• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

(1)

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

RISALAH RAPAT

RAPAT DENGAR PENDAPAT KOMISI V DPR RI

DENGAN SEKRETARIS JENDERAL, INSPEKTUR JENDERAL, KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA, DAN

KEPALA BADAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH KEMENTERIAN PUPR RI

Tahun Sidang : 2021-2022

Masa Persidangan : I Rapat ke- :

Jenis Rapat : Rapat Dengar Pendapat Sifat Rapat : Terbuka

Hari, Tanggal : Senin, 30 Agustus 2021 Waktu : 10.00 s.d. 13.45 WIB

Tempat : Ruang Rapat Komisi V DPR RI (KK V) Gedung Nusantara Lantai 1, Jakarta

Ketua Rapat : Lasarus, S.Sos., M.Si./Ketua Komisi V DPR RI/F- PDIP

Sekretaris Rapat : Nunik Prihatin Budiastuti, S.H.

Acara : 1. Evaluasi Pelaksanaan APBN TA 2021 sampai bulan Agustus 2021;

2. Membahas Alokasi Anggaran menurut fungsi dan program masing-masing Unit Eselon I K/L Mitra Kerja Komisi V DPR RI dalam RAPBN Tahun 2022.

Hadir Anggota : 49 orang Anggota hadir, 1 Anggota sakit dari 53 Anggota Komisi V DPR dengan rincian sebagai berikut:

A. Anggota DPR RI:

PIMPINAN :

1. Lasarus, S.Sos, M.Si/Ketua Komisi V DPR RI/F- PDIP

2. Ir. Ridwan Bae/Wakil Ketua Komisi V DPR RI/F- PG

3. H. Andi Iwan Darmawan Aras, S.E., M.Si./Wakil Ketua Komisi V DPR RI/F-P.GERINDRA

(2)

4. H. Syarif Abdullah Alkadrie, S.H., M.H./Wakil Ketua Komisi V DPR RI/F-NASDEM

FRAKSI PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN:

7 orang Anggota dari 11 Anggota:

1. Bob Andika Mamana Sitepu,S.H.

2. Mochamad Herviano

3. Hj. Sadarestuwati, S.P., M.MA.

4. Ir. Sudjadi

5. Sarce Bandaso Tandiasik, S.H.,M.H.

6. Sri Rahayu 7. H. Irmadi Lubis

FRAKSI PARTAI GOLKAR:

7 orang Anggota dari 7 Anggota:

1. Drs. Hamka B Kady, MS 2. Cen Sui Lan

3. Ir. H. Anang Susanto, M.Si.

4. H. Tubagus Haerul Jaman, S.E.

5. Ilham Pangestu

6. Bambang Hermanto, S.E.

7. Muhammad Fauzi, S.E.

FRAKSI PARTAI GERINDRA:

6 orang Anggota dari 6 Anggota:

1. Sudewo, S.T., M.T.

2. Iis Edhy Prabowo, S.Hum., M.M.

3. Ir. Eddy Santana Putra, M.T.

4. Drs. H. Mulyadi, M.MA.

5. Hj. Novita Wijayanti, S.E., M.M.

6. Ir. Sumail Abdullah

FRAKSI PARTAI NASIONAL DEMOKRAT:

4 orang Anggota dari 4 Anggota:

1. Drs. Soehartono, M.Si.

2. Drs. H. Tamanuri, M.M.

3. Sri Wahyuni 4. Roberth Rouw

FRAKSI PARTAI KEBANGKITAN BANGSA : 6 orang Anggota dari 6 Anggota:

1. H. Ruslan M. Daud

2. Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, S. Th. I.

3. Sofyan Ali, S.H.

4. H. Syafiuddin, S.Sos.

5. H. Sukamto, S.H.

(3)

6. H. An’im Falachuddin Mahrus

FRAKSI PARTAI DEMOKRAT:

5 orang Anggota dari 5 Anggota:

1. Dr. H. Irwan, S.IP., M.P.

2. Willem Wandik, S.Sos

3. drh. Jhonni Allen Marbun, M.M.

4. Lasmi Indaryani, S.E.

5. Ir. H. Ishak Mekki, M.M.

FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA:

4 orang Anggota dari 5 Anggota:

1. H. Suryadi Jaya Purnama, S.T.

2. Ir. H. Sigit Sosiantomo

3. H. Syahrul Aidi Maazat, Lc., M.A.

4. KH. Toriq Hidayat, Lc.

FRAKSI PARTAI AMANAT NASIONAL:

5 orang Anggota dari 5 Anggota:

1. H.A. Bakri H. M., S.E.

2. Athari Ghauti Ardi 3. Hj. Hanna Gayatri, S.H.

4. H. Boyman Harun, S.H.

5. Mesakh Mirin, SKM.

FRAKSI PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN:

1 orang Anggota dari 1 Anggota:

1. Dr. H. Muh. Aras, S.Pd., M.M.

ANGGOTA YANG SAKIT DAN IZIN:

1. H. Herson Mayulu, S.IP. /F-PDIP

B. UNDANGAN:

1. Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR RI (Ir. M. Zainal Fatah)

2. Inspektur Jenderal Kementerian PUPR RI (Ir. T. Iskandar, M.T.)

3. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian PUPR RI (Ir. Sugiyartanto, M.T.)

4. Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian PUPR RI(Ir. Rachman Arief Dienaputra, M.Eng.)

(4)

KETUA RAPAT (LASARUS, S.SOS., M.Si./KETUA KOMISI V DPR RI/F- PDIP):

Baik.

Bapak/Ibu sekalian.

Kita mulai rapat kita pada pagi hari ini.

Yang saya hormati Pimpinan dan Anggota Komisi V DPR RI baik yang hadir secara fisik maupun virtual,

Yang terhormat Sekjen, Irjen, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat beserta seluruh jajarannya,

Hadirin yang berbahagia.

Mengawali rapat kita pada hari ini marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya kita bisa mengikuti rapat sesuai dengan undangan yang telah kami sampaikan, baik yang bisa hadir secara fisik maupun yang hadir secara virtual.

Menurut laporan dari Sekretariat Komisi telah hadir 27 orang Anggota, hadir fisik 10 orang dan 17 orang secara virtual dari 9 unsur fraksi yang berbeda. Maka sesuai dengan Pasal 281 Peraturan DPR RI tentang Tata Tertib, izinkan kami membuka Rapat Dengar Pendapat hari ini dan sesuai dengan ketentuan Pasal 276 Ayat (1) Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI hari ini saya nyatakan dibuka dan terbuka untuk umum.

(RAPAT DIBUKA PUKUL 10.00 WIB)

Rekan-rekan Anggota Komisi V yang saya hormati, Undangan, hadirin yang berbahagia.

Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada hari Kamis tanggal 26 Agustus 2021 yang lalu, telah disepakati beberapa hal diantaranya; Komisi V DPR RI memahami penjelasan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengenai alokasi anggaran Kementerian PUPR dalam Nota Keuangan RAPBN Tahun 2022 sebesar 100,597 triliun.

Dari alokasi tersebut, anggaran untuk Sekretariat Jenderal sebesar 641,7 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan antara lain; reformasi birokrasi pembinaan, pengelolaan dan pelaporan barang milik

(5)

negara serta pembinaan dan fasilitasi infrastruktur daerah, sementara realisasi anggaran Sekretariat Jenderal dalam RAPBN Tahun Anggaran 2021 per Agustus 2021 adalah sebesar 49,12%.

Selanjutnya anggaran Inspektorat Jenderal sebesar 101,7 miliar yang akan dipergunakan untuk mendukung kegiatan antara lain audit, review, evaluasi, pemantauan dan pengawasan internal Kementerian PUPR.

Sementara realisasi anggaran Inspektorat Jenderal dalam APBN Tahun 2021 per Agustus 2021 adalah sebesar 51,35%. Sedangkan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia atau BPSDM memperoleh anggaran sebesar 400 miliar, yang akan dipergunakan untuk mendukung kegiatan diantaranya pengembangan kompetensi SDM Pusat dan Daerah, transformasi digital learning dan pengembangan talenta, sementara realisasi Anggaran BPSDM dalam APBN Tahun 2021 per Agustus 2021 adalah sebesar 51,13%.

Kemudian yang terakhir untuk Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah atau BPIW mendapat anggaran sebesar 212,83 miliar yang akan dipergunakan untuk mendukung berbagai penyusunan rencana pembangunan infrastruktur PUPR di berbagai kawasan seperti Kawasan Ekonomi Khusus, Metropolitan, Kawasan Industri dan berbagai Pusat Kegiatan Nasional lainnya, sementara realisasi BPIW dalam APBN 2021 per Agustus 2021 adalah sebesar 43,51%.

Sejalan dengan itu dalam kesempatan ini kami tegaskan kembali agar dalam proses penyusunan anggaran Tahun 2022, agar tiap-tiap unit organisasi Eselon I benar-benar dapat memperhatikan dan mengakomodir saran dan masukan dari Komisi V DPR RI.

Selanjutnya berdasarkan pengawasan yang dilakukan oleh Komisi V DPR RI terdapat sejumlah permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian dari Sekjen, Irjen, Kepala BPSDM dan Kepala BPIW antara lain:

1. Perlu ada peningkatan koordinasi baik secara internal maupun eksternal agar terwujud pola kerja yang lebih efektif dan efisien;

2. Perlu meningkatkan pengawasan internal dalam rangka meminimalisir temuan dan permasalahan dalam penggunaan anggaran;

3. Perlunya meningkatkan kualitas SDM Infrastruktur untuk mewujudkan Aparatur Sipil Negara yang dapat mengembangkan inovasi dan profesionalitas; dan

4. Perlu meningkatkan keterpaduan perencanaan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah baik dalam jangka menengah maupun jangka panjang.

Pimpinan dan seluruh Anggota Komisi V yang saya hormati, Undangan, Hadirin yang berbahagia.

