PENGARUH LOCUS OF CONTROL DAN FINANCIAL LITERACY TERHADAP KINERJA UKM PADA PELAKU UKM DESA RAWA KECAMATAN CINGAMBUL KABUPATEN MAJALENGKA

10 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

915

Tema: 5 (Kewirausahaan, Koperasi dan UMKM)

PENGARUH

LOCUS OF CONTROL

DAN

F INANCIAL LITERACY

TERHADAP KINERJA UKM PADA PELAKU UKM DESA RAWA

KECAMATAN CINGAMBUL KABUPATEN MAJALENGKA

Oleh

R. Neny Kusumadewi

Manajemen

Universitas Majalengka

kusumadewi.neny@gmail.com

ABSTRAK

Aspek sumber daya manusia menjadi penting karena salah satu faktor penentu keberhasilan kinerja suatu organisasi bisnis adalah pengelolaan SDM dan perilaku manusianya yang akan menjalankan berbagai aspek manajemen lainnya. Dalam penelitian ini dilakukan kajian terhadap aspek sumber daya manusia dalam mendukung tercapainya kinerja yang baik bagi perusahaan. Hal tersebut tidak terlepas dari peranan manajer ataupun pemilik usaha sebagai pengambil keputusan yang tepat untuk kinerja dan kelangsungan usahanya. Salah satu yang mendorong pengambilan keputusan adalah

locus of control yang merupakan aspek kepribadian yang mengacu pada sistem psikologis individu.

Locus of control adalah sejauh mana seseorang percaya bahwa mereka memiliki kendali atas nasib mereka sendiri. Hal ini menunjukan bahwa kegagalan dan kesuksesan mereka merupakan hasil dari pengaruh diri sendiri maupun dari lingkungan sekitar. Oleh karenanya seorang pelaku bisnis atau pengusah UKM dituntut untuk memiliki kemampuan dalam merancanakan keuangan dalam usahanya dengan baik mengambil keputusan secara efektif dan efisien agar usaha yang dimilikinya menghasilkan keuntungan yang maksimal. Untuk mengambil keputusan keuangan secara efektif dan efisien seorang pelaku usaha harus memiliki pengetahuan yang baik tentang pengelolaan keuangan usahanya kemampuan ini dikenal sebagai financial literacy .

ABSTRACT

Human resources aspect becomes important because one of the determinants of the success of a business organization's performance is the management of human resources and human behavior that will run various other aspects of management. In this study conducted a study of aspects of human resources in support of achieving good performance for the company. It can not be separated from the role of manager or business owner as the right decision maker for performance and business continuity. One that encourages decision-making is the locus of control which is the aspect of personality that refers to the individual psychological system. Locus of control is the extent to which a person believes that they have control over their own destiny. This shows that their failures and successes are the result of the influence of themselves and the environment. Therefore a businessman or SME entrepreneur is required to have the ability in financial planning in his business by making decisions effectively and efficiently so that his business produces maximum profit. To make financial decisions effectively and efficiently a business actor must have a good knowledge of the financial management of his business this capability is known as financial literacy.

PENDAHULUAN

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) telah lama dipahami memiliki peran signifikan bagi

pembangunan ekonomi suatu negara. Secara spesifik, keberadaan UKM dipercaya akan mampu berkontribusi terhadap upaya pengentasan kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja (Carrer

(2)

916

dan Klomp, 1996; Adomoko, Danso, dan Damoah, 2016). Perhatian pemerintah terhadap UKM tertuang dalam berbagai undang-undang, instruksi presiden dan keputusan menteri. Perhatian tersebut antara lain adalah Instruksi Presiden Nomor 6 tahun 2007 tentang kebijakan percepatan pengembangan sektor rill dan pemberdayaan usaha kecil dan menengah. Tujuan utama dikeluarkannya inpres ini adalah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi tingkat pengangguran serta kemiskinan.

Usaha kecil dan menengah merupakan salah satu bentuk organisasi profit atau bisnis. Dalam pengelolaan sebuah organisasi yang berorientasi bisnis atau profit semua aspek manajemen dan organisasi harus menjadi perhatian, tidak terkecuali aspek sumber daya manusia dan perilakunya dalam organisasi tersebut. Aspek sumber daya manusia ini menjadi penting karena salah satu faktor penentu keberhasilan kinerja suatu organisasi bisnis adalah pengelolaan SDM dan perilaku manusianya yang akan menjalankan berbagai aspek manajemen lainnya. Hasil penelitian Cassel, et al (2002) terhadap perusahaan UKM menunjukan bahwa praktek pengelolaan manajemen SDM menentukan kesuksesan perusahaan tersebut dalam mencapai tujuannya.

