota tersebut dalam kurun waktu satu tahun dibagi Jumlah Kelahiran Hidup x 100.000

Semua Ibu hamil, melahirkan , dan Ibu Nifas

Angka Harapan Hidup

Tahu n

Meningkatnya harapan hidup

untuk menentukan usia harapan hidup ialah dengan menunjukkan dan meratakan semua umur dari seluruh kematian pada waktu tertentu, Umur masing- masing yang

meninggal dijumlahkan semuanya dan

kemudian dibagi dengan jumlah orang yang meninggal pada tahun itu,

Semua usia yang meninggal

Persentase Pemegang Kartu BPJS yang dilayani di Fasilitas kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yangmembut uhkan

% Pelayanan Kesehatan Pemegang Kartu BPJS yang dilayani di Fasilitas kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)

yangmembutuhk an

Jumlah Pemegang kartu BPJS yang berobat ke FKTP dibagi Jumlah

pemegang kartu BPJS dikalikan 100%

Semua pemegang kartu BPJS dilayani

C. Perjanjian Kinerja Tahun 2020

(17)

Perjanjian Kinerja sebagai tekad dan janji dari perencana kinerja tahunan sangat penting dilakukan oleh pimpinan instansi di lingkungan Pemerintahan karena merupakan wahana proses tentang memberikan perspektif mengenai apa yang diinginkan untuk dihasilkan. Perencanaan kinerja yang dilakukan oleh instansi akan dapat berguna untuk menyusun prioritas kegiatan yang dibiayai dari sumber dana yang terbatas. Dengan perencanaan kinerja tersebut diharapkan fokus dalam mengarahkan dan mengelola program atau kegiatan instansi akan lebih baik, sehingga diharapkan tidak ada kegiatan instansi yang tidak terarah. Penyusunan Perjanjian Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Tahun 2020 mengacu pada dokumen Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Tahun 2016-2021, dokumen Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2020, dokumen Rencana Kerja (Renja) Tahun 2020, dan dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2020, Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri telah menetapkan Perjanjian Kinerja Tahun 2020 dengan uraian sebagai berikut:

Tabel 2.3

Perjanjian Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Tahun 2020

N

o Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

1 Meningkatnya pelayanan kesehatan dasar,

kegawatdaruratan dan rujukan khususnya masyarakat miskin, dan pemberantasan penanggulangan penyakit menular

Prevalensi HIV-AIDs pada Total Populasi

0.030

Angka Gizi Buruk pada Balita 0.18 Angka kematian Bayi (AKB) Per

1.000 KH

7.57

Angka Kematian Balita ( AKABA) per 1.000 KH

8.68

Angka Kematian Ibu ( AKI) per 100.000 KH

73.87

Angka Harapan Hidup 76.68

Persentase Pemegang Kartu BPJS yang dilayani di Fasilitas kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)

104

(18)

yangmembutuhkan

2 Perencanaan Strategis Hasil Reviu

Upaya untuk meningkatkan akuntabilitas, Pemerintah Kabupaten Wonogiri juga melakukan reviu terhadap Indikator Kinerja Utama, baik tingkat Pemerintah Daerah maupun tingkat Satuan Kerja Perangkat Daerah, dalam melakukan reviu dengan memperhatikan capaian kinerja, permasalahan dan isu- isu strategis yang sangat mempengaruhi keberhasilan suatu organisasi.

Dalam rangka meningkatkan akuntabilitas kinerja Dinas dilakukan reviu terhadap Perencanaan Strategis, Indikator Kinerja Utama dan Perjanjian Kinerja Dinas Kesehatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Wonogiri. Hasil reviu tersebut selanjutnya menjadi salah satu dasar perencanaan kinerja dan penyusunan Laporan akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Kesehatan Tahun 2020, sebagai berikut :

A. Rencana Strategis Hasil Reviu

Hasil reviu pada rencana strategis Dinas Kesehatan terutama memperhatikan indikator dan target kinerja pada seluruh sasaran dengan maksud agar menggambarkan keberhasilan tujuan dan atau sasaran. Hasil reviu selanjutnya menjadi lembar kerja tambahan pada Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2020

Beberapa cacatan dan rekomendasi yang diperoleh dalam pelaksanaan reviu Rencana strategis Dinas Kesehatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonogiri antara lain :

Berdasarkan hasil reviu dan tindaklanjut perbaikan Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2020 tersebut, selanjutnya diuraikan pada tabel berikut :

Tabel 2.4

Tujuan, Sasaran, Indikator Dan Target Kinerja Hasil Reviu Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri

N

O TUJUAN SASARAN INDIKATO

R KINERJA

SATU

AN 2016 201

7

201 8

201 9

202 0 1 Meningka

tkan

Meningkatny a pelayanan

Prevalensi HIV-AIDs

% 0.02 0.026 0.033 0.030 0.030

(19)

kesehata n

masyarak at

kesehatan dasar, kegawatdaru ratan dan rujukan khususnya masyarakat miskin, dan pemberantas an

penanggulan gan penyakit menular

pada Total Populasi

Angka Gizi Buruk pada Balita

% 0.7 0.6 0.6 0.13 0.8

Angka kematian Bayi (AKB) Per 1.000 KH

per 1000 kelahi ran hidup

9.5 9 8.5 8 12

Angka Kematian Balita ( AKABA) per 1.000 KH

per 1000 kelahi ran hidup

10.5 10 9.5 9 14

Angka Kematian Ibu ( AKI) per 100.000 KH

per 100.0

00 Kelahi

ran hidup

60 59 57 55 140

Angka Harapan Hidup

Tahun 75,88 76 76.5 76.5 8

76.0 0 Persentase

Pemegang Kartu BPJS yang dilayani di Fasilitas

% 70 75 80 85 104

(20)

kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yangmemb utuhkan Meningkatka

n tertib administrasi perkantoran, penyedia sarana dan prasarana

Meningkatn ya

kapasitas sumber daya aparatur penunjang pelayanan kesehatan

% 100 100 100 100 100

Meningkatn ya

pengelolaa n

manajemen administras i

perkantora n

% 100 100 100 100 100

B. Indikator Kinerja Utama Hasil Reviu

Bersamaan dengan reviu rencana strategis juga dilakukan reviu Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Kesehatan serta menghasilkan penjelasan tentang Indikator berupa formulasi pengukuran dan kriteria indikator kinerja agar berorientasi hasil.

Berikut ini Indikator Kinerja Utama Dinas Kesehatan hasil reviu berikut penjelasannya yang diuraikan pada table berikut :

(21)

Tabel 2.5

Indikator Kinerja Utama, Formulasi Pengukuran dan Kriteria Indikator Kinerja Hasil Reviu Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Tahun2020

N

O SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA

UTAMA SATUAN ALASAN FORMULASI/CARA

PENGUKURAN SUMBER DATA KETERANGAN/

KRITERIA 1 Meningkatnya

pelayanan kesehatan dasar, kegawatdaruratan dan rujukan khususnya masyarakat miskin, dan pemberantasan penanggulangan penyakit menular

Prevalensi HIV-AIDs pada Total Populasi

% Untuk mengetahui Jumlah penyakit menular dan cara mengatasinya supaya tidak menyebar ke masyarakat

Jumlah Total Pasien Hidup lama dan baru dan dibagi Jumlah penduduk dikalikan 100%

Dinas kesehatan * Semua Jumlah Pasien HIV-AIDS yang hidup dari tahun sebelumnya yang telah terdaftar di tahun perhitungan

Angka Gizi Buruk pada Balita

% Meningkatnya Status Gizi pada Balita

Jumlah Balita Gizi buruk dibagi Jumlah Balita yang ditimbang dilakikan 100%

Dinas kesehatan Semua Balita Gizi buruk

Angka kematian Bayi (AKB) Per 1.000 KH

per 1000 kelahiran hidup

menurunkan angka kematian bayi

Angka Kematian Bayi

=Jumlah kematian Bayi diwilayah kab./kota tersebut dalam kurun waktu satu tahun dibagi Jumlah Kelahiran Hidup x 1000

Dinas kesehatan Semua kematian bayi

Angka Kematian Balita ( AKABA) per 1.000 KH

per 1000 kelahiran hidup

Pelayanan Kesehatan Balita untuk mengatasi menurunkan angka kematian Balita

Angka Kematian Balita

=Jumlah kematian Balita diwilayah kab./kota tersebut dalam kurun waktu satu tahun dibagi Jumlah Kelahiran Hidup

Dinas kesehatan Semua Balita mendapat pelayanan dan pencatatan angka kematian Balita

(22)

X 1000 Angka Kematian Ibu

( AKI) per 100.000 KH

per 100.000 Kelahiran

hidup

pelayanan Kesehatan K1, K4 bagi ibu hamil, melahirkan dan Nifas dengan tujuan untuk mengurangi/ mencegah angka kematian Ibu

Angka Kematian ibu

=Jumlah kematian ibu diwilayah kab./kota tersebut dalam kurun waktu satu tahun dibagi Jumlah Kelahiran Hidup x 100.000

Dinas kesehatan Semua Ibu hamil, melahirkan, dan Ibu Nifas

Angka Harapan Hidup Tahun Meningkatnya harapan hidup

untuk menentukan usia harapan hidup ialah dengan menunjukkan dan meratakan semua umur dari seluruh kematian pada waktu tertentu, Umur masing- masing yang meninggal dijumlahkan semuanya dan kemudian dibagi dengan jumlah orang yang meninggal pada tahun itu,

BPS Semua usia yang

meninggal

Persentase Pemegang Kartu BPJS yang dilayani di Fasilitas kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yangmembutuhkan

% Pelayanan Kesehatan Pemegang Kartu BPJS yang dilayani di Fasilitas kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yangmembutuhkan

Jumlah Pemegang kartu BPJS yang berobat ke FKTP dibagi Jumlah pemegang kartu BPJS dikalikan 100%

Dinas kesehatan Semua pemegang kartu BPJS dilayani

2 Meningkatkan tertib administrasi

perkantoran, penyedia sarana dan prasarana

Meningkatnya kapasitas sumber daya aparatur penunjang pelayanan kesehatan

% untuk meningkatkan kapasitas sumberdaya aparatur penunjang pelayanan kesehatan bagi masyarakat

Presentase Temuan Pengelolaan Penganggaran BPK/

Inspektorat yang ditindak lanjuti dikalikan

Dinas kesehatan Semua temuan pengelolaan

Penganggaran dari BPK/

Inspektorat dapat ditindak lanjuti

(23)

100%

Meningkatnya

pengelolaan manajemen administrasi perkantoran

% Peningkatan sarana dan Prasarana kantor serta peningkatan sumber daya manusia dengan mengadakan pelatihan pelatihan serta terpenuhinya kebutuhan perkantoran tiap tahunnya

Presentase tertip administrasi barang/aset daerah

Dinas kesehatan Kebutuhan Sumberdaya Manusia dan Sarana prasarana dapat terpenuhi sesuai kebutuhan

(24)

C. Perjanjian Kinerja Hasil Reviu

Sesuai dengan tujuan dan sasaran jangka menengah Dinas Kesehatan hasil reviu dan sebagai bahan yang diperjanjikan oleh Kepala Dinas Kesehatan dengan Bupati Wonogiri dan besaran anggaran yang direncanakan melalui Program / Kegiatan pada Tahun 2020 adalah sebagai berikut :

Tabel 2.6

Perjanjian Kinerja Hasil Reviu

Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Tahun 2020 N

O SASARAN STRATEGIS IKU / INDIKATOR

KINERJA SATUAN TARGET

1 Meningkatnya pelayanan kesehatan dasar,

kegawatdaruratan dan rujukan khususnya masyarakat miskin, dan pemberantasan

penanggulangan penyakit menular

Prevalensi HIV-AIDs pada Total Populasi

% 0.030

Angka Gizi Buruk pada Balita % 0.8

Angka kematian Bayi (AKB) Per 1.000 KH

per 1000 kelahiran hidup

12

Angka Kematian Balita ( AKABA) per 1.000 KH

per 1000 kelahiran hidup

14

Angka Kematian Ibu ( AKI) per 100.000 KH

per 100.000 Kelahiran

hidup

140

Angka Harapan Hidup Tahun 76

Persentase Pemegang Kartu BPJS yang dilayani di Fasilitas kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yangmembutuhkan

% 104

(25)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan misi organisasi kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan akuntabilitas/pemberi amanah. Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri selaku pengemban amanah masyarakat melaksanakan kewajiban berakuntabilitas melalui penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri yang dibuat sesuai ketentuan yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Keputusan Kepala LAN Nomor 239/IX/618/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Laporan tersebut memberikan gambaran penilaian tingkat pecapaian target masing-masing indikator sasaran srategis yang ditetapkan dalam dokumen Renstra Tahun 2016-2021 maupun Rencana Kerja Tahun 2020 Sesuai dengan ketentuan tersebut, pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang ditetapkan untuk mewujudkan Visi dan Misi Dinas Kesehatan.

A. Kerangka Pengukuran Kinerja

(26)

Pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan misi dan visi instansi pemerintah.

Pengukuran kinerja dilaksanakan sesuai dengan Keputusan Kepala LAN Nomor 239/IX/618/2004 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Capaian indikator kinerja utama (IKU) diperoleh berdasarkan pengukuran atas indikator kinerjanya masing-masing, sedangkan capaian kinerja sasaran diperoleh berdasarkan pengukuran atas indikator kinerja sasaran strategis, cara penyimpulan hasil pengukuran kinerja pencapaian sasaran strategis dilakukan dengan membuat capaian rata-rata atas capaian indikator kinerja sasaran.