(6)

Demikianlah Pengantar Rapat kita pada pagi hari ini. Untuk

mempersingkat waktu, saya persilakan nanti secara berurutan mulai dari Pak Sekjen dulu, selanjutnya nanti ke Kepala Pengembangan Sumber Daya Manusia kemudian ke Inspektorat Jenderal dan nanti terakhir oleh BPIW.

Saya persilakan Pak Sekjen untuk menyampaikan paparannya.

SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN PUPR RI (Ir. M. ZAINAL FATAH):

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, Selamat Pagi,

Salam sejahtera buat kita semua, Shalom.

Pimpinan dan Anggota Komisi V yang saya hormati baik yang hadir secara langsung di ruangan ini maupun yang bergabung melalui fasilitas zoom, Para Pimpinan Tinggi Madya, ada Pak Irjen, ada Pak Kabag BPSDM dan Kabag Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan,

Rekan-rekan hadirin yang hadir pada kesempatan pagi hari ini.

Pak Ketua, Ibu/Bapak Para Anggota.

Izinkan kami menyampaikan penjelasan yang lebih detail atas apa yang tadi sudah disampaikan oleh Pak Ketua. Mudah-mudahan dengan penjelasan ini kita memiliki pemahaman yang sama, sehingga kami mendapatkan masukan untuk memperbaiki kinerja manajemen yang menjadi tugas utama di kesekjenan.

Ibu/Bapak yang saya hormati.

Bahwa tugas dan struktur organisasi di kesekjenan ini memiliki 5 unit organisasi untuk menjalankan tugas penyelenggaraan koordinasi, koordinasi dalam hal apa? Dalam hal pelaksanaan tugas pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian PUPR. Oleh karena itu, kami sesuai dengan persetujuan dan Peraturan Presiden yang kami miliki, kami memiliki 10 unit kerja yaitu 7 biro dan 3 pusat.

Dalam rangka menyelenggarakan tugas-tugas pada Tahun Anggaran 2021, dapat kami laporkan bahwa Pagu Alokasi Anggaran Sekretariat Jenderal mengalami perubahan dari semula sebesar 748,2 miliar menjadi 619,21 miliar atau berkurang sebesar 128,99 miliar yang telah ditindaklanjuti dengan revisi pengurangan pagu, revisi DIPA dengan penjelasan bahwa pada

(7)

refocusing 1 dan 2 terjadi pengurangan pagu sebesar 83,92 miliar. Kami lakukan melalui penghematan belanja barang yang bersumber dari honorarium, perjalanan dinas, paket meeting, belanja jasa, belanja modal, belanja gaji, belanja non operasional lainnya dan belanja tunjangan kinerja yang berpotensi tidak terserap.

Ibu/Bapak.

Dapat kami laporkan kenapa ada tunjangan kinerja yang berpotensi tidak terserap karena memang ada kebijakan dari Kementerian Keuangan agar tunjangan yang mestinya dibayarkan memang tidak jadi kita bayarkan.

Sementara ada penghematan di honorarium karena memang sudah ada aturan bahwa setiap dari kami tidak boleh mendapatkan honorarium apapun dari kegiatan apapun sepanjang itu bersumber dari Anggaran PUPR. Oleh karena itu, pada refocusing 1 dan 2 kita lakukan pemotongan.

Pada refocusing ke-3 dan ke-4 ini terjadi pengurangan Pagu sebesar 38,14 miliar, kami lakukan dengan cara melakukan penghematan, sekali lagi terhadap belanja barang yang bersumber dari honorarium, perjalanan dinas, paket meeting dan belanja jasa dan belanja operasional, belanja modal, belanja non operasional lainnya dan sisa lelang, karena memang di Sekjen kegiatannya adalah kegiatan yang terkait dengan dukungan manajemen.

Pada refocusing ke-3, kami juga melakukan pengalihan sebesar 6,94 miliar dari Sekretariat Jenderal untuk digunakan di Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi di bawah Dirjen Bina Konstruksi, untuk memastikan bahwa layanan sertifikasi profesi sesuai dengan Undang-Undang Cipta Kerja kemarin dapat kita lakukan percepatannya. Karena memang dengan adanya Undang-Undang ini dan institusi yang baru direvitalisasi LPCK ini juga memerlukan tambahan dana untuk sertifikasi. Karena menurut Undang- Undang ini kami tidak boleh atau Pemerintah tidak boleh mengambil biaya itu dari para pemohon tetapi langsung disediakan oleh APBN.

Ibu/Bapak yang saya hormati.

Pagu Belanja Operasional Belanja Rutin ini sebesar 262,01 miliar. Ini digunakan untuk belanja pegawai, itu sebesar 91 miliar dan belanja barang operasional 170,9 miliar. Sedangkan untuk Pagu Belanja Non Rutin sebesar 357,2 miliar ini, terdiri dari belanja barang non operasional sebesar 291,32 miliar dan belanja modal sebesar 65,88 miliar.

Gambaran ini memang berbanding terbalik, tidak sama dengan unit- unit yang melakukan operasional pemenuhan kinerja baik itu ada di unor-unor maupun teman-teman yang ada di lapangan.

Kami laporkan juga bahwa hingga tanggal 27 Agustus minggu lalu, 3 hari lalu, realisasi keuangan di Sekretariat Jenderal mencapai 304,14 miliar

(8)

atau 49,12% dari total pagu sebesar 619,21 miliar. Realisasi ini lebih besar 8,09% dibandingkan realisasi pada waktu yang sama di tahun lalu, Tahun Anggaran 2020, dengan capaian fisik 49,96 dan kami menyusun prognosis untuk penyerapan akhir pada tahun ini kami harapkan bisa mencapai 98,87%.

Ibu/Bapak yang saya hormati.

Perbandingan seperti ini dengan, kami memang bisa lakukan karena kami sudah sejak lama sebagaimana Ibu/Bapak ketahui, kami menggunakan integrated e-monitoring yang sudah dilakukan sehingga kita bisa membandingkan dari waktu ke waktu.

Kegiatan yang sedang dilaksanakan oleh Sekjen/Sekretariat Jenderal meliputi pembinaan dan pengendalian pelaksanaan program dan anggaran, serta fasilitasi kerja sama luar negeri. Ini dilakukan di Biro PKALN. Kemudian reformasi birokrasi transformasi organisasi pengembangan dan pembinaan SDM serta peningkatan kinerja PUPR, ini menjadi bagian dari tugas yang dilaksanakan oleh BKO (Biro Kepegawaian dan Organisasi Tata Laksana).

Sedangkan pembinaan perbendaharaan, pelaporan keuangan, fasilitasi penyelenggaran sistem pengendalian intern Pemerintah, ini dilakukan oleh Biro Keuangan. Sedangkan pembinaan pengelolaan dan pelaporan BMN ini dikerjakan di Biro Pembinaan BMN.

Kegiatan yang lain adalah mempertahankan green building dan Kawasan hijau di Kampus PUPR di Kantor Pusat, kemudian belakangan sesuai dengan kondisi pandemi, kami juga melakukan pencegahan penyebaran Covid di lingkungan Kementerian PUPR, termasuk penyediaan Fasilitas Isolasi Terpadu (Isoter) bagi Pegawai Kementerian PUPR di Balai Pengembangan Kompetensi Wilayah III Jakarta di Pasar Jumat dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah III di Citereup.

Ini dikerjakan oleh Biro Umum bersamaan juga dengan pembinaan tata naskah dinas dan kearsipan. Kami memiliki Biro Hukum yang melakukan aktivitas-aktivitas terkait dengan penyusunan peraturan dan sosialisasi peraturan perundang-undangan, serta penanganan dan pendampingan perkara.

Untuk Biro Komunikasi Publik, melaksanakan dan pembinaan kehumasan, fasilitasi dukungan. Sedangkan fasilitasi dukungan dan pemantauan pelaksanaan kebijakan menteri, ini dilakukan oleh Pusaka dan Pusdatin melakukan transformasi digital dan peningkatan tata kelola era 4.0.

Kami memiliki pusat juga yang melakukan pembinaan dan fasilitasi infrastruktur daerah, ini memfasilitasi terutama kegiatan-kegiatan yang terkait dengan DAK, Hibah Daerah, dan yang lain-lain.

(9)

Kemudian ada juga Pembinaan Jabatan Fungsional Bidang PUPR yang dilakukan oleh masing-masing unit kerja, karena para fungsional bidang PUPR yang ada di Pemerintah Daerah juga pembinaannya menjadi bagian dari yang kami harus lakukan.

Yang saya hormati Pak Ketua,

Para Anggota dan Hadirin yang berbahagia.

Untuk Anggaran Tahun 2022, Pagu Anggaran Kementerian PUPR di 2022 ini sebesar 100,46. Di dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh Sekretariat Jenderal diberikan sebesar 0,64 atau 0,64% dari total anggaran.

Pagu Anggaran tersebut dialokasi untuk kegiatan di Sekretariat Jenderal yang meliputi pengelolaan perencanaan sebesar 51,11 miliar, pengelolaan dan pengadministrasian pegawai organisasi dan tata laksana sebesar 32,5 miliar, pengelolaan keuangan sebesar 25,97 miliar, pengelolaan umum 174,7 miliar, pembentukan dan evaluasi peraturan perundang-undangan serta advokasi hukum sebesar 23,76 termasuk didalamnya adalah pendampingan untuk kasus-kasus hukum yang masuk ke Pengadilan. Pengelolaan Barang Milik Negara sebesar 39,03 miliar, penyelenggaraan dan pembinaan informasi publik sebesar 44,94 miliar, pengkajian dan pemantauan pelaksanaan kebijakan sebesar 7,1 miliar termasuk di dalamnya adalah dukungan untuk pelaksanaan kegiatan di Pak Menteri.

Pengelolaan data dan teknologi informasi bidang PUPR sebesar 172,2 miliar, ini sejalan dengan proses transformasi yang dilakukan, kita sudah menggunakan fasilitas-fasilitas cloud maupun workspace yang digunakan secara bersama-sama.

