Manajemen Sumber Daya Manusia
MSDM adalah limu manajemen yang mengelola sumber daya perusahaan yaitu Sumber Daya Manusia mulai dari rekrutmen , penempatan serta pengembangan karir SDM tersebut.
Orientasi dan Penempatan
Pendahuluan
Setelah karyawan direkrut dan diseleksi, langkah berikutnya adalah orientasi dan pelatihan untuk memberikan mereka informasi dan keterampilan yang mereka butuhkan untuk melaksanakan pekerjaan baru. Orientasi dan pelatihan adalah proses-proses yang mencoba menyediakan bagi seorang karyawan informasi, keahlian-keahlian, dan pemahaman atas organisasi dan tujuannya. Orientasi Karyawan.
Orientasi karyawan memberikan informasi kepada karyawan baru mengenai latar belakang tentang perusahaan & pekerjaan. Pada intinya orientasi adalah proses sosialisasi karyawan baru terhadap pimpinan perusahaan. Sosialisasi adalah proses penanaman dalam diri karyawan tentang sikap, standar, nilai-nilai, dan pola perilaku yang diharapkan oleh organisasi dan departemen. Program orientasi dimulai dari pengenalan informal yang singkat sampai program formal yang panjang. Biasanya karyawan diberikan buku panduan tentang jam kerja, penilaian kinerja, pembayaran gaji, dan liburan/cuti.
Fungsi Orientasi :
a. Membantu karyawan baru untuk berkinerja lebih baik dengan penyajian informasi yang dibutuhkan tentang aturan dan praktik perusahaan.
b. Mengurangi kegugupan atau kecanggungan karyawan dalam memulai pekerjaan yang baru. Program Orientasi.
Orientasi adalah aktivitas-aktivitas yang menyangkut pengenalan individu terhadap organisasi, penyediaan landasan bagi karyawan baru agar mulai berfungsi secara efektif dan menyenangkan pada pekerjaan yang baru. Orientasi meliputi pengenalan karyawan baru terhadap perusahaan, fungsi-fungsi, tugas-tugas dan orang-orangnya.
Tiga permasalahan baru yang dihadapi oleh karyawan baru : 1. Masalah-masalah dalam memasuki suatu kelompok
2. Harapan yang naïf. Perusahaan baiasanya lebih menyukai memberitahukan kepada karyawan baru tentang gaji, bonus, liburan daripada norma-norma karyawan.
3. Lingkungan pekerjaan yang pertama kali.
Dua tipe orientasi yang biasanya diadakan oleh satu perusahaan yaitu : Induksi dan sosialisasi. Induksi
Yaitu tahap awal karyawan baru mempelajari apa yang akan dilakukan , dimana tempat meminta bantuan, dan apa peraturan kebijakan dan prosedur yang penting dan seterusnya. Yang akan dipelajari adalah :
Deskripsi produk dan jasa yang dihasilkan organisasi.
Struktur, otoritas, dan hubungan tanggung jawab didalam organisasi.
Hukum peraturan dan kebijakan-kebijakan hal-hal mengenai keselamatan kerja, jam makan siang, dan metode-metode komunikasi formal.
Kibijakan mengenai sumber daya manusia yang meliputi kompensasi, tunjangan dan jasa-jasa karyawan lainnya.
Menjumpai rekan-rekan karyawan lainnya dengan segera.
Proses orientasi dan pengalaman kerja karyawan yan pertama kalinya mempunyai efek
signifikan pada komitmen karir jangka panjang karyawan terhadap organisasi.. apabila harapan antara karyawan baru dan perusahaan sesuai maka akan terjadi iklim kerja yang baik.
Sosialisasi
Adalah proses yan berjangka panjang dimana karyawan baru mempelajari norma-norma system nilai dan pola perilaku yang diisyaratkan organisasi atau kelompok.
Tujuan umum sosialisasi meliputi tiga aspek :
Perolehan keahlian-keahlian dan kemampuan kerja
Penerapan perilaku-perilaku yang tepat
Penyesuaian terhadap norma-norma dan nilai-nilai kelompok kerja Kapan dilangsungkannya sosialisasi ?
1. pada saat seorang individu pertama kali memasuki sebuah organisasi 2. Pada saat individu naik jabatan
Para manajer haruslah memikirkan bagaimana aktivitas pelatihan dan pengemnangan tertentu guna mensosialisasikan karyawan-karyawan mereka. Mereka haruslah menentukan apakah mereka menginginkan perilaku karyawan baru yang inovatif ataukah penyesuain diri, dan apa hasil strategi sosialisasi dalam hasil yang diinginkan. Manajer setelah itu dapat merancang aktivitas pelatihan dan pengembangan yang akan dibahas pada bab berikutnya.
