BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Dalam kehidupannya sehari-hari, manusia selalu terlibat dengan kegiatan bekerja. Oleh karena itu, hal yang penting dan harus diperhatikan adalah bagaimana mengatur kegiatan-kegiatan ini sedemikian rupa sehingga posisi tubuh pada saat bekerja tersebut dalam keadaan nyaman sehingga hasil kerja dapat optimal.
Semua kegiatan manusia memerlukan tenaga yang diperoleh dari proses metabolisme dalam otot. Karena itu, pendekatan secara ilmiah perlu dilakukan untuk mencari metode pengukuran tentang semua kegiatan yang dialami pekerja selama ia melakukan pekerjaan. Kerja manusia ada yang bersifat mental dan juga ada yang bersifat fisik, dan masing-masing memiliki intensitas yang berbeda. Jika intensitas tinggi maka diperlukan tenaga yang lebih. Begitu pun sebaliknya.
1.2. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan laporan praktikum Biomekanis ini antara lain :
1. Memahami hubungan antara denyut jantung dengan pengeluaran energi.
2. Memahami pengaruh pembebanan terhadap pengeluaran energi dalam suatu pekerjaan.
3. Memahami cara pengerjaan yang optimal terhadap beban dari suatu pekerjaan.
4. Memahami pengaruh cara pengangkatan beban terhadap pengeluaran energi dalam suatu pekerjaan.
5. Memahami pengaruh kondisi mental seseorang terhadap pekerjaan yang dilakukannya.
1.3. Pembatasan Masalah
Laporan Praktikum Biomekanis ini memiliki beberapa batasan, yaitu :
1. Pengambilan data untuk kecepatan denyut jantung dan rest time dilakukan di Laboratorium Perancangan Sistem Kerja Universitas Esa Unggul.
2. Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah treadmill. 3. Kecepatan denyut jantung untuk percobaan dibedakan
menjadi 4 kondisi, yaitu :
1.4. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan dalam Laporan Biomekanis ini adalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi tentang latar belakang, tujuan penulisan, pembatasan masalah, dan sistematika penulisan dari laporan ini.
BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini berisi tentang teori biomekanis serta berbagai hal yang berkaitan dengan biomekanis.
BAB III PENGOLAHAN DATA
Bab ini berisi tentang perhitungan energi dan total energi dari data-data pada tiap-tiap kondisi. Selain itu bab ini juga berisi grafik hubungan antara denyut jantung dan rest time, uji statistik serta pengolahan minitab dari tiap-tiap kondisi.
BAB IV ANALISA PENGOLAHAN DATA
Bab ini berisi tentang penjelasan dari data-data yang telah dibahas di bab sebelumnya.
BAB V PENUTUP
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Metabolisme
Metabolisme adalah suatu proses kimia yang mengubah bahan makanan menjadi 2 bentuk, yaitu kerja mekanis dan panas, sebagian kecil dari kerja mekanis tentu saja diperlukan dalam tubuh untuk membuat proses pernapasan dan pencernaan. Sebagian besar kerja mekanis tersebut digunakan untuk melakukan kerja eksternal, misalnya berjalan dan melakukan pekerjaan fisik lainnya. Selain kerja, panas dihasilkan oleh tubuh. Biasanya panas dihasilkan dalam jumlah yang terlalu banyak bagi tubuh, sehingga panas tersebut harus dibuang oleh tubuh.
Dalam melakukan kerja fisik, otot dalam tubuh berkontraksi. kontraksi ini memerlukan energi. Ketika akan digunakan oleh otot energi ini masih dalam bentuk yang paling sederhana yaitu gllikogen, yang dapat diartikan sebagai jumlah molekul glukosa yang bergabung menjadi sebuah molekul besar. Untuk mengubah glikogen menjadi energi, diperlukan reaksi kimia yang mengubah gligoken menjadi energi dengan hasil sampingan asam laktat. Hasil sampingan berupa asam laktat ini juga perlu dibuang oleh ubuh, dengan caradipecah menjadi 2 bentuk, yaitu air dan karbondioksida.
kerja baru yang didapat dari darah, serta jugga perlu untuk memperbanyak suplai oksigen. Jika jumlah oksigen yang tersedia itu mencukupi, dalam otot. Tetapi jenis kerja fisik yang dilakukan adalah kerja yang cukup berat, dalam arti memerlukan oksigen yang jauh lebih banyak daripada jumlah biasa ditransfer oleh aliran daraah melalui system kardiovaskuler, Sistem ini secara otomatis akan menyesuaikan dengan diperlukan oleh tubuh,yaitu secara otomatis akan ke dalam paru paru, serta menaikan frekuensi denyut jantung untuk membawa lebih banyak darah ke dalan sistem kardiovarkular.
