Jika sudah diberi Penolong, Sudahkah kita menghargainya?

Teks penuh

(1)

25 Mei 2014 Tahun V – No.21

Jika sudah diberi “Penolong”, Sudahkah kita menghargainya?

Siapa sih, yang kalau sedang butuh pertolongan tidak ingin

ditolong? Kita semua senang ditolong, dan Tuhan mengetahui

bahwa kita membutuhkan pertolongan. Oleh karena itu,

Tuhan Yesus menjanjikan Penolong yang akan terus

menyertai kita, ketika Ia harus beralih dari kehidupan sebagai

manusia di dunia ini. Sang Penolong itu telah diutus kepada

kita, yang percaya kepada-Nya.

Bacaan Injil pada hari ini mengingatkan kita akan janji Tuhan Yesus itu. Tuhan Yesus menghendaki agar kita bertumbuh dalam kasih dan menuruti segala perintah-Nya, agar kelak kita dapat sampai kepada kehidupan kekal di Surga. Namun, Tuhan mengetahui bahwa akan sangat sulit bagi kita untuk melakukan kehendak-Nya itu, jika Ia sendiri tidak memampukan kita. Bukankah cukup sulit bagi kita untuk berbuat yang benar dan jujur, jika orang-orang di sekitar kita mencemooh kita? Bukankah tak mudah bagi kita untuk terus mengasihi dan mengampuni?

Memang, jika kita mengandalkan kekuatan sendiri, akan mustahil bagi kita untuk melaksanakan perintah Tuhan. Itulah sebabnya, Tuhan Yesus memberikan Roh Kudus yang adalah Roh Kebenaran dan Kasih itu, untuk memampukan kita. Ini seumpama orang tua yang memberikan kemampuan dan modal yang cukup kepada anak-anaknya, agar mereka dapat melakukan usaha dengan baik. Atau, seumpama guru yang meneruskan seluruh ilmu dan kemampuannya kepada anak didiknya. Sekarang tergantung kepada tanggapan anak-anak itu sendiri: sejauh mana mereka mau menggunakan

JADWAL MISA

Misa Harian: Senin s/d Jumat 06.00 wib

Hari Sabtu : 17.00 wib Hari Minggu : 06.30 - 09.00 - 17.00 wib

Misa Jumat Pertama : 06.00 - 12.00 - 19.30 wib

Adorasi Ekaristi : Setiap hari Senin 15.00 s/d 22.00 di Kapel ditutup pukul 22.00 dengan ibadat penutup (completorium)

PENYELIDIKAN KANONIK (dengan perjanjian) Hari Senin, 17.00 – 18.30 wib

Romo A.S. Gunawan, Pr. Hari Kamis, 17.00 – 18.30 wib

Romo Anton Baur, Pr.

Website: www.parokisanmare.or.id

Mailing-list:

sanmare_news@yahoogroups.com Facebook Group: SanMaRe Untuk kontribusi berita, artikel, pengumuman atau iklan baris,

silakan email ke : komsos@parokisanmare.or.id

(2)

kemampuan dan modal yang sudah diberikan oleh orang tua dan guru mereka itu agar sukses dalam usaha dan studi mereka.

Sungguh, Tuhan Yesus telah melakukan sesuatu yang jauh melampaui apa yang diberikan oleh orang tua dan guru yang baik itu. Kristus telah memberikan segala-galanya kepada kita semua para murid-Nya. Setelah menyerahkan nyawa-Nya bagi kita, Ia tidak meninggalkan kita sebagai yatim piatu (lih. Yoh 14:18). Ia selalu menyertai kita dengan Roh Kudus-Nya sendiri yang berdiam di dalam kita (Yoh 14:17). Ya, Tuhan berdiam di dalam kita. Betapa kita perlu meresapkan perkataan ini. Bukankah bagi orang yang saling mengasihi, hal yang terpenting

adalah kebersamaan dengan orang yang dikasihi? Allah telah melakukannya untuk kita!

