IMAJINASI SOSIAL-BUDAYA
• Kemampuan seseorang untuk terlibat dalam
peristiwa-peristiwa sosial sehari-hari, namun
sekaligus mampu melakukan refleksi dan analisis untuk memaknai peristiwa sosial tersebut sehingga dapat memahami peristiwa sosial – budaya di mana dia terlibat.
• Mungkin menarik - meskipun sulit, untuk memahami
mengapa berbagai macam aktivitas atau upacara dapat menceritakan banyak hal tentang suatu
Latihan 2:
• Silahkan diskusikan: apakah sebuah ritual/ upacara
IMAJINASI SOSIAL-BUDAYA (lanj)
• Kebanyakan orang di dalam suatu acara memang
hanya sekedar bersenang-senang atau “just caught in the moment”, bukan tidak mungkin terjadi kondisi dimana ada beberapa orang yang bersenang-senang sambil berpikir mengenai apa yang terjadi secara
simultan pada suatu tingkat yang lebih mendalam.
• Demikian juga dengan berbagai upacara dan ritual
IMAJINASI SOSIAL-BUDAYA (lanj)
• Kebanyakan orang awam membutuhkan bantuan dalam
mengembangkan imajinasi sosio-budayanya, terutama ketika mereka berusaha memahami lingkungan sosial tempatnya berada yang kompleks.
• Orang yang imajinasi-nya rendah, cenderung gagal
membedakan antara kekuatan-kekuatan sosial – budaya (social and cultural forces) dengan kemampuan
individualnya (personal capacity) dalam memahami dan menangani masalah yang dihadapinya.
• Mereka sulit untuk mengidentifikasi, apakah
keberhasilan yang diraihnya, merupakan hasil usaha dan kemampuan dirinya, atau merupakan produk dari kekuatan-kekuatan sosial – budaya yang terjadi di
IMAJINASI SOSIAL-BUDAYA (lanj)
• Salah satu pertanyaan penting dan menarik yang berusaha
dijawab oleh para peneliti sosial-budaya sepanjang masa adalah "...Bagaimana kondisi-kondisi sosial (seperti
kemiskinan, kriminalitas, prostituisi, dsb) mempengaruhi kehidupan individu setiap orang?”.
• Pertama para peneliti mencoba memahami dan
memaknai bahwa kondisi sosial merupakan realitas kehidupan yang diciptakan bersama sebagai mahluk sosial.
• Kondisi-kondisi sosial-budaya seperti kemiskinan,
IMAJINASI SOSIAL-BUDAYA (lanj)
•
Tingkat
sociological and
cultural imagination
seseorang, membantu
mengidentifikasi dan
menjelaskan dengan lebih
tepat, faktor apa yang
sesungguhnya berpengaruh
pada keberhasilan atau
kegagalan seorang individu
atau sekelompok orang
IMAJINASI SOSIAL-BUDAYA (lanj)
• Orang cenderung berpikir, bahwa kehidupan pribadi
mereka dapat dijelaskan murni berdasarkan
keberhasilan dan kesuksesan mereka secara individual.
• Orang cenderung bersikap kritis terhadap dirinya
sendiri, tetapi tidak terhadap kelompok masyarakatnya.
• Orang cenderung gagal melihat hubungan antara
IMAJINASI SOSIAL-BUDAYA (lanj)
• Oleh karena itu, ketika mengalami masalah dan
kegagalan, orang cenderung menyalahkan dirinya sendiri tanpa memperhitungkan efek perubahan sosial yang terjadi di dalam kehidupan mereka.
• Sebaliknya, ketika mengalami keberhasilan, orang