Konferensi Video Melalui Internet Untuk

19 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada era serba digital ini dan dimana teknolgi terus berkembang secara pesat, banyak

aktivitas yang semakin dipermudah dengan teknologi yang semakin mutakhir. Segala macam teknologi dibenahi untuk memberikan fungsi yang lebih baik dari sebelumnya.

Diantaranya teknologi komunikasi dan multimedia. Integrasi darikedua teknologi tersebut banyak memberi kemudahan dalam mendapatkan atau memberi informasi, hiburan, mendukung aktivitas kantor dan lain-lain. konferensi video (video conference)atau

telepon video (video telephony)merupakan salah satu integrasi dariteknologi komunikasi dan multimedia yang banyak digunakan baik untuk kegiatanperkantoran maupun kegiatan

belajar mengajar.

Telepon video adalah pertemuan secara audiovisual yang dilakukan secara online dan

bersifat realtime dengan menggunakan jaringan komputer tanpa pesertanya berada di tempat yang sama. Bila lebih dari 2 pihak yang melakukan telepon video maka bisa disebut konferensi video. Aplikasi konferensi video maupun telepon video sangat

beragam, antara lain meliputi:

• Konferensi melalui desktop atau ruangan. • Video melalui jaringan komputer dan telepon. • Monitoring.

• Telemedicine(konsultansi dan diagnosa kesehatan/medis jarak jauh). • Pendidikan jarak jauh.

Dengan menggunakan telepon video atau konferensi video untuk berkomunikasi tentu akan memberikan pengalaman komunikasi yang berbeda dibandingkan komunikasi

tradisional yang hanya menggunakan suara, bisa melihat ekspresi lawan bicara dan memperlihatkan sesuatu ke lawan bicara (seperti sketsa, warna buku, dan sebagainya).

Dengan semakin murahnya peralatan elektronik, perkembangan integrasi software dan hardware (perangkat lunak dan perangkat keras), dan munculnya standar yang sudah

JUDUL : “KONFERENSI VIDEO MELALUI INTERNET UNTUK MEMUDAHKAN KOMUNIKASI KERJA JARAK JAUH” NAMA : Adysta Abitama Ardent

(2)

meluas memungkinkan telepon video dan konferensi video diterima secara luas sebagai suatu fasilitas untuk menunjang aktivitas. Dalam hal transmisi telepon video, banyak

pilihan dengan variasi yang luas seperti melalui satellite services, ISDN, PBX networks, maupun melalui jaringan-jaringan LAN, WAN, dan MAN. Para penyedia layanan telekomunikasi melihat sejumlah faktor yang mendorong pertumbuhan telepon video,

yakni mencakup globalisasi, makin tajamnya kompetisi, telecommuting(aktifitas kerja kantor yang dilakukan dari jarak jauh) dan kebijakan dunia industri/korporasi untuk

semakin menekan pengeluaran bagi biaya serta waktu perjalanan dinas para pekerjanya. Video Conference (Konferensi video) menggunakan telekomunikasi audio dan video untuk membawa orang-orang di berbagai tempat mengadakan rapat bersama. Konsep

Video Conference sama seperti percakapan antara dua orang (point-to-point) atau melibatkan beberapa tempat (multi-point) dengan lebih dari satu orang di ruangan besar

pada tempat berbeda atau di mana ada satu orang sebagai sumber(pembicara) dan ada beberapa orang sebagai tujuan(pendengar). Selain pengiriman audio dan visual kegiatan pertemuan, konferensi video berbasis web dapat digunakan untuk berbagi dokumen,

informasi yang diperlihatkan komputer, dan papan tulis.Video Conference ini diperkenalkan setelah internet mulai berkembang sekitar tahun 1996. Akan tetapi

teknologi Video Conference mulai berkembang dikenal luas memasuki abad ke 20 atau sekitar tahun 2000. Teknologi ini banyak digunakan baik di pemerintahan maupun perusahaan swasta.

