Unit terkecil sebuah karangan yang terdiri dari kalimat pokok atau gagasan

32 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)
(2)

PARAGRAF

Unit terkecil sebuah karangan yang

terdiri dari kalimat pokok atau

gagasan

utama

dan

kalimat

gagasan

utama

dan

kalimat

penjelas atau gagasan penjelas.

(3)

Jenis Paragraf

1.

Deskripsi

Menggambarkan sesuatu

2.

Eksposisi

Menjelaskan sesuatu

2.

Eksposisi

Menjelaskan sesuatu

3.

Argumentasi

Meyakinkan sesuatu

(4)

PARAGRAF DESKRIPSI

Paragraf jenis ini berisi kalimat-kalimat yang

mendeskripsikan,menggambarkan sesuatu.

Misalnya deskripsi kota Bandung pada pagi hari.

Perhatikan contoh berikut.

Bandung masih diselimuti kabut. Orang-orang baru satu dua yang Bandung masih diselimuti kabut. Orang-orang baru satu dua yang lalu lalang. Kendaraan hanya kadang-kadang terdengar menderu. Yang tampak dominan adalah para petugas kebersihan kota.

Mereka sibuk membersihkan sampah. Mereka bekerja dengan riang. Kadang-kadang mereka bersenandung di sela-sela

(5)

PARAGRAF EKSPOSISI

Paragraf eksposisi adalah paragraf yang berusaha

menjelaskan sesuatu atau memerikan sesuatu. Penjelasan

atau pemerian seringkali bertolak dari satu definisi.

Kota Bandung adalah salah satu ibu kota propinsi dari

sekian banyak propinsi di Indonesia, yaitu propinsi Jawa

Barat. Sebagai ibu kota Propinsi Kota Bandung juga amat

dikenal sebagai kota Asia Afrika, yaitu kota tempat

(6)

PARAGRAF ARGUMENTASI

Paragraf argumentasi paragraf yang berusaha meyakinkan bahwa hal yang dikemukakan adalah benar. Cara meyakinkan kebenaran itu

biasanya dengan cara mengajukan sejumlah fakta. Perhatikan contoh berikut.

Hampir semua orang yang pernah tinggal di kota Bandung Hampir semua orang yang pernah tinggal di kota Bandung

menyatakan merasa betah tinggal di kota tersebut. Bahkan, umumnya mereka berusaha tetap tinggal di kota ini. Bisa dimengerti mengapa mereka merasa betah. Kota ini memiliki hawa yang sejuk. Tingkat kriminalitasnya juga relatif kecil bila dibandingkan dengan kota

setaranya, Surabaya dan Medan misalnya. Terdapat banyak lembaga pendidikan tinggi negeri di dalamnya. Juga, kotanya tidak terlalu besar seperti Jakarta, sehingga dari satu sudut kota ke sudut kota

(7)

PARAGRAF NARASI

Paragraf narasi adalah paragraf yang berusaha menceritakan peristiwa demi peristiwa yang dialami seorang tokoh. Perhatikan contoh

berikut.

Hari itu ia telusuri sudut demi sudut kota Bandung yang amat

dicintainya seolah-olah tidak mau ada satu pun sudut yang terlewat. dicintainya seolah-olah tidak mau ada satu pun sudut yang terlewat. Setiap sudut yang disinggahinya menyisakan kenangan amat

mendalam baginya. Mula-mula ia telusuri sudut Setiabudi. Di wilayah ini ia menyimpan amat banyak kenangan. Penelusuran dilanjutkan ke wilayah balai kota dan sekitarnya. Di sini pun ia amat hanyut dengan kenangan bersama-sama sahabatnya, juga kekasihnya. Lalu, ia

(8)

JENIS PARAGRAF BERDASARKAN

LETAK KALIMAT UTAMANYA

1.

Paragraf deduktif

yaitu paragraf yang kalimat

utamanya terletak pada awal paragraf.

2.Paragraf induktif

yaitu paragraf yang kalimat

utamanya terletak pada akhir paragraf.

utamanya terletak pada akhir paragraf.

3.Paragraf deduktif-induktif

yaitu paragraf yang

kalimat utamanya terletak pada awal dan akhir

paragraf.

(9)

CONTOH PARAGFAR DEDUKTIF

Kota Bandung adalah kota yang paling

kami cintai. Kota ini lebih sejuk dari

kota lain yang sama besarnya di

kota lain yang sama besarnya di

Indonesia. Kota ini juga lebih aman

dibandingkan kota lainnya. Kota ini

lebih kaya ragam budayanya

(10)

CONTOH PARAGRAF INDUKTIF

Secara ekonomi, kota ini sangat kondusif untuk

berbisnis. Secara budaya, kota ini amat kaya akan

ragam budaya etnis. Penduduknya relatif terbuka

terhadap unsur etnis yang berbeda-beda dan yang

terhadap unsur etnis yang berbeda-beda dan yang

memperkayanya. Secara geografis, kota ini terletak di

daerah yang relatif tinggi, namun tidak terlalu tinggi

yang membuat badan kami membeku seperti es.

(11)

CONTOH PARAGRAF

DEDUKTIF-INDUIKTIF

Faktor ekonomi, faktor budaya, dan faktor geografislah

yang membuat kami amat kerasan tinggal di kota Paris Van

Java ini.

Secara ekonomis kami merasa amat mudah

mencari sesuap nasi di kota ini. Asal kreatif hampir semua

hal bisa dijadikan mata pencaharian. Secara budaya kami

juga mudah diterima lingkungan masyarakat Sunda,

hal bisa dijadikan mata pencaharian. Secara budaya kami

juga mudah diterima lingkungan masyarakat Sunda,

sekalipun kami berasal dari tanah Karo yang terbuka benar

kebudayaannya dengan mereka. Mereka amat terbuka

menerima pendatang dari mana pun. Secara geografis,

kami tidak terlalu kaget dengan hawa kota Bandung yang

sejuk, malah kami merasa amat nyaman dibuatnya.

Itulah

tiga faktor yang membuat kami lagi-lagi amat kerasan

(12)

CONTOH PARAGRAF TERSEBAR

Tiba-tiba langit kota Bandung berubah menjadi gelap

gulita. Petir menyambar-nyambar. Angin menderu

amat kencang. Listrik mati mendadak. Hujan datang

mengguyur amat tiba-tiba. Orang berlarian mencari

mengguyur amat tiba-tiba. Orang berlarian mencari

perlindungan. Klakson berbagai kendaraan berbunyi

serempak. Mobil-motor saling bertubrukan. Para sopir

saling memaki di antara mereka. Pak polisi

(13)

Syarat Pembentukan Paragraf

1. Kohesi

kesatuan : menyatakan satu hal

a. kalimat utama

b. kalimat penjelas

2. koherensi kepaduan/ kekompakan: kompak

2. koherensi kepaduan/ kekompakan: kompak

tertuju kepada satu hal.

a. repetisi kepaduan paragraf dan kata kunci

b. kata ganti menghindari monotoni/ bervariasi

c. kata transisi

penyambung antarkalimat

(14)

CONTOH PENGGUNAAN REPETISI

(15)

CONTOH PENGGUNAAN KATA GANTI

(16)

Kata Transisi kata penghubung antar kalimat

1.

tambahan: lebih lagi, tambah pula, di smping itu,...

2.

pertentangan: akan tetapi, bagaimanapun,

sebaiknya,...

3.

perbandingan: sebagaimana, dalam hal yang

demikian

4.

akibat/hasil: sebab itu, oleh sebab itu, jadi,...

4.

akibat/hasil: sebab itu, oleh sebab itu, jadi,...

5.

tujuan: untuk itu, untuk maksud itu, supaya,...

6.

singkatan, contoh, intensifikasi: singkatnya, dengan

kata lain, sesungguhnya,...

7.

waktu: sementara itu, kemarin, segera

(17)

CONTOH PENGGUNAAN KATA TRANSISI

Dalam hidup manusia selalu ada

kebahagiaan

dan

kesedihan.

Kedua hal itu

datang silih berganti. Seperti siang

dan

datang silih berganti. Seperti siang

dan

malam. Kebahagiaan selalu diharap-harap

datangnya.

Seperti halnya

kebahagiaan,

kesedihan datang juga walaupun tidak kita

harapkan.

Ringkasnya,

keduanya datang

(18)

Metode Pengembangan Paragraf

1.

Metode klimaks-antiklimaks

2.

Metode pandangan

3.

Metode perbandingan dan pertentangan

4.

Metode analogi

4.

Metode analogi

5.

Metode contoh

6.

Metode proses

7.

Metode sebab-akibat

8.

Metode umum-khusus

9.

Metode klasifikasi

(19)

1. Metode klimaks-antiklimaks

Pengemban

Si Uho, tukang beca memerlukan cinta. Pak Bakar yang pedagang juga

a. Metode Klimaks

Pengemban gan gagasan

mulai dari yang rendah

ke yang paling tinggi

(20)

2. Metode Pandangan

Dari lotengnya, ia memandang ke kejauhan. Nun jauh di bawah terhampar kota bandung yang luas. Di tengah-tengah kota itu tampak alun-alun kota Bandung lengkap dengan mesjid agungnya. Di sebelah utara tampak gedung menara BRI. Di sekitarnya

Metode pandangan

Pengemban gan gagasan dengan cara memandang

sesuatu

(21)

