PENGADILAN AGAMA SINJAI
JL.JEND.SUDIRMAN NO. 5 SINJAI TELP./FAX (0482)21054 / (0482) 21079 S I N J A I
Webpage :www.pa-sinjai.com
Email : [email protected]
Laporan Reformasi Birokrasi Pengadilan Agama Sinjai Tahun 2016 i KATA PENGANTAR
Keterpihakan serta dukungan terhadap pelaksanaan Reformasi Birokrasi di lingkungan Pengadilan Agama Sinjai merupakan suatu amanah yang harus diikuti dengan akuntabilitas yang tinggi baik dalam pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan Pengadilan Agama Sinjai sendiri maupun dalam pengelolaan anggarannya, oleh karenanya dalam penyelenggaraan program dan kegiatan dituntut pengelolaan yang efisien, efektif dan akuntabel serta transparan sehingga output dan outcome-nya bisa dirasakan oleh stakeholder Pengadilan Agama Sinjai.
Untuk mewujudkan keinginan dan tuntutan tersebut, serta dalam rangka efektivitas pelaksanaan pelaksanaan Reformasi Birokrasi yang sesuai dengan arah kebijakan yang telah ditetapkan, maka upaya melakukan monitoring dan evaluasi terhadap merupakan suatu kebutuhan serta merupakan upaya strategis dalam keberhasilan program dan kegiatan secara efektif dan efisien.
Sesuai dengan semangat pelaksanaan reformasi birokrasi sendiri, dokumen ini berisi apa yang hendak dibangun dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Pengadilan Agama Sinjai. Kiranya dokumen ini dapat termanfaatkan sebagai usulan pelaksanaan Reformasi Birokrasi di lingkungan Pengadilan Agama Sinjai.
Sinjai, Maret 2017 Wakil Ketua
H. Ali Hamdi, S,Ag., S.H.
Laporan Reformasi Birokrasi Pengadilan Agama Sinjai Tahun 2016 i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
A. Pendahuluan 1
Pada bab ini disajikan penjelasan singkat tentang Reformasi Birokrasi di Pengadilan Agama Sinjai;
B. Dasar Hukum 2
Pada bab ini disebutkan beberapa peraturan pemerintah sebagai percepatan pelaksanaan Reformasi Birokrasi ;
C. Capaian Pelaksanaan RB 3
1. Manajemen Perubahan 3
2. Penataan Peraturan Perundang-Undangan 4
3. Penataan dan Penguatan Organisasi 6
4. Penataan Ketatalaksanaan 6
5. Penataan Sistem Manajemen SDM 7
6. Penguatan Akuntabilitas 7
7. Penguatan Pengawasan 12
8. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik 12
D. Evaluasi 13
1. Hambatan / Permasalahan 13
2. Rencana Tindak Lanjut 14
Laporan Reformasi Birokrasi Pengadilan Agama Sinjai Tahun 2016 i
E. Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi
(PMPRB) 1. LKE
2. Eviden (untuk 8 area) LAMPIRAN
1. Struktur Organisasi
2. Surat Keputusan hakim pengawas bidang 3. Surat Keputusan Meja Informasi
4. Surat Keputusan Meja Pengaduan
5. Foto
SURAT KEPUTUSAN
Nomor : W20-A6/48.a/HM.00/SK/I/2017 TENTANG
PEMBENTUKAN TIM REFORMASI BIROKRASI PENGADILAN AGAMA SINJAI
KETUA PENGADILAN AGAMA SINJAI
Menimbang : a. Bahwa dalam rangka pelaksanaan reformasi birokrasi yang berkesinambungan di Pengadilan Agama Sinjai perlu membentuk kembali tim reformasi birokrasi;
b. Bahwa mereka yang namanya tersebut dalam lampiran surat keputusan ini dipandang cakap dan mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab dimaksud huruf a di atas.
Mengingat : 1. Undang-Undang No. 3 Tahun 2009 tentang Perubahan kedua atas Undang- Undang Nomor 14 tahun 1985 Tentang Mahkamah Agung RI;
2. Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama;
3. Keputusan Presiden Nomor 21 Tahun 2004 Tentang Pengalihan Organisasi, Administrasi dan Finasial di Lingkungan Peradilan Umum, Peradilan Tata Usaha Negara dan Peradilan Agama Ke Mahkamah Agung RI ;
4. Surat Sekretaris Mahakamah Agung RI Nomor 182-1/SEK/KU.01/4/2012 tanggal 11 April 2012 tentang Pelaksanaan Uji Petik Reformasi Birokrasi;
5. Surat Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung R.I Nomor : 0480/DjA/HM.01.1/III/2012, tanggal 6 Maret 2012 tentang Audit Kinerja.
MEMUTUSKAN
Memperhatikan : Keputusan Sekretaris Mahakamah Agung RI Nomor : 23/SEK/SK/IV/2016 tanggal 25 April 2016 tentang Pembentukan Tim Reformasi Birokrasi Mahkamah Agung R.I.
Menetapkan : KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA SINJAI TENTANG PEMBENTUKAN TIM REFORMASI BIROKRASI PENGADILAN AGAMA SINJAI
PERTAMA : Membentuk Tim Reformasi Birokrasi Pegadilan Agama Sinjai yang terdiri atas Tim Pengarah, Tim Pelaksana dan Kelompok Kerja;
KEDUA : Membentuk Tim Pengarah dengan susunan sebagai berikut : Ketua : Ketua Pengadilan Agama Sinjai Anggota : Wakil Ketua Pengadilan Agama Sinjai KETIGA : Membentuk Tim Pelaksana :
Penanggung Jawab : Panitera Pengadilan Agama Sinjai.
Kordinator Assesor : Sekretaris Pengadilan Agama Sinjai
KEEMPAT : Menunjuk Kelompok Kerja guna mendukung kelancaran tugas Tim Pelaksana sebagaimana tercantum dalam lampiran I;
KELIMA : Tugas dan Tanggung Jawab Tim sebagaimana tercantum dalam Lampiran II KEENAM : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila
dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam Keputusan ini akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Sinjai
Pada tanggal : 3 Januari 2017 Ketua,
Dra. Hj. Heriyah, S.H., M.H..
` NIP. 19671231 199303 2 018
Tembusan :
1. Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar, di Makassar;
Lampiran I Keputusan Ketua Pengadilan Agama Sinjai Nomor : W20-A6/48.a/ HM.00/SK/I/2017
Tanggal : 3 Januari 2017
PEMBENTUKAN TIM REFORMASI BIROKRASI PENGADILAN AGAMA SINJAI
KELOMPOK KERJA MANAJEMEN PERUBAHAN (ASSESOR AREA I)
NO KEDUDUKAN
DALAM TIM RB NAMA JABATAN
1. Ketua Drs. Alimuddin Wakil Panitera
2. Sekretaris Muhammad Alwi Jurusita
3. Anggota Suryati, S.Ag Staf Panmud Permohonan
KELOMPOK KERJA PENATAAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN (ASSESOR AREA II)
NO KEDUDUKAN
DALAM TIM RB NAMA JABATAN
1 Ketua Irmah, S.H. Panmud Hukum
2. Sekretaris Mansurdin, BA Panitera Pengganti
3. Anggota Herniya Pramubakti
KELOMPOK KERJA PENATAAN DAN PENGUATAN ORGANISASI (ASSESOR AREA III)
NO KEDUDUKAN
DALAM TIM RB NAMA JABATAN
1 Ketua Dra. Nur Afidah Panmud Gugatan
2. Sekretaris Nasruddin. K Staf Kasubag Umum dan
Keuangan 3. Anggota Muh. Baqir Amir, S.H. Pramubakti
KELOMPOK KERJA PENATAAN TATA LAKSANA (ASSESOR AREA IV)
NO KEDUDUKAN
DALAM TIM RB NAMA JABATAN
1 Ketua Nurliah, S.Kom Kasubag. Umum dan Keuangan
2. Sekretaris Muhammad Yusri Jurusita
3. Anggota Hariana, S.HI Pramubakti
KELOMPOK KERJA PENATAAN SISTEM MANAJEMEN SDM (ASSESOR AREA V)
NO KEDUDUKAN
DALAM TIM RB NAMA JABATAN
1 Ketua Askar Kasubag Perencanaan, Pelaporan
dan Informasi Teknologi
2. Sekretaris Asdar Staf Kasubag Umum dan
Keuangan 3. Anggota Sabaruddin Yasin, S.HI Pramubakti
KELOMPOK KERJA PENGEUATAN AKUNTABILITAS (ASSESOR AREA VI)
NO KEDUDUKAN
DALAM TIM RB NAMA JABATAN
1 Ketua Norma Kasubag Kepegawaian Organisasi
dan Tatalaksana 2. Sekretaris Rismawaty B., S.H. Panitera Pengganti 3. Anggota Zainal Amrullah, S.HI Pramubakti
KELOMPOK KERJA PENGUATAN PENGAWASAN (ASSESOR AREAVII)
NO KEDUDUKAN
DALAM TIM RB NAMA JABATAN
1 Ketua Bachra, S.HI Panitera Pengganti
2. Sekretaris Dra. Hj. Nursyaya Panitera Pengganti
3. Anggota Sulaeha B. S.HI Pramubakti
KELOMPOK KERJA PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK (ASSESOR AREA VIII)
NO KEDUDUKAN
DALAM TIM RB NAMA JABATAN
1 Ketua A. Mukarmuddin AR, S.HI, MH. Staf Kasubag Pelaporan, Perencanaan dan Informasi Teknologi
2. Sekretaris Surianti, S.EI Panitera Pengganti
3. Anggota Sultan Pramubakti
Ketua
Dra. Hj. Heriyah, S.H., M.H.
