• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pekerja Sosial Dengan Disabilitas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pekerja Sosial Dengan Disabilitas"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Pekerja

Pekerjaan Sosial an Sosial Dengan DisabilitasDengan Disabilitas

A.

A. Tinjauan Tentang DisabilitasTinjauan Tentang Disabilitas 1.

1. PengertiaPengertian n DisabilitasDisabilitas

Michael Oliver (1996) membagi konsep Disabilitas ke dalam ti

Michael Oliver (1996) membagi konsep Disabilitas ke dalam ti ga level yaitu:ga level yaitu: a.

a. Level Ontology dengan lebih menekankan pengertian secaraLevel Ontology dengan lebih menekankan pengertian secara Grand TheoryGrand Theory dengan memandang Disabilitas sebagai sesuatu hal yang alami. Dalam konteks dengan memandang Disabilitas sebagai sesuatu hal yang alami. Dalam konteks level ini memandang Disabilitas sebagai suatu tragedi terhadap seseorang level ini memandang Disabilitas sebagai suatu tragedi terhadap seseorang (personal tragedy)

(personal tragedy)  dan memandang seseorang penyandang Disabilitas  dan memandang seseorang penyandang Disabilitas merupakan suatu musibah terhadap dirinya seperti kecelakaan, takdir, ketidak merupakan suatu musibah terhadap dirinya seperti kecelakaan, takdir, ketidak  beruntungan yang menyebabkan s

 beruntungan yang menyebabkan seseorang mengalami eseorang mengalami Disabilitas. Disabilitas. Hal ini Hal ini lebihlebih menggambarkan suatu Disabilitas sebagai suatu faktor nasib dan takdir yang menggambarkan suatu Disabilitas sebagai suatu faktor nasib dan takdir yang diberikan Tuhan kepada seorang penyandang Disabilitas.

diberikan Tuhan kepada seorang penyandang Disabilitas.  b.

 b.  Epistemology Epistemology dengan menjelaskan Disabilitas dengan agak spesifik yang lebihdengan menjelaskan Disabilitas dengan agak spesifik yang lebih mengungkap pengertian secara

mengungkap pengertian secara  Middle  Middle Range Range TheoryTheory yang telah dapatyang telah dapat menggambarkan tentang bagaimana suatu Disabilitas dapat terjadi dengan menggambarkan tentang bagaimana suatu Disabilitas dapat terjadi dengan  penekanan pada faktor peny

 penekanan pada faktor penyebab.ebab. c.

c.  Eksperience Eksperience dengan lebih memandang Disabilitas lebih mendalam kepadadengan lebih memandang Disabilitas lebih mendalam kepada  bagaimana

 bagaimana apabila apabila menjadi menjadi seseorang seseorang penyandang penyandang Disabilitas. Disabilitas. Dalam Dalam kontekskonteks ini diperlukan pemahaman tentang suatu Methodologi yang tepat. Pada level ini ini diperlukan pemahaman tentang suatu Methodologi yang tepat. Pada level ini lebih menekankan pada pengembangan dan metodologi yang tepat untuk dapat lebih menekankan pada pengembangan dan metodologi yang tepat untuk dapat memahami experience dari Disabilitas dari perspektif dari penyandang memahami experience dari Disabilitas dari perspektif dari penyandang Disabilitas. (Campling 1981, Oliver et al 1988, Morris 1989).

Disabilitas. (Campling 1981, Oliver et al 1988, Morris 1989).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 tahun 1997 Tentang Penyandang Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 tahun 1997 Tentang Penyandang Cacat, pasal 1 ayat 1, mendefinisikan bahwa Penyandang Cacat adalah setiap orang Cacat, pasal 1 ayat 1, mendefinisikan bahwa Penyandang Cacat adalah setiap orang yang mempunyai kelainan fisik dan/atau mental, yang dapat mengganggu atau yang mempunyai kelainan fisik dan/atau mental, yang dapat mengganggu atau merupakan rintangan dan hambatan baginya untuk melakukan kegiatan sec

merupakan rintangan dan hambatan baginya untuk melakukan kegiatan sec ara layak.ara layak. Kamus Umum Bahasa Indonesia yang disusun oleh W.J.S Poewadarminta Kamus Umum Bahasa Indonesia yang disusun oleh W.J.S Poewadarminta (1976) menyatakan bahwa kelainan atau Disabilitas yang dialami oleh seseorang (1976) menyatakan bahwa kelainan atau Disabilitas yang dialami oleh seseorang menunjukkan sesuatu yang menyebabkan kurang baik atau kurang sempurna, baik menunjukkan sesuatu yang menyebabkan kurang baik atau kurang sempurna, baik mengenai badan maupun batin atau akhlak. Definisi diatas memberikan beberapa mengenai badan maupun batin atau akhlak. Definisi diatas memberikan beberapa arti untuk kata Disabilitas yang mencakup:

arti untuk kata Disabilitas yang mencakup: a.

a. Kekurangan yang menyebabkan mutunya kurang baik atau kurang sempurnaKekurangan yang menyebabkan mutunya kurang baik atau kurang sempurna (yang terdapat pada badan, benda, batin atau akhlak).

(2)

 b.

 b. Lecet (kerusakan, noda) yang menyebabkan keadaannya menjadi kurang baikLecet (kerusakan, noda) yang menyebabkan keadaannya menjadi kurang baik (kurang sempurna).

(kurang sempurna). c.

c. Cela atau aib.Cela atau aib. d.

d. Tidak/kurang sempurna.Tidak/kurang sempurna.

Pengertian yang diberikan kamus bahasa indonesia tersebut, kata Disabilitas Pengertian yang diberikan kamus bahasa indonesia tersebut, kata Disabilitas selalu diasosiakan dengan atribut-atribut yang negatif oleh karenanya istilah selalu diasosiakan dengan atribut-atribut yang negatif oleh karenanya istilah “penyandang

“penyandang DisabilitasDisabilitas” cenderung membentuk opini publik b” cenderung membentuk opini publik bahwa orang-orangahwa orang-orang dengan Disabilitas ini malang, patut dikasihani, tidak terhormat, tidak bermatabat. dengan Disabilitas ini malang, patut dikasihani, tidak terhormat, tidak bermatabat. Istilah ini sangat bertentangan dengan penghormatan atas martabat “penyandang Istilah ini sangat bertentangan dengan penghormatan atas martabat “penyandang Disabilitas

Disabilitas” dan melindungi dan menjamin kesamaan hak asasi mereka sebagai” dan melindungi dan menjamin kesamaan hak asasi mereka sebagai manusia.

manusia.

2.

2. Penyebab DisabilitasPenyebab Disabilitas

Juliet C. Rothman (2003) mengelompokan Disabilitas berdasarkan kondisi Juliet C. Rothman (2003) mengelompokan Disabilitas berdasarkan kondisi  penyebabnya sebagai berikut:

 penyebabnya sebagai berikut: a.

a.  Impairment Impairment  Impairment

 Impairment yang terdiri dari ketidakseimbanganyang terdiri dari ketidakseimbangan orthopedic,orthopedic, ketidakmampuanketidakmampuan  belajar

 belajar dan dan reterdasi reterdasi mental, mental, ketidakmampuan ketidakmampuan penglihatan, penglihatan, ketidakmampuanketidakmampuan  pendengaran,

 pendengaran, kelumpuhan, kelumpuhan, Disabilitas Disabilitas fisik fisik kehilangan kehilangan bagian bagian tubuh,tubuh, ketidakseimbangan berbicara, dan yang lainnya.

ketidakseimbangan berbicara, dan yang lainnya.  b.

 b. Penyakit dan Gangguan (Penyebab)Penyakit dan Gangguan (Penyebab) Penyakit sistem otot

Penyakit sistem otot (musculoskletel)(musculoskletel), penyakit sistem sirkulasi, penyakit sistem, penyakit sistem sirkulasi, penyakit sistem  pernapasan,

 pernapasan, penyakit penyakit sistem sistem syaraf syaraf dan dan alat alat perasa,perasa, endocrineendocrine, nutrisional, dan, nutrisional, dan  penyakit

 penyakit metabolisme metabolisme serta serta gangguan gangguan kekebalan, kekebalan, kondisi kondisi dari dari masa masa dan dan gejalagejala  perinatal,

 perinatal, tanda-tanda tanda-tanda dan dan gambaran gambaran kondisi kondisi penyakit, penyakit, gangguan gangguan mental, mental, tidaktidak termasuk retardasi mental, penyakit sistem

termasuk retardasi mental, penyakit sistem digestivedigestive/ pencernaan,/ pencernaan, neoplasmaneoplasma,, cedera dan keracunan, tidak melibatkan impairment, penyakit infeksi dan jamur, cedera dan keracunan, tidak melibatkan impairment, penyakit infeksi dan jamur,  penyakit

 penyakit kulit kulit dan dan jaringanjaringan  subcutaneous, subcutaneous, abnormal sejak lahir, penyakit darahabnormal sejak lahir, penyakit darah dan organ pembentuk darah.

dan organ pembentuk darah.

