KETERPADUAN STRATEGI
PENGEMBANGAN
Keterpaduan Strategi Pengembangan Bidang Cipta Karya berisikan keterpaduan
strategi pengembangan Kabupaten Tebo berdasarkan arahan kebijakan Daerah yang ada,
antara lain arahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tebo, Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Peraturan Daerah tentang Bangunan
Gedung, Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI-SPAM), Arahan Strategi Sanitasi Kota
(SSK), Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL), Rencana Pembangunan dan
Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) Kabupaten Tebo, serta
Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan di Kawasan Strategis Kabupaten Tebo (RTBL KSK).
Berdasarkan amanat Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang,
Kabupaten Tebo telah menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tebo
yang ditetapkan oleh Peraturan Daerah Kabupaten Tebo. Dalam penyusunan RPI2-JM Bidang
Cipta Karya, beberapa yang perlu diperhatikan dari RTRW Kabupaten adalah sebagai berikut:
a. Penetapan Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) yang didasari sudut kepentingan:
i. Pertahanan keamanan
ii. Ekonomi
iii. Lingkungan hidup
iv. Sosial budaya
b. Arahan pengembangan pola ruang dan struktur ruang yang mencakup:
i. Arahan pengembangan pola ruang:
a) Arahan pengembangan kawasan lindung dan budidaya
b) Arahan pengembangan pola ruang terkait bidang Cipta Karya seperti
pengembangan RTH.
ii. Arahan pengembangan struktur ruang terkait keciptakaryaan seperti pengembangan
prasarana sarana air minum, air limbah, persampahan, drainase, RTH, Rusunawa,
maupun Agropolitan.
c. Ketentuan zonasi bagi pembangunan prasarana sarana bidang Cipta Karya yang harus
diperhatikan mencakup ketentuan umum peraturan zonasi untuk kawasan lindung,
kawasan budidaya, sistem perkotaan, dan jaringan prasarana.
d. Indikasi program sebagai operasionalisasi rencana pola ruang dan struktur ruang
khususnya untuk bidang Cipta Karya.
Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) Tebo diperlukan sebagai dasar pembangunan
infrastruktur Bidang Cipta Karya. Pada pembangunan infrastruktur skala kawasan,
pembangunan infrastruktur Bidang Cipta Karya diarahkan pada lokasi KSK, dan diharapkan
keterpaduan pembangunan dapat terwujud. Tabel V.1.1 memaparkan identifikasi arahan
RTRW Kabupaten Tebo untuk Bidang Cipta Karya, Tabel V.1.2 memaparkan identifikasi
Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) Tebo, serta Tabel V.1.3 memaparkan identifikasi indikasi
program khusus untuk Bidang Cipta Karya.
Tabel V.1.1
Arahan RTRW Kabupaten Tebo
Arahan Pola Ruang Arahan Struktur Ruang
(1) (2)
Kawasan wisata alam;
a. Kawasantaman wisata alam kebun raya Bukit Sari di Kecamatan Tebo Ilir;
b. kawasan taman nasional Bukit Tiga Puluh di Kecamatan Sumay;
c. kawasan taman nasional Bukit Dua Belas di Kecamatan Muara Tabir;
d. kawasan wisata air terjun Ketalo di Kecamatan Tebo Ilir;
e. kawasan wisata air terjun Pemayungan di Kecamatan Sumay;
f. kawasan wisata air terjun Bukit Karendo di Kecamatan Sumay;
g. kawasan wisata air terjun Bulian Berdarah di Kecamatan Sumay;
Sistem Persampahan;
a. pengembangan TPA Kecamatan Tebo Tengah (TPA Kandang)
b. pengembangan TPA Kecamatan Rimbo Bujang (TPA Wirotho Agung)
Sistem Penyediaan Air Minum;
a. Pengadaan supply jaringan air bersih di Kabupaten Tebo di wilayah perkotaan saat ini sebagian dikelola oleh PDAM
Arahan Pola Ruang Arahan Struktur Ruang
(1) (2)
h. kawasan wisata air terjun Embun Serai di Kecamatan Sumay;
i. kawasan wisata sumber air panas di Kecamatan Tebo Ilir; dan
j. kawasan wisata Danau Sigombak di Kecamatan Tebo Ulu
Kawasan wisata budaya;
a. kawasan makam Sultan Thaha Syaifuddin di Kecamatan Tebo Tengah;
b. kawasan Situs Candi Gendong di Kecamatan Sumay;
c. kawasan Batu Menangis di Kecamatan Tengah Ilir;
d. kawasan Eks Rumah Pahlawan nasional Sultan Thaha di Kecamatan Muara Tabir;
e. kawasan makam Datuk Panjang di Kecamatan Tebo Tengah; dan
f. kawasan makam Nenek Moyang Sungai Macang.
Kawasan Wisata Buatan;
a. kawasan Irigasi Cermin Alam di Kecamatan VII Koto Ilir; dan
b. kawasan Irigasi Pagar Puding di Kecamatan Tebo Ulu.