Jika proses yang otomatis dikerjakan oleh tubuh ini tidak juga mencukupi untuk menurunkan jumlah asam laktat yang terkumpul, maka akan menyebabkan kerja otot berhenti secara otomatis.
Ketika kerja fisik tadi dihentikan, asam laktat yang masih tersisa dalam tubuh perlu untuk dibuang sampai habis. Oksigen tambahan masih diperlukan membuang sisa asam laktat yang menumpuk. Peristiwa ini disebut dengan oxygen debt. Hal inilah yang menyebabkan mengapa setelah kita berhenti melakukan kerja fisik yang melelahkan, denyut jantung dan frekuensi pernapasan tidak langsung kembali menjadi normal, melainkan perlu sejumlah waktu istirahat untuk mengembalikan pernapasam dan denyut jantung ke kondisi semula. Waktu ini disebut rest time.
rata – rata 1500 sampai 1800 kkal/hari energy yang diperlukan. Passmore mengemukakan bahwaenergi yang diperlukan seseorang untuk berada di tempat tidur selama 8 jam adalah sebesar 500 kkal, ditambah sekitar 1400 kkal untuk sisa 16 jam berikutnya, sehingga dappat dihitung dapat dihitung bahwa dalam 24 jam, seseorang yang tidak bekerja memerlukan energi 1900 kkal.
2.2 Proses terjadinya kelelahan dan akibat kelelahan
Secara garis besar dapat dinyatakan bahwa kelelahan merupakan suatu pola yang timbul pada suatu keadaan, yang secara umum terjadi pada individu, yang telah tidak sanggup lagi untuk melakukan aktifitasnya. Pada dasarnya pola ini ditimblkan akibat kelelahan fisiologis dan psikologis, hal ini bersifat objektif dan dapat pula bersifat subyektif. Yang dimaksud dengan kelelahan fisiologis adalah keleleahan yang timbul karena adanya perubahan perubahan fisiologis dalam tubuh. Dari segi fisiologis tubuh manusia dapat dianggap sebagai mesin yang mengkonsumsi bahan bakar dan memberikan outpit berupa tenaga tenaga yang berguna untuk melaksanakan aktivitas sehari hari.
sehingga menyebabkan orang menjadi lambat bekerja jika sudah lelah.
Makanan yang mengandung glikogen mengalir dalam tubuh melalui peredaran darah. Setiap kontraksi dalam otot selalu diikuti oleh reaksi kimia yang mengubah glikogen tersebut menjadi tenaga, panas dan asam laktat. Dalam tubuh dikenal fase pemulihan, yaitu suatu proses untuk mengubah asam laktat menjadi glikogen kembali dengan adanya oksigen dari pernapasan, sehingga memungkikan otot-otot bisa bergerak secara kontinu. Artinya keseimbangan kerja bisa dicapai dengan baaik apabila kerja fsiknya terlalu berat. Pada dasarnya kelelahan ini timbul karena terakumulasinya produk sisa dalam otot atau peredaran darah yang disebabkan tidak seimbangnya antara kerja dan proses pemulihan.
Untuk lebih jelasnya, ada tiga penyebab timbulnya kelelahan fisik yaitu :
1. Oksidasi glukosa dalam otot menghasilkan karbon dioksida, sacrolatic, phospati dan sebagainya, dimana zat-zat tersebut tidak seimbang dengan proses pengeluarannya, sehingga timbul penimbunan dalam jaringan otot yang mengganggu kegiatan otot selanjutnya.
menipis, dan kelelahan ini akan timbul apabila kosentrasi glukogen dalam hati tinggal 0,7%.
3. Dalam keadaan normal jumlah udara yang harus masuk melalui pernapasan kira-kira 4 liter/menit, sedangkan dalam keadaan bekerja keras harus dibutuhkan udara kira-kira 15 liter/menit. Ini berarti bahwa pada suatu tingkat kerja tertentu akan dijumpai suatu keadaan dimana jumlah oksigen yang masuk dalam pernapasan lebih kecil dari tingkat kebutuhan. Jika hal ini terjadi maka kelelahan akan timbul, karena reaksi oksigen dalam tubuh yaitu untuk mengurangi asam laktat menjadi air dan karbondioksida agar dapat keluar dari tubuh, menjadi tidak seimbang dengan pembentukan asam laktat itu sendiri (asam laktat terakumulasi dalam otot atau dalam darah).
kekuatiran dan konflik-konflik.pengaruh-pengaruh ini seakan-akan dalam tubuh (benak) yang menimbulkan rasa lelah.