Banyak kelebihan dengan menggunakan video conference. Teknologi ini sangat menguntungkan dalam faktor biaya, waktu, dan ruang karena komunikasi video

conference dapat mengurangi biaya, waktu, dan ruang dengan menggunakan jaringan data yang tersedia. Namun disamping memiliki kelebihan, terdapat juga kekurangan

(3)

karena bergantung kepada bandwidth yang digunakan. Bandwith juga menentukan dalam hasil gambar yang dikirim

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, terdapat beberapa masalah yang dapat dirumuskan antara lain sebagai berikut :

1. Bagaimana mendorong agar masyarakat setidaknya melirik cara berkomunikasi dengan video melalui internet

2. Bagaimana mengkonfigurasi jaringan agar dapat melakukan video conference secara maksimal

3. Bagaimana cara agar implementasi di lingkungan perkantoran menjadi maksimal 1.3 Tujuan Penulisan

Secara umum, tugas ini sementara ditujukan untuk bukti UTS kepada pak Kepala

Jurusan Teknik Elektro, Universitas.

Secara khusus, tugas ini bertujuan untuk merancang “Meeting secara online” dengan

menggunakan konferensi video dengan semua softwarenya. Dan juga untuk dapat mengenalkan kepada masyarakat belum mengenal akan teknologi ini.

BAB 2 PEMBAHASAN

Dengan tuntutan kebutuhan pelayanan bagi pengguna jasa komunikasi yang makin

tinggi, maka dibutuhkan komunikasi visual yang dapat mengirimkan audio video agar dapat menyampaikan ide dan pendapat. Apa yang dimaksud komunikasi visual? Adalah sebuah teknologi komunikasi yang terdiri dari beberapa orang pada dua lokasi berbeda atau lebih

yang dapat di lihat dan di dengar secara bersamaan pada waktu yang sama. Komunikasi visual sangat diperlukan dalam kondisi yang tidak memungkinkan pertemuan pada satu

(4)

komunikasi visual agar dapat berkomunikasi walaupun pada lokasi yang berbeda atau berjauhan.

Didalam komunikasi visual ini yang paling penting dan harus menjadi perhatian adalah video. Mengapa ?

Karena dengan menggunakan komunikasi visual dapat memangkas biaya

produktifitas dengan beberapa faktor yang antara lain:

 Video adalah sebagian dari tatap muka yang bagus dengan tipe pilihan diantara media yang lain untuk strategi, perencanaan, dan diskusi

 Video memiliki 38 % dalam perhatian peserta dalam pertemuan tersebut

 Dalam bertatap muka pada pertemuan tersebut memiliki 43% lebihbaik dari pada

pertemuan melalui telepon

Sebelum mengetahui lebih lanjut mengenai video conference, lebih baik kita mengetahui tentang sejarah video conference terlebih dahulu.

SEJARAH VIDEO CONFERENCE

Perkembangan teknologi komunikasi membawa perubahan pada proses penyampaian

informasi. Bentuk informasi yang disampaikan tidak hanya audio, tetapi juga visual. Konferensi video menggunakan telekomunikasi audio dan video untuk membawa

orang-orang di berbagai tempat mengadakan rapat bersama. Konsep konferensi video sama seperti percakapan antara dua orang (point-to-point) atau melibatkan beberapa tempat (multi-point) dengan lebih dari satu orang di ruangan besar pada tempat berbeda. Selain pengiriman audio

(5)

Konferensi video analog sederhana dapat ditetapkan sebagai awal penemuan televisi. Sistem konferensi video biasanya terdiri dari dua sistem sirkuit televisi tertutup yang

terhubung melalui kabel. Sejak awal penerbangan pertama ke luar angkasa, NASA menggunakan dua frekuensi radio (UHF atau VHF). Saluran televisi secara rutin menggunakan konferensi video semacam ini misalnya ketika melaporkan dari lokasi jauh.

