• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kepada Yth : Hamonangan Damanik, Sarida Surya Manurung, Deddy Sepadha Putra Sagala Universitas Imelda Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Kepada Yth : Hamonangan Damanik, Sarida Surya Manurung, Deddy Sepadha Putra Sagala Universitas Imelda Medan"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Medan, 4 Maret 2022

No: 010/LOA/JIKI/8.1/2022 Lampiran: 2 Berkas

Hal: Letter of Acceptance (LoA)

Kepada Yth :

Hamonangan Damanik, Sarida Surya Manurung, Deddy Sepadha Putra Sagala Universitas Imelda Medan

Terimakasih telah mengirimkan artikel ilmiah untuk diterbitkan pada Jurnal JIKI (Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda) dengan Judul :

Pengaruh Pemberian Massase Punggung Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Pasien Appendiktomi Di RSUD Rantau Prapat

Berdasarkan hasil review, artikel tersebut dinyatakan DITERIMA untuk diterbitkan di Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda pada Volume 8, Nomor 1, e-ISSN 2597-7172, Maret 2022.

Kami akan mengirimkan hardcopy edisi tersebut pada akhir bulan penerbitan apabila ada permintaan author dan biaya cetak dikenakan kepada author. Artikel tersebut akan lebih dahulu tersedia secara online di :

http://jurnal.uimedan.ac.id/index.php/JURNALKEPERAWATAN/index

Demikian informasi ini disampaikan, atas perhatiannya, diucapkan terimakasih.

Hormat Kami

Christina Magdalena T. Bolon, S.Kep., Ns., M.Kes Editor in Chief

Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda Universitas Imelda Medan

(2)

Plagiarism Checker X Originality Report

Similarity Found: 14%

Date: Wednesday, March 02, 2022

Statistics: 363 words Plagiarized / 2576 Total words

Remarks: Low Plagiarism Detected - Your Document needs Optional Improvement.

--- PENGARUH PEMBERIAN MASSASE PUNGGUNG TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA PASIEN APPENDIKTOMI DI RSUD RANTAU PRAPAT Hamonangan Damanik1, Sarida Surya Manurung2, Dessy Sepadha Putra Sagala3Universitas Imelda Medan, Jl. Bilal No. 52 Kelurahan Pulo Brayan Darat I Kecamatan Medan Timur, Medan - Sumatera Utara.

Email : [email protected] ABSTRAK Appendisitis adalah keadaan dimana terjadinya peradangan akibat adanya infeksi pada usus buntu atau umbai cacing yang bisa mengakibatkan peradangaan akut sehingga dibutuhkan tindakan operasi segera untuk mencegah komplikasi yang dapat membahayakan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian massase punggung terhadap penurunan skala nyeri pada pasien appendiktomi di RSUD Rantau Prapat.

Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimen dengan rancangan one group pre test/post test. Penelitian dilakukan pada bulan Juli tahun 2021 di RSUD Rantau Prapat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien post apendektomi yang di rawat pada bulan Juni-Juli tahun 2021. Populasi pada

penelitian ini adalah 16 orang. Tehnik sampling yang digunakan ialah tekhnik total sampling dengan demikian jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 16 orang.

Hasil analisa data yang dilakukan dengan menggunakan uji t test diperoleh hasil dengan nilai probabilitas (p) = 0,000 (p < 0,05) artinya terdapat pengaruh massase punggung terhadap menurunnya tingkat nyeri pada pasien paska operasi apendektomi. Diharapkan pihak rumah sakit mengembangkan dan menerapkan teknologi pengobatan non-obat berbasis pengobatan obat yang efektif mengurangi rasa sakit pasien, terutama pasien pasca operasi, dan terus meningkatkan pelayanan kepada pasien. Kata kunci:

apendiksitis, massase punggung, nyeri ABSTRACT Appendicitis is a condition in which inflammation occurs due to infection in the appendix or appendix.

(3)

Infections in the appendix or appendix can cause acute inflammation, so immediate surgery is needed to prevent complications that can generally endanger health. This study aims to analyze the effect of giving back massage to decrease pain scale in appendectomy patients at Rantau Prapat Hospital. The type of research used is quantitative with a quasi-experimental design with a one-group pre-test/post-test design. The study was conducted in July 2021 at the Rantau Prapat Hospital. The

population in this study were all post appendectomy patients who were treated in June- July 2021. The population in this study was 16 people.

The sampling technique in this study was a total sampling technique, thus the number of samples in this study was 16 people. The results of data analysis carried out using the t test obtained results with a probability value (p) = 0.000 (p <0.05) meaning that there was an effect of back massage on decreasing pain levels in post-appendectomy patients.

It is hoped that the hospital will always improve services to patients by developing and applying non-pharmacological therapy techniques in addition to pharmacological treatment that is effective in reducing pain scale in patients, especially postoperative patients. Keywords: appendicitis, back massage, pain

PENDAHULUAN Apendiksitis adalah peradangan akibat infeksi pada usus buntu atau umbai cacing. Yang bisa mengakibatkan pernanahan bila bertambah parah, usus buntu bisa pecah.

Sehingga perlu dilakukan pembedahan (Jitowiyono dalam Sulung dkk, 2017).

Appendisitis adalah keadaan dimana terjadinya peradangan akibat adanya infeksi pada usus buntu atau umbai cacing yang bisa mengakibatkan peradangaan akut sehingga dibutuhkan tindakan operasi segera untuk mencegah komplikasi yang dapat

membahayakan kesehatan. Gejala yang ditimbulkan ialah nyeri epigastrium di sekitar umbilikus yang disertai dengan muntah, mual serta nafsu makan menurun(Utami, 2017).

Prevalensi apendisitis di dunia pada tahun 2019 mencapai 3442 juta kasus tiap tahun.

Statistik di Amerika mencatat setiap tahun terdapat 30-35 juta kasus apendisitis.

Penduduk di Amerika 10% menjalani appendiktomy (pembedahan untuk mengangkat appendiks) (WHO, 2020). Survei tahun 2018 di 15 provinsi di Indonesia menunjukkan sebanyak 4.351 rawat inap karena radang usus buntu. Itu peningkatan tajam dari 3.236 tahun sebelumnya. Pada awal 2019, 1.889 orang di Jakarta dirawat di rumah sakit karena radang usus buntu (Depkes RI, 2020). Kementerian Kesehatan menganggap apendisitis sebagai masalah kesehatan prioritas di tingkat lokal dan nasional karena implikasinya yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat (Depkes RI, 2020). Demikian disampaikan Dinas Kesehatan Jawa Tengah pada 2016.jumlah kasus apendisitis sebanyak 1.355

penderita, dan 190 diantaranya menyebabkan kematian.

(4)

Sedangkan data yag diperoleh dari RST Dokter Soedjono magelang pada periode 1 januari sampai dengan 31 sepetember 2017 prevalensi dari semua kasus penyakit

pembedahan digestive ditemukan 245 kasus dengan kejadian apendisitis berjumlah 159 kasus sebanyak (65%). Apendiktomi adalah pembedahan untuk mengangkat apendiks pembedahan diindikasikan bila diagnosa apendiksitis telah ditegakkan. Hal ini dilakukan sesegera mungkin untuk menurunkan resiko perforasi. Apendiktomi merupakan pilihan (segera) untuk apendisitis akut, abses, dan perforasi. Pilihan apendektomi elektif untuk apendisitis kronis. (Suratun dkk dalam Sulung dkk, 2017). Hampir semua operasi

menyebabkan rasa sakit.

Nyeri pasca operasi yang parah dapat terjadi selama prosedur bedah intratoraks, intra- abdominal, dan sendi besar. Pasien pasca operasi mengalami nyeri hebat, dan 75%

pasien mengalami pengalaman tidak menyenangkan akibat nyeri yang tidak cukup (Sutanto dalam Novarizki, 2019). Bila pasien mengeluh nyeri maka hanya satu yang mereka inginkan yaitu mengurangi rasa nyeri (Sulung dkk, 2017). Penanganan nyeri bisa dilakukan secara farmakologi dan non farmakologi.