Predikat nilai capaian kinerjanya dikelompokan dalam skala pengukuran ordinal dengan pendekatan petunjuk pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, sebagai berikut :

Persentase Predikat Kode Warna

< 100% Tidak Tercapai

= 100% Tercapai/ Sesuai Target

> 100% Melebihi Target

Dan predikat capaian kinerja untuk realisasi capaian kinerja yang tidak tercapai (< 100%) dengan pendekatan Permendagri nomor 54 Tahun 2010, sebagai berikut :

Pencapaian Kinerja Sasaran Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Tahun 2020

N

o Kategori/Interpretasi Rata-Rata % Capaian Kode Warna

1 Sangat Baik > 90

2 Baik 75.00 – 89.99

(27)

3 Cukup 65.00 – 74.99

4 Kurang 50.00 – 64.99

5 Sangat Kurang 0 – 49.99

Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi kinerja dilakukan analisis pencapaian kinerja untuk memberikan informasi yang lebih transparan mengenai sebab-sebab tercapai atau tidak tercapainya kinerja yang diharapkan.

Dalam laporan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri dapat memberikan gambaran penilaian tingkat pencapaian target kegiatan dari masing-masing kelompok indikator kinerja kegiatan, dan penilaian tingkat pencapaian target sasaran dari masing-masing indicator kinerja sasaran yang ditetapkan dalam dokumen Renstra 2016-2021 maupun Rencana Kerja Tahun 2020. Sesuai ketentuan tersebut, pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang telah ditetapkan dalam mewujudkan misi dan visi instansi pemerintah. Pelaporan Kinerja ini didasarkan pada Perjanjian Kinerja Dinas Kesehatan Tahun 2020, hasil reviu dan Indikator Kinerja Utama Dinas Kesehatan telah ditetapkan sebanyak 1 sasaran dan sebanyak 7 indikator kinerja (out comes) dengan rincian sebagai berikut :

 Sasaran 1 terdiri dari 7 indikator B. Capaian Indikator Kinerja Utama

(28)

Dalam rangka mengukur dan peningkatan kinerja serta lebih meningkatnya akuntabilitas kinerja pemerintah, maka setiap instansi pemerintah perlu menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU). Untuk itu pertama kali yang perlu dilakukan instansi pemerintah adalah menentukan apa yang menjadi kinerja utama dari instansi pemerintah yang bersangkutan. Dengan demikian kinerja utama terkandung dalam tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah, sehingga IKU adalah merupakan ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah.

Dengan kata lain IKU digunakan sebagai ukuran keberhasilan dari instansi pemerintah yang bersangkutan. Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri telah menetapkan Indikator Kinerja Utama untuk Satuan Kerja Perangkat Daerah Nomor 48 tanggal 2017 dan melalui Keputusan Bupati Wonogiri Nomor : 407 Tahun 2017.

tentang Indikator Kinerja Utama Kabupaten Wonogiri. Upaya untuk meningkatkan akuntabilitas, Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri juga melakukan reviu terhadap Indikator Kinerja Utama, dalam melakukan reviu dengan memperhatikan capaian kinerja, permasalahan dan isu-isu strategis yang sangat mempengaruhi keberhasilan suatu organisasi.

Hasil pengukuran atas indikator kinerja utama Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri tahun 2020 menunjukan hasil sebagai berikut:

Tabel 3.1

Capaian Indikator Kinerja Utama Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri

Tahun 2020

No Indikator Kinerja Utama Satuan Target Realisa si

Capaian

% 1 Prevalensi HIV-AIDs pada Total

Populasi % 0.030 0.034 113.33

2 Angka Gizi Buruk pada Balita % 0.8 1.16 54.79

3 Angka kematian Bayi (AKB) Per 1.000 KH

per 1000 kelahira

n hidup

12 6.04 149.68

4 Angka Kematian Balita ( AKABA) per 1.000 KH

per 1000 kelahira

n hidup

14 7.06 149.57

5 Angka Kematian Ibu ( AKI) per 100.000 KH

per 100.000 Kelahira n hidup

140 111.45 120.39

(29)

6 Angka Harapan Hidup Tahun 76 76.16 100.21 7

Persentase Pemegang Kartu BPJS yang dilayani di Fasilitas kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yangmembutuhkan

% 104 88.65 85.24

Dari tabel tersebut terlihat bahwa tingkat pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai berikut :

Capaian kinerja yang melebih/melampaui target ditunjukan pada indikator Prevalensi HIV-AIDs pada Total Populasi, dengan capaian kinerja 113.33 %, pada indikator Angka kematian Bayi (AKB) Per 1.000 KH, dengan capaian kinerja 149.68

%, pada indikator Angka Kematian Balita ( AKABA) per 1.000 KH, dengan capaian kinerja 149.57 %, pada indikator Angka Kematian Ibu ( AKI) per 100.000 KH, dengan capaian kinerja 120.39 %, pada indikator Angka Harapan Hidup, dengan capaian kinerja 100.21 %.

Capaian kinerja yang tidak mencapai target 100% ditunjukan pada indikator Angka Gizi Buruk pada Balita, dengan capaian kinerja 54.79 %, pada indikator Persentase Pemegang Kartu BPJS yang dilayani di Fasilitas kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yangmembutuhkan, dengan capaian kinerja 85.24 %.

C. Pengukuran, Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja Sasaran Strategis Secara umum Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri telah dapat melaksanakan tugas dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Renstra 2016-2021. Jumlah Sasaran yang ditetapkan untuk mencapai visi dan misi Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Tahun 2016-2021 sebanyak 2 sasaran.

Tahun 2020 adalah tahun ke 5 pelaksanaan Rencana Strategis Dinas Kesehatan, dari sebanyak 2 sasaran strategis dengan sebanyak 9 indikator kinerja yang ditetapkan maka pencapaian kinerja sasaran Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri adalah sebagai berikut:

Tabel 3.2

Capaian Indikator Kinerja

Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Tahun 2020

No Indikator Kinerja Satuan Target Realisa Capaian

(30)

si % 1 Prevalensi HIV-AIDs pada Total

Populasi % 0.030 0.034 113.33

2 Angka Gizi Buruk pada Balita % 0.8 1.16 54.79

3 Angka kematian Bayi (AKB) Per 1.000 KH

per 1000 kelahira

n hidup

12 6.04 149.68

4 Angka Kematian Balita ( AKABA) per 1.000 KH

per 1000 kelahira

n hidup

14 7.06 149.57

5 Angka Kematian Ibu ( AKI) per 100.000 KH

per 100.000 Kelahira n hidup

140 111.45 120.39

6 Angka Harapan Hidup Tahun 76 76.16 100.21

7

Persentase Pemegang Kartu BPJS yang dilayani di Fasilitas kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yangmembutuhkan

% 104 88.65 85.24

8 Meningkatnya kapasitas sumber daya aparatur penunjang pelayanan kesehatan

% 100 100 100.00

9 Meningkatnya pengelolaan manajemen administrasi perkantoran

% 100 100 100.00

Beradasarkan pengukuran kinerja tersebut di atas dapat diperoleh data dan informasi kinerja Dinas pada beberapa table berikut :

Tabel 3.3

Pencapaian Kinerja Sasaran

Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Tahun 2020

NO SASARAN STRATEGIS CAPAIAN

1 Melebihi/Melampaui Target 55.56 %

2 Sesuai Target 22.22 %

3 Tidak Mencapai Target 22.22 %

Adapun pencapaian kinerja sasaran dirinci dalam tabel, sebagai berikut:

Dari sebanyak 2 Sasaran diatas, pencapaian realisasi indikator kinerja sasaran terhadap target yang sudah ditetapkan sebagai berikut:

Tabel 3.4

Pencapaian target Misi

(31)

N

o Misi

Jumlah Indikat

or Sasara

n

Tingkat Pencapaian Melampaui

target Sesuai Target

Belum Mencapai

Target

Jumlah % Jumlah % Jumlah %

1 Misi 1 9 5 55.56 2 22.22 2 22.22

Jumlah 9 5 55.56 2 22.22 2 22.22

Dari sebanyak 2 sasaran dengan sebanyak 9 indikator kinerja, pencapaian kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri dengan rincian sebagai berikut:

Tabel 3.5

Kategori Pencapaian Indikator Sasaran

No Kategori Jumlah Indikator Persentase

A. Misi 1 9

1 Melebihi/Melampaui Target 5 55.56 %

2 Sesuai Target 2 22.22 %

3 Tidak Mencapai Target 2 22.22 %

Evaluasi bertujuan agar diketahui pencapaian realisasi, kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam rangka pencapaian misi, agar dapat dinilai dan dipelajari guna perbaikan pelaksanaan program/kegiatan di masa yang akan datang.

Selain itu, dalam evaluasi kinerja dilakukan pula analisis.

Dalam melakukan evaluasi kinerja, perlu juga digunakan pembandingan- pembandingan antara lain :

 kinerja nyata dengan kinerja yang direncanakan.

 kinerja nyata dengan kinerja tahun-tahun sebelumnya.

 Kinerja nyata dengan target akhir renstra.

 kinerja suatu instansi dengan kinerja instansi lain yang unggul di bidangnya ataupun dengan kinerja sektor swasta.

 kinerja nyata dengan kinerja di instansi lain atau dengan standar nasional.

(32)

Selanjutnya pengukuran kinerja terhadap indikator kinerja yang telah dicapai pada tahun 2020 dan membandingkan antara target dan realisasi pada indikator sasaran dari sebanyak 2 sasaran dan sebanyak 9 indikator kinerja dari sebanyak 1 Misi, sebagaimana telah ditetapkan dalam Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri tahun 2016-2021, analisis pencapaian kinerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan secara rinci dapat dilihat sebagai berikut :

(33)

Sasaran 1

Meningkatnya pelayanan kesehatan dasar, kegawatdaruratan dan rujukan khususnya masyarakat miskin, dan pemberantasan penanggulangan penyakit menular

Pencapaian sasaran 1 dapat dilihat dalam tabel dibawah ini : Tabel 3.?

Analisis Pencapaian Sasaran 1

Meningkatnya pelayanan kesehatan dasar, kegawatdaruratan dan rujukan khususnya masyarakat miskin, dan pemberantasan penanggulangan penyakit

menular

N o

Indikator Kinerja

Sat uan

Tahun 2016

%

Tahun 2017

%

Tahun

2018 % Tahun

2019 % Tahun

2020 %

T ar g et

Rea lisa si

T ar g et

Rea lisa si

T ar g et

Rea lisa si

T ar g et

Rea lisa si

T ar g et

Rea lisa si

1

Prevalens i HIV- AIDs pada Total Populasi

% 0.

02

0 . 0 0

0.

02 6

0 . 0 0

0.

03 3

0.03 1

93 .9 4

0.

03 1

0.03 0

10 3.

23 0.

03 0

0.03 4

11 3.

33

2 Angka Gizi Buruk pada Balita

% 0.

7

0 . 0 0

0.

6

0 . 0 0

0.

6 0.13 21

.6 7

0.

13 0.18 61 .5 4

0.

8 1.16 54

.7 9

3 Angka kematian Bayi (AKB) Per 1.000 KH

per 100 0 kela hira n hid

up 9.

5

0 . 0 0

9

0 . 0 0

8.

5 10.0

4 11

8.

12

8 7.57 10 5.

36

12 6.04 14

9.

68

4 Angka Kematian Balita ( AKABA) per 1.000 KH

per 100 0 kela hira n hid

up 10 .5

0 . 0 0

10

0 . 0 0

9.

5 11.3

9 11

9.

89

9 8.68 10 3.

56

14 7.06 14

9.

57

5 Angka Kematian Ibu ( AKI) per 100.000 KH

per 100 .00 0 Kel ahir an hid up

60

0 . 0 0

59

0 . 0 0

57 65.7 1

11 5.

28

55 73.8 7

65 .6 9

14 0

111.

45 12

0.

39

6 Angka Harapan Hidup

Tah un

75 ,8 8

0 . 0 0

76

0 . 0 0

76 .5 76.0

5 99

.4 1

76 .5 8

76.0 7

99 .3 3

76 76.1 6

10 0.

21

(34)

7

Persentas e Pemegan g Kartu BPJS yang dilayani di Fasilitas kesehata n Tingkat Pertama (FKTP) yangmem butuhkan

% 70

0 . 0 0

75

0 . 0 0

80 157.

94 19

7.

42

85 104.

284 12 2.

69 10

4 88.6

5 85

.2 4

Sasaran Meningkatnya pelayanan kesehatan dasar, kegawatdaruratan dan rujukan khususnya masyarakat miskin, dan pemberantasan penanggulangan penyakit menular dapat dilihat dari sebanyak 7 indikator yaitu :

Capaian kinerja nyata indikator 1 "Prevalensi HIV-AIDs pada Total Populasi"

adalah sebesar dari target sebesar 0.030 yang direncanakan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2020 sehingga persentase capaian kinerjanya adalah 87,79 %, capaian ini tidak mencapai target yang diperjanjikan.

Tahun 2020 adalah tahun ke 5 renstra, capaian kinerja indikator 1

"Prevalensi HIV-AIDs pada Total Populasi" tahun ini adalah sebesar 0,034 %, bila dibandingkan dengan target akhir renstra Dinas Kesehatan maka capaian kinerjanya mencapai 0,55%

Prevalensi HIV di Kabupaten Wonogiri pada tahun 2018 sebesar 0,024% tahun 2019 meningkat menjadi 0,030% pada, sedangkan jumlah kasus baru pada tahun 2018 sebesar 87 orang tahun 2019 sebesar 79 orang dan pada tahun 2020 jumlah penderita baru mengalami penurunan yaitu 61 kasus, sehingga dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2020 mengalami penurunan

Golongan Umur penderita penambahan kasus baru di tahun 2020

No Umur (Tahun) Jumlah

(Orang)

1 20 - 24 8

2 25 - 29 8

3 30 – 34 9

4 35 - 39 12

5 40 - 44 9

6 45 - 49 2

7 50 - 54 8

8 55 - 59 4

(35)

9 >60 1

Jumlah 61

Kasus HIV berdasarkan Jenis pekerjaan

No Jenis Pekerjaan Jumlah

(Orang)

1 Pasar 2

2 Wiraswasta 19

3 Buruh 2

4 Industri Rumah Tangga 14

5 Sopir 1

6 Karyawan 8

7 Petani/Peternak/Nelayan 3

8 Tdk Bekerja 4

9 Tak diketahui 8

Jumlah 61

Keberhasilan ini dicapai oleh karena sudah tersedianya layanan HIV-AIDS di seluruh Puskesmas dan RS Kabupaten Wonogiri.

1. Permasalahan yang ada dalam program pencegahan dan pengendalian HIV adalah sebagai berikut :

a. Kasus HIV-AIDS di Kabupaten Wonogiri yang ada sebagian besar adalah di Wiraswasta 19 Orang,Industri Rumah tangga 14 Orang,

Karyawan 8 Orang , dan tidak diketahui 8 Orang di lihat dari pekerjaannya adalah mereka yang bekerja di luar rumah sehingga

tidak bisa di pantau.

b. Belum adanya kesadaran sebagaian Masyarakat tentang Penyakit HIV- AIDS dan cara penularannya.

Solusi yang sudah dilaksanakan adalah pemberdayaan pada ibu rumah tangga, Karyawan maupun pekerja yang merantau dalam

pencegahan penularan HIV melalui sosialisasi dan penyuluhan .

(36)

Capaian kinerja nyata indikator 2 "Angka Gizi Buruk pada Balita" adalah sebesar dari target sebesar 0.8 yang direncanakan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2020 sehingga persentase capaian kinerjanya adalah 54,79 %, capaian ini tidak mencapai target yang diperjanjikan.

Tahun 2020 adalah tahun ke 5 renstra, capaian kinerja indikator 2 "Angka Gizi Buruk pada Balita" tahun ini adalah sebesar 1,16 %, bila dibandingkan dengan target akhir renstra Dinas Kesehatan maka capaian kinerjanya mencapai 0,57 %.

Berdasarkan hasil laporan Bidang Kesehatan Masyarakat pada tahun 2020 adalah 1,16 % balita yang dilaporkan sebanyak 452 Balita yang

mengalami Gizi buruk dan di tahun sebelumnya tahun 2019, dilaporkan terdapat 81 Balita dengan gizi buruk atau sebesar 0,18% jadi mengalami kenaikan sebesar 0,98%

Target Nasional Tahun 2019 adalah 17,7 dan realisasinya Tahun 2020 : 1,16%

Analisa Penyebab utama yang mempengaruhi status gizi buruk pada balita adalah :asupan gizi makanan dan faktor infeksi. Kedua factor utama ini bila dikembangkan menjadi factor orang tua dan keluarga, social ekonomi, budaya, Lingkungan, penyakit infeksi, penyekit non infeksi, perilaku, pengolahan pangan, perawatan kesehatan dan masih banyak factor lainnya.

Alternatif solusi yang dilakukan :

 Penimbangan balita setiap bulan di Posyandu

 Pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) penyuluhan dan PMT Pemulihan

 Pelacakan kasus baru balita gizi buruk

 Pertemuan kelas Ibu balita

 Penyuluhan tentang Gizi seimbang

 Penyuluhan tentang pentingnya ASI Eksklusif

 Penyuluhan tentang Inisiasi Menyusui Dini (IMD)

 Penyuluhan tentang Makanan Pendamping ASI

(37)

Capaian kinerja nyata indikator 3 "Angka kematian Bayi (AKB) Per 1.000 KH

" adalah sebesar 6,04 dari target sebesar 12 yang direncanakan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2020 sehingga persentase capaian kinerjanya adalah 149,690 %, capaian ini mencapai target yang diperjanjikan.

Tahun 2020 adalah tahun ke 5 renstra, capaian kinerja indikator 3 "Angka kematian Bayi (AKB) Per 1.000 KH " tahun ini adalah sebesar 6,04 per 1.000 KH , bila dibandingkan dengan target akhir renstra Dinas Kesehatan maka capaian kinerjanya mencapai 149,69% .

Dibandingkan dengan tahun 2019 mengalami penurunan yaitu jumlah kematian bayi 82 bayi turun menjadi 65 bayi di tahun 2020 .

Penyebab kematian bayi 65 diantaranya : dengan rincian Kematian Bayi 17 , Neonatal 48

Penyebab Kematian Bayi

NO Penyebab Kematian Jumlah

1. Asfiksia 19

2. BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) 13

3. Kelainan Konginetal 8

4. Aspirasi 3

5. Sepsis 3

6. Pnemonia 5

8. Kelainan Jantung 9

9. Kejang demam 2

10. Kelainan Saluran Cerna 1

11. Dehidrasi 1

12. Hipoksia 1

JUMLAH 65

2. Untuk penanggulangan kematian bayi ada beberapa kegiatan antara lain :

 AMP di laksanakan ditingkat Puskesmas, Kecamatan dan Kabupaten.

 IMD Pelaksanaan pada ibu Persalinan

 Pemberian ASI 01-06 Bulan

 Pemberian MPASI sesuai umur

 Penimbangan teratur

 Imunisasi lengkap sesuai umur

 Pemberian Vitamin A usia 6 – 59 bulan

 Peningkatan Kegiatan kelas ibu hamil

 Peningkatan pelayanan persalinan dengan IMD

 Peningkatan Ketrampilan Bidan

(38)

Capaian kinerja nyata indikator 4 "Angka Kematian Balita ( AKABA) per 1.000 KH " adalah sebesar 7,06 Per 1000 KH dari target sebesar 14 yang direncanakan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2020 sehingga persentase capaian kinerjanya adalah 149,57 Per 1.000 KH, capaian ini mencapai target yang diperjanjikan.

Tahun 2020 adalah tahun ke 5 renstra, capaian kinerja indikator 4 "Angka Kematian Balita ( AKABA) per 1.000 KH " tahun ini adalah sebesar 7,06 Per 1.000 KH, bila dibandingkan dengan target akhir renstra Dinas Kesehatan maka capaian kinerjanya mencapai 149,57

Apabila dibandingkan Tahun 2019 Angka Kematian Balita tahun 2019 sebesar 8,68 per 1000 KH sehingga di Tahun 2020 mengalami penurunan 1,62 per 1000 KH yaitu menjadi menjadi 7,06 per 1000 KH

dibandingkan target rata-rata kematian Nasional 32 per 1000 Kelahiran Hidup, di Kabupaten Wonogiri angka kematian Balita masih rendah.

Penyebab Kematian

No Penyebab Kematian Jumlah

1. Asfiksia 19

2. BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) 13

3. Kelainan Konginetal 10

4. Aspirasi 3

5. Sepsis 3

6. Pnemonia 5

8. Kelainan Jantung 13

9. Kejang demam 2

10. Kelainan Saluran Cerna 1

11. Dehidrasi 1

12. Hipoksia 1

13 Hydrocephalus 2

14 Anemia 1

15 Meningitis 1

JUMLAH 75

3. Untuk penanggulangan kematian Balita ada beberapa kegiatan antara lain :

 AMP di laksanakan ditingkat Puskesmas, Kecamatan dan Kabupaten.

 IMD Pelaksanaan pada ibu Persalinan

 Pemberian ASI 01-06 Bulan

Referensi

Dokumen terkait

Selanjutnya pengukuran kinerja terhadap indikator kinerja yang telah dicapai pada tahun 2020 dan membandingkan antara target dan realisasi pada indikator sasaran dari sebanyak

Selanjutnya pengukuran kinerja terhadap indikator kinerja yang telah dicapai pada tahun 2018 dan membandingkan antara target dan realisasi pada indikator sasaran dari

Selanjutnya pengukuran kinerja terhadap indikator kinerja yang telah dicapai pada tahun 2019 dan membandingkan antara target dan realisasi pada indikator sasaran dari sebanyak

Selanjutnya pengukuran kinerja terhadap indikator kinerja yang telah dicapai pada tahun 2019 dan membandingkan antara target dan realisasi pada indikator sasaran

Selanjutnya pengukuran kinerja terhadap indikator kinerja yang telah dicapai pada tahun 2020 dan membandingkan antara target dan realisasi pada indikator sasaran dari

Selanjutnya pengukuran kinerja terhadap indikator kinerja yang telah dicapai pada tahun 2018 dan membandingkan antara target dan realisasi pada indikator sasaran dari 2 sasaran dan

Selanjutnya pengukuran kinerja terhadap indikator kinerja yang telah dicapai pada tahun 2020 dan membandingkan antara target dan realisasi pada indikator sasaran

Selanjutnya pengukuran kinerja terhadap indikator kinerja yang telah dicapai pada tahun 2020 dan membandingkan antara target dan realisasi pada indikator sasaran