Adapun gejala gejala kelelahan atau perasaan perasaan kelelahan yaitu :
1. Perasaan berat di kepala, menjadi lelah seluruh badan, kaki terasa berat, menguap, pikiran merasa kacau,mengantuk,mata terasa berat, kaku dan canggung dalam gerakaan, tidak seimbangdalamberdiri, dan merasa ingin berbaring.
2. Merasa susah berfikir, lelah berbicara, menjadi gugup, tidak dapat berkonsentrasi, tidak dapat mempunyai perhatian terhadap sesuatu, cenderung untuk lupa, kurang percaya, cemas terhadap sesuatu, tidak dapat mengontrol sikap, tidak dapat tekun dalam bekerja.
3. Sakit kepala, kekakuan dibahu, merasa nyeri punggung, pernapasan merasa tertekan, haus, serak, merasa pening, spesme dari kelopak mata, trmor pada anggota badan dan merasa kurang sehat.
Gejala – gejala yang termasuk dalam kelompok 1, emnunjukan perlemahan kegiatan, kelompok 2, menunjukan perlemahan motivasi, dala kelompok 3, menunjukan kelelahan fisik akibat psikologis.
Pada tahun 1936, Ryan dan Warren meneliti pengaruh kelelahan perubahan biologis manusia. Dari peneltian mereka diperoleh kesimpulan bahwa kelelahan menyebabkan perubahan sebagai berikut :
2. Meningkatnya gerakan mencari keseimbangan waktu berdiri.
3. Menurunkan koordinasi tangan dan mata.
4. Menurunkan kecepatan dan kecermatan dalam memecahkan soal matematika.
Adapun beberapa cara yang ditempuh untuk mengurangi kelelahan adalah sebagai berikut :
1. Sediakan kalori secukupnya sebagaui input untuk tubuh. 2. Bekerja dengan menggunakan metode kerja yang baik,
misalkan bekerja dengan memakai prinsip ekonomi gerakan.
3. Perhatikan kemampuan tubuh, artinya pengeluaran tenaga tidak melebihi pemasukannya dengan memperhatikan batasan-batasannya.
4. Memperhatikan waktu kerja yang teratur. Berarti harus dilakukan pengaturan terhadap jam kerja, waktu istirahat, dan sarananya.
5. Mengatur lingkungan fisik sebaik-baiknya seperti temperature kelmbaban sirkulasi udara, dll.
6. Berusaha untuk mengurangi monotoni dan kegiatan-kegiatan akibat kerja, misal dengan menggunakan warna dan dekorasi ruang kerja, menyediakan musik, menyediakan waktu berolahraga dan sebagainya.
2.3 Pengukuran Waktu Kerja Manusia
pengukuran kera. Pengukuran kerja berisi prinsip – prinsip yang mengatur komponen komponen system kerja untuk mendapatkan beberapa alternative sistem kerja yang baik. Seteah diperolej beberapa alternatif, kemudian dipilih satu yang terbaik dan memungkinkan untuk dilaksanaka. Kriteria yang dapat digunakan sebagai pengukuran yang baik tentang suatu kebaikan system kerja adalah; waktu, tenaga, psikologis, dan soisiologis. Sedangkan bagian yang mempelajari cara pengukuran sistem kerja agar diperoleh yang terbaik itu, disebut pengukuran kerja. Pengukuran kerja ini mencangkup teknik – teknik pengukuran waktu, tenaga dan akibat psikologis serta sosiologis.
Dalam pratikum ini, pengukuran kerja yang dilakukan merupakan bagian dari pengukuran kerja dengan teknik pengukuran tenaga. Pengukuran kerja dengan teknik ini pada dasarnya untuk mengukur besarnya usaha/ tenaga/ energi yang dikeluarkan oleh seorang pekerja untuk menyelesaikan pekerjaannya. Tenaga yang dibutuhkan / dikeluarkan diukur dalam kilo kalori.
kerja mental memang relative lebih sedikit mengeluarkan energy disbanding kerja fisik.
Kerja fisik masih dibagi lagi dalam 2 kelompok besar yaitu kerja statis dan kerja dinamis. Kerja statis adalah kerja yang menggunakan otot-otot tertentu, contohnya melakukan pekerjaan perakitan dengan menggunakan kedua tangan dalam keadaan duduk. Seadangkan kerja dinamis adalah kerja yang menggunakan sebagian besar atau keseluruhan otot yang ada, contohnya pekerjaan mengangkut benda dari suatu tempat yang berjarak 10 meter dari tempat semula.
