• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Ketahanan Pangan Masa New Normal Covid-19

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Strategi Ketahanan Pangan Masa New Normal Covid-19"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Seminar Nasional dalam Rangka Dies Natalis ke-44 UNS Tahun 2020

Strategi Ketahanan Pangan Masa New Normal Covid-19

Peningkatan Pertumbuhan dan Produksi Rumput Gajah dengan Penambahan

Pupuk Kandang Ayam

Zahrotul Luklukyah, Nadira Putri Sermalia dan Nur Hidayah*

Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Tidar Jl. Kapten Suparman No.39, Potrobangsan, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang

*corresponding author: [email protected]

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemupukan menggunakan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman rumput gajah. Penelitian ini terdiri dari 2 perlakuan yaitu tanpa pemupukan (kontrol) dan pemupukan pupuk kandang ayam sebanyak 7 kg/petak (2 x 5 m). Variabel yang diamati meliputi pertumbuhan (tinggi tanaman dan lingkar batang tunas primer) dan produksi rumput gajah (jumlah anakan dan BK rumput gajah). Data penelitian dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian didapatkan data bahwa pertumbuhan rumput gajah dengan penambahan pupuk kandang ayam mengalami peningkatan dengan rata-rata sebesar 93,642 cm untuk tinggi tanaman dan 4,76 cm pada lingkar batang tunas primer. Produksi rumput gajah juga meningkat dengan penambahan pupuk kandang yaitu dengan rata-rata 18,3 untuk jumlah anakan dan 25,9% pada BK. Tanaman rumput gajah tanpa pemupukan juga mengalami peningkatan pertumbuhan, tetapi dengan rata-rata yang cukup rendah yaitu 36,185 cm untuk tinggi tanaman dan 2,342 cm pada lingkar batang tunas primer. Produksi tanaman rumput gajah tanpa pemupukan menunjukkan jumlah anakan sebanyak 3,26 dan BK sebesar 18,8%. Kesimpulannya yaitu pemberian pupuk kandang ayam pada tanaman rumput gajah dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi rumput gajah.

Kata kunci : pertumbuhan, produksi, pupuk kandang ayam, rumput gajah

Pendahuluan

Hijauan pakan ternak merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha peternakan, terutama ternak ruminansia. Meningkatnya populasi ternak di Indonesia perlu diikuti dengan peningkatan produksi hijauan pakan yang cukup sepanjang tahun, baik dari kuantitas maupun kualitasnya. Hijauan diberikan pada ternak untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok, berproduksi, dan berkembang biak. Salah satu hijauan yang umum diberikan

(2)

pada ternak yaitu rumput gajah (Pennisetum purpureum). Menurut Sanderson dan Paul (2008), rumput gajah merupakan pakan hijauan yang banyak dimanfaatkan dalam progam penggemukan ternak, meningkatkan hasil susu ternak, dan pembibitan ternak. Rumput gajah adalah rumput berukuran besar bernutrisi tinggi yang biasanya dipakai sebagai pakan ternak seperti sapi, kambing, gajah, kerbau.

Produktivitas dan kualitas rumput gajah dapat ditingkatkan dengan melalui pemupukan. Pemupukan merupakan penambahan suatu bahan yang digunakan untuk memelihara, memperbaiki, dan mempertahankan kesuburan tanah. Menurut Rica (2012), penanaman hijauan pakan pada lahan yang subur juga akan menghasilkan produktivitas hijauan pakan lebih baik dibandingkan pada lahan kritis atau kurang subur. Pemupukan pada umumnya diartikan sebagai penambahan zat hara ke dalam tanah, pemupukan yang tepat merupakan suatu cara untuk meningkatkan kualitas hijauan makanan ternak (Wibawa et al., 2014). Salah satu jenis pupuk yang cukup baik agar sifat fisik tanah dapat dipertahankan adalah pupuk organik. Pupuk organik yang banyak digunakan untuk tanaman pangan dan tanaman pakan ternak umumnya dari kotoran ternak diantaranya adalah kotoran ayam. Pupuk organik yang berasal dari kotoran ayam merupakan pupuk ketersediaannya cukup banyak sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk pupuk hijauan makanan ternak.