Kemudian yang terakhir adalah penyelenggaraan fasilitasi infrastruktur daerah sebesar 40,47 miliar, terutama untuk proses fasilitasi dan koordinasi untuk sinkronisasi DAK kemudian hibah daerah yang keputusannya ada di Kementerian Keuangan.

Pak Ketua, Para Anggota yang saya hormati.

Mungkin itu yang bisa kami laporkan. Tentu di gambaran yang tadi sudah menyertain penjelasan kami lebih detail. Dengan demikian ke hadapan Pak Ketua, Para Anggota, kami mohon perkenan untuk memberi pandangan, saran dan dengan demikian InsyaAllah kami bisa lebih yakin untuk bisa menjalankan amanah ini.

Billahi Taufiq Wal Hidayah,

Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, dan Selamat Pagi.

(10)

KETUA RAPAT:

Wa’alaikumsalam.

Terima kasih Pak Sekjen.

Selanjutnya silakan Kepala BPSDM.

KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KEMENTERIAN PUPR RI (Ir. SUGIYARTANTO, M.T.):

Terima kasih, Pak Ketua.

Yang terhormat dan yang kami hormati Pimpinan Rapat dan para Anggota serta Teman-teman kami Pak Sekjen, Pak Irjen, Kepala BPIW dan seluruh jajarannya.

Kami sampaikan laporan di lingkungan unit organisasi BPSDM terkait dengan pengembangan upaya peningkatan kualitas SDM dan kuantitas secara menyeluruh dalam kaitannya bagaimana penyelenggaraan infrastruktur khususnya di bidang sumber daya manusia.

Lanjut. Outline kami sesuai dengan undangan adalah evaluasi pelaksanaan APBN 2021 sampai dengan Bulan Agustus 2021 dan Rencana Pemanfaatan Pagu Anggaran menurut fungsi dan program di lingkungan BPSDM dalam RAPBN 2022.

Tugas dan fungsi BPSDM adalah ada 5 fungsinya, sedangkan tugas pokoknya adalah bagaimana melaksanakan pengembangan SDM bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat, sehingga kami juga sebagian besar juga mendukung tugas-tugas dari kesekjenan dalam rangka kaitannya pembinaan para pejabat fungsional baik yang ada di pusat maupun yang ada di daerah pada bidang PUPR yang sama.

Lanjut saja. Saya kira kalau kronologis pagu tadi sudah disampaikan oleh Pak Ketua bahwa semula DIPA awal kita 563, sampai dengan di- refocusing ke-4 diantaranya adalah pengurangan tunjangan kinerja, belanja honorarium yang tidak diperbolehkan, tidak ada boleh berganda maksudnya.

Kemudian juga tranformasi digital dalam rangka selama ini kalau kita melakukan pembelajaran dengan klasikal atau ketemu tatap muka, lebih banyak kepada menggunakan literasi atau transformasi digital, sehingga peserta ada di mana, para pengajar ada di mana, fasilitasi sebagai host-nya ada di mana, sehingga bisa bertemu dalam satu ruangan sebagaimana hari ini ada Bapak/Ibu yang terhormat ada yang mengikuti secara virtual maupun ada dalam ruangan ini.

(11)

Di refocusing ke-4, pagunya menjadi 408,28 dengan turunannya adalah kalau kita sandingkan, lanjut, turun secara kumulatif adalah sebesar lebih kurang 28% dengan rincian sebagaimana yang kami tayangkan di layar.

Lanjut. Kemudian mengenai progress penyerapan sampai dengan 2021 di Bulan Agustus status 27 Agustus 2021, progress keuangan kita ada 51,13% dan fisiknya sekitar 54,31% dari sekitar 10 unor yang ada di lingkungan Kementerian PUPR. Nah tugas pokok yang tadi saya sampaikan adalah BPSDM ada 3 sebenarnya Pak intinya. Yang pertama adalah Pengembangan Talenta. Yang kedua, pelatihan dan pendidikan dalam rangka upaya bagaimana SDM di Lingkungan Kementerian PUPR dan bidang PUPR yang ada Diknas maupun di provinsi maupun kabupaten/kota bisa meningkat secara kualitasnya. Dengan progress sebagaimana masing-masing dari angka-angka seperti assessment misalnya dari target di 2021 4.100, saat ini sudah 62,88%. Demikian pula di pelatihan dan Pendidikan, di dalam Pendidikan mungkin kami laporkan bahwa politeknik saat ini ditarget sampai dengan sejak berdirinya itu ada 508 orang, kita targetkan penerimaan.

Realisasi sampai dengan penerimaan mahasiswa kemarin di Agustus awal itu adalah sejumlah 433 orang. Sedangkan di kerja sama magister yang selama ini menjadi tumpuan menyiapkan generasi ke depan khususnya di bidang PUPR dari 11 prodi, ditargetkan ada 279 orang sudah terealisasi 217 orang pada 4 Perguruan Tinggi Negeri mitra yang selama ini sudah berjalan.

Kemudian sedangkan pelatihan dari target sampai dengan 8.220, saat ini sudah 71,92%.

Lanjut. Dengan pelatihan ada 7 bidang, masing-masing angkanya adalah kami laporkan kepada Bapak/Ibu sekalian. Di sektor sumber daya air, jalan jembatan, konstruksi, permukiman perumahan, pengembangan infrastruktur wilayah dan manajemen secara umum, termasuk didalamnya adalah Pendidikan Kepemimpinan. Sehingga secara akumulatif, pelatihan yang ada sudah 71,92% dan evaluasi secara efektivitas pelatihan adalah dari score nilai yang kita targetkan didalam Renstra ada 75, capaiannya sudah 78,74 dari tingkat pemahaman para peserta. Sehingga ini menjadikan ke depan harapannya adalah kalau kemarin dilaporkan oleh Pimpinan kami adalah WTP sudah secara berturut-turut, harapan kita ke depan keterjaminan terhadap kualitas SDM di dalam mengelola infrastruktur akan semakin baik dan semakin meningkat.

Adapun rincian capaian pelatihan saya kira angka-angka ini adalah termasuk didalamnya adalah Pendidikan bela negara yang bekerjasama kemarin dengan TNI Angkatan Laut untuk kedisiplinan dan bagaimana integritas serta pola di dalam kinerja. Saya kira ini kita lewat saja.

Kemudian dari efisiensi pembelajaran dan pelaksanaan tadi angka- angka tersebut dari pendidikan maupun pelatihan, kami masih berharap sampai dengan sisa di Tahun Anggaran 2021 harapan kami adalah di

(12)

prognosis terhadap realisasi sekitar 8.300. Meskipun saat ini realisasi pelatihan sampai dengan Bulan Agustus adalah sudah mencapai 5.912 orang. Nah efisiensi ini dilakukan melalui pelaksanaan secara virtual sehingga jangkauan kemudahan terhadap peserta bisa mengikuti di kantor, bisa mengikuti melalui WFH atau di lapangan dan mempunyai tingkat fleksibilitas yang cukup signifikan baik secara belajar mandiri, menyepakati sinkronus maupun tutorial dan melalui pendampingan atau coaching dan mentoring.

Lanjut. Dengan pola-pola pembelajaran seperti gambaran umumnya ada di bawah di Bapak/Ibu sekalian yang kami hormati dan yang terhormat.

Nah kemudian terhadap program Pendidikan Kerjasama di mana kebutuhan PNS yang memiliki keahlian teknis spesifik itu ada 2 hal, Angkatan 2020 angkatan pertama ini jumlah mahasiswa karya siswa magister spesialis angkatan pertama bisa 160 orang, kolaborasi dengan Kementerian di bawah Kementerian BUMN ada 24 orang dan PUPR 36 dan di tahun 2021, kami sudah menerima dari Kementerian PUPR 135 dan BUMN ada 21 dengan metode pembelajaran Taylor Mate mengingat bidang studi yang dirancang dengan kurikulum yang bermuatan teknis dan terapan yang tujuannya adalah bagaimana kita mencetak SDM sesuai dengan alih-alih yang harapannya kedepan bertugas di bidang infrastruktur yang betul-betul berkualitas.

Saya lanjutkan. Untuk pelaksanaan Pendidikan Tahun 2021, saya kira yang penting adalah bagaimana orientasi perkuliahan dan pembekalan perkuliahan. Pada saat kita menerima Angkatan 2021 beberapa minggu yang lalu selain arahan dari Kementerian PUPR, juga didukung oleh Bapak Menteri Pendidikan dan Keuangan atau kita mengenal dari mas Menteri dan ini perkuliahan akan dimulai awal Bulan September ini, sementara sekarang dalam proses registrasi.

Nah sedangkan Bapak/Ibu sekalian saya laporkan kepada Bapak/Ibu yang terhormat dan yang kami hormati, ada beberapa usulan tambahan kerja sama dengan Perguruan Tinggi sebagai tindak lanjut RDP yang sebelumnya bahwa kerja sama sebenarnya dengan 4 Perguruan Tinggi Negeri mitra ini sementara berjalan tahun ke dua, pada usulan RDP ada diusulkan Perguruan Tinggi dari Nusa Tenggara Barat dan Sumatera Selatan.

Nah yang Bapak/Ibu perlu ketahui dan kami laporkan adalah proses pembahasan dengan 5 Perguruan Tinggi sementara berjalan dan kemudian usulan kerja sama ini kami harapkan dan diarahkan untuk bidang studi pendukung ke depan diantaranya adalah masalah tentang akuntansi atau sistem tata keuangan, hukum kontrak yang ke depan mungkin akan semakin signifikan dan komunikasi publik serta menyongsong industri 4.0 di dalamnya Teknik informatika untuk security IT ke depan. Sedangkan fasilitasi kerja sama Perguruan Tinggi Negeri Mitra diantaranya dilaksanakan melalui LPDP.