Dalam aktifitas fisik sigunakan sekelompok otot. Sebagian digunakan untuk mempertahankan posisi tubuh sementara yang lain mengerjakan aktfita. Oleh Karena itu Davis dan Miller telah mengklafikasikan pekerjaan fisik ada 3 tipe :
1. Aktifitas seluruh tubuh : dimana menggunakan sebagian besar kelompok otot yang melibatkan dua pertiga atau tiga perempat dari keseluruhan otot tubuh manusia
2. Aktifitas otot setempat : dimana memerlukan lebih sedikit energy karena lebih sedikit kelompok otot yang diperlukan untuk melakukan aktifitas itu.
3. Aktifitas kerja statis : dimana otot digunakan untuk mengerahkan tenaga tetapi tidak ada kerja mekanis yang dilakukan. Aktifitas kerja statis memerlukan kontraksi sekelompok otot dan merupakan aktifitas yang paling banyak digunakan.
menggerakkan bagian tubuh maupun untuk melakukan kontraksi antagonis.
Kriteria pengukuran aktifitas kerja manusia secara umum dapat dibagi dua, yakni kriteria fisiologis dan kriteria operasional.
1. Kriteria Fisiologis
rasa takut yang timbul. Oleh karena itu pengukuran berdasarkan kriteria fisiologis ini hanya digunakan bila faktor-faktor yang berpengaruh kecil, atau situasinya dalam keadaan normal.
Volume oksigen yang dibutuhkan selama bekerja dipakai sebagai dasar menentukan jumlah kalori yang diperlukan selama kerja atas dasar persamaan :
1 liter oksigen = 4,7 – 5,0 kkal/menit.
2. Kriteria Operasional
dan teknik elektronik dn mekanik tentunya. Salah satu contohnya adalah alat platform gaya.
Platform gaya adalah suatu panggung kecil yang di atasnya disediakan tempt bagi subjek yang akan diukur aktivitas fisiknya. Dengan menggunakan elemen-elemen pengukur yang ada di bawah platform tadi, maka gaya-gaya yang dikeluarkan subjek selama aktivitasnya secara otomatis dapat dicatat dalam arah 3 dimensi, yaitu vertical, frontal, dan transversal.
Ketika seseorang dalam keadaan istirahat, denyut jantung dan konsumsi energinya pada keadaan stabil. Jika seseorang mulai melakukan pekerjaan, ia mengalami perubahan dari kondisi istirahat meningkat. Ketika pekerjaan telah selesai dan keadaan pemulihan dimulai denyut jantung dan konsumsi energy akan kembali pada kondisi istirahat seperti semula.
2.4 Pergerakan Biomekanis
Dalam ilmu gerakan biomekanis, dikenal dengan 8 gerakan tubuh yang diukur dari fungsi tiap otot dan gerakan relative terhadap tubuh. Gerakan gerakan tersebut ialah.
1. Flexion : menekuk atau mengunragi sudut antara 2 bagian tubuh
2. Estension : meluruskan atau menambah besar sudut antara 2 bagian tubuh
4. Abduction : menggerakan anggota tubuh kearah bagian luar tubuh
5. Medial rotation : memutar anggota tubuh kearah bagian dalam tubuh
6. Lateral rotation : memutar anggota tubuh kearah bagian luar 7. Pronation : memutar pergelangan tangan sehingga telapak
menghadap ke bawah
8. Supination : memutar pergelangan tangan sehingga telapak mentapa k eatas
Ada banyak cara yang dapat menggolongkan gerakan kerja,antara lain :
1. Gerakan posisi
Gerakan tangan atau kaki yang bergerak dari suatu tempat ke tempat lain, contohnya menjangkau panel control. 2. Gerakan berkelanjutan
Gerakan yang memerlukan control kerja beberapa macam otot, misalnya adalah menggerakan tangan untuk menyetir forklit dari suatu tempat ke tempat lain.
3. Gerakan manipulasi
Gerakan yang melibatkan penggunaan alat alat, tools, mesin control, dll; biasanya melibatkan tangan dan atau jari. 4. Gerakan berulang
Gerakan yang berulang yang masing – masing elemen gerakannya terpisah satu sama lainnya
6. Pengaturan statis (static Adjustmen)
Gerakan yang merupakan usaha untuk mempertahankan tubuh dalam posisi dan kedudukan tertentu.
Gerakan–gerakan operasional diatas mungkin saja digabungkan menjadi rangkaian tertentu. Contohnya, mengerakkan kaki ke atas pedal rem adalah gerakan posisi tapi gerakan ini mungkin saja diteruskan dengan gerakan berkelanjutan, yaitu menginjak pedal rem secara perlahan–lahan sampai pada kecepatan yang diinginkan.
2.5 Hubungan Denyut Jantung dan Energi
Energi yang digunakan pada saat melakukan pekerjaan fisik dapat di hitung dengan rumus – rumus:
1. Rumus Regresi
Menggunakan teknik analisis untuk menghitung energi yang di keluarkan.
Dimana :
Y = Energi yang dikeluarkan (kilo kalori/menit) X = Kecepatan denyut jantung ( denyut / jantung )
2. Rumus Standarisasi Denyut Jantung
Dalam rumusan ini digunakan standarisasi denyut jantung normal, yaitu untuk pria 75 datik/menit, sedangkan
untuk wanita 85 detak/menit. Perhitungan ini bersifat universal dimana dapat menggunakan untuk semua ukuran tubuh (Asia maupun Eropa)
STANDAR NORMAL SEBELUM MELAKUKAN PENGUKURAN
PRIA WANITA
Denyut Jantung 75 detak/menit 85 detak/menit Konsumsi Oksigen 0,5 liter/menit 0,55 liter/menit Energi yang
Digunakan 2,5 kkal/menit 2,5 kkal/menit
Jika denyut jantung bertambah 25 detik per menit sebanding dengan penambahan konsumsi oksigen 0.5 liter permenit sebandung pula dengan penambahan energi yang digunakan sebesar 2.5 kkal/ menit
PENGOLAHAN DATA
3.1 Percobaan Treadmill 1 – Kondisi I dengan Treadmill 1 Kondisi 2
Kecepatan Denyut Jantung Treadmill 1 - Kondisi I
(3-6)
Detik ke- Percobaan Detik ke- Rest Time
Tredmill 1 - Kondisi 2 (6-3)
Detik ke- Percobaan Detik ke- Rest Time
10 81 5 89
3.1.1 Tabel Denyut Jantung dan Energi yang dikeluarkan pada Tiap-tiap Kondisi
Treadmill 1 – Kondisi 1
Detik Ke Denyut
Jantung
Energi yang Dikeluarkan
20 77 2,84
Treadmill 1 – Kondisi 2
80 68 2,46
3.1.2 Grafik Perbandingan Denyut Jantung dan Rest Time
180 82 82 0
-190 70 77 -7(10) 10
200 70 78 -8(11) 11
210 82 82 0
-220 85 85 0
-230 80 82 -2(5) 4
240 76 86 -10(13) 13
Asumsi Awal
H
0 =μ
1 =μ
2H
0 =μ
1≠
μ
2 Keterangan :μ
1 = rata-rata untuk Treadmill 1 Kondisi I = 81,29μ
2 = rata-rata untuk Treadmill 1 Kondisi II = 78,46 Taraf Nyata
α
= 0,05α
2
= 0,025Z
α
2
=±
1,96 Nilai-nilai
W+ = 8,5+16+12+6,5+19+18+16+4+6,5+14+16+1,5 = 138
W- = 8,5+1,5+4+10+11+4+13 = 52
W = 52 n = 24 – 5 = 19
μ
wt =n
(
n
+
1
)
4
=
19
(
19
+
1
)
4
= 95
σ
wt =√
n
(n
+
1
) (2
n
+
1
)24
=
√
19
(19
+
1
)(
2
x
19
+
1
)
24
=
√
19
(20
)(
39
)
24
=
√
14820
24
= √
617,5
= 24,85Z =
W
σ
−
μ
wt wt=
52
24,85
−
95
= - 1,73 Daerah Kritis
-1,96 1,96
Kesimpulan
Terima H0, artinya tolak H1. Maka
μ
A =μ
B. Artinya ada kesamaan antara Kec. Denyut Jantung antara Treadmill 1 Kondisi 1 dan Treadmill 1 Kondisi 2.3.1.5 Pengolahan Minitab
————— 11/8/2015 10:55:25 PM
————————————————————
Welcome to Minitab, press F1 for help.
Mann-Whitney Test and CI: Kec. Denyut Jant, Kec. Denyut Jant
N Median Kec. Denyut Jantung Kondisi 3-6 24 81.500 Kec. Denyut Jantung Kondisi 6-3 24 81.000 Point estimate for ETA1-ETA2 is 1.000 95.1 Percent CI for ETA1-ETA2 is (-1.000,4.000)
W = 644.0
Test of ETA1 = ETA2 vs ETA1 > ETA2 is significant at 0.1262
3.2 Percobaan Treadmill 1 – Kondisi II
Kecepatan Denyut Jantung Tredmill 1 - Kondisi II
Detik ke- Percobaan Detik ke- Rest Time
10 81 5 89
20 81 10 92
30 72 15 92
40 69 20 90
50 75 25 105
60 65 30 102
70 68 35 79
80 68 40 82
90 82 45 87
100 82 50 93
110 82 55 93
120 80 60 93
130 82 65 104
140 81 70 99
150 79 75 99
160 82 80 99
170 82 85 104
180 82 90 104
190 77 95 97
200 78 100 97
210 82 105 85
220 85 110 85
230 82 115 90
3.2.1 Tabel Denyut Jantung dan Energi yang dikeluarkan
Data-data W+ =
2,5+12,5+8+19+15+5,5+17+23+20,5+18+20,5+22+88 +8+10,5 = 290
W- = 16+2,5+1+4+10,5+12,5+14+5,5 = 66
W = 66 n = 24 – 1 = 23
Uji Statistik
μ
wt =n
(n
4
+
1
)=
23
(23
+
1
)4
= 138
σ
wt =√
n
(n
+
1
) (2
n
+
1
)24
=
√
23
(23
+
1
)(
2
x
23
+
1
)
24
=
√
23
(24
)(
47
)
24
=
√
25944
24
Z =
W
σ
−
μ
wt wt=
66
32,88
−
138
= - 2,19 Daerah Kritis
Tolak Ho Tolak H0
Terima H0
Z = -2,19 Z = 2,19
- 1,96 1,96
Kesimpulan
Tolak H0 artinya terima H1 maka
μ
A tidak sama denganμ
B. Artinya tidak ada kesamaan anatar Kec. Denyut Jantung Treadmill 2 kondisi 1 dan treadmill 2 kondisi 2.3.2.5 Pengolahan Minitab
————— 11/8/2015 11:18:23 PM
————————————————————
Mann-Whitney Test and CI: Kec. Denyut Jant, Kec. Denyut Jant
N Median Kec. Denyut Jantung Kondisi 6-9 24 116.50 Kec. Denyut Jantung Kondisi 9-6 24 100.50 Point estimate for ETA1-ETA2 is 14.50
95.1 Percent CI for ETA1-ETA2 is (-0.00,27.01) W = 686.0
Test of ETA1 = ETA2 vs ETA1 > ETA2 is significant at 0.0222
The test is significant at 0.0221 (adjusted for ties)
3.3 Percobaan Treadmill 2 – Kondisi I
Kecepatan Denyut Jantung Treadmill 2 - Kondisi I
Detik ke- Percobaan Detik ke- Rest Time
190 112 95 129
Perhitungan :
y = 1,80411–0,0229083(110)+4,71733 (
10
−4¿
(
110
2)
y= 1,80411–0,0229083(116) + 4,71733 (
10
−4¿
(
116
2)
y = 5,49
5. y = 1,80411 – 0,0229083X + 4,71733 (
10
−4¿
(
X
2)
y= 1,80411–0,0229083(123) + 4,71733 (
10
−4y= 1,80411 – 0,0229083(117) + 4,71733 (
10
−4¿
(
117
2)
y = 5,58
21. y = 1,80411 – 0,0229083X + 4,71733 (
10
−4¿
(
X
2)
y= 1,80411 – 0,0229083(123) + 4,71733 (
10
−4¿
(
123
2)
y = 6,12
22. y = 1,80411 – 0,0229083X + 4,71733 (
10
−4¿
(
X
2)
y= 1,80411 – 0,0229083(102) + 4,71733 (
10
−4¿
(
102
2)
y = 4,37
23. y = 1,80411 – 0,0229083X + 4,71733 (
10
−4¿
(
X
2)
y= 1,80411 – 0,0229083(96) + 4,71733 (
10
−4¿
(
96
2)
y = 3,95
24. y = 1,80411 – 0,0229083X + 4,71733 (
10
−4¿
(
X
2)
y= 1,80411 – 0,0229083(93) + 4,71733 (
10
−4¿
(
93
2)
y = 3,75
20 77 110 -33(10) 10
μ
1 = rata-rata untuk Treadmill 1 Kondisi I = 81,29μ
2 = rata-rata untuk Treadmill 2 Kondisi I = 117,40α
2
= 0,025Z
α
2
=±
1,96 Data-data W+ = 0 W- =
300
W = 0 n = 24 Uji Statistik
μ
wt =n
(n
4
+
1
)=
24
(24
4
+
1
) = 150σ
wt =√
n
(n
+
1
) (2
n
+
1
)24
=
√
24
(24
+
1
)(
2
x
24
+
1
)
24
=
√
24
(25
)(
49
)
24
Z =
W
σ
−
μ
wt wt=
0
−
35
150
= - 4,29 Daerah Kritis
Tolak H0 Tolak H0
Terima Ho
Z = -4,29 Z = 4,29
- 1,96 1,96
Kesimpulan
3.3.5 Pengolahan Minitab
————— 11/9/2015 1:12:28 AM
————————————————————
Welcome to Minitab, press F1 for help.
Mann-Whitney Test and CI: Kec. Denyut Jant, Kec. Denyut Jant
N Median Kec. Denyut Jantung Kondisi 3-6 24 81.50 Kec. Denyut Jantung Kondisi 6-9 24 116.50 Point estimate for ETA1-ETA2 is -36.00 95.1 Percent CI for ETA1-ETA2 is (-44.00,-28.00)
W = 303.0
Test of ETA1 = ETA2 vs ETA1 < ETA2 is significant at 0.0000
The test is significant at 0.0000 (adjusted for ties)
3.4 Percobaan Treadmill 2 – Kondisi II
Kecepatan Denyut Jantung Treadmill 2 - Kondisi II
Detik ke- Percobaan Detik ke- Rest Time
10 129 5 82
20 110 10 82
30 99 15 103
40 102 20 103
50 113 25 103
60 134 30 85
80 90 40 83
21. y = 1,80411 – 0,0229083X + 4,71733 (
10
−4¿
(
X
2)
y = 1,80411 – 0,0229083(77) + 4,71733 (
10
−4¿
(
77
2)
y = 2,84
22. y = 1,80411 – 0,0229083X + 4,71733 (
10
−4¿
(
X
2)
y = 1,80411 – 0,0229083(92) + 4,71733 (
10
−4¿
(
92
2)
y = 3,69
23. y = 1,80411 – 0,0229083X + 4,71733 (
10
−4¿
(
X
2)
y = 1,80411 – 0,0229083(86) + 4,71733 (
10
−4¿
(
86
2)
y = 3,32
24. y = 1,80411 – 0,0229083X + 4,71733 (
10
−4¿
(
X
2)
y = 1,80411 – 0,0229083(82) + 4,71733 (
10
−4¿
(
82
2)
y = 3,41
10 81 129 -48(18) 18
μ
1 = rata-rata untuk Treadmill 1 Kondisi II = 78,46μ
2 = rata-rata untuk Treadmill 2 Kondisi II =105,58α
2
= 0,025Z
α
2
=±
1,96 Data-data
W+ = 2,5+1+2,5+6+4,5 = 16,5 W- =
18+13+11,5+15+16+22+11,5+9+8+14+21+23+19+20+ 17+10+7+4,5
= 259,5 W = 16,5 n = 24 – 1 = 23
Uji Statistik
μ
wt =n
(n
+
1
)4
=
23
(23
+
1
)4
= 138
σ
wt =√
n
(n
+
1
) (2
n
+
1
)24
=
√
23
(23
+
1
)(
2
x
23
+
1
)
24
=
√
23
(24
)(
47
)
=
√
25944
24
= √1081
= 32,88Z =
W
σ
−
μ
wt wt=
16,5
32,88
−
138
= - 3,69 Daerah Kritis
Tolak Ho Tolak Ho
Terima Ho
Z = -3,69 Z = 3,69
-1,96 1,96
Kesimpulan
Tolak Ho artinya terima H1.
μ
A tidak sama denganμ
B. Artinya tidak ada kesamaan antara Kec. DenyutJantung treadmill 1 kondisi 2 dan treadmill 2 kondisi 2.
3.4.5 Pengolahan Minitab
————— 11/9/2015 1:08:39 AM
Welcome to Minitab, press F1 for help.
Mann-Whitney Test and CI: Kec. Denyut Jant, Kec. Denyut Jant
N Median Kec. Denyut Jantung Kondisi 6-3 24 81.000 Kec. Denyut Jantung Kondisi 6-3 24 81.000 Point estimate for ETA1-ETA2 is -0.000 95.1 Percent CI for ETA1-ETA2 is (-2.000,2.000)
W = 588.0
Test of ETA1 = ETA2 vs ETA1 < ETA2 is significant at 0.5000
The test is significant at 0.5000 (adjusted for ties)
BAB IV
ANALISA PENGOLAHAN DATA
treadmill 1 kondisi 2 hanya memiliki energi rata-rata sebesar 2,94 kkal/detik.
Pada uji statistik (UPBW), diperoleh Z = -1,73 yang posisinya berada pada posisi Terima H0. Terima H0 artinya tolak H1 dimana
μ
A =μ
B, artinya ada kesamaan antara kecepatan denyut jantung treadmill 1 kondisi 1 dengan kecepatan denyut jantung pada treadmill 1 kondisi 2.4.2 Analisa Treadmill 2 Kondisi 1 dengan Treadmill 2 Kondisi 2 Pada perbandingan kecepatan denyut jantung treadmill 2 kondisi 1 dengan treadmill 2 kondisi 2 nampak adanya perbedaan. Pada rata-rata energi dari tiap-tiap kondisi, dapat dilihat bahwa treadmill 2 kondisi 1 memiliki rata-rata energi yang lebih besar dibanding dengan rata-rata energi pada treadmill 2 kondisi 2. Rata-rata energi yang dihasilkan dari treadmill 2 kondisi 1 sebesar 5,73 kkal/detik sedangkan pada treadmill 2 kondisi 2 sebesar 4,94 kkal/detik.
Pada uji statistik (UPBW), diperoleh Z = -2,19 yang posisinya berada pada posisi Tolak H0. Tolak H0 artinya terima H1 dimana
μ
A≠
μ
B. Arti dariμ
A≠
μ
B ini adalah tidak ada kesamaan antara kecepatan denyut jantung treadmill 2 kondisi 1 dengan kecepatan denyut jantung treadmill 2 kondisi 2.dilihat bahwa treadmill 1 kondisi 1 memiliki rata-rata energi yang lebih kecil dibanding dengan rata-rata energi pada treadmill 2 kondisi 1. Rata-rata energi yang dihasilkan dari treadmill 1 kondisi 1 sebesar 3,071 kkal/detik sedangkan pada treadmill 2 kondisi 1 sebesar 5,73 kkal/detik.
Pada uji statistik (UPBW), diperoleh Z = -4,29 yang posisinya berada pada posisi Tolak H0. Tolak H0 artinya terima H1 dimana
μ
A≠
μ
B. Arti dariμ
A≠
μ
B ini adalah tidak ada kesamaan antara kecepatan denyut jantung treadmill 1 kondisi 1 dengan kecepatan denyut jantung treadmill 2 kondisi 1.4.4 Analisa Treadmill 1 Kondisi 2 dengan Treadmill 2 Kondisi 2 Pada perbandingan kecepatan denyut jantung treadmill 1 kondisi 2 dengan treadmill 2 kondisi 2 nampak adanya perbedaan. Pada rata-rata energi dari tiap-tiap kondisi, dapat dilihat bahwa treadmill 1 kondisi 2 memiliki rata-rata energi yang lebih kecil dibanding dengan rata-rata energi pada treadmill 2 kondisi 2. Rata-rata energi yang dihasilkan dari treadmill 1 kondisi 2 sebesar 2,94 kkal/detik sedangkan pada treadmill 2 kondisi 2 sebesar 4,94 kkal/detik.
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan dengan perhitungan data serta analisa perbandingan dapat disimpulkan bahwa : a. Rata-rata energi pada perbandingan tiap-tiap kondisi
b. Dari uji statistik, yang dilakukan perhitungan terlebih dahulu dengan membandingkan tiap-tiap kondisi yang telah ditentukan, setelah itu dibuat peringkat agar mendapatkan Z yang berfungsi untuk menentukan daerah kritis yang kemudian disimpulkan lalu diolah melalui aplikasi Minitab, dapat dilihat bahwa pada treadmill 1 kondisi 1 dengan treadmill 1 kondisi 2 tolak H1. Pada treadmill 2 kondisi 1 dan treadmill 2 kondisi 2 diperoleh tolak Ho. Treadmill 1 kondisi 1 dan treadmill 2 kondisi tolak Ho. Dan treadmill 1 kondisi 2 dengan treadmill 2 kondisi 2 diperoleh tolak Ho.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.academia.edu/10250050/Biomekanis (Diakses pada Kamis, 5 November 2015 pukul 13.15 WIB)