Buku Pedoman Pelayan dan Rehabilitasi Anak Disabilitas Dirjen Yanrehsos Buku Pedoman Pelayan dan Rehabilitasi Anak Disabilitas Dirjen Yanrehsos Departemen Sosial RI (2007:11) menyebutkan penyebab Disabilitas yaitu :

Departemen Sosial RI (2007:11) menyebutkan penyebab Disabilitas yaitu : a.

a. Disabilitas bawaanDisabilitas bawaan

Disabilitas ini biasanya terjadi ketika anak masih dalam kandungan yang Disabilitas ini biasanya terjadi ketika anak masih dalam kandungan yang disebabkan ibu mengalami gangguan penyakit atau metabolisme, kelainan disebabkan ibu mengalami gangguan penyakit atau metabolisme, kelainan

(3)

kromosomal, gangguan genetic, kekurangan gizi atau sebab lain yang tidak kromosomal, gangguan genetic, kekurangan gizi atau sebab lain yang tidak diketahui yang mempengaruhi tumbuh kembang janin.

diketahui yang mempengaruhi tumbuh kembang janin.  b.

 b. Disabilitas setelah lahirDisabilitas setelah lahir

Disabilitas ini biasanya terjadi pada saat proses kelahiran bayi yang disebabkan Disabilitas ini biasanya terjadi pada saat proses kelahiran bayi yang disebabkan oleh kesalahan penanganan pada waktu persalinan. Selain itu anak bisa oleh kesalahan penanganan pada waktu persalinan. Selain itu anak bisa terinfeksi suatu penyakit, bakteri, virus, kekurangan gizi atau mengalami terinfeksi suatu penyakit, bakteri, virus, kekurangan gizi atau mengalami kecelakaan yang menyebabkan Disabilitas.

kecelakaan yang menyebabkan Disabilitas. Michael Oliver (1996)

Michael Oliver (1996) , , menyatakan bahwa penyandang Disabilitas akan terusmenyatakan bahwa penyandang Disabilitas akan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa. Kemajuan teknologi dan mengalami perkembangan dari masa ke masa. Kemajuan teknologi dan  perkembangan

 perkembangan zaman zaman termasuk termasuk memberikan memberikan kontribusi kontribusi terhadap terhadap meningkatnyameningkatnya  jumlah

 jumlah penyandang penyandang Disabilitas. Disabilitas. Perkembangannya Perkembangannya akan akan berjalan berjalan seiring seiring dengandengan  perkembangan

 perkembangan kemajuan kemajuan teknologi teknologi seperti seperti penciptaan penciptaan beragam beragam kendaraan kendaraan dandan  bermacam-macam

 bermacam-macam perubahan perubahan pola pola makan makan sepertiseperti  fast  fast food food   dan bentuk lain.  dan bentuk lain. Industrialisasi telah ikut memiliki andil terhadap semakin tumbuhnya orang-orang Industrialisasi telah ikut memiliki andil terhadap semakin tumbuhnya orang-orang dengan disabilitas.

dengan disabilitas.

3.

3. Kategori DisabilitasKategori Disabilitas

Menurut Rollands dalam Juliet C. Rothman (2003) terdapat 3 (tiga) katagori Menurut Rollands dalam Juliet C. Rothman (2003) terdapat 3 (tiga) katagori  penyandang Disabilitas yang menunjuk

 penyandang Disabilitas yang menunjukkan identitas penyandang Disabilitas:kan identitas penyandang Disabilitas: a.

a.  Progresif  Progresif DisabilitiesDisabilities (penyandang Disabilitas kondisi Disabilitasnya terus(penyandang Disabilitas kondisi Disabilitasnya terus  berkembang).

 berkembang). Kelompok Kelompok yang yang termasuk termasuk kedalam kedalam katagori katagori ini ini adalah adalah parapara  penderita pen

 penderita penyakit seperti yakit seperti penderita Alzpenderita Alzheimer dan heimer dan diabetes. diabetes. Orang-orang Orang-orang yangyang termasuk kedalam katagori ini pada suatu waktu akan mengalami kondisi termasuk kedalam katagori ini pada suatu waktu akan mengalami kondisi Disabilitas karena akan terus mengalami penurunan fungsi organ tubuh Disabilitas karena akan terus mengalami penurunan fungsi organ tubuh meskipun secara bertahap.

meskipun secara bertahap. b.

b. Constan DisabilitasConstan Disabilitas (Disabilitas Permanen). Kondisi Disabilitas yang dialami(Disabilitas Permanen). Kondisi Disabilitas yang dialami seseorang baik semnjak ia lahir ataupun diperoleh semasa hidupnya seperti seseorang baik semnjak ia lahir ataupun diperoleh semasa hidupnya seperti gangguan syaraf tulang belakang atau orang memiliki kekurangan anggota gangguan syaraf tulang belakang atau orang memiliki kekurangan anggota tubuh seperti kaki dan tangan. Bagi orang yang mendapatkan Disabilitas pada tubuh seperti kaki dan tangan. Bagi orang yang mendapatkan Disabilitas pada saat hidupnya akan mengakibatkan trauma dan memerlukan pendampingan saat hidupnya akan mengakibatkan trauma dan memerlukan pendampingan untuk membantu penyandang Disabilitas tersebut dalam menghadapi perubahan untuk membantu penyandang Disabilitas tersebut dalam menghadapi perubahan hidupnya.

hidupnya. c.

c.  Relaping  Relaping or or Episodic Episodic Disabilitas.Disabilitas. Katagori ini merupakan Disabilitas yangKatagori ini merupakan Disabilitas yang timbul secara tiba-tiba

(4)

terhadap penyandangnya , namun bisa muncul secara tiba-tiba seperti penderita terhadap penyandangnya , namun bisa muncul secara tiba-tiba seperti penderita epilepsi,

epilepsi, multiple sclerosismultiple sclerosis dan penyakit lupus. dan penyakit lupus.

Katagori tentang Disabilitas ini dapat membantu pekerja sosial dalam Katagori tentang Disabilitas ini dapat membantu pekerja sosial dalam memahami masalah dari klien, dan masalah yang berhubungan dengan kondisi memahami masalah dari klien, dan masalah yang berhubungan dengan kondisi  penyandang

 penyandang Disabilitas. Disabilitas. Hal Hal ini ini juga juga diperlukan diperlukan untuk untuk diketahui diketahui dari dari penyandangpenyandang Disabilitas adalah mengenai ras, etnik, gender, dan orientasi seksual yang dapat Disabilitas adalah mengenai ras, etnik, gender, dan orientasi seksual yang dapat dijadikan sebagai pedoman kerangka kerja untuk menyediakan pelayanan. dijadikan sebagai pedoman kerangka kerja untuk menyediakan pelayanan. Pengelompokkan katagori tersebut dapat digunakan oleh pekerja soaial untuk Pengelompokkan katagori tersebut dapat digunakan oleh pekerja soaial untuk memudahkan dalam menyusun kerangka kerja dalam memberikam pelayanan memudahkan dalam menyusun kerangka kerja dalam memberikam pelayanan maupun untuk memudahkan menjangkau sistem pelayanan yang sesuai bagi maupun untuk memudahkan menjangkau sistem pelayanan yang sesuai bagi  penyandang Disabilitas

 penyandang Disabilitas  International

 International clasification clasification of of fuctioning fuctioning disbility disbility and and health health (world (world healthhealth organizatio 2001:19, international of functioning disability and haelth ICF,). organizatio 2001:19, international of functioning disability and haelth ICF,). Menjelaskan adanya hubungana antara gangguan fungtioning dengan disability. Menjelaskan adanya hubungana antara gangguan fungtioning dengan disability. Keterbatasan yang dimiliki seseorang dapat dapat dikurangi dengan melakukan Keterbatasan yang dimiliki seseorang dapat dapat dikurangi dengan melakukan  pendekatan

 pendekatan kesehatan kesehatan bagi bagi diri diri penyandang penyandang Disabilitas. Disabilitas. Kemampuan Kemampuan seorangseorang individu dalam arti keberfungsian fisik seseorang memiliki hunbungan antara individu dalam arti keberfungsian fisik seseorang memiliki hunbungan antara kondisi kesehatan dengan lingkungan dan faktor individu itu sendiri. Berikut ini kondisi kesehatan dengan lingkungan dan faktor individu itu sendiri. Berikut ini kategori Disabilitas terlihat dalam uraian sebagai berikut:

kategori Disabilitas terlihat dalam uraian sebagai berikut: a.

a. Individu yang mengalami infairment tanpa memiliki keterbatasa kemampuan.Individu yang mengalami infairment tanpa memiliki keterbatasa kemampuan. Contohnya seseorang penderita kusta yang masih mampu beaktivitas.

Contohnya seseorang penderita kusta yang masih mampu beaktivitas.  b.

 b. Individu yang mengalami masalah penampilan dan memiliki kemampuan yangIndividu yang mengalami masalah penampilan dan memiliki kemampuan yang terbatas tanpa mengalami suatu inpairment. Contohnya seperti orang yang terbatas tanpa mengalami suatu inpairment. Contohnya seperti orang yang mengalami kondisi sakit, kondisi penampilannya tidak terlihat mengalami suatu mengalami kondisi sakit, kondisi penampilannya tidak terlihat mengalami suatu inpairment.

inpairment. c.

c. Individu yang mengalami masalah penampilan tanpa menunjukan masalahIndividu yang mengalami masalah penampilan tanpa menunjukan masalah inpairment pada dirinya atau keterbatasan kemampuan. Hal ini dapat inpairment pada dirinya atau keterbatasan kemampuan. Hal ini dapat dicontohkan dengan seorang penderita HIV/AIDS yang terlihat seperti biasa, dicontohkan dengan seorang penderita HIV/AIDS yang terlihat seperti biasa, dapat beraktifitas normal dan tidak mengalami keterbatasan meskipun dapat beraktifitas normal dan tidak mengalami keterbatasan meskipun sebenarnya ada penyakit di dalam tubuhnya.

sebenarnya ada penyakit di dalam tubuhnya. d.

d. Seseorang yang memiliki keterbatasan kemampuan tetapi tidak bermasalahSeseorang yang memiliki keterbatasan kemampuan tetapi tidak bermasalah untuk tampildalam lingkungan karena dukungan teknologi sebagai upaya untuk tampildalam lingkungan karena dukungan teknologi sebagai upaya mengatasi keterbatasan yang dimilikinya.

