BAB I PENDAHULUAN. kembali. hal tersebut sejalan dengan yang dilakukan oleh Huang et al., mengunjungi kembali destinasi yang sama.

Teks penuh

(1)

1 A. Latar Belakang

Revisit intention merupakan bagian dari ilmu pemasaran yang

berkaitan dengan perilaku konsumen yang menarik untuk di teliti, pasalnya niat berkunjung kembali membahas tentang tahap pasca pembelian guna mempertahankan eksistensi dan membangun keberlangsungan hidup dalam lingkup destinasi wisata. niat berkunjung kembali di dapat setelah pengunjung mencoba, serta merasakan jasa yang telah didapat sehingga pengunjung akan memiliki niat berkunjung untuk melakukan kunjungan kembali. hal tersebut sejalan dengan yang dilakukan oleh Huang et al., (2015) revisit intention merupakan kesediaan wisatawan untuk mengunjungi kembali destinasi yang sama.

Menurut Stylos et al., (2016) mendefinisikan Revisit intention (niat berkunjung kembali) sebagai keinginan untuk berkunjung ke destinasi yang sama untuk kedua kalinya dalam jangka waktu tertentu. sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nugraha (2018) faktor yang memengaruhi niat berkunjung kembali yaitu citra tujuan, kualitas persepsian, nilai persepsian dan kepuasan. Wisatawan yang memiliki niat untuk melakukan kunjungan kembali dapat ditandai dengan kemauan untuk meninjau kembali destinasi yang sama di masa depan dan merekomendasikan destinasi kepada orang lain (Allameh, et al., 2015 menutip dari Hume, et al., 2007; Ryu, et

(2)

Timbulnya Niat Berkunjunng kembali dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yaitu destination brand image,pentingnya destination

brand image bagi pengunjung karena dapat memberikan daya tarik

tersendiri bagi para pengunjung untuk berkunjung ke suatu destinasi. Hal ini sejalan dengan definisi destination brand image atau citra destinasi menurut Lopes (2011: 307-308), mendefinisikan bahwa citra destinasi adalah ekspresi dari semua pengetahuan obyektif, imajinasi, prasangka dan pikiran emosional individu atau kelompok tentang lokasi tertentu.

Menurut Kotler, Haider dan Rein dalam Lopes, (2011: 307-308), mendefinisikan citra sebagai jumlah dari semua keyakinan, ide dan kesan bahwa seseorang terkait dengan sebuah destinasi. Semakin baik destination

brand image pada tempat pariwisata maka akan semakin tinggi juga revisit intention. menurut penelitian terdahulu Putri Rizkiah (2018), Fahrudin

(2018), Asadi et al., (2015) dan stylos et al., (2016) menyatakan bahwa brand image destination berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat berkunjung kembali. berbeda dengan cheng dan lu, (2013) yang menyatakan bahwa brand image destination berpengaruh tidak signifikan terhadap niat berkunjung kembali.

Destination brand image sangatlah penting bagi perusahaan

pariwisata karena hal ini membuat repotasi destinasi lebih dikenal atau malah tidak. destination brand image dalam bidang pariwisata umumnya digeneralisasikan menjadi citra atas destinasi secara keseluruhan.

destination brand image sendiri dapat didefinisikan sebagai sebuah

(3)

yang diproses dari berbagai macam sumber (Zang, et al. dalam Chiu, et

al.,2016).

Revisit intention tidak hanya dibentuk oleh destination brand image

saja, melainkan juga oleh pengaruh dari kepuasan pengunjung. Kepuasan didapat ketika terpenuhinya harapan serta kebutuhan sehingga membuat pengunjung merasakan kenyamanan setelah pengunjung berkunjung pada destinasi wisata, hal tersebut didukung oleh Kotler (2009) kepuasan adalah perasaan seseorang menyangkut kenyamanan atau kekecewaan sebagai akibat perbandingan kinerja yang dipersepsikan dari produk terhadap ekspektasi.

Kepuasan yang didapatkan oleh pengunjung menyebabkan rasa untuk berkunjung kembali timbul, karena harapan terhadap suatu destinasi wisata telah terpenuhi. Semakin tinggi kepuasan yang dirasakan pengunjung maka akan semakin tinggi pula minat berkunjung kembali. Pernyataan ini didukung oleh beberapa peneliti terdahulu yaitu Adinda (2019), Lilis (2018), Gheraldin (2017), dan Wang et al., (2015), yang menyatakan bahwa kepuasan berdampak positif dan signfikan terhadap niat berkunjung kembali.

Munculnya kepuasan dari seorang pengunjung disebabkan adanya citra destinasi (detination brand image) yang ada pada destinasi wisata. citra tersebut dapat berupa kesan terhadap suatu tempat wisata serta wahana yang tersedia. Pernyataan ini didukung oleh peneliti terdahulu, Menurut Jorgensen (2004: 13), citra destinasi sebagai “kesan tempat” atau “persepsi area”. Jorgensen menjelaskan bahwa citra destinasi yang positif

(4)

menghasilkan peningkatan kunjungan dan berdampak besar pada wisatawan. Kemudian diperkuat peneliti terdahulu, yaitu Noval Monali (2015) dan Putri rizkiah (2018) yang menunjukkan bahwa destination brand

image berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengunjung.

Kota malang merupakan surga bagi para wisatawan, kota yang jaraknya 2 jam dari pusat pemerintahan provinsi jawa timur itu diapit oleh pegunungan aktif dan memiliki suhu yang sejuk sehinga sangat nyaman untuk dikunjungi, kota yang juga sering disebut sebagai kota apel yang memiliki banyak sekali tempat Wisata alami maupun buatan, yang paling dikenal adalah jatimpark grub yang terdiri dari hawai water park yang merupakan tempat wisata air dan juga banyak tempat wisata lainnya.

Saat ini perkembangan tempat wisata di Kota Malang banyak mengalami kemajuan yang pesat bahkan dari perkembangan itu banyak wisatawan mancanegara juga datang ke kota apel itu untuk menikmati wisata Alam dan buatannya.hal ini dapat ditunjukan melalui data jumlah wisatawan di kota malang sebagai berikut :

Gambar 1.1

Jumlah pengunjung pada Kota Malang

Sumber: www.travel.compas.com 2014 2015 2016 2017 2018 domestik 2400000 3300000 3900000 4300000 4800000 mancanegara 6025 8764 9535 12456 15034 Column1 0 1000000 2000000 3000000 4000000 5000000 6000000

Jumlah wisatawan kota malang 2014-2018

(5)

Kota Malang sepanjang tahun 2018 dikunjungi setidaknya 4.815.034 wisatawan, yang terbagi 4,8 juta orang wisatawan domestik dan 15.034 adalah wisatawan mancanegara hal ini menunjukan bahwa Kota Malang memiliki daya tarik dalam bidang pariwisata yang cukup berpengaruh terhap pendapatan daerah Kota Malang. Kota Malang banyak menyimpan potensi wisata yang lengkap.

Akan tetapi dalam 5 bulan terakhir, tepatnya dimulai dari bulan maret telah terjadi pandemi covid-19 yang mengakibatkan beberapa provinsi di Indonesia memberlakukan kebijakan kebijakan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) dan menutup akses kewilayah masing-masing, serta menutup tempat keramaian, salah satu yang terdampak adalah sektor pariwisata seperti halnya di provinsi jawatimur perkembangan pandemi covid-19 semakin meluas seperti dikutip oleh (Liputan6.surabaya). Hal ini terjadi pada bulan juni terakhir jumlah pasien terinfeksi

covid-19 di jawa timur mengalami peningkatan, berbanding terbalik dengan

mulai dibukanya kembali tempat-tempat keramaian yang juga sudah dilakukannya protokol kesehatan dengan menjaga jarak minimal 1 meter, disediakanya tempat cuci tangan, dan selalu menggunakan masker ditempat keramaian. Dengan diberlakukannya new normal serta dibukanya tempat tempat wisata tidak membuat antusias masyarakat meningkat dalam hal berwisata. penurunan jumlah pengunjung di tempat wisata ini di akibatkan dengan takut tertularnya masyarakat dengan dengan virus ini tetapi, tidak sedikiti pula dari masyarakat yang tetap berwisata karena terlalu jenuh

(6)

dengan kebijakan yang mengharuskan penutupan tempat keramaian yang di lakukan oleh pemerintah.

Sebagai kota transit Kota Malang mempunya potensi pariwisata yang besar, karena jika wisatawan akan ke Kota Batu, harus melalui Kota Malang. begitu juga ke Kabupaten Malang, juga harus melewati Kota Malang jika dari arah pusat Jawa Timur. Pemerintah Kota Malang sendiri menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada 2019 mencapai 150.000 kunjungan. Target tersebut merupakan bagian dari target yang ditetapkan untuk Provinsi Jawa Timur yakni sebanyak satu juta kunjungan wisatawan mancanegara. hal tersebut didukung oleh banyaknya tempat wisata.