NIP. 19671231 199303 2 018
Lampiran II Keputusan Ketua Pengadilan Agama Sinjai Nomor : W20-A6/48.a/ HM.00/SK/I/2017
Tanggal : 3 Januari 2017
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB TIM PENGARAH, TIM PELAKSANA DAN KELOMPOK KERJA
1. Tim Pengarah bertugas :
- Memberikan arahan mengenai garis-garis besar program reformasi birokrasi - Melakukan pengawasan terhadap proses reformasi birokrasi
2. Tim Pelaksana bertugas :
- Melakukan perencanaan strategis pelaksanaan proses reformasi birokrasi
- Mengkoordinir pelaksanaan perencanaan yang akan dilakukan oleh kelompok-kelompok kerja serta tim lainnya yang akan dibentuk sesuai kebutuhan teknis
- Mengkoordinir penetuan usulan-usulan pelaksanaan reformasi birokrasi
- Mengawasi pelaksanaan perencanaan tersebut, termasuk didalamnya pengawasan dan pemenuhan indikator keberhasilan reformasi birokrasi, pemenuhan target waktu, kesesuaian pelaksanaan reformasi birokrasi
- Mendukung Tim Pengarah dalam melakukan upaya-upaya untuk memperoleh dukungan dari berbagai pihak.
3. Kelompok Kerja bertugas :
- Melakukan perencanaan teknis pelaksanaan reformasi birokrasi
- Mengkoordinir pelaksanaan perencanaan teknis yang ada didalam kewenangannya untuk mendukung pelaksanaan reformasi birokrasi
- Mengawasi pelaksanaan perencanaan teknis tersebut termasuk didalamnya pengawasan dan pemenuhan indikator keberhasilan reformasi birokrasi, pemenuhan target waktu dan kesesuaian pelaksanaan reformasi birokrasi
- Mendukung koordinator tim pelaksana dalam melakukan koordinasi antar area untuk mendukung pelaksanaan program reformasi birokarsi.
- Mendukung tim pengarah dalam malakukan upaya-upaya dan capaian dalam pelaksanaan reformasi birokrasi.
- Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, tim kelompok kerja harus mengembangkan keahlian profesionalnya termasuk mengikuti perkembangan terbaru bidang reformasi birokrasi, agara dapat memberikan sumbangan yang berarti untuk perbaikan pelaksanaan reformasi birokrasi,
Ketua Pengadilan Agama Sinjai
Dra. Hj. Heriyah, S.H., M.H.
NIP. 19671231 199303 2 018
Laporan Reformasi Birokrasi Pengadilan Agama Sinjai Tahun 2016
1 A. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Proses Reformasi Birokrasi yang sedang dilakukan di lingkungan Pengadilan Agama Sinjai pada dasarnya merupakan sebuah proses perubahan mendasar jangka panjang.
Proses monitoring dan evaluasi program dan kegiatan sebagai bagian krusial dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas alokasi sumber daya, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan program dan kegiatan.
Monitoring dilakukan untuk mengamati perkembangan pelaksanaan rencana pembangunan; mengidentifikasi serta mengantisipasi permasalahan yang muncul untuk diambil tindakan antisipatif, berupa koreksi atas penyimpangan kegiatan; akselerasi atas keterlambatan pelaksanaan kegiatan;
dan klarifikasi atas ketidakjelasan pelaksanaan rencana. Monitoring dilakukan secara berkala setiap 3 (tiga) bulan, 6 (enam) bulan dan tahunan.
Sementara itu, proses evaluasi ex-ante, on going dan ex post dilakukan untuk mengetahui dengan pasti tingkat pencapaian hasil, kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam pelaksanaan rencana pembangunan untuk selanjutnya dijadikan masukan untuk perbaikan pelaksanaan rencana pembangunan
selanjutnya.
Dalam kaitan tersebut, maka perlu disusun pedoman monitoring dan evaluasi sebagai panduan bagi tim monitoring dan evaluasi dalam melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Reformasi birokrasi di lingkungan Pengadilan Agama Sinjai.
Tujuan dan Sasaran
Pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Pengadilan Agama Sinjai bertujuan untuk :
1. Mengevaluasi hasil pelaksanaan Reformasi Birokrasi di lingkungan Pengadilan Agama Sinjai khususnya berkaitan dengan pemanfaatan program- program yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya.
2. Mengidentifikasi dan menginventarisasi permasalahan yang timbul serta memberikan solusi upaya pemecahannya, dan
Laporan Reformasi Birokrasi Pengadilan Agama Sinjai Tahun 2016
2 3. Memberikan masukan, saran dan rekomendasi terutama yang berkaitan
dengan kebijakan perencanaan program/kegiatan yang akan datang.
4. Sasaran yang diharapkan dapat dicapai melalui pedoman ini adalah tersusunnya laporan hasil monitoring (pemantauan) dan evaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Pengadilan Agama Sinjai.
B. DASAR HUKUM
Berbagai peraturan pemerintah sebagai landasan legal dan operasional untuk mempercepat pelaksanaan Reformasi Birokrasi periode 2015 - 2019, antara lain sebagai berikut:
1. Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi;
2. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/15/M.PAN/7/2008 tentang Pedoman Umum Reformasi ;
3. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan RB RI Nomor 11 Tahun 2015 tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2015 – 2019
4. Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor: 033/KMA/SK/III/2011 tentang Pembentukan Tim Pembaharuan Peradilan. (Tim pembaruan peradilan bertanggung jawab untuk melaksanakan dan menyelesaikan program RB sesuai dengan areanya.
5. Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor 43/KMA/SK/III/2013 tentang Penunjukan Koordinator Assesor Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi;
6. Surat Keputusan Kepala Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI Nomor:05/BP/SK/II/2013 tentang Pembentukan Tim Penilaian Pelaksanaan Reformasi Birokrasi.
7. Surat Keputusan Ketua Pengadilan Agama Sinjai Nomor : W20- A6/48.a/HM.00/SK/I/2017 tentang Pembentukan Tiim Reformasi Birokrasi Pengadilan Agama Sinjai.
Laporan Reformasi Birokrasi Pengadilan Agama Sinjai Tahun 2016
3 C. CAPAIAN PELAKSANAAN REFORMASIBIROKARASI
1. Manajemen Perubahan
Area ini bertujuan untuk merubah secara sisimatis dan konsisten dari sistim dan mekanisme kerja organisasi serta pola pikir (mind set) dan budaya kerja (culture set) individu/unit untuk menjadi lebih baik sesuai dengan tujuan dan sasaran Reformasi Birokrasi. Adapaun sasarannya adalah meningkatnya komitmen pimpinan dan pegawai, terjadinya pola pikir dan budaya kerja dan menurunnya resiko kegagalan yang disebabkan kemungkinan timbulnya resistensi terhadap perubahan.
Pelaksanaan Manajemen Perubahan yang diatur dalam Permenpan dan Reformasi Birokrasi Nomor 10 Tahun 2011 serta PERMENPAN Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Agen Perubahan Di Instansi Pemerintah.
Sasaran yang ingin dicapai tahun 2016 ini adalah:
a. Meningkatnya integritas aparatur
b. Meningkatnya efektivitas pelaksanaan reformasi birokrasi
Pada tahun 2016 di bidang Manajemen Perubahan Pengadilan Agama Sinjai telah melaksanakan berbagai kegiatan yang mendukung bagi pelaksanaan Reformasi Birokrasi, antara lain adalah:
a. Menetapkan role model dan agen perubahan baik di kalangan hakim, pegawai maupun tenaga honorer (sebagaimana SK terlampir);
b. Peningkatan motivasi pegawai melalui apel pagi setiap hari Senin dan apel sore setiap hari Jum’at;
c. Melakukan pembinaan dan evaluasi pada rapat bulanan;
d. Melakukan peningkatan kualitas spiritual dengan menganjurkan membaca al Quran tiap hari satu juz (one day one juz);
e. Pengembangan nilai-nilai untuk menegakkan integritas;
f. Pembentukan Tim RB melalui SK Ketua;
g. Pembentukan Tim melalui SK Ketua yang menunjang pelaksanaan RB seperti keterbukaan informasi dan meja pengaduan.
h. Melakukan diskusi insidentil terutama di bidang hukum yang berkaitan dengan tugas dan wewenang Peradilan Agama.
Laporan Reformasi Birokrasi Pengadilan Agama Sinjai Tahun 2016
4 2. Penataan Peraturan Perundang-Undangan
Area ini bertujuan meningkatkan effektifitas pengelolaan peraturan perundangan-undangan yang dikeluarkan oleh Kementerian/Lembaga dalam hal ini Pengadilan Agama Sinjai. Adapun sasaran yang ingin dicapai adalah :
a. Terwujudnya harmonisasi peraturan perundang-undangan.
b. Meningkatnya kualitas regulasi yang melindungi, berpihak pada pelayanan publik, harmonis, tidak tumpang tindih dan mendorong iklim kondusif bagi pelaksanaan tupoksi Pengadilan Agama Sinjai.
Berdasarkan sasaran tersebut, maka peraturan perundang-undangan yang diterbitkan oleh Pengadilan Agama Sinjai dalam bentuk Surat Keputusan (SK) atau lainnya yang sudah tidak berlaku atau tidak relevan sehubungan ada peraturan perundang-undangan yang baru yang derajatnya lebih tinggi atau sehubungan adanya personalia yang ditunjuk dalam Surat Keputusan (SK) telah mutasi atau promosi ke Satker lain, selalu diperbaharui lagi dengan menerbitkan Surat Keputusan (SK) yang baru.