Kawasan Permukiman Perkotaan;
a. kawasan permukiman Perkotaan Muara Tebo di Kecamatan Tebo Tengah;
b. kawasan permukiman Perkotaan Wirotho Agung di Kecamatan Rimbo Bujang;
c. kawasan permukiman Perkotaan Sungai Bengkal di Kecamatan Tebo Ilir;
d. kawasan permukiman Perkotaan Sungai Abang di Kecamatan VII Koto;
e. kawasan permukiman Perkotaan Pulau Temiang di Kecamatan Tebo Ulu;
f. kawasan permukiman Perkotaan Sekutur Jaya di Kecamatan Serai Serumpun; g. kawasan permukiman Perkotaan Pintas Tuo di
Kecamatan Muara Tabir;
h. kawasan permukiman Perkotaan Mengupeh di Kecamatan Tengah Ilir;
i. kawasan permukiman Perkotaan Teluk Singkawang di Kecamatan Sumay;
j. kawasan permukiman Perkotaan Karang Dadi di Kecamatan Rimbo Ilir;
k. kawasan permukiman Perkotaan Suka Damai di Kecamatan Rimbo Ulu; dan
l. kawasan permukiman Perkotaan Balai Rajo di Kecamatan VII Koto Ilir.
Kawasan permukiman perdesaan tersebar di seluruh
c. pengembangan sistem penyediaan air minum melalui PDAM di Kecamatan Tebo Tengah yang melayani perkotaan Muara Tebo; dan
d. pengembangan distribusi air minum/air bersih melalui jaringan pipa sepanjang jaringan jalan utama meliputi:
e. Sistem penyediaan air minum (SPAM) meliputi : 1. Kecamatan Tebo Tengah;
2. Kecamatan Rimbo Bujang; 3. Kecamatan Tebo Ulu; 4. Kecamatan Sumay; dan 5. Kecamatan Tebo Ilir.
Sistem Pengelolaan Air Limbah;
sistem pengelolaan air limbah setempat (on site) meliputi:
a. pengelolaan limbah domestik berupa septic tank terdapat di seluruh perkotaan Kabupaten Tebo; dan b. pengelolaan limbah non domestik terdapat di
Perkotaan Muara Tebo dan Perkotaan Rimbo Bujang.
sistem pengelolaan air limbah terpusat (off site) meliputi:
a. pengelolaan limbah domestik berupa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal terdapat di Perkotaan Muara Tebo, Perkotaan Wirotho Agung dan Perkotaan Sungai Bengkal; dan
b. pengelolaan limbah Bahan Beracun Berbahaya (B3) terdapat di kawasan industri Kecamatan Muara Tabir, Kecamatan Serai Serumpun, dan Kecamatan Tengah Ilir.
Sistem Jaringan Drainase;
Jaringan drainase di Kabupaten Tebo secara
konvensional direncanakan terdiri dari jaringan drainase primer, sekunder dan tersier pengembangan jaringan drainase primer terdiri atas Sungai Batanghari dan anak sungai meliputi:
a. Batang Hari;
Arahan Pola Ruang Arahan Struktur Ruang
(1) (2)
wilayah kabupaten
Sumber : RTRW Kabupaten Tebo Tahun 2013 – 2033
Tabel V.1.2
Identifikasi Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) Berdasarkan RTRW
Kawasan Strategis Kabupaten Sudut Kepentingan Lokasi/Batas Kawasan
(1) (2) (3)
Kawasan Agroindustri
Kawasan perkotaan Muara Tebo sebagai PKWp
Kawasan Danau Sigombak
Ekonomi Kecamatan Tebo Ilir Kecamatan Tengah Ilir Kecamatan Sumay Kecamatan Tebo Ulu Kecamatan VII Koto Kecamatan VII Koto Ilir
Kawasan Taman Tanggo Rajo Kepentingan Sosial BUdaya Kecamatan Tebo Tengah Kawasan Taman Wisata Alam
Bukit Sari
Kawasan Hutan Penelitian Biotrop
Fungsi dan daya dukung linkungan hidup
Kecamatan Tebo Ilir Kecamatan Tebo Tengah
5.2.1 Visi dan Misi RPJMD Tahun
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan,
Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan
Daerah serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan
Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan,
Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; Visi adalah rumusan
umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan.
Berkenaan dengan dasar aturan yang menjadi acuan dalam penyusunan dokumen
perencanaan pembangunan serta Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran yang telah disampaikan oleh
Bupati dan Wakil Bupati pada saat kampanye, maka Visi Pembangunan yang ditetapkan untuk
“MENUJU TEBO SEJAHTERA (MTS): AMAN, HARMONIS DAN MERATA”
Sejahtera : Terpenuhinya hak-hak dasar semua lapisan masyarakat baik itu dibidang sosial,
ekonomi dan budaya, serta dibidang pangan, sandang dan perumahan.
Aman : Keadaan yang menggambarkan perwujudan perasaan aman dan kepercayaan
yang tinggi kepada pemerintah sehingga dapat menikmati kehidupan yang
lebih bermutu dan maju; serta memilliki pilihan yang luas dalam seluruh
kehidupannya yang dilandasi supremasi hukum dan Hak Azazi Manusia yang
tinggi.
Harmonis : Suatu kondisi kehidupan masyarakat dimana masing-masing komponen dan
anggota masyarakat saling menghormati dan menghargai perbedaan dan
keragaman budaya, suku, adat, agama dan kepercayaan.
Merata : Masing-masing anggota masyarakat mendapat hak yang seharusnya mereka
terima terutama hak akan keamanan, pendidikan, layanan kesehatan, hidup
layak, hak berpolitik dan hidup bermasyarakat secara layak tanpa perbedaan.
Misi Pembangunan
Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, ditetapkan 6 (enam) Misi Pembangunan Kabupaten
Tebo Tahun 2011 - 2016, sebagai berikut:
1. Meningkatkan kuantitas dan kualitas infrastruktur dan ketersediaan sarana prasarana
layanan umum.
2. Meningkatkan mutu pendidikan, layanan kesehatan, tatanan kehidupan beragama dan
berbudaya.
3. Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang cepat, tepat, bermutu, dan bersih KKN serta
jaminan kepastian dan perlindungan hukum.
4. Mendorong tumbuhnya perekonomian daerah dan pendapatan masyarakat berbasis
agrobisnis dan agroindustri.
5. Meningkatkan peran serta TOGA, TOMA, TODA dan kesetaraan Gender dalam
pembangunan.
6. Melestarikan lingkungan hidup dengan cara mempertahankan dan memelihara folra dan
5.2.2 Strategi RPJMD Tahun 2011-2016
Strategi Pembangunan adalah langkah-langkah berisikan program indikatif untuk mewujudkan
visi dan misi, yang dirumuskan dengan kriteria yang mencakup : (a) hubungan yang rasional
antara visi dan misi dengan prioritas program kepala daerah terpilih, (b) hubungan yang kuat
dengan analisis daerah dan isu-isu strategik, (c) pernyataan yang umum guna memandu
pengembangan program pembangunan tahunan selama lima tahun, dan (d) dikembangkan
dalam suatu pemetaan strategi daerah. Strategi diperlukan untuk memperjelas arah
pengembangan program prioritas kepala daerah.
Sedangkan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Tebo sesuai dengan visi dan misi Bupati
terpilih adalah menitikberatkan pada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam
rangka percepatan pembangunan diperlukan adanya grand strategi daerah yang kemudian
akan menetapkan menjadi arah kebijakan pembangunan selama 5 (lima) tahun ke depan. Arah
Kebijakan pembangunan Kabupaten Tebo merupakan derivasi dari arah kebijakan
pembangunan Provinsi Jambi dengan mempertimbangkan potensi sumberdaya dan kearifan
lokal masyarakat Kabupaten Tebo.
Adapun perumusan langkah-langkah untuk menentukan strategi dan arah kebijakan, dilakukan
dengan menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal.Berdasarkan Tujuan dan Sasaran
stragtegis pembangunan yang telah ditetapkan serta dengan mencermati isu-isu strategis
pembangunan 5 (lima) tahun kedepan, maka Strategi pembnunan dan Arah Kebijakan
pembangunan guna mewujudkan Visi : “Menuju Tebo Sejahtera (MTS): Aman, Harmonis Dan
Merata” berdasarkan misi-misi yang telah ditetapkan adalah sebagaimana pada table berikut :
5.2.3 Arah Kebijakan RPJMD 2011-2016
MISI I : Meningkatkan kuantitas dan kualitas infrastruktur dan ketersediaan sarana prasarana layanan umum.
Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
1 Mewujudkan ketersediaan infrastruktur dan sarana prasarana layanan umum yang berkualitas dan merata.
1.1 Terwujudnya percepatan pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana umum.
Pemenuhan fasilitas infrastruktur dan sarana prasarana pelayanan umum
Meningkatkan akses antara pusat-pusat permukiman dengan pusat perekonomian dan produksi serta
Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
publik.
1.2 Terciptanya kualitas dan kesediaan jaringan irigasi dan air bersih
Menyediakan jaringan irigasi dalam upaya peningkatan produktifitas lahan pertanian terutama tanaman pangan dan pemenuhan kebutuhan air bersih yang merata
Pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur irigasi terutama untuk lahan pangan tadah hujan. Penyelenggaraan operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi berbasis partisipasi masyarakat 1.3 Penyediaan
sarana dan prasarana perekonomian
Menyediakan dan meningkatkan sarana dan prasarana ekonomi seperti pasar dan infrastruktur penunjang lain
Pemenuhan kebutuhan infrastruktur ekonomi seperti pasar dan infrastruktur ekonomi lain