Kemudian hubungan aktif ke satelit menggunakan truk dengan peralatan khusus menjadi agak lazim.

Teknik ini sangat mahal dan tidak bisa digunakan untuk aplikasi seperti telemedicine, pendidikan jarak jauh, dan pertemuan bisnis. Usaha menggunakan jaringan telepon normal untuk mengirim video scan lambat, seperti sistem pertama yang dikembangkan oleh AT&T,

sebagian besar gagal karena kualitas gambar yang kurang baik dan ketiadaan teknik kompresi video yang efisien. Pada 1970-an, semakin besar 1 MHz bandwidth dan 6 Mbit/s angka bit

dari Picturephone tetapi tidak juga menyebabkan layanan menjadi makmur.

Pada 1980-an, jaringan pengiriman telepon digital menjadi mungkin, seperti Integrated Services Digital Networks atau ISDN, meyakinkan angkat bit minimum (biasanya

128 Kbps) untuk pengiriman kompresi audio dan video. Sistem terdedikasi pertama mulai muncul di pasar sebagai perluasan jaringan ISDN di seluruh dunia. Pada 1990-an, sistem

telekonferensi video berkembang dengan cepat dari peralatan pribadi sangat mahal, perangkat lunak dan persyaratan jaringan untuk teknologi berbasis standar yang tersedia untuk masyarakat umum dengan biaya yang wajar.

Akhirnya, pada 1990-an, Internet Protocol atau IP berbasis konferensi video menjadi mungkin dan teknologi kompresi video lebih efisien telah dikembangkan sehingga

(6)

seperti NetMeeting, MSN Messenger, Yahoo Messenger, SightSpeed, Skype dan lain-lain membawa kemurahan, meskipun kualitas rendah.

PRINSIP VIDEO CONFERENCE

Pernahkah saudara melihat atau merasakan kesulitan dalam berkomunikasi untuk

menyampaikan ide dan pendapat hanya karena tidak dapat melihat lawan bicara?Jika saudara pernah mengalaminya bagaimana kesulitannya dalam menyampaikan ide dan pendapat

sedangkan saudara tidak dapat melihat lawan kita bicara. Dengan video conference semua permasalahan seperti diatas dapat terselesaikan, karena tidak hanya mendengar suara dari lawanbicara akan tetapi juga dapat bertatap muka sehingga kendala dan kesulitan dalam

berkomunikasi dapat teratasi. Untuk dapat dilakukannya video conference harus sesuai dengan standarisasi telekomunikasi Internasional (ITU) agar komunikasi tersebut berjalan

(7)

JENIS-JENIS VIDEO CONFERENCE

Sistem terdedikasi mempunyai semua komponen yang dibutuhkan dikemas ke dalam

satu peralatan, biasanya sebuah konsol dengan kamera video pengendali jarak jauh kualitas tinggi. Kamera ini dapat dikontrol dari jarak jauh untuk memutar ke kiri dan kanan, atas dan bawah serta memperbesar, yang kemudian dikenal sebagai kamera PTZ. Konsol berisi semua

hubungan listrik, kontrol komputer, dan perangkat lunak atau perangkat keras berbasis codec. Mikrofon omnidirectional terhubung ke konsol seperti monitor televisi dengan pengeras suara

dan/atau proyektor video. Ada beberapa jenis perangkat yang didedikasikan untuk konferensi video:

1. Konferensi video kelompok besar: non-portabel, besar, perangkat yang digunakan

lebih mahal untuk ruangan besar dan auditorium.

2. Konferensi video kelompok kecil: non-portabel atau portabel, lebih kecil, perangkat

lebih murah yang digunakan untuk ruang rapat kecil.

3. Konferensi video individual: biasanya perangkat portabel, dimaksudkan untuk satu pengguna, mempunyai kamera tetap, mikrofon, dan pengeras suara terintegrasi ke

dalam konsol.

Sistem desktop biasanya menambahkan papan perangkat keras ke komputer pribadi normal

dan mentransformasikannya menjadi perangkat konferensi video. Berbagai kamera dan mikrofon berbeda dapat digunakan dengan papan, yang berisi codec yang diperlukan dan pengiriman tatap muka. Sebagian besar sistem desktop bekerja dengan standar H.323.

(8)

FAKTOR-FAKTOR KEBERHASILAN VIDEO a. Codec

Coding/Decoding yang mana merupakan otak dari system. Dan keberhasilan dari komunikasi visual sangatlah tergantung dari perangkat ini.

Gambar Model Codec b. Bandwidth

Sebuah kapasitas transmisi medium menuju pada transmit info (video, audio & data).

Bila digambarkan aliran telpon itusebagai pipaair, bandwidth adalah ukuran dari pipa itu sendiri sedangkan isi yang mengalir didalamnya adalah informasi. Isinya dalam bentuk Kbps (Kilo bits persecond).Untuk video conferencedi rekomendasikan 384

Kbps untuk bisa dihasilkan kualitasyang lebih baik. Namun saat ini telah banyak perangkat video conference yang dapat berkomunikasi dengan hanya menghasilkan

kurang dari 128 Kbps bahkan sampai pada bandwidth 64 Kbps. c. Resolution

Persepsi resolusi dimana hubungan antara resolusi adalah pada ukurannya. Biasanya penggambaran pada penulisannyaadalah dot atau pixel. Berikut ini standarisasi resolusi video.

 HD : Sebuah standarisasi yang dimanfaatkan sistem televisi digital.

(9)

Gambar Resolusi Video d. Framerate

Perkiraan framerate 22 fps pada penglihatan mata manusia sebagai pergerakan gambar yang halus. Ukuran framerate untuk Amerika dan sekitarnya adalah 30 fps dengan bentuk standarisasi video NTSC yang ukuran gambarnya adalah 704 x 480

(pixel x line), sedangkan eropa dan Indonesia adalah 25 fps dengan bentuk standarisasi video PAL yang ukuran gambarnya 704 x 576

KOMPONEN PERANGKAT VIDEO CONFERENCE

Monitor

Untuk monitor tidak ada pengkhususan terserah dari penggunaannya. Biasanya monitor disesuaikan jumlah kapasistas peserta dan ruangan yang akan digunakan

conference

Hardware Endpoint

Untuk perangkat keras endpoint memiliki standarisasi bagian komponen didalamnya. Seperti diantaranya :

o Camera

o Codec (Coding/Decoding

(10)

Perangkat yang digunakan untuk melakukan video conference. Dalam setiap video conference dibutuhkan perangkat keras endpoint agar dapat melakukan komunikasi

visual baik itu point to point maupun multipoint.

Software Endpoint

Selain perangkat keras endpoint saat ini telah ada perangkat lunak endpoint bagi yang tidak memiliki perangkat kerasnya. Sistem kerjanya sama, hanya yang perlu

dipersiapkan saudara adalah mikropon dan kamera untuk dapat berkomunikasi. Aplikasi ini prinsip kerjanya samaseperti bila menggunakan perangkat keras

endpointsemua intruksi penggunaannya ada di dalam aplikasi tersebut. Yang saudara butuhkan hanyalah kamera yang biasa saudara gunakan danmikropon. Dan yang paling penting diperhatikan adalahPC atau laptop yang dapat mendukung aplikasi ini

MCU ( Multipoint Control Unit )

MCU ini di gunakan ketika akan melakukan video conference dengan lebih dari 2 peserta yang mana membutuhkan komunikasi multipoint. MCU ini dapat memudahkan kita sebagai admin dalam mengatur komunikasi yang melibatkan

banyak user/peserta. Sedangkan untuk user/peserta yang ingin melihat konferensi dapat juga mengaksesnya ke dalam MCU dan tampilannya berbentuk streaming.

