BAB IV
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN
Pengelolaan lingkungan termasuk pencegahan, penanggulangan kerusakan dan pencemaran serta pemulihan kualitas lingkungan telah menuntut dikembangkannya berbagai perangkat kebijakan dan program serta kegiatan yang didukung oleh sistem pendukung pengelolaan lingkungan lainnya. Sistem tersebut mencakup kemantapan hukum dan perundangan, tersediannya informasi dan pendanaan.
Sesuai dengan undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dijelaskan bahwa penggunaan sumber daya alam harus selaras, serasi dan seimbang dengan fungsi lingkungan hidup. Sebagai konsekuensinya, kebijakan, rencana dan/atau program pembangunan harus dijiwai oleh kewajiban terhadap pelestarian lingkungan hidup dan mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan.
4.1. REHABILITASI LINGKUNGAN 4.1.1. Kegiatan Penghijauan
Dalam penataan kota Sukamara membutuhkan adanya ruang terbuka hijau, sehingga dilakukan penanaman pohon-pohon peneduh di pinggir ruas-ruas jalan kota sukamara. Selain itu pula, di daerah kota terdapat hutan kota yang terdapat di tiga desa, yaitu Desa Natai Sedawak seluas ± 30 Ha, Kelurahan Mendawai ± 5 Ha, dan
Kelurahan Padang ± 7 Ha.
Pada tahun 2012, rencana kegiatan penghijauan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sukamara dilakukan pada lahan seluas 50 Ha dengan jumlah tanaman sebanyak 25.000 bibit. Kegiatan ini direncanakan pada kecamatan, yaitu Kecamatan Pantai Lunci. Khususnya untuk Kecamatan Pantai Lunci karena kondisi geografinya yang gersang dan berpasir sehingga daya tangkap hujan rendah dan tanahnya mudah sekali tererosi.
Kegiatan penghijauan di Kecamatan Pantai Lunci, sesuai dengan rencana kegiatan yaitu, pada lahan seluas 50 Ha dengan tanaman sebanyak 25.000 bibit. Jenis tanaman adalah akasia. Hal ini dikarenakan tanaman akasia memiliki pertumbuhan yang cepat, dapat tumbuh di lahan yang miskin hara dan tidak subur, lahan yang mengalami erosi, berbatu dan tanah gambut serta tanah yang memiliki pH rendah berkisat antara 4,2 - 6.5. Penanaman di Kecamatan Pantai Lunci dilakukan sepanjang jalan Pantai Lunci. Selain penghijauan, penanaman di Kecamatan Pantai Lunci dilakukan untuk mencegah erosi di sepanjang jalan. Untuk rencana kegiatan penghijauan di tahun 2013 ini tidak ada kegiatan.
Gambar 4.1. Penanaman Pohon Akasia Di Sepanjang Jalan Kecamatan Pantai Lunci
Tabel 4.1. Rencana dan Realisasi Kegiatan Penghijauan Tahun 2012
No Kecamatan Rencana Realisasi
Luas (Ha) Jumlah
Pohon Luas (Ha) Jumlah Pohon 1 Jelai - - - - 2 Pantai Lunci 50 25.000 50 25.000 3 Sukamara - - - - 4 Balai Riam - - - - 5 Permata Kecubung - - - - Total 50 25.000 50 25.000
Sumber: Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Sukamara 2012
4.1.2. Kegiatan Reboisasi
Sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2008, Kabupaten Sukamara melakukan gerakan penanaman 1 milyar pohon. Hal ini dilakukan agar Kabupaten Sukamara menjadi hijau. Gerakan penanaman 1 Milyar Pohon direalisasikan dengan kegiatan reboisasi yang bertujuan untuk menghijaukan kembali hutan yang rusak. Pada tahun 2013, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sukamara melaksanakan reboisasi di kecamatan Pantai Lunci pada lahan seluas 130 Ha dengan jumlah tanaman sebanyak 57.200 bibit dengan jenis tanaman akasia dan karet, di kecamatan Sukamara pada lahan seluas 50 Ha dengan jumlah tanaman sebanyak 22.000 bibit dengan jenis tanaman blangiran dan belantukan dan di kecamatan Permata Kecubung pada lahan seluas 100 Ha dengan jumlah tanaman sebanyak 44.000 dengan jenis tanaman jabon. Dengan adanya reboisasi ini diharapkan hutan produksi yang telah rusak dapat menjadi hijau kembali. Sehingga dapat mendukung pembangunan Kabupaten Sukamara yang berkelanjutan.
Tabel 4.2. Rencana dan Realisasi Kegiatan Reboisasi
No Kecamatan Rencana Realisasi
Luas (Ha) Jumlah
Pohon
Luas (Ha) Jumlah
Pohon 1 Jelai - - - - 2 Pantai Lunci 130 - 130 57.200 3 Sukamara 50 - 50 22.000 4 Balai Riam - - - - 5 Permata Kecubung 100 100 44.000 Total 280 170 123.20 0 Sumber: Dinas Kehutanan dan Perkebunan, 2013
4.1.3. Kegiatan Fisik Lainnya
Selain itu, Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sukamara juga melakukan kegiatan-kegiatan pengelolaan lingkungan yang bertujuan untuk menjaga dan melestarikan sumber daya alam agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Kegiatan-kegiatan tersebut, yaitu:
1. Pembuatan Bank Sampah
Bank sampah merupakan bentuk kreatif masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga. Dengan adanya bank sampah, maka jumlah sampah yang sampai ke TPA dapat dikatakan relative sedikit. Sehingga secara tak langsung akan menghemat pengangkutan sampah ke TPA. Saat ini, bank sampah di Kabupaten Sukamara baru terdapat satu, yaitu Bank Sampah Permata Mandiri. Dimana bank sampah ini menerima sampah-sampah yang sudah dipilah oleh masyarakat, sekolah-sekolah dan pemulung yang kemudian di jual ke bank sampah.
2. Pembuatan Biogas
Biogas merupakan Energi terbarukan yang dapat dihasilkan dengan teknologi tepat guna yang relatif lebih sederhana dan sesuai untuk daerah pedesaan. Energi biogas memproses limbah bio atau bio massa di dalam alat kedap udara yang disebut digester. Biomassa berupa limbah dapat berupa kotoran ternak bahkan tinja manusia, sisa-sisa panenan seperti jerami, sekam dan daun-daunan sortiran sayur dan sebagainya. Teknologi biogas Biogas adalah suatu gas methan yang terbentuk karena proses fermentasi secara anaerobik (tanpa udara) oleh bakteri methan atau Methanobacterium disebut juga bakteri anaerobic. Kandungan utama dalam biogas adalah metana dan karbon dioksida.
3. Pengadaan Gerobak sampah
Dengan adanya gerobak sampah ini sangat membantu sekali dalam kebersihan lingkungan, dimana gerobak sampah ini sangat efektif sekali keberadaanya dan sangat membantu masyarakat untuk menjaga kebersihan.
Gerobak sampah ini dapat dipindah-pindah sesuai kepentingan khususnya kebersihan lingkungan.
4. Pengadaan bak sampah pemilah permanen
Bak sampah pemilah permanen ini memiliki dua wadah atau dua ruang, yaitu untuk bak warna kuning jenis sampah organik dan untuk bak warna biru jenis sampah an-organik. Keberadaan bak sampah pemilah permenen dapat membantu masyarakat yang ingin mengompos sampah-sampah organik atau mendaur ulang sampah non organik.
5. Pengadaan Tong Sampah Pemilah
Tong sampah pemilah ini memiliki tiga wadah atau bak sampah dengan warna yang berbeda. Tong sampah kuning untuk sampah organik, tong sampah abu-abu untuk sampah an-organik dan tong sampah merah untuk sampah B3. Keberadaan tong sampah pemilah ini dapat membantu masyarakat yang ingin membuat kompos dari sampah yang sudah perpilah/pisah sesuai karakteristiknya dan mendaur ulang sampah anorganik serta membiasakan masyarakat dalam tertib kebersihan khususnya sampah. 6. Pembuatan Ruang Terbuka Hijau (RTH)
Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah area memanjang/jalur dan atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh tanaman secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. RTH yang berfungsi sebagai ruang untuk menunjang pelestarian dan pengamanan lingkungan alam, yaitu sebagai wilayah konservasi atau preservasi alam untuk mengamankan kemungkinan terjadinya erosi dan longsoran pengamanan tepi sungai, pelestarian wilayah resapan air.