1.4 Penyediaan dan peningkatan kualitas perumahan yang terjangkau bagi seluruh masyarakat terutama yang tidak mampu.
Menciptakan kualitas dan kuantitas kebutuhan umum perumahan dan pemukiman
Pemenuhan dan peningkatan kualitas Perumahan dan Permukiman
Meningkatkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana lingkungan pada kawasan kumuh perkotaan dan perdesaan Meningkatkan penyediaan prasarana dan sarana dasar bagi kawasan rumah sederhana dan rumah sederhana sehat Meningkatkan pola kemitraan antara pemerintah, swasta dan masyarakat dalam investasi dan pengelolaan bersama terhadap penyediaan air bersih dan sanitasi bagi masyarakat
1.5 Terwujudnya Pembangunan Ruang Terbuka Hijau
Menyediakan ruang terbuka hijau dalam pencapaian rekreasi masyarakat
MISI II : Meningkatkan mutu pendidikan, layanan kesehatan, tatanan kehidupan beragama dan berbudaya.
Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
1 Meningkatkan mutu pendidikan dan layanan kesehatan.
1.1 Terwujudnya pemerataan akses terhadap pendidikan berkualitas
Pemenuhan terhadap sarana dan prasarana pendidikan dan tenaga pendidik dengan mengikuti standar pendidikan nasional
Menambah tenaga pendidik yang berkualitas untuk pendidikan dasar dan menengah baik umum maupun kejuruan Meningkatkan
penyediaan dan pemerataan sarana pendidikan. Meningkatkan penyediaan tenaga pendidik yang berkualitas serta tersebar merata pada semua wikayah sesuai dengan kebutuhan.
Memberikan akses yang lebih besar kepada kelompok masyarakat miskin, daerah terpencil/ penyandang cacat untuk mengikuti pendidikan Menata sistem pembiayaan pendidikan yang berprinsip keadilan, efisien, transparan dan akuntabel untuk
melanjutkan usaha-usaha pemerataan dan penyediaan layanan pendidikan yang berkualitas Menyempurnakan manajemen pendidikan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses perbaikan mutu pendidikan Meningkatkan pelayanan pendidikan non formal seperti pelatihan, dan kursus serta pendidikan formal kejuruan pada tingkat menengah dan tinggi untuk
meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja.
1.2 Terwujudnya pemerataan akses layanan kesehatan serta peningkatan derajat kesehatan
Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan
Pengembangan jaminan kesehatan terhadap masyarakat miskin dan tidak mampu
Peningkatan pendidikan kesehatan pada
Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
masyarakat Pemerataan dan peningkatan kualitas fasilitas kesehatan dasar Peningkatan sosialisasi terhadap kesehatan lingkungan dan pola hidup sehat pada masyarakat
Peningkatan kualitas dan kuantitas serta
penyebaran tenaga medis secara merata
1.3 Terwujudnya kualitas kehidupan beragama
Mengembangkan fungsi dan peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)
Revitalisasi FKUB sehingga dapat menjadi lembaga yang optimal bagi para tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah untuk menyelesaikan berbagai permasalah dalam kerukunan hidup umat beragama
Optimalisasi lembaga sosial keagamaan dan pengaktifan kembali forum-forum komunikasi keagamaan dan adat yang ada dan berkembang di masyarakat 1.4 Terciptanya
peran pemuda dan prestasi olahraga dalam pembangunan daerah
Meningkatkan partisipasi pemuda dalam pembangunan dengan menumbuhkan budaya olahraga guna meningkatkan kualitas manusia
Meningkatkan sarana dan prasarana olahraga dalam memacu prestasi olah raga
Mengembangkan sistem penghargaan dan meningkatkan kesejahteraan atlet, pelatih, dan tenaga keolahragaan 1.5 Terkendalinya
pertumbuhan penduduk dan meningkatnya keluarga kecil berkualitas serta penataan administrasi kependudukan.
Meningkatnya keserasian kebijakan kependudukan dalam rangka peningkatan kualitas, pengendalian pertumbuhan dan kuantitas, pengarahan mobilitas dan persebaran penduduk yang serasi dengan daya dukung alam dan daya tampung lingkungan
Menata kebijakan administrasi kependudukan guna mendorong
terakomodasinya hak-hak penduduk dan
Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
dan peran serta masyarakat dalam upaya pengendalian jumlah dan laju pertumbuhan penduduk
Mengendalikan tingkat kelahiran penduduk melalui peningkatan kualitas dan aksesibilitas pelayanan KB
MISI III : Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang cepat, tepat, bermutu, dan bersih KKN serta jaminan kepastian dan perlindungan hukum.
Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
1 Mewujudkan tata kelola
pemerintahan yang cepat, tepat, bermutu, dan bersih KKN serta jaminan kepastian dan perlindungan hukum. n pemerintahan dan
pembangunan desa
Terwujudnya kualitas manajemen
pemerintahan yang demokratis
Peninkatan kapasitas aparatur dan
kelembagaan pemerintah
1. keuangan dan aset
Mewujudkan implementasi regulasi pengelolaan keuangan, aset dan akuntabilitas organisasi pemerintah
Meningkatkan efisiensi dan efektifitas penggunaan anggaran yang seimbang dan Peningkatan pengelolaan keuangan dan aset daerah yang berorientasi pada kepentingan publik 1. kemampuan Sumber Daya Aparatur pemerintah
Melaksanakan TOT, pelatihan, bintek, orientasi, koordinasi, monitoring dan evaluasi
1. penerapan regulasi penyelenggaraan pemerintahan daerah dengan keteladanan pimpinan
Meningkatkan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah
1. 5
Terwujudnya penyelenggaraa n administrasi kependudukan dan Pencatatan Sipil secara terintegrasi melalui siak
Perbaikan sistem pendataan dan pengumpulan data kependudukan
1.
Mewujudkan good governance
Peningkatan sinergi antara pemerintah, masyarakat dan swasta dalam perencanaan dan pembangunan
MISI IV : Mendorong tumbuhnya perekonomian daerah dan pendapatan masyarakat berbasis agrobisnis dan agroindustri.
Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
1 Mewujudkan Kabupaten Tebo dengan Struktur Ekonomi yang kokoh dengan berbasis pada agrobisnis dan agroindustri
1.1 Terwujudnya iklim investasi yang sehat dengan reformasi kelembagaan ekonomi di berbagai tingkatan pemerintahan yang mampu mengurangi praktek ekonomi tinggi
Menciptakan kondusifitas iklim investasi dan pendapatan daerah serta ekonomi daerah yang lebih baik
Penyederhanaan prosedur, perijinan yang menghambat kelancaran arus barang dan pengembangan kegiatan jasa
perdagangan dan pasar
1.2 Tercapainya stabilitas makro ekonomi dengan tetap mendukung terca-painya pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan berkualitas serta peningkatan kemampuan pendanaan pembangunan
Tercapainya kondisi makro ekonomi yang stabil dengan peningkatan sektor ekonomi secara merata
Menjaga pelaksanaan kebija-kan fiskal yang mengarah pada kesinambungan fiskal (fiscal sustainability) dengan tetap memberi ruang gerak bagi peningkatan kegiatan ekonomi
Menjaga stabilitas perekonomian daerah yang dasari oleh capaian indikator ekonomi
Menciptakan inovasi baru dalam rangka memperkuat struktur perekonomian daerah dengan berbasis pada agro industri dan agribisnis dengan mengedepankan IPTEK 1.3 Meningkatnya
kinerja dan daya saing BUMD dalam rangka memperbaiki pelayanannya kepada masyarakat dan memberikan
Peningkatan daya saing BUMD dalam pembangunan daerah
Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan produktivitas usaha kecil dan menengah dengan laju pertumbuhan lebih tinggi dari laju pertumbuhan produktivitas
Meningkatkan perpaduan antara tenaga kerja terdidik dan terampil dengan adopsi penerapan tekonologi
Mengembangkan UKM dengan pendekatan klaster pada sektor agribisnis dan agroindustri yang didukung adanya pemberian kemudahan dalam pengelolaan usaha,sebagai wadah organisasi kepentingan usaha bersama untuk memperoleh efisiensi kolektif
Mendorong perkuatan struktur industri pada sub-sektor yang memiliki potensi keuntungan kompetitif Mengembangkan UKM untuk makin berperan dalam proses indus-trialisasi, perkuatan keterkaitan industri, percepatan pengalihan teknologi, dan peningkatan kualitas SDM
Meningkatkan sistem dan strategi dalam menumbuhkan wirausaha baru berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi 1.4 Meningkatnya
kesejahteraan masyarakat pedesaan yang ditandai dengan berkurangnya jumlah penduduk miskin serta meningkatnya taraf pendidikan dan kesehatan masyarakat
Menciptakan kontribusi kawasan perdesaan sebagai basis pertumbuhan ekonomi nasional yang diukur dari meningkatnya peran sektor pertanian dan non pertanian yang terkait dalam mata rantai pengolahan produk-produk berbasis perdesaan
Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
Memperluas akses masyarakat, terhadap sumberdaya produktif untuk pengembangan usaha
Meningkatkan promosi dan pemasaran produk-produk pertanian di perdesaan melalui peningkatan kualitas dan kontinuitas suplai berbasis sumber daya lokal
1.5 Perbaikan iklim ketenagakerjaan dengan upaya menurunkan tingkat pengangguran
Terselenggaranya upaya-upaya untuk penurunan tingkat pengangguran
Menciptakan kesempatan kerja melalui investasi
Meningkatkan kualitas SDM kete-nagakerjaan melalui pembekalan teknis dan peningkatan wawasan kerja 1.6 Terwujudnya
peningkatan produksi dan produktivitas produk pertanian
Peningkatan produksi dan produktivitas produk pertanian
Peningkatan penyediaan sarana produksi dan bibit unggul pertanian bagi petani di pedesaan.