Selain tempat wisata alam di malang juga memiliki berbangai tempat wisata malam yang terbaru ini adalah Malang Nigth Paradise yang sedang banyak dibicarakan di sosial media karena banyak wahana yang seru dan memacu adrenalin, Malang Night Paradise merupakan yang pertama di Kota Malang, terdapat banyak sekali wahana yang seru di tambah lagi lambion-lampion yang berbentuku bermacam-macam karakter kartun dan cocok sekali untuk berburu foto di malam hari seta wahana yang pertama di Malang Raya yaitu sungai serta terowongan dengan lampion yang indah .

Malang night paradise yang tidak lama ini sedang menjadi perbincangan dimasyarakat karena memang menyuguhkan tempat pariwisata yang yang keren dan trent masa kini seperti yang diulas pada (www.ongistravel.com) malang night paradise masuk pada daftar tempat wisata malam terbak di malang raya yang membuat tempat ini semakin ramai

(7)

dikunjungi. malang night paradise sebelumnya juga adalah Hawai Waterpark yang juga saat ini di tambahkan wahana malam dan bernama malang night paradise nama itu semakin familiar di masyarakat melebihi nama Hawai Waterpark. hal ini terjadi karena nama malang nigth paradise begitu familiar di telinga masyarakat hal ini terjadi karena citra destinasi hawai waterpark baik di msyarakat.

Malang Night Paradise sendiri merupakan salah satu tempat wisata yang tergolong baru yang sangat dikenal oleh wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. tempat wisata di Kota Malang memang sangat terkenal karena lokasinya yang strategis sebagai kawasan wisata dengan suhu yang sejuk. Malang Night Paradise hadir dengan konsep yang berbeda dan tentunya lebih spektakuler. yaitu wisata malam yang menyuguhkan wahana menarik dan patut untuk dinikmati, diantaranya seperti taman lampion, air mancur menari, terowongan lampion, dan lain sebagainya.

Malang Night Paradise adalah tempat hiburan keluarga di Malang dengan tema taman Air dan lapion yang unik di Kota Malang Jawa Timur. Malang Night Paradise menawarkan 2 taman hiburan di satu lokasi. Tempat ini juga menghadirkan beberapa replika Dinousaurus yang berjaya pada jamannya dahulu. Malang Night Paradise diciptakan dengan sangat mempesona yang akan memanjakan mata Anda dan mengoda Anda untuk segera mengabadikan momen tersebut. (malangnightparadise.com) hal itu memberikan kesan tersendiri bagi para wisatawan, dengan adanya kesan tersebut dapat mempengaruhi wisatawan sehingga tidak merasa ragu untuk

(8)

kembali mengunjungi destinasi wisata ini. Hal tersebut menjadi alasan untuk memilih Malang Night Paradise sebagai objek penelitian.

B. Rumusan Masalah

1. Apakah destination brand image berpengaruh terhadap revisit intention pada pengunjung Malang Night Paradise ?

2. Apakah destination brand image berpengaruh terhadap kepuasan pengunjung Malang Night Paradise ?

3. Apakah kepuasan pengunjung berpengaruh terhadap revisit intention pada pengunjung Malang Night Paradise ?

4. Apakah pengaruh destination brand image terhadap revisit intention yang dimediasi oleh kepuasan pengunjung pengunjung Malang Night Paradise ?

C. Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dijelaskan sebelumnya, penelitian ini dilakukan hanya terfokus pada bagaimana pengaruh Destination brand image dapat mempengaruhi Revisit intention dengan dimediasi oleh kepuasan pengunjung Malang night paradise. Malang night paradise di pilih karena karena mengusung tema garden park dan juga ada wahana air yang terlengkap di Kota Malang

D. Tujuan dan Manfaat Peinelitian a. Tujuan Penelitian

(9)

1) Untuk menguji dan menganalisis pengaruh destination brand image terhadap revisit intention pengunjung Malang Night

Paradise.

2) Untuk menguji dan menganalisis pengaruh destination brand

image terhadap kepuasan pengunjung Malang Night Paradise.

3) Untuk menguji dan menganalisis pengaruh kepuasan pengunjung terhadap revisit intention pengunjung Malang Night Paradise. 4) Untuk menguji dan menganalisis pengaruh kepuasan yang memediasi

revisit intention terhadap destination brand image pada pengunjung

Malang Night Paradise. b. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, sebagai berikut:

1) Teoritis

Diharapkan penelitian ini dapat memberikan dukungan pengetahuan serta pemahaman terhadap kajian teoritis lebih khusus dalam bidang yang terkait dengan destination brand image. 2) Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan perencanaan perusahaan dalam menetapkan strategi pemasaran terkait dengan kepuasan pengunjung dan destination brand image.

(10)

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya terkait topik destination brand image, kepuasan pengunjung dan revisit intention.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :