• Tidak ada hasil yang ditemukan

P U T U S A N. NO. 91/Pid.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "P U T U S A N. NO. 91/Pid.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

P U T U S A N

NO. 91/Pid.B/2014/PN.BJ

“DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA”

PENGADILAN NEGERI Binjai yang mengadili perkara pidana dalam tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dibawah ini dalam perkara Terdakwa :

Terdakwa ditahan di Rumah Tahanan negara oleh:

Penyidik : Sejak tanggal 08-01-2014 s/d 27-01-2014 Perpanjangan JPU : Sejak tanggal 28-01-2014 s/d 08-03-2014 Jaksa Penuntut Umum : Sejak tanggal 06-03-2014 s/d 09-04-2014 Majelis Hakim : Sejak tanggal 11-03-2014 s/d 09-04-2014 Perpanjangan Ketua PN : Sejak tanggal 10-04-2014 s/d 08-06-2014

Terdakwa tidak didampingi oleh Penasehat Hukum;

Pengadilan Negeri Tersebut setelah :

- Setelah membaca berkas pelimpahan perkara dari Kejaksaan Negeri Binjai Nomor B-79/N.2.11.3/Ep.2/03/2014 atas nama terdakwa;

Nama : ROSIDI

Tempat Lahir : Desa Lama

Umur/Tgl.lahir : 40 tahun / 17 Oktober 1973 Jenis Kelamin : Laki-laki

Kebangsaan : Indonesia

Tempat Tinggal : Dusun III Desa Sei Baharu Kec. Hamparan Perak Kab. Deli Serdang

Agama : Islam

Pekerjaan : Karyawan Swasta (Sales PT. Delto Mandiri Lestari Depo Binjai) Pendidikan : SMA

(2)

- Setelah membaca penetapan Ketua Pengadilan Negeri Binjai Nomor : 91/Pid.B/2014/PN.BJ, tertanggal 11 Maret 2014 tentang Penunjukan Hakim Majelis untuk memeriksa dan mengadili perkara ini;

- Setelah membaca Penetapan Hakim Ketua Majelis No. 91/Pid.B/2014/PN.BJ, tanggal 11 Maret 2014 tentang Penetapan Hari sidang;

- Setelah memperhatikan barang bukti yang diajukan di persidangan;

- Setelah mendengar keterangan saksi-saksi; - Setelah mendengar keterangan terdakwa;

- Setelah mendengar tuntutan/requisitoir dari Penuntut Umum yang pada pokoknya memohon agar Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan sebagai berikut :

1. Menyatakan terdakwa ROSIDI, bersalah melakukan Tindak Pidana ”Penggelapan dengan Pemberatan secara berlanjut” sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 374 Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHPidana dalam Dakwaan Primair; 2. Menjatuhkan Pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 5 (Lima) bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara dengan perintah terdakwa tetap ditahan;

3. Menyatakan barang bukti berupa:

 6 (enam) lembar bon asli penjualan produk jamu dari PT. Delto Mandiri Lestari;

 1 (satu) buah stempel merek TOP bertuliskan toko obat ABADI di Jl.Kartini Kuala;

Dirampas untuk dimusnahkan;

4. Membebani terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp.1.000.- (seribu rupiah);

- Setelah mendengar pembelaan (pledoi)/ permohonan dari Terdakwa, yang pada pokoknya adalah sebagai berikut :

 Bahwa terdakwa mengakui perbuatannya;

 Bahwa terdakwa merasa menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya;

 Bahwa terdakwa sudah berusaha membayar hutang tersebut, tapi saksi korban memaksa agar langsung melunasinya;

(3)

 Bahwa terdakwa mohon agar dijatuhkan hukuman seringan-ringannya;

 Bahwa terdakwa adalah orangtua tunggal, yang harus menghidupi keluarganya seorang diri;

Menimbang, bahwa Terdakwa telah didakwa oleh Penuntut Umum sebagaimana dalam surat dakwaannya tanggal 30 September 2013, dengan Nomor Register perkara: PDM-292/BNJEI/Epp.1/09/ 2013 yang telah dibacakan dipersidangan yang pada pokoknya berisi sebagai berikut :

PRIMAIR :

---Bahwa ia terdakwa ROSIDI pada waktu antara tanggal 29 November 2013 dan 23 Desember 2013 atau setidak–tidaknya pada waktu lain dalam bulan November dan Desember 2013 atau setidak-tidaknya pada tahun 2013, bertempat di PT. Delto Mandiri Lestari Depo Binjai di Jalan Pattimura / Jl. Antara Kel. Kartini Kec. Binjai Kota, Kota Binjai, atau setidak-tidaknya pada tempat lain yang masih termasuk dalam wilayah hukum Pengadilan Negeri Binjai, melakukan beberapa perbuatan

yang ada hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai suatu perbuatan berlanjut, dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain tetapi yang penguasaannya terhadap barang disebabkan karena ada hubungan kerja atau karena pencarian atau karena mendapat upah untuk itu, perbuatan