Katekismus Gereja Katolik mengajarkan bahwa secara khusus, melalui sakramen- sakramen Gereja kita menerima kuasa Roh Kudus yang tetap hidup dan menghidupkan kita sebagai murid-murid Kristus (lih. KGK 1116). Melalui sakramen- sakramen itulah, kita menerima kepenuhan hidup di dalam Yesus; dan oleh kuasa Roh Kudus-Nya kita dibimbing kepada seluruh kebenaran yang dijanjikan oleh Kristus itu (lih. KGK 1117).

Belum lama ini kita membaca berita, bahwa Ulf Ekman, seorang pendeta yang mendirikan sekolah Alkitab terbesar di Skandinavia, memutuskan untuk menjadi Katolik. Sekolah itu berperan dalam mendirikan lebih dari 1000 gereja di Rusia. Tentu pergumulan yang dilalui Ekman dan istrinya sebelum memutuskan hal ini, tidaklah kecil. Mereka siap menerima segala konsekuensi dari keputusan mereka, termasuk menjelaskannya kepada sekitar 3,300 orang jemaat yang dipimpinnya selama 30 tahun; dan bahwa dengan menjadi Katolik, Ekman tidak lagi dapat menerima apa-apa yang tadinya menjadi haknya semasa menjadi pendeta di kongregasi tersebut. Namun semua ini mereka tempuh, sebab mereka merindukan kepenuhan janji Tuhan yang mereka sadari ada dalam Gereja Katolik. Kehidupan sakramen, kesatuan dan otoritas kepemimpinan Gereja, itulah yang mendorong Ekman dan istrinya untuk bergabung dalam Gereja Katolik. Mereka rindu untuk menerima kepenuhan pertolongan rahmat Tuhan untuk menjalani kehidupan sebagai seorang murid Kristus. Telah bertahun-tahun lamanya mereka membawa pergumulan ini dalam doa-doa dan permenungan akan firman Tuhan, dan baru pada tahun inilah mereka mewujudkannya. “Saya memerlukan, kita semua memerlukan, apa yang Tuhan sudah berikan kepada Gereja Katolik untuk hidup sepenuhnya sebagai umat Kristen. Itulah sebabnya, mengapa kami mau menjadi Katolik”, demikian ujar Ekman.

Semoga kisah singkat seorang Ulf Ekman, dapat membuka mata hati kita, untuk semakin menghargai kepenuhan sarana keselamatan yang Tuhan sudah berikan di dalam Gereja Katolik, yang melaluinya Allah berdiam dan tinggal di dalam kita. Roh Kudus, Sang Penolong itu, telah diberikan Allah dalam Gereja-Nya, untuk membantu kita hidup dalam kebenaran dan kasih. Kini pertanyaannya adalah: sudahkah kita menyadarinya, merindukannya dan menghargainya?

Sumber: Stefanus Tay & Ingrid Tay - http://katolisitas.org/13311/jika-sudah-diberi-penolong-sudahkah-kita-menghargainya

Kehidupan sakramen, kesatuan

dan otoritas kepemimpinan Gereja,

itulah yang mendorong Ekman dan

istrinya untuk bergabung dalam

Gereja Katolik.

Mereka rindu untuk menerima

kepenuhan pertolongan rahmat

Tuhan untuk menjalani kehidupan

sebagai seorang murid Kristus.

(3)

Romo menjawab:

Terimakasih untuk sharing dan pertanyaannya. Baik, saya akan jelaskan secara singkat tentang warna liturgi dalam Gereja Katolik. Ada empat warna liturgi Gereja, yakni putih atau kuning, merah, ungu atau hitam, dan hijau. Warna putih atau kuning melambangkan sukacita dan kesucian jiwa. Warna ini digunakan para masa Natal dan Paskah serta pada perayaan lainnya, seperti pesta Santa Perawan Maria, Hari Raya Semua orang Kudus, Pesta St. Yohanes Penginjil. Warna hijau yang melambangkan pengharapan dan hidup ini digunakan pada masa biasa dalam masa liturgi Gereja. Warna ungu digunakan selama masa adven dan prapaskah. Warna ungu ini menjadi ungkapan pertobatan dan kurban. Kerap kali, warna ungu juga digunakan untuk Misa Arwah ataupun upacara duka.

Warna merah melambangkan pencurahan darah para martir sekaligus juga melambangkan api kasih Allah yang bernyata-nyala. Warna merah ini digunakan para hari Minggu Palma, Jumat Agung, Pentakosta, dan perayaan para martir. Dari pemahaman akan warna merah ini, rasanya, jawaban Anda terjawab. Jumat Agung menjadi peristiwa iman yang begitu mendalam tentang Allah yang mencintai umat-Nya sehabis-habisnya dalam diri Kristus yang sengsara dan wafat. Yesus Kristus, Sang Anak Domba yang mencurahkan darah-Nya demi keselamatan umat manusia. Semangat inilah yang direnungkan oleh Gereja dalam Jumat Agung dengan warna liturgi merah.

Dari seluruh penjelasan ini, yang bisa dikenali lebih jauh adalah bahwa dalam Gereja Katolik banyak simbol dan tanda yang digunakan untuk membantu umat beriman dalam berdoa. Nyatanya, warna liturgi sendiri dijadikan sarana yang mengantar umat beriman untuk menghayati misteri yang dirayakan dalam perayaan liturgi dan ekaristi. Kita diajak untuk semakin dekat dengan Allah di setiap pengalaman kita berdoa bersama. Rasanya, inilah jawaban singkat yang bisa diberikan. Terimakasih.**

Diasuh oleh Romo Anton Baur, Pr

Pertanyaan silakan dikirimkan ke: umatbertanya@parokisanmare.or.id

umat bertanya

gembala menjawab

Mengapa pada Jumat Agung, warna pakaian liturgi yang dikenakan oleh Romo dan pelayan lainnya berwarna merah? Bukanlah itu hari duka, wafat Kristus? Jumat agung kemarin, saya memutuskan mengenakan pakaian hitam karena memang biasanya warna hitam untuk tema duka. Terimakasih.

K ar tun o leh R o m o F X . A gi s T riat m o, O .C ar m - 3 -

(4)

HARI RAYA KENAIKAN TUHAN YESUS KE SURGA

Empat puluh hari setelah kebangkitan Tuhan Yesus, Gereja merayakan hari kenaikan Tuhan

Yesus ke surga, suatu perayaan yang menggembirakan bagi umat katolik karena dengan

Yesus naik ke surga memberikan bukti konkrit bahwa masih ada yang namanya kehidupan

setelah kematian, bahwa segala yang ada di bumi bersifat sementara. Hal ini mengajarkan

kepada kita untuk tidak hidup dalam kenikmatan duniawi saja tapi lebih memperhatikan

dan mengutamakan kehidupan rohani .

Menjadikan Yesus sebagai pusat hidup rohani kita

berarti menjadikan Yesus pegangan serta orientasi

hidup kita. Iman kita kepada Yesus akan memberikan

semangat dalam menjalani seluruh kehidupan,

karena melalui semua peristiwa kehadiran Yesus;

yang tampak dalam kelahiran, karya pengajaran,

kematian, kebangkitan serta kenaikkan-Nya ke surga

sungguh membuat kita memiliki tujuan hidup yang

jelas yaitu kehidupan yang abadi. Kita sebagai

manusia yang fana dan berdosa akan dibawa Kristus

dalam naungan kerahiman dan pengampunan Allah,

sehingga diperkenankan masuk dalam kemuliaan

Tuhan.

Sepanjang kehidupan manusia Allah menyatakan diri

sebagai Allah beserta dengan kita. Jati diri Allah

sebagai Allah yang beserta manusia juga diwujudkan dalam Roh Kudus, Roh Penolong yang

menguatkan dan mengingatkan kita akan segala ajaran Yesus. Kita diutus untuk menjadi

saksi, bahwa Yesus sungguh hidup, turut bekerja dalam kehidupan kita, serta menjadikan

semakin banyak orang mengalami kehadiran dan penyertaan Tuhan. Menandai diri dengan

tanda salib dan mengatakan “dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Amin”, adalah

ungkapan kepercayaan dan iman kita akan misteri Allah beserta kita.

Meneladan para rasul bersama Bunda Maria yang berdoa bersama menantikan kedatangan

Roh Kudus, mari kita hadir dan bersatu hati dalam doa novena yang akan dilaksanakan

selama sembilan hari, mulai sehari setelah hari raya kenaikan Tuhan Yesus hingga hari

sabtu sebelum Pentakosta, kita memuji Tuhan yang menjanjikan Roh Kudus serta memohon

rahmat agar siap menyambut kedatangan Roh Kudus.

sumber: pujasumarta.blogspot.com / katedralmakassar.blogspot.com

POJOK LITURGI

(5)

Baksos OMK & BIR St.Agatha (Wilayah V)

Hidup Bersaudara, Saling Berbagi dan Melayani

Pada hari Kamis 15 Mei 2014, kami Orang Muda Katolik dan Bina Iman Remaja Lingkungan Santa Agatha, Wilayah 5 dibantu dengan Seksi Sosial dan Ketua Lingkungan kami mengadakan aksi nyata dalam rangka mewujudkan APP 2014. Apa yang kami lakukan dan mengapa kami melakukannya?

Pada hari tersebut, kami melakukan bakti sosial di sekitar lingkungan tempat kami tinggal yaitu di daerah Graha Bintaro sampai Graha Raya dengan cara memberikan nasi bungkus kepada orang-orang yang kami anggap perlu mendapatkannya. Para orang tua dari lingkungan kami telah menyiapkan 60 nasi bungkus untuk dibagikan. Dana yang digunakan kami dapatkan dari kolekte selama APP, serta sumbangan warga lingkungan yang antusias mendukung kegiatan ini.

Remaja dan OMK yang terlibat ada 8 orang (Setya, Kefas, Lilin, Ivan, Clara, Aldi, Lovi dan Clifford), mewakili teman lainnya yang tidak dapat ikut karena kegiatan sekolah. Kami terbagi dalam dua tim dan pukul 8 pagi kami mulai berpencar. Nasi bungkus pun dibagikan kepada penyapu jalanan, tukang angkat sampah,

KABAR DARI UMAT

(6)

pemelihara tanaman lingkungan, anak penjual balon, orang buta yang menjual krupuk dengan berjalan kaki, dan pemulung. Awalnya, 60 bungkus dirasa cukup dan memang habis. Tapi karena masih semangat dan antusias, kami pun membeli 10 nasi bungkus lagi untuk dibagikan. Mengapa kami melakukan hal ini? Kami melakukannya sebagai aksi nyata dari tema APP 2014 yaitu “Dipilih untuk Melayani”. Seperti Yesus, kita dipilih bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani sesama. Kita dipilih untuk hidup bersaudara, saling berbagi dan melayani. Dengan kasih, tenaga, waktu dan harta, kami melayani sesama

yang miskin, kecil, lemah dan tersisih.

Melalui aksi nyata ini, kami menjadi peka dalam melihat kesulitan dan kesusahan yang sedang dialami orang lain. Sesama yang tersingkir dan lemah sungguh menjadi perhatian kami. Aksi nyata ini pun tidak hanya berhenti sampai di sini karena kami sudah merencanakan akan melakukan lagi dengan tujuan memelihara kepekaan dan kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan. (Sari)

JADWAL LITURGI HARI RAYA KENAIKAN TUHAN

Rabu, 28 Mei 2014 & Kamis, 29 Mei 2014

Bacaan: Kis. 1:1-11; Mzm. 47:2-3,6-7,8-9;Ul:6; Ef. 1:17-23; Mat. 28:16-20 Saran Nyanyian: PS 531, 825, 962, 534, 532, 530

Rabu, 28 Mei 2014 Pukul 19.30, Tatib : Wilayah III ** Misa harian ditiadakan **

Kamis, 29 Mei 2014 Pukul 06.30, Tatib : Wilayah IV

Kamis, 29 Mei 2014 Pukul 09.00, Tatib : Wilayah V

Kamis, 29 Mei 2014 Pukul 17.00, Tatib : Wilayah VI

JADWAL NOVENA PENTAKOSTA

NOVENA Ke Hari Tanggal Pukul Petugas Liturgi Romo

1 Jumat 30 Mei 19.30 Wil. VII Rm. Gunawan

2 Sabtu 31 Mei 17.00 Wil. I Rm. Anton Baur

3 Minggu 1 Juni 17.00 Wil. II Rm. Gunawan

4 Senin 2 Juni 19.30 WKRI Rm. Sony

5 Selasa 3 Juni 19.30 Legio Rm. Wawan

6 Rabu 4 Juni 19.30 Wil. III Rm. Yakobus

7 Kamis 5 Juni 19.30 Wil. IV Rm Pramono

8 Jumat 6 Juni 19.30 Wil. V Rm. Anto

9 Sabtu 7 Juni 17.00 Wil. VI Rm. Anton Baur

(7)

 JADWAL LITURGI 

MINGGU PASKAH VII – 31 Mei & 01 Juni Bacaan: Kis. 1:12-14; Mzm. 27:1,4,7-8a; R:13; 1Ptr.

4:13-16; Yoh. 17:1-11a

Saran Nyanyian: PS 576 (bait 1-3), 840, 960, 617 (ayat 1-3), 567, 572

HR PENTAKOSTA – 07 & 08 Juni Bacaan: Kis. 2:1-11; Mzm. 104:1ab,24ac,25c,27

28,29b-30; Ul: lh. 30;1Kor.12:3b-7,12-13; Yoh. 20:19-23 Saran Nyanyian: PS 565, PS 828, PS 569, PS 964, PS 572, PS 573, PS 575

Sabtu, 31 Mei, pukul 17.00

Koor dan Tatib: WILAYAH 1

Petugas Lektor : Maria A. Tri Mardikowati & Adette

Putra/i Altar: Santos F. Tambunan, Michael David Christopher, Fransisca Mariana R.Z., Virgina Regina, Gita Adinda Satyaningtyas, Josephine Cahyaning P, Kiara Anindita, Marie Yohana, Jonathan Mark, Dias Riandari

Prodiakon: Susman Riyadi, Adrianus Nggala, Antonius Nelwan, Donanta Octaviardi, Frans Narendra, Haryono Widarta, Ignatius Soeprapto

Sabtu, 07 Juni, pukul 17.00

Koor dan Tatib: Wil. VII Petugas Lektor : -

Putra/i Altar: -

Prodiakon: Joko Galungan, Mudjihardjo, RM. Soedjono Respati, Aloysius Bambang, Gunawan Gunarso, Heru Yuniriyanto, Prima Widii H.

Minggu, 01 Juni, pukul 06.30

Koor dan Tatib: OMK

Petugas Lektor :Carin Faradina & Yasinta Dhyaning

Putra/i Altar: Melvin Pratama, Lilian Dharmahutama, Anggitasari Hartawan, Benedicto Siswoko, Hillary Stephina Putri, William Filipe Rahardjo, Patricia Quina G.N., Theodorus Albert W., Christoporus Satrio B., Michelle Ivane

Prodiakon: Johanes Sumardi, Prima Widii H., Temmy Royani, Agung Wahju, Dwi Respati, GD Noegroho TR

Minggu, 08 Juni, pukul 06.30

Koor dan Tatib: Wil. I Petugas Lektor :-

Putra/i Altar: -

Prodiakon: Okky Sentana, Romualdus Ponidjan, Victor Sudytio, Anna Retno H., Djoko Soetarno, Joachim Sulistyo

Minggu, 01 Juni, pukul 09.00

Koor dan Tatib: Sta. Monika – Wil. III Petugas Lektor : Jessline & Kinet

Putra/i Altar : Stevanus Winata, Gabriel Randall W, Darren Radyan, Davianna Inez Halim, Samuel Yasadiputra, Bryan Yasadiputra, Elisabeth Yasadipura, Prabandari Ayu, Aurelian Anindita, Katarina Sari Kusuma, Margaretha Velicia, Michael Rama Aviandri

Prodiakon: H Hendrawan Thiodorus, Ignatius Sudarmadi, Johanna Kindangen, Maria Yoke Edna, Probel Gultom, Tjhong Vincentius, Agustinus Darmawan, Bayu Rajasa, Eko Prihadi, Georgino Godong, Heribertus Darno, Indri Prijatmodjo, Johannes Pudjiastoto, Martha Maria Elfian, Rinto Setiono, Tri Darmawati

Minggu, 08 Juni, pukul 09.00

Koor dan Tatib: PS. SanMaRe, Tatib : OMK Petugas Lektor : -

Putra/i Altar : -

Prodiakon: F.X. Margiono, Gunawan Wibowo, Hexana Tri Sasongko, Kamilus Arifin, Paul August Liqui, Rudy Trisnanta, Antonius Indarahardjo, Djonowardjoko, F.X. Soehartono, Joannes Suharno, Kristian Ong, PGL Sarwanawadya, Susman Riyadi, Adrianus Nggala, Antonius Nelwan, Donanta Octaviardi

Minggu, 01 Juni, pukul 17.00

Koor dan Tatib: WILAYAH 2

Petugas Lektor : Vinsensia Arindita & Syane Lientungan Putra/i Altar: Aurelia Virenze, Septaviel Kenzie, Benedictus Raymardi, Issabella Titta Iswadi, Felicitas Tania Elvina, Regina Retno Putri M., Shannon Wijaya, Cita Permata Kusuma, Caroline Susan Mahadewi, Chelsea Novelia

Prodiakon: Albertus Bambang K.R., Benni Saptiyanto, Engelbertha Dumatubun, Gregorius Utomo, Heru Santosa, Ingewati Kusuma, Deddy Kurniawan

Minggu, 08 Juni, pukul 17.00

Koor dan Tatib: Wil. II Petugas Lektor : -

Putra/i Altar: -

Prodiakon: Frans Narendra, Haryono Widarta, Ignatius Soeprapto, Johanes Sumardi, Prima Widii H., Temmy Royani, Agung Wahju

(8)

Misa Jumat Pertama, 06 Juni 2014

Pukul. 06.00 Pukul. 12.00

Tatib : DEXAN/ TITAN

Pukul. 19.30

Tatib : WILAYAH V

PENGUMUMAN

1. Ulang Tahun Perkawinan

Perayaan ekaristi ulang tahun perkawinan bulan Mei diadakan pada hari Sabtu, 31 Mei , pukul

17:00 di Gereja SanMaRe. Bapak-ibu yang merayakan ulang tahun perkawinan dapat

mendaftarkan diri di sekretariat paroki

2. Misa harian hari Rabu, tanggal 28 Mei 2014 ditiadakan dan diganti misa hari Raya Kenaikan Tuhan, pukul 19.30 WIB.

3. Penutupan bulan Maria akan dilaksanakan dalam perayaan ekaristi hari Sabtu, tanggal 31 Mei 2014, pukul 17.00 WIB.

4. Akan saling menerimakan Pemberkatan Pernikahan sebagai Pengumuman ke III :

a. Depritha Zoraya dari Lingk. Yohanes De Britto – Wil I dengan Felix Ngaserin dari Jakarta

Barangsiapa mengetahui adanya halangan perkawinan dimohon menghubungi pastor paroki. Para Calon Pengantin yang mau menikah wajib menemui Pastor Paroki, minimal 3 bulan sebelum pelaksanaan pernikahan.

Seksi Lingkungan Hidup Sanmare berkenan menerima pencalonan 1 (satu) orang wakil dari setiap wilayah, yang akan diangkat sebagai

"Duta LH Wilayah" untuk ikut berperan-serta menyukseskan program kegiatan pelestarian lingkungan hidup di wilayah paroki Sanmare.

Umat yang berminat dapat menyampaikannya kepada Ketua Lingkungan dan Koordinator Wilayahnya masing-masing. Terima kasih.

* Bapak Satrya Solihin, Ketua Seksi Lingkungan Hidup *

LOWONGAN PEKERJAAN: Dibutuhkan 1 orang Office Boy dan 1 orang Kurir : Pria, Usia max 30 tahun, Minimal SMP, Jujur, memiliki loyalitas dan dedikasi tinggi, memiliki SIM C dan tahu jalanan Jakarta, Serpong dan Tangerang (kurir). Bersedia ditempatkan di BSD. Lamaran & CV dapat dikirimkan melalui email: hrd@kodisuindonesia.com atau Vivien 08777 1635 333

QQ Biro Jasa – KAMSIA: Specialisasi pengurusan Akte Perkawinan Sipil (Rp. 600.000,-), STNK, SIM, Pasport, Akte Lahir, NPWP, SIUP, TDP, Bacang, Barongsai Hub. Pasutri: Kiki&Tenny: 74863431/33, 08128055249, 081510473737, 08176700177, 081290751953, 93694180, 70669660

DIJUAL: 1 unit Rumah Fortune Spring (Graha Raya), siap

huni Lt/Lb 105/65 – 2200 watt – 3 km Tidur.

1 unit Frezeer Sharp (uk. 925x535x873) 90 watt, terawatt & bersih. Dan 1 unit springbed baru 120x190 warna krem. Hubungi : 0857 6960 2442 - Tanpa Perantara

RUMAH DIJUAL: BSD Nusaloka Catelya ada 26 unit LT

126/ 122 KT 4+1, km 3+1 dekat pintu tol BSD Bintaro, lokasi lain lihat : www.rumahjakarta.jimdo.com atau hubungi Leopadang 021 92982200

ZIARAH NAPAK TILAS TUHAN YESUS: Betlehem-Nazareth-Yerusalem-S.Yordan-Kana-D.Galilea-L.Mati-G.Sinai-Mesir (Piramida)-Petra-Jordania&tempat suci lainnya. Mengunjungi 4 negara.

Tgl 18 -29/06/2014 bersama Romo Jordan OFM & Yolanda Taroreh, Tgl 24/07 – 4/ 08/ 2014 bersama Romo Sarno PR, Tgl 1-12/ 09/ 2014 bersama Romo Pembimbing, Tgl 15-26/ 10/ 2014 bersama Romo Heru OMI, Tgl 27 Juli – 9 Agt 2014 LOURDES, Fatima,Paris,Nevers, Monserat, Madrid, Dubai bersama Romo Terry Panomban PR & Yolanda Taroreh. Bersama: Holy Global Tour.

Pendaftaran & informasi ziarah hub : 021-71133336 /081252325500

IKLAN BARIS – Wahana bagi umat yang ingin mengiklankan informasi lowongan pekerjaan,

mencari pekerjaan atau jasa usaha pribadi. Materi iklan diserahkan ke sekretariat paroki

setiap hari kerja atau email ke: sekretariat@parokisanmare.or.id - 8 -

Figur

Memperbarui...

Related subjects :