Dalam mencapai tujuan untuk keberhasilan usahanya banyak diantara UKM tersebut yang tidak mampu bertahan. Hal tersebut disebabkan atau didasari oleh rendahnya kualitas SDM seperti ketidakmampuan beradaptasi, keterbatasan sumber daya dan modal, kurangnya jiwa kewirausahaan, manajemen dan informasi pasar. Kuncoro(2006), serta yang paling terpenting adalah ketika terjadinya kesalahan dalam perencanaan dari tujuan usaha baik itu untuk jangka panjang ataupun perencanaan jangka pendek usaha tersebut. Hal tersebut tidak terlepas dari peranan manajer ataupun pemilik usaha sebagai pengambil keputusan yang tepat untuk kinerja dan kelangsungan usahanya. Oleh karena itu pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh seorang manajer dan pemilik usaha merupakan hal yang sangat dipertimbangkan dan juga akan didorong oleh berbagai aspek dalam menentukannya, baik itu dari eksternal maupun internal dari manajer dan pemilik usaha tersebut. Pengaruh internal dan eksternal yang ada dalam diri manajer dan pemilik usaha inilah yang dibahas dalam teori locus of control.

Salah satu yang mendorong pengambilan keputusan adalah locus of control yang merupakan aspek kepribadian yang mengacu pada sistem psikologis individu. Locus of control

adalah sejauh mana seseorang percaya bahwa mereka memiliki kendali atas nasib mereka sendiri (Thomas et al,2006). Hal ini menunjukan bahwa kegagalan dan kesuksesan mereka merupakan hasil dari pengaruh diri sendiri maupun dari lingkungan sekitar. Oleh karenanya seorang pelaku bisnis atau pengusah UKM dituntut untuk memiliki kemampuan dalam merancanakan keuangan dalam usahanya dengan baik mengambil keputusan secara efektif dan efisien agar usaha yang dimilikinya menghasilkan keuntungan yang maksimal. Untuk mengambil keputusan keuangan secara efektif dan efisien seorang pelaku usaha harus memiliki pengetahuan yang baik tentang pengelolaan keuangan usahanya kemampuan ini dikenal sebagai financial literacy .

(3)

917

Kemampuan dalam pengelolaan keuangan, pemilihan sumber pendanaan dan pemilihan tempat mengalokasikan dana untuk investasi juga perlu ditingkatkan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Fatoki (2014), financial literacy berpengaruh secara positif terhadap kemampuan dalam pengambilan keputusan keuangan dan kesejahteraan rumah tangga perusahaan serta kinerja perusahaan. Pernyataan Fatoki mengindikasikan bahwa financial literacy menjadi hal yang sangat diperlukan oleh setiap organisasi bisnis, utamanya UKM di Indonesia guna meningkatkan kinerja dan kemampuan bersaing dalam persaingan global. Pengetahuan tentang financial literacy sangat berpengaruh terhadap kinerja usaha seperti penelitian yang dilakukan oleh Dwitya Aribawa (2016) yang menyatakan bahwa tingkatan literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap kinerja usaha.

Kinerja adalah suatu tampilan keadaan secara utuh atas perusahaan selama periode waktu tertentu, merupakan hasil atau prestasi yang dipengaruhi oleh kegiatan operasional perusahaan dalam memanfaatkan sumber-sumber daya yang dimiliki (Rivai:2011). Kinerja merupakan suatu istilah secara umum yang digunakan untuk sebagian atau seluruh tindakan atau aktivitas dari suatu perusahaan pada periode tertentu. Kemudian kinerja usaha secara khusus merupakan penentuan ukuran-ukuran tertentu yang dapat mengukur keberhasilan suatu usaha dalam menghasilkan laba. Dalam hal ini kinerja usaha merupakan yang penting yang harus dicapai setiap perusahaan dimanapun, karena kinerja itu merupakan cerminan dari kemampuan perusahaan dalam mengelola dan mengalokasikan sumber dayanya.

Majalengka merupakan kabupaten yang terbilang mampu mengembangkan berbagai aspek dan bidangnya khususnya dari sisi perekonomian, yang salah satunya adalah program UKM yang semakin diminati oleh masyarakat Kabupaten Majalengka. Menurut Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Kabupaten Majalengka bahwa jumlah UKM di Kabupaten Majalengka terus mengalami peningakatan dari tahun ke tahunnya untuk jumlah UKM yang berada di Kabupaten Majalengka. Desa Rawa Kecamatan Cingambul merupakan salah satu desa yang terdapat banyak UKM yang menjadi tulang punggung perekonomian desanya yang menjadi penyumbang sebesar 60% bagi pendapatan warganya dan menjadi sebuah lapangan pekerjaan yang banyak memberdayakan masyarakat sekitarnya, salah satunya adalah UKM yang memproduksi berbagai jenis olahan makanan, sistem produksi yang bersifat rumahan, dimana dalam proses produksinya dilakukan di rumah penduduk akan tetapi produk makanan yang dihasilkan mampu mencapai pasar yang luas.

Walaupun UKM di Kabupaten Majalengka khususnya di Desa Rawa Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka merupakan sebuah peluang bisnis untuk meningkatkan taraf hidup masyarakatnya dalam meningkatkan pendapatannya, kemudian di sisi lain program pemerintah pusat, provinsi dan pemerintahan Kabupaten Majalengka terus berjalan mengupayakan bertumbuhnya UKM dari berbagai sektor, akan tetapi hal tersebut tidak bisa secara keseluruhan dikatakan berhasil mendorong pertumbuhan dan mempertahankan kinerja dan keberlangsungan

(4)

918

atau ketahanan (sustainable) UKM itu sendiri, disamping banyak pengaruh-pengaruh dari berbagai faktor, adapun karena tidak semua individu pelaku atau pengelola usaha (SDM) mempunyai potensi dan kemampuan yang sama untuk menciptakan, mengelola, ataupun mempertahankan kinerja usahanya. Permasalahan bahwa ketahanan, keberlangsungan dan kinerja UKM dapat dipengaruhi oleh aspek SDM (Sumber Daya Manusia), lebih khususnya kinerja UKM dapat dipengaruhi dari segi individunya melalui konsep locus of control dan tingakatan pengetahuan tentang konsep pengelolaan keuangan yang dimiliki oleh seseorang untuk mengelola dan membuat keputusan keuangan secara efektif serta efisien.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif dengan metode survey. pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan menggunakan skala likert dan verifikatif dengan Method of Successive Interval (MSI), Sukmadinata (2006:72). Sumber data yang digunakan dengan data primer adalah data yang diperoleh dari hasil penelitian secara empiris yang dibagikan sejumlah sampel pada setiap masing-masing unit analisis melalui penyebaran kuesioner kepada pelaku UKM yang tersebar di Desa Rawa kecamatan Cingambul. Pengujian instrument penelitian dengan menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas, alat analisis menggunakankoefisien korelasi, koefisien determinasi dan uji hipotesis.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Kriteria yang digunakan untuk menilai validitas dari masing-masing pernyataan adalah rhitung>rtabel pada taraf signifikansi 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = n - 2 (Sugiyono 2009 : 172).

Berdasarkan hasil uji validitas terhadap variabel locus of control menunjukan hasil bahwa r hitung

untuk 11 pernyataan, variabel financial literacy menunjukan hasil bahwa r hitung untuk 12 pernyataan

dan variabel kinerja UKM menunjukan hasil bahwa r hitung untuk 5 pernyataan lebih besar dari nilai r tabel pada taraf signifikansi 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = n -2 yakni sebesar 0,22. Hasil uji

validitas terhadap variabel kinerja UKM menunjukan hasil bahwa r hitung untuk 5 pernyataan lebih

besar dari nilai r tabel pada taraf signifikansi 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = n -2 yakni sebesar

0,22. Sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh butir pernyataan tersebut valid. Instrumen dikatakan reliabel apabila nilai cronbach alpha lebih besar dari 0,60 (Imam Ghazali, 2009:46). Hasil uji reliabilitas pada masing-masing variabel menunjukan nilai Cronbach Alpha yang lebih besar dibandingkan dengan nilai kritis, yakni 0,762, 0,602, dan 0,630 lebih besar dari 0,60. Ini berarti bahwa seluruh pernyataan dalam kuesioner dinyatakan reliabel.

