PENGARUH KOMBUCHA AIR KELAPA TERHADAP

Teks penuh

(1)

1

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jember 1

Dosen Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jember 3

Dosen Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jember

PENGARUH KOMBUCHA AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Salmonella typhi.

Enki Dani1,Joko Waluyo2,Dwi Wahyuni3.

Abstract: Kombucha is a symbiosis results between Acetobacter sp. with

Sacharomycessp. Coconut water kombucha is starter kombucha that developed in the

coconut water as the medium. Coconut water kombucha is white-brown, sweet rather sour,and slightish nata. Next, Coconut water kombucha tested to the Salmonella typhi, cause of typhoid fever. Based on the research that have done, Coconut water

kombucha inhibit Salmonella typhi in 6 days effective time and the wide of inhibition

zone is 1.2 cm, and the minimum inhibition concentration (KHM) is 30% with 0,13 cm as the inhibition zone average.

Keyword: Kombucha, air kelapa (Coconut water kombucha), Salmonella typhi.

PENDAHULUAN

Kombucha merupakan hasil fermentasi yang melibatkan peran simbiosis

antara bakteri dari genus Acetobacter sp. dan khamir dari genus Saccharomyces

sp. [1].Kombucha biasanya difermentasikan dalam medium teh manis namun

seiring perkembangannya, kombucha dapat pula difermentasikan dalam medium

selain teh manis seperti sari belimbing wuluh [2] dan air rebusan bunga rosella

[3]. Beberapa inovasi yang dilakukan dalam penelitian tersebut masih terbatas

kepada bahan pangan yang lazim dikonsumsi oleh manusia, sedangkan inovasi

dari bahan limbah pangan seperti limbah air kelapa tua masih sangat terbatas

diujikan.

Peneliti memilih penggunaan limbah air kelapa tua sebagai inovasi

alternatif medium fermentasi kombucha.Selain itu, diharapkan agar nilai guna dan

nilai ekonomi dari limbah air kelapa tua yang selama ini masih sangat jarang

dimanfaatkan secara optimal dapat meningkat.Air kelapa tua mengandung nutrisi

yang sangat penting untuk pertumbuhan bakteri Acetobacter sp. sebagai bakteri

utama penyusun sel kombucha diantaranya; sukrosa, fruktosa, dekstrosa, dan

vitamin B kompleks [4].Kombuchamengandung asam asetat, asam glukoronat,

(2)

itu, kombucha pada penelitian ini diujikan pada bakteri Salmonella typhi yang

merupakan bakteri patogen penyebab penyakit typus.

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, peneliti merasa penting

untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Air Fermentasi Kombucha

Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan Bakteri Salmonella typhi”.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimental laboratoris, dengan

rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3

kali pengulangan.

Alat Penelitian

Alat penelitian yang digunakan antara lain: inkubator, lemari es, autoklaf, laminar

air flow, mikroskop, panci, kompor gas, kompor listrik, bunsen dan spirtus, korek

api, neraca ohaus/analitik, vortex mixer, mikropipet5-50µl dan 50-200µl, jangka

sorong/mistar, gelas ukur, gelas beaker, corong, tabung reaksi, cawan petri, rak

tabung reaksi, spatula, sendok, kaca benda dan kaca penutup, sumuran, ose,

gigaskrin, evendrop, tip kuning, pisau, pipet, selotip plastik, alumunium foil,

kertas kayu, kasa, karet, kertas label, kapas, tissue, penyemprot berisi alkohol

70%, botol/toples kaca, spidol/polpen, termometer, dan pH meter/pH indikator

universal.

Bahan Penelitian

Bahan yang digunakan dalam penelitian antara lain: starter kombucha berupa nata

yang berasal dari daerah Jember;limbah air kelapa tua diperoleh dari limbah

penjualan kelapa tua yang berada di Jl. Sumatera Jember; isolat murni bakteri

Salmonella typhi diperoleh dari Laboratorium Sains, Politeknik Universitas

Jember; NA (Nutrient Agar); NB (Nutrient Broth); kloramfenikol 250 mg; kristal

violet; lugol; alkohol 95%; safranin; air; aquadest, dan alkohol 70%.

Prosedur Penelitian

1. Identifikasi Starter Kombucha berupa nata

Identifikasi starter kombucha dilakukan dengan pengamatan morfologi koloni

(3)

kombucha. Pengamatan morfologi dilakukan dengan pengamatan langsung

terhadap koloni kombucha, sedangkan pengamatan sel mikroba dilakukan di

bawah mikroskop setelah dilakukan pewarnaan gram.

2. Identifikasi Bakteri Salmonella typhi

Identifikasi bakteri Salmonella typhi dilakukan dengan melakukan pewarnaan

gram kemudian diamati di bawah mikroskop untuk mengetahui bentuk bakteri

dan golongan gram dari bakteri Salmonella typhi.

3. Pengamatan Kurva Pertumbuhan Bakteri Salmonella typhi

Pengamatan kurva dilakukan dengan cara meghomogenkan 1 ose biakan murni

pada 50ml garam fisiologis, selanjutnya 10µl campuran bakteri ditumbuhkan

pada medium NA pada cawan secara drop plate. Kurva pertumbuhan bakteri

diamati selang 4 jam, mulai jam ke-0 sampai 32 jam.

4. Pembuatan Kombucha Air Kelapa

Kombucha air kelapa dibuat dengan komposisi limbah air kelapa tua ±100 ml

ditambah dengan starter kombucha berupa nata 2 gr, kemudian botol tempat

fermentasi ditutup dengan kain kassa dan difermentasikan.

5. Uji Pendahuluan (penentuan waktu fermentasi efektif dan penentuan serial

konsentrasi acuan yang memulai hambatan dari air fermentasi kombucha air

kelapa dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi).

Waktu fermentasi air fermentasi kombucha air kelapa yang digunakan adalah

3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27, dan 30 hari. Air fermentasi kombucha air kelapa

dengan serial waktu fermentasi tersebut kemudian diujikan dengan bakteri

Salmonella typhi dengan metode sumuran secara pour plate.

Setelah didapatkan waktu fermentasi air fermentasi kombucha air kelapa yang

efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi kemudian

dibuat serial konsentrasi air fermentasi kombucha air kelapa 10%, 20%, 30%,

40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, dan 100%. kemudian diujikan dengan

bakteri Salmonella typhi dengan metode sumuran secara pour plate dan

dilakukan pengukuran zona bening yang terbentuk di setiap lubang sumuran.

6. Uji Akhir (penetuan serial konsentrasi yang efektif air fermentasi kombucha air

(4)

Setelah diketahui serial konsentrasi air fermentasi kombucha air kelapa yang

memulai hambatan dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi,

kemudian dibuat serial konsentrasi dengan cara pengenceran dengan

penambahan aquadest hingga mencapai volume 1000 µl. Serial konsentrasi

yang dibuat adalah 10, 20, 30, 40, dan 50%. Serial konsentrasi tersebut

kemudian diujikan pada bakteri Salmonella typhi untuk mengetahui KHM

(Konsentrasi Hambat Minimal) dengan metode sumuran secara pour plate dan

3x pengulangan.

7. Analisis Data Penelitian

Untuk mengetahui pengaruh adanya serial konsentrasi air fermentasi kombucha

air kelapa terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi diuji dengan

menggunakan ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%. Jika terdapat

siginifikansi, maka dilanjutkan dengan Uji Duncan.

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian

1. Hasil Identifikasi Starter Kombucha

Setelah dilakukan pengamatan morfologi koloni, diketahui bahwa starter

kombucha berwarna agak kecoklatan dengan bentuk bulat (menyerupai tempat

tumbuhnya), berlembar-lembar, dan teksturnya kenyal.Adapun pengamatan sel

mikroba, menunjukkan terdapat 2 mikroba penyusun kombucha yaitu, dari

Genus Acetobacter (berbentuk basil/batang, dan bewarna merah setelah

dilakukan pewarnaan gram), dan dari Genus Sacharomyces (berbentuk bulat,

bertunas, dan berwarna putih).