Sebagai wujud dari penataan peraturan perundang-undangan untuk kelancaraan pelaksanaan tupoksi Pengadilan Agama Sinjai, maka selain mendasarkan peraturan perundang-undangan yang bersifat nasional, pada awal tahun 2017 secara internal, Ketua Pengadilan Agama Sinjai juga telah menerbitkan SK sebagai berikut :
1. Surat Keputusan Ketua Pengadilan Agama Sinjai Nomor W20- A6/01/KU.01//SK/I/2017, tanggal 03 Januari 2017 tentang Pembentukan Tim Perencanaan Pengelolaa Daftar Isian Pelaksana Anggaran;
2. Surat Keputusan Ketua Pengadilan Agama Sinja Nomor :W20- A6/22/KP.00.2/SK/I/2017, tanggal 3 Januari 2017 tentang Penunjukan Pengelola Simpeg dan Simkep pada Pengadilan Agama Sinjai;
3. Surat Keputusan Ketua Pengadilan Agama Sinja Nomor :W20- A6/29/HK.05/Sk/I/2017, tanggal 3 Januar 2017 tentang Penunjukan Pengelola Biaya Proses pada Pengadilan Agama Sinjai;
4. Surat Keputusan Ketua Pengadilan Agama Sinja Nomor :W20- A6/30/HK.05/SK/I/2017, tanggal 3 Januari 2017 tentang Penunjukan Petugas Kasir Biaya Perkara pada Pengadilan Agama Sinjai;
5. Surat Keputusan Ketua Pengadilan Agama Sinja Nomor :W20- A6/30/HK.05/SK/I/2017, tanggal 3 Januari 2017 tentang Penunjukan Petugas Kasir Biaya Perkara pada Pengadilan Agama Sinjai;
Laporan Reformasi Birokrasi Pengadilan Agama Sinjai Tahun 2016
5 6. Surat Keputusan Ketua Pengadilan Agama Sinja Nomor :W20-
A6/32/HK.05/SK/I/2017, tanggal 3 Januari 2017 tentang Penunjukan Petugas Meja I, II dan III pada Pengadilan Agama Sinjai;
7. Surat Keputusan Ketua Pengadilan Agama Sinja Nomor :W20- A6/33/HK.05/SK/I/2017, tanggal 3 Januari 2017 tentang Penunjukan Bendahara Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada Pen/gadilan Agama Sinjai;
8. Surat Keputusan Ketua Pengadilan Agama Sinja Nomor :W20- A6/34/KU.01/SK/I/2017, tanggal 3 Januari 2017 tentang Penunjukan Pejabat Penguji SPP/Pembuat SPM/Penanggung Jawab Laporan pada Pengadilan Agama Sinjai;
9. Surat Keputusan Ketua Pengadilan Agama Sinja Nomor :W20- A6/35/KP.02.1/SK/I/2017 tanggal 3 Januari 2017 tanggal 3 Januari 2017 tentang Pembentukan Tim Pengawasan Penegakan Disiplin Kerja dalam Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Khusus Kinerja Pegawai pada Pengadilan Agama Sinjai;
10. Surat Keputusan Ketua Pengadilan Agama Sinja Nomor :W20- A6/36/HM.00/SK/I/2017, tanggal 3 Januari 2017 tentang Pembentukan Tim Pengelola Meja Pengaduan pada Pengadilan Agama Sinjai;
11. Surat Keputusan Ketua Pengadilan Agama Sinja Nomor :W20- A6/39/KP.07.6/Sk/I/2017, tanggal 3 Januari 2017 tentang Pembentukan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan pada Pengadilan Agama Sinjai;
12. Surat Keputusan Ketua Pengadilan Agama Sinja Nomor :W20- A6/44/HM.02/SK/I/2017, tanggal 3 Januari 2017 tentang Pembentukan Tim Pengelola Meja Informasi pada Pengadilan Agama Sinjai;
13. Surat Keputusan Ketua Pengadilan Agama Sinja Nomor :W20- A6/46/KP,02.1/SK/I/2017, tanggal 3 Januari 2017 tentang Penunjukan Petugas Absensi pada Pengadilan Agama Sinjai;
14. Surat Keputusan Ketua Pengadilan Agama Sinja Nomor :W20- A6/48.a/HM.00/SK/I/2017, tanggal 3 Januari 2017 tentang Pembentukan Tim Reformasi Birokrasi pada Pengadilan Agama Sinjai
15. Surat Keputusan Ketua Pengadilan Agama Sinja Nomor :W20- A6/53/HK.05/SK/I/2017 tanggal 3 Januari 2017 tentang Perubahan Susunan Majelis Hakim pada Pengadilan Agama Sinjai.
Laporan Reformasi Birokrasi Pengadilan Agama Sinjai Tahun 2016
6 3. Penataan dan Penguatan Organisasi
Area ini bertujuan untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas sistem organisasi secara profesional sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan tugas masing-masing sehingga organisasi menjadi tepat fungsi dan tepat ukuran.
Adapun sasaran yang ingin dicapai adalah : menurunnya tumpang tindih tugas dan fungsi internal dan meningkatnya kapasitas organisasi dalam melaksanakan tugas pokok. Oleh karena itu Pengadilan Agama Sinjai dalam pelaksanaannya dibuatkan Job Discription sesuai dengan struktur organisasi.
Adapun struktur organisasi Pengadilan Agama Sinjai sesuai dengen ketentuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 3 Tahun 2006 dan perubahan kedua dengan UU No. 50 Tahun 2009 serta Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kepaniteraan dan Kesekretariatan Peradilan (lampiran I)
4. Penataan Ketatalaksanaan
Penatalaksanaan merupakan pilar penting dalam reformasi Birokrasi. Area ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitassistem, proses dan prosedur kerja yang jelas, efektif,efesien danterukur pada suatu organisasi.
Adapun sasaran yang ingin dicapaiadalah :
a. Meningkatnya penerapan sistem, proses dan prosedur kerja yang jelas, efektif, efisien, cepat, terukur, sederhana, transparan dan partisipatif, dan berbasis e- Government
b. Meningkatnya penerapan manajemen kearsipan yang handal berbasis IT.
Untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut, maka Pengadilan Agama Sinjai dalam implementasinya dalam telah menggunakan aplikasi :
a. SIPP dan SIADPA PLUS untuk pelayanan perkara;
b. SIMKEP, ABS Sikep, Simpeg untuk kepegawaian;
c. SIMAK BMN untuk barang milik negara;
d. SPIP, APIP danSAIBA untuk keuangan
e. Selain itu juga disusun standard operating procedures (SOP) yang lebih sederhana, efisien, efektif, produktif dan akuntabel.
Untuk menertibkan pelaksanaannya maka ditunjuk TIM TI sebagai koordinator, sedang untuk pengukuran pencapaian adalah dengan terbangunnya
Laporan Reformasi Birokrasi Pengadilan Agama Sinjai Tahun 2016
7 IKU dan survey capaian kerja sebagaimana wujud dari perjanjian kerja yang tertuang dalam laporan kinerja instansi pemerintah setiap tahun.
5. Penataan Sistem Manajemen SDM
Penataan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme Sumber Daya Manuasi aparatur yang didukung sistem rekruitmen dan promosi serta pengembangan kualitas aparatur yang berbasis kompetensi dan transparan.
Adapun sasaran yang ingin dicapai adalah :
a. Meningkatnya ketaatan terhadap pengelolaan SDM aparatur.
b. Meningkatnya transparasi dan akuntabilitas pengelolaan SDM aparatur pada masing-masing lembaga.
c. Meningkatnya disiplin SDM Aparatur, meningkatnya efektifitas manajemen SDM dan meningkatnya profesionalisme SDM Aparatur.
Pengadilan Agama Sinjai dalam mewujudkan tujuan dan sasaran sistem manajemen SDM melaksanaan hal-hal sebagai berikut :
1. Menertibkan SIKEP sehingga akan memudahkan pihak yang berwenang dalam pelaksanaan mutasi karena kewenangan mutasi rekrutmen ada pada Mahkamah Agung.
2. Meningkatkan disiplin pegawai dengan jalan menerapkan daftar hadir secara konsiten. Pegawai yang lambat datang atau cepat pulang, dipotong remunerasinya 1 % dan yang tidak masuk kantor tidak karena cuti dipotong 5 % .
3. Mengikutsertakan pegawai untuk mengikuti pelatihan;
4. Mengadakan diskusi hukum untuk meningkatkan wawasan dan prosesionalisme pegawai.
5. Melakukan Diklat di tempat kerja (DDTK).
6. Melakukan pembinaan terutama pada raat rutin bulanan.
7. Penetapan Kinerja Individu dalam bentuk SKP.
8. Penegaan aturan disiplin sesuai dengan kode etik hakim dan kode etik aparatur Mahkamah Agung.
6. Penguatan Akuntabiltas
Penguatan Akuntabilitas Kinerja merupakan area yang penting
karena penerapan sistem akuntabilitas yang baik dapat mendorong
birokrasi lebih berkinerja dan mampu mempertanggungjawabkan
Laporan Reformasi Birokrasi Pengadilan Agama Sinjai Tahun 2016
8
kinerjanya sesuai dengan segala sumber-sumber yang dipergunakannya.
