BAB III
METODE PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat Penelitian
Penelitian ini berlokasi di basecamp komunitas Tuban Graffiti (Tubgraff) yang terletak di Jl. Diponegoro Gg. Wijaya Kusuma 2 Nomor 53, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban Jawa Timur, dan di lima lokasi yang digunakan sebagai media untuk proses wall production (graffiti prodo), yaitu sepanjang tembok pagar selatan Hotel Mustika Tuban, Desa Kawatan Kecamatan Tuban, Jl. Pemuda, Terminal Lama serta Gedung Tridharma Tuban.
2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian dilaksanakan selama sebelas bulan yaitu pada bulan Maret 2019 sampai bulan Januari 2020. Pelaksanaan sebelas bulan waktu penelitian merupakan upaya mendalami bagaimana proses pembelajaran di komunitas Tubgraff berlangsung.
B. Metode dan Pendekatan Penelitian
Berdasarkan masalah yang dikaji, yang lebih terfokus pada nilai-nilai pendidikan dalam graffiti jamming di komunitas Tubgraff, maka bentuk penelitian dan strategi yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif.
Menurut Sugiyono (2013:21) Penelitian kualitatif bisa menghasilkan informasi yang deskriptif yaitu memberikan gambaran yang menyeluruh dan jelas terhadap situasi sosial yang diteliti, komparatif berbagai peristiwa dari situasi sosial satu dengan situasi sosial yang lain atau dari waktu tertentu dengan waktu yang lain; atau dapat menemukan pola-pola hubungan antara aspek tertentu dengan aspek yang lain, dan dapat menemukan hipotesis dan teori.
Sedangkan penelitian kualitatif menurut Bogdan dan Tylor adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau commit to user
lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati (Margono, 2010:36).
Sehingga pendekatan kualitatif dapat menerjemahkan peristiwa dan proses- proses yang terjadi terhadap individu maupun kelompok di tempat penelitian dengan detail dan mendalam.
Berdasar pada masalah yang diteliti maka strategi penelitian yang digunakan bersifat tunggal terpancang. Maksud dari strategi studi kasus tunggal terpancang ini adalah penelitian di dalam proposalnya sudah memilih dan menentukan variabel yang menjadi fokus utama sebelum memasuki lapangan studinya (Sutopo, 2002 : 112). Adapun yang diteliti dalam penelitian ini adalah studi kasus mengenai bagaimana latar belakang lahirnya komunitas Tubgraff dan nilai-nilai pendidikan dalam graffiti jamming di komunitas Tubgraff. Sedangkan untuk studi kasus adalah studi kasus tunggal karena penelitian hanya dilakukan pada satu sasaran, satu lokasi atau satu subjek yaitu akan dilaksanakan pada saat jamming komunitas Tubgraff.
C. Data dan Sumber Data
Data inti yang dikumpulkan dalam penelitian kualitatif adalah perilaku yang nyata berupa penglihatan, pendengaran, pengajuan pertanyaan, dan pengumpulan benda-benda (Gunawan, 2015: 142).
Bila dilihat dari sumbernya, data dapat dibagi menjadi sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, dan sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen (Sugiyono, 2013:62). Adapun sumber data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.Informan (narasumber).
Informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberi informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitiannya (Moloeng, 2009:132).
Informan dalam penelitian ini adalah Akbar Kusuma Anjasmara alias Jast571 sebagai ketua komunitas Tubgraff serta beberapa anggota aktif komunitas Tubgraff. commit to user
2. Tempat dan peristiwa.
Tempat dan peristiwa yang dimaksud adalah lokasi jamming atau bisa disebut sebagai tempat pembelajaran para anggota komunitas Tubgraff.
Peristiwa merupakan segala kejadian yang dijumpai di lokasi penelitian pada saat penelitian berlangsung. Berdasarkan semua peristiwa yang dijumpai peneliti, hanya dipilih peristiwa yang berhubungan dengan latar belakang terbentuknya komunitas dan nilai-nilai pendidikan dalam graffiti jamming di komunitas Tubgraff.
3. Arsip dan dokumen.
Arsip dan dokumen merupakan sumber data atau informasi yang berupa gambar, tulisan, atau rekaman peristiwa. Pada penelitian ini gambar yang diambil adalah dokumentasi kegiatan jamming dan seputar latar belakang terbentuknya komunitas Tubgraff, video dokumentasi, serta tulisan-tulisan yang berhubungan dengan Graffiti Prodo dan Komunitas Tubgraff.