Tabel 4.3. Kegiatan Fisik Lainnya Dalam Menunjang Pengelolaan Lingkungan Hidup
No Nama Kegiatan Lokasi Kegiatan Instansi Penanggung
jawab
1 Pembangunan Bank Sampah
Kecamatan Sukamara Badan Lingkungan Hidup
2 Pembangunan Biogas Kecamatan Sukamara Badan Lingkungan Hidup
3 Pembangunan Bak Sampah Pemilah Permanen
Kecamatan Sukamara Badan Lingkungan Hidup
4 Pengadaan Gerobak Sampah
Kecamatan Sukamara Badan Lingkungan Hidup
5 Pengadaan Tong Sampah Pemilah
Kecamatan Sukamara Badan Lingkungan Hidup
6 Pembangunan Ruang Terbuka Hijau
Kecamatan Sukamara Badan Lingkungan Hidup
Sumber : Badan Lingkungan Hidup Kab. Sukamara, 2013
4.2. AMDAL
Sebagai kabupaten yang baru berkembang, kegiatan pembangunan dari tahun ke tahun selalu meningkat terutama di sektor fisik. Tentunya, kegiatan ini harus tetap memperhatikan lingkungan alam sekitar agar pembangunan dapat berkelanjutan. Untuk itu perlu dilakukan tindakan preventif berupa suatu kajian atau analisis mengenai dampak besar dan penting dari suatu kegiatan atau usaha. Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 22 menyatakan bahwa “setiap usaha
dan/atau kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan hidup wajib memiliki Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)”.
Pelaksanaan AMDAL pada perusahaan sawit merupakan pembangunan perkebunan dan pabrik kelapa sawit. Ada 5 perusahaan sawit yang memiliki ijin AMDAL dan 1 perusahaan pertambangan yaitu PT. Graha Cakra Mulia, PT. Sumber Mahardika Graha, PT. Sukses Karya mandiri, PT. Sungai Rangit, PT. Kalimantan Sawit Kusuma dan PT. Surya Indonesia Mineral Bersaudara.
Penerapan UKL-UPL dilakukan untuk kegiatan usaha yang tidak wajib AMDAL. Tujuan dari pelaksanaan UKL-UPL adalah untuk menjamin suatu rencana usaha dan/atau kegiatan dapat berjalan secara berkesinambungan tanpa merusak
lingkungan hidup sekitarnya. Dengan mengikuti standar-standar pemantauan dan pengelolaan lingkungan hidup terhadap suatu kegiatan dan/atau usaha diharapkan dapat menimimalkan dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif bagi lingkungan hidup.
Pelaksanaan UKL-UPL pada perusahaan sawit memiliki tujuan yang berbeda. Pada PT. Sungai Rangit, UKL-UPL diterapkan pada Pembangunan Pelabuhan Khusus CPO. dan Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit. Sedangkan pada PT. Harapan Hibrida Kalbar-SBE, UKL-UPL diterapkan untuk pembangunan pabrik kelapa sawit. UKL-UPL juga dilaksanakan pada PT. PLN (persero) wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Area Palangka Raya.
Dengan memiliki dokumen AMDAL dan UKL-UPL pada perusahaan perkebunan kelapa sawit menunjukkan tingginya kesadaran perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Sukamara terhadap lingkungan hidup sekitarnya.
Selain AMDAL dan UKL-UPL, DPLH juga berupa Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH). Sesuai Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 14 Tahun 2010 tentang dokumen lingkungan hidup bagi usaha dan /atau kegiatan yang telah memiliki izin usaha dan/atau kegiatan tetapi belum memiliki dokumen lingkungan hidup. Maka dokumen ini dimiliki oleh RSUD Kabupaten Sukamara dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukamara.
Tabel 4.4. Rekomendasi AMDAL dan UKL-UPL
No Jenis Dokumen Kegiatan Pemrakarsa
1 AMDAL Pembangunan
Perkebunan dan Pabrik Kelapa Sawit
PT. Graha Cakra Mulia
2 AMDAL Pembangunan
Perkebunan dan Pabrik Kelapa Sawit
PT. Sumber Mahardika Graha 3 AMDAL Pembangunan
Perkebunan dan Pabrik Kelapa Sawit
PT. Sukses Karya mandiri
4 AMDAL Pembangunan
Perkebunan dan Pabrik Kelapa Sawit
PT. Sungai Rangit
Perkebunan dan Pabrik Kelapa Sawit
Kusuma
6 AMDAL Pertambangan Biji Besi PT. Surya Indonesia Mineral Bersaudara 7 UKL-UPL Pembangunan
Pelabuhan Khusus CPO
PT. Sungai Rangit 8 UKL-UPL Pembangunan Pabrik
Kelapa Sawit PT. Harapan Hibrida Kalbar-SBE 9 DPLH Operasional Pembangunan Rumah Sakit RSUD Kabupaten Sukamara 10 DPPL Operasional Pembangunan Pelabuhan Pendaratan Ikan
Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukamara
11 UKL-UPL Operasional PLTD PT. PLN (persero) wilayah Kalimantan Selatan dan
Kalimantan Tengah Area Palangka Raya 12 UKL-UPL Operasional Pengerukan Sungai Jelai Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kabupaten Sukamara
13 UKL-UPL Transmigrasi Dinas Sosial dan Tenaga Kerja
Kabupaten Sukamara
Sumber : Badan Lingkungan Hidup Kab. Sukamara, 2013
Setiap tahun, Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sukamara melakukan pengawasan pelaksanaan AMDAL dan UKL-UPL di beberapa perusahaan sawit. Kegiatan pengawasan ini di lakukan tiap semester atau setahun dua kali dan bertujuan mendorong perusahaan sawit untuk tetap konsisten dalam pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Dengan adanya kepatuhan dalam menjalankan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup diharapkan tidak terjadi pencemaran lingkungan yang akan merugikan masyarakat dan perusahaan itu sendiri.
Tabel 4.5. Pengawasan Pelaksanaan UKL-UPL No Waktu (tgl/bln/thn) Nama Perusahaan/Pemrakar sa Hasil Pengawasan UKL UPL 1 16 April 2013 dan 26 November 2013
PT. Sungai Rangit taat taat
2 19 April 2013 dan 26 November 2013 PT. Kalimantan Sawit kusuma taat taat 3 19 April 2013 dan 26 November 2013
PT. Graha Cakra Mulia taat taat
Sumber: Badan Lingkungan Hidup Kab. Sukamara, 2013
4.3. PENEGAKAN HUKUM
Pengaduan masyarakat tentang perusakan lingkungan hidup sampai saat ini belum ada wadah yang representatif, yang kemudian bisa ditindaklanjuti dengan satu tindakan nyata, baik tindakan penyelamatan lingkungan maupun tindakan hukum lainnya bagi pelaku perusakan lingkungan.
Sampai saat ini, pengaduan masyarakat baru 1 (satu) aduan, yaitu mengenai dugaan pencemaran air sungai yang terjadi di Kecamatan Sukamara. Pengaduan masyarakat yang disampaikan secara lisan dan disampaikan ke instansi lingkungan hidup. Dengan adanya aduan dugaan pencemaran lingkungan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sukamara bertindak cepat dalam menindaklanjuti pengaduan masyarakat berkaitan dengan pencemaran lingkungan.
4.4. PERAN SERTA MASYARAKAT
Pemerintah tidak mungkin mampu melaksanakan pembangunan sendiri tanpa melibatkan pihak lain diluar sistem pemerintahan. Dalam hal ini masyarakat menjadi faktor yang paling menentukan. Masyarakat bukan hanya sebagai obyek
pembangunan, tetapi masyarakat adalah subyeknya sendiri. Pembangunan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, oleh karenanya peran serta masyarakat sangat penting, agar tujuan pembangunan tersebut tidak salah sasaran. Pembangunan bidang lingkungan hidup telah mendapat perhatian yang sangat serius pada akhir-akhir ini. Kerusakan lingkungan mengakibatkan manusia menjadi sengsara. Keselarasan dan keharmonisan antara manusia dan alam harus segera dikembalikan pada kondisi yang wajar dan saling menguntungkan. Eksploitasi alam secara membabi buta dengan tidak memperhatikan dampak yang akan terjadi pada kehidupan manusia, adalah suatu kesalahan besar. Saat ini, kita dapat menyaksikan akibat dari eksploitasi alam secara membabi buta. Banjir, tanah longsor, angin puting beliung telah banyak memakan korban jiwa dan harta benda.
Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga dan mengelola lingkungan hidup. Di Kabupaten Sukamara, ada beberapa lembaga swadaya masyarakat yang aktif mengkampanyekan pelestarian lingkungan. Tercatat KPEL (Kemitraan Pelestarian Ekosistem Lamandau), Karang Taruna, Pemuda Pancasila dan lain-lain. Hingga saat ini peran lembaga-lembaga tersebut semakin penting dirasakan keberadaannya. Selain sebagai corong pelestarian lingkungan, juga berperan sebagai penyeimbang peran masyarakat sehingga pemerintah memiliki kinerja yang terkontrol dari masyarakat.
Tabel 4.6. Lembaga Swadaya Masyarakat di Kabupaten Sukamara
No Nama LSM Alamat
1 LSM SIMAK Jl. Ja’is Rt 01 Rw 01 Kel. Mendawai, Sukamara
2 LSM SEKOCI INDORATU Jl. Pangeran Sukarma Rt 14 Rw. IV Kel. Padang, Sukamara
3
LSM FOPELISDAL (Forum Peduli Lingkungan Dan Sumber Daya Alam)
Jl. M. Saleh Rt 06 Rw II Kel. Padang, Sukamara
4 LSM NAB (Nurani Anak Bangsa) Jl. Tjilik Riwut Rt 08 Rw III Kel. Mendawai, Sukamara
5 LSM BIK (Bangkitlah Indonesiaku)
Jl. Cakra Adi Wijaya Rt 11 Rw IV Kel. Padang, Sukamara
6 LSM DARMA (Derap Aspirasi Masyarakat)
Jl. Akau Rt 01 No. 05 Kel. Mendawai, Sukamara
7 LSM WAYANG (Wahana Karya Cemerlang)
Jl. Wonosari II Rt. 09 Rw. III Kel. Mendawai, Sukamara
8 LSM SUARA (Surya Rakyat Sukamara)
Jl. Ahmidi Rt. 09 Rw. III Kel. Padang, Sukamara
9 LSM FKPK (Forum Komunikasi Peduli Kalimantan) Sukamara
Jl. M. Saleh Rt. 5 Rw. II Kel. Padang, Sukamara
10
LSM LPPM (Lembaga Pemantau Pemberdayaan Masyarakat) Sukamara
Jl. Ismail No. 36 Kel. Padang, Sukamara
11 Ormas Bumi Khatulistiwa Jl. Mansyur Haris Rt. 3 Rw. I Kel. Mendawai, Sukamara
12 Karang Taruna Kabupaten Jl. Nazir Rt. 13 Kel. Padang, Sukamara
13 Karang Taruna Kecamatan Pantai Lunci
Jl. Kelapa Dua No. 1 Ds. Sungai Cabang Barat, Pantai Lunci
14 Karang Taruna Wahana Bhakti Jl. M. Saleh Rt. 06 Rw. 02 Kel. Padang, Sukamara
15 Karang Taruna Remaja Jl. Tjilik Riwut Rt. 01 Ds. Natai Sedawak, Sukamara
16 Karang Taruna Sinar Remaja Ds. Bangun Jaya, Balai Riam 17 Karang Taruna Permata Ds. Ajang, Permata Kecubung
18 Karang Taruna Citra Mandiri Ds. Sungai Cabang Barat, Pantai Lunci
19 Karang Taruna Indonesia Suka
Maju Ds. Sungai Damar, Pantai Lunci 20 Karang Taruna Bina Bakti Ds. Sungai Tabuk, Pantai Lunci 21 Karang Taruna Karya Barinjam Kel. Mendawai, Sukamara 22 Karang Taruna Gawe Bahaum Ds. Pulau Nibung, Jelai 23 Karang Taruna Nibung Seribu Ds. Air Dua, Balai Riam 24 Karang Taruna Tunas Harapan Ds. Bukit Sungkai, Balai Riam 25 Karang Taruna Tunas Harapan Ds. Sekuningan Baru, Balai Riam 26 Karang Taruna Giri Mukti Ds. Sembikuan, Permata Kecubung 27 Karang Taruna Putra Riam Ds. Natai Kondang, Permata
Kecubung
28 Karang Taruna Citra Kencana Ds. Ajang, Permata Kecubung 29 Karang Taruna Beringin Jaya Ds. Semantun, Permata Kecubung 30 Karang Taruna Citra Kelama
4.4.1. Adipura
Kabupaten Sukamara menerima penghargaan Adipura sebagai juara III kategori kota kecil untuk tahun 2012. Penghargaan tersebut membuktikan bahwa tingkat kesadaran masyarakat akan kebersihan cukup tinggi. Hal ini tentunya tidak terlepas dari kerja keras Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sukamara dalam mensosialisasikan program Adipura. Pelaksanaan program adipura sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 01 Tahun 2009 yang bertujuan mewujudkan kota yang bersih dan teduh.
Program Adipura merupakan salah satu program strategis Kementerian Lingkungan Hidup yang mempunyai maksud dan tujuan untuk mendorong pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan kota yang bersih dan teduh dengan menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola Pemerintahan yang baik (Good Governance) dan Tata Kelola Lingkungan yang baik (Good Environment Governance).
Adipura sebenarnya digunakan sebagai alat untuk mendorong motivasi aparat pemerintah dan masyarakat untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi kebersihan lingkungan di Indonesia. Beberapa tujuan di balik penghargaan Adipura antara lain, untuk menurunkan tingkat polusi dari limbah domestik, merealisasikan kesehatan lingkungan, dan merealisasikan budaya bersih lingkungan.
Program Adipura akan terlaksana dengan baik jika ditunjang dengan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat dan Pemerintah Daerah dalam pengelolaan lingkungan. Kerjasama yang baik antara Pemerintah Daerah, masyarakat dan dinas/instansi terkait sangatlah perlu dibina dan dijalin secara terus menerus dan berkesinambungan. Agar lingkungan menjadi baik perlu dukungan dan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam mencapai lingkungan yang bersih dan teduh. Peran serta masyarakat sangatlah penting untuk menjaga kebersihan lingkungan. Sebenarnya program Adipura ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah dan Dinas/Instansi terkait saja melainkan juga tanggung jawab kita bersama seluruh elemen masyarakat.
Dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat, Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sukamara melakukan sosialisasi mengenai program adipura. Serta
melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kebersihan, antara lain melaksanakan program jumat bersih.
4.4.2. Adiwiyata
Disamping sosialisasi program Adipura, Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sukamara juga mensosialisasikan program Adiwiyata. Adiwiyata merupakan salah satu program Kementrian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.
Program adiwiyata bertujuan menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah-sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah-sekolah (guru, murid, dan pekerja lainnya) yang diwujudkan dalam bentuk:
1. Pengembangan kebijakan sekolah peduli lingkungan, 2. Pengembangan kurikulum berbasis lingkungan,
3. Pemgembangan dan pengelolaan sarana pendukung sekolah berbudaya lingkungan seperti: hemat energi/penggunaan energi alternative, penghematan air, pengelolaan sampah, penggunaan pupuk organik. Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sukamara mencanangkan kegiatan sosialisasi adiwiyata untuk dilakukan setiap tahun dengan harapan kesadaran warga sekolah terhadap lingkungan meningkat. Pelaksanaan program adiwiyata berpedoman pada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 02 Tahun 2009. Sasaran Pada tahun ini, salah satu sekolah di Kabupaten Sukamara diajukan menjadi calon sekolah adiwiyata, yaitu SD Mendawai 2, SD Mendawai 3, SD Perdana Sungai Rangit, dan SMK 1 Sukamara.
4.4.3. Proper
PROPER merupakan program unggulan Kementerian Lingkungan Hidup yang berupaya melakukan pengawasan dengan mekanisme public disclosure yang memberi insentif dan / atau disinsentif kepada penanggung jawab usaha dan / atau kegiatan yang diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 5 tahun
2011. Pemberian penghargaan PROPER bertujuan mendorong perusahaan untuk taat terhadap peraturan lingkungan hidup dan mencapai keunggulan lingkungan (environmental excellency) melalui integrasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proses produksi dan jasa, penerapan sistem manajemen lingkungan, 3R, efisiensi energi, konservasi sumber daya dan pelaksanaan bisnis yang beretika serta bertanggung jawab terhadap masyarakat melalui program pengembangan masyarakat.
Secara umum peringkat kinerja PROPER dibedakan menjadi 5 warna, yaitu Emas, Hijau, Biru, Merah dan Hitam, dimana kriteria ketaatan digunakan untuk pemeringkatan biru, merah dan hitam, sedangkan kriteria penilaian aspek lebih dari yang dipersyaratkan (beyond compliance) adalah hijau dan emas. Adapun aspek ketaatan dinilai dari pelaksanaan dokumen lingkungan (AMDAL/UKL-UPL), upaya pengendalian pencemaran air dan udara, pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan penanggulangan kerusakan lingkungan khusus bagi kegiatan pertambangan.
Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) merupakan perwujudan dari demokratisasi dalam pengendalian dampak lingkungan yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berperan secara aktif dalam pengendalian dampak lingkungan. Untuk proper, PT. Sungai Rangit Kabupaten Sukamara mendapat peringkat Biru. Sedangkan, PT. Kalimantan Sawit Kusuma mendapat peringkat biru. Pada tahun 2013, Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sukamara merencanakan semua perusahaan perkebunan kelapa sawit ikut dalam proper.
4.5. KELEMBAGAAN
Kabupaten Sukamara mempunyai produk-produk hukum yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Pada tahun 2006, Bupati Sukamara mengeluarkan Perda berupa Keputusan Bupati Sukamara Nomor 08 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Kebersihan. Selanjutnya pada tahun 2008, Bupati Sukamara mengeluarkan Keputusan Bupati Sukamara No. 133 Tahun 2008 Tentang Penetapan Kawasan Wisata Alam seluas 42 Ha di Kecamatan Sukamara (desa Sedawak, Kelurahan Mendawai, Kelurahan Padang) sebagai Hutan Kota. Rincian luas hutan kota adalah sebagai berikut: Desa
Natai Sedawak seluas ± 30 Ha, Kelurahan Mendawai ± 5 Ha, dan Kelurahan Padang ± 7 Ha.
4.5.1. Anggaran
Anggaran pengelolaan lingkungan hidup Kabupaten Sukamara tahun 2013 mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya, Anggaran tahun 2013 mencapai Rp 3.726.194.770 (tiga milyar tujuh ratus dua puluh enam juta seratus sembilan puluh empat ribu tujuh ratus tujuh pulu rupiah) atau naik sebesar 25,1 persen dari tahun sebelumnya. Sumber Anggaran pengelolaan lingkungan hidup tahun 2013 berasal dari APBD dan APBN, serta mendapat bantuan APBN dalam bentuk DAK (Dana Alokasi Khusus) sebesar Rp 869.620.000,- (delapan ratus enam puluh sembilan juta enam ratus dua puluh ribu rupiah).
4.5.2. Personil
Jumlah personil Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sukamara adalah 18 orang yang terdiri dari 10 personil laki-laki dan 8 perempuan. Strata pendidikan paling tinggi adalah pada tingkatan master (S2) yang berjumlah 1 orang (laki-laki), berikutnya adalah sarjana (S1) dengan jumlah 12 orang (8 laki-laki dan 4 perempuan), diploma (D3) berjumlah 3 orang (perempuan) dan SLTA berjumlah 2 orang (1 laki-laki dan 1 perempuan), sedangkan tenaga kontrak berjumlah 6 orang. Jumlah jabatan fungsional di Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sukamara saat ini belum ada.
Untuk meningkatkan profesionalisme petugas atau pegawai pengelola lingkungan hidup, dibutuhkan peningkatan pendidikan personil lingkungan.
- Mengadakan diklat-diklat dengan melibatkan semua stake holder
- Mangadakan kajian-kajian lingkungan hidup sehingga akan memunculkan kesadaran mulai dari personal hingga pada basis-basis pengelola lingkungan.
4.6. STRATEGI PENGELOLAAN LINGKUNGAN
Dalam rangka meningkatkan kinerja Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sukamara serta untuk meningkatkan peran serta masyarakat, maka dilaksanakan kegiatan sesuai rencana program yang tersusun dalam RPJMD.
Sasaran pembangunan lingkungan hidup dalam RPJMD kabupaten Sukamara tahun 2008-2013, tertuang sebagai berikut:
1. Pengembangan Kinerja Pengelolaan persampahan
2. Pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup 3. Perlindungan dan konservasi sumber daya alam
4. Rehabilitasi dan pemulihan cadangan sumberdaya alam 5. Pengelolaan ruang terbuka hijau.
Dalam RPJMD Kabupaten Sukamara tahun 2008 – 2013, Pembangunan Lingkungan Hidup diarahkan untuk:
1. Mengarusutamakan (mainstreaming) prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke seluruh bidang pembangunan;
2. Meningkatkan koordinasi pengelolaan lingkungan hidup di tingkat nasional dan daerah;
3. Meningkatkan upaya harmonisasi pengembangan hukum lingkungan dan penegakan secara konsisten terhadap pencemaran lingkungan;
4. Meningkatkan upaya pengendalian dampak lingkungan akibat kegiatan pembangunan.
5. Meningkatkan kapasitas lembaga pengelola lingkungan hidup baik di tingkat nasional maupun daerah, terutama dalam menangani permasalahan yang bersifat akumulasi, fenomena alam yang bersifat musiman dan bencana; 6. Membangun kesadaran masyarakat agar peduli pada isu lingkungan hidup
dan berperan aktif sebagai kontrol sosial dalam memantau kualitas lingkungan hidup;
7. Meningkatkan penyebaran data dan informasi lingkungan, termasuk informasi wilayah-wilayah rentan dan rawan bencana lingkungan dan informasi kewaspadaan dini terhadap bencana.
Program-program pembangunan pada Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sukamara, meliputi:
1. Program perlindungan dan konservasi sumber daya alam
Program ini bertujuan untuk melindungi sumber daya alam dari kerusakan dan mengelola kawasan konservasi yang sudah ada untuk menjamin kualitas ekosistem agar fungsinya sebagai penyangga sistem kehidupan dapat terjaga dengan baik.
Kegiatan pokok yang tercakup antara lain:
a. Pengkajian kembali kebijakan perlindungan dan konservasi sumber daya alam; perlindungan sumber daya alam dari pemanfaatan eksploitatif dan tidak terkendali terutama di kawasan konservasi, termasuk kawasan konservasi laut dan lahan basah, serta kawasan lain yang rentan terhadap kerusakan;
b. Perlindungan hutan dari kebakaran;
c. Pengembangan koordinasi kelembagaan pengelolaan DAS terpadu; d. Pengelolaan dan perlindungan keanekaragaman hayati dari ancaman
kepunahan, baik yang ada di darat, maupun di pesisir dan laut;
e. Pengembangan sistem insentif dan disinsentif dalam perlindungan dan konservasi sumber daya alam;
f. Perumusan mekanisme pendanaan bagi kegiatan perlindungan dan konservasi sumber daya alam;
g. Peningkatan pemberdayaan masyarakat dan dunia usaha dalam perlindungan sumber daya alam;
h. Pengembangan sistem perlindungan tanaman dan hewan melalui pengendalian hama, penyakit, dan gulma secara terpadu yang ramah lingkungan;
i. Pengembangan daya dukung dan daya tamping lingkungan; j. Penetapan kriteria baku kerusakan.
2. Program Peningkatan kualitas dan akses informasi sumber daya alam dan lingkungan hidup
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan akses informasi sumber daya alam dan lingkungan hidup dalam rangka mendukung
perencanaan pemanfaatan sumber daya alam dan perlindungan fungsi lingkungan hidup.
Kegiatan pokok yang tercakup dalam program ini meliputi:
a. Penyusunan data sumber daya alam baik data potensi maupun data daya dukung kawasan ekosistem;
b. Pengembangan valuasi sumber daya alam meliputi hutan, air, pesisir, dan cadangan mineral;
c. Penyusunan dan penerapan produk domestic bruto hijau (PDB Hijau); d. Penyusunan data potensi sumber daya hutan dan Neraca Sumber Daya
Hutan (NSDH)
e. Penyusunan indicator keberhasilan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup;
f. Penyebaran dan peningkatan akses informasi kepada masyarakat, termasuk informasi mitigasi bencana dan potensi sumber daya alam dan lingkungan;
g. Peningkatan pelibatan peran masyarakat dalam bidang informasi dan pemantauan kualitas lingkungan hidup.
3. Program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup dalam upaya mencegah perusakan dan atau pencemaran lingkungan hidup baik di darat, perairan tawar dan laut, maupun udara sehingga masyarakat memperoleh kualitas lingkungan hidup yang bersih dan sehat.
Kegiatan pokok yang tercakup dalam program ini meliputi:
a. Penyusunan regulasi dalam pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup, pedoman teknis, baku mutu (standar kualitas) lingkungan hidup dan penyelesaian kasus pencemaran dan perusakan lingkungan secara hukum;
b. Pengkajian mendalam terhadap dampak perubahan iklim global dan upaya antisipasinya pada sektor-sektor prioritas;
c. Adaptasi dampak perubahan iklim pada rencana strategis sektor maupun rencana pembangunan daerah;
d. Pengembangan dan penerapan berbagai instrument pengelolaan lingkungan hidup termasuk tata ruang, kajian dampak lingkungan dan
e. Pengintegrasian biaya-biaya lingkungan ke dalam biaya produksi termasuk pengembangan pajak progresif dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup.
Tabel 4.7. Kegiatan Penyuluhan Lingkungan Berkaitan Dengan Strategi Pengelolaan Lingkungan
No Nama Kegiatan Instansi
Penyelenggara Peserta Waktu Penyuluhan (Tgl/Bln/Thn) 1 Sosialisasi Persampahan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sukamara Guru dan Masyarakat 23 Mei 2013
2 Sosialisasi Adipura Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sukamara Instansi pemerintah, LSM, dan Masyarakat 26 Agustus 2013 3 Sosialisasi dan Bimtek Adiwiyata Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sukamara Guru 9 – 10 September 2013 4 Rakor Kebakaran Hutan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sukamara Instansi pemerintah, dan Masyarakat 26 September 2013
5 Hari Cinta Puspa dan Satwa Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sukamara Instansi pemerintah, dan Masyarakat 8 November 2013