BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang mengakibatkan kehamilan. Maksud dari kontrasepsi adalah

20 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Kontrasepsi 1. Definisi

Kontrasepsi berasal dari kata kontra berarti ‘melawan’ atau ‘mencegah’ dan konsepsi adalah pertemuan antara sel telur yang matang dengan sperma yang mengakibatkan kehamilan. Maksud dari kontrasepsi adalah menghindari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma. Untuk itu, maka yang membutuhkan kontrasepsi adalah pasangan yang aktif melakukan hubungan intim/seks dan kedua-duanya memiliki kesuburan normal namun tidak menghendaki kehamilan. (Suratun, 2008)

2. Macam-macam Metoda Kontrasepsi a. Kontrasepsi Sederhana

1) Kondom

Kondom merupakan selubung/sarung karet tipis yang dipasang pada penis sebagai tempat penampungan sperma yang dikeluarkan pria pada saat senggama sehingga tidak tercurah pada vagina. Cara kerja kondom yaitu mencegah pertemuan ovum dan sperma atau mencegah spermatozoa mencapai saluran genital wanita. Sekarang sudah ada jenis kondom untuk wanita, angka kegagalan dari penggunaan kondom ini 5-21%.

(2)

2) Coitus Interuptus

Coitus interuptus atau senggama terputus adalah menghentikan senggama dengan mencabut penis dari vagina pada saat suami menjelang ejakulasi. Kelebihan dari cara ini adalah tidak memerlukan alat/obat sehingga relatif sehat untuk digunakan wanita dibandingkan dengan metode kontrasepsi lain, risiko kegagalan dari metode ini cukup tinggi.

3) KB Alami

KB alami berdasarkan pada siklus masa subur dan tidak masa subur, dasar utamanya yaitu saat terjadinya ovulasi. Untuk menentukan saat ovulasi ada 3 cara, yaitu : metode kalender, suhu basal, dan metode lendir serviks.

4) Diafragma

Diafragma merupakan suatu alat yang berfungsi untuk mencegah sperma mencapai serviks sehingga sperma tidak memperoleh akses ke saluran alat reproduksi bagian atas (uterus dan tuba fallopi). Angka kegagalan diafragma 4-8% kehamilan.

5) Spermicida

Spermicida adalah suatu zat atau bahan kimia yang dapat mematikan dan menghentikan gerak atau melumpuhkan spermatozoa di dalam vagina, sehingga tidak dapat membuahi sel telur. Spermicida dapat berbentuk tablet vagina, krim dan jelly, aerosol (busa/foam), atau tisu KB. Cukup efektif apabila dipakai dengan kontrasepsi lain seperti kondom dan diafragma.

(3)

b. Kontrasepsi Hormonal 1) Pil KB

Suatu cara kontrasepsi untuk wanita yang berbentuk pil atau tablet yang berisi gabungan hormon estrogen dan progesteron (Pil Kombinasi) atau hanya terdiri dari hormon progesteron saja (Mini Pil). Cara kerja pil KB menekan ovulasi untuk mencegah lepasnya sel telur wanita dari indung telur, mengentalkan lendir mulut rahim sehingga sperma sukar untuk masuk kedalam rahim, dan menipiskan lapisan endometrium. Mini pil dapat dikonsumsi saat menyusui. Efektifitas pil sangat tinggi, angka kegagalannya berkisar 1-8% untuk pil kombinasi, dan 3-10% untuk mini pil.

2) Suntik KB

Suntik KB ada dua jenis yaitu, suntik KB 1 bulan (cyclofem) dan suntik KB 3 bulan (DMPA). Cara kerjanya sama dengan pil KB. Efek sampingnya dapat terjadi gangguan haid, depresi, keputihan, jerawat, perubahan berat badan, pemakaian jangka panjang bisa terjadi penurunan libido, dan densitas tulang.

3) Implant

Implant adalah alat kontrasepsi yang disusupkan dibawah kulit, biasanya dilengan atas. Cara kerjanya sama dengan pil, implant mengandung levonogestrel. Keuntungan dari metode implant ini antara lain tahan sampai 5 tahun, kesuburan akan kembali segera setelah pengangkatan. Efektifitasnya sangat tinggi, angka kegagalannya 1-3%.