1.7 Terwujudnya Peningkatan Pendapatan dan kesejahteraan Petani
Terwujudnya Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian
Peningkatan pemasaran dan promosi produk pertanian tanaman pangan hortikultura
MISI V : Meningkatkan peran serta Tokoh Agma (TOGA), Tokoh Masyarakat (TOMA), Tokoh adat (TODA) dan kesetaraan Gender dalam pembangunan.
Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
1 Terwujudnya peran serta TOGA, TOMA, TODA dan kesetaraan Gender dalam pembangunan.
1.1 Adanya peran serta TOGA, TOMA, TODA dan kesetaraan Gender dalam
MISI VI : Melestarikan lingkungan hidup dengan cara mempertahankan dan memelihara folra dan fauna yang masih tersisa di hutan Tebo.
Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
1 Terwujudnya sumberdaya alam yang lestari dan dapat diolah secara
berkelanjutan
1.1 Terwujudnya pengelolaan sumberdaya alam pertambangan secara berkelanjutan
Terwujudnya kualitas dan kelestarian sumber daya alam lahan dan tambang
Menyelenggarakan pengawasan reklamasi tambang
Menyelenggakan
pengelolaan pasca tambang berkelanjutan
1.2 Terwujudnya limbah domestik dan industri yang aman
Terwujudnya pengelolaan limbah domestik dan industri yang lestari
Menyelenggarakan pengelolaan limbah domestik secara terpadu, di TPA dan diolah
Mendorong peyelengggaraan
pengolahan limbah industri berwawasan lingkungan 1.3 Terwujudnya
hutan ekonomis dan ekologis
Terwujudnya perlindungan dan pengelolaan kehutanan yang mempunyai nilai ekonomi dan ekologis
Menyelenggarakan perlindungan terhadap kawasan konservasi Menyelenggarakan pengelolaan eco tourism pada kawasan konservasi yang strategis
Menyelenggarakan pemanfaatan tanaman obat pada kawasan konservasis 1.4 Menciptakan pola
pengembangan perkebunan non monokultur penanaman dengan tanaman beragam Menyelenggarakan pengawasan terhadap perlindungan sempadan sungai dengan tanaman lokal
1.5 Terwujudnya keseimbangan tata ruang
Terwujudnya kesimbangan pada tata ruang wilayah Kabupaten Tebo
Menyelenggarak kajian pada keseimbangan ruang, HP, HTI, HTR dan Riang Terbuka Hijau Kab. Tebo Mengimplementasikan kebutuhan ruang sesuai keseimbangan
Penyusunan Perda Bangunan Gedung diamanatkan pada Peraturan Pemerintah
No. 36 tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan UU 28 tahun 2002 tentang Bangunan
Gedung, yang menyatakan bahwa pengaturan dilakukan oleh pemerintah daerah dengan
penyusunan Peraturan Daerah tentang Bangunan Gedung berdasarkan pada peraturan
setempat serta penyebarluasan peraturan perundang-undangan, pedoman, petunjuk, dan
standar teknis bangunan gedung dan operasionalisasinya di masyarakat.
Perda Bangunan Gedung mengatur tentang persyaratan administrasi dan teknis
bangunan gedung. Salah satunya mengatur persyaratan keandalan gedung, seperti
keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan. Persyaratan ini wajib dipenuhi
untuk memberikan perlindungan rasa aman bagi pengguna bangunan gedung dalam
melakukan aktifitas di dalamnya dan sebagai landasan operasionalisasi penyelenggaraan
bangunan gedung di daerah. Utamanya untuk daerah rawan bencana, Perda Bangunan
Gedung sangat penting sebagai payung hukum di daerah dalam menjamin keamanan dan
keselamatan bagi pengguna. Ketersediaan Perda BG bagi kabupaten/kota merupakan
salah satu prasyarat dalam prioritas pembangunan bidang Cipta Karya di
kabupaten/kota.
Kabupaten Tebo pada tahun ini telah memiliki Rancangan Peraturan Daerah
tentang Bangunan Gedung, dan saat ini sudah pada tahap prolegda.
Berdasarkan Permen PU No. 18 Tahun 2007, Rencana Induk Pengembangan
Sistem Penyediaan Air Minum adalah suatu rencana jangka panjang (15-20 tahun) yang
merupakan bagian atau tahap awal dari perencanaan air minum jaringan perpipaan dan bukan
jaringan perpipaan berdasarkan proyeksi kebutuhan air minum pada satu periode yang
dibagi dalam beberapa tahapan dan memuat komponen utama sistem beserta
dimensi-dimensinya. RI-SPAM dapat berupa RI- SPAM dalam satu wilayah administrasi maupun lintas
kabupaten/kota/provinsi. Penyusunan rencana induk pengembangan SPAM memperhatikan
aspek keterpaduan dengan prasarana dan sarana sanitasi sejak dari sumber air hingga unit
pelayanan dalam rangka perlindungan dan pelestarian air.
5.4.1 Rencana Sistem Pelayanan
5.4.2 Rencana Pengembangan SPAM
Program pengembangan SPAM kabupaten Tebo terdiri dari program SPAM jaringan
perpipaan (JP) dan program SPAM bukan jaringan perpipaan (BJP), program pengembangan ini
1. Arahan perkembangan wilayah (RTRW)
2. Proyeksi Penduduk
3. Target MDGs
4. Ketersediaan Air Baku
5. Kondisi Eksisting SPAM yang ada dan permasalahannya
6. Program dan kebijakan dari pemerintah daerah Tebo untuk target pelayanan Air Minum
jangka menengah.
Secara umum program pengembangan SPAM Kab Tebo bisa dilihat dalam matrik
pengembangan program SPAM jaringan perpipaan (JP) dan matrik pengembangan program
Tabel V.4.1
Lanjutan...
Sumber : RISPAM Kabupaten Tebo
Dalam penyusunan Penetapan Strategi Percepatan Pembangunan Sanitasi, Strategi
didefinisikan sebagai upaya mencapai tujuan yang terdiri dari berbagai cara atau pendekatan.
Mengingat strategi didefinisikan sebagai upaya untuk mencapai tujuan, sebagai langkah awal
perlu ditetapkan tujuan yang jelas yang hendak dicapai tentang pengelolaan sanitasi. Tujuan
ini dirumuskan salah satunya berdasarkan hasil dari penetapan Tahapan Pengembangan
Sanitasi. Terdapat beberapa pengertian dari Tujuan, diantaranya adalah sesuatu yang ingin
dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu tertentu, mengacu kepada pernyataan visi dan misi
serta didasarkan pada isu-isu dan analisis stratejik. Selanjutnya disusun Sasaran atas tujuan
yang hendak dicapai untuk dapat memberikan arahan yang lebih operasional. Sasaran
diartikan sebagai hasil yang akan dicapai secara nyata oleh suatu organisasi dalam rumusan
yang lebih spesifik, terukur, dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan.
Dengan Sasaran yang telah ditetapkan, maka strategi untuk mencapainya dapat
disusun dengan memperhatikan hasil identifikasi isu-isu strategis di dalam Buku Putih Sanitasi.
Terutama mengenai isu strategis, permasalahan mendesak, dan Posisi Pengelolaan Sanitasi
Saat ini. Maka berdasarkan Buku Putih Sanitasi Kabupaten Tebo, sesuai hasil analisa kekuatan,
kelemahan, peluang dan ancaman (SWOT) per komponen dirumuskan tujuan dan sasaran
pengembangan sanitasi per komponen air limbah, komponen persampahan, komponen
1. Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pengembangan Air Limbah Domestik
Dengan memperhatikan tingkat pelayanan yang ada saat ini, diharapkan pada akhir
periode program jangka pendek, menengah dan jangka panjang akan terjadi peningkatan
pelayanan prasarana dan sarana air limbah domestik. Walaupun hingga saat ini masih
ditemukan sebagian penduduk Kabupaten Tebo yang dalam melakukan aktifitas pengelolaan
air limbahnya masih menggunakan cara-cara pengelolaan secara konvensional atau Non Urban
System, yaitu dengan cara membuang limbahnya di daerah terbuka seperti sungai, parit atau
pun di kebun sebagaimana hasil daripada studi EHRA yang telah dilakukan. Upaya mencapai
tujuan, sasaran dan strategi pengembangan program pengelolaan air limbah domestik yang
diinginkan akan dilakukan secara bertahap.
Dalam pengelolaan air limbah domestik, terutama yang ingin dicapai adalah :
1) Tercapainya Standar Pelayanan Minimum (SPM) untuk layanan Air limbah domestik Tahun
2018
2) Meningkatkan kondisi dan kualitas lingkungan.
Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pengembangan Pengelolaan Air limbah menurut RTRW
Kabupaten Tebo secara umum rencana yang dikembangkan dalam hal pengelolaan Air limbah
meliputi 7 aspek, yaitu Komunikasi, PMJK, Partisipasi Swasta, Teknis, Pendanaan, Kebijakan
Daerah dan Kelembagaan serta Monitoring dan Evaluasi.
Kebijakan Pengembangan Air Limbah Domestik :
1) Pengembangan sistem pengelolaan Air Limbah yang efisien dan efektif
2) Penerapan mekanisme pengelolaan Air Limbah yang baik dan sesuai dengan
Tabel V.5.1
Lanjutan..
2. Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pengembangan Persampahan
Rumusan Tujuan, Sasaran, dan strategi pembangunan/pengembangan persampahan
dalam strategi sanitasi Kabupaten Tebo memiliki jangka waktu perencanaan 5 (lima) tahun
merupakan salah satu tahapan pengembangan lima tahunan daerah. Skenario pengembangan
wilayah Kabupaten Tebo berdasarkan RTRW dan Renstra SKPD Kabupaten Tebo, didasarkan
pada pertimbangan :
1) Struktur ruang Kabupaten/kota yang telah terbentuk (kawasan terbangun);
2) Pola jaringan infrastruktur utama yang telah ada (khususnya jaringan jalan).