(5)

e.

e. Individu dengan pengalaman yang tidak baik yang mempengaruhi penerimaanIndividu dengan pengalaman yang tidak baik yang mempengaruhi penerimaan terhadap dirinya sendiri seperti seseorang dengan Disabilitas fisik akan terhadap dirinya sendiri seperti seseorang dengan Disabilitas fisik akan dianggap sebagai seseorang yang tidak memiliki keterampilan secara sosial. dianggap sebagai seseorang yang tidak memiliki keterampilan secara sosial.

4.

4. Jenis DisabilitasJenis Disabilitas

Menurut Undang Undang nomor 4 tahun 1997 tentang Penyandang Cacat Menurut Undang Undang nomor 4 tahun 1997 tentang Penyandang Cacat undang tersebut, bahwa : Penyandang Cacat adalah setiap orang yang mengalami undang tersebut, bahwa : Penyandang Cacat adalah setiap orang yang mengalami kelainan fisik atau mental yang dapat mengganggu atau merupakan rintangan atau kelainan fisik atau mental yang dapat mengganggu atau merupakan rintangan atau hambatan bagi seseorang untuk melakukan aktivitas secara selayaknya yang terdiri hambatan bagi seseorang untuk melakukan aktivitas secara selayaknya yang terdiri dari :

dari : a.

a. Penyandang Cacat fisikPenyandang Cacat fisik  b.

 b. Penyandang Cacat mentalPenyandang Cacat mental c.

c. Penyandang Cacat fisik dan mentalPenyandang Cacat fisik dan mental

Undang undang tersebut menyatakan bahwa yang dimaksud dengan Cacat Undang undang tersebut menyatakan bahwa yang dimaksud dengan Cacat fisik adalah Disabilitas yang mengakibatkan gangguanfungsi tubuh, antara lain gerak fisik adalah Disabilitas yang mengakibatkan gangguanfungsi tubuh, antara lain gerak tubuh, penglihatan, pendengaran dan kemampuan bicara. Cacat mental adalah tubuh, penglihatan, pendengaran dan kemampuan bicara. Cacat mental adalah kelainan mental dan atau tingkah laku, baik Disabilitas bawaan maupun akibat dari kelainan mental dan atau tingkah laku, baik Disabilitas bawaan maupun akibat dari  penyakit. Sedangkan yang dimaksud fisik dan mental adalah

 penyakit. Sedangkan yang dimaksud fisik dan mental adalah keadaan seseorang yangkeadaan seseorang yang menyandang dua jenis Disabilitas sekaligus.

menyandang dua jenis Disabilitas sekaligus.  Access

 Access unlimited unlimited   di dalam juliet C Rothman (2003) merupakan suatu  di dalam juliet C Rothman (2003) merupakan suatu organisasi penyandang Disabilitas yang mengawasi akses dan akomodasi serta organisasi penyandang Disabilitas yang mengawasi akses dan akomodasi serta  pembelaan

 pembelaan bagi bagi aksesibilitas aksesibilitas untung untung penyandang penyandang Disabilitas. Disabilitas. Organisasi Organisasi ini ini telahtelah mengembangkan sistem yang sangat spesifik untuk mengkategorikan ketidak mengembangkan sistem yang sangat spesifik untuk mengkategorikan ketidak mampuan atau Disabilitas sebagai berikut:

mampuan atau Disabilitas sebagai berikut: a.

a. Impairment fisikImpairment fisik

Disabilitas yang ternasuk kedalam kategori ini seperti

Disabilitas yang ternasuk kedalam kategori ini seperti musculoskeletalmusculoskeletal dandan gangguan sambungan jaringan yang bisa meminta penyesuaian dari lingkungan, gangguan sambungan jaringan yang bisa meminta penyesuaian dari lingkungan, seperti

seperti Cerebral Palsy,Cerebral Palsy, hilangnya anggota tubuh,hilangnya anggota tubuh, Clobfoot,Clobfoot, kerusakan saraf padakerusakan saraf pada tangan atau lengan, cedra kepala, dan cedera pergelangan tangan,

tangan atau lengan, cedra kepala, dan cedera pergelangan tangan,  Arthritis Arthritis dandan rematik,

rematik, intrancranial, muscular dystrphy,intrancranial, muscular dystrphy, dan pembentukan yang tidak tepatdan pembentukan yang tidak tepat sejak lahir dan gangguan otot.

sejak lahir dan gangguan otot.  b.

 b.  Impairment Impairment PendengaranPendengaran

Disabilitas yang termasuk dalam kategori ini seperti kehilangan pendengaran Disabilitas yang termasuk dalam kategori ini seperti kehilangan pendengaran dari 30 desibel atau lebih, dengan nada yang murni rata-rata 500, 100, 2000 dari 30 desibel atau lebih, dengan nada yang murni rata-rata 500, 100, 2000  Hz Hz

(6)

 ANSI,

 ANSI, tanpa bantian pada telinga yang lebih baik, dan termasuk impairmenttanpa bantian pada telinga yang lebih baik, dan termasuk impairment  pendengaran

 pendengaran konduktif, konduktif, impairment impairment pendengaranpendengaran  sensorineural, sensorineural, kehilangankehilangan  pendengaran

 pendengaran untuk untuk nada nada yang yang tinggi tinggi atau atau rendah, rendah, kehilangan kehilangan pendengaranpendengaran karena trauma suara keras, dan tuli yang berhubungan dengan kehilangan karena trauma suara keras, dan tuli yang berhubungan dengan kehilangan  pendengaran tadi.

 pendengaran tadi. c.

c.  Impairment Impairment PenglihatanPenglihatan

Gangguan pada fungsi dan struktur mata yang disebabkan ketajaman Gangguan pada fungsi dan struktur mata yang disebabkan ketajaman  penglihatannya

 penglihatannya 20/70 20/70 atau atau kurang kurang dari dari itu itu dalam dalam mata mata yang yang lebih lebih baik baik dengandengan lensa korektif, bidan

lensa korektif, bidan  peripheral  peripheral  sangat sangat constrictedconstricted yang mempengaruhi fungsi,yang mempengaruhi fungsi, atau kehilangan penglihatan secara progresif.

atau kehilangan penglihatan secara progresif. d.

d. Ketidak Mampuan BelajarKetidak Mampuan Belajar

Lebih membatasi pada cara mendengarkan, berbicara, menulis, membaca, Lebih membatasi pada cara mendengarkan, berbicara, menulis, membaca,  berfikir,

 berfikir, kemampuan kemampuan matematika, matematika, atau atau kahlian kahlian sosial, sosial, sepertiseperti dyslexia,dyslexia, dysgraphia, disphasia, dyscalculia,

dysgraphia, disphasia, dyscalculia, dan lain-lain.dan lain-lain. e.

e.  Impairment Impairment BicaraBicara

Gangguan yang termasuk kedalam kategori ini seperti gangguan artikulasi Gangguan yang termasuk kedalam kategori ini seperti gangguan artikulasi  bahasa,

 bahasa, kelancaran, kelancaran, atau atau suara suara yang yang mengangguk mengangguk komunikasi, komunikasi, pembelajaranpembelajaran atau penyesuaian sosial dan termasuk cara bicara yang gagap, atau penyesuaian sosial dan termasuk cara bicara yang gagap, tersendat-tersendat,

tersendat, larygectomylarygectomy, dan aphasis., dan aphasis. f.

f. Gangguan Hiperaktif dan Kurang MemperhatikanGangguan Hiperaktif dan Kurang Memperhatikan

Gangguan yersebut bisa terjadi didalam dan diluar dirinya, menurut lembaga Gangguan yersebut bisa terjadi didalam dan diluar dirinya, menurut lembaga  Acces

 Acces Unlimited Unlimited   ini hal tersebut tidak dapat memenuhi persyaratan untuk  ini hal tersebut tidak dapat memenuhi persyaratan untuk diakomodasi sebagai bentuk Disabilitas.

diakomodasi sebagai bentuk Disabilitas. g.

g. Cardiovascular Cardiovascular  atau Kondisi Sirkulasi atau Kondisi Sirkulasi

Termasuk penyakit jantung bawaan sejak lahir, demam rematik,

Termasuk penyakit jantung bawaan sejak lahir, demam rematik, arterioscleroticarteriosclerotic dan penyakit jantung turunan, serta penyakit jantung akibat hipertensi.

dan penyakit jantung turunan, serta penyakit jantung akibat hipertensi. h.

h. Mental,Mental, Psychoneurotic Psychoneurotic, dan Gangguan Kepribadian, dan Gangguan Kepribadian

Termasuk gangguan kejiwaan, kecanduan alkohol, ketergantungan obat-obatan Termasuk gangguan kejiwaan, kecanduan alkohol, ketergantungan obat-obatan terlarang, dan gangguan karakter kepribadian lainnya.

terlarang, dan gangguan karakter kepribadian lainnya. i.

i. Cedera Otak TraumatisCedera Otak Traumatis Termasuk gangguan

Termasuk gangguan neurobiologisneurobiologis  sebagai akibat dari kecelakaan atau cedera  sebagai akibat dari kecelakaan atau cedera yang menciptakan ketidakmampuan kognitif atau perilaku seperti kehilangan yang menciptakan ketidakmampuan kognitif atau perilaku seperti kehilangan ingatan, dan kesulitan untuk berkonsentrasi, kurangnya kesadaran diri dan ingatan, dan kesulitan untuk berkonsentrasi, kurangnya kesadaran diri dan melihat kedalam dirinya, dan

(7)

fisik termasuk

fisik termasuk impairment impairment   dalam bicara, penglihatan, pendengaran, keahlian  dalam bicara, penglihatan, pendengaran, keahlian motorik, dan keseimbangan.

motorik, dan keseimbangan.  j.

 j. Gangguan pernafasanGangguan pernafasan Termasuk asma,

Termasuk asma, TubercholosisTubercholosis,, emphysemaemphysema,,  pneumoniosis pneumoniosis,, bronchitisbronchitis  kronis,  kronis, dan lain-lain.

dan lain-lain. k.

k.  Diabetes, Diabetes, epilepsi, dan kondisi lainnya yang merupakan suatu penyakit yangepilepsi, dan kondisi lainnya yang merupakan suatu penyakit yang menimbulkan Disabilitas.

menimbulkan Disabilitas.

5.

5. PermasalahaPermasalahan n DisabilitasDisabilitas

Khun (1961) dalam Michael Oliver menyatakan bahwa masyarakat perlu Khun (1961) dalam Michael Oliver menyatakan bahwa masyarakat perlu mengembangkan tanggapan yang tepat tentang Disabilitas untuk dapat dipahami oleh mengembangkan tanggapan yang tepat tentang Disabilitas untuk dapat dipahami oleh  berbagai pihak

 berbagai pihak serta serta pengambil keputusan, pengambil keputusan, penyusun kebijakan, penyusun kebijakan, pekerja professionalpekerja professional termasuk bagi orang-orang yang peduli terhadap masalah Disabilitas sehingga termasuk bagi orang-orang yang peduli terhadap masalah Disabilitas sehingga  berbagai kalangan memiliki persepsi yang sama tentang Disabilitas.

 berbagai kalangan memiliki persepsi yang sama tentang Disabilitas.

Masalah seorang penyandang Disabilitas akan terus meningkat seiring Masalah seorang penyandang Disabilitas akan terus meningkat seiring meningkatanya tekanan dari lingkungan sosial (Sutherlan 1981 dan Barner 1991) meningkatanya tekanan dari lingkungan sosial (Sutherlan 1981 dan Barner 1991) dalam Michael Oliver. Dapat dikatakan sebagai seorang penyandang Disabilitas akan dalam Michael Oliver. Dapat dikatakan sebagai seorang penyandang Disabilitas akan terus mengalami keterbatasan karena ada yang salah dengan cara pandang terus mengalami keterbatasan karena ada yang salah dengan cara pandang masyarakat terhadap penyandang Disabilitas. Argumen ini menunjukkan ternyata masyarakat terhadap penyandang Disabilitas. Argumen ini menunjukkan ternyata yang menimbulkan masalah terhadap peyandang Disabilitas adalah masyarakat itu yang menimbulkan masalah terhadap peyandang Disabilitas adalah masyarakat itu sendiri yang menekan dan memberikan keterbatasan terhadap penyandang sendiri yang menekan dan memberikan keterbatasan terhadap penyandang Disabilitas.

Disabilitas.

Asumsi ontologi dihubungkan secara langsung dengan level

Asumsi ontologi dihubungkan secara langsung dengan level epistemologyepistemology terlihat bahwa pandangan terhadap suatu Disabilitas akan melihat pada penyebab terlihat bahwa pandangan terhadap suatu Disabilitas akan melihat pada penyebab dari Disabilitas, pengobatan dan perawatan. Asumsi ini menampilakan hal-hal yang dari Disabilitas, pengobatan dan perawatan. Asumsi ini menampilakan hal-hal yang  berkaitan

 berkaitan dengan dengan Disabilitas Disabilitas seperti seperti masalah masalah kesehatan, kesehatan, masalah masalah kesejahteraan kesejahteraan dandan masalah sosial.

masalah sosial. Asumsi Asumsi inilah yang inilah yang mempengaruhi cara mempengaruhi cara pandang pandang dari berbagaidari berbagai  pihak yang memberikan pelayan

 pihak yang memberikan pelayanan terhadap masalah Disabilitas.an terhadap masalah Disabilitas. World Health Organization

World Health Organization  (2001:8) dalam International Classification Of  (2001:8) dalam International Classification Of Functioning Disability And Health ICF,) menyatakan bahwa keberfungsian Functioning Disability And Health ICF,) menyatakan bahwa keberfungsian seseorang dan Disabilitasnya dipahami sebagai interaksi dinamis antara seseorang dan Disabilitasnya dipahami sebagai interaksi dinamis antara keberfungsian struktur fisik dan faktor kontekstual. ICF memasukkan faktor keberfungsian struktur fisik dan faktor kontekstual. ICF memasukkan faktor lingkungan sebagai komponen penting dari klasifikasi tersebut yang berinteraksi lingkungan sebagai komponen penting dari klasifikasi tersebut yang berinteraksi dengan semua komponen keberfungsian dengan Disabilitas. Dukungan atau dengan semua komponen keberfungsian dengan Disabilitas. Dukungan atau

(8)

hambatan terhadap karakteristik fisik, sosial, dan sikap masyarakat membangun hambatan terhadap karakteristik fisik, sosial, dan sikap masyarakat membangun dasar dari komponen faktor lingkungan dengan

dasar dari komponen faktor lingkungan dengan  functioning  functioning and and disability disability andand contextual faktors

contextual faktors sebagai berikut: sebagai berikut: a.

a.  Functioning  Functioning and and DisabilityDisability  (Disabilitas dan keberfungsian) melibatkan dua  (Disabilitas dan keberfungsian) melibatkan dua komponen yaitu:

komponen yaitu: 1)

1) Keberfungsian dan struktur tubuh (fisik);Keberfungsian dan struktur tubuh (fisik);

Permasalahn Disabilitas berkenaan dengan gangguan pada keberfungsian Permasalahn Disabilitas berkenaan dengan gangguan pada keberfungsian dan struktur tubuh, sebagai suatu penyimpangan atau kehilangan dan fungsi dan struktur tubuh, sebagai suatu penyimpangan atau kehilangan dan fungsi dan atau struktur anatomi tubuh. Dalam hal ini melibatkan aspek-aspek dan atau struktur anatomi tubuh. Dalam hal ini melibatkan aspek-aspek sebagai berikut:

sebagai berikut: a)

a) Keberfungsian mentalKeberfungsian mental  b)

 b) Fungsi sensorik dan rasa sakitFungsi sensorik dan rasa sakit (pain)(pain) c)

c) Fungsi pendengaran dan bicaraFungsi pendengaran dan bicara d)

d) Fungsi peredaran darah, kekebalan tubuh dan sistem pernapasan.Fungsi peredaran darah, kekebalan tubuh dan sistem pernapasan. e)

e) Gen dan fungsi dan reproduksiGen dan fungsi dan reproduksi f)

f) Sistem syaraf dan jaringan ototSistem syaraf dan jaringan otot g)

g) Fungsi perabaan (kulit) dan struktur yang terkaitFungsi perabaan (kulit) dan struktur yang terkait h)

h) Struktur sistem pernapasan, jantung, struktur yang berkaitan denganStruktur sistem pernapasan, jantung, struktur yang berkaitan dengan mobilitas dan sebagainya.

mobilitas dan sebagainya. 2)

2) Aktivitas dan partisipasi (keterbatasan aktivitas dan pembatasanAktivitas dan partisipasi (keterbatasan aktivitas dan pembatasan  partisipasi).

 partisipasi). Permasalahan Permasalahan Disabilitas Disabilitas berkenaan berkenaan dengan dengan keterbatasanketerbatasan aktivitas dan pembatasan partisipasi seseorang dalam situasi kehidupan. aktivitas dan pembatasan partisipasi seseorang dalam situasi kehidupan. Aktivitas dan partisipasi merupakan dua aspek yang berkaitan, berkenaan Aktivitas dan partisipasi merupakan dua aspek yang berkaitan, berkenaan dengan kapasitas pribadi dan masalah-masalah yang secara langsung dengan kapasitas pribadi dan masalah-masalah yang secara langsung  bersentuhan

 bersentuhan dengan dengan aspek aspek lingkungan lingkungan sebagai sebagai hasil hasil dari dari interaksi interaksi antaraantara faktor personal (individual) dan lingkungan (sosial).

faktor personal (individual) dan lingkungan (sosial). b.

b. Contextual Factor Contextual Factor  (Faktor Kontekstual) (Faktor Kontekstual)

Faktor-faktor kontekstual merupakan latar belakang kehidupan seseorang secara Faktor-faktor kontekstual merupakan latar belakang kehidupan seseorang secara lengkap. Komponen dari faktor kontekstual meliputi faktor individual dan lengkap. Komponen dari faktor kontekstual meliputi faktor individual dan lingkungan sosial.

lingkungan sosial. 1)

1) Faktor Personal (individual) Faktor personal adalah kualitas-kualitas yangFaktor Personal (individual) Faktor personal adalah kualitas-kualitas yang melekat pada individu. Kualitas-kualitas ini menentukan dan membedakan melekat pada individu. Kualitas-kualitas ini menentukan dan membedakan satu orang dengan orang lainnya, dan secara signifikan mempengaruhi cara satu orang dengan orang lainnya, dan secara signifikan mempengaruhi cara individu memaknai Disabilitasnya.