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan hal terpenting yang harus dijalankan dalam mengadakan suatu penelitian agar dapat memperoleh data yang sesuai dengan apa yang diharapkan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa teknik yaitu:
1. Wawancara Mendalam
Dalam mencari data di lapangan, diperlukan teknik pengumpulan data yang tepat dan akurat Menurut Deddy Mulyana, pengertian wawancara mendalam adalah bentuk komunikasi antara dua orang, melibatkan seseorang yang ingin mendapatkan informasi dari seorang lainnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, berdasarkan tujuan tertentu (2002:180).
Penelitian ini menggunakan teknik wawancara tidak terstruktur atau biasa disebut sebagai “wawancara mendalam”, yang mana teknik tersebut bersifat terbuka “open-ended” dan mengarah pada kedalaman informasi guna mendapatkan data dengan struktur tidak formal dengan pernyataan commit to user
yang semakin terfokus serta informasi yang dikumpulkan semakin jauh dan mendalam. Wawancara mendalam bersifat lentur, bahkan dapat dilakukan beberapa kali sesuai dengan keperluan penelitian yang dengan kejelasan dan kemantapan masalah yang sedang dijelajahi, sehingga akan diperoleh data yang rinci, jujur, dan mendalam dari informan (narasumber) (Sutopo, 2002:59). Pada saat wawancara, peneliti menggunakan handphone sebagai media rekam yang menyimpan data dalam bentuk audio guna menghindari permasalahn lupa, atau penyajian data yang tidak runtut, supaya data bersifat valid. Peneliti juga menggunakan alat berupa kamera untuk mendokumentasikan proses wawancara sebagai bukti wawancara. Keunggulan utama wawancara ini adalahmemungkinkan peneliti mendapat jumlah data yang banyak, sebaliknya kelemahannya ialah karena wawancara melibatkan aspek emosi, maka kerja sama yang baik antara pewawancara dan yang diwawancarai sangat diperlukan (Jonathan Sarwono, 2006 225). Informan dalam wawancara ini adalah ketua komunitas Tubgraff yaitu Akbar Kusuma Anjasmara serta beberapa anggota aktif komunitas Tubgraff
2. Pengamatan Terlibat
Menurut pendapat Spradley pengamatan terlibat dilaksanakan dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan masalah penelitian, agar dapat diperoleh pemahaman mengenai proses-proses dan tindakan suatu objek yang diteliti (S. Subiantoro, 2010:91). Pengamatan terlibat dilakukan sebagai upaya melihat secara lebih dekat dengan objek yang diteliti. Pada pengamatan terlibat menurut Slamet Subiantoro (2010) proses pengumpulan data ini peneliti melibatkan diri dalam proses, namun demikian keberadaan peneliti bukan sebagai ‘orang dalam’ (pihak yang diteliti) sama sekali, melainkan hanya berusaha menjadi ‘orang dalam’
yang terbatas pada tujuan ingin memahami segala proses dan peristiwa selama melakukan pengamatan (hal. 92). Keterlibatan secara langsung tanpa ikut larut dalam kondisi tempat penelitian akan membuat peneliti lebih leluasa melakukan analisis hasil pengamatan. Posisi peneliti itu commit to user
sendiri dapat menbantu dalam mempertahankan objektivitas data yang diperoleh peneliti.
Pada proses pengamatan terlibat ini diperoleh data mengenai tempat dan peristiwa. Data yang akan diperoleh melalui tempat dan peristiwa dari pengamatan terlibat yaitu, Nilai-Nilai Pendidikan dalam Graffiti Jamming di Komunitas Tuban Graffiti. Nilai-nilai pendidikan dalam graffiti jamming di komunitas Tuban Graffiti yang diamati merupakan implementasi nilai-nilai pendidikan dalam komunitas yang mencakup empat pilar pendidikan UNESCO yaitu: learning to know, learning to do, learning to be dan learning to live together.
3. Analisis Dokumen/Arsip
Analisis dokumen merupakan pengumpulan data berdasarkan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan, cerita, biografi, peraturan, dan kebijakan. Dokumen yang berbentuk gambar misalnya foto, gambar hidup, sketsa, dan lain-lain. Dokumen yang berbentuk karya misalnya karya seni, yang dapat berupa gambar, patung, film dan lain-lain.
Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif (Sugiyono, 2013:240). Pada penelitian ini dokumentasi yang digunakan berupa foto dokumentasi kegiatan komunitas Tubgraff, dokumentasi proses berkarya anggota komunitas Tubgraff, serta buku-buku yang mendukung penelitian.