Berdasarkan data hasil kuesioner yang terdiri dari sebelas (11) indikator pernyataan untuk variabel locus of control, diperoleh total skor sebesar 3575. Hal ini menunjukan bahwa hasil

(5)

919

penelitian mengenai locus of control sangat tinggi. Berdasarkan data hasil kuesioner yang terdiri dari dua belas (12) pernyataan untuk variabel financial literacy, diperoleh total skor sebesar 3919. Hal ini menunjukan bahwa hasil penelitian mengenai financial literacy pada UKM Desa Rawa Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka dinyatakan sangat tinggi. Berdasarkan data hasil kuesioner yang terdiri dari enam (6) pernyataan untuk variabel kinerja UKM, diperoleh total skor sebesar 1961. Hal ini menunjukan bahwa hasil penelitian mengenai kinerja UKM Desa Rawa Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka dinyatakan sangat tinggi menurut pelaku usaha UKM.

Hasil uji normalitas dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel sebagai berikut: Tabel 1 Uji Normalitas K-S

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

LOCUS_OF _CONTRO L FINANCIA L_LITERA CY KINERJA _UKM N 76 76 76

Normal Parametersa,b Mean 47.04 51.57 25.80 Std. Deviation 3.779 3.263 2.123 Most Extreme Differences Absolute .132 .132 .195 Positive .082 .074 .115 Negative -.132 -.132 -.195 Test Statistic .132 .132 .195 Asymp. Sig. (2-tailed) .107c .162c .253c a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

Dilihat dari hasil SPSS 23 bahwa nilai K-S untuk variabel locus of control sebesar 0,107,

financial literacy sebesar 0,162 dan kinerja UKM sebesar 0,253 lebih besar dari (a) = 0,05. Hal ini berarti hipotesis nol diterima atau locus of control, financial literacy dan kinerja UKM berdistribusi secara normal.

Perhitungan koefisien korelasi antara variabel pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan SPSS 23 yang dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2. Hasil Koefisien Korelasi Secara Parsial Antara Locus of Control dengan Kinerja UKM

Correlations Control Variables LOCUS_OF _CONTRO L KINERJA _UKM FINANCIA L_LITERA CY LOCUS_OF_CONTR OL Correlation 1.000 .504 Significance (2-tailed) . .000 Df 0 73 KINERJA_UKM Correlation .504 1.000 Significance (2-tailed) .000 . Df 73 0

(6)

920

Berdasarkan hasil perhitungan di atas dapat diketahui bahwa nilai koefisien korelasi locus of control dengan kinerja UKM sebesar 0,504 maka keeratan hubungan antara locus of control

dengan kinerja UKM termasuk kedalam kategori korelasi sedang yaitu berada pada interval koefisien antara 0,40 – 0,599 dan bernilai positif. Hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan searah antara locus of control dengan kinerja UKM, artinya jika nilai locus of control semakin tinggi maka kinerja UKM di Desa Rawa Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka juga semakin tinggi dan sebaliknya jika nilai locus of control semakin rendah maka kinerja UKM di Desa Rawa Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka semakin rendah.

Tabel 3. Hasil Koefisien Korelasi Secara Parsial Antara Financial Literacy dengan Kinerja UKM

Correlations Control Variables FINANCIA L_LITERA CY KINERJA _UKM LOCUS_OF _CONTRO L FINANCIAL_LITER ACY Correlation 1.000 .318 Significance (2-tailed) . .000 Df 0 73 KINERJA_UKM Correlation .318 1.000 Significance (2-tailed) .000 . Df 73 0

Berdasarkan hasil perhitungan di atas dapat diketahui bahwa nilai koefisien korelasi

financial literacy dengan kinerja UKM sebesar 0,318 maka keeratan hubungan antara financial literacy dengan kinerja UKM termasuk kedalam kategori korelasi lemah yaitu berada pada interval koefisien antara 0,20 – 0,399 dan bernilai positif. Hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan searah antara financial literacy dengan kinerja UKM, artinya jika nilai financial literacy semakin tinggi maka kinerja UKM di Desa Rawa Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka juga semakin tinggi dan sebaliknya jika nilai financial literacy semakin rendah maka kinerja UKM di Desa Rawa Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka semakin rendah. Hasil perhitungan koefisien korelasi secara simultan dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 4. Hasil Koefisien Korelasi Secara Simultan Model Summaryb Mo del R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Change Statistics R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change 1 .621a .385 .618 1.127 .385 78.662 2 73 .000 a. Predictors: (Constant), FINANCIAL_LITERACY, LOCUS_OF_CONTROL