Penanganan farmakologi yaitu dengan pemberian obat-obatan analgesic dan penenang.

Rasa sakit akut yang tidak tertangani akan mempengaruhi kondisi tubuh termasuk denyut nadi dan tekanan darah. Pemberian obat analgesik juga memiliki efek samping seperti mual, muntah dan ketergantungan (Martorella & Choiniere, 2018), sehingga pemberian terapi komplementer untuk mengatasi nyeri pasca operasi secara

berkesinambungan sangat dibutuhkan pada kondisi ini. Penanganan nyeri dengan teknik non farmakologi merupakan modal utama menuju kenyamanan (Yusrizal, 2012).

Untuk menurunkan rasa nyeri pada pasien apendiktomi, maka perlu dilakukan beberapa terapi non farmakologis, seperti stimulasi kutaneus yang terdiri dari massase/pijatan, mandi dengan air hangat, kantong es, dan stimulasi elektrik pada saraf transkutaneus yang menstimulasi kulit untuk mengurangi persepsi nyeri. Teori gate control menyatakan bahwa stimulus kutaneus mengaktivasi transmisi serabut saraf sensorik A-beta yang lebih besar dan lebih cepat. Hal ini menutup gerbang menurunkan transmisi nyeri melalui serabut C dengan diameter yang kecil. Pemijatan/Massase adalah salah satu strategi stimulasi kulit tertua dan paling sering digunakan.

Pijat dapat menerapkan berbagai tingkat tekanan dan merangsang tubuh ke berbagai titik pemicu rasa sakit selama proses berlangsung.Untuk mengurangi gesekan dalam pemijatan gunakan lotion atau minyak. Pijat akan mengendurkan ketegangan otot dan meningkatkan sirkulasi darah. Pijat didefinisikan sebagai penerapan tekanan pada jaringan lunak, biasanya tendon atau ligamen, dengan tangan, tanpa menyebabkan gerakan atau perubahan posisi sendi, untuk menghilangkan rasa sakit, relaksasi dan/atau meningkatkan sirkulasi darah (Yusrizal, 2012).

(5)

Massase didefinisikan sebagai penekanan oleh tangan pada jaringan lunak, biasanya otot tendon atau ligameno tanpa menyebabkan pergeseran atau perubahan posisi sendi digunakan untuk menurunkan nyeri, menghasilkan relaksasi, dan atau meningkatkan sirkulasi (Yusrizal, 2012). Pijat atau massage efektif dalam memberikan relaksasi fisik dan mental, mengurangi nyeri, dan meningkatkan keefektifan pengobatan nyeri. Pijat

punggung 3 sampai 5 menit melemaskan otot-otot untuk istirahat yang tenang dan nyaman. Pijat punggung adalah semacam pemeriksaan diri, karena sentuhan memiliki keajaiban tersendiri, sangat bermanfaat untuk menghilangkan kelelahan fisik,

memperlancar peredaran darah, merangsang tubuh untuk membuang racun, dan meningkatkan kesehatan mental.

Selain itu, pijat punggung merangsang tubuh untuk melepaskan endorfin, yang merupakan pereda nyeri alami. Endorfin juga dapat menciptakan rasa nyaman dan sejahtera (Maryunani, 2015). (Kristanto & Maliya, 2011) Penelitian tentang pengaruh terapi pijat punggung terhadap intensitas nyeri rematik pada lansia yang dilakukan di Puskesmas Karang Asem, diperoleh data bahwa rata-rata tingkat nyeri responden adalah 4,00 untuk terapi pijat punggung. , 2.69 setelah dipijat punggung. Hasil pengujian

menggunakan Wilcoxon signed rank test dengan p-value = 0,003.

Berdasarkan hasil tersebut, keputusan yang diambil adalah Ho ditolak, artinya ada

pengaruh antara terapi back massage terhadap penurunan intensitas nyeri reumatik pada lansia di wilayah Pustu Karang Asem. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Wirya & Sari, M, 2011) tentang teknik pijat punggung dan relaksasi nafas dalam untuk menurunkan intensitas nyeri pada pasien pasca apendektomi di RS HKBP Balige zaal C didapatkan perbedaan rerata nyeri sebesar 1,75 sebelum dan sesudah pengobatan.

Berdasarkan hasil analisis statistik uji Paired T, nilai P=0,017<a=0,05 terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi, dapat disimpulkan bahwa pemberian pijat punggung dan nafas dalam berpengaruh signifikan terhadap teknik relaksasi terhadap mengurangi intensitas nyeri pasien setelah operasi usus buntu. Studi

pendahuluan peneliti berdasarkan data yang didapat dari Medical Record RSUD Rantau Prapat menunjukkan bahwa pada tahun 2020 terdapat angka kejadian apendisitis sebanyak 53 orang pasien.

Pelaksanaan manajemen nyeri non farmakologi di lapangan belum sepenuhnya

dilakukan oleh perawat, dikarenakan kurangnya pengetahuan perawat tentang terapi non farmakologi dan tidak terpaparnya SOP tentang pemberian terapi non farmakologi untuk mengatasi nyeri. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis ingin menganalisis

pengaruh pemberian massase punggung terhadap penurunan skala nyeri pada pasien appendiktomi di RSUD Rantau Prapat METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang

dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen semu, yaitu set pretest

(6)

dan posttest.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pijat punggung di RS Rantau Prapat terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien apendektomi Populasi Populasi adalah seluruh objek penelitian yang akan diteliti. Populasi penelitian terdiri dari pasien pasca apendektomi yang dirawat dari bulan Juni sampai Juli 2021. Populasi

penelitian ini adalah 16 orang. Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Tehnik sampling pada penelitian ini adalah total sampling, dengan demikian jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 16 orang.

Metode Pengumpulan Data Setelah mendapat ijin dari Universitas Imelda Medan, peneliti langsung mengadakan penelitian ke RSUD Rantau Prapat, untuk melakukan penelitian kepada pasien post apendiktomi, kemudian melakukan pengukuran nyeri, memberikan intervensi massase punggung dan mengukur kembali nyeri pasien. Definisi Operasional Definisi Operasional Pijat punggung adalah tindakan menekan jaringan lunak (biasanya otot, tendon, atau ligamen) dengan tangan tanpa menyebabkan gerakan atau perubahan posisi sendi untuk menghilangkan rasa sakit.Nyeri adalah sakit yang dirasakan oleh pasien apendiktomi yang diukur dengan VAS Aspek Pengukuran Untuk mengukur masase punggung dilkukan dengan SOP masase punggung.

Untuk mengukur nyeri digunakan alat ukur nyeri VAS Analisa Data Analisa univariat digunakan untuk mendekripsikan data yang dilakukan pada tiap variabel dari hasil penelitian. Data disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Analisa bivariat untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas (independen variable) dengan variabel terikat (dependen variable). Untuk membuktikan adanya pengaruh yang signifikan antara variabel terikat digunakan analisis t- test. HASIL Karakteristik Responden Tabel 1.

Distribusi frekuensi responden berdasarkan umur dan jenis kelamin No _Umur (Tahun) _Frekuensi (jumlah) _Persentasi (%) _ _1 _10-20 _5 _31,2 _ _2 _21-30 _6 _37,5 _ _3 _31-40 _3 _18,8 _ _4 _41-50 _2 _12,5 _ _Total _16 _100 _ _No _Jenis Kelamin _Frekuensi (jumlah) _Persentasi (%) _ _1 _Laki-laki _9 _56,3 _ _2 _Perempuan _7 _43,7 _ _Total _16 _100 _ _Berdasarkan tabel diatas, berdasarkan umur mayoritas responden berumur diatas 21-30 tahun yaitu sebanyak 6 orang (37,5%), berdasarkan jenis kelamin, mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki 9 orang (56,3%). Tingkat nyeri sebelum operasi apendektomi Tabel 2.