3) Potensi dan kendala yang ada.
4) Kecenderungan perkembangan (berkaitan dengan pengembangan sektor unggulan).
5) Kebijakan pengembangan yang telah disusun dalam lingkup makro dan mikro, seperti
arahan RTRWN dan RTRW Provinsi Jambi, Rencana TataRuang Wilayah (RTRW) Kabupaten
Tebo.
6) kebijakan sektoral yang ada seperti rencana pengembangan jaringan jalan, drainase, listrik,
serta penerbitan ijin lokasi untuk kegiatan industri, perumahan, perdagangan dll.
Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pengembangan Pengelolaan Persampahan menurut
persampahan meliputi 7 aspek, yaitu Komunikasi, PMJK, Partisipasi Swasta, Teknis, Pendanaan,
Kebijakan Daerah dan Kelembagaan serta Monitoring dan Evaluasi.
Kebijakan Pengembangan Persampahan :
1) Pengembangan sistem pengelolaan persampahan yang efisien dan efektif
2) Penerapan mekanisme pengelolaan persampahan yang baik dan sesuai dengan
masing-masing daerah
Tabel V.5.2
Lanjutan..
3. Tujuan, Sasaran dan Strategi Pengembangan Drainase
Dalam perencanaan drainase perlu disusun petunjuk umum untuk tujuan penyiapan:
Program penanganan drainase
Institusi pengelola sistem dan jaringan drainase, dalam hal ini adalah Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten dan kawasan tertentu dimungkinkan melibatkan pihak swasta
(developer).
Dalam konteks itu, acuan yang digunakan adalah Kepmen PU No. 239/KPTS/1987
tentang Fungsi Utama Saluran Drainase sebagai drainase kota dan fungsi utama sebagai
pengendalian banjir. Dalam pengembangan sistem drainase harus memperhatikan
sektor-sektor lain, karena pembangunan sektor-sektor drainase tidak dapat dilepaskan dari pembangunan
infrastruktur lainnya, termasuk rencana pengembangan daerah, air limbah, perumahan dan
tata
bangunan serta jalan kota.
1. Rencana Pengembangan Kota
Komponen program drainase harus mendukung skenario pengembangan dan pembangunan
kota, serta terpadu dengan rencana pengembangan prasarana lainnya.
2. Perumahan Rakyat dan Tata Bangunan
Sistem penanganan drainase kota harus terkoordinasi dengan penanganan dan pengelolaan
sistem yang disiapkan oleh instansi lain (developer, perumnas, dan masyarakat).
Sistem drainase jalan yang disiapkan menjadi satu kesatuan dengan komponen jalan
hendaknya disinkronkan dengan sistem yang disiapkan oleh penyusun sistem dan jaringan
dalam komponen drainase.
Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pengembangan Drainase menurut RPIJMD Kabupaten Tebo
secara umum rencana yang dikembangkan dalam hal pengembangan tahapan pembangunan
Drainase meliputi 7 aspek, yaitu Komunikasi, PMJK, Partisipasi Swasta, Teknis, Pendanaan,
Kebijakan Daerah dan Kelembagaan serta Monitoring dan Evaluasi.
Kebijakan tahapan Pengembangan Drainase :
1) Pengembangan sistem pembangunan Drainase yang efisien dan efektif.
2) Penerapan mekanisme pembangunan Drainase yang baik dan sesuai dengan
masing-masing kondisi daerah (Zoning).
Tabel V.5.3
Lanjutan..
Kabupaten Tebo hingga saat ini belum melakukan penyusunan Rencana Tata
Bangunan dan Lingkungan (RTBL).
Rencana Pembangunan dan Pengembangan dan Kawasan Permukiman merupakan
suatu dokumen strategi operasional dalam pembangunan permukiman dan infrastruktur
perkotaan yang sinergi dengan arah pengembangan kota, sehingga dapat menjadi acuan yang
jelas bagi penerapan program-program pembangunan infrastruktur Cipta Karya. RP3KP
memuat arahan kebijakan dan strategi pembangunan infrastruktur permukiman makro pada
skala kabupaten/kota yang berbasis pada rencana tata ruang (RTRW) dan rencana
a. Sebagai acuan bagi implementasi program-program pembangunan permukiman dan
infrastruktur perkotaan, sehingga dapat terintegrasi dengan program-program
pembangunan lainnya yang telah ada;
b. Sebagai dokumen induk dari semua dokumen perencanaan program sektoral bidang
Cipta Karya di daerah;
c. Sebagai salah satu acuan bagi penyusunan RPI2-JM;
d. Sebagai sarana untuk integrasi semua kebijakan, strategi, rencana pembangunan dan
pengembangan kawasan permukiman yang tertuang di berbagai dokumen; dan
e. Sebagai dokumen acuan bagi penyusunan kebijakan yang terkait dengan pembangunan