Sasaran yang ingin dicapai adalah :
1. Meningkatnya kualitas penerapan sistem akuntabilitas kinerja yang terintegrasi.
2. Meningkatnya penerapan sistem manajemen kinerja.
3. Meningkatkan kualitas akuntabilitas pengelolaan keuangan.
Adapun Capaian Penguatan Akuntabilitas tahun 2016 antara lain :
a. Keterlibatan sebagian besar pimpinan pada saat penyusunan Renstra 2015-2019, LkjIP 2016, RAB 2016 dan evaluasi pelaksanaan SAKIP 2016;
b. Keterlibatan pimpinan secara langsung pada saat penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja;
c. Sistem Manajemen Kinerja Individu yang mendukung kinerja organisasi.
Akuntabilitas di bidang keuangan, pada Tahun 2016 dapat dilaporkan sebagai berikut :
1. Belanja Pegawai (51).
DIPA Pengadilan Agama Sinjai Tahun Anggaran 2016 mempunyai pagu sebesar Rp. 2.750.550.000,- untuk belanja pegawai.
Realisasi DIPA untuk belanja pegawai tahun anggaran 2016 sebesar Rp. 2.673.828.110,-
Sisa pagu untuk belanja pegawai tahun anggaran 2016 sebesar Rp.
76.721.778,-
2. Belanja Barang dan Jasa (52).
DIPA Pengadilan Agama Sinjai Tahun Anggaran 2016 mempunyai pagu sebesar Rp. 524.647.000,- untuk belanja barang dan jasa.
Realisasi DIPA untuk belanja barang dan jasa tahun anggaran 2016 sebesar Rp. 467.403.962,-
Sisa pagu untuk belanja barang dan jasa tahun anggaran 2016 sebesar Rp. 57.243.038,-
3. Belanja Modal (53).
DIPA Pengadilan Agama Sinjai Tahun Anggaran 2016 mempunyai pagu sebesar Rp. 266.000.000,- untuk belanja modal.
Laporan Reformasi Birokrasi Pengadilan Agama Sinjai Tahun 2016
9
Realisasi DIPA untuk belanja modal tahun anggaran 2016 sebesar Rp. 266.000.000,-
Tidak
ada sisa pagu untuk belanja modal tahun anggaran 2016.
Sedangkan akuntabilitas kinerja di bidang penerimaan dan penyelesaian perkara sebagai berikut :
1. Pengadilan Agama Sinjai menerima sisa perkara tahun 2015 sebanyak 30 perkara ditambah dengan perkara yang diterima tahun 2016
sebanyak 459 perkara, sehingga berjumlah 489 perkara.
2. Dari perkara sebanyak 489 perkara, telah diputus atau diselesaikan pada tahun 2016 sebanyak 469 perkara (96 %), sehingga sisa perkara pada akhir tahun 2016 sebanyak 20 perkara (4%).
Perkara yang diputus/diselesaikan Pengadilan Agama Sinjai pada tahun 2016 sebanyak 469 perkara (96 %), dari jumlah perkara yang dikelolah Pengadilan Agama Sinjai, dengan perincian sebagai berikut :
a. Gugatan sebanyak 306 perkara (65,30 %), dengan perincian : 1. Dikabulkan, sebanyak 286 perkara (61 %), dengan perincian :
- Cerai Gugat ... 222 perkara (47,40 %) - Cerai Talak ... 61 perkara (13 %) - Lain-lain (itsbat nikah
Contenyius ... 3 perkara (0,30 %) 2. Gugur, sebanyak 5 perkara (1,10 %), dengan perincian :
- Cerai Gugat ... 3 perkara (0,70 %) - Cerai Talak ... 2 perkara (0,50 %) 3. Ditolak, sebanyak 2 perkara (0,50 %), dengan perincian :
- Cerai Gugat ... 1 perkara (0,30 %) - Cerai Talak ... 1 perkara (0,30 %) 4. Dicabut, sebanyak 10 perkara (2,20 %), dengan perincian :
- Cerai Gugat ... 4 perkara (0,90 %) - Cerai Talak ... 5 perkara (1,10 %) - Kewarisan ... 1 perkara (0,30 %) 5. Tidak diterima, sebanyak 2 perkara (0,50%) dengan perincian :
- Cerai Talak .... ... 1 perkara (0,30 %) - Harta Bersama ... 1 perkara (0,50%)
6. Dicoret dari Register, sebanyak 1 perkara (0,50) dengan perincian : - Cerai Talak ... 1 perkara (0,50 %)
Laporan Reformasi Birokrasi Pengadilan Agama Sinjai Tahun 2016
10 b. Permohonan sebanyak 163 perkara (34,80 %), dengan perincian :
1. Dikabulkan, sebanyak 154 perkara (32,90 %), dengan perincian : - Isbat Nikah ... 104 perkara (22,20 %) - Dispensasi Nikah ... 43 perkara (9,20 %) - Wali Adhal ... 2 perkara (0,50%) - Penetapan Ahli Waris ... 4 perkara (0,90 %) - Pengangkatan Anak ... 1 perkara (0,30%) 2. Gugur, sebanyak 3 perkara (0,80 %), dengan perincian :
- Isbat Nikah ………….. ... 2 perkara (0,50 %) - Penetapan Ahli Waris .. ... 1 perkara (0,30 %) 3. Dicabut, sebanyak 5 perkara (1,10 %), dengan perincian :
- Isbat Nikah ... 4 perkara (0,90 %) - Penetapan Ahli Waris ... 1 perkara (0,30 %) 4. Ditolak, sebanyak 1 perkara (0,30 %)
- Dispensasi ………….. ... 2 perkara (0,50 %)
Putusan Yang Diajukan Banding
Putusan Pengadilan Agama Sinjai yang diajukan Banding pada Tahun 2016 adalah sebanyak 1 Perkara.
a. Putusan Pengadilan Agama Sinjai yang dikuatkan Tingkat Banding Putusan Pengadilan Agama Sinjai 1 perkara sementara dalam proses.
b. Putusan Pengadilan Agama Sinjai yang dibatalkan Tingkat Banding Putusan Pengadilan Agama Sinjai yang dibatalkan Tingkat Banding
adalah Nihil.
c. Putusan Pengadilan Agama Sinjai yang tidak dapat diterima Tingkat Banding
Putusan Pengadilan Agama Sinjai yang tidak dapat diterima Tingkat Banding adalah Nihil.
Putusan Yang Diajukan Kasasi :
a. Putusan yang diajukan Kasasi pada Tahun 2016 adalah sebanyak Nihil.
b. Putusan Pengadilan Agama Sinjai yang dikuatkan Banding dan dikuatkan Tingkat Kasasi adalah Nihil.
c. Putusan Pengadilan Agama Sinjai yang Dikuatkan Banding dan Dibatalkan Kasasi adalah Nihil.
Laporan Reformasi Birokrasi Pengadilan Agama Sinjai Tahun 2016
11 d. Putusan Pengadilan Agama Sinjai yang dikuatkan Tingkat Banding dan
tidak dapat diterima Tingkat Kasasi adalah Nihil.
e. Putusan Pengadilan Agama Sinjai yang dibatalkan Tingkat Banding dan dikuatkan Tingkat Kasasi adalah Nihil.
f. Putusan Pengadilan Agama Sinjai yang dibatalkan Tingkat Banding dan dibatalkan Tingkat Kasasi adalah Nihil.
Putusan Yang Diajukan Peninjauan Kembali (PK) :
a. Putusan Pengadilan Agama Sinjai yang dikuatkan Banding dan dikuatkan Tingkat Kasasi yang dikuatkan Tingkat PK adalah Nihil.
b. Putusan Pengadilan Agama Sinjai yang dikuatkan Banding dan dibatalkan Tingkat Kasasi yang dikuatkan Tingkat PK adalah Nihil.
c. Putusan Pengadilan Agama Sinjai yang dikuatkan Tingkat Banding dan ditidak dapat diterima Tingkat Kasasi yang dikuatkan Tingkat PK adalah Nihil.
d. Putusan Pengadilan Agama Sinjai yang dibatalakan Tingkat Banding dan dikuatkan Tingkat Kasasi yang dikuatkan Tingkat PK adalah Nihil.
e. Putusan Pengadilan Agama Sinjai yang dibatalkan Tingkat Banding dan dibatalakan Tingkat Kasasi yang dikuatkan Tingkat PK adalah Nihil.
f. Putusan Pengadilan Agama Sinjai yang dikuatkan Banding dan dikuatkan Tingkat Kasasi yang dibatalan Tingkat PK adalah Nihil.
g. Putusan Pengadilan Agama Sinjai yang dikuatkan Banding dan dibatalan Tingkat Kasasi yang dibatalan Tingkat PK adalah Nihil.
h. Putusan Pengadilan Agama Sinjai yang dikuatkan Banding dan tidak dapat diterima Tingkat Kasasi yang dibatalkan Tingkat PK adalah Nihil.
i. Putusan Pengadilan Agama Sinjai yang dibatlakan Tingkat Banding dan dikuatkan Tingkat Kasasi yang dibatalkan Tingkat PK adalah Nihil.
j. Putusan Pengadilan Agama Sinjai yang dibatalkan Tingkat Banding dan dibatalkan Tingkat Kasasi yang dibatalkan Tingkat PK adalah Nihil.
k. Putusan Pengadilan Agama Sinjai yang Berkekuatan Hukum Tetap yang dikuatkan Tingkat PK adalah Nihil.
l. Putusan Pengadilan Tingkat Banding yang Berkekuatan Hukum Tetap yang dikuatkan Tingkat PK adalah Nihil.
m. Putusan Pengadilan Tingkat Kasasi yang Berkekuatan Hukum Tetap yang dikuatkan Tingkat PK adalah Nihil.
n. Putusan Pengadilan Agama Sinjai yang Berkekuatan Hukum Tetap yang dibatalkan Tingkat PK adalah Nihil.