Tingkat nyeri sebelum operasi apendektomi No _Tingkat nyeri _Frekuensi _Persentase _ _1 _Nyeri sedang _15 _93,7 _ _2 _Nyeri berat _1 _6,3 _ _ _Total _16 _100 _ _Berdasarkan tabel diatas, mayoritas tingkat nyeri sebelum operasi yaitu nyeri sedang sebanyak 15 orang (93,7%), sedangkan nyeri berat sebanyak 1 orang (6,3%). Tingkat nyeri pasien post operasi apendektomi Tingkat nyeri sesudah operasi apendektomi No _Tingkat nyeri

(7)

_Frekuensi _Persentase _ _1 _Nyeri ringan _12 _75 _ _2 _Nyeri sedang _4 _25 _ _ _Total _16 _100 _ _ Berdasarkan tabel diatas, mayoritas tingkat nyeri sesudah operasi yaitu nyeri ringan sebanyak 12 orang (75%), sedangkan nyeri sedang sebanyak 4 orang (25%).

PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan rata-rata perbedaan nyeri sebelum dan sesudah massase punggung sebanyak 2,375, standar deviasi 0,619, standar eror 0,155.

Hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0,000 maka dapat disimpulkan adanya perbedaan nyeri sebelum dan setelah dilakukan massase punggung. Hal ini juga

didukung oleh hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti langsung kepada pasien didapatkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata skala nyeri pasien appendiktomi antara sebelum dan sesudah pemberian massase punggung.

Hasil analisis statistik menggunakan uji t-dependent test didapatkan nilai p value = 0,000 artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skala nyeri sebelum dan sesudah pemberian massase punggung dimana terjadi penurunan skala nyeri setelah massase punggung. Hasil penelitian didukung oleh penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Nurhayati (2011) dengan judul Pengaruh Teknik Distraksi Relaksasi Terhadap

Penurunan Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Operasi Laparatomi Di PKU Muhammadiyah Gombong didapatkan hasil bahwa ada perbedaan rata-rata intensitas nyeri responden sebelum dan sesudah massase punggung dengan nilai p = 0,000 dan penelitian yang dilakukan oleh Kristanto (2012) dengan judul pengaruh terapi back massage terhadap intensitas nyeri reumatik pada lansia di wilayah Puskemas Pembantu Karang Asem diketahui bahwa terdapat perbedaan rata-rata intensitas nyeri sebelum dan sesudah pemberian terapi back massage dengan nilai p = 0,003.

Pijat punggung dapat mengurangi nyeri pada pasien usus buntu karena pijat punggung merupakan salah satu teknik nonfarmakologis untuk mengelola nyeri pada pasien usus buntu. Menurut Catur (2015), manajemen nyeri dengan menggunakan teknik

nonfarmakologi merupakan modal utama dalam mencapai kenyamanan. Pijat/pijat secara efektif memberikan relaksasi fisik dan mental, mengurangi rasa sakit dan meningkatkan efektivitas pengobatan nyeri.

Pijat punggung, bahu, lengan dan/atau kaki selama 3 sampai 5 menit untuk

mengendurkan otot dan memberikan istirahat yang tenang dan nyaman. Cassileth dan Vickers (2014) melaporkan pengurangan 50% rasa sakit, kelelahan, stres/kecemasan, mual dan depresi pada pasien kanker yang terus menggunakan terapi pijat. Pijat menyampaikan perawatan dan mudah dipelajari oleh anggota keluarga atau petugas kesehatan lainnya.

Pijat adalah tindakan menekan tangan terhadap jaringan lunak, biasanya otot, tendon atau ligamen, tanpa menyebabkan gerakan atau perubahan posisi sendi untuk

(8)

mengurangi rasa sakit, rileks dan/atau meningkatkan sirkulasi darah. Gerakan dasar meliputi: gerakan melingkar yang dilakukan oleh telapak tangan, gerakan menekan dan mendorong ke depan dan ke belakang menggunakan kekuatan, gerakan menampar, menyayat, meremas dan memutar (Henderson, 2016). Pengobatan nyeri yang sangat efektif adalah pijat, yang merupakan salah satu metode nonfarmakologis yang digunakan untuk meredakan nyeri. Teori tuina didasarkan pada gating theory yang dikemukakan oleh (Kementerian Kesehatan RI, 2020).

Teori tersebut menjelaskan dua jenis serabut saraf berdiameter kecil dan serabut berdiameter besar dengan fungsi yang berbeda. Massase punggung yang termasuk dalam pendekatan non farmakologi adalah teknik relaksasi, distraksi, stimulasi kuteneus.

Massase merupakan tekhnik integrasi sensoris yang mempengaruhi aktivitas sistem syaraf otonom. Massase punggung merupakan massase punggung non farmakologis dengan menggunakan pendekatan secara fisik (Potter & Perry, 2015). Tidak ada efek samping yang terlihat dengan pijat punggung dan mudah diterapkan.

Penggunaan lotion diharapkan dapat memberikan rasa hangat dan menginduksi vasodilatasi lokal, yang meningkatkan sirkulasi darah di area yang dipijat, sehingga meningkatkan aktivitas seluler dan mengurangi rasa sakit. Kusyanti, 2016). Massase punggung diberikan dengan pijatan menggunakan kedua tangan dengan gerakan memutar pada area kulit punggung dari bokong ke bahu dan sekitar bawah leher dengan posisi pronasi atau miring selama 3-5 menit, dilakukan 3 kali dalam seminggu.

Menurut analisis peneliti pemberian massase punggung efektif dalam menurunkan skala nyeri pada pasien appendiktomi dimana setelah pemberian massase punggung terlihat penurunan frekuensi pasien dengan skala nyeri berat serta penurunan skala nyeri dari sedang ke ringan.

Pemberian massase punggung merupakan tindakan yang memberikan stimulasi pada permukaan kulit yang dapat meningkatkan vasodilatasi lokal sehingga meningkatkan peredaran darah, membantu peningkatan pembuangan sisa-sisa pembakaran dalam jaringan, memberikan efek distraksi, relaksasi dan stimulasi kuteneus, sehingga dengan pemberian massase punggung pada pasien appendiktomi akan meningkatkan sirkulasi darah dan memberikan sensasi rileks sehingga intensitas nyeri yang dirasakan pasien dapat menurun, sehingga setelah pemberian massase punggung skala nyeri pada pasien appendiktomi terlihat lebih rendah dibandingkan sebelum pemberian massase

punggung.

KESIMPULAN Dari hasil penelitian pengaruh pemberian massase punggung terhadap penurunan skala nyeri pada pasien appendiktomi di RSUD Rantau Prapat: maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut : Sebelum operasi mayoritas tingkat nyeri yaitu nyeri sedang sebanyak 15 orang (93,7%), sedangkan nyeri berat sebanyak 1 orang (6,3%). Sesudah

(9)

operasi mayoritas tingkat nyeri yaitu nyeri ringan sebanyak 12 orang (75%), sedangkan nyeri sedang sebanyak 4 orang (25%). Hasil penelitian ini menunjukan terdapat pengaruh massase punggung terhadap menurunnya tingkat nyeri pada pasien paska operasi

apendektomi hal ini dibuktikan dengan hasil mean sebesar 2,375 dan ? value sebesar ? = 0,000 < a 0,05.

INTERNET SOURCES:

--- 1% - https://core.ac.uk/download/pdf/322628426.pdf

<1% - http://husadamahakam.poltekkes-

kaltim.ac.id/ojs/index.php/Home/oai?metadataPrefix=oai_dc&from=2020-06- 19&verb=ListRecords

<1% - http://jurnal.unmuhjember.ac.id/index.php/TIJHS/article/download/4902/3340 1% - http://repo.poltekkes-

medan.ac.id/xmlui/bitstream/handle/123456789/2195/jurnal%20azizah.pdf?sequence=1 1% - http://repository.unimus.ac.id/2982/2/BAB%201.pdf

<1% - https://docobook.com/teknik-relaksasi-genggam-jari-terhadap-intensitas-nyeri- pada88ec2883c0ce321a41b1eb8508bae77d51409.html

1% - http://repo.stikesperintis.ac.id/1204/1/42%20ANDENI%20YOSVALDO.docx 1% - https://123dok.com/document/z3lvnr7z-pendahuluan-fraktur-extremitas-tulang- merupakan-rusaknya-kontinuitas-tulang.html

<1% - https://docobook.com/perbedaan-efektifitas-kompres-dingin-dan-kompres- hangat-terh.html

<1% - https://cantik.tempo.co/read/1565805/10-manfaat-pijat-kaki-meredakan-gejala- pms-hingga-insomnia

<1% - https://es.scribd.com/document/353974951/Prosiding-Seminar-Nasional- Kebidanan-Dan-Call-for-Paper

1% - https://www.scribd.com/doc/251677078/Jurnal-manajemen-puskesmas

<1% - http://repository.unpas.ac.id/28618/6/BAB%20III.pdf 1% - https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/39458

<1% - https://text-id.123dok.com/document/4zp2jr7y-efektivitas-konsumsi-pisang-raja- terhadap-penurunan-nyeri-haid-pada-dismenorhea-primer-siswi-sma-muhammadiyah- 01-malang.html

<1% - https://core.ac.uk/display/327119224

<1% - https://www.scribd.com/document/398360698/SKRIPSI-RISKI-RAMADHANI-D-IV- KEPERAWATAN-docx

<1% -

https://www.researchgate.net/publication/304468225_Pengaruh_Pijat_Punggung_terhada p_Adaptasi_Nyeri_Persalinan_Fase_Aktif_Lama_Kala_II_dan_Perdarahan_Persalinan_pada_P rimigravida

(10)

<1% - http://digilib.uinsby.ac.id/145/3/Bab%202.pdf

<1% - https://id.scribd.com/doc/311428135/Sap-Pijat-Hipertensi

<1% -

https://www.academia.edu/14410360/DAFTAR_ISI_Halaman_HALAMAN_JUDUL_LEMBAR_

PERSETUJUAN

<1% - http://ejournal.helvetia.ac.id/index.php/jpp/article/download/5016/pdf

1% - http://repo.stikesperintis.ac.id/420/1/49%20YENITA%20PURNAMA%20SARI.pdf

<1% - http://jurnal.akfis-

whs.ac.id/index.php/akfis/oai?metadataPrefix=oai_dc&from=2020-08- 11&verb=ListRecords

<1% - https://www.scribd.com/document/402201660/KIAN-pdf

<1% - http://www.yearbook2017.psg.fr/E1CC21F/LZmokAM_terapi-kompres-air- hangat.pdf

<1% -

http://repository.unusa.ac.id/2943/1/Pengaruh%20Hipnoterapi%20Terhadap%20Penurun an%20Skala%20Nyeri%20Dan%20Kecemasan%20Pada%20Gout%20Arthritis%20Di%20P osyandu%20Lansia%20Puskesmas%20Pademawu%20Pamekasan.pdf

<1% - https://www.lysmelora2.com/category/uncategorized/

1% - https://dwilozia.wordpress.com/2015/05/28/makalah-asuhan-sayang-ibu/

<1% - https://id.scribd.com/doc/310841326/PENELITIAN-RELEVAN 1% - http://poltekkes-

denpasar.ac.id/files/JURNAL%20GEMA%20KEPERAWATAN/JUNI%202014/K.A.%20Henny

%20Achjar.pdf

<1% - https://toughentouchy.blogspot.com/

<1% - https://123dok.com/document/y96reedy-pengaruh-teknik-relaksasi-terhadap- penurunan-apendiktomi-ruangan-painan.html

(11)

Keterangan SB Sangat Buruk KB Kurang Baik CB Cukup Baik

B Baik SB Sangat Baik

Form Reviewer Artikel Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda

Judul Artikel : Pengaruh Pemberian Massase Punggung Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Pasien Appendiktomi Di RSUD Rantau Prapat

Variabel Penilaian Deskripsi Indikator Penilaian

SB KB CB4 0

B SB A.Umum

Relevansi Kesesuaian Artikel dengan Topik & Template Publikasi Kontribusi Kualiatas paper ditinjau dari ide/gagasan dan keaslian

(originality), kebaruan (novelty),dan inovasi (inovation)

B. TeknikPenulisan

Organisasi artikel Bahasa yang digunakan, kejelasan isi artikel dan kemudahan dipahami oleh pembaca

Abstrak (dua

bahasa English dan Indonesia)

Singkat, jelas dan lengkap, dapat menarik perhatian Dan mendorong orang meluangkan waktu untuk Mendapatkan serta membaca full paper

Pendahuluan Kejelasan pengungkapan background of problem, perbedaan dengan penelitian sebelumnya, dan Kontribusi yang akan diberikan

Metode/Pendekatan Penyelesaian Masalah

Desain penelitian, prosedur (diagram, algoritma, pseudocode atau flowchart)

Hasil dan analisis Penyajian hasil dan ketajaman analisis (dapat disertai Tabel dan Gambar untuk memudahkan pemahaman)

Tabel dan Gambar

dan Sitasi

Judul dan penomoran, teknik pengutipan dan sitasi Simpulan Esensi temuan dari penelitian yang dilakukan dan

penyajiannya sesuai permasalahan

Referensi Kesesuaian referensi yang diberikan, tata cara

penulisan dan perujukan pada naskah (semua referensi harus dirujuk pada naskah)

C.Hasil

Keputusan : 1.Artikel dapat diterbitkan secara langsung

2.Artikel dapat diterbitkan dengan sedikit revisi 3.Artikel dapat diterbitkan dengan banyak revisi

4.Artikel silahkan kembali ke kami untuk re-evaluasi setelah revisi 5.Artikel tidak layak untuk diterbitkan berdasarkan alasan diatas

[….]

[….]

Saran dan Komentar 1. Sertakan surat etiknya dan lembaga mana yang mengeluarkan izin penelitian

* ) Beritanda () untuk penilaian di satu kolom setiap baris Medan, 4 Maret 2022

Tabel Indikator

Gambar

Tabel Indikator

Referensi

Dokumen terkait

Karakteristik pasien post operasi di Bangsal Bedah RSU PKU Muhammadiyah Bantl rata-rata rentang umur responden 36-45 tahun (dewasa akhir), pasien paling banyak

Pinandita (2012) melakukan penelitian tentang pengaruh teknik relaksasi genggam jari terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post operasi laparatomi, diperoleh hasil

Intensitas nyeri post sectio caesarea di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang sebelum terapi musik mozart rata-rata adalah 7,47 (nyeri berat terkontrol). Intensitas nyeri

Penelitian yang dilakukan oleh Nurhayati (2011) tentang Pengaruh Teknik Distraksi Relaksasi Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Operasi Laparatomi Di

Pengaruh Hipnoterapi Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri pada Pasien Post Operasi dengan Skala Nyeri Sedang-berat di Rumah Sakit Bhayangkara POLDA Kalimantan Barat.. Pontianak:

Hubungan teknik relaksasi genggam jari finger hold pada penurunan intensitas nyeri Pada pasien post operasi berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Post Sectio Caesarea : Nyeri Akut Dengan Penerapan Teknik Relaksasi Benson Di RS PKU Muhammadiyah Gombong.. Karya Ilmiah Akhie Ners tidak

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Tidur Pasien Post Operasi Laparatomi Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Pku Muhammadiyah Gombong.. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 5,