Menurut Muhsin (2003), pupuk kandang ayam mempunyai potensi yang baik, karena selain berperan dalam memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah pupuk kandang ayam juga mempunyai kandungan N, P, dan K yang lebih tinggi bila dibandingkan pupuk kandang lainnya. Pupuk yang berasal dari kotoran ayam mungkin saja memberikan respon yang maksimal terhadap produksi rumput gajah baik pada tinggi tanaman, jumlah anakan, lingkar batang tunas primer dan kandungan BK pada rumput gajah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efesiensi pemberian pupuk kandang ayam terhadap produksi tanaman rumput gajah. Adapun manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini yaitu dapat memberikan informasi kepada pembaca dan masyarakat mengenai manfaat pupuk kandang ayam terhadap produktivitas tanaman rumput gajah serta dapat memberikan informasi mengenai pupuk organik yang ramah lingkungan, murah, mudah didapat, dan ketersediannya melimpah.

Metodologi

Waktu dan Tempat

Pengolahan lahan dan penanaman hingga pemanenan rumput gajah dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 - Desember 2019 di Lahan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Tidar, Magelang.

(3)

Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan yaitu bibit rumput gajah sebanyak 10 batang setiap perlakuan (dengan pupuk kandang ayam dan tanpa pupuk kandang ayam), air untuk menyiram dan pupuk kandang ayam. Pupuk kandang ayam memiliki kandungan Nitrogen (N) 2,44%, Phospor (P)0,67%, Kalium (K) 1,24%, dan C-Organik16,10% (Sari et al., 2016)

Alat yang digunakan yaitu cangkul, sabit, ember, dan alat ukur untuk mengukur luas lahan yang akan digunakan.

Prosedur Penelitian :

Pelaksanaan penelitian terdiri dari beberapa tahapan (Seseray et al., 2013) :

a) Pengolahan Lahan. Pengolahan lahan dilaksanakan dengan membersihkan lahan dari gulma dan tanaman pengganggu. Kemudian dilakukan pembalikan tanah dan penggemburan tanah menggunakan cangkul.

b) Pembuatan Bedengan. Tanah yang sudah digemburkan dibuat bedengan dengan ukuran 2x5 meter sebanyak 2 bedeng (petak). Satu bedeng dibuat untuk menanam bibit rumput gajah tanpa pemupukan, dan satu bedeng lainnya dibuat untuk menanam bibit rumput gajah dengan pemupukan.

c) Pemupukan. Pemupukan dilakukan sebelum penanaman bibit rumput gajah. Pupuk kandang ayam yang diberikan pada satu bedeng (petak) sebanyak 7 kg.

d) Penyiapan Bibit Rumput. Bibit rumput gajah diambil dari batang yang sehat, tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, minimal mengandung 2 ruas batang.

e) Penanaman Bibit. Penanaman bibit rumput gajah dilakukan seminggu setelah pemupukan. Bibit rumput gajah ditanam dengan jarak tanam 60 cm dan 90 cm.

5 m

2 m 60 cm 90cm

(4)

f) Perawatan Tanaman. Perawatan dilakukan dengan melakukan penyiraman rutin, pembersihan rumput liar dan penyulaman apabila terdapat tanaman yang mati.

g) Pengamatan. Pengamatan dilakukan setiap minggu dengan cara mengukur tinggi tanaman, lingkar batang tunas primer, jumlah anakan dan pada akhir pemanenan diukur BKnya menggunakan oven (selama 24 jam).

Analisis Data

Data yang didapatkan dari hasil pengamatan dianalisa secara deskriptif. Ali (1982) menjelaskan bahwa metode penelitian deskriptif digunakan untuk memecahkan sekaligus menjawab permasalahan yang terjadi pada masa sekarang. Menurut Magareta (2013), penelitian deskriptif dilakukan dengan menempuh langkah-langkah pengumpulan, klasifikasi dan analisis atau pengolahan data, membuat kesimpulan dan laporan dengan tujuan utama untuk membuat penggambaran tentang suatu keadaan secara objektif dalam suatu deskripsi. Penelitian ini dilakukan dengan mendeskripsikan efektifitas penggunaan pupuk kandang ayam terhadap tanaman rumput gajah sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman.

