BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Menurut Hunziger dan Krapf dari Swiss dalam bukunya Grundriss Der

11 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Menurut Hunziger dan Krapf dari Swiss dalam bukunya Grundriss Der Allgemeinen Femderverkehrslehre (1942:77) menyatakan pariwisata adalah keseluruhan jaringan dan gejala-gejala yang berkaitan dengan tinggalnya orang asing di suatu tempat dengan syarat orang tersebut tidak melakukan suatu pekerjaan yang penting (Major Activity) yang memberi keuntungan yang bersifat permanen maupun sementara. Sedangkan Destinasi wisata adalah suatu tempat yang dikunjungi dengan periode waktu yang cukup signifikan selam masa periode seseorang jika dibandingkan dengan tempat lainnya yang dilalui selama perjalanan (Pitana dan Diarta, 2009:81).

Pada era ini pariwisata berkembang pesat, dengan bukti ada kemajuan seperti teknologi promosi pariwisata, timbulmya wisata baru di kalangan masyarakat, bahkan pengertian pariwisata juga ikut berkembang. Pariwisata adalah kegiatan perjalanan seseorang dari tempat asalnya ke tempat lain dengan tujuan tertentu dan dalam kurun waktu tertentu dan juga tidak bermaksud untuk menetap selamanya di tempat yang dikunjungi. Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung fasilitas serta layanan yang disediakan masyarakat setempat, sesama wisatawan, pemerintah, pemerintah daerah dan pengusaha (UU No.10 Tahun 2009)

Indonesia memiliki beberapa destinasi wisata yang menjadi tujuan wisatawan mancanegara. Bali adalah salah satu tujuan destinasi wisata bagi

(2)

wisatawan mancanegara karena memiliki adat dan budaya yang kuat. Kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali pada tahun 2016 mencapai 4.927.937 orang Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, 2016 yang datang melalui bandara dan pelabuhan laut. Berbagai data Badan Pusat Statistik Provinsi Bali tahun 2016 kunjungan wisatawan meningkat sekitar 23,14 persen dari tahun sebelumnya (Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, 2016). Hal ini menyebabkan Bali sebagai penyumbang wisatawan mancanegara terbanyak di Indonesia. Bali memiliki beberapa destinasi wisata seperti alam, budaya, dan buatan. Destinasi wisata buatan yang terkenal salah satunya adalah Bali Bird Park.

B. Perumusan Masalah dan Pertanyaan Penelitian

Bali Bird Park sebagai destinasi wisata memiliki Standard Operational Procedure (SOP) kerja yang berbeda dengan destinasi lain. Adanya SOP kerja dalam sebuah destinasi wisata dapat memberikan kerapian dalam bekerja sehingga dapat memberikan pelayanan kepada tamu dengan baik. Berkenaan dengan pelayanan serta penerapan SOP yang ada di Bali Bird Park, berikut penulis uraikan beberapa pertanyaan penelitian pada Tugas Akhir yang berjudul “Standard Operational Procedure (SOP), Rute, Dan Materi Pemanduan Wisata Di Bali Bird Park” diantaranya :

a. Apa sajakah masalah yang dihadapi pada saat memandu wisatawan di Bali Bird Park?

b. Bagaimana tahapan konsep SOP yang bisa digunakan oleh guide di Bali Bird Park ?

(3)

d. Apa sajakah materi guiding di Bali Bird Park yang disampaikan oleh guide kepada wisatawan ?

C. Tujuan

a. Mengetahui konsep Standard Operational Procedure guide. b. Mengetahui materi pemanduan wisata di Bali Bird Park. c. Mengetahui rute pemanduan wisata di Bali Bird Park.

D. Manfaat a. Manfaat Teoritis

Secara teoritis, hasil dari tugas akhir ini diharapkan dapat menjadi referensi atau masukan bagi perkembangan ilmu teknik pemanduan wisata dan menambah kajian ilmu teknik pemanduan wisata untuk mengetahui strategi guide dalam melakukan teknik pemanduan wisata kepada wisatawan.

b. Manfaat Praktis

1. Bagi para guide Bali Bird Park, penelitian ini dapat memberikan usulan Standard Operational Procedure kerja dalam memandu wisatawan.

2. Bagi Peneliti, Memberikan kontribusi bagi Bali Bird Park dalam membuat konsep Standard Operational Procedure (SOP) untuk guide, rute, dan materi pemanduan wisata

3. Bagi Wisatawan, adanya standar operasional kerja guide yang baik akan memberikan kenyamanan bagi wisatawan ketika berkunjung ke Bali Bird Park

(4)

E. Tinjauan Pustaka

a. Tugas Akhir dari Isna Khairani program studi D3 Keparieisataan Sekolah Vokasi di Universitas Gadjah Mada pada tahun 2016 dengan judul “Materi Standar Yang Disampaikan Pramuwisata Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Prambanan kepada Wisatawan Asing Di Taman Wisata Candi Prambanan” menyimpulkan bahwa rute yang ditempuh pramuwisata ketika memandu wisatawan asing di Candi Prambanan tergantung permintaan dari wisatawan asing dan materi yang dijelaskan kepada wisatawan asing berdasarkan data yang akurat. Materi yang disampaikan pramuwisata satu dan yang lainnya kepada wisatawan asing ketika berada di Candi Prambanan adalah sama. Hal yang membuat berbeda dalam menyampaikan materi yang dijelaskan kepada wisatawan adalah cara pembawaan masing-masing pramuwisata dalam menjelaskan materi Candi Prambanan kepada wisatawan asing.

b. Tugas Akhir dari Aditya Ihsan program studi D3 Kepariwisataan Sekolah Vokasi di Universitas Gadjah Mada tahun 2016 dengan judul “Optimalisasi Biro Perjalanan Wisata PT Asian Trails Indonesia Cabang Yogyakarta Dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Pramuwisata Kepada Wisatawan Mancanegara” menyimpulkan bahwa pramuwisata di PT Asian Trails Yogyakarta memiliki peranan yang penting dalam meningktkan pelayanan mutu kepada wisatawan mancanegara. Walaupun sudah memiliki kriteria dalam mendapatkan tour guide yang profesional tetapi tidak mengurangi dalam masalah proses guiding, Hal ini disebabkan kurangnya perhatian dari pihak manajemen dalam proses seleksi para calon tour guide. Profesional tour guide yang akan memberikan pelayanan yang

(5)

maksimal kepada wisatawan adalah kunci kesuksesan pemerintah dalam memperkenalkan destinasi yang ada di Yogyakarta. Tour guide juga mengemban peranan yang penting bagi perusahaan, semakin banyak komentar positif yang diberikan wisatawan akan penyampaian informasi dan pelayanan terhadap wisatawan oleh tour guide akan mendapatkan citra positif dan reputasi baik bagi perusahaan.

c. Skripsi dari Mardias Sabil Haq program studi Pariwisata Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Gajah Mada tahun 2015 dengan judul “Peranan Pramuwisata Terhadap Kesuksesan Sebuah Perjalanan Wisata di Biro Perjalanan Wisata Panorama Tours Yogyakarta” menyimpulkan bahwa peran pramuwisata merupakan ujung tombak keberhasilan perjalanan wisata, namun peran lain yang masih berkecimpung dalam dunia pariwisata juga ikut membantu proses perjalanan wisata. Tidak hanya satu pihak yang menjadi terbaik tetapi semua pihak memberikan yang terbaik kepada Biro Perjalanan Wisata Panorama Yogyakarta.

Dari beberapa penelitian di atas, Tugas Akhir yang sedang saya selesaikan dengan judul “Standard Operational Procedure (Sop), Rute, Dan Materi Pemanduan Wisata Di Bali Bird Park” belum pernah dikerjakan.

F. Landasan Teori 1. Pramuwisata

Pramuwisata adalah profesi dalam kegiatan pariwisata dengan tugasnya memandu wisata atau tour guide dalam bahasa Inggris (Himpunan Pramuwisata Indonesia). Menurut Peraturan Menpostel Republik Indonesia,

(6)

UU No. 10 th 2009, pramuwisata ialah seseorang yang bertugas memberikan bimbingan penjelasan dan petunjuk obyek wisata serta membantu keperluan wisata lainnya. Pramuwisata adalah seseorang yang memberikan informasi dengan keterampilan dan pengalaman yang dimiliki untuk mengapresiasi, menghargai, peduli, dan berinteraksi langsung dengan budaya alami, sejarah, dan sebuah atraksi wisata (Perks, 2015:4).

Menurut Nuriata (1995:1) pramuwisata berasal dari bahasa Sansekerta yaitu pramu, wis, dan ata. “Pramu” berarti pelayan atau orang yang melayani, “wis” berarti tempat dan “ata” berarti banyak. Pendapat umum mengartikan wisata sebagai keliling atau perjalanan sehingga dalam hal ini pramuwisata dapat dikatakan sebagai petugas yang melayani orang yang sedang melakukan perjalanan wisata.

2. Grooming

Grooming adalah penampilan diri seseorang yang terjaga dan selalu rapi secara keseluruhan, dimulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Penampilan merupakan hal terpenting dalam kehidupan sehari-hari bagi setiap orang. Setiap orang pasti menginginkan berpenampilan baik agar disukai oleh orang lain. Penampilan menarik mencerminkan kepribadian seseorang. Orang yang memiliki penampilan menarik akan dinilai oleh orang lain mempunyai kepribadian yang baik. Memiliki penampilan yang menarik akan memberikan kesan yang positif bagi orang lain (Hartanto, 2015:13).

(7)

3. Standard Operational Procedure (SOP)

Menurut Atmoko (2010:2), Standard Operational Procedure (SOP) adalah pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi dan alat penilaian kerja di sebuah badan organisasi, instansi pemerintah atau sebuah badan usaha. Penilaian tersebut memuat indikator-indikator teknis, administratif, dan prosedural yang sesuai dengan tata kerja, prosedur kerja, dan sistem kerja pada unit kerja yang bersangkutan.

4. Pemanduan Wisata

Pemanduan wisata merupakan cara guide dalam memberikan informasi. Informasi yang diberikan oleh guide bisa berupa penyampaian informasi tentang tour, penjelasan suatu destinasi serta larangan yang ada ketika tour berlangsung. Guiding atau pemanduan wisata adalah keterampilan yang dimiliki seseorang dalam mengapresiasi, mendedikasi, dan mengabdi kepada banyak orang untuk membimbing suatu perjalanan (Thompson, 2006:11).

G. Metode Penelitian a. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Perusahaan Alamat kantor :

Jalan Serma Cok Ngurah Gambir, Singapadu, Batubulan, Sukawati, Kabupaten Gianyar

2. Waktu Penelitian

15 Januari 2017 – 30 Mei 2017 b. Jenis Penelitian

(8)

Jenis penelitian yang dilakukan penulis dalam penelitian adalah penelitian kualitatif. Taylor (1998: 27) menyimpulkan bahwa pendekatan kualitatif bagi prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Data yang diperoleh berupa data atu tindakan, maka jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian deskriptif, yakni jenis penelitian yang menggambarkan, meringkas berbagai kondisi, situasi atau berbagai variabel. Hasil akhir dalam penelitian kualitatif akan dituangkan dalam bentuk laporan tertulis. Hasil penelitian kualitatif sangat dipengaruhi oleh pandangan pemikiran, dan pengetahuan peneliti karena data tersebut di interpretasikan oleh peneliti.

c. Teknik Pengumpulan Data 1. Observasi Partisipatif

Metode observasi partisipatif adalah sebuah teknik pengumpulan data yang mengharuskan peneliti melibatkan diri dalam kehidupan masyarakat yang diteliti untuk dapat melihat dan memahami gejala-gejala yang ada, sesuai maknanya dengan yang diberikan atau dipahami oleh para warga sekitarnya (Ghony dan Almanshur, 2012:166). Disini penulis melakukan pengamatan langsung dan ikut serta dalam kegiatan guiding di Bali Bird Park, kegiatan di lapangan sebagai data yang mendukung penulisan tugas akhir. Serta meneliti obyek yang menjadi sasaran penelitian.

2. Wawancara

Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan narasumber yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Moleong,

(9)

2005:186). Wawancara dilakukan untuk mendapatkan keterangan dan informasi secara langsung dari pihak-pihak yang terkait, antara lain melakukan wawancara dengan I Agus Setiawan sebagai supervisor dan I Pasek Arnawa sebagai captain guest experience Bali Bird Park.

3. Kajian Pustaka

Menurut Nazir (2005: 93), kajian pustaka adalah dari mencari sumber data sekunder yang akan mendukung penelitian juga diperlukan untuk mengetahui ilmu yang berhubungan dengan penelitian. Dengan cara ini penulis memperoleh data melalui penelitian secara teoritis dengan cara membaca dan mempelajari buku-buku perpustakaan pusat Universitas Gadjah Mada dan e-book yang berhubungan dengan masalah yang akan dibahas pada laporan. 4. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumentasi bisa berbentuk tulisan, gambar atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumentasi yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan (historis), cerita, biografi, peraturan, dan kebijakan. Dokumentasi yang berbentuk gambar misalnya foto, gambar hidup, sketsa, dan lain-lain. Dokumentasi yang berbentuk karya misalnya karya seni, yang dapat berupa, gambar, patung, film, dan lain-lain. Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Dokumentasi digunakan untuk mendapatkan keterangan dan penerangan pengetahuan dan bukti. Dalam hal ini termasuk kegiatan dari arsip perpustakaan dan kepustakaan. Dokumentasi juga digunakan dalam sebuah laporan pertanggung jawaban dari sebuah acara (Sugiyono, 2013:38).

(10)

Disini penulis melakukan penelitian dengan cara mencari sumber dari dokumen, catatan, dan pengambilan gambar atau foto kegiatan di Bali Bird Park.

H. Sistematika Penulisan

Sistematika Penulisan Tugas Akhir ini terdiri dari empat bab yang masing-masing dijabarkan sebagai berikut :

BAB I : Pendahuluan yang berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, tinjauan pustaka, landasan teori, metode penelitian, serta sistematika penulisan.

BAB II : Gambaran umum yang berisi tentang profil singkat Bali Bird Park yang terdiri dari sejarah berdirinya perusahaan, susunan jajaran staf, pelayanan yang disediakan, dan lokasi perusahaan

BAB III : Pembahasan berisi tentang konsep standar operasional kerja guide Bali Bird Park dalam melayani wisatawan yang terdiri dari grooming, rute tour park, dan materi guiding.

(11)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :