• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA KENDARI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA KENDARI"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Inflasi Kota Kendari bulan Mei tahun 2015, tercatat sebesar 0,64 persen dengan Indeks Harga Konsumen

(IHK) 115,35. Secara nasional dari 82 kota yang menghitung inflasi, 81 kota tercatat inflasi dan 1 kota tercatat deflasi, inflasi tertinggi tercatat di Kota Palu (Provinsi Sulawesi Tengah) 2,24 persen dan Kota Tual (Provinsi Maluku) 1,59 persen. Sementara itu deflasi terbesar tercatat di Kota Pangkal Pinang (Provinsi Bangka Belitung) 0,61 persen.

Inflasi yang terjadi di Kota Kendari tercatat disebabkan oleh naiknya indeks harga pada kelompok makanan

jadi, minuman, rokok dan tembakau 2,06 persen; bahan makanan 1,97 persen; kesehatan 0,60 persen; pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,11 persen serta perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,07 persen. Sedangkan Kelompok Sandang serta Transportasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan tercatat deflasi masing-masing 0,39 persen dan 0,15 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi terbesar adalah kembung; ayam goreng; nasi dengan lauk;

cakalang; layang; terong panjang; bayam; bawang merah; rokok kretek filter; dan cabai rawit.

Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi terbesar adalah beras; angkutan udara; baju stelan anak;

mie kering instan; pepaya; laba/merica; labu parang/merah/manis; baju kaos berkerah laki-laki; daging ayam ras; dan baju kaos berkerah wanita.

Dari sebelas kota di Pulau Sulawesi, semua kota tercatat Inflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Kota Palu

(Provinsi Sulawesi Tengah) 2,24 persen dengan IHK 120,42 dan Inflasi terendah di kota Palopo 0,07 persen (Provinsi Sulawesi Selatan dengan IHK 116,98.

Tingkat Inflasi Kota Kendari tahun kalender (Januari-Mei 2015 tercatat -0,70 persen dan tingkat inflasi tahun

ke tahun (Mei 2015 terhadap Mei 2014) tercatat 7,10 persen.

Laju inflasi Kota Kendari tahun kalender (Januari-Mei 2014 tercatat -0,43 persen dan laju inflasi year on year

(Mei 2014 terhadap Mei 2013) tercatat sebesar 4,38 persen.

Inflasi Nasional Mei 2015 tercatat 0,50 persen dan laju Inflasi (Januari-Mei 2015) 0,42 persen serta laju

inflasi year on year (Mei 2015 terhadap Mei 2014) sebesar 7,15 persen.  

No. 01/06/Th. XVIII, 1 Juni 2015

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI KOTA

K

ENDARI

(2)

Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Mulai Januari 2014, pengukuran inflasi di Indonesia menggunakan IHK tahun dasar 2012=100. Ada beberapa perubahan yang mendasar dalam penghitungan IHK baru (2012=100) dibandingkan IHK lama (2007=100), khususnya mengenai cakupan kota, paket komoditas, dan diagram timbang. Perubahan tersebut didasarkan pada Survei Biaya Hidup (SBH) 2012 yang dilaksanakan oleh BPS, yang merupakan salah satu bahan dasar utama dalam penghitungan IHK. Hasil SBH 2012 sekaligus mencerminkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat dibandingkan dengan hasil SBH sebelumnya.

SBH 2012 dilaksanakan di 82 kota, yang terdiri dari 33 ibukota provinsi dan 49 kota besar lainnya. Dari 82 kota tersebut, 66 kota merupakan cakupan kota SBH lama dan 16 merupakan kota baru. Survei ini hanya dilakukan di daerah perkotaan (urban area) dengan total sampel sebanyak 13.608 Blok Sensus dan total sampel rumahtangga sebanyak 136.080. SBH 2012 dilaksanakan secara triwulanan selama tahun 2012 sehingga setiap triwulan terdapat 34.020 sampel rumahtangga.

Paket komoditas nasional hasil SBH 2012 terdiri dari 862 komoditas. Paket komoditas terbanyak ada di Jakarta yaitu 462 komoditas, dan yang palling sedikit di Singaraja sebanyak 225 komoditas.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS di Kota Kendari pada Mei 2015 tercatat inflasi 0,64 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 114,62 pada April 2015 menjadi 115,35 pada Mei 2015. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Meil) 2015 tercatat -0,70 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2015 terhadap Mei 2014) sebesar 7,10 persen.

Inflasi yang terjadi di Kota Kendari tercatat disebabkan oleh indeks harga pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 2,06 persen; bahan makanan 1,97 persen; kesehatan 0,60 persen; pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,11 persen serta perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,07 persen. Sedangkan kelompok sandang serta transportasi, komunikasi dan jasa keuangan deflasi masing-masing 0,39 persen dan 0,15 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Mei 2015 antara lain ketimun; pepaya muda; ayam goreng; terong panjang; pakaian bayi; daun kelor; cabai rawit; daun kacang panjang muda; bayam serta kol putih/kubis.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah baju stelan anak; pepaya; laba/merica; labu parang/merah/manis; celana dalam anak; jaket; jeruk nipis/limau; celana dalam wanita; baju kaos berkerah laki-laki serta baju kaso berkerah wanita.

Pada Mei 2015, kelmpok yang memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu: kelompok bahan makanan 0,441 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,202 persen; kelompok kesehatan 0,027 persen; perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar rumah tangga 0,019 persen serta kelompok pendidikan,

(3)

rekreasi dan olahraga 0,008 persen. Sedangkan kelompok yang memberikan andil/sumbangan deflasi, yaitu: transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,0,033 persen serta sandang 0,028 persen.

Tabel 1

IHK dan Tingkat Inflasi/Deflasi Kota Kendari Mei 2015, Tahun Kalender 2015, dan Tahun ke Tahun 2015, Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

Kelompok Pengeluaran IHK Inflasi/ Deflasi Bulan April 2015 1) Laju Inflasi/ Deflasi Tahun Kalender 2014 2) Inflasi/ Deflasi Tahun Ke Tahun 3) Mei 2014 Desember 2014 2015 Mei (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m 107,70 116,16 115,35 0,64 -0,70 7,10 1 Bahan Makanan 102,62 114,30 113,48 1,97 -0,72 10,58

2 Makanan Jadi, minuman, Rokok & Tembakau 107,75 111,00 116,07 2,06 4,57 7,72 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 111,26 119,80 121,57 0,07 1,46 9,25

4 Sandang 98,91 99,22 97,80 -0,39 -1,43 -1,12

5 Kesehatan 105,16 109,30 112,59 0,60 3,01 7,07

6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 101,92 104,14 103,54 0,11 -0,58 1,59 7 Transpor & Komunikasi dan Jasa Keuangan 115,10 128,87 121,51 -0,15 -5,71 5,57

1) Persentase perubahan IHK bulan Mei 2015 terhadap IHK bulan sebelumnya 2) Persentase perubahan IHK bulan Mei 2015 terhadap IHK bulan Desember 2014 3) Persentase perubahan IHK bulan Mei 2015 terhadap IHK bulan Mei 2014

Gambar 1

Perkembangan Inflasi/Deflasi Kota Kendari (2012=100), Mei 2014 – Mei 015

(4)

Tabel 2

Perkembangan Inflasi/Deflasi dan Laju Inflasi/Deflasi Kota Kendari dan Nasional Bulan Mei 2014–Mei 2015 (2012 = 100,00)

B u l a n Inflasi (%) Laju Inflasi (%)

Kota Kendari Nasional Kota Kendari Nasional

(1) (2) (3) (4) (5) Mei 0,25 0,16 -0,43 1,56 Juni 0,94 0,43 0,51 1,99 Juli 1,82 0,93 2,34 1,46 Agustus -0,11 0,47 2,23 3,42 September -0,13 0,27 2,10 3,71 Oktober 0,18 0,47 2,28 4,19 November 1,67 1,50 3,99 5,75 Desember 3,27 2,46 7,40 8,38 Januari -0,96 -0,24 -0,96 -0,25 Februari -0,91 -0,36 -1,86 -0,61 Maret 0,57 -0,17 -1,30 -0,43 April -0,03 0,36 -1,33 -0,08 Mei 0,64 0,50 -0,70 0,42 Tabel 3

Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Deflasi di Kota Kendari April dan Mei 2015 (2012=100)

No, Kelompok Pengeluaran

Andil Inflasi/Deflasi (%) April Mei (1) (2) (3) U M U M -0,03 0,64 1, Bahan Makanan -0,295 0,441

2, Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 0,036 0,202 3, Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 0,053 0,019

4, Sandang -0,102 -0,028

5, Kesehatan 0,008 0,027

6, Pendidikan, Rekreasi & Olahraga -0,006 0,008 7, Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan 0,278 -0,033

(5)

Gambar 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Kota Kendari (2012=100) Mei 2015 (Persen)

   

 

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada Mei 2015 tercatat Inflasi 1,97 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 111,29 pada April 2015 menjadi 113,48 pada Mei 2015.