(9)

2)

2) Faktor Lingkungan (sosial). Perspektif sosial berkaitan dengan jariganFaktor Lingkungan (sosial). Perspektif sosial berkaitan dengan jarigan lingkungan sosial di sekitar individu penyandang Disabilitas. Lingkungan lingkungan sosial di sekitar individu penyandang Disabilitas. Lingkungan merupakan kategori kedua dalam faktor-faktor yang mempengaruhi respon merupakan kategori kedua dalam faktor-faktor yang mempengaruhi respon terhadap Disabilitas. Lingkungan, yang mencangkup faktor-faktor eksternal terhadap Disabilitas. Lingkungan, yang mencangkup faktor-faktor eksternal  bagi

 bagi individu, individu, meliputi meliputi lingkungan lingkungan terdekat terdekat (misalnya (misalnya keluarga, keluarga, teman,teman, komunitas) maupun lingkungan masyarakat yang lebih luas (misalnya komunitas) maupun lingkungan masyarakat yang lebih luas (misalnya teknologi, perundang-undangan, definisi sosial tentang Disabilitas.

teknologi, perundang-undangan, definisi sosial tentang Disabilitas.

6.

6. Dampak DisabilitasDampak Disabilitas

Disabilitas tentunya menimbulkan dampak terhadap fisik, pendidikan, Disabilitas tentunya menimbulkan dampak terhadap fisik, pendidikan, vokasional maupun ekonomi. Selain itu dampak yang juga ditimbulkan akibat dari vokasional maupun ekonomi. Selain itu dampak yang juga ditimbulkan akibat dari Disabilitas adalah timbulnya masalah psikososial seperti seseorang penyandang Disabilitas adalah timbulnya masalah psikososial seperti seseorang penyandang Disabilitas akan memiliki kecenderungan untuk menjadi rendah diri atau sebaliknya Disabilitas akan memiliki kecenderungan untuk menjadi rendah diri atau sebaliknya menghargai diri terlalu berlebihan, mudah tersinggung, terkadang agresif, pesimis, menghargai diri terlalu berlebihan, mudah tersinggung, terkadang agresif, pesimis, labil sulit mengambil keputusan, menarik diri dari lingkungan, kecemasan, labil sulit mengambil keputusan, menarik diri dari lingkungan, kecemasan, ketidakmampuan dalam berhubungan dengan orang lain dan ketidakmampuan ketidakmampuan dalam berhubungan dengan orang lain dan ketidakmampuan mengambil peranan sosial.

mengambil peranan sosial.

Disabilitas memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan seseorang. Disabilitas memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan seseorang. Menurut Kubler-Ross (1969) mengemukakan model

Menurut Kubler-Ross (1969) mengemukakan model  griefing  griefing   dengan lima tahapan  dengan lima tahapan dalam

dalam  griefing  griefing , reaksi ini mungkin terjadi secara berurutan dan suatu waktu dapat, reaksi ini mungkin terjadi secara berurutan dan suatu waktu dapat timbul secara

timbul secara bersamaan. bersamaan. (Zastrow, 20(Zastrow, 2004) sebagai 04) sebagai berikut :berikut : a.

a.  Denial  Denial  atau penyangkalan atau penyangkalan  b.

 b.  Anger  Anger  atau marah atau marah c.

c.  Bergaining  Bergaining , adanya pertimbangan dalam dirinya, adanya pertimbangan dalam dirinya d.

d.  Mood  Mood  depresi, sedih depresi, sedih e.

e.  Acceptance Acceptance, penerimaan dengan mengatasi masalah, penerimaan dengan mengatasi masalah

Selain itu masih terdapat sikap dan tanggapan masyarakat yang kurang Selain itu masih terdapat sikap dan tanggapan masyarakat yang kurang menguntungkan secara luas yang tergambar seperti :

menguntungkan secara luas yang tergambar seperti : a.

a. Masih adanya sikap ragu ragu terhadap kemampuan atau potensi penyandangMasih adanya sikap ragu ragu terhadap kemampuan atau potensi penyandang Disabilitas.

Disabilitas.  b.

 b. Masih adanya sikap masa bodoh sementara lapisan masyarakat terhadapMasih adanya sikap masa bodoh sementara lapisan masyarakat terhadap  permasalahan penyandang Disabilitas.

 permasalahan penyandang Disabilitas. c.

c. Belum luasnya partisipasi masyarakat di dalam menangani permasalahBelum luasnya partisipasi masyarakat di dalam menangani permasalah  penyandang Disabilitas.

(10)

d.

d. Masih lemahnya sementara organisasi sosial yang bergerak di bidang DisabilitasMasih lemahnya sementara organisasi sosial yang bergerak di bidang Disabilitas di dalam melaksanakan operasinya atau kegiatan.

di dalam melaksanakan operasinya atau kegiatan. e.

e. Belum atau masih terbatasnya fasilitas umum yang dapat dipergunakan olehBelum atau masih terbatasnya fasilitas umum yang dapat dipergunakan oleh  penyandang Disabilitas.

 penyandang Disabilitas.

Hambatan - hambatan yang dialami oleh penyandang Disabilitas dalam Hambatan - hambatan yang dialami oleh penyandang Disabilitas dalam kehidupan sehari-hari yaitu :

kehidupan sehari-hari yaitu : a.

a. Hambatan dalam proses belajar seperti membaca, belajar menulis dan berhitung.Hambatan dalam proses belajar seperti membaca, belajar menulis dan berhitung.  b.

 b. Hambatan dalam penerapan pengetahuan seperti memfokuskan perhatian,Hambatan dalam penerapan pengetahuan seperti memfokuskan perhatian,  berpikir, membaca, menyelesaikan masalah dan membuat keputusan.

 berpikir, membaca, menyelesaikan masalah dan membuat keputusan. c.

c. Hambatan dalam melaksanakan kebutuhan dan tugas umum seperti melakukanHambatan dalam melaksanakan kebutuhan dan tugas umum seperti melakukan tugas tunggal dan tugas ganda, melakukan kegiatan harian, mengatasi stress dan tugas tunggal dan tugas ganda, melakukan kegiatan harian, mengatasi stress dan tuntutan psikologik lainnya.

tuntutan psikologik lainnya. d.

d. Hambatan dalam komunikasi seperti komunikasi verbal dan non verbal,Hambatan dalam komunikasi seperti komunikasi verbal dan non verbal, menerima pesan tertulis, berbicara, menyampaikan pesan non verbal maupun menerima pesan tertulis, berbicara, menyampaikan pesan non verbal maupun  bahasa isyarat dan pesan tertulis.

 bahasa isyarat dan pesan tertulis. e.

e. Hambatan dalam mobilitasHambatan dalam mobilitas 1)

1) Merubah dan mempertahankan posisi tubuh, berpindah tempat.Merubah dan mempertahankan posisi tubuh, berpindah tempat. 2)

2) Mengangkat dan memindahkan barang.Mengangkat dan memindahkan barang. 3)

3) Berjalan dan berpindah tempat.Berjalan dan berpindah tempat. 4)

4) Bergerak dan menggunakan alat transportasi, seperti transportasi umumBergerak dan menggunakan alat transportasi, seperti transportasi umum dll, menyetir mobil.

dll, menyetir mobil. f.

f. Hambatan dalam perawatan diri seperti mandi perawatan tubuh, berpakaian,Hambatan dalam perawatan diri seperti mandi perawatan tubuh, berpakaian,  buang air, makan, minum d

 buang air, makan, minum dan memelihara kesehatan diri.an memelihara kesehatan diri. g.

g. Hambatan dalam melakukan tugas-tugas rumah tangga, seperti menyiapkanHambatan dalam melakukan tugas-tugas rumah tangga, seperti menyiapkan makanan, mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

makanan, mengerjakan pekerjaan rumah tangga. h.

h. Hambatan dalam interaksi dan relasi interpersonal dalam keluarga, masyarakatHambatan dalam interaksi dan relasi interpersonal dalam keluarga, masyarakat dengan orang asing, termasuk hubungan intim dengan istri atau suami.

dengan orang asing, termasuk hubungan intim dengan istri atau suami. i.

i. Hambatan dalam kehidupan komunitas atau kemasyarakatan, sosial danHambatan dalam kehidupan komunitas atau kemasyarakatan, sosial dan  bernegara

 bernegara seperti seperti kehidupan kehidupan bermasyarakat, bermasyarakat, kebutuhan kebutuhan rekreasi rekreasi dan dan istirahat,istirahat, kebutuhan beragama dan spiritual, hak asasi manusia, kehidupan politik dan kebutuhan beragama dan spiritual, hak asasi manusia, kehidupan politik dan  bewarganegara.

(11)

7.

7. Hak Penyandang DisabilitasHak Penyandang Disabilitas

Berbagai permasalahan seperti kurangnya perhatian masyarakat terhadap Berbagai permasalahan seperti kurangnya perhatian masyarakat terhadap  pelayanan

 pelayanan dan dan rehabilitasi rehabilitasi sosial sosial penyadang penyadang Disabilitas, Disabilitas, terbatasnya terbatasnya tenagatenaga  professional

 professional pelayanan pelayanan dan dan rehabilitasi rehabilitasi sosial sosial penyandang penyandang Disabilitas Disabilitas sertaserta rendahnya tingkat ekonomi dan pendidikan masih dirasakan sebagian besar rendahnya tingkat ekonomi dan pendidikan masih dirasakan sebagian besar  penyandang

 penyandang Disabilitas. Disabilitas. Konvensi Konvensi Perserikatan Perserikatan Bangsa-Bangsa Bangsa-Bangsa Tentang Tentang HakHak Penyandang Disabilitas tahun 2007 dalam Buku Himpunan Kebijakan Pendidikan Penyandang Disabilitas tahun 2007 dalam Buku Himpunan Kebijakan Pendidikan Pusat kajian Disabilitas FISIP UI (2010:33), menyebutkan bahwa penyandang Pusat kajian Disabilitas FISIP UI (2010:33), menyebutkan bahwa penyandang Disabilitas memiliki hak-hak wajib dipenuhi yaitu:

Disabilitas memiliki hak-hak wajib dipenuhi yaitu: a.

a. Kesetaraan dan NondiskriminasiKesetaraan dan Nondiskriminasi

Hak-hak terhadap perlindungan dan keuntungan yang sama dari hukum harus Hak-hak terhadap perlindungan dan keuntungan yang sama dari hukum harus diberikan kepada semua penyandang Disabilitas tanpa pengecualian apa pun diberikan kepada semua penyandang Disabilitas tanpa pengecualian apa pun dan tanpa pembedaan atau diskriminasi berdasarkan ras, warna kulit, jenis dan tanpa pembedaan atau diskriminasi berdasarkan ras, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, pendapat politik atau pendapat lainnya, asal usul kelamin, bahasa, agama, pendapat politik atau pendapat lainnya, asal usul nasional atau social, kekayaan, kelahiran atau situasi lain dari penyandang nasional atau social, kekayaan, kelahiran atau situasi lain dari penyandang Disabilitas itu sendiri atau pun keluarganya.

Disabilitas itu sendiri atau pun keluarganya.  b.

 b. Anak-Anak Penyandang DisabilitasAnak-Anak Penyandang Disabilitas  Negara

 Negara menjamin menjamin segala segala tindakan tindakan berkaitan berkaitan dengan dengan anak-anak anak-anak penyandangpenyandang Disabilitas, kepentingan terbaik harus menjadi bahan pertimbang utama.

Disabilitas, kepentingan terbaik harus menjadi bahan pertimbang utama. c.

c. AksesibilitasAksesibilitas

Dalam rangka memampukan orang-orang penyandang Disabilitas untuk hidup Dalam rangka memampukan orang-orang penyandang Disabilitas untuk hidup secara mandiri dan berpartisipasi penuh dalam segala aspek kehidupan, Negara secara mandiri dan berpartisipasi penuh dalam segala aspek kehidupan, Negara harus melakukan langkah-langkah aksesibilitas dalam berbagai aspek seperti harus melakukan langkah-langkah aksesibilitas dalam berbagai aspek seperti informasi, fasilitas di dalam dan di luar bangunan ddan menjamin pelayanan informasi, fasilitas di dalam dan di luar bangunan ddan menjamin pelayanan yang terbuka atau yang disediakan bagi publik mempertimbangkan semua yang terbuka atau yang disediakan bagi publik mempertimbangkan semua aspek dalam hal aksesibilitas

aspek dalam hal aksesibilitas yang dihadapi penyandang Disabilitas.yang dihadapi penyandang Disabilitas. d.

d. Hidup mandiri dan keterlibatan di dalam masyarakatHidup mandiri dan keterlibatan di dalam masyarakat

Penyandang Disabilitas berhak atas tempat tinggal dan pilihan dengan siapa Penyandang Disabilitas berhak atas tempat tinggal dan pilihan dengan siapa mereka tinggal. Penyandang Disabilitas berhak atas jaminan ekonomi dan mereka tinggal. Penyandang Disabilitas berhak atas jaminan ekonomi dan sosial atas tingkat kehidupan yang layak. Mereka berhak, tergantung pada sosial atas tingkat kehidupan yang layak. Mereka berhak, tergantung pada kemampuan mereka, untuk mendapatkan dan memperoleh pekerjaan atau kemampuan mereka, untuk mendapatkan dan memperoleh pekerjaan atau terlibat dalam pekerjaan yang berguna, produktif, dan menghasilkan terlibat dalam pekerjaan yang berguna, produktif, dan menghasilkan  penghasilan, serta untuk bergabung

(12)

e.

e. PendidikanPendidikan  Negara

 Negara menjamin menjamin suatu suatu sistem sistem pendidikan pendidikan inklusi inklusi di di semua semua tingkatan tingkatan dandan  pembelajaran

 pembelajaran jangka jangka panjang panjang untuk untuk pengembangan pengembangan personalitas personalitas bakat bakat dandan kreatifitas serta kemampuan mental dan fisik orang penyandang Disabilitas kreatifitas serta kemampuan mental dan fisik orang penyandang Disabilitas sejauh potensi mereka memungkinkan.

sejauh potensi mereka memungkinkan. f.

f. KesehatanKesehatan  Negara

 Negara harus harus mengambil mengambil semua semua langkah langkah yang yang layak layak untul untul menjamin menjamin aksesakses  penyandang

 penyandang Disabilitas Disabilitas atas atas perlakuan perlakuan medis, medis, psikologis, psikologis, dan dan fungsionalfungsional termasuk peralatan-peralatan prostetik dan ortetik, atas rehabilitasi medis dan termasuk peralatan-peralatan prostetik dan ortetik, atas rehabilitasi medis dan sosial, pendidikan, pelatihan dan rehabilitasi, bantuan, konseling, jasa sosial, pendidikan, pelatihan dan rehabilitasi, bantuan, konseling, jasa  penempatan,

 penempatan, dan dan jasa-jasa jasa-jasa lainnya lainnya yang yang akan akan memungkinkan memungkinkan mereka mereka untukuntuk membangun kemampuan dan keahlian mereka semaksimum mungkin dan membangun kemampuan dan keahlian mereka semaksimum mungkin dan akan mempercepat proses integrasi atau reintegrasi sosial mereka.

akan mempercepat proses integrasi atau reintegrasi sosial mereka. Uraian pada Deklarasi tersebut dapat disimpulkan bahwa hak

Uraian pada Deklarasi tersebut dapat disimpulkan bahwa hak  –  –   hak  hak  penyandang

 penyandang Disabilitas, Disabilitas, meliputi meliputi persamaan persamaan harkat harkat dan dan martabat martabat atas atas dasardasar kemanusiaan, kesamaan dalam hak sipil dan politik, hak atas kemandirian kemanusiaan, kesamaan dalam hak sipil dan politik, hak atas kemandirian (independent living), memperoleh pelayanan (pendidikan, kesehatan, social, (independent living), memperoleh pelayanan (pendidikan, kesehatan, social, rehabilitasi dan lain-lain), jaminan ekonomi dan sosial, Hak memperoleh rehabilitasi dan lain-lain), jaminan ekonomi dan sosial, Hak memperoleh kebutuhan khusus, partisipasi perlindungan sosial, bantuan hokum, organisasi dan kebutuhan khusus, partisipasi perlindungan sosial, bantuan hokum, organisasi dan informasi yang berkenaan dengan isu-isu hak penyandang Disabilitas.

informasi yang berkenaan dengan isu-isu hak penyandang Disabilitas.

Berdaasarkan Undang-Undang nomor 4 tahun 1997 tentang Penyandang Cacat Berdaasarkan Undang-Undang nomor 4 tahun 1997 tentang Penyandang Cacat menyatakan bahwa Penyandang Disabilitas Netra sebagai anggota masyarakat dan menyatakan bahwa Penyandang Disabilitas Netra sebagai anggota masyarakat dan warga Negara mempunyai kedudukan yang sama dengan anggota masyarakat warga Negara mempunyai kedudukan yang sama dengan anggota masyarakat lainnya. Mereka memiliki hak dan kewaiban yang sama (dalam arti dalam lainnya. Mereka memiliki hak dan kewaiban yang sama (dalam arti dalam batas- batas

 batas tertentu tertentu sesuai sesuai dengan dengan jenis jenis dan dan derajat derajat Disabilitasnya). Disabilitasnya). Ketentuan Ketentuan tersebuttersebut menggambarkan bahwa pengakuan dan penghargaan serta kesetaraan dan menggambarkan bahwa pengakuan dan penghargaan serta kesetaraan dan kesempatan yang sama bagi penyandang Disabilitas mutlak diperlukan.

kesempatan yang sama bagi penyandang Disabilitas mutlak diperlukan.

8.

8. Pelayanan Sosial Terhadap Penyandang Pelayanan Sosial Terhadap Penyandang DisabilitasDisabilitas

The Standard Rules on The Equalization of Opportunities for Person with The Standard Rules on The Equalization of Opportunities for Person with  Disabilities,

 Disabilities, yang ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada siding ke 48 tanggal yang ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada siding ke 48 tanggal 20 Desember 1993 dalam buku Himpunan Kebijakan Pendidikan Pusat Kajian 20 Desember 1993 dalam buku Himpunan Kebijakan Pendidikan Pusat Kajian Disabilitas FISIP UI (2010), terdapat 3 konsep dasar upaya pelayanan terhadap Disabilitas FISIP UI (2010), terdapat 3 konsep dasar upaya pelayanan terhadap  penyandang Disabilitas:

(13)

a.