Muatan dan Tanggung Jawab atas Orientasi
Program-program orientasi formal biasanya tergantung pada departemen sumber daya manusia dan penyelia. Program orientasi dua tingkat (two-tiered orientation program) digunakan karena isu-isu yang dicakup dalam orientasi masuk dalam dua kategori luas. Berikut ini topik-topik yang dicakup dalam program orientasi karyawan :
Merencanakan, Mengemas, dan mengevaluasi Program Orientasi
a. Standar, pengharapan, norma, tradisi dan kebijakan perusahaan.
b. Perilaku sosial seperti pelaksanaan yang disetujui, iklim kerja dan pengetahuan tentang rekan-rekan sejawat dan penyelia c. Aspek-aspek tehnik kerja.
Beberapa garis besar untuk program orientasi :
1) Orientasi haruslah bermula dengan jenis informasi yang paling relevan dan segera untuk kemudian dilanjutkan dengan kebijakan yang lebih umum tentang organisasi. Orientasi haruslah berlangsung dengan kecepatan yang membuat karyawan tetap nyaman.
2) Bagian paling signifikan dari orientasi adalah sisi manusianya, memberikan pengetahuan baru kepada karyawan abru tentang seperti apa penyelianya dan rekan sejawat, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai standar kerja.
3) Karyawan-karyawan baru hendaknya didorong dan diarahkan dalam lingkungannya oelh karyawan dan penyelia yang berpengalaman.
4) Karyawan baru hendaknya diperkenalkan kepada rekan sekerjanya secara perlahan 5) Karyawan baru diberikan waktu yang cukup untuk mandiri sebelum tuntutan-tuntutan
pekerjaan atas mereka semakin meningkat. Pendekatan-pendekatan terhadap orientasi yang patut dihindari :
1) Penekan pada kertas kerja. Jadi karyawan hanya diberikan penjelasan singkat dan diberikan langsung kepada penyelianya. Akibatnya adalah si karyawan tidak merasa bagian dari
perusahaan.
2) Tinjauan yang kurang lengkap menganai dasar-dasr pekerjaan
3) Tugas-tugas karyawan baru tidak signifikan, dimaksudkan untuk mengajarkan pekerjaan dari dasar.
4) Memberikan informasi terlalu cepat, yang menyebabkan karyawan kewalahan dan cepat lemas.
Evaluasi Program Orientasi
Paling tidak setahun sekali program orientasi harus ditelaah guna menentukan apakah program tersebut memenuhi tujuan dan menentukan perbaikan-perbaikan pada masa yang akan dating. Oleh karena itu adanya umpan balik sangan diharapkan dari orang yang terlibat dalam program ini. Umpan balik ini dapat dilakukan melalui wawancara dengan karyawan baru yang telah bermasa dinas satu tahun, dan melalui kuesioner.
Hal ini untuk menjawab pertanyaan berikut : Apakan program ini telah tepat ?
Apakah program tersebut dapat dipahami ? Apakah program menarik ?
Apakah program fleksibel ?
Apakah program tersangkut pribadi ? Penempatan Pegawai
dua cara, yaitu melalui luar dan dalam organisasi sendiri. Biasanya, pegawai yang berasal dari dalam lingkungan organisasi tidak memerlukan orientasi, dengan anggapan bahwa mereka telah mengerti tentang perusahaan secara keseluruhan. Akan tetapi anggapan tersebut tidak seluruhnya benar, bagaimanapun juga, mereka pasti mempunyai persepsi yang sama yaitu: akan dan
dapatkan mereka menerima dan melakukan pekerjaan yang baru ?
Penempatan adalah penugasan atau penugasan kembali kepada seorang pegawai untuk suatu pekerjaan yang baru. Sebagaian besar placement ini ditentukan oleh manager lini. Penyelia melakukan konsultasi pada atasan tetang masa depan setiap pegawai. Dan peran HR departemen adalah memberikan masukan pada kebijakan manajemen dan memberikan bantuan konsultasi bagi pegawai.
Tipe-tipe dari placement adalah : Promosi, Transfer dan Demosi (Penurunan/lawan dari Promosi).
Promosi
Promosi terjadi apabila kepindahan pegawai dari posisi yang satu ke posisi ke posisi lain yang: lebih tinggi tanggung jawabnya, lebih tinggi bayarannya dan atau tingkat di organisasi.
Promosi dilakukan berdasarkan : a. Merit Based Promotion,
terjadi apabila karyawan/pegawai tersebut mempunyai kemampuan yang luarbiasa di posisi atau jabatan yang saat ini di duduki. Adapu permasalahannya dengan ini adalah :
1. Apabila promosi ini dilakukan atas dasar penilaian sepihak, artinya penilian yang dilakukan oleh segelintir orang saja. Jika ini terjadi tentu akan sangat merugikan organisasi.
2. Peter Principle , yang menyatakan bahwa dihirarki untuk tetap bersikukuh pada incompetence level. Meskipun tidak selalu benar, tetapi prinsip ini menyarankan bahwa: “ cemerlang di satu posisi jabatan belum tentu cemerlang pula di jabatan atau posisi yan lain.
b. Seniority-based Promotions ,
senior disini adalah orang yang telah bekerja/mengabdi telah cukup lama di organisasi. Bagian yang paling rasional dari pendekatan ini adalah untuk menghidari bias promosi dan kebutuhan manajemen mengembangkan pegawai yang senior.