Daftar Universitas yang disetujui oleh LPDP sehingga PUPR tidak perlu membuat MoU tersendiri karena jalur melalui Pendidikan ini bisa melalui

(13)

LPDP. Saya kira itu untuk 2021. Sedangkan untuk 2022, Pagu Anggaran kita adalah sebesar 400 miliar sesuai dengan surat Menteri PPN/Kepala Bappenas.

Saya kira lanjut. Nah dengan rencana penggunaannya adalah, lanjut saja, rencana penggunaannya mungkin langsung di halaman 17 yaitu, lanjut.

Nah rencana penggunaannya adalah untuk program dukungan manajemen sebesar 317 dan program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi sebesar 83, di mana rinciannya untuk belanja operasional sejumlah sebesar 65 dan belanja non operasional adalah 235, dengan uraian program dukungan manajemen dan program dukungan pelatihan dan vokasi untuk Pendidikan Politeknik dan magister super spesialis.

Nah kalau Bapak/Ibu sekalian mungkin kami laporkan sekaligus sebagai gambaran kita di DIPA 2021 dan rancangan pemanfaatan 2022 dapat kami sandingkan sebagaimana apa yang kami laporkan kepada Bapak/Ibu sekalian. Diantaranya adalah butir 4 yaitu transformasi digital learning semula 19,3 di butir keempat menjadi cukup 10,7 sehingga akan lebih banyak menggunakan model pembelajaran dengan digital learning.

Kemudian yang lain-lain termasuk perkuatan lembaga institusi dan dukungan manajemen dengan adanya efisiensi menggunakan digital learning, cukup efisien dalam pemanfaatan alat bantu baik komputer maupun lain-lain. Yang lain-lain, saya kira cukup hampir relatif sama diantaranya adalah pengembangan talenta dan pemenuhan operasional gaji.

Kemudian Bapak/Ibu sekalian saya laporkan juga sekaligus terhadap target sebagaimana di 2021 tugas BPSDM adalah bagaimana pengembangan talenta pelatihan dan Pendidikan. Kami coba hitung berdasarkan rencana assessment ada sekitar 5.000 orang, pemetaan karir, pemantauan kinerja sejumlah untuk seluruh ASN di Kementerian adalah 22.000, pelatihan resvital 2.100 dan seterusnya termasuk Pendidikan. Nah mengenai Pendidikan ini memang masih kami tulis sejak Angkatan 2019 karena sejak penerimaan pertama mahasiswa politeknik adalah sekitar 6 semester, sehingga kita harapkan nanti tahun depan sudah ada yang bisa lulus. Kemudian untuk kerja sama magister spesialis, ini baru Angkatan kedua, sehingga nanti ke depan 6 semester ini moga-moga di 2022 sudah ada lulusan yang bisa melaksanakan tugas di bidang PUPR.

Kemudian untuk rancangan target, saya kira ini adalah uraian secara tematik saja, sama dengan di halaman sebelumnya. Yang perlu adalah daftar pelatihan prioritas tahun 2022.

Bapak/Ibu sekalian yang kami hormati dan yang terhormat.

Nama-nama pelatihan di 7 sektor bidang PUPR semuanya hampir tertera yang kami laporkan adalah secara distance learning maupun blended

(14)

learning. Kecuali, untuk Diklat Keuangan dan Non Pengelolaan Keuangan yang bekerja sama dengan Kementerian Keuangan, yaitu di butir bidang manajemen, kemudian kepemimpinan nasional tingkat II sebagai administrator maupun pengawas, kita kolaborasi dengan Lembaga Administrasi Negara dan kemudian untuk bidang konstruksi khususnya pengadaan barang dan jasa berkolaborasi dengan LKPP. Nah semuanya ini bisa melalui metode pembelajaran dengan distance learning maupun blended learning yang cukup efisien.

Saya kira itu yang kami bisa laporkan Bapak/Ibu sekalian, untuk unit Organisasi BPSDM dengan harapan memang kami tidak membangun infrastruktur tetapi kami membangun SDM, dengan harapan adalah SDM itulah yang nanti akan bisa menunjang kontribusi terhadap kinerja kementerian secara keseluruhan karena dibalik tugas-tugas utama adalah, intinya adalah bagaimana SDM tersebut berkualitas.

Demikian Bapak/Ibu sekalian yang bisa saya laporkan.

Lebih dan kurangnya, mohon maaf. Apabila ada masukan kami mengharapkan untuk perbaikan ke depan yang lebih baik dalam tugas kami membangun infrastruktur yang di belakangnya adalah SDM.

Wabillahi Taufiq Wal Hidayah,

Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Salam sehat.

Terima kasih.

KETUA RAPAT:

Terima kasih Pak Kepala BPSDM.

Silakan Pak Irjen.

INSPEKTUR JENDERAL KEMENTERIAN PUPR RI (Ir. T. ISKANDAR, M.T.):

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, Selamat Pagi,

Salam sejahtera bagi kita semua.

Yang saya hormati Bapak-bapak Pimpinan,

Bapak/Ibu Anggota Komisi V baik yang hadir langsung maupun yang hadir secara virtual.

(15)

Sesuai agenda pada pagi hari ini, bahwa kita RDP SIBB bahwa di mana Inspektorat Jenderal mempunyai tugas dan fungsi dan terdapat 7 unit kerja di lingkungan Inspektorat Jenderal. Hal ini adalah merupakan perubahan terhadap pendekatan, memperkuat Sistem Pengendalian Intern Kementerian PUPR yang dulunya berbasis wilayah sekarang berbasis bidang.

Seperti kita ketahui di Inspektorat Jenderal ada 1 Sekretariat Inspektorat Jenderal, Inspektorat I membidangi bidang Sumber Daya Air, Inspektorat II Bina Marga, Inspektorat III Dirjen Pembiayaan Cipta Karya, Inspektorat IV Dirjen Pembiayaan dan Perumahan, Inspektorat V SIBB dan Inspektorat VI tentang Investigasi.

Lanjut. Seperti kita ketahui bahwa kondisi daripada penganggaran di 2021 adanya penghematan, di mana Inspektorat Jenderal juga mempunyai beban terhadap konstribusi refocusing yang dilakukan di 2021 terhadap Pagu Anggaran di Kementerian PUPR. Di mana anggaran pertama itu adalah 101,7 miliar dan dari 4 kali refocusing yang terjadi di Kementerian PUPR, kebetulan hanya 3 kali di Inspektorat Jenderal ikut melakukan refocusing anggaran.

Yang pertama adalah senilai 16,5 miliar, yang kedua terhadap refocusing ketiga senilai 1 miliar dan refocusing keempat senilai 1,5 miliar.

Di dalam hal refocusing ini Inspektorat Jenderal melakukan optimalisasi terhadap penghematan belanja-belanja perjalanan dinas, belanja paket meeting. Ini yang menjadi hal konsentrasi untuk penghematan yang dilakukan akibat dampak refocusing karena kondisi yang dilakukan dengan lebih mengoptimalkan secara virtual.

Lanjut. Untuk kondisi realisasi per 27 Agustus, Inspektorat Jenderal melakukan realisasi progress keuangan 51,35%. Ini senilai ekuivalen 42,47 miliar dan untuk realisasi fisik sebanyak 51,63%.

Lanjut. Di dalam tahun 2021, Inspektorat Jenderal fokus terhadap tema pengawasan yaitu yang meliputi pengawasan penyelenggaraan infrastruktur, pengawasan pengawalan penatausahaan barang milik negara dan peningkatan kualitas tata kelola Pemerintah yang baik. Melalui tema pengawasan terhadap kegiatan direktif Kementerian PUPR Tahun 2021, pengawasan atas dukungan manajemen, pengawasan perencanaan dan penata-usahaan BMN dan penyelenggaraan SPIP dan implementasi manajemen resiko, peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan kinerja dan keuangan, peningkatan kepatuhan dan integritas aparatur, serta peningkatan kualitas pengendalian pengawasan.

Di dalam hal ini juga kondisi bahkan tadi proses yang sudah dilakukan oleh Inspektorat Jenderal, sampai dengan kondisi actual di 2021 di Bulan Agustus, di mana Inspektorat Jenderal pada paruh kondisi Bulan Agustus sudah mulai melakukan penuntasan terhadap evaluasi SAKIP, termasuk

(16)

tindak lanjut kepada kondisi daripada audit berbasis resiko dan ditindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan yang lainnya.

Lanjut. Di Inspektorat Jenderal mempunyai tugas seperti kita mengetahui dengan anggaran 82,7 miliar dengan 3 kali mendapatkan refocusing di mana Inspektorat Jenderal mempunyai 137 Auditor. Kalau kita melihat objek pengawasan dari Kementerian PUPR senilai 1,37,81 triliun dengan perkiraan 25.129 paket, 7.383 kontraktual dan 17.746 swakelola.

Dari kondisi yang ada, progress pengawasan yang sudah dilakukan Inspektorat Jenderal sampai saat ini sudah mendapatkan 370 laporan hasil pengawasan dengan rincian 147 laporan audit, 204 laporan review, 9 laporan evaluasi dan 10 adalah laporan lainnya.

Di dalam hal ini yang seperti di awal tadi kami sampaikan sekarang kita sudah melakukan kegiatan yang berhubungan dengan kondisi probity audit pelaksanaan proyek strategis. Ini ada beberapa hal yang kami kerjasamakan juga untuk kondisi proyek, pengamanan proyek strategis dengan Kejaksaan Agung. Ini juga bersama-sama kita sesuai dengan kriteria daripada proyek strategis nasional yang dipilih dan disepakati di dalam pengendalian pengawasan.

Selanjutnya hasil daripada mungkin beberapa waktu yang lalu di dalam rapat kerja Bapak Menteri sudah menyampaikan bagaimana progress tindak lanjut dengan temuan BPK. Ini saya rasa sudah disampaikan dengan saldo ada 200 laporan hasil pemeriksaan dengan lebih 9.000 rekomendasi. Ini sudah ditindaklanjuti dan masih ada yang belum ditindaklanjuti sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Menteri pada saat Rapat Kerja hari kamis yang lalu.