Hasil dan Pembahasan Tinggi Tanaman

Berdasarkan hasil pengukuran yang telah dilakukan, pertumbuhan rumput gajah yang diberi pupuk kandang ayam lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan rumput gajah tanpa pemupukan. Hal ini dapat dilihat pada Grafik1. dan Grafik 2. bahwa tinggi tanaman rumput gajah yang diberi pupuk kandang ayam mengalami peningkatan dengan rata-rata sebesar 93,642 cm, sedangkan pada rumput gajah tanpa perlakuan mengalami peningkatan sebesar 36,185 cm. Artinya, tanaman yang diberi pupuk kandang ayam mempunyai produktivitas yang lebih tinggi. Pupuk kandang ayam memiliki unsur hara yang diperlukan tanaman seperti N, P, K dan beberapa unsur hara makro dan mikro yang mampu meningkatkan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Menurut Marlina et al. (2015), penambahan pupuk kandang ke dalam tanah dapat memperbaiki agregasi tanah sehingga mampu meningkatkan jumlah pori-pori tanah dan pada akhirnya menjadi media yang cocok bagi pertumbuhan tanaman karena jangkauan akar semakin luas sehingga penyerapan hara semakin mudah. Dengan meluasnya jangkauan akar dan meningkatnya serapan hara maka tanaman dapat tumbuh

(5)

dengan baik. Hal ini sesuai dengan pendapat Sari et al. (2016), bahwa pupuk kandang ayam mempunyai fungsi mempertinggi daya serap dan daya simpan air sehingga akar lebih mudah menyerap unsur hara yang terkandung dalam tanah yang kemudian akan digunakan oleh tanaman untuk meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman. Menurut Ely et al. (2014), selain faktor kesuburan tanah, tinggi tanaman dipengarui oleh faktor internal antara lain kualitas stek, waktu pemotongan, dan umur tanaman sedangkan faktor eksternal yang berpengaruh antara lain suhu, kelembaban, media tanam, penyinaran dan air.

Grafik 1. Pertumbuhan tinggi tanaman rumput gajah

Lingkar Batang Tunas Primer

Hasil pengukuran yang telah dilakukan menunjukkan bahwa ukuran lingkar batang tunas primer tanaman rumput gajah yang diberi pupuk kandang ayam mempunyai ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan tanaman tanpa pemberian pupuk. Namun keduanya selalu mengalami peningkatan. Pertambahan ukuran lingkar batang tunas primer tanpa pemupukan yang konstan dapat disebabkan karena tidak adanya pemupukan, sehingga tanaman kekurangan unsur hara yang dibutuhkan untuk proses pertumbuhan. Oleh karena itu, pemupukan sangat penting untuk dilakukan. Pemberian pupuk kandang ayam yang di dalamnya mengandung unsur hara baik mikro maupun makro sangat mempengaruhi produktivitas tanaman.

Kandungan N, P dan K yang terdapat pada pupuk kandang ayam memberikan pengaruh yang besar dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman. Nitrogen (N) adalah unsur penting dan memiliki pengaruh besar pada sejumlah respon tanaman termasuk pigmentasi, pembentukan tunas dan akar, toleransi terhadap dingin dan kekeringan, akumulasi proses penuaan dan potensi pemulihan pertumbuhan (Alwi, 2017). Georgiadis (2007) menyatakan

6,28 13,3 22,9 42,6 56,09 75,94 36,185 39,07 60,55 86,84 92,6 139,95 142,84 93,642 1 2 3 4 5 6 Rata-rata Minggu ke-Tinggi Tanaman

(6)

bahwa energi yang dihasilkan dari proses fisiologis dalam tanaman dengan memanfaatkan unsur nitrogen dari dalam tanah, digunakan untuk pertumbuhan tanaman, diantaranya pada segi ukuran diameter batang.

Grafik 2. Pertumbuhan lingkar batang tunas primer

Grafik 3. Peningkatan produksi (jumlah anakan) rumput gajah

Jumlah Anakan

Berdasarkan hasil pengamatan (Grafik 3.) menunjukkan bahwa jumlah anakan pada tanaman rumput gajah yang diberi pupuk kandang ayam lebih banyak dibandingkan dengan tanpa pemupukan. Pemberian pupuk kandang ayam memberikan respons dengan tingkat yang cukup baik terhadap jumlah anakan tanaman rumput gajah, yaitu rata-rata sebesar 18,3 anakan. Pada rumput gajah dengan perlakuan kontrol memiliki hasil peningkatan jumlah

0,23 1,07 1,45 2,27 3,85 4,73 2,342 2,23 2,87 3,1 4,36 7,74 8,26 4,76 1 2 3 4 5 6 Rata-rata Minggu

ke-Lingkar Batang Tunas Primer

Tanpa Pemupukan Pemupukan

0,5 1,1 1,5 4,4 5,2 6,9 3,26 3,6 6,1 10,9 15 22,1 25,3 18,3 1 2 3 4 5 6 Rata-rata Minggu ke-Jumlah Anakan

(7)

anakan sebesar 3,26. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam sangat efektif karena mampu meningkatkan jumlah anakan pada tanaman rumput gajah.

Menurut Kusuma (2016), tanaman banyak memperoleh unsur hara dengan melalui pemberian pupuk kandang kotoran ayam dibandingkan dengan kontrol. Bahan organik pupuk kotoran ayam dapat mensuplai unsur hara terutama unsur hara N, P dan K lebih banyak daripada pupuk yang berasal dari ternak besar seperti sapi dan kambing. Semua unsur makro tersebut memegang peranan penting dalam metabolisme tanaman. Sutedjo (2002) menyatakan bahwa kebutuhan akan unsur hara N yang terdapat pada kotoran ayam pada tanaman tercukupi selama pertumbuhannya apabila kebutuhan unsur N tercukupi sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan jumlah anakan juga semakin banyak.

BK Rumput Gajah

Pemanenan rumput gajah diambil pada luasan 1x1 meter, rumput gajah yang diberi pupuk kandang ayam dan tanpa pemupukan menunjukkan perbedaan hasil yang cukup signifikan. Rumput gajah dengan pemupukan memberikan hasil yang lebih banyak dibandingkan dengan rumput gajah tanpa pemupukan. Berat segar rumput gajah yang dihasilkan dengan pemupukan mencapai 7,5 kg, sedangkan tanpa pemupukan hanya sebesar 3 kg. Setelah dilakukan perhitungan, dan diambil sampel sebanyak 10 gram didapatkan hasil bahwa BK rumput gajah tanpa pemupukan sebesar 18,8%, sedangkan BK rumput gajah dengan pemupukan sebesar 25,9%. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam menghasilkan BK yang lebih baik dibandingkan tanpa pemupukan yang hanya mengandalkan unsur hara yang terkandung dalam tanah tanpa adanya penambahan unsur hara dari luar. Damayanti (2006) menyatakan bahwa pertumbuhan tanaman didukung oleh faktor lingkungan seperti iklim dan juga faktor individu itu sendiri serta pemeliharaan yang benar. Menurut Seseray et al. (2013), pemberian pupuk yang belum mencukupi kebutuhan unsur hara akan menghasilkan produksi bahan kering yang lebih rendah. Unsur hara N, P, K pada pupuk kandang ayam dibutuhkan tanaman untuk proses fisioligis dan metabolisme, sehingga akan memacu pertumbuhan tanaman dan meningkatkan produksi tanaman rumput gajah. Kandungan dinding sel yang semakin tinggi maka tanaman akan lebih banyak mengandung bahan kering (Agustin, 2017).

Kesimpulan dan Saran

Performa rumput gajah yang diberi pupuk kandang ayam lebih baik dibandingkan tanpa pemupukan, yang ditunjukkan dengan produksi rumput gajah, tinggi tanaman, jumlah

(8)

anakan, lingkar batang tunas primer dan BK rumput gajah. Penggunaan pupuk kandang ayam sebaiknya ditentukan dosis yang yang baik, sehingga diperlukan penelitian lagi untuk mengetahui dosis pemberian pupuk kandang ayam yang mampu memenuhi kebutuhan hara bagi tanaman.

Daftar Pustaka

Agustin, E. D. (2017). Pengaruh Tingkat Pemberian Pupuk NPK terhadap Produksi, Tinggi Tanaman dan Kandungan Nutrisi Rumput Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) Di bawah Naungan Hutan Pinus. Skripsi. Universitas Brawijaya. Malang

Ali, S. (1982). Penelitian Pendidikan, Prosedur dan Strategi. Bandung : Angkasa

Alwi, Y. (2017). Evaluasi Rumput Gajah Liar (Pennisetum polystachion) di Tanah Ultisol sebagai Pakan Ternak Ruminansia. Disertasi. Pascasarjana Universitas Andalas. Padang

Damayanti, I. C. (2006). Produktivitas Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) di Peternakan Domba Sehat Caringin-Bogor sebagai Respon Pemupukan Organik dan Nitrogen. Skripsi. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Bogor

Ely, E., Eko, W. dan Heddy, Y. B. S. (2014). Pengaruh Pupuk Kandang Sapi Pada Pertumbuhan DanHasil Tanaman Terong (Solanum melongena) Pada Pola Tanam Tumpangsari Dengan Rumput Gajah (Penisetum purpureum) Tanaman Utama. Jurnal Produksi Tanaman. 2(7), 533-541.

Georgiadis, N. J. (2007). Savana Herbivore Dynamics In A Livestock-Dominated Landscape. II: Ecological, Conservation, And Management Implication OfPredator Restoration. Journal of Biological Conservation. 137(3), 207- 212.

Kusuma, M. E. (2016). Efektifitas Pemberian Dosis Pupuk Kotoran Ternak Ayam terhadap Produksi Rumput Brachiaria humidicola pada Pemotongan Pertama dan Kedua. Jurnal Ilmu Hewani Tropika. 5(1), 1-6.

Margareta, S. (2013). Hubungan Pelaksanaan Sistem Kearsipan dengan Efektivitas Pengambilan Keputusan Pimpinan : Study deskriptif analisis kuantitatif di Sub Bagian Kepegawaian dan Umum Lingkungan Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Thesis. Universitas Pendidikan Indonesia

Marlina, N., Aminah, R. I. S., Rosmiah, dan Setel, L. R. (2015). Aplikasi Pupuk Kandang Kotoran Ayam pada Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogeae L.). Biosaintifika. 7(2), 136-141

Muhsin. (2003). Pemberian Takaran Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Mentimun (Cucumi sativus, L.). Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Taman Siswa. Padang

Rica, M. S. (2012). Produksi dan Nilai Nutrisi Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) cv. Taiwan yang Diberi Dosis Pupuk N, P, K Berbeda dan CMA pada Lahan Kritis Tambang Batu Bara. Artikel. Program Studi Ilmu Peternakan Pascasarjana Universitas Andalas. Padang.

Sanderson, M. A. dan R. A. Paul. (2008). Perennial Forages as Second Generation Bioenergy Crops. International Journal of Molecular Sciences. 9, 768-788

Sari, K. M., Pasigai, A., dan Wahyudi, I. (2016). Pengaruh Pupuk Kandang Ayam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kubis Bunga (Brassica oleracea Var. Bathytis L.) pada Oxic Dystrudepts Lembantongoa. E-J. Agrotekbis 4(2), 151-159

(9)

Seseray, D. Y., Santoso, B. dan Lekitoo, M. N. (2013). Produksi Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) yang Diberi Pupuk N, P dan K dengan Dosis 0,50 dan 100% pada Devoliasi Hari ke-45. Sains Peternakan. 11(1), 49-55.

Sutedjo, M.M. (2002). Pupuk dan Cara Pemupukan. Jakarta : Rineka Cipta

Wibawa, A. A. P. P., Parwata, I. G. B. A., Wirawan, I. W. Sumardani, N. L. G. dan Suberata, I. W. (2014). Respons Rumput Gajah (Pennisetum purpureum Schumach) terhadap Aplikasi Pupuk Urea, Kotoran Ayam, dan Kotoran Sapi sebagai Sumber Nitrogen (N). Majalah Ilmiah Peternakan. 17(2), 41-45.

Gambar

Grafik 2. Pertumbuhan lingkar batang tunas primer

Referensi

Dokumen terkait

Jurnal Transportasi adalah jurnal ilmiah di bidang ilmu transportasi yang diterbitkan tiga kali setahun oleh Forum Studi Transportasi antar-Perguruan Tinggi

Achmad Saransi, M.Si, BPAD Kearsipan. Hamrani

Sedangkan secara terminologis, menurut jumhur ushuliyyin, hukum yaitu: “Khitab (Kalam) Allah yang berhubungan dengan perbuatan seseorang mukallaf, baik berupa iqtidha’

Sebab bagaimanapun mereka memiliki hak yang tetap dilindungi dan meskipun warga binaan lansia tidak secara maksimal dapat mengikuti program pembinaan tetapi sistem pemasyarakatan

Karena tingkat probabilitas t-hitung dari variabel pendidikan lebih besar dari tingkat signifikansi (α=5%) maka H0 diterima, berarti secara parsial variabel umur, masa

Berdasarkan hasil pembahasan pada bab-bab sebelumnya dapat disimpulkan dua hal dari rumusan masalah sebagai berikut. Dalam bahasa Minang masyarakat Tionghoa di Kecamatan

Rockin Spades sendiri sebuah komunitas yang berada di Yogyakarta dan berkembang di Yogyakarta (wawancara dengan Athonk Sapto Raharjo pada Minggu, 13 Desember

Ada yang sedikit berbeda di Rapat Dewan Paroki Pleno Paroki Ibu Teresa Cikarang yang dilaksanakan pada tanggal 15 September 2013 yang lalu. Rapat Dewan Paroki Pleno umumnya