2. Hasil Identifikasi Bakteri Salmonella typhi

Setelah dilakukan pewarnaan gram dan diamati di bawah mikroskop, diketahui

bakteri Salmonella typhi berbentuk basil/batang dan berwarna merah/gram

(5)

3. Hasil Pengamatan Kurva Pertumbuhan Bakteri Salmonella typhi

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, diketahui pertumbuhan optimal

dari Salmonella typhi yaitu pada waktu inkubasi 24 jam, sehingga pemberian

kombucha air kelapa dilakukan saat Salmonella typhi berumur 24 jam.

4. Hasil Pembuatan Kombucha Air Kelapa

Kombucha air kelapa yang dihasilkan mempunyai warna putih, mempunyai

rasa sedikit asam, beraroma seperti air kelapa, serta nata yang dihasilkan

berlembar-lembar namun agak tipis.

5. Hasil Uji Pendahuluan

Berdasarkan hasil uji pendahuluan mengenai penentuan waktu fermentasi

efektif air fermentasi kombucha air kelapa terhadap pertumbuhan bakteri

Salmonella typhi, maka ditentukan waktu fermentasi efektif air fermentasi

kombucha air kelapa yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella

typhi adalah umur 6 hari. Karena pada waktu fermentasi tersebut menunjukkan

diameter zona hambat yang paling besar kemudian hasil uji pendahuluan serial

konsentrasi air fermentasi kombucha air kelapa yang memulai hambatan

diketahui bahwa pada konsentrasi 40% sampai 100% terbentuk diameter zona

hambat air fermentasi kombucha air kelapa terhadap pertumbuhan bakteri

Salmonella typhi. Pada konsentrasi 40% sudah terbentuk diameter zona hambat

air fermentasi kombucha air kelapa sebesar 0.3 cm terhadap pertumbuhan

bakteri Salmonella typhi, tetapi masih perlu dilakukan pengujian lebih lanjut

untuk menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) air fermentasi

kombucha air kelapa terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi dengan

disertai pengulangan dan analisis.

6. Hasil Uji Akhir

Berdasarkan hasil uji akhir diketahui bahwa KHM air fermentasi kombucha air

kelapa terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi berada pada serial

konsentrasi 30% dengan rerata diameter zona hambat sebesar 0.13 cm. Karena

pada serial konsentrasi 20% dan serial konsentrasi 10% sudah tidak terbentuk

(6)

Gambar 1. Diagram batang lebar zona hambat serial waktu fermentasi air fermentasi kombucha

air kelapa terhadap pertumbuhan bakteriSalmonella typhi pada uji akhir.

7. Hasil Analisis Penelitian

Berdasarkan uji ANOVA diketahui bahwa terdapat pengaruh air fermentasi

kombucha air kelapa yang signifikan terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella

typhi. Perbedaan antar perlakuan serial konsentrasi air fermentasi kombucha air

kelapa terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi dapat dilihat pada Tabel

1.

Tabel 1. Lebar zona hambat tiap serial konsentrasi air fermentasi kombucha air kelapa terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi pada uji akhir

Perlakuan Diameter Zona Hambat Rerata

(cm)

1 2 3

Konsentrasi Kombucha Air Kelapa (%)

10 0 0 0 0.00a

menunjukkan berbeda tidak nyata berdasarkan Uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%.

PEMBAHASAN

Pada penelitian ini digunakan air fermentasi kombucha air kelapa untuk

melihat pengaruhnya terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi.Kombucha

air kelapa mempunyai warna coklat agak keputihan, dan berasa agak asam.Warna

(7)

coklat agak keputihan pada kombucha air kelapa dikarenakan pengaruh dari

warna limbah air kelapa tua yang digunakan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada waktu fermentasi 6 hari

didapatkan diameter zona hambat sebesar 1,2 cm, yang merupakan diameter

terbesar yang terbentuk selama uji penentuan waktu fermentasi. Waktu fermentasi

6 hari ini kemudian digunakan sebagai waktu fermentasi yang efektif untuk

menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Kemudian dibuat serial

konsentrasi air fermentasi kombucha air kelapa dengan cara mengencerkan air

fermentasi air fermentasi kombucha air kelapa umur 6 hari dengan aquades steril

hingga mencapai volume 1000 µl untuk menentukan konsentrasi acuan air

fermentasi kombucha air kelapa yang memulai hambatan terhadap pertumbuhan

bakteri Salmonella typhi. Berdasarkan hasil uji pendahuluan menunjukkan bahwa

konsentrasi acuan air fermentasi kombucha air kelapa yang memulai hambatan

terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi adalah 40% dengan diameter zona

hambat sebesar 0,3 cm.