Selanjutnya upaya-upaya pencegahan yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal yang tadi juga sudah disampaikan oleh Bapak Pimpinan bahwa upaya peningkatan yang terus dilakukan oleh Inspektorat Jenderal, yang pertama adalah bagaimana mengendalikan suatu gratifikasi yang terjadi.

Alhamdulillah, kemarin kami disampaikan informasi bahwa di semester pertama mempunyai kinerja yang baik. Terus bagaimana peningkatan terhadap Zona Integritas menuju wilayah bebas korupsi, sampai dengan saat ini di Kementerian PUPR sudah terbentuk 45 unit kerja. Yang ketiga adalah bagaimana mengelola whistle blowing system, yakni perjanjian-perjanjian kerja sama yang sudah dilakukan dengan aparat penegak hukum yang ada.

Yang keempat, bagaimana kondisi daripada rencana aksi cyber pungli. Yang kelima, survey penilaian integritas. Yang keenam adalah manajemen risiko.

Ini adalah pendampingan penyusunan profil resiko kepada seluruh unit organisasi yang ada di Kementerian PUPR.

(17)

Sehubungan dengan agenda untuk kegiatan penganggaran di 2022, Inspektorat Jenderal di mana usulan pagu tidak berubah jauh terhadap 2021 dan sampai saat ini kondisi daripada pagu anggaran yang diterima di Kementerian PUPR oleh Inspektorat Jenderal adalah 101,7 miliar, di mana usulan dengan persetujuan tidak ada perubahan, sesuai dengan pagu yang diusulkan.

Selanjutnya dari kondisi 100,17 miliar yang dimaksud, Inspektorat Jenderal membelanjakan baik untuk belanja pegawai barang maupun untuk belanja modal. Belanja pegawai barang di dalam hal ini terbagi adalah untuk belanja pegawai senilai 41,8 ini adalah kebutuhan gaji dan tunjangan lainnya.

Selanjutnya untuk belanja barang, ini adalah belanja barang operasional yang digunakan untuk operasional dan pemeliharaan kantor. Sedangkan belanja barang yang digunakan adalah untuk pengawasan intern senilai 48,2 miliar adalah untuk pelaksanaan pengawasan Inspektorat I sampai dengan VI meningkatkan kapabilitas SDM Irjen Kementerian PUPR, pengembangan continue audit dan layanan dukungan manajemen.

Selanjutnya obyek pengawasan untuk 2022 meliputi 5.100 paket. Ini masih data di 2021 terhadap penyusunan program. 1.834 Pokja dan ada anggaran lebih kurang sekitar 159 triliun, ini adalah pagu anggaran Kementerian PU di 2022. Dengan rincian ada 689 satuan kerja, 2.441 Pejabat Pembuat Komitmen yang tersebar di 186 UPT atau Balai di bawah 10 organisasi yang ada di Kementerian PUPR.

Bapak Pimpinan, Bapak/Ibu yang kami hormati.

Untuk 2022, rincian anggaran di Inspektorat Jenderal adalah dengan nilai 101,7 miliar. Ini terdiri dari :

1. Untuk kebutuhan audit senilai 14,763 miliar;

2. Untuk kebutuhan review 3,8 miliar;

3. Untuk kebutuhan evaluasi 3,5 miliar;

4. Untuk pemantauan 3 miliar;

5. Untuk pengawasan lainnya 3 miliar, pengawasan wajib tingkat kementerian ada 1,15 miliar.

Dan selanjutnya untuk penguatan pembangunan budaya integritas, apakah itu melalui WBS, Unit Pengendalian Gratifikasi dan lainnya senilai 2,15 miliar. Penelitian dan pengembangan pengawasan intern, ini 2,15 miliar.

Pengembangan sumber daya manusia, diklat sertifikasi dan lainnya senilai 4,2 miliar. Pengadaan sarana internal ini untuk mendukung kegiatan perkantoran, ini senilai 1,986 miliar. Dukungan pengawasan termasuk di sini perencanaan, monitoring evaluasi dan administrasi senilai 10,5 miliar dan lebih kurang sekitar 50% anggaran Inspektorat Jenderal akan digunakan untuk gaji tunjangan operasional perkantoran senilai 51,5 miliar.

(18)

Mungkin demikian Bapak Pimpinan, Bapak/Ibu Anggota yang saya hormati. Selanjutnya kiranya berkenan Bapak Pimpinan, Bapak/Ibu Anggota untuk memberikan pandangan lebih lanjut untuk dapat meningkatkan tugas dan fungsi Inspektorat Jenderal saat ini dan yang akan datang.

Mungkin akhirnya, kami mengucakan Wabillahi Taufiq Wal Hidayah, Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

KETUA RAPAT:

Wa’alaikumsalam.

Terima kasih Pak Irjen.

Terakhir, dari Kepala BPIW. Silakan Pak Arief.

KEPALA BADAN PENGEMBANGAN IINFRASTRUKTUR WILAYAH KEMENTERIAN PUPR RI (Ir. RACHMAN ARIEF DIENAPUTRA, M, Eng.):

Baik.

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, Selamat pagi,

Salam sejahtera untuk kita semua.

Yang terhormat Bapak Pimpinan, Ketua, dan Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Bapak dan Ibu Pimpinan dan Anggota Komisi V DPR RI baik yang hadir secara langsung maupun virtual,

Kemudian Rekan-rekan Pejabat Tinggi Madya dari PUPR Bapak Sekjen, Bapak Irjen dan Bapak Kepala BPSDM.

Izinkan Pak Ketua, barangkali saya memperkenalkan diri saya dulu Pak Ketua. Saya Rachman Arief yang sejak tanggal 13 Agustus 2021 ditugaskan oleh Bapak Menteri untuk mengampu Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Bapak. Sebelumnya, saya di Direktorat Jenderal Bina Marga selaku Direktur Program dan terakhir saya sebagai Kepala Biro Perencanaan Anggaran dan Kerja Sama Luar Negeri.

Bapak dan Ibu yang saya hormati.

Sebagaimana undangan yang disampaikan kepada kami, bersama ini izinkan kami untuk melaporkan hasil evaluasi pelaksanaan APBN Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Tahun Anggaran 2021, serta Rencana Kerja Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Tahun Anggaran 2022.

(19)

Bapak/Ibu yang saya hormati.

Pada Tahun Anggaran 2021, BPIW diamanahi alokasi anggaran sebesar Rp163,02 miliar, terdiri dari rupiah murni Rp130,32 miliar dan Pinjaman Hibah Luar Negeri sebesar Rp32,70 miliar, dari semula alokasi sebesar Rp206,18 miliar. Setelah mengalami beberapa tahap refocusing, tahap refocusing I sebesar Rp57,3 miliar. Refocusing tahap II kami tidak mengalaminya, kemudian refocusing tahap III sebesar 4,06 miliar dan refocusing tahap IV sebesar Rp8,51 miliar. Sebagaimana diketahui bahwa refocusing tersebut dilaksanakan untuk mengamankan pelaksanaan pengendalian vaksin dan program vaksin nasional, penanganan pandemi Covid-19, dukungan anggaran perlinsos kepada masyarakat serta percepatan pemulihan ekonomi nasional. Di samping pelaksanaan refocusing tersebut, BPIW juga mengalami percepatan penarikan PHLN untuk kegiatan integrated tourism development program sebesar Rp26,70 miliar. Jadi dari semula 206,18 miliar, saat ini alokasi BPIW adalah sebesar Rp163,02 miliar.

Bapak/Ibu yang kami hormati.

Bahwa dampak refocusing tahap I di BPIW berpengaruh terhadap penundaan beberapa kegiatan, seperti penyusunan rencana induk dan program jangka menengah Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Kalayang di Provinsi Bangka Belitung, kemudian Kawasan Bandung Halim Celutu dan sekitarnya, kemudian Kawasan Industri Sumbawa Barat dan DPP Merauke dan sekitarnya.

Untuk kegiatan-kegiatan yang terkena refocusing di Tahap I, kami akan tetap mengupayakan output-nya, tetap dihasilkan melalui kajian swakelola dalam produk assessment maupun telaahan strategis.

Kemudian untuk pelaksanaan refocusing Tahap III dan Tahap IV, tidak berpengaruh terhadap capaian output karena bersumber dari penghematan belanja barang dan dari sisa lelang.

Bapak dan Ibu yang saya hormati.

Kegiatan-kegiatan utama yang telah dan sedang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2021 oleh BPIW adalah bahwa kami telah melaksanakan Forum Rakorbangwil bidang PUPR yang diikuti oleh 13 Kementerian dan Lembaga, di mana di dalam forum tersebut dihasilkan Kawasan Strategis Prioritas untuk ditangani bersama di Tahun 2022.

Kemudian Kawasan Strategis Prioritas dan program yang disepakati di dalam Rakorbangwil tersebut akan menjadi arahan program dalam pembahasan konsultasi regional Tahun 2021 yang melibatkan Bappeda

(20)

Provinsi dan seluruh Balai di Kementerian PUPR bekerjasama dengan Sekretariat Jenderal.

Beberapa Kawasan strategis yang disusun, dokumen perencanaan dan pemograman oleh BPIW pada Tahun 2021 antara lain PKSN Sabang, kemudian Kawasan Kemingking, Metropolitan Jabodetabek Kunjur, Metropolitan Banjar Bakula, destinasi pariwisata prioritas wakatobi, PKSN Atambua, kemudian Terusan Kanal Halmahera yang merupakan bagian dari Kawasan Ternate dan Sofifi, kemudian PKN Jayapura. Semua dokumen ini akan kami komunikasikan secara intens dengan Kementerian PUPR dan Kementerian Lembaga yang terkait untuk memastikan bahwa usulan program yang dihasilkan merupakan program yang paling prioritas untuk ditangani dalam upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi dan wilayah.

Program yang direkomendasikan harus dipastikan merupakan kebutuhan, bukan semata-mata karena keinginan.

Bapak/Ibu yang saya hormati.

Realisasi keuangan yang sudah kami capai sampai dengan tanggal 27 Agustus 2021 pada jam 16.00 WIB mencapai 43,51% dari rencana 47,47%.

Jadi masih ada deviasi sekitar 4%. Secara total akumulatif keuangan adalah sebesar Rp70,93 miliar untuk berbagai kegiatan baik swakelola, kontraktual, belanja modal, belanja operasional, maupun belanja pegawai. Sedangkan progress fisik adalah sebesar 4,53% dari rencana sebesar 55,48%. Adapun prognosis Tahun Anggaran 2021 kami perkirakan bisa dicapai sebesar 99%.

Bapak dan Ibu semua.

Untuk mempercepat progress fisik dan keuangan, ada beberapa hal yang akan kami upayakan untuk dilakukan. Yang pertama adalah penajaman jadwal pelaksanaan kegiatan dan percepatan revisi petunjuk operasional kegiatan apabila diperlukan, kemudian perubahan kegiatan dari semula pertemuan tatap muka menjadi daring maupun hybrid, daring dan luring.

Kemudian melaksanakan kegiatan perjalanan dinas survei ke daerah dengan level PPKM 2 atau 3 secara selektif dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan pencegahan Covid 19 yang ketat, serta upaya percepatan pelaksanaan dan penyerapan pinjaman luar negeri ITDP dan UDP melalui koordinasi bersama stakeholder terkait.

Adapun terkait dengan rencana kerja 2022 dapat kami laporkan bahwa pada tahun 2022, BPIW diamanahi alokasi sebesar Rp212,83 miliar untuk rupiah murni sebesar Rp130,36 miliar. Kemudian PHLN Rp82,47 miliar dari exercise usulan pagu indikatif sebesar Rp294,82 miliar dan usulan pagu kebutuhan sebesar Rp353 miliar.

(21)

Postur Pagu Anggaran BPIW Tahun Anggaran 2022 terdiri dari Belanja Pegawai sebesar Rp29 miliar, kemudian Belanja Barang Operasional sebesar Rp22 miliar, kemudian Belanja Barang Non Operasional sebesar Rp191,83 miliar.

Bapak/Ibu semua.

Dengan melihat kondisi terkini terutama harapan Bapak Menteri PUPR kepada BPIW, maka pada tahun 2022 BPIW merencanakan untuk melakukan kegiatan yang pokoknya adalah untuk mencapai keterpaduan perencanaan infrastruktur di berbagai wilayah sebagaimana yang disampaikan Bapak Ketua tadi di awal RDP ini.

Untuk Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah Nasional, mendapatkan alokasi sebesar Rp44,91 miliar. Adapun kegiatannya adalah pelaksanaan Rakorbangwil untuk penyiapan program Tahun Anggaran 2023, kemudian mid term review renstra Kementerian PUPR, penyusunan laporan kinerja Kementerian PUPR, dukungan unit kepatuhan internal dan management loan national urban development programme di BPIW.

Kemudian untuk Pusat Penguatan Infrastruktur Wilayah I yang mencakup Wilayah Kerja Sumatera dan Kalimantan mendapatkan alokasi sebesar Rp19,33 miliar dengan kegiatan adalah penyusunan rencana pengembangan infrastruktur wilayah di Pulau Sumatera dan Kalimantan, sinkronisasi penyusunan periodisasi program tahunan wilayah Sumatera dan Kalimantan. Kemudian pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pembangunan infrastruktur PUP di wilayah Sumatera dan Kalimantan, serta kajian khusus pada kawasan perkotaan dan Kawasan Ekonomi Sumatera, koridor pemeratan dan padat pusat pertumbuhan baru di Sumatera, Kepulauan Bangka Belitung dan Kepulauan Batam Bintan Karimun dan koridor pertumbuhan dan pemerataan bagian timur Kalimantan, koridor ekonomi dan perkotaan Kalimantan Bagian Barat.

Kemudian untuk Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah II, yaitu mencakup wilayah Jawa, Bali dan Kepulauan Nusa Tenggara mendapatkan alokasi sebesar Rp70,87 miliar. Adapun kegiatannya memang hampir mirip dengan Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah I, hanya berbeda adalah wilayahnya yaitu Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Adapun kajian khusus yang dilaksanakan di Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah II adalah kawasan selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, kemudian pada koridor tengah Pulau Jawa di lingkar Merapi, Merbabu, Lingkar West dan Lingkar Ijen, kemudian koridor pusat pertumbuhan baru di Bali dan di Nusa Tenggara Timur.

Untuk Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah III yaitu Pulau Sulawesi, Maluku dan Pulau Papua mendapatkan alokasi sebesar Rp19,34

(22)

miliar akan dilaksanakan penyusunan rencana pengembangan infrastruktur wilayah di Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku dan Pulau Papua, sinkronisasi penyusunan prioritasasi program di Sulawesi, Maluku dan Papua. Kemudian pemantauan dan evaluasi, pelaksanaan pembangunan infrastruktur PUPR di Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku dan Pulau Papua, serta kajian khusus koridor utara tengah Sulawesi, koridor selatan tenggara Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Pantai Utara Papua, koridor utara tengah Papua Barat dan Pegunungan Tengah Papua. Kemudian Sekretariat BPIW sebesar Rp58,37 miliar yaitu untuk dukungan-dukungan layanan perkantoran, administrasi perencanaan pemograman dan monev pemograman, pengelolaan keuangan, pengelolaan administrasi umum BMN, kepegawaian, ortala serta komunikasi publik serta dukungan administrasi lainnya.

Bapak dan Ibu yang terhormat.

Izinkan menyampaikan bahwa Bapak Menteri PUPR menugaskan BPIW untuk dapat memberikan pertimbangan kepada Beliau terkait periodisasi program PUPR, untuk memastikan bahwa program yang dibuat memang merupakan program yang dibutuhkan untuk percepatan pertumbuhan ekonomi dan wilayah. BPIW diharapkan dapat menjadi integrator dan kolaborator program di PUPR. Untuk itu, BPIW akan senantiasa berkomunikasi dengan Direktorat Jenderal ABCP dan Kementerian Lembaga yang lain untuk bisa lebih baik lagi berkomunikasi.

Kemudian ada kegiatan terkait dengan penyusunan dokumen rencana pengembangan infrastruktur wilayah untuk pulau dan kawasan. Dari sini diharapkan akan dapat dijadikan batu loncatan untuk percepatan integrasi program. Karena dari BPIW tersebut akan dapat dihasilkan rencana infrastruktur PUPR tahunan pada kawasan prioritas atau kawasan prioritas baru berdasarkan hasil analisa berikut rekomendasi sumber pembiayaannya.

Bapak/Ibu Pimpinan.

Demikian yang dapat saya laporkan. Selanjutnya mohon arahan dan masukan dari Bapak dan Ibu Pimpinan dan Anggota Komisi V DPR RI yang saya hormati.

Akhirulkata,

Wabillahi Taufiq Wal Hidayah,

Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, Selamat pagi dan,

Salam sehat untuk semuanya.

Terima kasih.

(23)

KETUA RAPAT:

Terima kasih Pak Rachman Arief.

Selamat Pak ya dengan jabatan yang baru, semoga semakin erat hubungan kemitraan antara Komisi V dengan Kementerian ditambah lagi ada 1 pejabat baru di Kementerian PUPR, Pak Rachman Arief sebagai Kepala BPIW. Beliau ini tentu tidak asing lagi bagi kita, Komisi V sudah sangat familiar dengan Beliau.

Kita dukung Pak. Baik.

Bapak/Ibu sekalian.

Demikian sudah paparan dari mitra kita yang rapat pada hari ini karena kalau untuk BPSDM, Sekretaris Jenderal, Inspektorat Jenderal, kemudian BPIW ini saya rasa cukuplah ya, tidak kita berlama-lama karena energi kita nanti sore kelihatannya mulai lumayan, nanti jam 2. Namun demikian, pendalaman tetap saya berikan kesempatan sebagaimana mestinya. Di tempat Pimpinan sudah ada daftar. Yang pertama Pak Hamka, yang berikutnya Bu Sadarestuwati, nanti dilanjutkan Ibu Sri Rahayu.

Silakan Pak Hamka.

F-PG (Drs. HAMKA B. KADY, MS.):

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Selamat Pagi,

Salam sejahtera dan,

Salam sehat untuk kita semua.

Pimpinan dan seluruh Anggota yang saya hormati dan banggakan,

Bapak Sekjen, Bapak-bapak dari Badan di lingkungan Direktorat Kementerian PUPR.

Tidak banyak Pak Ketua, saya hanya menggarisbawahi bahwa satu- satunya yang tidak berkurang anggarannya tahun 2022 adalah ada 2, bukan satu-satunya sebenarnya, yaitu BPIW dengan Inspektorat Jenderal. Itu yang kita lihat bahwa untuk Pak Sekjen ini dengan BPSDM semua turun, hanya ada 2 yang bertahan malah naik. Yang ingin saya sampaikan disini bahwa khususnya kepada Pak Inspektorat Jenderal dengan naiknya anggaran bukan berdasarkan refocusing, saya sangat berharap bahwa kegiatan pengendalian intern itu lebih ditingkatkan dan ada hasil yang perlu kita ketahui. Tadi terima kasih Pak Inspektorat tadi, Pak Irjen sudah menyampaikan bahwa sudah

(24)

menindaklanjuti temuan-temuan BPK. Bukan hanya itu, karena sasarannya tadi mengawasi 138 sekian juta yang kira-kira ada tidak problem yang di situ yang kita kira-kira bisa kita bantu memikirkan dengan baik.

Nah saya berharap bahwa ada satu contoh exercise, misalnya temuan dan penyelesaian seperti apa. Misalnya, ada temuan-temuan yang terjadi tidak sesuai dengan kontrak yang telah ditetapkan. Itu misalnya seperti itu, ada exercise seperti itu yang bisa disampaikan kepada kami. Contoh saja ya sekedar memberi contoh saja, karena saya sangat mengharapkan pengendalian intern di lingkungan Kementerian PUPR ini lebih ditingkatkan lagi utamanya pengendalian dari sisi anggaran.