Transfer dan Demosi
Transfer terjadi apabila perpindahan satu jabatan ke jabatan lain yang posisinya relatif sama dalam tanggung jawab, gaji dan atau di tingkat organisasi. Sadangkan demosi terjadi apabila kepindahan dari satu jabatan ke posisi lain yang posisinya lebih rendah dalam tanggung jawab, gaji, adan atau tingkatan di organisasi.
Fleksibilitas dari perusahaan adalah kunci sukses, pembuat keputusan harus dapat merelokasi untuk dapat mempertemukan tantangan diluar dan didalam. Cara yang biasa dilakukan adalah dengan transfer. Transfer sangat menguntungkan untuk memberikan kesempatan kepada pegawai untuk dapat menemukan suasana baru dan bidang pekerjanan yang baru pula, dengan harapan dapat membuat pekerjaan lebih bervariasi.
lain maka, pasangannya akan berpengaruh pula.
Demosi biasanya dikonotasikan negative. Karyawan dipindahkan karena berprestasi buruk. Job Posting Programs (program penempatan Jabatan)
Job-Posting Program menginformasikan pada karyawan tentang jabatan kosong yang tidak terisi dan berkualifikasi. Biasayan diumumkan melalui media intern perusahaan. Pengajuan lamaran diri sendiri dapat dilakuakan atas rekomendasi dari penyelia adan atau atas inisiatif sendiri. Tujuan dari program ini adalah untuk membantu HRD memenuhi posisi yang kosong dan mempertemukan keinginan pegawai.
Separations (pemisahan)
Separation adalah sebuah keputusan antara perusahaan/manajemen dan pegawai untuk berpisah. Bentuk-bentuk Separations adalah absen untuk sementara waktu, Attrition, layoff, PHK.
a. Absen untu sementara waktu
Pegawai kadangkala memerlukan meninggalkan pekerjaannya untuk sementara waktu. Dengan alasan kesehatan, keluarga, pendidikan, rekreasi dan keinginan lain. Di sini HRD harus dapat menerapkan kebijakan yang jelas untuk menghidari pemutusan hubungan kerja.
b.Attrition
Adalah hal yang normal dalan separasi di organisasi sebagai akibat dari pengunduran diri, pensiun atau kematian ( dari sisi pegawai) Meskipun secara secara perlahan, separation
kandangkala menimbulkan permasalahan bagi perusahaan. Biasanya pegawai-pegawai baru tidak dapat memnuhi kualifikasi yang cocok untuk menduduki posisi yang ditinggalkan dan akan butuh waktu untuk mengnormalkan jalannya perusahaan.
Salah satu solosinya adalah dengan mengpensiunkan awal, sehingga perusahaan dapat mempersiapkan tongkat estafet pada yang junior
c. Layoff
Layoff terjadi karena pertimbangan bisnis dan ekonomi yang mengakibatkan karyawan di rumahkan untuk sementara waktu. Pengrumahan ini biasanya hanya beberapa bulan saja (sementara) akan tetapi jika tidak kunjung pulih kondisi perusahaan maka dimungkinkan untuk penghentian selamannya/permanen.
d. Termination (PHK)
Terjadi apabila si karyawan melanggar aturan-aturan perusahaan dan terpaksa dikeluarkan secara paksa. Baisanya sikaryawan akan diberi pesangon sebualan gaji atau lebih tergantung pada kebijakan perusahaan.
Persoalan-persoalan pada Penempatan. 1. Efektifitas.
perusahaan. Untuk mengurangi gangguan/masalah ini, keputusan promosi dan transfer harus disesuaikan dengan seleksi yang telah dibahas pada bab sebelumnya. Demikian pula halnya dengan demosi harus mengacu pada atauran kedisipilan yang akan dibahas pada bab mendatang.. sekali penempatan diputuskan maka seharusnya membawa perubahan kearah yang lebih baik dan meminimkan persengketaan.
2. Legal Complience (pemenuhan peraturan) Biasanya di pengaruhi oleh :
1. Berdasarkan kesamaan dimata hokum, (ras, agama, sex, umur dll) 2. Perserikatan buruh yang diatur undang-undang
3. Hak untuk menolak jika melakukan pekerjaan yang membahayakan keselamatan pribadi 4. Hak untuk meolak pekerjaan jika melanggar hukum yang berlaku.
Pencegahan Separasi 1. Berhenti secara sukarela
Dapat dicegah oleh HRD dengan perencaan karir yang baik, suasana kerja yang nyaman, orietasi, memberiakan tantangan baru dll. 2. Kematian
Hal ini adalah hal yang pasti terjadi, namun HRD harus dapat menekan seminimal mungkin kecelakaan yang menyebabkan kematian terjadi, yaitu dengan kontrol K3
3. Layoff
Dapat dihindari dengan perencanaah jauh kedepan, dengan pelatahin yang baik dan terencana akan menghasilkan karyawan yang professional, sehingga dapat selalu memenangkan
persaingan. 4. PHK