Laporan Reformasi Birokrasi Pengadilan Agama Sinjai Tahun 2016
12 o. Putusan Pengadilan Tingkat Banding yang Berkekuatan Hukum Tetap
yang dibatalkan Tingkat PK adalah Nihil.
p. Tingkat Kasasi Yang Berkekuatan Hukum Tetap yang dibatalkan Tingkat Peninjauan Kembali adalah Nihil.
q. Putusan Pengadilan Agama Sinjai yang Berkekuatan Hukum Tetap yang tidak dapat diterima Tingkat Peninjauan Kembali (PK) adalah Nihil.
r. Putusan Pengadilan Tingkat Banding yang Berkekuatan Hukum Tetap yang tidak dapat diterima Tingkat Peninjauan Kembali (PK) adalah Nihil.
7. Penguatan Pengawasan
Area ini bertujuan meningkatkan penyelenggaraan pemerintahyang bersih dan bebas KKN, adapun target yang ingin dicapaiadalah :
a. Meningkatnya kepatuhan terhadap pengelolaan keuangannegara.
b. Meningkatnya efektifitas pengelolaan keuangan negara.
c. Meningkatnya status opini Wajar Tanpa Pengecualian tehadap pengelolaan keuangan negara.
d. Menurunnya tingkat penyalahgunaan wewenang.
Untuk itu Pengadilan Agama Sinjai dalam implementasi pada area ini adalah dengan melaporkan keuangan DIPA maupun Keuangan Perkara secara rutin dan berkala dan memasukan dalam Aplikasi KOMDANAS di Website Mahkamah Agung.
Selain itu pengwasan juga dilakukan melalui pengawasan melekat oleh atasan masing-masing unit sesuai dengan PERMA Nomor 8 Tahun 2016, dan juga diterbitkan SK Hakim Pengawas Bidang dan dilakukan pengawan rutin oleh Hawasbid tersebut tiap tiga bulan, yang laporannya selalu dilakukan evaluasi dan didiskusikan pemecahannya. Penerapan reward dan punishment. Namun karena tidak ada yang melakukan pelanggaran disiplin, maka tidak dilakukan punishment.
8. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
Area ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat. Adapun sasaran yang ingin dicapai adalah : a. Meningkatnya kualitas pelayanan publik (sederhana, cepat, dan biaya
ringan).
Laporan Reformasi Birokrasi Pengadilan Agama Sinjai Tahun 2016
13 b. Meningkatnya jumlah unit pelayanan yang memperoleh standarisasi
pelayanan internasional.
c. Meningkatnya indek kepuasan terhadap penyelenggaraan pelayanan publik.
Pengadilan Agama Sinjai untuk pengukuran pelaksanaan pada area ini telah melakukan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Melakukan transparansi keuangan perkara dengan mengumumkan panjar biaya perkara.
2. Memberi akses seluas-luasnya kepada masyarakat terutama pencari keadilan berbasis IT terhadap kinerja terutama perkara yang ditanganinya melalui website Pengadilan Agama Sinjai.
3. Memberikan layanan informasi dengan petugas yang mumpuni pada meja informasi, yang dalam kenyataannya hampir tiap hari ada orang datang yang meminta informasi pada Pengadilan Agama Sinjai.
4. Memberikan keleluasaan kepada masyarakat untuk menyampaian pengaduan terhadap kinerja dan pelayanan Pengadilan Agama Sinjai baik melalui meja pengaduan maupun aplikasi SIWAS, dan dalam kenyataannya selama tahun 2016 tidak ada satupun pengaduan yang disampaikan kepada Pengadilan Agama Sinjai. Hal ini merupakan indikasi bahwa kinerja Pengadilan Agama Sinjai relatif sudah sesuai harapan masyarakat pencari keadilan.
5. Melalukan survey kepuasan publik.
D. EVALUASI
1. Hambatan/Permasalahan
Hambatan/Permasalahan yang dihadapi Pengadilan Agama Sinjai dalam melakukan program reformasi birokrasi antara lain sebagai berikut :
a. Terbatasnya sarana prasarana, antara lain tidak semua pegawai dapat mempergunakan komputer / laptop kantor;
b. Tidak ada rumah dinas untuk pimpinan dan hakim;
c. Terbatasnya jumlah SDM sebagai berikut :
Jumlah hakim termasuk Ketua dan Wakil Ketua sebanyak 5 orang padahal perkara yang ditangani lebih dari 40 perkara perbulan.
Laporan Reformasi Birokrasi Pengadilan Agama Sinjai Tahun 2016
14
Jumlah aparatur non hakim hanya ada 17 orang.
Dari Jumlah tersebut yang jurusita pengganti murni hanya 2 orang.
d. Tidak ada anggaran untuk POSBAKUM.
e. Biaya pemeliharaan kantor amat sedikit.
f. Kurangnya pelatihan tenaga teknis kepaniteraan.
2. Rencana Tindak Lanjut
Untuk mengatasi hambatan/permasalahan tersebut, Pengadilan Agama Sinjai melakukan tindak lanjut dan langkah-langkah sebagai berikut :
a. Pegawai yang belum mendapatkan jatah untuk mempergunakan komputer/laptop kantor, didorong kesadarannya untuk membeli laptop sendiri, dan ternyata semua pegawai yang tidak kebagian jatah mempergunakan komputer/laptop kantor sudah mempunyai laptop sendiri. Hal ini karena gaji dan remunerasi sudah relatif lebih dari cukup.
b. Selama satu dekade terakhir ini, pelatihan untuk tenaga kepaniteraan relatif kurang, yang sering adalah pelatihan untuk tenaga kesekretariatan.
Untuk mengatasinya, dilakukan pembinaan rutin bulanan dan Diklat di tempat kerja (DDTK). Selain tindak lanjut yang sifatnya konstan dan jangka pendek tersebut, Pengadilan Agama Sinjai telah menyusun Program Kerja Tahunan dan Renstra Tahun 2015 – 2019. Dari Program Kerja Tahunan dan Renstra tersirat pula langkah-langkah yang hendak ditempuh oleh Pengadilan Agama Sinjai dalam menindak lanjuti / mengatasi hambatan dan permasalahan yang dihadapi.
Semoga Pengadilan Agama Sinjai ke depan selalu lebih baik sebagai bagian dari pengabdian kepada Allah SWT dan pengkhidmatan kepada nusa dan bangsa. Terimakasih.
SEKRETARIS PANITERA
Berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung R.I. Nomor : 7 Tahun 2015, maka susunan organisasi Pengadilan Agama Sinjai tahun 2016 terdiri dari :
KETUA
WAKIL KETUA HAKIM
WAKIL PANITERA
PANMUD PERMOHONA
N
PANMUD GUGATAN
PANMUD HUKUM
KASUBAG PERENCANAAN, TI
DAN PELAPORAN
KASUBAG KEPEGAWAIAM, ORGANISASI DAN
TATA LAKSANA
KASUBAG UMUM DAN KEUANGAN
PANITERA PENGGANTI
JURUSITA
JURUSITA
PENGGANTI
LEMBAR KERJA EVALUASI REFORMASI BIROKRASI (INDEKS RB) INSTANSI : PENGADILAN AGAMA SINJAI
TAHUN : 2016
A. PROSES (60)
I. MANAJEMEN PERUBAHAN (5) 2,29 45,79%
1 0,44 44,33%
a. Tim Reformasi Birokrasi telah dibentuk a. Telah membentuk Tim Reformasi Birokrasi sesuai kebutuhan organisasi
b. Telah membentuk Tim Reformasi Birokrasi namun belum sesuai kebutuhan organisasi
c. Belum membentuk Tim Reformasi Birokrasi
A/B/C A 1
b. Tim Reformasi Birokrasi telah
melaksanakan tugas sesuai rencana kerja Tim Reformasi Birokrasi
a. Seluruh tugas telah dilaksanakan oleh Tim Reformasi Birokrasi sesuai dengan rencana kerja b. Sebagian besar tugas telah dilaksanakan oleh Tim Reformasi Birokrasi sesuai dengan rencana kerja c. Sebagian kecil tugas telah dilaksanakan oleh Tim Reformasi Birokrasi sesuai dengan rencana kerja d. Seluruh tugas belum dilaksanakan oleh Tim Reformasi Birokrasi sesuai dengan rencana kerja
A/B/C/D D 0
Tim Reformasi Birokrasi (1)
c. Tim Reformasi Birokrasi telah melakukan monitoring dan evaluasi rencana kerja, dan hasil evaluasi telah ditindaklanjuti
a. Seluruh rencana kerja telah dimonitoring dan di evaluasi, dan hasil evaluasi telah ditindaklanjuti b. Sebagian besar rencana kerja telah dimonitoring dan di evaluasi, dan hasil evaluasi telah
ditindaklanjuti
c. Sebagian kecil rencana kerja telah dimonitoring dan di evaluasi, dan hasil evaluasi telah ditindaklanjuti d. Seluruh rencana kerja belum dimonitoring dan di evaluasi
A/B/C/D C 0,33
2 0,60 60,00%
a. Road Map telah disusun dan diformalkan Road Map telah disusun dan ditetapkan sebagai
dokumen formal Y/T Ya 1
b. Road Map telah mencakup 8 area perubahan
a. 4 area atau lebih b. 1-3 area
c. tidak ada A/B/C A 1
c. Road Map telah mencakup "quick win"
a. Quick win ada sesuai dengan ekspektasi dan dapat diselesaikan dalam waktu cepat
b. Quick win ada tapi tidak sesuai dengan ekspektasi atau tidak dapat diselesaikan dalam waktu cepat c. Belum ada quick win
A/B/C A 1
d. Penyusunan Road Map telah melibatkan seluruh unit organisasi
a. Seluruh unit organisasi telah dilibatkan dalam penyusunan Road Map
b. Sebagian besar unit organisasi telah dilibatkan dalam penyusunan Road Map
c. Sebagian kecil unit organisasi telah dilibatkan dalam penyusunan Road Map
d. Belum ada organisasi yang dilibatkan dalam penyusunan Road Map
A/B/C/D D 0
Road Map Reformasi Birokrasi (1)
e. Telah terdapat sosialisasi/internalisasi Road Map kepada anggota organisasi
a. Seluruh anggota organisasi telah mendapatkan sosialisasi dan internalisasi Road Map
b. Sebagian besar anggota organisasi telah
mendapatkan sosialisasi dan internalisasi Road Map c. Sebagian kecil anggota organisasi telah
mendapatkan sosialisasi dan internalisasi Road Map d. Seluruh anggota organisasi belum mendapatkan sosialisasi dan internalisasi Road Map
A/B/C/D D 0
3 0,52 26,14%
a. PMPRB telah direncanakan dan diorganisasikan dengan baik
a. Seluruh PMPRB telah direncanakan dan diorganisasikan dengan baik
b. Sebagian besar PMPRB telah direncanakan dan diorganisasikan dengan baik
c. Sebagian kecil PMPRB telah direncanakan dan diorganisasikan dengan baik
d. Seluruh PMPRB belum direncanakan dan diorganisasikan dengan baik
A/B/C/D D 0
b. Aktivitas PMPRB telah dikomunikasikan pada masing-masing unit kerja
a. Seluruh aktivitas PMPRB telah dikomunikasikan pada masing-masing unit organisasi
b. Sebagian besar aktivitas PMPRB telah
dikomunikasikan pada masing-masing unit organisasi c. Sebagian kecil aktivitas PMPRB telah
dikomunikasikan pada masing-masing unit organisasi d. Seluruh akktivitas PMPRB belum dikomunikasikan pada masing-masing unit organisasi
A/B/C/D A 1
Pemantauan dan Evaluasi Reformasi Birokrasi
c. Telah dilakukan pelatihan yang cukup bagi Tim Asessor PMPRB
a. Seluruh Tim Asessor PMPRB telah mendapatkan pelatihan
b. Sebagian besar Tim Asessor PMPRB telah mendapatkan pelatihan
c. Sebagian kecil Tim Asessor PMPRB telah mendapatkan pelatihan
d. Seluruh Tim Asessor PMPRB belum mendapatkan pelatihan
A/B/C/D D 0
d. Pelaksanaan PMPRB dilakukan oleh Asesor sesuai dengan ketentuan yang berlaku
a. Terdapat penunjukan keikutsertaan pejabat struktural lapis kedua sebagai asesor PMPRB dan yang bersangkutan terlibat sepenuhnya sejak tahap awal hingga akhir proses PMPRB.
b. Terdapat penunjukan keikutsertaan pejabat struktural lapis kedua sebagai asesor PMPRB, tetapi partisipasinya tidak meliputi seluruh proses PMPRB.
c. Terdapat penetapan pejabat struktural lapis kedua sebagai asesor PMPRB, tetapi fungsi asesor dari unit tersebut dilakukan oleh pegawai lain
d. Partisipasi pejabat struktural lapis kedua sebagai asesor PMPRB belum ada.
A/B/C/D C 0,33
e. Apakah koordinator asesor PMPRB melakukan reviu terhadap kertas kerja asesor sebelum menyusun kertas kerja instansi?
a. Koordinator assessor telah melakukan reviu terhadap seluruh kertas kerja sebelum menyusun kertas kerja instansi
b. Koordinator assessor telah melakukan reviu terhadap sebagian kertas kerja sebelum menyusun kertas kerja instansi
c. Koordinator assessor belum melakukan reviu kertas kerja sebelum menyusun kertas kerja instansi
A/B/C C 0
f. Apakah para asesor mencapai konsensus atas pengisian kertas kerja sebelum menetapkan nilai PMPRB instansi?
a. Mayoritas koordinator assessor mencapai konsensus dan seluruh kriteria dibahas
b. Tidak seluruh koordinator assessor mencapai konsensus dan/atau tidak seluruh kriteria dibahas;
c. Belum ada konsensus yang dicapai oleh para koordinator assessor
A/B/C C 0
g. Rencana aksi tindak lanjut (RATL) telah dikomunikasikan dan dilaksanakan
a. Terdapat Rencana Aksi dan Tindak Lanjut (RATL) yang telah dikomunikasikan dan dilaksanakan b. Terdapat Rencana Aksi dan Tindak Lanjut (RATL) namun belum dikomunikasikan dan dilaksanakan
c. Belum terdapat Rencana Aksi Tindak Lanjut (RATL) A/B/C B 0,5
4 0,72 72,33%
a. Terdapat keterlibatan pimpinan tertinggi secara aktif dan berkelanjutan dalam pelaksanaan reformasi birokrasi
a. seluruh jajaran pimpinan tertinggi terlibat secara aktif dan berkelanjutan dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi
b. sebagian besar pimpinan tertinggi terlibat secara aktif dan berkelanjutan dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi
c. sebagian kecil pimpinan tertinggi terlibat secara aktif dan berkelanjutan dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi
d. Seluruh jajaran pimpinan tertinggi belum terlibat secara aktif dan berkelanjutan dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi
A/B/C/D A 1
Perubahan pola pikir dan budaya kinerja (1)
b. Terdapat media komunikasi secara reguler untuk menyosialisasikan tentang
reformasi birokrasi yang sedang dan akan dilakukan
a. Ada media komunikasi yang cakupannya menjangkau seluruh pegawai dan pemangku
kepentingan terkait serta dilaksanakan secara berkala b. Ada media komunikasi yang cakupannya
menjangkau seluruh pegawai dan pemangku kepentingan terkait
c. Ada media komunikasi yang cakupannya menjangkau seluruh pegawai
d. Ada media komunikasi namun cakupannya terbatas pada pegawai tingkatan tertentu e. Belum ada media komunikasi untuk
mensosialisasikan pelaksanaan reformasi birokrasi
A/B/C/D/E C 0,5
c. Terdapat upaya untuk menggerakkan organisasi dalam melakukan perubahan melalui pembentukan agent of change ataupun role model
a. Sudah terdapat upaya pembentukan Agent of Change secara formal dan sesuai ukuran organisasi, dan sudah mengikuti pelatihan sebagai role model dalam perubahan
b. Sudah terdapat upaya pembentukan Agent of Change secara formal dan sesuai ukuran organisasi c. Sudah terdapat upaya pembentukan Agent of Change namun secara formal belum dilakukan d. Belum ada upaya untuk membentuk Agent of Change
A/B/C/D B 0,67
II. PENATAAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN (5) 5,00 100,00%
1 Harmonisasi (2,5) 2,50 100,00%
a. Telah dilakukan identifikasi, analisis, dan pemetaan terhadap peraturan perundang- undangan yang tidak harmonis/sinkron
a. Telah dilakukan identifikasi, analisis, dan pemetaan terhadap seluruh peraturan perundang-undangan yang tidak harmonis/sinkron
b. Telah dilakukan identifikasi, analisis, dan pemetaan terhadap sebagian peraturan perundang-undangan yang tidak harmonis/sinkron
c. Belum dilakukan identifikasi, analisis, dan
pemetaan terhadap peraturan perundang-undangan yang tidak harmonis/sinkron
A/B/C A 1
b. Telah dilakukan revisi peraturan
perundang-undangan yang tidak harmonis / tidak sinkron
a. Revisi atas peraturan perundang-undangan yang tidak harmonis / tidak sinkron telah selesai dilakukan, atau tidak ditemukan adanya peraturan perundangan- undangan yang tidak harmonis
b. Upaya revisi atas peraturan perundang-undangan yang tidak harmonis / tidak sinkron telah dilakukan, namun belum selesai
c. Belum dilakukan upaya revisi atas peraturan perundang-undangan yang tidak harmonis / tidak sinkron
A/B/C A 1
2 2,50 100,00%
a. Adanya Sistem pengendalian penyusunan peraturan perundangan yang
mensyaratkan adanya Rapat Koordinasi, Naskah Akademis/kajian/policy paper, dan Paraf Koordinasi
a. Seluruh persyaratan lengkap dan diimplementasikan
b. Ada persyaratan tersebut namun baru sebagian diimplementasikan
c. Ada persyaratan tersebut namun belum diimplementasikan
d. Belum ada persyaratan tersebut
A/B/C/D A 1
Sistem pengendalian dalam penyusunan
b. Telah dilakukan evaluasi atas pelaksanaan sistem pengendalian penyusunan
peraturan perundang-undangan
a. Evaluasi atas pelaksanaan sistem pengendalian penyusunan peraturan perundang-undangan dilakukan secara berkala
b. Evaluasi atas pelaksanaan sistem pengendalian penyusunan peraturan perundang-undangan dilakukan secara tidak berkala
c. Belum pernah dilakukan evaluasi atas pelaksanaan sistem pengendalian penyusunan peraturan
perundang-undangan
A/B/C A 1
III. PENATAAN DAN PENGUATAN ORGANISASI (6) 2,66 44,28%
1. Evaluasi (3) 1,67 55,56%
a. Telah dilakukan evaluasi yang bertujuan untuk menilai ketepatan fungsi dan ketepatan ukuran organisasi
a. Telah dilakukan evaluasi untuk menilai ketepatan fungsi dan ketepatan ukuran organisasi kepada seluruh unit organisasi
b. Telah dilakukan evaluasi untuk menilai ketepatan fungsi dan ketepatan ukuran organisasi kepada sebagian unit organisasi
c. Belum dilakukan evaluasi untuk menilai ketepatan fungsi dan ketepatan ukuran organisasi kepada unit organsiasi
A/B/C B 0,5
b. Telah dilakukan evaluasi yang mengukur jenjang organisasi
a. Telah dilakukan evaluasi yang mengukur jenjang organisasi kepada seluruh unit organisasi
b. Telah dilakukan evaluasi yang mengukur jenjang organisasi kepada sebagian unit organisasi
c. Belum dilakukan evaluasi yang mengukur jenjang organisasi kepada unit organisasi
A/B/C C 0
c. Telah dilakukan evaluasi yang
menganalisis kemungkinan duplikasi fungsi
a. Telah dilakukan evaluasi yang menganalisis kemungkinan duplikasi fungsi kepada seluruh unit kerja
b. Telah dilakukan evaluasi yang menganalisis kemungkinan duplikasi fungsi kepada sebagian unit kerja
c. Belum dilakukan evaluasi yang menganalisis kemungkinan duplikasi fungsi kepada unit kerja
A/B/C C 0
d. Telah dilakukan evaluasi yang menganalisis satuan organisasi yang berbeda tujuan namun ditempatkan dalam satu kelompok
a. Telah dilakukan evaluasi yang menganalisis satuan organisasi yang berbeda tujuan namun ditempatkan dalam satu kelompok kepada seluruh unit kerja b. Telah dilakukan evaluasi yang menganalisis satuan organisasi yang berbeda tujuan namun ditempatkan dalam satu kelompok kepada sebagian unit kerja c. Belum dilakukan evaluasi yang menganalisis satuan organisasi yang berbeda tujuan namun ditempatkan dalam satu kelompok kepada unit kerja
A/B/C A 1
e. Telah dilakukan evaluasi yang
menganalisis kemungkinan adanya pejabat yang melapor kepada lebih dari seorang atasan
a. Telah dilakukan evaluasi yang menganalisis kemungkinan adanya pejabat yang melapor kepada lebih dari seorang atasan kepada seluruh unit kerja b. Telah dilakukan evaluasi yang menganalisis kemungkinan adanya pejabat yang melapor kepada lebih dari seorang atasan kepada sebagian unit kerja c. Belum dilakukan evaluasi yang menganalisis kemungkinan adanya pejabat yang melapor kepada lebih dari seorang atasan kepada unit kerja
A/B/C A 1
f. Telah dilakukan evaluasi yang menganalisis kesesuaian struktur organisasi dengan kinerja yang akan dihasilkan
a. Telah dilakukan evaluasi yang menganalisis kesesuaian struktur organisasi dengan kinerja yang akan dihasilkan kepada seluruh unit kerja
b. Telah dilakukan evaluasi yang menganalisis kesesuaian struktur organisasi dengan kinerja yang akan dihasilkan kepada sebagian unit kerja
c. Belum dilakukan evaluasi yang menganalisis kesesuaian struktur organisasi dengan kinerja yang akan dihasilkan kepada unit kerja
A/B/C B 0,5
g. Telah dilakukan evaluasi atas kesesuaian struktur organisasi dengan mandat
a. Telah dilakukan evaluasi atas kesesuaian struktur organisasi dengan mandat kepada seluruh unit kerja b. Telah dilakukan evaluasi atas kesesuaian struktur organisasi dengan mandat kepada sebagian unit kerja c. Belum dilakukan evaluasi atas kesesuaian struktur organisasi dengan mandat kepada unit kerja
A/B/C C 0
h. Telah dilakukan evaluasi yang
menganalisis kemungkinan tumpang tindih fungsi dengan instansi lain
Ya, apabila telah dilakukan evaluasi yang menganalisis kemungkinan tumpang tindih fungsi dengan instansi lain
Y/T Ya 1
i. Telah dilakukan evaluasi yang menganalisis kemampuan struktur organisasi untuk adaptif terhadap perubahan lingkungan strategis
Ya, apabila telah dilakukan evaluasi yang menganalisis kemampuan struktur organisasi untuk adaptif
terhadap perubahan lingkungan strategis Y/T Ya 1
2. Penataan (3) 0,99 33,00%
Hasil evaluasi telah ditindaklanjuti dengan mengajukan perubahan organisasi
a. Seluruh hasil evaluasi telah ditindaklanjuti dengan mengajukan perubahan organisasi
b. Sebagian besar hasil evaluasi telah ditindaklanjuti dengan mengajukan perubahan organisasi
c. Sebagian kecil hasil evaluasi telah ditindaklanjuti dengan mengajukan perubahan organisasi
d. Seluruh hasil evaluasi belum ditindaklanjuti dengan mengajukan perubahan organisasi
A/B/C/D C 0,33
IV. PENATAAN TATALAKSANA (5) 4,33 86,60%
1 1,50 100,00%
a. Telah memiliki peta proses bisnis yang sesuai dengan tugas dan fungsi
a. Seluruh unit organisasi telah memiliki peta proses bisnis yang sesuai dengan tugas dan fungsi
b. Sebagian besar unit organisasi telah memiliki peta proses bisnis yang sesuai dengan tugas dan fungsi c. Sebagian kecil unit organisasi telah memiliki peta proses bisnis yang sesuai dengan tugas dan fungsi d. Seluruh unit organisasi belum memiliki peta proses bisnis yang sesuai dengan tugas dan fungsi
A/B/C/D A 1
b. Peta proses bisnis sudah dijabarkan ke dalam prosedur operasional tetap (SOP)
a. Seluruh peta proses bisnis telah dijabarkan dalam SOP
b. Sebagian besar peta proses bisnis telah dijabarkan dalam SOP
c. Sebagian kecil peta proses bisnis telah dijabarkan dalam SOP
d. Seluruh peta proses bisnis belum dijabarkan dalam SOP
A/B/C/D A 1
Proses bisnis dan prosedur operasional tetap
c. Prosedur operasional tetap (SOP) telah diterapkan
a. Seluruh unit organisasi telah menerapkan Prosedur operasional tetap (SOP)
b. Sebagian besar unit organisasi telah menerapkan Prosedur operasional tetap (SOP)
c. Sebagian kecil unit organisasi telah menerapkan Prosedur operasional tetap (SOP)
d. Seluruh unit organisasi belum menerapkan Prosedur operasional tetap (SOP)
A/B/C/D A 1
d. Peta proses bisnis dan Prosedur operasional telah dievaluasi dan disesuaikan dengan perkembangan tuntutan efisiensi, dan efektivitas birokrasi
a. Terdapat evaluasi terhadap efisiensi dan efektivitas peta proses bisnis dan SOP secara berkala dan
seluruh hasilnya telah ditindaklanjuti
b. Terdapat evaluasi terhadap efisiensi dan efektivitas peta proses bisnis dan SOP secara berkala namun belum seluruh hasilnya ditindaklanjuti
c. Terdapat evaluasi namun belum menganalisis efisiensi dan efektivitas peta proses bisnis dan SOP d. Belum ada evaluasi terhadap efisiensi dan efektifitas peta proses bisnis dan prosedur operasional
A/B/C/D A 1
2 1,33 66,50%
a. Sudah memiliki rencana pengembangan e- government di lingkungan instansi
Ya, apabila sudah memiliki rencana pengembangan e-
government di lingkungan instansi Y/T Ya 1
E-Government (2)
b. Sudah dilakukan pengembangan e- government di lingkungan internal dalam rangka mendukung proses birokrasi (misal: intranet, sistem perencanaan dan penganggaran, sistem data base SDM, dll)
a. Sudah dilakukan implementasi pengembangan e- government secara terintegrasi
b. Sudah dilakukan implementasi pengembangan e- government namun belum terintegrasi
c. Sudah dilakukan pengembangan e-government namun belum dilakukan implementasi
d.Belum ada pengembangan dan implementasi e- government
A/B/C/D A 1
c. Sudah dilakukan pengembangan e- government untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat (misal:
website untuk penyediaan informasi kepada masyarakat, sistem pengaduan)
a. Sudah dilakukan implementasi pengembangan e- government secara terintegrasi
b. Sudah dilakukan implementasi pengembangan e- government namun belum terintegrasi
c. Sudah dilakukan pengembangan e-government namun belum dilakukan implementasi
d. Belum ada pengembangan dan implemetasi e- government
A/B/C/D C 0,33
d. Sudah dilakukan pengembangan e- government untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dalam tingkatan transaksional (masyarakat dapat mengajukan perijinan melalui website, melakukan pembayaran, dll)
a. Sudah dilakukan implementasi pengembangan e- government secara terintegrasi
b. Sudah dilakukan implementasi pengembangan e- government namun belum terintegrasi
c. Sudah dilakukan pengembangan e-government namun belum dilakukan implementasi
d. Belum ada pengembangan dan implemetasi e- government
A/B/C/D C 0,33
3 1,50 100,00%
a. Adanya kebijakan pimpinan tentang keterbukaan informasi publik (identifikasi informasi yang dapat diketahui oleh publik dan mekanisme penyampaian)
Ya, apabila telah ada kebijakan pimpinan tentang keterbukaan informasi publik
Y/T Ya 1
b. Menerapkan kebijakan keterbukaan informasi publik
a. Seluruh informasi publik telah dapat diakses b. Sebagian besar informasi publik telah dapat diakses
c. Sebagian kecil informasi publik telah dapat diakses d. Seluruh informasi publik belum dapat diakses
A/B/C/D A 1
c. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan keterbukaan informasi publik
a. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan keterbukaan informasi publik dilakukan secara berkala
b. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan keterbukaan informasi publik dilakukan tidak berkala c. Belum ada monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan keterbukaan informasi publik