(7)

921

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai koefisien korelasi antara locus of control dan financial literacy dengan kinerja UKM yaitu sebesar 0,621. jika melihat tabel 3.3 (pedoman untuk memberikan interpretasi terhadap koefisien korelasi), maka keeratan hubungan antara locus of control dan financial literacy dengan kinerja UKM termasuk dalam kategori kuat yaitu pada 0,60-0,799 dan arah hubungannya positif.

Besarnya kontribusi locus of control mempengaruhi kinerja UKM yaitu sebesar 72,6%. Besarnya kontribusi financial literacy mempengaruhi kinerja UKM yaitu sebesar 22,3%. Sedangkan secara simultan maka besarnya kontribusi locus of control dan financial literacy

terhadap kinerja UKM yaitu sebesar 59,1% dan sisanya 40,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.

Tabel 5. Hasil Uji Parsial Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 3.072 2.144 1.433 .156 LOCUS_OF_CONTROL .475 .041 .846 11.571 .000 FINANCIAL_LITERACY .007 .048 .011 .153 .878 a. Dependent Variable: KINERJA_UKM

Berdasarkan tabel di atas diperoleh thitung sebesar 11,571 untuk variabel locus of control

sedangkan ttabel sebesar 1.665 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Karena thitung 11,571 > ttabel

1,665 dan nilai signifikansinya 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya locus of control berpengaruh signifikan terhadap kinerja UKM, dan diperoleh thitung sebesar 0,153 untuk

variabel financial literacy sedangkan ttabel sebesar 1.665 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,878.

Karena thitung 0,153 < ttabel 1,665 dan nilai signifikansinya 0,878 > 0,05 maka Ho diterima dan Ha

ditolak. Artinya tidak terdapat pengaruh secara signifikan antara financial literacy terhadap kinerja UKM.

Tabel 6. Hasil Uji Simultan

Anovaa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 245.389 2 122.695 78.662 .000b

Residual 92.650 73 1.269 Total 338.039 75

a. Dependent Variable: KINERJA_UKM

(8)

922

25,4%

%

10,1%

38,5

%

61,5%

Berdasarkan tabel di atas diperoleh Fhitung sebesar 78,662 sedangkan Ftabel sebesar 3,12

dengan taraf signifikansi 0,000. Karena Fhitung 78,662 > ttabel 3,12 dan nilai signifikansinya 0,000 <

0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berarti terdapat pengaruh secara signifikan antara locus of control dan financial literacy terhadap kinerja UKM.

Gambar 1. Hasil Paradigma Penelitian

Selanjutnya untuk mengetahui kontribusi dari masing-masing dimensi dan indikator terhadap variable, dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Hasil dari koefisien determinasi menunjukkan bahwa pengaruh locus of control terhadap kinerja UKM sebesar 25,4%. Berdasarkan hasil uji t, variabel locus of control memiliki nilai thitung

11,571 > ttabel 1,665 dengan nilai signifikansinya sebesar 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha

diterima. Artinya locus of control berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja UKM.

2. Hasil dari koefisien determinasi menunjukkan bahwa pengaruh financial literacy terhadap kinerja UKM sebesar 10,1%. Berdasarkan hasil uji t, variabel financial literacy memiliki nilai thitung 0,153 > ttabel 1,665 dengan nilai signifikansinya sebesar 0,878 < 0,05 maka Ho diterima

dan Ha ditolak. Artinya financial literacy tidakberpengaruh secara signifikan terhadap kinerja UKM.