Sedangkan berdasarkan hasil uji akhir mengenai penentuan konsentrasi air

fermentasi efektif kombucha air kelapa terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella

typhi KHM air fermentasi kombucha air kelapa terjadi pada konsentrasi 30%

dengan rerata diameter zona hambat sebesar 0,13 cm, dengan 3 kali pengulangan

Berdasarkan hasil uji ANOVA yang telah dilakukan, didapatkan probabilitas

0.000, artinya terdapat pengaruh serial konsentrasi air fermentasi kombucha air

kelapa terhadap pertumbuhan Salmonella typhi. Karena terdapat signifikansi,

maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Berdasarkan uji Duncan diperoleh hasil

pada serial konsentrasi 30%dan K+ terdapat beda nyata dengan konsentrasi yang

lain, sedangkan serial konsentrasi yang lainya pada uji akhir.

Adanya daya hambat dari air fermentasi kombucha air kelapa terhadap

pertumbuhan Salmonella typhi disinyalir karena adanya kandungan asam asetat

yang dominan pada air fermentasi kombucha Mekanisme penghambatan yang

dilakukan asam asetat yang terkandung dalam air fermentasi kombucha adalah

dengan cara menembus membran sel bakteri. Semakin asam lingkungan bakteri,

(8)

ke dalam membran sel. Sel akan memompa kelebihan H+, tetapi lama kelamaan

menjadi tidak efektif dan pH internal dalam sel akan turun, sehingga

menyebabkan aktivitas enzim dan asam nukleat dalam sel bakteri terganggu dan

menyebabkan sel menjadi mati [5].

Faktor lain yang mungkin mempengaruhi terhambatnya pertumbuhan

Salmonella typhi oleh air fermentasi kombucha diantaranya yaitu; lama tidaknya

waktu fermentasi kombucha air kelapa, banyak sedikitnya konsentrasi air

fermentasi kombucha air kelapa, dan pH air kombucha air kelapa. Adapun

semakin tinggi konsentrasi yang diberikan pada mikroba, juga akan menyebabkan

lebar zona hambat semakin besar.

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa air

fermentasi \kombucha air kelapa mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan

bakteri Salmonella typhi, dan mempunyai KHM (Konsentrasi Hambat Minimal)

pada konsentrasi 30% dengan rerata lebar hambatan sebesar 0.13 cm.

Saran yang dapat diberikan adalah perlu dilakukan lagi penelitian lebih

lanjut mengenai manfaaat kombucha air kelapa.

DAFTAR BACAAN

[1] Naland, H. 2008. Kombucha Teh Dengan Seribu Khasiat. Jakarta: Agromedia Pustaka.

[2]Sugiarti, W. 2009. Pengaruh Konsentrasi Strater dan Lama Fermentasi

terhadap Kualitas Kombucha Belimbing Wuluh (Averhoa belimbi L.).

Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.

[3] Kustyawati, M.E. dan S. Ramli. 2008. Pemanfaatan Hasil Tanaman Hias Rosela sebagai Bahan Minuman.Prosiding Seminar Nasional Sains dan

Teknologi-II 2008. Lampung: Universitas Lampung.

[4] Warisno. 2004. Mudah dan Praktis Membuat Nata de Coco. Jakarta: Media Pustaka.

Figur

Gambar 1. Diagram batang lebar zona hambat serial waktu fermentasi air fermentasi kombucha
Gambar 1 Diagram batang lebar zona hambat serial waktu fermentasi air fermentasi kombucha . View in document p.6

Referensi

Memperbarui...