Kemudian Pak Sekjen. Kalau memperhatikan pengurangan anggaran ini, catatan saya jangan sampai tunjangan kinerja yang menjadi beban refocusing dalam kegiatan Bapak. Kami tidak tahu ke depan apakah masih terjadi refocusing atau tidak. Ini masih suatu ketidakpastian. Nah kita harus memang pandai-pandai memilah dan memilih persiapan-persiapan itu.

Jangan sampai mengganggu kinerja Bapak-bapak semuanya. Kami paham, jauh, sangat jauh turun. BPSDM juga turun. Jadi pintar-pintar memilah dan memilih sebenarnya yang mana, apalagi nanti kita menghadapi ke depan ini, apakah lagi turun nanti atau tidak. Nah ini harus kita cermati benar, karena tahun 2022 itu masih kita berada pada posisi ketidakpastian terhadap kapan berakhirnya pandemi ini.

Saya kira itu saja Pak Ketua.

Saya titipkan khusus stressing saya pada Inspektorat Jenderal yang begitu apa namanya luas cakupannya dan kami berharap tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama. Tentu sasaran-sasaran pengawasan dan pengendalian intern yang menjadi garis bawah, pengendalian intern. Jangan sampai ada temuan yang besar, baru kita lakukan apa namanya, penanggulangan. Jangan sampai terjadi kejadian-kejadian yang tidak kita kehendaki. Ambil salah satu contoh misalnya ada kasus misalnya tidak sesuai kontrak, ada bangunan yang tidak sesuai kontrak, dan sebagainya-dan sebagainya. Itu yang menjadi fokus sehingga kita cepat mengendalikan kegiatan itu ke arah yang benar. Saya kira itu saja Pimpinan.

Terima kasih.

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

KETUA RAPAT:

Terima kasih Pak Hamka.

(25)

Pengendalian Internal Pak Irjen. Saya juga fokusnya di situ Pak. Nanti akan kita dalami.

Silakan selanjutnya Bu Sadarestuwati, bersiap-siap Bu Sri Rahayu.

F-PDIP (Hj. SADARESTUWATI, SP., MMA):

Terima kasih Pimpinan.

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, Selamat siang,

Salam sejahtera untuk kita semuanya.

Yang saya hormati Pimpinan dan seluruh Anggota Komisi V,

Yang saya hormati seluruh jajaran Kementerian PUPR, ada Pak Sekjen, ada Kepala BPIW,

Kemudian dari BPSDM dan juga satu lagi dari Pak Inspektorat Jenderal beserta seluruh jajaran.

Langsung saja. Tadi sudah disampaikan oleh Pak Hamka, kok lupa sih ya, lama kayaknya tidak ketemu ya? Ya jadi langsung saja, ini karena Covid jadi budel semuanya.

Untuk Bapak Kepala BPIW, ini yang sudah lama sekali kita kenal, kok terus akhirnya nyantol di BPIW. Ya saya menanyakan, hanya menanyakan saja ini berkaitan dengan selingkar wilis, kan dulu menjadi prioritas juga, kok tadi dibaca tidak ada ini. Saya mohon penjelasannya, karena saya yakin apa yang dilakukan oleh BPIW, tentunya dengan harapan untuk bisa mencakup atau mendorong pertumbuhan perekonomiaan di daerah-daerah di sekitarnya, di mana pembangunan-pembangunan yang ada bisa terkoneksi antara satu wilayah dengan wilayah yang lainnya.

Kemudian yang kedua Pak Irjen. Kami sangat memahami memang anggaran yang karena refocusing ini tidak sedikit. Pak Menteri juga beberapa waktu yang lalu menyampaikan bahwasanya pemotongannya memang cukup besar, sehingga salah satunya adalah perjalanan dinas dari kementerian ini kena pangkas yang cukup besar. Atau mungkin boleh jadi tidak ada perjalanan dinas ya Pak? Akan tetapi tentunya pandemi tidak boleh menjadi suatu alasan untuk tidak melakukan pengawasan secara terus menerus, mengingat ini kita tengok ke belakang bahwasanya proses pelelangan itukan terfokus dilakukan oleh satu badan. Nah saya dulu pernah menyampaikan bahwasanya janganlah dengan serta merta penawaran yang terendah itu menjadi pemenang. Akan tetapi ternyata ini juga menjadi persoalan tersendiri di teman-teman di Balai, karena ada ketakutan-ketakutan. Sementara ya namanya pengusaha kan ada saja caranya untuk ingin menang, ditawar serendah mungkin, kemudian kalau tidak nutup ya ditinggal melayu. Jangan

(26)

sampai itu terjadi dan ini cukup banyak terjadi hal seperti ini sehingga kualitas ini dinomorsekiankan. Mestinya, ini tugasnya Pak Irjen, mestinya kalau penawaran ini sudah tidak apa Namanya realistis, ini harusnya pengawasannya apa lebih ketat lagi, karena kalau sudah di bawah 60%, itu sesuatu yang saya kira mendapatkan kualitas itu sesuatu yang mustahil, hil yang mustahal untuk bisa mendapatkan kualitas yang bagus.

Apa

Nah maka dari itu, saya tentunya meminta kepada Pak Irjen, tadi saya katakan pengawasan ini harus benar-benar terus menerus dilakukan. Karena anggaran cukup besar kalau kemudian hasil yang kita dapatkan ini tidak sesuai harapan, atau hasil kualitas dari yang didapatkan ini amburadul, tentunya kita sendiri nanti yang apa terkena dampak, ya kan? Apalagi masyarakat. Sekarang ini masyarakat ini sudah protes terus menerus dan sangat-sangat apa kritis untuk menghadapi itu semua.

Saya kira itu untuk Pak Irjen dan untuk BPSDM, untuk Pak Sekjen, saya memberikan apresiasi sebenarnya untuk Kementerian PUPR ini. Saya melihat dari kementerian yang ada, Kementerian PUPR boleh dikatakan paling baik loh untuk di dalam apa melakukan penempatan-penempatan atau pengisian pada posisi-posisi jabatan di kementerian. Karena saya katakan Kementerian PUPR ini paling tidak ngawur. Jadi benar-benar diambilkan orang dalam yang memang memahami dan mengerti betul, maka BPSDM inilah menjadi peran, memiliki peran yang sangat besar. Jadi jangan sampai kemudian orang yang mempunyai kemampuan katakanlah di bidang di SDA, nanti ditaruhlah mungkin di Bina Marga atau di apa. Nah kalau toh memang harus begitu, ini tentunya harus ada penilaian yang lebih teliti lagi.

Saya harapkan tentunya ke depan Kementerian PUPR ini benar-benar menjadi satu, apa ya, apa mbak jenenge, menjadi apa tolak ukur atau contoh bagi Kementerian yang lain dan harapan kita karena infrastruktur ini tentunya berpijaknya dan bersandar ya pada Kementerian PUPR. Bahkan saya dulu pernah ngomong kalau bukan kementerian teknis ya ojo ngerja’no yang bersifat teknis, serahkan kepada ahlinya supaya bisa mendapatkan hasil yang baik. Nah harapan kami Kementerian PU tetap bisa menjalankan ini semuanya dan jangan dirubah lagi pola-pola seperti ini. Jenjang karir, tetap harus dilakukan dan sesuai dengan kemampuan.

Saya kira itulah dari saya, tidak akan banyak yang saya sampaikan.

Sekali lagi, saya mengapresiasi kinerja dari Kementerian PUPR.

Terima kasih.

Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

(27)

KETUA RAPAT:

Terima kasih Bu Restu.

Silakan Bu Sri Rahayu.

Bersiap-siap Pak Ishak Mekki.

F-PDIP (SRI RAHAYU):

Terima kasih Pimpinan.

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Pimpinan dan Anggota Komisi V yang saya hormati,

Bapak Sekjen, Pak Inspektorat dan BPSDM maupun dari BPIW.

Baik. Pak, saya sedikit saja juga. Tadi dari semuanya ya tidak hanya dari yang pada hari ini kita melakukan Rapat Dengar Pendapat ini untuk apa menyampaikan data-data bahwa refocusing-nya cukup banyak, kemudian bahkan mulai dari 1, 2, 3 dan 4 dan yang saya perhatikan adalah bahwa salah satu diantaranya tidak boleh menerima honorarium. Saya tidak bisa membayangkan ya di masa Covid ini memang semuanya lemah lesu karena itu. Lalu refocusing-nya antara lain tidak, honorarium pun juga tidak mendapatkan begitu.

Lalu kira-kira saya ingin mungkin dari ke empat-empatnya, dari refocusing yang ada ini dengan adanya yang tadi tidak boleh itu kayak ada kaitannya, kira-kira yang dirasakan. Saya yakin semuanya merasakan yang dirasakan oleh Bapak-bapak ini di dalam kinerjanya, apa yang menyebabkan dalam arti berpengaruh secara fatal sehingga dari segi quality ataupun kinerja itu sangat-sangat berpengaruh terhadap hal itu. Meskipun Bapak sudah melaksanakan ini yang di-refocusing dengan harapan yang lain tidak terpengaruh, tetapi pasti dalam proses dalam perjalanan itu pasti terasakan begitu. Untuk itu, saya mohon dari ke empat-empatnya kira-kira apa yang Bapak-bapak rasakan, kenapa ini saya tanyakan? Artinya, nanti ketika kita menyusun DIPA di tahun 2022 itukan bisa mengotak-ngatik kembali mana yang memang bisa diarahkan kepada, supaya tidak mengurangi kinerja terutama kualitas dan kuantitas dari pekerjaan Bapak-bapak sekalian.

Kemudian yang kedua Pak Sekjen, saya tadi ingin mungkin pertanyaan dari orang yang tidak mengerti ya. Inikan ada tugas Bapak antara lain adalah memberikan fasilitasi terhadap infrastruktur dari daerah. Saya mohon diberikan sedikit, saya tahu mungkin DAK dan sebagainya tahu, secara teknisnya seperti apa, saya mohon diberikan sedikit penjelasan.

(28)

Kemudian selanjutnya dari BPSDM, tadi sudah dirinci secara jelas bahwa kebutuhan di tahun 2021 kemudian di tahun 2022 tentu akan berkelanjutan. Yang ingin saya tanyakan selanjutnya adalah bahwa di dalam Pendidikan mungkin beasiswa ini ya Pak ini ya? Di Politeknik dari 508, realisasinya 433, ini di tahun 2021. Artinya, untuk memenuhi itu tidak terlalu besar. Kemudian yang kerja sama magister 279 dan 271 sudah tercapai. Nah ini apakah akan diselesaikan di tahun 2022 itu selesai? Karena kalau saya lihat jumlahnya sedikit, lalu bagaimana program-program selanjutnya untuk memenuhi kebutuhan dari tadi sudah disampaikan oleh Bu Restu bahwa mungkin juga ada yang pensiun dan sebagainya. Tentu ada range ataupun susunan yang akan membuat Bapak untuk membuat rencana-rencana selanjutnya dalam rangka untuk meningkatkan kualitas dari sumber daya manusianya.

Selanjutnya ke Inspektorat, tadi sudah disinggung. Pengawasan yang Bapak lakukan banyak yang virtual, kemudian saya tidak bisa membayangkan ya kalau pengawasan itu secara virtual. Ya namanya kita-kita teknologi inikan sangat-sangat sudah maju sekali ya, sudah sangat maju sekali bagaimana Bapak-bapak Kepala ini bisa melihat secara utuh. Bagaimana bisa percaya secara utuh terhadap pengawasan-pengawasan yang dilakukan secara virtual karena tentu kita menginginkan sesuatu yang riil, sesuatu yang nyata sesuai dengan perencanaan. Lalu pengawasannya secara virtual, saya tidak bisa membayangkan ini bila ada masalah baru turun. Bisa saja meskipun virtual tidak ada masalah, meskipun ada masalah itu juga bisa terjadi. Lalu kira-kira seperti apa nanti hasil dari pengawasannya kalau dilakukan secara virtual?

Nah ini kaitannya dengan tentu anggaran-anggaran tadi untuk bagaimana melakukan refocusing, bagaimana dengan memperhatikan hal-hal tersebut.

Kemudian yang terakhir dari BPIW. Antara ain adalah Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah ini tugasnya adalah salah satu diantaranya memberikan pertimbangan ya Pak, mana-mana yang itu. Kira- kira 3 atau sampai 5 pertimbangan apa yang dibuat oleh Bapak, yang dipakai oleh Bapak yang utama, yang paling utama yang bisa dipegang, sehingga titik itu, tempat itu yang akan dikembangkan infrastrukturnya di wilayah tersebut.

Karena kalau kita lihat kan Sumatera ini-ini yang dipakai, nah itu apa kira-kira yang dijadikan pertimbangan utama, pertimbangan pokok yang sehingga itu terpilih untuk dijadikan wilayah yang memang infrastrukturnya dikembangkan.

Tentu ini juga memerlukan pada akhirnya kan nanti akan memerlukan biaya untuk mengembangkan wilayah tersebut. Saya kira itu Pimpinan.

Terima kasih.

Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

(29)

KETUA RAPAT:

Terima kasih Bu Sri Rahayu.

Selanjutnya silakan Pak Ishak Mekki, bersiap-siap Pak Muhammad Fauzi.

F-PD (IR. H. ISHAK MEKKI, M.M.):

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Pimpinan yang saya hormati beserta Anggota Komisi V,

Juga yang saya hormati Inspektorat Jenderal BPIW, BPSDM dan Perumahan Kementerian PUPR serta jajarannya.

Saya tidak banyak untuk menyampaikan pertanyaan, namun ini sangat menggema di mana-mana masalah pengawasan ini, masalah temuan-temuan ini. Ya terutama saya bertanya kepada Inspektorat Jenderal. Memang ya Inspektorat Jenderal hasil dari pemeriksaan BPK Wajar Tanpa Pengecualian, itu kita apresiasi dengan setinggi-tingginya karena tidak mudah untuk mencapai WTP itu. Namun bukan berarti itu sudah benar, sudah bagus, sudah sesuai dengan rencana, itu belum tentu. Banyak yang kita saksikan setelah laporan BPK selesai WTP dan pekerjaannya sudah selesai, ada laporan dari LSM, masyarakat itu menjadi temuan dan menjadi temuan itu tidak hanya sekedar dapat diselesaikan begitu saja dan tragisnya berakhir di penjara. Nah ini banyak kejadian-kejadian terutama pegawai PU. Saya di Kementerian PU ya cukup memberikan apresiasi dibandingkan dengan Dinas PU Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Nah namun ini tetap juga ada apa yang saya sampaikan tadi, pekerjaan sudah selesai, administrasi sudah baik, laporan-laporan sudah dijalankan dengan semestinya, ada begitu, ada laporan dari, saya ini ada penyimpangan dan sebagainya dan temuannya sangat klasik, kurang volume, soal pelelangan tapi dan juga soal kurangnya kelebihan bayar dan sebagainya. Nah ini yang sering ditemukan.

Nah harapan saya bagaimana supaya Inspektorat Jenderal ini bisa dengan maksimal turun ke lapangan dan anggaran ini menurut saya sangat sedikit, sangat sedikit karena ini wilayah Indonesia dan berapa puluh ribu paket tadi. Nah ini sangat crucial. Nah kedua, harapan saya juga karena banyak sekali di Dinas PU Provinsi, maupun Kabupaten/Kota biarpun itu adalah kewenangan gubernur dan bupati/walikota, tetapi di situ ada dana DAK, ada dana bantuan loan, ada juga dana yang masyarakat dan sebagainya. Nah ini juga harapan saya, Kementerian PU menjadi trigger, menjadi penasehat ataupun memberikan bimbingan atau pembekalan kepada Dinas PU Provinsi, Kabupaten/Kota. Karena itu juga ada dana dari APBN, karena kita prihatin setiap hari ada diperiksa Jaksa periksa Polisi dan berakhir terbukti masuk ke pesantren.

(30)

Nah ini tentunya yang saya harapkan. Kedua, BPIW. Rencana kegiatan BPIW Tahun 2022. Di sini, Pusat Pengembangan Infrastruktur PUPR Wilayah I sampai wilayah berapa inikan? Ya IV. Nah di sini memang sedikit sekali dananya 19,33 miliar untuk Sumatera Selatan. Di sini cuma Sumatera, tentunya Sumatera itu luas sekali kan, luas sekali. Nah hasilnya tentunya produk-produknya banyak ini hasilnya untuk perencanaan ini kan. Nah apakah perencanaan ini dapat jadi bahan acuan balai untuk melaksanakan pekerjaan di daerahnya masing-masing? Ini saja mungkin yang dapat saya sampaikan.

Terima kasih.

Billahi Taufiq Wal Hidayah,

Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

KETUA RAPAT:

Terima kasih Pak Ishak Mekki.

Pak Muhammaf Fauzi silakan, bersiap-siap Pak Suryadi.

F-PG (M. FAUZI, S.E.):

Ya, terima kasih.

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Yang saya hormati Ketua Komisi V,

Yang saya hormati Teman-teman Komisi V,

Yang saya hormati Bapak-bapak/Ibu-ibu dari PUPR yang maaf tidak bisa saya sebutkan satu per satu namanya.

Saya juga tidak banyak-banyak Pak, sedikit-sedikit saja Pak Ketua.

Yang pertama, saya ingin menyampaikan apresiasi dari 4 Pejabat PUPR yang baru saja menyampaikan apa yang disampaikan.

Yang pertama, saya ingin sedikit meminta informasi lanjutan atau memperdalam dari Bapak Sekretaris Jenderal, di mana untuk Pusat Data dan Teknologi Informasi merupakan satker yang mendapatkan alokasi terbesar Pak, tetapi juga dari penyerapannya ini yang paling rendah Pak. Nah saya ingin mengetahui kira-kira kenapa seperti itu dan kemudian apa langkah- langkah yang akan dilakukan dalam rangka penyerapan yang masih perlu ditingkatkan itu Pak. Itu yang pertama untuk Pak Sekretaris cukup satu saja Pak.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Terima kasih Pimpinan. Pak Dirjen, semua Dirjen yang hadir, dan Bapak/Ibu Anggota Komisi IV yang saya hormati. Saya punya beberapa hal yang ingin saya kritisi. Yang pertama terkait

Silakan Pak Syarif. Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Pimpinan yang saya hormati, Anggota-Anggota Komisi V, Para Sekjen dan seluruh jajaran. Pertama, ke

Yang saya hormati para Wakil Ketua serta teman-teman di Komisi V, Yang saya hormati Bapak Menteri dan Wakil Menteri beserta jajarannya. Dalam kesempatan ini saya singkat-singkat

Yang saya hormati pula Bapak-Bapak Ibu-Ibu dari BASARNAS yang maaf tidak bisa saya sebutkan satu persatu namanya. Yang pertama saya ingin sedikit menyambung apa yang

Terima kasih Pak Ilham dari Poksi Golkar.. Selanjutnya dari Gerindra silakan Mas Dewo. Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh. Yang saya hormati Pimpinan, Pak Menteri

Saya akan coba mengakomodir, menjawab, yang menjadi sorotan dan pertanyaan Bapak-Ibu semuanya karena inilah memang potretnya RRI, turut berbangga juga karena

Ya. Assalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh. Nama saya Nova, sebagai penasehat di SPJICT. Jadi kalau mendengar nama serikat mungkin pasti bapak-bapak tadi saya

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang saya hormati Pak Ketua, Pimpinan, Anggota Dewan yang terhormat, Pak Sekjen dan para Eselon I. Saya kira apa yang kita lakukan