INSTALASI PERANGKAT VIDEO CONFERENCE

Untuk mengetahui bagaimana melakukan instalasi perangkat dan melakukan

komunikasi endpoint dalam video conference kita akan bahas satu per satu. 1. Instalasi Hardware Endpoint

Untuk melakukan instalasi perangkat endpoint kita harus terlebih dahulu memperhatikan perangkat yang digunakan agar tidak mendapat kesulitan nantinya.

Hal pertama yang harus kita perhatikan adalah koneksi kabel, yang kedua tombol fungsi pada remote dan yang ketiga bila kita melakukan remote endpointdari website yang harus diperhatikan adalah fungsi – fungsi system configurasi didalamnya.

(11)

Dalam Instalasi perangkat kita harus mengetahui koneksi kabel pada perangkat endpoint agar tidak mengalami hambatan. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara

lain:

- Switch On/Off : Tombol untuk meyalakan dan/atau mematikan endpoint - Kabel power : Konektor kabel power

- HD Main Cam : Konektor untuk kamera endpoint - Ethernet : Konektor untuk jaringan yang akan digunakan - RCA Out : Konektor untuk output audio video

- RCA In : Konektor untuk input audio video - S-video Out : Konektor untuk output super video - S-video In : Konektor untuk input super video - DVI-Out : Konektor untuk output video digital - DVI-In : Konektor untuk input video digital - Mic : Konektor untuk microphone

Remote

Setelah melakukan instalasi perangkat selanjutnya kita melakukan konfigurasi

pada perangkat endpoint dengan menggunakan remote.

Menu Setting

Cara melakukan setting konfigurasi pada semua perangkat endpoint adalah sama yang membedakan hanyalah peletakkan menu settingnya. Yang terpenting dalam

melakukan menu setting pada perangkat endpoint adalah: - Power Up video conference :

Sebelum melakukan menu setting kita harus terlebih dahulu melihat kondisi endpointnya dengan menyalakan switch on/off nya

- Setting Ip Address :

Setelah menyalakan endpoint kita harus menyediakan ip address untuk endpoint yang akan di gunakan nanti dalam melakukan konfigurasinya. - Setting Nama :

Setelah melakukan setting ip address kita lanjutkan dengan menyetting nama.

Ini dimaksudkan agar kita tidak lupa ip address yang kita gunakan dan lawan main mengetahui lokasi dimana kita berada.

- Setting Video :

Selanjutnya adalah melakukan settingkonfigurasi videonya. Ini untuk menyetting picture mode, kamera tracking mode, video inputnya dan mengendalikan gambarnya.

(12)

Untuk melakukan setting output mikropone yang digunakan, dan menyetting output audiodengan levelnya

- Dial In dan Dial Out :

Dan yang juga harus diperhatikan kapan kitamemanggil dan memutus hubungan ketika berlangsungnya video conference

- Presentasi :

Didalamnyajuga ada fasilitasuntuk menampilkan presentasi dan ini harus di

(13)

2. Instalasi Software Endpoint

Bila melakukan konfigurasi perangkat lunak ini melalui aplikasi didalamnya yang

telah disediakan. Sebelum melakukan instalasi perangkat lunak di dalam PC atau laptop yang perlu di persiapkan adalah kamera dan mikropon. Seperti yang akan di

tampilkan ini adalah salah satu perangkat endpoint dengan langkah-langkah berikut ini:

- Persiapkan mikropon atau headset dan kamera pada PC atau laptop. - Selanjutnya melakukan instalasi aplikasi ke dalamPC atau laptop

- Setelah perangkat lunak endpoint sudah terinstall di dalamPC atau laptop maka

dilanjutkan dengan melakukan testing audio.

- Selanjutnya masuk ke dalam aplikasi tersebut untuk melakukan setting

konfigurasi endpoint agar video conference dapat berjalan sesuai keinginan. - Setelah semua selesai dilanjutkan dengan memanggil ke nomor tujuan yang kita

inginkan, bila sudah terhubung kita dapat melakukan video conference. 3. Instalasi MCU

Setelah kita mempelajari perangkat endpoint dan melakukan instalasinya maka bila

kita ingin melakukan video conference degan system multipoint dibutuhkan perangkat tambahan yaitu MCU (Multipoint Control Unit). MCU ini paling pas bilauser atau peserta vicon ini lebih dari 2 lokasi, didalam fasilitas MCU dapat diatur

jadwal dan konfigurasi tampilan sesuai dengan keinginan admin/ yang mengendalikan MCU. Bila MCU ini di aktifkanmaka user/peserta vicon ini bersifat pasif karena

semuanya di atur oleh MCU dan MCU yang mengendalikan video conference. Sebelum melakukan instalasi MCU terlebih dahulu kita harus mengetahui

karakteristik perangkat tersebut, seperti port consule, portEthernet. Hal-hal semacam ini harus di perhatikan dalam melakukan settingperangkat MCU.

STANDARISASI JARINGAN DAN KOMPONEN VIDEO CONFERENCE

Sebelum melaksanakan video conference kita harus terlebih dahulu mengetahui

mengenai standarisasi jaringan komunikasi visual. Di dalam standarisasinya adalah :

 Bentuk pengiriman dan penerimaan video secara langsung : - Merekam gambar - Transmisi

- Analisa gambar - Decoding - Coding (kompresing) - Display

(14)

Bentuk format dan kompresing di dalam Codec seperti di dalam gambar di bawah ini.

Gambar Bentuk Format & Kompresing pada Codec

 Standarisasi ITU ( International Telecommunication Union )

Merupakan bentuk standarisasi telekomunikasi internasional. Semua perangkat video conference harus memenuhi standarisasi ITU,ini di karenakan rekomendasi dari

semua industri telekomunikasi.Didalam video conference menggunakan 2 standarisasi ITU, yaitu:

- H.320(Standard ISDN) : Merupakan jendela standarisasi video conferencepada circuit jaringan yang dipilih

(15)

 Standarisasi Video :

- H.261: Standarisasi yang digunakan dalam video conference dan format videonya adalah CIF dan QCIF

- H.263: Standarisasi yang paling seringdigunakan dalam video conference dengan pilihan format videonya yang antara lain; CIF,QCIF, SIF, iSIF,

4SIFdengan tambahan format yang lain diantaranya VGA, SVGA, XGA

 Standarisasi Audio :

- G.711 : Kualitas suara seperti telepon dengan kualitas frekwensi 3 KHz dan bandwidth 56 Kbps

- G.728 : Kualitas suara seperti telepon dengan kualitas kompresing frekwensi 3 KHz dan bandwidth 16 Kbps

- G.722 : Kualitas suara seperti sebenarnya dengan frekwensi wide band 7 KHz dan bandwidth 56 Kbps

- G.722.1 : Kualitas suara seperti sebenarnya yang di kompresing dengan bandwidth

32 Kbps

- ACC-LD : Kualitas suara stereo dengan frekwensi 20 KHz

FAKTOR-FAKTOR MEMAKSIMALKAN VIDEO CONFERENCE

Ada empat faktor yang digunakan untuk memaksimalkan video conference yaitu :

1. Penggunaan Pakaian 2. Pencahayaan Ruangan 3. Latar Belakang Ruangan 4. Setelan Sistem Audio

Empat faktor tersebut akan dijelaskan sebagai berikut :

1. Penggunaan Pakaian

- Baju polos dapat memperkecil paket video yang dikirim sehingga lebih cepat

(16)

2. Pencahayaan Ruangan

- Efek bayangan perlu dihindari

- Kamera akan sulit menangkap gambar jika cahaya redup

- Pencahayaan tambahan sangat diperlukan jika cahaya ruangan kurang 3. Latar Belakan Ruangan

- Sebaiknya layar polos agar lawan bicara fokus pada anda - Hindari latar belakang berwarna merah

- Sebaiknaya ada tanda lokasi dimana anda berada 4. Setelan Sistem Audio

- Pastikan mikrofon jauh dari sumber suara berisik seperti kipas laptop/proyektor dan AC

- Hindari mikrofon dari speaker karena bisa menimbulkan feedback - Sebaiknya ada perangkat echo canceler

- Melakukan test audio dengan endpoint untuk mendapatkan setelan terbaik Ada tips untuk khusus Ruangan Besar :

- Posisi kamera diletakkan agar bisa melihat pembicara utama dan audience, Jika perlu

penambahan kamera eksternal

- Pencahayaan harus baik karena pada saat zoom cahaya objek harus cukup baik. - Menentukan lokasi untuk tanya jawab dengan mikrofonnya

- Hindari memutar kamera terlalu sering, sebaiknya menggunakan preset yang ada di endpoint

MERENCANAKAN VIDEO CONFERENCE

Berikut ini merupakan tips merencanakan Video Conference supaya berjalan lancar : - Mengirim Agenda dan susunan acara

- Menyiapkan waktu khusus dan tidak disambi dengan pekerjaan lain - Tepat waktu dan selalu mengingat perbedaan zona waktu

- Matikan telepon ruangan atau matikan suara belnya - Mengecek apakah lawan bicara mendengar

- Selalu menekan mute mikrofon jika sedang tidak bicara dalam multi konferen - Gunakan Banner Nama dan Lokasi

- Jangan beraktifitas lain didepan camera

(17)

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN VIDEO CONFERENCE Kelebihan :

- Komunikasi menjadi lebih baik.

- Informasi lebih dimengerti dan saling berbagi. - Aliran informasi lebih baik.

- Bahasa tubuh, ekspresi wajah, sikap dan nada suara dapat mengungkapkan segalanya.

- Dalam hubungan dengan video conference, perangkat kolaborasi lainnya dapat digunakan secara simultan.

- Berbagi presentasi, dokumen dan aplikasi yang berkaitan dengan agenda meeting atau - pertemuan.

Kekurangan :

- Kegiatan E-Learning kurang pas jika menggunakan video conference, karena kurang

nyata, sebagian orang lebih paham dengan belajar langsung.

- Video konference memiliki infrastruktur yang mahal, dan memerlukan beberapa

peralatan yang rumit dan sulit didapat, serta penginstalan harus ekstra hati-hati agar tidak salah.

(18)

BAB 3 PENUTUP

Setelah membaca dan mempelajari dari makalah yang saya ketik. Dapat disimpulkan bahwa Konferensi video dapat memungkinkan individu di tempat-tempat jauh untuk mengadakan rapat dalam waktu singkat. Waktu dan uang yang dulu dikeluarkan dalam

perjalanan dapat digunakan untuk pertemuan singkat. Teknologi seperti VoIP dapat digunakan dalam hubungan dengan konferensi video untuk mengaktifkan pertemuan bisnis tatap muka

(19)

DAFTAR RUJUKAN

 Purbo, Onno W..2002. Konferensi Video Melalui Internet. Yogyakarta : ANDI Yogyakarta

 Wikipedia. 2010. Konferensi Video (Video Conference)

(http://id.wikipedia.org/wiki/Konferensi_video, diakses tanggal 29 November 2013)

 Modul Pelatihan Teknisi Jardiknas dan SIM Keuangan Satuan Kerja di Lingkungan

Figur

Gambar Model Codec
Gambar Model Codec. View in document p.8
Gambar Resolusi Video
Gambar Resolusi Video. View in document p.9
Gambar Bentuk Format & Kompresing pada Codec
Gambar Bentuk Format Kompresing pada Codec. View in document p.14

Referensi

Memperbarui...