(4)

4) Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) / IUD

AKDR adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan kedalam rahim yang bentuknya bermacam-macam, terdiri dari plastik (polyethyline), ada yang dililit tembaga (Cu), dililit tembaga bercampur perak (Ag) dan ada pula yang batangnya hanya berisi hormon progesteron. Cara kerjanya, meninggikan getaran saluran telur sehingga pada waktu blastokista sampai ke rahim endometrium belum siap menerima nidasi, menimbulkan reaksi mikro infeksi sehingga terjadi penumpukan sel darah putih yang melarutkan blastokista, dan lilitan logam menyebabkan reaksi anti fertilitas. Efektifitasnya tinggi, angka kegagalannya 1%.

c. Metoda Kontrasepsi Mantap (Kontap) 1) Tubektomi

Suatu kontrasepsi permanen untuk mencegah keluarnya ovum dengan cara mengikat atau memotong pada kedua saluran tuba fallopi (pembawa sel telur ke rahim), efektivitasnya mencapai 99 %.

2) Vasektomi

Vasektomi merupakan operasi kecil yang dilakukan untuk menghalangi keluarnya sperma dengan cara mengikat dan memotong saluran mani (vas defferent) sehingga sel sperma tidak keluar pada saat senggama, efektifitasnya 99%. (Suratun, 2008)

(5)

B. Konsep KB Suntik 3 Bulan 1. Definisi

Kontrasepsi suntik KB 3 bulan adalah Depo Medroksiprogesteron Asetat (Depoprovera), mengandung 150 mg DMPA. Diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntikkan intramuskuler (IM) di daerah bokong. (Saifuddin, 2006)

Depo provera ialah 6-alfa-medroksiprogesteron yang digunakan untuk tujuan kontrasepsi perenteral, mempunyai efek progestagen yang kuat dan sangat efektif. Noresterat juga termasuk dalam golongan ini. (Sarwono, 2006)

2. Jenis KB Suntik

Jenis-jenis KB suntik yang sering digunakan di Indonesia antara lain: a. Suntikan / 1 bulan, contoh : cyclofem

b. Suntikan / 3 bulan, contoh : - Depo Medroksiprogesteron Asetat (DMPA) - Depo Noretisteron Enantat (Depo Noristerat)

3. Mekanisme Kerja a. Mencegah ovulasi

b. Mengentalkan lendir servik dan menjadi sedikit sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma

c. Menjadikan selaput lendir rahim tipis dan atropi d. Menghambat transportasi gamet dan tuba

e. Mengubah endometrium menjadi tidak sempurna untuk implantasi hasil konsepsi.

(6)

4. Keuntungan atau Kelebihan

Keuntungan atau kelebihan dari metode kontrasepsi suntik ini antara lain : a. Sangat efektif

b. Pencegahan kehamilan jangka panjang c. Tidak memiliki pengaruh pada ASI d. Klien tidak perlu menyimpan obat suntik

e. Dapat digunakan oleh perempuan usia > 35 tahun sampai perimenopause f. Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik g. Menurunkan kejadian penyakit jinak payudara

h. Menurunkan krisis anemia bulan sabit (sickle cell) i. Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul.

5. Kerugian atau Efek Samping

a. Gangguan haid seperti siklus haid memendek atau memanjang, perdarahan yang banyak atau sedikit, spotting, tidak haid sama sekali

b. Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu

c. Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering d. Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian e. Terjadi perubahan pada lipid serum pada penggunaan jangka panjang

f. Pada penggunaan jangka panjang dapat menurunkan kepadatan tulang (densitas)

g. Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan pada vagina, menurunkan libido, gangguan emosi (jarang), sakit kepala, nervositas, dan jerawat.