3. Metode Perbandingan dan

Pertentangan

Pendidikam yang berlangsung di rumah dengan pendidikan yang berlangsung di sekolah amat berbeda. Di sekolah kurikulumnya jelas sedangkan di rumah

Metode Perbandingan

dan Pertentangan

Pengembangan gagasan dengan

menunjukkan persamaan dan perbedaan objek

(22)

4. Metode Analogi

Pengembangan gagasan dengan

Teknik penceritaan dalam sastra modern bisa dianalogikan atau disamakan dengan cara kita bercerita kepada siapapun dalam suasana lisan. Ada kalanya kita memaparkan peristiwa, dan ada kalanya

Metode Analogi

gagasan dengan membandingkan

segi kesamaan dua al berbeda

Ilustrasi

(23)

5. Metode Contoh

Pengembangan

Penerapan teknologi itu harus diiringi pula oleh usaha mempersiapkan mental para pemakainya. Contohnya peggunaan boks telepon umum.

Metode Contoh

Pengembangan gagasan dengan

contoh

hal umum/ generalisasi

(24)

6. Metode Proses

Pengembangan gagasan dengan mengemukakan

Kecelakaan itu secara kronologis prosesnya sebagai berikut. Pertama, lampu stopan itu sudah menyala merah tetapi supir angkutan kota yang kami tumpangi itu tetap menerobosnya. Kedua, kami pun berusaha memperingatkannya dengan berbagai cara tetapi ia tidak menghiraukannya. Ketiga,

Metode tahapan, detil

tahapan

tetapi ia tidak menghiraukannya. Ketiga, tiba-tiba dari arah berlawanan ada sedan mau belok kiri. Karena sedan itu dalam kecepatan tinggi lajunya, tidak bisa dihindari tabrakan itu pun terjadilah. Andai saja sedan itu tidak melaju dangan kencang, kendaraan itu bisa berhenti seperti kendaraan lainnya, sekalipun kami harus menyumpah-serapahi pengemudi angkot yang sembrono itu.

Terakhir, aku tidak sadar setelah terjadi

(25)

7a. Metode sebab-akibat

Anak-anak itu malas bekerja. Dapatkah mereka bertahan dalam kemalasan ketika mereka lapar? Karena malas bekerja, mereka

Metode Sebab-akibat

Pengembangan gagasan berupa rincian-rincian

akibat suatu sebab

(26)

7b. Metode akibat-sebab

Mereka kini mendekam di penjara. Pertama, mereka mabuk-mabukan di tempat umum. Kedua, mereka membuat

Metode akibat- sebab

Pengembangan gagasan berupa rincian-rincian

sebab suatu akibat

umum. Kedua, mereka membuat keributan di tempat umum.

Ketiga, mereka membunuh

(27)

8a. Metode umum-khusus

Pengembangan

Anak-anak suka benar gula-gula. Mereka berusaha dengan berbagai cara. Kadang-kadang mereka sembunyi-sembunyi

Metode umum-khusus

Pengembangan gagasan dengan

cara mulai dari hal-hal umum

ke hal-hal khusus

(28)

8b. Metode khusus-umum

Pengembangan

Mereka

senang

sekali

bermain

sepak

bola.

Mereka

kadang-kadang

Metode khusus-umum

Pengembangan gagasan dengan

cara mulai dari hal-hal khusus

ke hal-hal umum

(29)

9. Metode Klasifikasi

Pengembangan

Berdasarkan kecerdasannya manusia dibagi atas empat kelompok. Pertama, manusia yang jenius. Kelompok ini sangat jauh melampaui manusia yang rata-rata.

Metode Klasifikasi

Pengembangan gagasan dengan

cara

mengelompok-kan objek yang

memiliki persamaan

melampaui manusia yang rata-rata.

Kedua, orang-orang pandai.

Kelompok ini satu tingkat di atas kelompok rata-rata. Ketiga, kelompok rata-rata, yaitu kelompok yang kepandaiannya biasa-biasa.

Kelompok terakhir, yaitu kelompok

(30)

10. Metode Definisi Luas

Pengembangan

Karya sastra adalah ekspresi artistik manusia dengan menggunakan bahasa. Tidak semua karya artistik menggunakan bahasa, juga tidak

Metode Definisi Luas

Pengembangan gagasan dengan

cara memberi keterangan/

arti suatu istilah secara

luas

(31)

TUGAS:

1. Pilihlah sebuah wacana berupa

artikel pendek (dari surat kabar atau

majalah) sesuai bidang kajian dan

majalah) sesuai bidang kajian dan

minat Anda masing-masing.

2. Analisislah wacana tersebut dari segi:

a. kesatuan paragraf

b. kepaduan paragraf

(32)

Marga asih nama jalannya

Terima kasih perhatiannya

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...