Hasil dari nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa pengaruh locus of control dan

financial literacy terhadap kinerja UKM sebesar 38,5% sisanya sebesar 61,5% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti. Berdasarkan hasil uji t, variabel locus of control dan financial literacy

memiliki nilai Fhitung 96,672 > ttabel 3,12 dengan nilai signifikansinya sebesar 0,000 < 0,05 maka Ho

ditolak dan Ha diterima. Berarti terdapat pengaruh secara signifikan antara locus of control dan

financial literacy terhadap kinerja UKM. Maka dengan demikian hasil penelitian ini dapat mendukung hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh locus of control dan

financial literacy terhadap kinerja UKM di Desa Rawa Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka. Locus of Control Financial Literacy

Kinerja

UKM

ε

(9)

923

KESIMPULAN

Locus of control secara terbukti berpengaruh positif terhadap kinerja UKM karena merupakan salah satu yang mendorong pengambilan keputusan adalah locus of control yang merupakan aspek kepribadian yang mengacu pada sistem psikologis individu. Locus of control

adalah sejauh mana seseorang percaya bahwa mereka memiliki kendali atas nasib mereka sendiri. Hal ini menunjukan bahwa kegagalan dan kesuksesan mereka merupakan hasil dari pengaruh diri sendiri maupun dari lingkungan sekitar. Dalam konteks usaha, salah satu hal penting dalam locus of control adalah pada saat seseorang memproses dan membuat keputusan dalam usaha yang dijalankan, keputusan tersebut dibuat oleh seorang manajer dan pemilik usaha, sehingga terdapat relevansi yang cukup kuat akan pentingnya locus of control terhadap proses dan pengambilan keputusan oleh manajer dan pemilik usaha. Hal tersebut untuk melihat sejauh mana faktor internal yaitu dirinya sendiri dan faktor eksternal yaitu lingkungan mikro maupun makro yang akan mempengaruhinya dalam pengambilan keputusan sehingga keputusan yang diambil akan berdampak pada kinerja UKM itu sendiri.

Financial literacy berada pada kategori sangat tinggi dan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja UKM di Desa Rawa Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka. Artinya, tinggi rendahnya kinerja UKM di Desa Rawa tidak dipengaruhi tinggi rendahnya financial literacy. Hal ini disebabkan karena, pengetahuan akan financial literacy yang dimiliki oleh pelaku UKM di Desa Rawa tidak menjadi faktor yang dominan di dalam menentukan kinerja karena setiap pelaku UKM sudah tentu wajib memiliki kemampuan di dalam mengelola keuangannya, yang artinya ada faktor yang lain yang mempengaruhi kinerja diantaranya faktor komitmen organisasi, disiplin kerja, keterlibatan pimpinan dan sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA

Agustina, 2002, Pengaruh Locus of Control Terhadap Strategi Operasional dan Kinerja UKM dengan Lingkungan sebagai Variabel Moderating, Tesis, tidak diterbitkan, Semarang : Program Studi Magister Manajemen Universitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah. Cassel et al. 2002. Exploring HRM Practices in Small and Medium Size Enterprises. Informations

Resources Management Associations

Dwitya Aribawa, Januari 2016, “Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Kinerja dan Keberlangsungan UKM di Jawa Tengah, Siasat Bisnis Jurnal Volume 20 No. 1,

http://siasatbisnisjurnal/UKM.pdf, 3 Maret 2017

Fatoki 2014. The Financing Options for New Small and Medium Enterprises (SMEs) in South AfricanMediteranian. Journal Mediteranian of Sciences 5 (20), 748, 2014,

(10)

924

Hasibuan, Malayu S.P 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara

Imam Ghazali. 2009. Aplikasi Analisi Multivariate Dengan Program SPSS Edisi ke Empat.

Semarang : UNDIP

Jafar Hafsah. 2004. Upaya Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah. Jurnal Introduction to Modern Business. Cet. 8 Volume 12, No 25, Lusardi Annamaria. 2012 Numeracy, Financial Literacy and Financial Decision Making. Jurnal Scholar Commons Numeracy. Volume 5 No. 1. 2012. http://scholarcommons.usf.edu/numeracy. 4 Mei 2017

Sugiyono 2014. Metode Penelitian Pendidikan Pendekata Kuantitatif Kualiatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

--- 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta Sukmadinata. 2006 Metode Peneleitian Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Usman Saleh, La Ede, 2013, Analisis Pengaruh Locus Of Control Terhadap strategi Operasional Dan Kinerja Umkm Dengan Lingkungan Sebagai Variabel Moderator, Skripsi online,

Figur

Memperbarui...

Related subjects :