Dari sebelas subkelompok bahan makanan, tercatat delapan subkelompok diantaranya Inflasi dan tiga subkelompok tercatat deflasi, Subkelompok yang tercatat Inflasi adalah subkelompok sayur-sayuran 8,65 persen; subkelompok ikan segar 4,80 persen; subkelompok bumbu-bumbuan 4,27 persen; subkelompok kacang-kacangan 2,03 persen; subkelompok lemak dan minyak 1,66 persen; subkelompok telur, susu dan hasil-hasilnya 0,71 persen; subkelompok makanan lainnya 0,35 persen serta subkelompok ikan diawetkan 0,28 persen. Sedangkan subkelompok yang tercatat deflasi adalah subkelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya 3,19 persen; subkelompok daging dan hasil-hasilnya 0,68 persen serta subkelompok buah-buahan 0,62 persen.

Kelompok ini pada Mei 2015 memberikan sumbangan inflasi 0,441 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah kembung/gembung 0,083 persen; cakalang 0,048 persen; layang 0,047 persen; terong panjang 0,044 persen; bayam 0,039 persen; bawang merah 0,029 persen; cabai rawit 0,026 persen; kacang panjang 0,026 persen serta kangkung dan ekor kuning masing-masing 0,025 persen.

Andi l   Sandang Kesehatan Pendidikan Tarnsport Umum Bahan Makanan Makanan Jadi Perumahan

(6)

2, Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok ini pada Mei 2015 tercatat inflasi 2,06 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 113,73 pada April 2015 menjadi 116,07 pada Mei 2015. Semua kelompok tercatat inflasi yaitu sub kelompok makanan jadi 2,97 persen; tembakau dan minuman beralkohol 1,13 persen dan minuman yang tidak beralkohol 0,92 persen.

Kelompok ini pada Mei 2015 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,202 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi yaitu ayam goreng 0,060 persen; nasi dengan lauk 0,048 persen; rokok kretek filter 0,026 persen; dan ikan bakar 0,012 persen; gula pasir serta sop masing-masing 0,010 persen.

3, Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

Kelompok ini pada Mei 2015 mencatat Inflasi sebesar 0,07 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 121,47 pada April 2015 menjadi 121,55 pada Mei 2015.,

Tiga subkelompok tercatat Inflasi yaitu, subkelompok penyelenggaraan rumahtangga 0,28 persen; perlengkapan rumahtangga 0,16 persen serta bahan bakar, penerangan dan air 0,12 persen. Sedangkan subkelompok yang tercatat deflasi yaitu, subkelompok biaya tempat tinggal 0,02 persen.

Pada Mei 2015 kelompok ini secara umum memberikan sumbangan Inflasi sebesar 0,019 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan Inflasi yaitu, tarip listrik 0,013 persen; bantal dan pembasmi nyamuk spray masing-masing 0,003 persen, upah permbantu rt, sofa dan air conditioner masing-masing 0,002 persen.

4, S a n d a n g

Kelompok sandang pada Mei 2015 mencatat deflasi sebesar 0,39 persen, atau terjadi penurunan indeks dari 98,18 pada April 2015 menjadi 97,80 pada Mei 2015.

Semua subkelompok mencatat deflasi pada Mei 2015, masing-masing subkelompok sandang anak-anak 0,70 persen; sandang laki-laki 0,45 persen; sandan wanita 0,30 persen serta barang pribadi dan sandang lainnya 0,11 persen.

Kelompok ini pada Mei 015 secara keseluruhan memberikan sumbangan/andil deflasi sebesar 0,028 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan negatif yaitu, baju stelan anak 0,029 persen; baju kaos berkerah pria 0,011 persen; baju kaos berkerah wanita 0,006 persen serta celana dalam pria dan celana dalam wanita masing-masing 0,004 persen.

5. K e s e h a t a n

Kelompok kesehatan pada Mei 2015 tercatat inflasi 0,60 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 111,92 pada April 2015 menjadi 112,59 pada Mei 2015.

Subkelompok yang tercatat inflasi pada Mei 2015 yaitu, subkelompok jasa perawatan jasmani 2,52 persen serta perawatan jasmani dan kosmetika 0,84 persen. Sedangkan subkelompok jasa kesehatan serta obat-obatan tidak terjadi perubahan indeks (stabil).

(7)

Kelompok ini pada Mei 2015 secara keseluruhan memberikan sumbangan/andil inflasi sebesar 0,027 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan positif yaitu: pasta gigi 0,011 persen; shampo 0,007 persen; tarip gunting rambut pria 0,005 persen serta sabun mandi cair, keriting/meluruskan rambut, tarip gunting ranbut wanita serta tarip gunting rambut anak masing-masing 0,001 persen.

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada Mei 2015 tercatat inflasi 0,11 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 103,43 persen pada April 2015 menjadi 103,54 pada Mei 2015.

Dua subkelompok yang tercatat inflasi pada Mei 2015, yaitu subkelompok rekreasi 0,33 persen serta perlengkapan/peralatan pendidikan 0,08 persen. Sedangkan tiga subkelompok yaitu pendidikan; kursus-kursus/pelatihan serta olahraga tidak terjadi perubahan indeks (stabil). .

Kelompok ini pada Mei 2015 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,008 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah televisi berwarna 0,006 pesen serta personal computer/desktop dan majalah masing-masing 0,001 persen.

7, Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada Mei 2015 tercatat deflasi 0,15 persen atau terjadi penurunan indeks dari 121,69 pada April 2015 menjadi 121,51 pada Mei 2015.

Subkelompok yang tercatat deflasi, adalah subkelompok transpor 0,22 persen. Sedangkan sukkelompok sarana dan penunjang transpor tercatat inflasi 0,12 persen. Sementara subkelompok komunikasi dan pengiriman serta jasa keuangan tidak mengalami perubahan atau relatif stabil.

Secara keseluruhan kelompok ini pada Mei 2015 memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,033 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah angkutan udara 0,037 persen.

(8)

Tabel 3

IHK dan Inflasi/Deflasi Kota Kendari Menurut Kelompok dan Sub Kelompok Bulan Mei 2015 (2012 = 100,00)

No, Kelompok/Sub kelompok IHK Inflasi/Deflasi %

(1) (2) (3)

A U M U M 115,35 0,64

I BAHAN MAKANAN 113,48 1,97

Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 117,00 -3,19

Daging dan Hasil-hasilnya 98,94 -0,68

Ikan Segar 114,38 4,80

Ikan Diawetkan 123,09 0,28

Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 120,93 0,71

Sayur-sayuran 108,12 8,65

Kacang – kacangan 118,89 2,03

Buah – buahan 97,82 -0,62

Bumbu – bumbuan 111,20 4,27

Lemak dan Minyak 122,39 1,66

Bahan Makanan Lainnya 112,99 0,35

II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK DAN TEMBAKAU 116,07 2,06

Makanan Jadi 118,58 2,97

Minuman yang Tidak Beralkohol 109,63 0,92

Tembakau dan Minuman Beralkohol 116,79 1,13

III PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS DAN BAHAN BAKAR 121,55 0,07

Biaya Tempat Tinggal 111,36 -0,02

Bahan Bakar, Penerangan dan Air 160,44 0,12

Perlengkapan Rumahtangga 107,00 0,16 Penyelenggaraan Rumahtangga 114,35 0,28 IV SANDANG 97,80 -0,39 Sandang Laki-laki 89,87 -0,45 Sandang Wanita 103,53 -0,30 Sandang Anak-anak 108,25 -0,70

Barang Pribadi dan Sandang Lain 91,63 -0,11

V KESEHATAN 112,59 0,60

Jasa Kesehatan 104,66 0,00

Obat-obatan 106,13 0,00

Jasa Perawatan Jasmani 115,83 2,52

Perawatan Jasmani dan Kosmetika 120,10 0,84

VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 103,54 0,11

Pendidikan 98,86 0,00

Kursus-kursus / Pelatihan 115,84 0,00

Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 99,59 0,08

Rekreasi 109,92 0,33

Olahraga 102,75 0,00

VII TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN 121,51 -0,15

Transpor 133,26 -0,22

Komunikasi Dan Pengiriman 95,47 0,00

Sarana dan Penunjang Transpor 116,44 0,12

(9)

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Tingkat Inflasi tahun kalender (Januari-Mei) 2015 tercatat -0,70 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2015 terhadap Mei 2014) tercatat 7,10 persen, Sedangkan tingkat inflasi pada periode yang sama tahun kalender (Januari-Mei) 2014 tercatat -0,43 dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2014 terhadap Mei 2013) tercatat 4,38 persen,

Tabel 4

Inflasi/Deflasi Bulanan, Tahun kalender, Tahun ke Tahun, 2013- 2015

Inflasi 2013 2014 2015

(1) (2) (3)

1, Mei 0,86 0,25 0,64

2, Tahun kalender (Januari-Mei) 1,86 -0,43 -0,70

3, Mei terhadap Mei (year on year)

(tahun n) ( tahun n-1) 3,83 4,38 7,10

PERBANDINGAN ANTARKOTA

Pada Mei 2015 di Kota Kendari tercatat Inflasi sebesar 0,64 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,35. Dari 82 kota IHK, tercatat 81 kota Inflasi dan 1 kota tercatat deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Kota Palu 2,24 persen dengan IHK 120,42 dan Kota Tual 1,59 persen dengan IHK 134,65. Sementara deflasi terbesar tercatat di Kota Pangkal Pinang 0,61 persen dengan IHK 118,06.

Perandingan Antarkota di Pulau Sumatera

Kota-kota IHK diwilayah Pulau Sumatera yang berjumlah 23 kota, pada Mei 2015, tercatat 32 kota Inflasi dan 1 kota deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga 1,57 persen dengan IHK 119,83 dan Jambi 1,18 persen dengan IHK 118,69. Sedangkan Inflasi terendah tercatat di Kota Bungo 0,34 persen dengan IHK 116,57 . Sementara deflasi tercatat di kota Pangkal Pinang 0,61 persen dengan IHK 118,06 (lihat Tabel 5).

(10)

Tabel 5

Perbandingan Indeks dan Inflasi/Deflasi Mei 2015 Kota-Kota di Pulau Sumatera dengan Nasional

(2012=100) K O T A Mei IHK Inflasi/Deflasi (%) (1) (2) (3) 1. Sibolga 119,83 1,57 2. Jambi 118,69 1,18 3. Pematang Siantar 121,77 1,11 4. Medan 120,98 1,01 5. Dumai 120,12 0,98 6. Tembilahan 124,41 0,87 7. Tanjung Pandan 125,05 0,85 8. Buittinggi 116,62 0,82 9. Metro 126,93 0,82 10. Batam 117,66 0,77 11. Meulaboh 119,37 0,67 12. Bandar Lampung 119,55 0,66 13. Padang 122,46 0,65 14. Padangsidempuan 117,55 0,62 15. Palembang 116,61 0,56 16. Banda Aceh 113,89 0,51 17. Lubuklinggau 115,62 0,50 18. Tanjung Pinang 120,06 0,44 19. Pekanbaru 119,42 0,41 20. Bengkulu 123,09 0,38 21. Lhokseumawe 114,34 0,37 22. Bungo 116,57 0,34 23. Pangkal Pinang 118,06 -0,61 NASIONAL 119,50 0,50

(11)

Perbandingan Antarkota di Pulau Jawa

Pada Mei 2015 dari 26 kota IHK di wilayah Pulau Jawa tercatat semua kota Inflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Kota Serang 0,82 persen dengan IHK 124,32 dan inflasi terendah tercatat di Kota Tasikmalaya dan Kediri masing-masing 0,21 persen dengan IHK 117,33 dan 118,70 (lihat Tabel 6),

Tabel 6

Perbandingan Indeks dan Inflasi Mei 2015 Kota-Kota di Pulau Jawa dengan Nasional

(2012=100) K O T A Mei IHK Inflasi (%) (1) (2) (3) 1. Serang 124,32 0,82 2. Cilegon 121,98 0,78 3. Tegal 115,15 0,74 4. Tangerang 125,86 0,69 5. Cirebon 117,25 0,68 6. Depok 118,32 0,65 7. Banyuwangi 117,74 0,55 8. Semarang 118,50 0,54 9. Sukabumi 119,62 0,47 10. Cilacap 121,33 0,47 11. Purwokerto 117,21 0,47 12. Probolinggo 118,98 0,46 13. Kudus 124,03 0,45 14. Malang 120,05 0,45 15. Sumenep 117,28 0,43 16. Bekasi 117,38 0,40 17. Jember 117,45 0,39 18. Surabaya 119,15 0,39 19. Bogor 119,38 0,38 20. Surakarta 116,53 0,37 21. Yogyakarta 117,55 0,36 22. DKI Jakarta 120,16 0,34 23. Madiun 117,35 0,34 24. Bandung 118,17 0,28 25. Tasikmalaya 117,33 0,21 26. Kediri 118,70 0,21 NASIONAL 119,50 0,50

(12)

Perbandingan Antarkota Wilayah Luar Pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi

Pada Mei 2015 dari kota-kota IHK di wilayah luar Pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi yang berjumlah 22, semua kota tercatat mengalami Inflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Kota Tual 1,59 persen dengan IHK 134,65 dan inflasi terendah tercatat di Kota Singkawang 0,03 persen dengan 119,28 (lihat Tabel 7),

Tabel 7

Perbandingan Indeks dan Inflasi Mei 2015

Kota-Kota di Luar Pulau Sumatera, Jawa dan Sulawesi dengan Nasional (2012=100) K O T A Mei IHK Inflasi (%) (1) (2) (3) 1. Tual 134,65 1,59 2. Ambon 121,17 1,06 3. Palangkaraya 117,28 1,05 4. Tanjung 118,38 0,83 5. Balikpapan 121,45 0,75 6. Ternate 122,58 0,65 7. Pontianak 125,85 0,59 8. Kupang 120,29 0,50 9. SAMPIT 118,56 0,44 10. Tarakan 127,26 0,44 11. Denpasar 117,26 0,39 12. Mataram 118,03 0,34 13. Banjarmasin 116,62 0,31 14. Singaraja 126,72 0,21 15. Sorong 117,46 0,19 16. Merauke 123,95 0,18 17. Samarinda 120,86 0,13 18. Jayapura 120,46 0,07 19. Bima 121,11 0,06 20. Maumere 113,36 0,06 21. Manokwari 112,71 0,04 22. Singkawang 119,28 0,03 NASIONAL 119,50 0,50

(13)

Perbandingan Antarkota di Pulau Sulawesi

Pada Mei 2015 kota IHK di wilayah Pulau Sulawesi semua kota tercatat Inflasi. Inflasi tertinggi tercatat di kota Palu 2,24 persen dengan IHK 120,42 dan Inflasi terendah di kota Palopo 0,07 persen dengan IHK 116,98 (lihat Tabel 8),

Tabel 8

Perbandingan Indeks dan Inflasi Mei 2015 Kota-Kota di Pulau Sulawesi dengan Nasional

(2012=100) Mei IHK Inflasi (%) (1) (2) (3) 1. Palu 120,42 2,24 2. Mamuju 117,53 1,05 3. Manado 119,32 0,95 4. Gorontalo 115,16 0,90 5. Kendari 115,35 0,64 6. Makassar 117,79 0,35 7. Bulukumba 124,77 0,28 8. Pare-Pare 116,17 0,25 9. Baubau 122,49 0,19 10. Watampone 115,73 0,14 11. Palopo 116,98 0,07 NASIONAL 119,50 0,50

                             

(14)

                                             

Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara

          Email: Zalima@bps,go,id          Informasi lebih lanjut hubungi:  Wa Zalima, S, Si  Telp 0401 3121751‐3135363 Fax 0401 3122355 

Referensi

Dokumen terkait

, sebagai badan khusus yang bertugas mengadministrasi kan semua perjanjian di bidang HAKI telah membuat model mengenai perjanjian lisensi untuk negara berkembang. Di dalam

Elevasi ekstremitas bawah ini diharapkan bisa menjadi salah satu metode perawatan pasien dengan ulkus diabetik untuk mempercepat proses penyembuhan ulkus. The

Serta pihak-pihak lain yang turut membantu penulis baik secara langsung.. maupun

Berkaitan dengan pemikiran yang dikemukakan oleh Soekarno, maka yang menjadi tujuan dari penulisan ini ialah melihat hal-hal yang telah dilakukan oleh Soekarno

Pabrik Kediri: Produksi makanan olahan (Nata de coco, jelly, ice bon-bon, lidah buaya, bekicot kaleng, bekicot beku, jagung manis, dan jagung muda).. 17 Juni 2011 16

Berangkat dari masalah yang ada, muncul pemikiran dan ide-ide untuk mengaplikasikan sekam padi yang dianggap sebagian besar masyarakat hanya sebagai sampah sisa untuk menjadi

Memohon ampunan kepada Allah adalah cara terbaik untuk terus memperbaiki diri, sungguh Allah maha pengampun atas segala kesalahan – kesalahan hambanya. Allah akan

Iktiyanto (2010) menyatakan bahwa Nitrogen merupakan unsur yang paling dominan diantara unsur yang diperlukan oleh tanaman tebu karena berfungsi untuk