(7)

Tabel 2.1 Hubungan Efek Samping dengan Kandungan Hormon Hormon Sistem Reproduksi Sindrom Pramenstruasi Umum Sistem Kardiovaskular Kelebihan Estrogen Defisiensi Estrogen Kelebihan Progestin Defisiensi Progestin Kelebihan Androgen - Kista payudara - Ekstrofi serviks - Disminorea - Hipermenorea, menoragia, dan penggumpalan darah menstruasi - Pembesaran payudara - Mukorea - Pembesaran uterus - Berkembangnya fibroid uterus - Tidak ada perdarahan lepas-obat perdarahan dan perdarahan bercak selama penggunaan pil hari ke-1 hingga ke-9 - Perdarahan bercak terus-menerus - Perdarahan menstruasi berkurang, hipomenorea - Gejala relaksasi panggul - Vaginitis atrofik - Servisitis - Lama perdarahan menstruasi berkurang - Moniliasis - Perdarahan menyerupai menstruasi dan perdarahan bercak pada penggunaan pil hari ke 10 – 21 - Hipermenorea - Menoragia -- Kembung - Limbung, sinkope - Edema - Sakit kepala (siklis) - Iritabilitas - Kram tungkai - Mual, muntah - Gangguan penglihatan (siklis) - Kenaikan berat badan (siklis) - - - - Kloasma

- Faringitis nasal kronis - Influenza lambung dan

varisela

- Hay fever dan rhinitis alergika

- Infeksi saluran kemih

- Gelisah - Gejala vasamotor - Peningkatan Nafsu Makan - Depresi - Keletihan - Gejala Hipoglikemia - Penurunan Libido - Neurodermatitis - Kenaikan Berat Badan

- - Berjerawat - Ikterus Kolestasis - Hirsutisme - Kerapuhan kapiler - Stroke - Trombosis vena - Profunda - Hemiparesis (kelemahan dan baal unilateral) - Telangiektasis - Penyakit tromboembolik Hipertensi dan dilatasi vena tungkai - -

(8)

6. Yang Dapat Menggunakan Kontrasepsi Suntikan Progestin/DMPA a. Usia reproduksi

b. Nulipara dan yang telah memiliki anak c. Menghendaki kontrasepsi jangka panjang

d. Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai e. Setelah abortus atau keguguran

f. Telah banyak anak, tetapi belum menghendaki tubektomi g. Tidak dapat memakai kontrasepsi yang mengandung estrogen

h. Menggunakan obat untuk epilepsy (fenitoin dan barbiturat) atau obat tuberculosis (rifampisin)

i. Tekanan darah < 180/110 mmhg, dengan masalah gangguan pembekuan darah, anemia bulan sabit dan anemia defisiensi besi

7. Yang Tidak Boleh Menggunakan Kontrasepsi Suntikan Progestin/DMPA a. Hamil atau dicurigai hamil

b. Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya

c. Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid, terutama amenorea d. Menderita kanker payudara atau riwayat kanker payudara

e. Diabetes mellitus disertai komplikasi

- Peningkatan Libido - Kulit Dan Kulit Kepala

Berminyak - Ruam dan pruritus - Edema

(9)

8. Cara Pemberian a. Waktu Pemberian

1) Setelah melahirkan : hari ke 3 - 5 pasca salin dan setelah ASI berproduksi 2) Setelah keguguran : segera setelah dilakukan kuretase atau 30 hari setelah

keguguran (asal ibu belum hamil lagi)

3) Dalam masa haid : hari 1-7 siklus haid, asal ibu tidak hamil. b. Lokasi Penyuntikan

Daerah bokong/pantat, DMPA diberikan setiap 3 bulan / IM. (Saifuddin, 2006)

C. Konsep Penurunan Libido 1. Definisi

Libido dalam penggunaannya secara umum berarti gairah seksual. Namun dalam definisi yang bersifat lebih teknis hasil kary mempunyai pengertian yang mengartikan libido sebagai energi psikis yang dimiliki individu untuk digunakan bagi perkembangan pribadi atau individualisasi.

mendefinisikan libido sebagai energi atau daya yang disebut Freud sebagai identifikasi, yang berada dalam komponen ketidaksadaran dari psikologi. Libido adalah energi yang memanifestasikan diri dalam proses kehidupan dan dipersepsi secara subjektif sebagai usaha atau hasrat. Didefinisikan secara lebih sempit, libido juga merujuk pada keinginan individual untuk terlibat dalam aktivitas seksual. (Wikipedia, 2008)

(10)

2. Respon Seksual Wanita

Untuk mencapai sebuah kepuasan seksual, seorang wanita mengalami siklus respon seksual saat berhubungan intim. Respon ini dibagi menjadi empat tahapan:

a. Adanya desire yaitu merupakan perasaan memiliki energi seksual yang dengan cepat merespon untuk memulai kegiatan seksual agar aktivitas seksualnya berjalan nyaman dan sehat.

b. Arousal yaitu jaringan bagian dalam vagina dan luar alat kelamin menjadi

lembap akibat keluarnya cairan dari dinding alat kelamin diikuti dengan puting susu yang menegang.

c. Orgasme yaitu merupakan puncak dari kenikmatan seksual seorang wanita.

Saat terjadi orgasme, otot-otot rahim, vagina, klitoris, dan rektum berkontraksi secara ritmis. Pada fase ini, wanita lebih menggebu-gebu dan penuh gairah. Keadaan ini dapat terjadi satu kali atau berulang-ulang (multiorgasme).

d. Resolution yaitu merupakan fase antiklimaks. Vagina, klitoris, dan rahim

kembali pada keadaan semula. (Junita, 2004)

Gairah seksual pada wanita dipengaruhi oleh hormon testoteron, faktor psikogenik, kondisi kesehatan umum dan pengalaman seksual. Hormon testoteron pada wanita diproduksi oleh ovarium (25%), glandula adrenal (25%) dan konversi perifer dari androstenedione dan DHEA (50%). Penuaan pada wanita menyebabkan kerusakan atau penekanan pada kelenjar adrenal atau ovarium sehingga menurunkan sekresi hormon androgen. Kondisi ini menimbulkan perubahan hasrat dan gairah seksual akibat tidak adanya pelumasan vagina dan ereksi klitoris. (Junita, 2004)

(11)

3. Faktor Yang Mempengaruhi Penurunan Libido a. Gangguan Psikologis

1) Kurang percaya diri

Rasa percaya diri yang minim membuat seorang perempuan kehilangan libido. Contoh : karena tidak puas akan kondisi tubuh (kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan), tidak nyaman untuk menampilkan diri apa adanya di depan dan akibatnya tidak merasa bergairah jika pasangan mengajak untuk bercinta dan tidak menikmati aktivitas tersebut.

2) Stres

Masalah pekerjaan, keluarga, keuangan atau masalah pribadi yang berlarut-larut, stres membuat tidak bisa menikmati aktivitas lain termasuk seks. 3) Cemas atau gelisah

Libido juga bisa turun jika merasa takut pada aktivitas seks, ketakutan atau kecemasan berlebihan disebabkan karena beberapa hal seperti trauma karena pelecehan seksual atau ketakutan lainnya. Langkah yang harus dilakukan adalah mengungkapkan kecemasan ini pada pasangan, minta waktu untuk menenangkan diri dan dapatkan dukungan pasangan. Jika tidak bisa menghadapinya, wajib untuk mengonsultasikannya kepada psikolog. 4) Menopause

Kebanyakan wanita mengalami penurunan gairah seksual saat memasuki masa menopause. Penyebabnya cukup banyak, mulai dari penurunan hormon estrogen sehingga kondisi vagina menjadi kering dan menyebabkan penetrasi menjadi menyakitkan. Menopause juga menyebabkan testosteron dalam tubuh berkurang.

(12)

5)

Pasangan yang mengalami gangguan komunikasi dan berkonflik terus menerus hingga akhirnya sudah tidak cinta lagi, tentu sudah tak berhasrat lagi untuk berintim-intim di tempat tidur.

Cinta memudar

6) Depresi

a) Gejala/ keluhan

Perasaan lesu (lethargi), tidak bersemangat dalam kerja/kehidupan. b) Penyebab

Diperkirakan dengan adanya hormone progesterone terutama yang berisi 19-norsteroid menyebabkan kurangnya Vitamin B6 (Pyridoxin) didalam tubuh.