E. Teknik Uji Validitas Data
Data merupakan bagian penting dalam penelitian, maka harus diuji kebenaran dan keabsahannya. Validitas data dalam penelitian ini mutlak diperlukan, agar hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Peneliti mengumpulkan data mengenai pelaksanaan nilai-nilai pendidikan dalam graffiti jamming dari berbagai sumber. Data yang berasal dari berbagai commit to user
sumber tersebut kemudian diuji kebenaran dan keabsahannya melalui cara sebagai berikut:
1. Triangulasi Data
Triangulasi sebagai teknik pemeriksaan keabsahan data dengan cara memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu sendiri, untuk keperluan pengecekan data atau sebagai pembanding terhadap data itu (Gunawan, 2015:219). Untuk memperoleh data yang valid dalam penelitian ini, peneliti mengkaji kembali data yang diperoleh, yaitu berupa daftar hasil wawancara informan, observasi, dan analisis dokumen atau arsip. Selanjutnya, diuji kembali melalui wawancara dengan informan terkait. Hal ini dilakukan untuk memperoleh kecocokan data antara dokumen arsip dan yang diperoleh dengan informan, sehingga semakin memperjelas fakta yang ada di lapangan.
2. Review Informan
Review informan dilakukan untuk menambah data dimana data yang sudah terkumpul ditanyakan kembali kepada informan kunci (key informant), sehingga diperoleh data yang telah disetujui sebagai data yang valid. Untuk lebih memperkuat data di sini peneliti menunjuk Akbar Kusuma Anjasmara selaku ketua komunitas Tubgraff.
F. Teknik Analisis Data
Teknis analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data kedalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data (Moloeng, 2009:280). Proses analisis data dimaksudkan untuk mendapatkan pemahaman data dan penarikan simpulan data yang telah terkumpul melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis jalinan yaitu, ketiga komponen analisis (sajian data, reduksi data, penarikan kesimpulan dan verifikasi) saling menjalin dan dilakukan secara terus-menerus di dalam proses pelaksanaan pengumpulan data. Ketiga komponen tersebut saling terjalin dan masih akan tetap dilakukan commit to user
pada waktu pengumpulan data berakhir, dan dilanjutkan sampai pada waktu proses penulisan laporan berakhir (Sutopo, 2002:94).
G. Prosedur Penelitian
Prosedur maupun langkah-langkah dalam penelitian ini melalui tahapan- tahapan sebagai berikut:
1. Tahap Pra Lapangan
a. Persiapan penyusunan proposal.
b. Melakukan survei lapangan atau tempat penelitian untuk mengenal lebih situasi lingkungan.
c. Mengurus segala macam bentuk perizinan beserta surat keterangan penelitian dari pihak Fakultas dan Universitas.
d. Mempersiapkan perlengkapan alat pendukung seperti: alat tulis, perekam data, surat perizinan, dan lain-lain.
e. Menyusun instrumen riset, seperti: interview guide, dan pedoman untuk observasi lapangan.
2. Tahap Pekerjaan Lapangan
Tahap proses pengumpulan data observasi tempat di basecamp komunitas Tubgraff. Pengumpulan data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan Akbar Kusuma Anjasmara, selaku ketua komunitas Tubgraff, dan beberapa anggota aktif komunitas Tubgraff. Pengumpulan data melalui alat pendukung yaitu dokumentasi dengan menggunakan handphone untuk pengambilan proses kegiatan pembelajaran, serta dokumentasi hasil karya graffiti di beberapa titik lokasi jamming.
3. Tahap Analisis Data
Pada tahap analisis data telah dijelaskan dan digambarkan secara umum seperti di atas, bahwa data awal yang diperoleh dan diseleksi berdasarkan dari hasil observasi langsung di lapangan, wawancara atau interview dengan informan, maupun dokumentasi sehingga dapat tersusun penarikan kesimpulan atau verifikasi.
commit to user
Adapun bentuk model yang digunakan dalam analisis data pada penelitian ini di dalamnya mencakup antara lain, yaitu:
a. Reduksi data b. Penyajian data
c. Penarikan kesimpulan/verifikasi 4. Tahap Penyusunan Laporan
Bagian terakhir dari prosedur penelitian yaitu penyusunan hasil laporan dari mulai pelaksanaan proses awal sampai dengan akhir penelitian, sampai pada penyusunan skripsi secara lengkap.
commit to user