• Tidak ada hasil yang ditemukan

Imajinasi sosial budaya masa ibu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Imajinasi sosial budaya masa ibu "

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

IMAJINASI SOSIAL-BUDAYA

Kemampuan seseorang untuk terlibat dalam

peristiwa-peristiwa sosial sehari-hari, namun

sekaligus mampu melakukan refleksi dan analisis untuk memaknai peristiwa sosial tersebut sehingga dapat memahami peristiwa sosial – budaya di mana dia terlibat.

Mungkin menarik - meskipun sulit, untuk memahami

mengapa berbagai macam aktivitas atau upacara dapat menceritakan banyak hal tentang suatu

(3)

Latihan 2:

Silahkan diskusikan: apakah sebuah ritual/ upacara

(4)
(5)
(6)

IMAJINASI SOSIAL-BUDAYA (lanj)

Kebanyakan orang di dalam suatu acara memang

hanya sekedar bersenang-senang atau “just caught in the moment”, bukan tidak mungkin terjadi kondisi dimana ada beberapa orang yang bersenang-senang sambil berpikir mengenai apa yang terjadi secara

simultan pada suatu tingkat yang lebih mendalam.

Demikian juga dengan berbagai upacara dan ritual

(7)

IMAJINASI SOSIAL-BUDAYA (lanj)

Kebanyakan orang awam membutuhkan bantuan dalam

mengembangkan imajinasi sosio-budayanya, terutama ketika mereka berusaha memahami lingkungan sosial tempatnya berada yang kompleks.

Orang yang imajinasi-nya rendah, cenderung gagal

membedakan antara kekuatan-kekuatan sosial – budaya (social and cultural forces) dengan kemampuan

individualnya (personal capacity) dalam memahami dan menangani masalah yang dihadapinya.

Mereka sulit untuk mengidentifikasi, apakah

keberhasilan yang diraihnya, merupakan hasil usaha dan kemampuan dirinya, atau merupakan produk dari kekuatan-kekuatan sosial – budaya yang terjadi di

(8)

IMAJINASI SOSIAL-BUDAYA (lanj)

Salah satu pertanyaan penting dan menarik yang berusaha

dijawab oleh para peneliti sosial-budaya sepanjang masa adalah "...Bagaimana kondisi-kondisi sosial (seperti

kemiskinan, kriminalitas, prostituisi, dsb) mempengaruhi kehidupan individu setiap orang?”.

Pertama para peneliti mencoba memahami dan

memaknai bahwa kondisi sosial merupakan realitas kehidupan yang diciptakan bersama sebagai mahluk sosial.

Kondisi-kondisi sosial-budaya seperti kemiskinan,

(9)
(10)

IMAJINASI SOSIAL-BUDAYA (lanj)

Tingkat

sociological and

cultural imagination

seseorang, membantu

mengidentifikasi dan

menjelaskan dengan lebih

tepat, faktor apa yang

sesungguhnya berpengaruh

pada keberhasilan atau

kegagalan seorang individu

atau sekelompok orang

(11)

IMAJINASI SOSIAL-BUDAYA (lanj)

Orang cenderung berpikir, bahwa kehidupan pribadi

mereka dapat dijelaskan murni berdasarkan

keberhasilan dan kesuksesan mereka secara individual.

Orang cenderung bersikap kritis terhadap dirinya

sendiri, tetapi tidak terhadap kelompok masyarakatnya.

Orang cenderung gagal melihat hubungan antara

(12)

IMAJINASI SOSIAL-BUDAYA (lanj)

Oleh karena itu, ketika mengalami masalah dan

kegagalan, orang cenderung menyalahkan dirinya sendiri tanpa memperhitungkan efek perubahan sosial yang terjadi di dalam kehidupan mereka.

Sebaliknya, ketika mengalami keberhasilan, orang

Referensi

Dokumen terkait

Dene daya pigunane pawadan sing ana ing panliten iki ana limalas yaiku (i) tuturan sing mawa wirasabasa pakon, (ii) tuturan sing mawa wirasabasa pangatak, (iii)

Based on classical electrodynamics, it is argued that the Coulomb potential (which is strictly valid for two point charges at rest), commonly used in the study of energy levels

C. Briket sama dengan karbon-karbon lain yang sudah beredar dimasyarakat, seperti arang kayu, arang sekam, dan arang tempurung kelap, yang di dalamnya masih memiliki energi

dapat menentukan sumbu simetri suatu bangun datar tidak simetris..

[r]

Pertanyaan utama yang ingin dijawab melalui penelitian ini adalah (1) Bagaimana tingkat pendisiplinan belajar anak yang diterapkan oran|* tua di rumah (2)

Adakalanya persamaan regresi dalam menganalisis hhubungan anatr variabel tidak hanya dipengaruhi oleh faktor atau peubah bebas tapi dapat pula dipengaruhi oleh dua atau lebih

Kita sebagai generasi muda islam dalam berperilaku harus sesuai dengan al- Qur’an dan ils- Suimah, maka penelitian ini kami beri judul “Korelasi Tingkat Pemahaman