7) Gangguan Siklus Haid a) Gejala/keluhan

• Tidak mengalami haid (Amenorhea)

• Perdarahan berupa tetesan/bercak-bercak (Spotting)

• Perdarahan diluar siklus haid (Metroragia/breakthrough bleeding) • Perdarahan haid yang lebih lama dan lebih banyak dari biasanya

(Menoragia)

b) Penyebab

Karena adanya ketidakseimbangan hormon sehingga endometrium mengalami perubahan histologi. Keadaan amenorea disebabkan atrofi endometrium.

(13)

8) Mual dan Muntah a) Gejala/keluhan

Mual sampai muntah seperti hamil muda. Terjadi pada bulan-bulan pertama pemakaian suntikan, bahkan tidak jarang juga terjadi pada akseptor yang sudah lama menggunakan kontrasepsi suntik KB 3 bulan. b) Penyebab

Reaksi tubuh terhadap hormon progesteron yang mempengaruhi produksi asam lambung.

b. Gangguan Fisik 1) Kurang olahraga

Dengan berolahraga, seseorang akan lebih bergairah. Olahraga tidak harus berat, cukup joging secara rutin atau bersepeda, aliran darah akan menjadi lancar, demikian juga produksi hormon tubuh. Olahraga membuat sehat baik tubuh maupun kesehatan seksual

2) Diet tidak sehat

Diet memang sering dilakukan oleh kaum perempuan untuk menurunkan berat badan, namun diet yang dilakukan tanpa pengawasan dan tidak sesuai dengan kondisi tubuh justru dapat membuat tubuh lemas dan sakit. Ketika tubuh lemah dan kekurangan nutrisi otomatis gairah seks menurun, cobalah untuk berkonsultasi pada ahli gizi dahulu sebelum berdiet

3) PMS (Pre Menstrual Syndrom)

Pengaruh tamu bulanan dan sindroma pramenstruasi yang membuat wanita jadi lebih sensitif karena ketidaknyamanan dari perubahan hormon yang sedang terjadi, tentu saja hal ini menurunkan gairah seksualnya. solusinya

(14)

yaitu minum air putih yang banyak dan berolahraga atau melakukan aktivitas relaksasi.

4)

Tubuh memerlukan jam tidur yang cukup untuk menjaga pikiran tetap fokus, tubuh sehat, dan libido tetap aktif. Secara fisik, kurang tidur akan meningkatkan level kortisol yang bisa menekan libido.

Kurang Tidur

5) Keputihan (Lechorea) a) Gejala/ keluhan

Keluarnya cairan berwarna putih dari dalam vagina atau adanya cairan putih di mulut vagina (vagina discharge).

b) Penyebab

Oleh karena efek progesterone merubah flora dan PH vagina, sehingga jamur mudah tumbuh di dalam vagina dan menimbulkan keputihan. 6) Jerawat

a) Gejala/ keluhan adalah timbul jerawat pada wajah.

b) Penyebab adalah progestin terutama 19-norprogestine menyebabkan peningkatan kadar lemak.

7) Rambut Rontok a) Gejala/ keluhan

Rambut rontok selama pemakaian suntikan atau bisa sampai sesudah penghentian suntikan.

b) Penyebab

Progesteron terutama 19-norprogesterone dapat mempengaruhi folikel rambut, sehingga timbul kerontokan rambut.

(15)

8) Perubahan Berat Badan a) Gejala/ keluhan

• Kenaikan berat badan rata-rata untuk setiap tahun bervariasi antara 2,3-2,9 kg.

• Berat Badan berkurang/turun. Setiap tahun rata-rata penurunan berat badan antara 1,6-1,9 kg.

b) Penyebab

Kenaikan berat badan, kemungkinan disebabkan karena hormon progesteron mempermudah perubahan karbohidrat dan gula menjadi lemak, sehingga lemak di bawah kulit bertambah, selain itu hormon progesteron juga menyebabkan nafsu makan bertambah dan menurunkan aktivitas fisik, akibatnya pemakaian suntikan dapat menyebabkan berat badan bertambah.

9) Pusing/ Sakit Kepala/Migrain a) Gejala/ keluhan

Sakit kepala yang sangat pada salah satu sisi atau seluruhbagian kepala dan terasa berdenyut disertai rasa mual yang amatsangat.

b) Penyebab biasanya dikaitkan dengan reaksi tubuh terhadap progesteron. c. Alat Kontrasepsi

Alat kontrasepsi sangat diperlukan untuk mencegah kehamilan. Seharusnya dengan alat kontrasepsi, kehidupan seksual akan lebih aktif karena tidak ada ketakutan akan hamil. Salah satu alat kontrasepsi yang paling banyak dipakai adalah kontrasepsi hormonal jenis suntikan KB yang mengandung 2 komponen bahan aktif, estrogen dan progesterone.

(16)

Progesterone dalam alat kontrasepsi tersebut berfungsi untuk mengentalkan lendir serviks dan mengurangi kemampuan rahim untuk menerima sel yang telah dibuahi. Namun hormon ini juga mempermudah perubahan karbohidrat menjadi lemak, sehingga sering kali efek sampingnya adalah penumpukan lemak yang menyebabkan berat badan bertambah dan menurunnya gairah seksual. Beberapa pendapat dari ahli, efek tersebut tergantung dari ketahanan tubuh dari si pemakai. (Mukhdan, 2008)

Perubahan libido pada pemakaian kontrasepsi suntik KB yaitu, peningkatan libido dikarenakan bebas dari ketakutan kehamilan yang tidak diinginkan. Sedangkan pada penurunan libido terjadi karena efek dari progesteron terutama yang berisi 19-nosteroid. (Hartanto, 2004)

4. Ciri-Ciri Penurunan Libido

a. Sexual Aversion Disorder atau tidak senang bersenggama, wanita yang

menghindari hubungan intim dan merasa tidak senang bersenggama. Gangguan ini disebabkan trauma yang sangat mendalam. Biasanya, dikarenakan penganiayaan seksual atau fisik yang berlangsung lama. Oleh karena itu, wanita dengan sexual aversion disorder tidak pernah ingin berhubungan intim lagi. Semakin anda menghindari hubungan intim, maka permasalahannya akan semakin pelik. Anda perlu menjalani terapi psikologis yang serius, dengan demikian anda dapat melihat hubungan intim sebagai wacana lain meskipun trauma tersebut tidak hilang dengan mudah.

b. Sexual Arousal Disorder atau lubrikasi vagina berkurang, adalah gangguan

yang ditandai dengan keringnya vagina meskipun mendapat rangsangan seksual yang tinggi. Kondisi ini sering dialami oleh mereka yang mendekati

(17)

masa menopause atau telah berada dalam masa tersebut, namun ada juga wanita-wanita yang masih mengalami siklus menstruasi aktif mengalami hal ini. Sehingga pada saat melakukan kontak seksual, mereka bisa mengalami dispareunia yang pada gilirannya akan mengalami disorgasme.

c. Hypoactive Sexual Desire Disorder atau tidak bergairah, adalah keadaan

wanita cenderung enggan berhubungan intim dan kehilangan gairahnya meskipun mungkin masih mampu bersenggama. Seringkali wanita yang bersangkutan tidak menyadari kondisi itu, sehingga sering menimbulkan masalah dalam hubungan dengan pasangan. Suami merasa tidak atau kurang dicintai oleh istri karena istri tampak dingin dalam masalah hubungan intim. Perlu adanya evaluasi aktifitas ini bersama pasangan, karena anda tidak menemukan sesuatu yang membuat anda bahagia saat berhubungan intim.

d. Sexual Pain Disorder atau sakit, nyeri bersenggama

Sexual pain disorder dapat dibagi menjadi dua, yaitu :

1) Dysparenia, adalah merupakan rasa sakit yang timbul pada alat kelamin

sebelum, selama, atau sesudah bersenggama. Umumnya, dysparenia lebih sering terjadi pada wanita dengan gangguan hormonal, wanita usia premenopause atau menopause, dan wanita dengan masalah vagina. Menurut penelitian, wanita yang melakukan aktifitas seks yang tidak sehat, relatif sering terkena gangguan ini.

2) Vaginismus, adalah rasa sakit yang muncul karena menegangnya otot-otot

disekitar vagina ketika bersenggama. Biasanya, hal ini sering dialami wanita yang pertama kali melakukan hubungan intim atau sebelumnya pernah merasakan trauma.

(18)

e. Orgasmic Disorder atau sulit mencapai orgasme, adalah wanita mengalami orgasme yang tertunda atau tidak mengalami orgasme sama sekali setelah tahap arousal. Gangguan ini dapat dikarenakan wanita kurang berpengalaman atau pengetahuan, hal ini dapat juga disebabkan faktor psikis, seperti cemas atau trauma akibat pengalaman bersenggama yang tidak menyenangkan. Orgasme merupakan puncak kenikmatan seksual, khususnya dialami pada akhir senggama. Seharusnya, aktivitas seksual yang sehat menghasilkan orgasme saat seorang wanita melakukan hubungan intim. (Junita, 2004)

5. Tingkatan Penurunan Libido a.

Biasanya karena gangguan fisik dan psikis yang ringan seperti kelelahan, stres ringan, atau kurang tidur. Setelah gangguan itu hilang, gairah seks akan kembali normal.

Stadium ringan

b.

Pada tahap ini, turunnya libido lebih parah. Penderita diberi perlakuan dengan obat maupun alat agar gairah seksnya muncul kembali.

Stadium menengah

c.

Pada tahap ini, ada penderita yang masih dapat diobati dengan terapi dan meminum obat tertentu, tapi ada juga yang harus pasrah menerima nasib. (Perempuan.com, 2008)

Stadium berat

6. Mekanisme Penurunan Libido Akibat KB Suntik

Depo provera ialah 6-alfa-medroksiprogesteron yang digunakan untuk tujuan kontrasepsi perenteral, mempunyai efek progestagen yang kuat dan

(19)

sangat efektif. Dalam penggunaan jangka panjang DMPA (hingga dua tahun) turut memicu terjadinya peningkatan berat badan, kanker, kekeringan pada vagina, gangguan emosi, dan jerawat karena penggunaan hormonal yang lama dapat mengacaukan keseimbangan hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh sehingga mengakibatkan terjadi perubahan sel yang normal menjadi tidak normal Bila sudah dua tahun, kita harus pindah ke sistem KB yang lain, seperti KB kondom, spiral, atau kalender. (Saifuddin, 2006)

Progesterone dalam alat kontrasepsi tersebut berfungsi untuk mengentalkan lendir serviks dan mengurangi kemampuan rahim untuk menerima sel yang telah dibuahi. Namun hormon ini juga mempermudah perubahan karbohidrat menjadi lemak, sehingga sering kali efek sampingnya adalah penumpukan lemak yang menyebabkan berat badan bertambah dan menurunnya gairah seksual. (Mukhdan, 2008)

Salah satu sifat lemak adalah sulit bereaksi atau berikatan dengan air, sehingga organ yang mengandung banyak lemak cenderung mempunyai kandungan air yang sedikit / kering. Kondisi ini juga terjadi pada vagina yang banyak mengandung lemak akibat pemakaian kontrasepsi suntikan KB 3 bulan yang lebih didominasi hormone progesteron. (Prohealth, 2008)

Penurunan libido adalah menurunnya gairah seks, yang sering disebabkan oleh kondisi yang sifatnya sementara seperti kelelahan, bahkan ada penyebab lain. Gairah seks yang terus menurun dapat membuat stress wanita ataupun pasangannya. Yang berperan terhadap tinggi rendahnya libido wanita adalah hormon androgen dan estrogen, produksi hormon androgen dipengaruhi oleh adanya hormon estrogen. Pada keadaan stres berat, dimana

(20)

jumlah estrogen menjadi berkurang, maka androgen pun menurun. Di situlah libido ikut 'loyo'.

Beberapa faktor lain yang juga mempengaruhi turunnya libido adalah pemberian suntik KB yang mengandung hormon progesteron terutama yang berisi 19-norsteroid yang menyebabkan keadaan vagina kering. Namun demikian, faktor psikis dapat juga berpengaruh dalam hal ini. (Oocities.com)

Pemberian progesteron secara berkala (3 bulan sekali) itu diduga dapat menyebabkan tertekannya produksi estrogen. (Kasdu Dini, 2005)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :