Interaksi Manusia – Mesin
ANALISA DAN PENGUKURAN KERJA
Debrina Puspita Andriani e-Mail : [email protected] Blog : http://debrina.lecture.ub.ac.id/ Jurusan Teknik Industri
Semester Gasal 2014/2015
OUTL
I
N
E
Analisa Kuantitatif Sistem
Manusia - Mesin
Sistem Manusia Mesin
Model Hubungan
Manusia - Mesin
Analisa Sistem Manusia - Mesin
10/03/16 2 www.debrina.lecture.ub.ac.idManusia vs Mesin
Kecepatan Lambat Cepat
Kekuatan Kecil, terbatas, berubah-ubah Dapat diatur dengan baik, bisa diperbesar, tetap Keseragaman Tidak dapat diandalkan, perlu
di-monitor Seragam / standar, cocok untuk pekerjaan massal Memory Mengingat segala macam,
persepsi, dasar & strategis panjang / jangka pendek Sesuai perintah, jangka Berpikir Induktif baik Deduktif baik
Kalkulasi Lambat, mungkin ada error,
kemampuan koreksi Cepat, tepat, tidak ada koreksi Overload Degradasi, kemampuan turun
perlahan Kerusakan tiba-tiba Kepintaran Kemampuan adaptasi, Keputusan Ya/Tidak sesuai
SISTEM
MANUSIA MESIN
Kombinasi 1 atau beberapa
manusia dengan 1 atau
beberapa mesin yang
saling berinteraksi untuk
menghasilkan output
berdasarkan input tertentu.
MESIN
semua objek fisik termasuk
peralatan, perlengkapan,
fasilitas & benda-benda
yang digunakan manusia
dalam melakukan
pekerjaannya
Man Machine Interface
MAN
MACHINE
Simple Ergo System
H
e
e
e = Environment
= Human
= Machine
H
M
H
M
Complex Ergo System
H
e
e
e = Environment
= Human
= Machine
H
M
H
M
M
M M
M
H
H
H
PERFORMING TASK
Firmware Software-Loaded Hardware for Proper Identification Hardware Display Control, Machine, Equipment , etc Human Operator Age, Sex, Education, Experience, etc Software Man, Manuals, Information , etc Feedback INPUT OUTPUT ENVIRONMENT Heat/Cold, Noise, Lighting, Vibration, etc TASKModel Hubungan
Manusia - Mesin
Manual
Man-Machine System
Semi-Automa,c
Man-Machine System
Automa,c
Man-Machine System
MANUAL
MAN-MACHINE SYSTEM
(Human) Information Storage Sensing Processing Action Feedback INPUT OUTPUTSEMI-AUTOMATIC
MAN-MACHINE SYSTEM
(Human) Information Storage Processing Sensing Action D is pla y Co nt ro l M echa nis m Process INPUT OUTPUT FeedbackAUTOMATIC
MAN-MACHINE SYSTEM
Information Storage Processing Sensing ActionINPUT Process OUTPUT
D is pla y Co nt ro l me cha nis m (Machine) Human ( Monitor) Feed back
MECHAN
ISMS
Recording display : memberi informasi tentang progress
dari proses kerja yang berlangsung ( kinerja mesin )
Perception
:
operator yang menyerap / menangkap
informasi dari display secara visual
Interpretation Decision
:
menginterpretasikan dan
mengartikan informasi yang masuk dan selanjutnya
membuat keputusan
Handing of Controls
:
mengkomunikasikan keputusan yang
diambil ke sub-sistem mesin melalui rancangan mekanisme
kendali
Control Display
:
memberikan petunjuk kepada operator
hasil dari keputusan dan tindakannya. Selanjutnya mesin
akan membawa ke dalam bentuk aktivitas kerja
10/03/16 14 www.debrina.lecture.ub.ac.idAnalisa Sistem
Manusia - Mesin
KUALITATIF :
Ê Peta Manusia - Mesin ( Man - Machine Process Chart ) Ê Menentukan berapa jumlah mesin / fasilitas kerja yang bisa dioperasikan oleh seorang operator. Ê Sederhana, praktis dan cepat. Ê Kendala : Ketelitian dalam menggambar peta manusia-mesinKUANTITATIF :
Ê Pengembangan model matematis. Ê Lebih teliti, akurat, dan memasukkan variabel biaya dalam proses analisanya.Analisa Kuantitatif
Sistem Manusia - Mesin
Synchronous Servicing
Completely Random
Servicing
Combina,on Servicing
Synchronous
Servicing
• Kondisi kerja ideal • Operator dan mesin bekerja secara penuh dalam siklus waktu yang tersedia. • Operator lebih sering berada dalam kondisi “idle”, sehingga untuk itu bisa dibebani kerja dengan melayani operasi mesin yang kedua, ketiga, dst-nya.Synchronous
Servicing
n 1 operator menangani > 1 mesin DALAM KONDISI IDEAL à SINKRON. n Formulasi : Dimana : N = Σ mesin yang harus dilayani (unit mesin) L = total operator servicing time (loading & unloading) (jam) m = total machining time (jam)L
m
L
time
operator
time
machine
N
=
=
+
Synchronous Servicing
St St St St St St St St St St Cycle time - Ct Ct Ct Ct Ct m/c # 1 m/c # 2 m/c # 3 m/c # 4 m/c # 5 S = L = service time (loading & unloading);
Synchronous Servicing
n Kondisi ideal sulit untuk bisa dicapai; bilamana N > 5 atau N < 5 (dari contoh)
maka akan dijumpai situasi adanya idle atau delay yang bisa terjadi pada mesin atau operator.
n Kondisi idle atau delay bisa terjadi manakala nilai N dari perhitungan akan
menghasilkan bilangan pecahan; sedangkan banyaknya mesin yang harus dioperasikan merupakan bilangan bulat.
n Pertimbangan manakah yang sebaiknya “idle”? (Idle machine or idle
operator?)
n Formulasi perhitungan jumlah mesin yang dioperasikan oleh seorang
operator perlu modifikasi dengan memperhitungkan waktu (w) yang diperlukan oleh operator untuk bergerak-pindah dari satu mesin menuju ke mesin berikutnya. Pada formulasi terdahulu, dalam kondisi yang ideal waktu (w) dianggap = NOL (?)
n Dengan memperhitungkan waktu bergerak-pindahnya operator (w);
maka jumlah mesin yang harus dilayani bisa dihitung dengan formulasi baru sbb : q Nilai N merupakan bilangan bulat. Bilamana dijumpai nilai N merupakan bilangan pecah misalkan N = 4.57); maka perlu untuk dibulatkan kebawah (N1 = 4) atau dibulatkan keatas (N2 = N1 + 1 = 5).
q Untuk menetapkan berapa jumlah mesin yang seharusnya dioperasikan
oleh seorang operator dapat ditetapkan berdasarkan pertimbangan (analisa biaya) yang didasarkan pada The Expected Cost (TEC) yang paling ekonomis dilihat dari aspek idle/delay costs yang terjadi pada mesin atau operator.
w
L
m
L
N
+
+
=
10/03/16 21 www.debrina.lecture.ub.ac.idSynchronous Servicing
The Expected Cost
nThe Expected Cost :
nC
M= machining cost (Rp/jam/mesin)
nC
O= operator cost (Rp/jam/operator)
nN1 = idle mesin ( ê ), waktu siklus à waktu siklus mesin
nN2 = idle operator ( é ), waktu siklus à waktu siklus operator
n
Keputusan : Pilih jumlah mesin yang memberikan nilai TEC terkecil
TEC
N1< TEC
N2à
Pilih N
1TEC
N1>TEC
N2à
Pilih N
21 M 1 o N1
N
)
.C
N
m)(C
(L
TEC
=
+
+
TEC
N2=
(L
+
w)(C
O+
N
2.C
M)
Berapakah jumlah mesin yang seharusnya bisa dilayani
oleh seorang operator, bilamana diketahui :
Waktu yang dibutuhkan untuk kegiatan loading
& unloading adalah 1,41 menit.
Waktu yang dibutuhkan untuk operator bergerak
berpindah dari satu mesin ke mesin lainnya 0,08
menit.
Waktu permesinan 4,34 menit.
Biaya operator Rp. 8500 / jam/operator.
Biaya operasi mesin Rp. 15000 / jam/mesin.
LA
T
IH
A
N
S
O
A
L
PENY
ELES
A
IA
N
3,86
0,08
1,41
4,34
1,41
w
L
m
L
N
=
+
+
=
+
+
=
N1 = 3 ; N2 = 4
Rp.1.709
3
3x15000)
(8500
(5,75/60)
N
)
.C
N
m)(C
(L
TEC
1 M 1 O N1=
+
=
+
+
=
Rp.1.701
4x15000)
8500
(1,49/60)(
)
.C
N
w)(C
(L
TEC
N2 O 2 M=
+
=
+
+
=
10/03/16 24 www.debrina.lecture.ub.ac.idCompletely Random Servicing
q
Diaplikasikan untuk menghadapi kondisi :
Ø
Kapan suatu fasilitas kerja memerlukan pelayanan
operator
TIDAK DIKETAHUI
;
Ø
Berapa lama pelayanan terhadap fasilitas kerja tersebut
harus berlangsung juga
TIDAK DIKETAHUI.
qMesin dapat berhenti (down) karena:
vSiklus kerja selesai (dan ada proses loading atau unloading
yang dilakukan oleh operator).
vMesin rusak sehingga operator harus melakukan
perbaikan (maintenance services)
Completely Random Servicing
q Probabilitas mesin down (memerlukan pelayanan operator) : 0, 1, 2, 3 …n (n relatif kecil).
q Kapan pelayanan dikehendaki dan berapa lama waktu pelayanan
(service) bersifat acak (random).
q Pendekatan Distribusi Binomial digunakan untuk penyelesaiannya.
q Di-ASUMSI-kan bahwa mesin akan down / idle secara random selama
siklus kerja berlangsung
q p = probability of running time
q q = probability of down/idle time
Teorema Ekspansi Binomial
( )
( )
( )
n x n x n x 2 n 2 n 2 1 n n 1 n np
qp
q
p
....
q
p
....
q
q)
(p
+
=
+
−+
−+
+
−+
+
Binomial Distribution
Proporsi waktu mesin yang hilang (d):
Jika prosentase jam yang hilang
± 10%
maka dapat dikatakan
bahwa penugasan sudah baik.
Sedangkan bila prosentase jam mesin yang hilang terlalu besar,
maka dapat ditambah operator yang menangani mesin down.
100%
mesin
kerja
jam
Total
hilang
yang
mesin
kerja
jam
Total
×
C O N T O H
Tentukan porsi minimal dari
waktu permesinan yang akan
hilang untuk pengoperasian 3
(tiga) mesin yang harus
dilayani oleh seorang
operator bila diketahui :
• Rata-rata running time = 60% • Rata-rata operator attention time = 40% (irregular intervals).Ê
Kemungkinan (probabilitas) adanya mesin running (p)
dan down/idle (q) untuk 3 mesin yang harus dilayani
oleh seorang operator dapat ditunjukkan sebagai
berikut :
(p + q)
n= (p + q)
3= p
3+ 3p
2q + 3pq
2+ q
3= (0.60)
3+ 3(0.60)
2(0.40) + 3(0.60)(0.40)
2+ (0.40)
3= (0.216) + (0.432) + (0.288) + (0.064)
Perhitungan Distribusi Binomial
Mesin 1 Mesin 2 Mesin 3 Probabilitas
R = 0.60 R = 0.60 D = 0.40 (0.60)(0.60)(0.60) = 0.216(0.60)(0.60)(0.40) = 0.144 D = 0.40 R = 0.60 D = 0.40 (0.60)(0.40)(0.60) = 0.144 (0.60)(0.40)(0.40) = 0.096 R = 0.60 R = 0.60 R = 0.60 D = 0.40 (0.40)(0.60)(0.60) = 0.144 (0.40)(0.60)(0.40) = 0.096 D = 0.40 R = 0.60 D = 0.40 (0.40)(0.40)(0.60) = 0.096 (0.40)(0.40)(0.40) = 0.064 D = 0.40 1.000Tree Diagram
Ê Dari perhitungan tersebut diatas, maka proporsi waktu mesin down/idle
bisa ditentukan. Waktu yang hilang untuk melayani 3 mesin dapat dihitung sebagai berikut: # mesin down/idle Probability Jam mesin yang hilang karena 1 operator Jam mesin yang hilang karena 2 operator 0 0.216 0 0 1 0.432 0*) 0 2 0.288 (1)(0.288)(8) = 2.304 0 3 0.064 (2)(0.064)(8) = 1.024 (1)(0.064)(8) = 0.512 *) Karena hanya 1 (satu) mesin yang down maka operator dapat melayani mesin tersebut, sehingga secara keseluruhan tidak ada mesin yang “down/ idle”. • Proporsi waktu permesinan yang hilang karena hanya 1 (orang) operator saja yang ditugaskan melayani 3 (tiga) mesin = (2.304 + 1.024) x 100% = 13.9%
Proporsi Waktu Hilang
The Expected Cost
Asumsi : • Biaya operator = Rp 10.000/jam • Biaya permesinan = Rp 80.000/jam • Output produksi = 250 unit/jam Untuk 1 operator : Produksi selama 8 jam = (24 – 3,328) x 250 = 5168 unit Biaya selama 8 jam = (10000 x 8) + (80000 x 3 x 8) = Rp 2.000.000 Biaya per unit = 2000000 / 5168 = Rp 386,9 Untuk 2 operator : Produksi selama 8 jam = (24 – 0,512) x 250 = 5872 unit Biaya selama 8 jam = (10000 x 8 x 2) + (80000 x 3 x 8) = Rp 2.080.000 Biaya per unit = 2080000 / 5872 = Rp 354,2 Untuk 3 operator : Produksi selama 8 jam = (24 – 0) x 250 = 6000 unit Biaya selama 8 jam = (10000 x 8 x 3) + (80000 x 3 x 8) = Rp 2.160.000Tentukan minimum prosentase dari waktu permesinan yang akan hilang dan jumlah operator optimum untuk menangani 4 (empat) mesin, bila rata-rata running time 70% dan rata-rata operator attention time sebesar 30%. Asumsi : Biaya tenaga kerja langsung : Rp 12.500/jam Biaya permesinan : Rp 85.000/jam Output produksi : 300 unit/jam