tersebut dilakukan terdakwa dengan cara sebagai berikut :--- - Bahwa pada waktu yang telah disebutkan diatas, terdakwa

yang merupakan Sales Penjualan PT. Delto Mandiri Lestari Depo Binjai melakukan pengambilan barang-barang milik PT. Delto Mandiri Lestari Depo Binjai yang akan dijual berupa obat herbal yaitu Antangin, minyak angin Freshcare, Antalinu, Pilkita, minyak angin anak, permen antangin dan lain-lain dari gudang PT. Delto Mandiri Lestari Depo Binjai dan barang-barang tersebut diterima terdakwa dari karyawan administrasi bagian gudang dan keuangan yaitu saksi Rama Cristine Yosephin dan Wira Sari Piliang, setelah itu terdakwa melakukan penjualan barang-barang

(4)

tersebut kepada konsumen dan bila konsumen telah membayar tunai maka terdakwa tidak menyerahkan seluruh uang hasil penjualan melainkan diambil sedikit atau kadang separuh dari uang hasil penjualan tersebut;

- Bahwa selain itu terdakwa juga membuat sendiri faktur penjualan rekayasa dimana seolah-olah sebuah toko atau apotik melakukan pembelian namun sebenarnya toko atau apotik tersebut tidak melakukan pembelian, lalu faktur tersebut terdakwa tandatangani sendiri dan terdakwa stempel dengan stempel yang terdakwa cetak sendiri, yaitu:

1. Faktur kepada Apotik Hidup Sehat di Jl. Gatsu Brahrang:

- tanggal 29 November 2013 sebesar Rp. 11.625.000,- (sebelas juta enam ratus dua puluh lima ribu rupiah);

- tanggal 30 November 2013 sebesar Rp. 2.559.775,68,- (dua juta lima ratus lima puluh sembilan ribu tujuh ratus tujuh puluh lima koma enam puluh delapan rupiah);

- tanggal 23 Desember 2013 sebesar Rp. 15.500.000,- (lima belas juta lima ratus ribu rupiah);

2. Faktur kepada Toko Obat Kuala di Jl. Hidayatullah Kuala :

- tanggal 10 Desember 2013 sebesar Rp. 5.275.475,- (lima juta dua ratus tujuh puluh lima ribu empat ratus tujuh puluh lima rupiah);

3. Faktur kepada Toko Obat Abadi di Jl. Kartini Kuala : - tanggal 17 Desember 2013 sebesar Rp. 4.736.720,-

(empat juta tujuh ratus tiga puluh enam ribu tujuh ratus dua puluh rupiah);

- Bahwa akibat perbuatan terdakwa PT. Delto Mandiri Lestari mengalami kerugian sebesar Rp. 35.400.306,- (tiga puluh lima juta empat ratus ribu tiga ratus enam rupiah);

---Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 374 KUHP jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP;---

(5)

SUBSIDAIR :

---Bahwa ia terdakwa ROSIDI pada waktu antara tanggal 29 November 2013 dan 23 Desember 2013 atau setidak–tidaknya pada waktu lain dalam bulan November dan Desember 2013 atau setidak-tidaknya pada tahun 2013, bertempat di PT. Delto Mandiri Lestari Depo Binjai di Jalan Pattimura/Jl. Antara Kel. Kartini Kec. Binjai Kota, Kota Binjai, atau setidak-tidaknya pada tempat lain yang masih termasuk dalam wilayah hukum Pengadilan Negeri Binjai, melakukan beberapa perbuatan yang

ada hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai suatu perbuatan berlanjut, dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan, perbuatan tersebut dilakukan terdakwa

dengan cara sebagai berikut :---

- Bahwa pada waktu yang telah disebutkan diatas, terdakwa yang merupakan Sales Penjualan PT. Delto Mandiri Lestari Depo Binjai melakukan pengambilan barang-barang milik PT. Delto Mandiri Lestari Depo Binjai yang akan dijual berupa obat herbal yaitu Antangin, minyak angin Freshcare, Antalinu, Pilkita, minyak angin anak, permen antangin dan lain-lain dari gudang PT. Delto Mandiri Lestari Depo Binjai dan barang-barang tersebut diterima terdakwa dari karyawan administrasi bagian gudang dan keuangan yaitu saksi Rama Cristine Yosephin dan Wira Sari Piliang, setelah itu terdakwa melakukan penjualan barang-barang tersebut kepada konsumen dan bila konsumen telah membayar tunai maka terdakwa tidak menyerahkan seluruh uang hasil penjualan melainkan diambil sedikit atau kadang separuh dari uang hasil penjualan tersebut;

- Bahwa selain itu terdakwa juga membuat sendiri faktur penjualan rekayasa dimana seolah-olah sebuah toko atau apotik melakukan pembelian namun sebenarnya toko atau apotik tersebut tidak melakukan pembelian, lalu faktur tersebut terdakwa tandatangani sendiri dan terdakwa stempel dengan stempel yang terdakwa cetak sendiri, yaitu:

1. Faktur kepada Apotik Hidup Sehat di Jl. Gatsu Brahrang:

(6)

- tanggal 29 November 2013 sebesar Rp. 11.625.000,- (sebelas juta enam ratus dua puluh lima ribu rupiah);

- tanggal 30 November 2013 sebesar Rp. 2.559.775,68,- (dua juta lima ratus lima puluh sembilan ribu tujuh ratus tujuh puluh lima koma enam puluh delapan rupiah);

- tanggal 23 Desember 2013 sebesar Rp. 15.500.000,- (lima belas juta lima ratus ribu rupiah);

2. Faktur kepada Toko Obat Kuala di Jl. Hidayatullah Kuala :

- tanggal 10 Desember 2013 sebesar Rp. 5.275.475,- (lima juta dua ratus tujuh puluh lima ribu empat ratus tujuh puluh lima rupiah);

3. Faktur kepada Toko Obat Abadi di Jl. Kartini Kuala : - tanggal 17 Desember 2013 sebesar Rp. 4.736.720,-

(empat juta tujuh ratus tiga puluh enam ribu tujuh ratus dua puluh rupiah);

- Bahwa akibat perbuatan terdakwa PT. Delto Mandiri Lestari mengalami kerugian sebesar Rp. 35.400.306,- (tiga puluh lima juta empat ratus ribu tiga ratus enam rupiah);

---Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 372 KUHP jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP;---

Menimbang bahwa terhadap dakwaan jaksa Penuntut Umum tersebut terdakwa tidak ada mengajukan eksepsi / keberatan.

Menimbang, bahwa Penuntut Umum telah menghadirkan saksi-saksi yang didengar keterangannya di bawah sumpah menurut agamanya pada pokoknya masing-masing memberikan keterangan sebagaimana termuat dalam berita acara pemeriksaan, yaitu :

1. Saksi JAMALUDDIN, bersumpah, pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

- Bahwa saksi adalah Pimpinan PT. Delto Mandiri Lestari, sekaligus saksi korban dalam perkara ini;

- Bahwa PT. Delto Mandiri Lestari bergerak dalam bidang penjualan jamu/obat herbal;

(7)

- Bahwa terdakwa adalah karyawan PT. Delto Mandiri Lestari sejak bulan November 2011, dan bertugas sebagai Sales;

- Bahwa saksi mengetahui bahwa terdakwa telah melakukan tindak pidana pada tanggal 03 Januari 2014, yaitu pada saat saksi melakukan penagihan ke apotik Hidup Sehat di Brahrang, dan Toko Obat Abadi, di Kec. Kuala, Langkat;

- Bahwa cara terdakwa melakukan tindak pidana adalah dengan membuat bon faktur palsu dan stempel palsu, sehingga barang bisa keluar dari gudang PT. Delto Mandiri Lestari, tapi pada kenyataannya tidak diterima oleh Apotik Hidup Sehat dan Toko Obat Abadi;

- Bahwa ketika ditunjukkan bon faktur dan stempel dari Apotik Hidup Sehat dan Toko Obat Abadi, ternyata Apotik Hidup Sehat dan Toko Obat Abadi tidak mengakuinya;

- Bahwa setelah mengetahui hal tersebut, saksi kembali ke kantor dan selanjutnya menanyainya dengan terdakwa; - Bahwa pada saat saksi menanyakan kepada terdakwa,kemudian terdakwa mengakui bahwa bon dan stempel tersebut adalah rekayasa terdakwa sendiri, yang sengaja dipalsukan oleh terdakwa;

- Bahwa penjualan yang direkayasa oleh terdakwa berdasarkan bon/faktur tersebut adalah penjualan yang terjadi tanggal 30 November 2013 s/d 17 Desember 2013; - Bahwa akibat perbuatan terdakwa PT. Delto Mandiri Lestari mengalami kerugian sebesar Rp. 35.400.306,- (tiga puluh lima juta empat ratus ribu tiga ratus enam rupiah);

---Menimbang, bahwa terhadap keterangan tersebut, terdakwa membenarkan;---

2. Saksi NG HUI LUAN Als. LUAN, Bersumpah, pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

- Bahwa saksi adalah istri dari saksi Jamaluddin, Pimpinan PT. Delto Mandiri Lestari, sekaligus saksi korban dalam perkara ini;

(8)

- Bahwa PT. Delto Mandiri Lestari bergerak dalam bidang penjualan jamu/obat herbal;

- Bahwa terdakwa adalah karyawan PT. Delto Mandiri Lestari sejak bulan November 2011, dan bertugas sebagai Sales;

- Bahwa saksi mengetahui tentang penggelapan yang dilakukan oleh terdakwa setelah diberitahukan oleh suami saksi;

- Bahwa saksi tidak tahu bagaimana cara terdakwa melakukan penggelapan tersebut;

- Bahwa terdakwa sudah bekerja di PT. Delto Mandiri Lestari selama 2 (dua) Tahun dan 1 (satu) Bulan;

- Bahwa saksi mengenali barang bukti berupa bon faktur PT. Delto Mandiri Lestari dan stempel toko obat abadi; - Bahwa akibat perbuatan terdakwa PT. Delto Mandiri Lestari mengalami kerugian sebesar Rp. 35.400.306,- (tiga puluh lima juta empat ratus ribu tiga ratus enam rupiah);

---Menimbang, bahwa terhadap keterangan tersebut, terdakwa membenarkan;---

3. Saksi VAN ANTHONI TANDIYONO, Berjanji, pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

- Bahwa terdakwa sudah bekerja di PT. Delto Mandiri Lestari selama 2 (dua) Tahun dan 1 (satu) Bulan;

- Bahwa terdakwa adalah karyawan PT. Delto Mandiri Lestari sejak bulan November 2011, dan bertugas sebagai Sales;

- Bahwa PT. Delto Mandiri Lestari bergerak dalam bidang penjualan jamu/obat herbal;

- Bahwa atas pekerjaannya tersebut, terdakwa menerima gaji dan insentif sebesar Rp. 2.000.000,- s/d Rp. 3.000.000,-;

- Bahwa produk dari PT. Delto Mandiri Lestari adalah obat herbal seperti Antangin, Antalinu, pilkita, Freshcare, antangin anak, dll;

(9)

- Bahwa untuk penjualan barang tersebut, terdakwa menerima barang dari karyawan administrasi gudang yang bernama Wira dan Rama, dan setiap pengambilan bon faktur tersebut diberikan bon faktur yang berisi jenis barang dan harga satuan barang;

- Bahwa saksi mengetahui bahwa terdakwa telah membuat bon/faktur palsu dan stempel palsu, sehingga seolah-olah Toko Hidup Sehat dan Apotik Abadi ada membeli barang-barang dari PT. Delto Mandiri Lestari, padahal kenyataannya tidak;

- Bahwa biasanya, jika Toko Hidup Sehat dan Apotik Abadi mengorder dari PT. Delto Mandiri Lestari, pembayaran baru dilakukan 2 minggu kemudian dengan cara penagihan ke Toko Hidup Sehat dan Apotik Abadi;

- Bahwa ternyata pada saat penagihan, Toko Hidup Sehat dan Apotik Abadi tidak mengakui pernah melakukan order barang sebagaimana yang termuat didalam bon faktur tersebut;

---Menimbang, bahwa terhadap keterangan tersebut, terdakwa membenarkan;---

4. Saksi WIRA SARI PILIANG, Bersumpah, pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

- Bahwa saksi adalah pegawai PT. Delto Mandiri Lestari, bagian gudang;

- Bahwa terdakwa juga adalah pegawai PT. Delto Mandiri Lestari bagian Sales/penjualan;

- Bahwa produk dari PT. Delto Mandiri Lestari adalah obat herbal seperti Antangin, Antalinu, pilkita, Freshcare, antangin anak, dll;

- Bahwa untuk penyerahan barang dari gudang di jalan Pattimura Kel. Kartini yang diberikan kepada terdakwa diberikan tanda terima berupa tambahan stok, dan ditandatangani terdakwa;

- Bahwa oleh karena penjualan barang tersebut dilakukan secara kredit, dan penagihannya biasanya dilakukan setelah 14 (empat belas) hari kemudian setelah barang diterima pembeli;

(10)

- Bahwa saksi telah mengeluarkan bon tambahan stock kepada terdakwa sejumlah Rp. 35.400.306,- (tiga puluh lima juta empat ratus ribu tiga ratus enam rupiah); - Bahwa barang tersebut menurut terdakwa diambil oleh

Toko Hidup Sehat dan Apotik Abadi;

- Bahwa ternyata Toko Hidup Sehat dan Apotik Abadi, tidak ada mengambil barang tersebut;

- Bahwa setelah ditanyai, ternyata terdakwa lah yang membuat bon faktur tersebut dan juga memalsukan stempel tokonya;

- Bahwa menurut terdakwa, uang tersebut dipergunakan untuk keperluan keluarga terdakwa;

- Bahwa bon faktur yang diperlihatkan dipersidangan adalah hasil rekayasa terdakwa sendiri;

---Menimbang, bahwa terhadap keterangan tersebut, terdakwa membenarkan;---

Menimbang, bahwa terdakwa telah memberikan keterangannya dihadapan persidangan yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

- Bahwa terdakwa adalah pegawai PT. Delto Mandiri Lestari bagian Sales/penjualan;

- Bahwa terdakwa sudah bekerja di PT. Delto Mandiri Lestari selama 2 (dua) Tahun dan 1 (satu) Bulan;

- Bahwa terdakwa adalah karyawan PT. Delto Mandiri Lestari sejak bulan November 2011, dan bertugas sebagai Sales;

- Bahwa PT. Delto Mandiri Lestari bergerak dalam bidang penjualan jamu/obat herbal;

- Bahwa atas pekerjaannya tersebut, terdakwa menerima gaji dan insentif sebesar Rp. 2.000.000,- s/d Rp. 3.000.000,-;

- Bahwa produk dari PT. Delto Mandiri Lestari cabang Binjai adalah obat herbal seperti Antangin, Antalinu, pilkita, Freshcare, antangin anak, strongpas, pil tuntas, kapsul tuntas dll;

- Bahwa cara terdakwa melakukan penjualan adalah dengan cara terdakwa mengambil barang dari gudang dan

(11)

dibuatkan tanda/bon/fakturnya oleh Rama ataupun saksi Wira. Kemudian terdakwa membawa barang tersebut dengan menggunakan mobil boks di daerah Pangkalan Brandan, Pangkalan Susu, Besitang, dan sekitarnya;

- Bahwa tempat penjualan terdakwa biasanya adalah apotik, grosir, semi grosir dan toko obat;

- Bahwa penjualan dilakukan baik secara tunai maupun secara kredit;

- Bahwa bila penjualan dilakukan secara kredit, maka pembayaran harus dilakukan dalam jangka waktu 14 hari sejak pengambilan barang;

- Bahwa terdakwa telah melakukan penjualan barang-barang milik perusahaan berupa antangin, fresh care, dll, namun tidak melaporkannya kepada perusahaan;

- Bahwa untuk menutupi hal tersebut, saksi membuat bon faktur palsu;

- Bahwa bon/faktur yang terdakwa rekayasa adalah bon/faktur dari Toko Hidup Sehat dan Apotik Abadi; - Bahwa bon/faktur tersebut terdakwa rekayasa, agar

perusahaan percaya dengan pembelian barang-barang tersebut;

- Bahwa bon/faktur tersebut terdakwa rekayasa dengan cara mengisi, menandatangani dan membuat stempel sendiri;

Menimbang, bahwa Penuntut Umum di persidangan telah mengajukan barang bukti, yaitu :

1. 6 (enam) lembar bon asli penjualan produk jamu dari PT. Delto Mandiri Lestari;

2. 1 (satu) buah stempel merk top bertuliskan toko merk obat ABADI di Jl. Kartini Kuala;

Menimbang, bahwa untuk menyingkat uraian dalam putusan ini, maka seluruh isi Berita Acara Persidangan dan segala sesuatu yang terjadi didalam persidangan, dianggap telah termasuk dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam putusan ini;

(12)

Menimbang, bahwa dari pemeriksaan di persidangan telah ditemukan alat–alat bukti berupa keterangan saksi–saksi, keterangan terdakwa dan bukti–bukti surat;

Menimbang, bahwa setelah ditemukan alat – alat bukti tersebut diatas, apakah sudah dapat menyatakan terdakwa bersalah atau tidak bersalah melakukan suatu perbuatan pidana sebagaimana yang didakwakan kepadanya oleh Jaksa Penuntut Umum;

Menimbang, bahwa setelah Majelis Hakim menghubungkan keterangan saksi – saksi, keterangan terdakwa, dan surat bukti, maupun segala sesuatu yang berhubungan dengan perkara ini, Majelis Hakim memperoleh fakta – fakta hukum yang menggambarkan kejadian yang didakwakan sebagai berikut :

- Bahwa terdakwa adalah pegawai PT. Delto Mandiri Lestari bagian Sales/penjualan;

- Bahwa terdakwa sudah bekerja di PT. Delto Mandiri Lestari selama 2 (dua) Tahun dan 1 (satu) Bulan, dengan gaji sebesar Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah) perbulan;

- Bahwa PT. Delto Mandiri Lestari bergerak dalam bidang penjualan jamu/obat herbal;

- Bahwa produk dari PT. Delto Mandiri Lestari cabang Binjai adalah obat herbal seperti Antangin, Antalinu, pilkita, Freshcare, antangin anak, strongpas, pil tuntas, kapsul tuntas dll;

- Bahwa cara terdakwa melakukan penjualan adalah dengan cara terdakwa mengambil barang dari gudang dan dibuatkan tanda/bon/fakturnya oleh Rama ataupun saksi Wira. Kemudian terdakwa membawa barang tersebut dengan menggunakan mobil boks di daerah Pangkalan Brandan, Pangkalan Susu, Besitang, dan sekitarnya;

- Bahwa tempat penjualan terdakwa biasanya adalah apotik, grosir, semi grosir dan toko obat;

- Bahwa penjualan dilakukan baik secara tunai maupun secara kredit;

- Bahwa bila penjualan dilakukan secara kredit, maka pembayaran harus dilakukan dalam jangka waktu 14 hari sejak pengambilan barang;

(13)

- Bahwa terdakwa telah melakukan penjualan barang-barang milik perusahaan berupa antangin, fresh care, dll, namun tidak melaporkannya kepada perusahaan;

- Bahwa untuk menutupi hal tersebut, saksi membuat bon faktur palsu;

- Bahwa bon/faktur yang terdakwa rekayasa adalah bon/faktur dari Toko Hidup Sehat dan Apotik Abadi; - Bahwa bon/faktur tersebut terdakwa rekayasa, agar

perusahaan percaya dengan pembelian barang-barang tersebut;

- Bahwa bon/faktur tersebut terdakwa rekayasa dengan cara mengisi, menandatangani dan membuat stempel sendiri;

- Bahwa akibat perbuatan terdakwa, perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp. 35.400.306,- (tiga puluh lima juta empat ratus ribu tiga ratus enam rupiah);

Menimbang, bahwa dari keterangan saksi-saksi, keterangan terdakwa dan barang bukti yang diajukan dalam kaitannya satu dengan yang lainnya selanjutnya akan dipertimbangkan apakah terdakwa telah melakukan perbuatan sebagaimana didakwakan oleh penuntut Umum;

Menimbang, bahwa berdasarkan seluruh fakta yang terungkap dalam keterangan saksi-saksi, keterangan terdakwa dan adanya barang bukti tersebut diatas, apakah hal tersebut sudah cukup untuk dijadikan dasar hukum yang telah diambil oleh Jaksa Penuntut Umum sebagaimana dalam tuntutan pidananya tersebut, dalam hal ini Majelis Hakim akan mempertimbangkan dan membuktikan dengan cara menghubungkan satu dengan yang lainnya dari keseluruhan fakta – fakta hukum tersebut guna mendapatkan kebenaran Materil (Material Waarheid) dalam perkara ini;

Menimbang, bahwa pada prinsipnya tidak ada seorangpun dapat dijatuhi pidana, kecuali apabila Pengadilan karena alat pembuktian yang sah menurut Undang– undang mendapat keyakinan bahwa seseorang yang dianggap dapat bertanggung jawab telah bersalah atas perbuatan yang didakwakan dan didalilkan kepada dirinya (Vide Pasal 6, ayat (2) Undang – undang No. 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman;

(14)

Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan lebih lanjut mengenai fakta – fakta hukum diatas yang akan dihubungkan dengan unsur – unsur tindak pidana yang didakwakan terhadap diri terdakwa sampai sejauh mana terdakwa dapat dipersalahkan atas dakwaan tersebut serta dapatkah kesalahan tersebut dipertanggung jawabkan kepadanya;

Menimbang, bahwa terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum dengan dakwaan Subsidairitas, yaitu :

- Primair : Pasal 374 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP; - Subsidair : Pasal 372 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP;

Menimbang, bahwa oleh karena Jaksa Penuntut Umum telah mengajukan dakwaan Subsidairitas terhadap diri terdakwa, maka majelis akan mempertimbangkan dakwaan primair dalam perkara ini;

Menimbang, bahwa adapun dakwaan primair dalam perkara ini adalah yaitu Pasal 374 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP, yang unsur-unsurnya adalah sebagai berikut:

1. Barangsiapa;

2. Sebagai perbuatan berlanjut dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebahagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya disebabkan karena ada hubungan kerja atau karena pencarian atau karena mendapat upah untuk itu;

Ad. 1. Barangsiapa

Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan Barangsiapa adalah ditujukan kepada setiap orang yang merupakan subjek hukum yang dikontruksikan sebagai pelaku perbuatan pidana;

Menimbang, bahwa Barangsiapa dapat berarti sebagai siapa saja yang berkedudukan sebagai subjek hukum sebagai pendukung hak dan kewajiban dalam keadaan sehat jasmani maupun rohani, serta memiliki kemampuan untuk bertanggung jawab (Toerekenings vaan Baarheid) atas segala perbuatan yang telah dilakukan;

Menimbang, bahwa dalam perkara ini Jaksa Penuntut Umum telah menghadapkan orang yang bernama ROSIDI, yang setelah

(15)

melalui pemeriksaan pendahuluan di tingkat Penyidikan dan Prapenuntutan dinyatakan sebagai terdakwa, dan ternyata pula dipersidangan atas pertanyaan Majelis Hakim dirinya menyatakan dalam keadaan sehat jasmani dan rohani serta mengakui dan membenarkan identitasnya yang tertera dalam berkas perkara maupun dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum adalah benar sebagai identitas dirinya;

Menimbang, bahwa tentang kemampuan bertanggung jawab ditegaskan dalam Memorie Van Toelichting (MVT), bahwa setiap orang sebagai elemen barang siapa secara Historis Kronologis merupakan subjek hukum yang dengan sendirinya telah melekat dengan kemampuan bertanggung jawab, kecuali secara tegas Undang- undang menentukan lain;

Menimbang, bahwa berdasarkan analisa dan pertimbangan tersebut diatas, terhadap unsur “Barangsiapa” yang disandarkan kepada terdakwa untuk sekedar memenuhi kapasitasnya sebagai Subjek hukum dalam perkara ini secara yuridis formil telah terpenuhi, akan tetapi untuk menentukan apakah dirinya secara Yuridis Materiil benar benar sebagai pelaku dari tindak pidana, adalah sangat bergantung dari pembuktian terhadap unsur – unsur tindak pidana yang selanjutnya;

Ad. 2. Unsur Sebagai Perbuatan Berlanjut Dengan Sengaja Dan Melawan Hukum Memiliki Barang Sesuatu Yang Seluruhnya Atau Sebahagian Adalah Kepunyaan Orang Lain, Tetapi Yang Ada Dalam Kekuasaannya Disebabkan Karena Ada Hubungan Kerja Atau Karena Pencarian Atau Karena Mendapat Upah Untuk Itu

Menimbang, bahwa yang menurut Mvt, Sengaja (opzet) adalah sama dengan willens en wetens (dikehendaki dan diketahui). Seseorang yang melakukan perbuatan dengan sengaja, harus menghendaki perbuatan itu, dan harus menginsyafi atau mengetahui (wetens) akan akibat perbuatan itu. Sedangkan menurut van Hattum, willen dan weten tidaklah sama. Seseorang yang berkehendak (willen) berbuat sesuatu, belum tentu juga menghendaki juga akibat yang pada akhirnya sungguh-sungguh ditimbulkan akibat perbuatannya itu;

(16)

Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan melawan hukum adalah perbuatan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

Menimbang, bahwa perbuatan melawan hukum ini berkaitan dengan kegiatan memiliki barang. Barang tersebut bukanlah milik terdakwa, baik sebahagian maupun seluruhnya, tapi merupakan milik orang lain;

Menimbang, bahwa sub unsur pasal ini mensyaratkan suatu klausul bahwa barang tersebut ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan. Bisa saja karena ada hubungan kerja atau karena pencarian atau karena mendapat upah untuk itu. Sub unsur ini bersifat alternatif, yang berarti bila salah satu sub unsur telah terbukti sudah cukup, tanpa harus membuktikan keseluruhan sub unsur lainnya;

Menimbang, bahwa barang-barang dalam pasal ini, dapat berbentuk barang dalam arti yang sebenarnya, maupun dalam bentuk uang, artinya barang-barang tersebut adalah benda-benda yang memiliki nilai;

Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan suatu perbuatan berlanjut adalah perbuatan tersebut tidak hanya dilakukan sekali saja, tetapi terus menerus dengan tujuan yang sama;

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta hukum yang terungkap dipersidangan, ternyata terdakwa adalah pegawai dari PT. Delto Mandiri Depo Binjai, yang bertugas sebagai penjual/salesman, dan bertugas menjual barang-barang milik perusahaan kepada apotik, grosir, maupun took-toko semi grosir di sekitar wilayah Binjai-Langkat;

Menimbang, bahwa dalam melakukan penjualan barang tersebut dapat dilakukan terdakwa dengan cara tunai maupun kredit selama 14 hari;

Menimbang, bahwa dalam melakukan penjualan barang, terdakwa terlebihdahulu mengambil barang dari gudang, dan dicatat dibuku untuk itu, selanjutnya membawa ke took-toko langganan, untuk selanjutnya menjual barang dan menerima sejumlah uang;

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta hukum dipersidangan, ternyata terdakwa telah menjual barang-barang tersebut ke tempat lain secara tunai, namun dibuat seolah-olah secara

(17)

kredit dengan mengeluarkan bon/faktur yang seolah-olah asli dan bahkan diberi stempel dari toko Abadi, yang ternyata dipalsukan terdakwa. Hal ini dilakukan terdakwa untuk mengelabui pembukuan penjualan barang dan pembayaran uang kepada perusahaan. Sedangkan uang hasil penjualan tunai barang-barang tersebut telah dipergunakan sendiri untuk kepentingan terdakwa. Hal ini pun ternyata telah dilakukan berulang kali oleh terdakwa dalam rentang waktu antara tanggal 29 November 2013 s/d 23 Desember 2013;

Menimbang, bahwa dengan demikian, perbuatan terdakwa yang merekayasa bon/faktur penjualan sedemikian rupa untuk mengelabui pembukuan perusahaan berkali-kali haruslah dipandang suatu perbuatan penggelam yang dilakukan secara berlanjut;

Menimbang, bahwa dengan demikian keseluruhan sub unsur dalam perkara ini telah terpenuhi;

Menimbang, bahwa dengan demikian keseluruhan unsur pasal dalam perkara ini telah terbukti dan terpenuhi;

Menimbang, bahwa karena unsur Pasal 372 KUH Pidana Jo. Pasal 64 ayat (1) KUH Pidana, telah terpenuhi maka terdakwa haruslah dihukum dengan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya;

Menimbang, bahwa dalam menjatuhkan hukuman, majelis tidak sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum tentang lamanya masa penahanan yang harus dijatuhkan kepada diri terdakwa;

Menimbang, bahwa terhadap barang bukti berupa :

 6 (enam) lembar bon asli penjualan produk jamu dari PT. Delto Mandiri Lestari;

 1 (satu) buah stempel merek TOP bertuliskan toko obat ABADI di Jl.Kartini Kuala;

Yang sudah tidak berguna dan tidak mempunyai nilai ekonomis lagi, akan dinyatakan dirampas untuk dimusnahkan;

Menimbang, bahwa karena Terdakwa dinyatakan bersalah maka terdakwa haruslah dihukum untuk membayar biaya perkara;

(18)

Menimbang, bahwa sebelum menjatuhkan pidana terlebih dahulu akan dipertimbangkan hal-hal yang meringankan dan meringankan sebagai berikut :

Hal-hal yang memberatkan :

- Perbuatan terdakwa merugikan saksi korban; Hal-hal yang meringankan :

- Saksi korban sudah memaafkan Terdakwa, dan memohon agar hukuman terdakwa diringankan;

- Terdakwa merasa menyesal akan perbuatannya;

- Terdakwa berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya;

Menimbang, bahwa berdasar pertimbangan di atas maka penjatuhan putusan atas diri terdakwa dalam amar putusan menurut Majelis bersesuaian dengan keadilan hukum yang berlaku maupun rasa keadilan yang dikehendaki masyarakat;

Mengingat ketentuan Pasal 374 Jo. Pasal 64 ayat (1) KUH Pidana dan ketentuan-ketentuan lain dalam KUHAP dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan perkara ini :

MENGADILI :

1. Menyatakan terdakwa ROSIDI, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana ”Penggelapan Yang Dilakukan Secara Berlanjut”;

2. Menjatuhkan Pidana terhadap terdakwa ROSIDI oleh karenanya dengan Pidana Penjara selama 3 (tiga) bulan dan 7 (tujuh) hari;

3. Menetapkan bahwa lamanya terdakwa berada dalam tahanan sementara akan dikurangkan dari pidana yang dijatuhkan; 4. Menetapkan terdakwa tetap ditahan;

5. Menyatakan barang bukti berupa:

 6 (enam) lembar bon asli penjualan produk jamu dari PT. Delto Mandiri Lestari;

 1 (satu) buah stempel merek TOP bertuliskan toko obat ABADI di Jl.Kartini Kuala;

(19)

6. Membebani terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp.2.000.- (dua ribu rupiah);

Demikianlah Putusan ini dijatuhkan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim pada hari Senin tanggal 08 April 2014 oleh kami TIRA TIRTONA, S.H., M.Hum., sebagai Hakim Ketua Majelis, MONALISA A. T. SIAGIAN, S.H., M.H., dan LENNY LASMINAR, S.H., masing-masing sebagai Hakim Anggota, putusan mana pada hari dan tanggal tersebut yang diucapkan pada persidangan yang terbuka untuk umum oleh Hakim Ketua Majelis tersebut, serta didampingi oleh Hakim Anggota dengan dibantu oleh OSDIN SIDAURUK, S.H., sebagai Panitera Pengganti dan dihadiri oleh SRI AFDHILLA, S.H., sebagai Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Binjai serta dihadapan Terdakwa;

HAKIM-HAKIM ANGOTA : HAKIM KETUA MAJELIS

1. MONALISA A.T.SIAGIAN, S.H.,M.H TIRA TIRTONA, SH, M.Hum

2. LENNY LASMINAR, S.H

PANITERA PENGGANTI

Referensi

Dokumen terkait

OEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAVAAN.. Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara , Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal

Annurahman (2009: 113) berpendapat bahwa “agar aktivitas yang dilakukan guru dalam proses pembelajaran terarah pada upaya peningkatan potensi siswa secara

PENDEKATAN STRATEGIS  Memprioritaskan pada hasil inovasi Perguruan tinggi yang berproses prototip yang mempunyai potensi pasar dan bernilai komersial untuk di kembangkan menjadi

Untuk fasilitas pembiayaan, KJKS Kalbar Madani memiliki standar operasional dengan menerapkan prinsip kehati-hatian (prudent), dimana setiap permohonan

Langkah langkah yang dilakukan tahap perencanaan tindakan meliputi menata setting kelas, menyusun rancangan pembelajaran (RKH) serta mempersiapkan bahan-bahan yang

Subjek penelitian ini adalah istri yang bekerja dan sedang mejalani pernikahan jarak jauh atau commuter marriage dengan batas usia pernikahan dan usia commuter 5 sampai 10

Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan oleh peneliti terhadap 6 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokero yang mengikuti program boarding school,

Alasan peneliti menggunakan metode studi korelasi/ hubungan karena penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengungkapkan hubungan dan pengaruh interaksi sosial