A/B/C A 1
V. PENATAAN SISTEM MANAJEMEN SDM (15) 14,28 95,20%
1 0,80 80,00%
a. Analisis jabatan dan analisis beban kerja telah dilakukan
a. Analisis jabatan dan analisis beban kerja telah dilakukan kepada seluruh jabatan
b. Analisis jabatan dan analisis beban kerja telah dilakukan kepada sebagian besar jabatan
c. Analisis jabatan dan analisis beban kerja telah dilakukan kepada sebagian kecil jabatan
d. Analisis jabatan dan analisis beban kerja belum dilakukan
A/B/C/D A 1
Keterbukaan Informasi Publik (1,5)
Perencanaan kebutuhan pegawai sesuai
b. Perhitungan kebutuhan pegawai telah dilakukan
a. Perhitungan kebutuhan pegawai telah dilakukan kepada seluruh unit organisasi
b. Perhitungan kebutuhan pegawai telah dilakukan kepada sebagian besar unit organisasi
c. Perhitungan kebutuhan pegawai telah dilakukan kepada sebagian kecil unit organisasi
d. Perhitungan kebutuhan pegawai belum dilakukan
A/B/C/D A 1
c. Rencana redistribusi pegawai telah disusun dan diformalkan
ya, apabila terdapat dokumen rencana redistribusi
pegawai Y/T Ya 1
d. Proyeksi kebutuhan 5 tahun telah disusun dan diformalkan
ya, apabila terdapat dokumen tentang proyeksi
kebutuhan 5 tahun Y/T Ya 1
e. Perhitungan formasi jabatan yang menunjang kinerja utama instansi telah dihitung dan diformalkan
a. Perhitungan formasi jabatan yang menunjang kinerja utama instansi telah dihitung dan diformalkan pada seluruh unit organisasi
b. Perhitungan formasi jabatan yang menunjang kinerja utama instansi telah dihitung dan diformalkan pada sebagian besar unit organisasi
c. Perhitungan formasi jabatan yang menunjang kinerja utama instansi telah dihitung dan diformalkan pada sebagian kecil unit organisasi
d. Perhitungan formasi jabatan yang menunjang kinerja utama instansi telah dihitung dan diformalkan belum dilakukan
A/B/C/D D 0
2 Proses penerimaan pegawai transparan, 2,00 100,00%
objektif, akuntabel dan bebas KKN (2)
a. Pengumuman penerimaan diinformasikan secara luas kepada masyarakat
a. Pengumuman penerimaan disebarluaskan melalui berbagai media (misal: website, jejaring sosial, dsb) b. Pengumuman penerimaan diinformasikan melalui media secara terbatas (misal: papan pengumuman di kantor)
c. Pengumuman penerimaan belum disebarluaskan
A/B/C A 1
b. Pendaftaran dapat dilakukan dengan mudah, cepat dan pasti (online )
Ya, apabila pendaftaran dapat dilakukan secara online dan dapat segera diperoleh informasi mengenai kepastian status pendaftaran.
Y/T Ya 1
c. Persyaratan jelas, tidak diskriminatif Ya, apabila terdapat kejelasan persyaratan administrasi dan kompetensi. Persyaratan
memberikan kesempatan luas kepada masyarakat. Y/T Ya 1 d. Proses seleksi transparan, objektif, adil,
akuntabel dan bebas KKN
Ya, apabila proses seleksi jelas kriteria dan prosesnya,
tidak terjadi KKN, dan dapat dipertanggungjawabkan. Y/T Ya 1 e. Pengumuman hasil seleksi diinformasikan
secara terbuka
Ya, apabila Pengumuman hasil seleksi dapat diakses
oleh publik dengan mudah Y/T Ya 1
3 0,70 69,50%
a. Telah ada standar kompetensi jabatan Ya, apabila terdapat kebijakan tentang tentang
kompetensi jabatan Y/T Ya 1
b. Telah dilakukan asessment pegawai a. Telah dilakukan asessment kepada seluruh pegawai b. Telah dilakukan asessment kepada sebagian besar pegawai
c. Telah dilakukan asessment kepada sebagian kecil pegawai
d. Belum dilakukan assessment pegawai
A/B/C/D B 0,67
Pengembangan pegawai berbasis kompetensi
c. Telah diidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi
a. Telah diidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi kepada seluruh pegawai
b. Telah diidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi kepada sebagian besar pegawai c. Telah diidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi kepada sebagian kecil pegawai d. Belum dilakukan identifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi pegawai
A/B/C/D D 0
d. Telah disusun rencana pengembangan kompetensi dengan dukungan anggaran yang mencukupi
a. Telah disusun rencana pengembangan kompetensi seluruh pegawai dengan dukungan anggaran yang mencukupi
b.Telah disusun rencana pengembangan kompetensi sebagian besar pegawai dengan dukungan anggaran yang mencukupi
c. Telah disusun rencana pengembangan kompetensi sebagian kecil pegawai dengan dukungan anggaran yang mencukupi
d. Belum ada rencana pengembangan kompetensi pegawai
A/B/C/D A 1
e. Telah dilakukan pengembangan pegawai berbasis kompetensi sesuai dengan rencana dan kebutuhan pengembangan kompetensi
a. Telah dilakukan pengembangan berbasis
kompetensi kepada seluruh pegawai sesuai dengan rencana dan kebutuhan pengembangan kompetensi b. Telah dilakukan pengembangan berbasis
kompetensi kepada sebagian besar pegawai sesuai dengan rencana dan kebutuhan pengembangan kompetensi
c. Telah dilakukan pengembangan berbasis kompetensi kepada sebagian kecil pegawai sesuai dengan rencana dan kebutuhan pengembangan kompetensi
d. Belum ada pengembangan pegawai berbasis kompetensi
A/B/C/D A 1
f. Telah dilakukan monitoring dan evaluasi pengembangan pegawai berbasis kompetensi secara berkala
a. Telah dilakukan monitoring dan evaluasi
pengembangan pegawai berbasis kompetensi secara berkala
b. Telah dilakukan monitoring dan evaluasi
pengembangan pegawai berbasis kompetensi secara tidak berkala
c. Belum ada monitoring dan evaluasi pengembangan pegawai berbasis kompetensi
A/B/C B 0,5
4 6,00 100,00%
a. Kebijakan promosi terbuka telah ditetapkan
ya, apabila terdapat kebijakan tentang promosi
terbuka dan telah ditetapkan Y/T Ya 1
Promosi jabatan dilakukan secara terbuka (6)
b. Promosi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi telah dilaksanakan
a. Pengisian jabatan pimpinan tinggi (utama, madya dan pratama) telah dilakukan melalui promosi terbuka secara nasional
b. Pengisian jabatan pimpinan tinggi (utama, madya dan pratama) telah dilakukan melalui promosi terbuka secara terbatas
c. Promosi terbuka jabatan pimpinan tinggi terbatas pada posisi jabatan pimpinan tinggi pratama
d. Belum ada promosi terbuka jabatan pimpinan tinggi
A/B/C/D A 1
c. Promosi terbuka dilakukan secara kompetitif dan obyektif
Ya, apabila pelaksanaan promosi dilakukan dengan cara kompetitif dan penilaian dilakukan secara obyektif
Y/T Ya 1
d. Promosi terbuka dilakukan oleh panitia seleksi yang independen
Ya, apabila telah ditetapkan susunan panitia seleksi
yang berasal dari pihak-pihak independen Y/T Ya 1 e. Hasil setiap tahapan seleksi diumumkan
secara terbuka
Ya, apabila tahapan diumumkan secara terbuka
melalui media IT seperti website panitia seleksi dsb Y/T Ya 1
5 1,79 89,29%
a. Penerapan Penetapan kinerja individu a. Penerapan penetapan kinerja individu telah dilakukan terhadap seluruh pegawai
b. Penerapan penetapan kinerja individu telah dilakukan terhadap sebagian besar pegawai c. Penerapan penetapan kinerja individu telah dilakukan terhadap sebagian kecil pegawai
d. Belum ada penerapan penetapan kinerja individu yang telah dilakukan
A/B/C/D A 1
Penetapan kinerja individu (2)
b. Terdapat penilaian kinerja individu yang terkait dengan kinerja organisasi
a. Seluruh pegawai telah melakukan penilaian kinerja individu yang terkait dengan kinerja organisasi b. Sebagian besar pegawai telah melakukan penilaian kinerja individu yang terkait dengan kinerja organisasi c. Sebagian kecil pegawai telah melakukan penilaian kinerja individu yang terkait dengan kinerja organisasi d. Belum ada pegawai yang melakukan penilaian kinerja individu yang terkait dengan kinerja organisasi
A/B/C/D A 1
c. Ukuran kinerja individu telah memiliki kesesuaian dengan indikator kinerja individu level diatasnya
a. Seluruh pegawai telah memiliki ukuran kinerja individu yang sesuai dengan indikator kinerja individu diatasnya
b. Sebagian besar pegawai telah memiliki ukuran kinerja individu yang sesuai dengan indikator kinerja individu diatasnya
c. Sebagian kecil pegawai telah memiliki ukuran kinerja individu yang sesuai dengan indikator kinerja individu diatasnya
d.Seluruh pegawai belum memiliki ukuran kinerja individu yang sesuai dengan indikator kinerja individu diatasnya
A/B/C/D A 1