a. PencegahanPencegahan

Pencegahan adalah suatu tindakan yang ditunjukan untuk mencegah terjadinya Pencegahan adalah suatu tindakan yang ditunjukan untuk mencegah terjadinya Disabilitas (impairment) fisik, intelektual, psikiatrik atau indera (pencegahan Disabilitas (impairment) fisik, intelektual, psikiatrik atau indera (pencegahan  primer)

 primer) atau atau mencegah mencegah agar agar Disabilitas Disabilitas tersebut tersebut tiding tiding mengakibatkanmengakibatkan keterbatasan kemampuan yang permanen atau disability (pencegahan keterbatasan kemampuan yang permanen atau disability (pencegahan sekunder). Pencegahan dapat meliputi berbagai macam tindakan, seperti sekunder). Pencegahan dapat meliputi berbagai macam tindakan, seperti  perawatan kesehatan primer, perawatan anak pada masa prenatal dan postnatal,  perawatan kesehatan primer, perawatan anak pada masa prenatal dan postnatal,  pendidikan

 pendidikan gizi, gizi, kampanye kampanye imunisasi imunisasi terhadap terhadap penyakit-penyakit penyakit-penyakit menular,menular,  berbagai

 berbagai penanggulangan penanggulangan untuk untuk penyakit-penyakit penyakit-penyakit endemik, endemik, peraturanperaturan keselamatan. Program pencegahan kecelakaan dalam berbagai macam keselamatan. Program pencegahan kecelakaan dalam berbagai macam lingkungan yang mencakup penyesuaian tempat kerja untuk mencegah lingkungan yang mencakup penyesuaian tempat kerja untuk mencegah terjadinya keterbatasan kemampuan kerja

terjadinya keterbatasan kemampuan kerja (occupational disability)(occupational disability)  serta  serta  penyakit dan pencegahan Disabilitas akibat polusi lingkungan

 penyakit dan pencegahan Disabilitas akibat polusi lingkungan atau perang.atau perang.  b.

 b. RehabilitasiRehabilitasi

Rehabilitasi merupakan proses yang ditunjukan untuk memungkinkan para Rehabilitasi merupakan proses yang ditunjukan untuk memungkinkan para  penyandang

 penyandang Disabilitas Disabilitas mencapai mencapai dan dan mempertahankan mempertahankan tingkat tingkat kemampuankemampuan fisik, penginderaan, intelektual, psikiatrik dan atau kemampuan sosial secara fisik, penginderaan, intelektual, psikiatrik dan atau kemampuan sosial secara optimal sehingga mereka memiliki cara untuk mengubah kehidupannya ke optimal sehingga mereka memiliki cara untuk mengubah kehidupannya ke tingkat kemandirian yang lebih tinggi. Rehabilitasi dapat mencakup tingkat kemandirian yang lebih tinggi. Rehabilitasi dapat mencakup upaya-upaya untuk menanamkan dan atau memulihkan kemampuan-kemampuan, upaya untuk menanamkan dan atau memulihkan kemampuan-kemampuan, atau memberikan kemampuan lain untuk menggantikan kemampuan yang atau memberikan kemampuan lain untuk menggantikan kemampuan yang hilang atau tidak memiliki atau kemampuan terbatas. Proses rehabilitasi tidak hilang atau tidak memiliki atau kemampuan terbatas. Proses rehabilitasi tidak mencakup perawatan medis awal. Proses ini mencakup upaya-upaya dan mencakup perawatan medis awal. Proses ini mencakup upaya-upaya dan kegiatan-kegiatan dalan cangkupan yang luas, mulai dari rehabilitasi dasar dan kegiatan-kegiatan dalan cangkupan yang luas, mulai dari rehabilitasi dasar dan umum hingga kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada tujuan tertentu, seperti umum hingga kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada tujuan tertentu, seperti rehabilitasi kekaryaan.

rehabilitasi kekaryaan. c.

c. Persamaan KesempatanPersamaan Kesempatan

Persamaan kesempatan adalah proses yang menyebabkan berbagai Persamaan kesempatan adalah proses yang menyebabkan berbagai system yang terdapat di masyarakat dan lingkungan, seperti system pelayanan, system yang terdapat di masyarakat dan lingkungan, seperti system pelayanan, kegiatan social, informasi

kegiatan social, informasi dan dokumentasi, dapat dinikmati oleh semua orang,dan dokumentasi, dapat dinikmati oleh semua orang, khususnya para penyandang Disabilitas. Prinsip persamaan hak mengandung khususnya para penyandang Disabilitas. Prinsip persamaan hak mengandung arti bahwa kebutuhan-kebutuhan setiap individu itu sama pentingnya, bahwa arti bahwa kebutuhan-kebutuhan setiap individu itu sama pentingnya, bahwa kebutuhan-kebutuhan tersebut harus dijadikan sebagai dasar perencanaan kebutuhan-kebutuhan tersebut harus dijadikan sebagai dasar perencanaan masyarakat dan bahwa semua sumber harus dimanfaatkan sedemikian rupa masyarakat dan bahwa semua sumber harus dimanfaatkan sedemikian rupa

(14)

sehingga menjamin agar setiap individu memperoleh kesempatan yang sama sehingga menjamin agar setiap individu memperoleh kesempatan yang sama untuk berpartisipasi. Para penyandang Disabilitas adalah anggota masyarakat untuk berpartisipasi. Para penyandang Disabilitas adalah anggota masyarakat dan mempunyai hak untuk berada di dalam lingkungan masyarakatnya. dan mempunyai hak untuk berada di dalam lingkungan masyarakatnya. Mereka seyogyanya mendapat dukungan yang mereka butuhkan melalui Mereka seyogyanya mendapat dukungan yang mereka butuhkan melalui system pendidikan, kesehatan, penyediaan lapangan kerja dan pelayanan sosial system pendidikan, kesehatan, penyediaan lapangan kerja dan pelayanan sosial yang berlaku umum. Karena penyandang Disabilitas memiliki hak-hak yang yang berlaku umum. Karena penyandang Disabilitas memiliki hak-hak yang sama, mereka pun harus mempunyai kewajiban yang sama pula. Agar hak-hak sama, mereka pun harus mempunyai kewajiban yang sama pula. Agar hak-hak tersebut dapat diperoleh, masyarakat harus meningkatkan harapannya tentang tersebut dapat diperoleh, masyarakat harus meningkatkan harapannya tentang hal-hal yang dapat dicapai oleh para penyandang Disabilitas. Sebagai bagian hal-hal yang dapat dicapai oleh para penyandang Disabilitas. Sebagai bagian dari proses persamaan kesempatan, sarana dan prasarana seyogyanya dari proses persamaan kesempatan, sarana dan prasarana seyogyanya disediakan untuk membantu para penyandang Disabilitas agar mereka dapat disediakan untuk membantu para penyandang Disabilitas agar mereka dapat mengemban tanggung jawabnya secara penuh sebagai anggota masyarakat. mengemban tanggung jawabnya secara penuh sebagai anggota masyarakat. Mencermati permasalahan yang muncul terhadap penyandang Disabilitas yang Mencermati permasalahan yang muncul terhadap penyandang Disabilitas yang kuantitas terus meningkat diperlukan penanganan atas permasalahan yang timbul kuantitas terus meningkat diperlukan penanganan atas permasalahan yang timbul sebagai akibat dari Disabilitas yang dialami sehingga penyandang Disabilitas dapat sebagai akibat dari Disabilitas yang dialami sehingga penyandang Disabilitas dapat menjalankan peran dan fungsi sosialnya sesuai dengan derajat dan jenis Disabilitas menjalankan peran dan fungsi sosialnya sesuai dengan derajat dan jenis Disabilitas yang dialaminya untuk dapat hidup lebih baik. Permasalahan penyandang yang dialaminya untuk dapat hidup lebih baik. Permasalahan penyandang Disabilitas merupakan ketidak mampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, Disabilitas merupakan ketidak mampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, timbul bukan saja oleh karena adanya

timbul bukan saja oleh karena adanya impairment impairment   yang dialaminya, tetapi  yang dialaminya, tetapi disebabkan pula oleh faktor-faktor lingkungan di luar kemampuan individu yang disebabkan pula oleh faktor-faktor lingkungan di luar kemampuan individu yang  bersangkutan.

 bersangkutan.

Pelaksanaan model individual dan model sosial yang dipakai dalam menangani Pelaksanaan model individual dan model sosial yang dipakai dalam menangani  permasalahan

 permasalahan penyandang penyandang Disabilitas Disabilitas memelukan memelukan kondisi kondisi tertentu. tertentu. Model Model sosialsosial dan model individual, dalam implementasi kebijakan tidak dapat berdiri dan model individual, dalam implementasi kebijakan tidak dapat berdiri sendiri-sendiri sehingga permasalahan penyadang Disabilitas haruslah dilihat sebagai sendiri sehingga permasalahan penyadang Disabilitas haruslah dilihat sebagai sesuatu yang universal dan menyeluruh. Universal dan menyeluruh dalam sesuatu yang universal dan menyeluruh. Universal dan menyeluruh dalam  pengartian

 pengartian bahwa bahwa Disabilitas Disabilitas merupakan merupakan kondisi kondisi yang yang wajar wajar dalam dalam setiapsetiap masyarakat, yang seharusnya juga memandang bahwa kebutuhan penyandang masyarakat, yang seharusnya juga memandang bahwa kebutuhan penyandang Disabilitas adalah sama seperti warga Negara lainnya dengan mengintegrasikan Disabilitas adalah sama seperti warga Negara lainnya dengan mengintegrasikan  penyandang

 penyandang Disabilitas Disabilitas dalam dalam semua semua kebijakan kebijakan yang yang menyangkut menyangkut segala segala aspekaspek hidup dan penghidupan. Dua modek pelayanan bagi penyandang Disabilitas

hidup dan penghidupan. Dua modek pelayanan bagi penyandang Disabilitas :: a.

a. Model IndividuModel Individu

Model yang dipergunakan dalam kebijakan masalah penyandang Model yang dipergunakan dalam kebijakan masalah penyandang Disabilitas sangat ditentukan oleh bagaimana permasalahan tersebut Disabilitas sangat ditentukan oleh bagaimana permasalahan tersebut

(15)

dikonseptualisasikan. Terdapat dua hal yang harus dipahami dalam konteks dikonseptualisasikan. Terdapat dua hal yang harus dipahami dalam konteks model individual yaitu keadaan Disabilitas seseorang sebagai individu dan model individual yaitu keadaan Disabilitas seseorang sebagai individu dan  bagaimana

 bagaimana masalah masalah akan akan timbul timbul akibat akibat dari dari keterbatasan keterbatasan yang yang dimilikidimiliki seseorang penyandang Disabilitas tersebut sebagai individu. Disabilitas seseorang penyandang Disabilitas tersebut sebagai individu. Disabilitas dipahami sebagai ketidakmampuan seseorang dalam melakukan aktivitas yang dipahami sebagai ketidakmampuan seseorang dalam melakukan aktivitas yang dianggap normal/ layak akibat impairment yang dialaminya. Model individual dianggap normal/ layak akibat impairment yang dialaminya. Model individual tersebut memandang suatu Disabilitas sebagai personal tragedy atau ketidak tersebut memandang suatu Disabilitas sebagai personal tragedy atau ketidak  beruntungan seseorang. (Michael Oliver 1996).

 beruntungan seseorang. (Michael Oliver 1996).

Model individual berimplikasi terhadap pemecahan masalah penyandang Model individual berimplikasi terhadap pemecahan masalah penyandang Disabilitas. Pemecahan masalah didasari pada penggunaan strategi medis atau Disabilitas. Pemecahan masalah didasari pada penggunaan strategi medis atau yang disebut juga strategi individual karena fokusnya pada individu yang disebut juga strategi individual karena fokusnya pada individu  penyandang

 penyandang Disabilitas. Disabilitas. Hal Hal ini ini dapat dapat dilihat dilihat dari dari penggunaan penggunaan konsepkonsep rehabilitasi pada program-program yang ditujukan kepada penyandang rehabilitasi pada program-program yang ditujukan kepada penyandang Disabilitas dan pembentukan organisasi pelayanan yang ditujukan kepada Disabilitas dan pembentukan organisasi pelayanan yang ditujukan kepada  penyandang

 penyandang Disabilitas Disabilitas dan dan pembentukan pembentukan organisasi organisasi pelayanan pelayanan yangyang diperuntukan bagi penyandang Disabilitas. Juliet C. Rothman (2003) diperuntukan bagi penyandang Disabilitas. Juliet C. Rothman (2003) menyatakan

menyatakan bahwa bahwa Model Model medis ymedis yang ang melihat suatu melihat suatu Disabilitas sebagaiDisabilitas sebagai gangguan terhadap

gangguan terhadap bagian tubuh bagian tubuh atau organ tubuh. atau organ tubuh. Model ini tidak Model ini tidak mengatasimengatasi Disabilitas sebagai hal yang menimbulkan masalah lain diluar kondisi Disabilitas sebagai hal yang menimbulkan masalah lain diluar kondisi Disabilitas yang dipandang sebagai medis, namun lebih kepada Disabilitas yang dipandang sebagai medis, namun lebih kepada  pengelompokkan

 pengelompokkan berdasarkan berdasarkan sistem sistem ketidakberfungsian ketidakberfungsian fisik. fisik. Hal Hal ini ini harusharus dipahami dalam memberikan pelayanan terhadap klien, karena klien dipahami dalam memberikan pelayanan terhadap klien, karena klien  penyandang

 penyandang Disabilitas Disabilitas sangat sangat banyak banyak dipengaruhi dipengaruhi oleh oleh label label dan dan kategorikategori medis, dan hal ini memperngaruhi cara penerimaan klien terhadap dirinya medis, dan hal ini memperngaruhi cara penerimaan klien terhadap dirinya dalam hubungannya dengan kondisi Disabilitas tersebut.

dalam hubungannya dengan kondisi Disabilitas tersebut.

Rehabilitasi dimaksudkan sebagai suatu proses refungsionalisasi dan Rehabilitasi dimaksudkan sebagai suatu proses refungsionalisasi dan  pengembangan

 pengembangan untuk untuk memungkinkan memungkinkan penyandang penyandang Disabilitas Disabilitas mampu mampu hiduphidup secara wajar dalam kehidupan masyarakat. Proses ini meliputi rehabilitasi secara wajar dalam kehidupan masyarakat. Proses ini meliputi rehabilitasi medik, social, pendidikan dan vokasional. Hal ini didasari asumsi bahwa medik, social, pendidikan dan vokasional. Hal ini didasari asumsi bahwa ketidak normalan fungsi atau kerusakan struktur anatomi dapat disembuhkan ketidak normalan fungsi atau kerusakan struktur anatomi dapat disembuhkan (dihilangkan), maka seseorang akan dapat melakukan aktivitas dengan (dihilangkan), maka seseorang akan dapat melakukan aktivitas dengan layak/normal. Menurut model ini, Disabilitas yang disebabkan

layak/normal. Menurut model ini, Disabilitas yang disebabkan impairment impairment  adalah suatu kondisi yang bisa disembuhkan. Hal ini melihat kondisi individu adalah suatu kondisi yang bisa disembuhkan. Hal ini melihat kondisi individu sebagai sesuatu yang fleksibel atau dapat diubah, sementara lingkungan sebagai sesuatu yang fleksibel atau dapat diubah, sementara lingkungan

(16)

dimana seseorang itu berada dilihat sebagai suatu yang tidak mungkin dimana seseorang itu berada dilihat sebagai suatu yang tidak mungkin  berubah.

 berubah. Dengan Dengan kata kata lain, lain, penyandang penyandang Disabilitas Disabilitas dituntut dituntut untukuntuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Pendekatan medis yang didasari asumsi “penyakit sembuh maka masalah Pendekatan medis yang didasari asumsi “penyakit sembuh maka masalah hilan

hilang”, pada kenyataannya tidak dapat meyelesaikan masalah permasalahang”, pada kenyataannya tidak dapat meyelesaikan masalah permasalahan  penyandang

 penyandang Disabilitas. Disabilitas. Hal Hal ini ini antara antara lain lain disebabkan disebabkan impairment impairment sebagaisebagai  penyebab

 penyebab Disabilitas Disabilitas tidak tidak selalu selalu dapat dapat disembuhkan disembuhkan dan dan bahkan bahkan menetapmenetap sepanjang umur orang yang bersangkutan. Pendekatan rehabilitasi harus sepanjang umur orang yang bersangkutan. Pendekatan rehabilitasi harus memperhatikan faktor kondisi tertentu, seperti impairment yang bersifat memperhatikan faktor kondisi tertentu, seperti impairment yang bersifat sementara. Masalah penyandang Disabilitas timbul oleh karena adanya sementara. Masalah penyandang Disabilitas timbul oleh karena adanya interaksi dari akibat impairment dan faktor-faktor lingkungan. Michael Oliver, interaksi dari akibat impairment dan faktor-faktor lingkungan. Michael Oliver, (1996) menguraikan karakteristik dari individual model sebagai berikut:

(1996) menguraikan karakteristik dari individual model sebagai berikut: 1)

1) Disabilitas dipandang sebagai personal tragedy theory artinya DisabilitasDisabilitas dipandang sebagai personal tragedy theory artinya Disabilitas terjadi pada seseorang merupakan suatu takdir, ketidak beruntungan yang terjadi pada seseorang merupakan suatu takdir, ketidak beruntungan yang menimpa dirinya.

menimpa dirinya. 2)

2) Masalah yang timbul akibat Disabilitas dipandang sebagai masalahMasalah yang timbul akibat Disabilitas dipandang sebagai masalah individu.

individu. 3)

3) Penanganan lebih bersifat pengobatan individu dan bersifat medis.Penanganan lebih bersifat pengobatan individu dan bersifat medis. 4)

4) Penanganan oleh pihak-pihak professional yang memerlukan keahlianPenanganan oleh pihak-pihak professional yang memerlukan keahlian sebagai tenaga medis, dokter, perawat.

sebagai tenaga medis, dokter, perawat. 5)

5) Menuntut penyesuaian diri.Menuntut penyesuaian diri. 6)

6) Perlunya perawatan, pengawasan, adaptasi individu dan kebijakan.Perlunya perawatan, pengawasan, adaptasi individu dan kebijakan.

 b.

 b. Model SosialModel Sosial

Model individu/ model medis adalah model kebijakan penanganan Model individu/ model medis adalah model kebijakan penanganan masalah penyandang Disabilitas yang dapat digunakan dalam memberikan masalah penyandang Disabilitas yang dapat digunakan dalam memberikan  pelayanan terhadap penyandang Disabilitas. Namun juga terdapat faktor

 pelayanan terhadap penyandang Disabilitas. Namun juga terdapat faktor -faktor-faktor di luar individu, seperti lingkungan fisik dan non fisik juga turut menyebabkan di luar individu, seperti lingkungan fisik dan non fisik juga turut menyebabkan seseorang menjadi penyandang Disabilitas. Kondisi inilah yang mendasari seseorang menjadi penyandang Disabilitas. Kondisi inilah yang mendasari timbulnya model sosial. Penyandang Disabilitas menjadi ada karena kelompok timbulnya model sosial. Penyandang Disabilitas menjadi ada karena kelompok ini mendapat tekanan dari masyarakat baik berupa individual prejudice sampsi ini mendapat tekanan dari masyarakat baik berupa individual prejudice sampsi kepada diskiriminasi. (UPIAS, 1976 dalam Michael Oliver, 1996) kepada diskiriminasi. (UPIAS, 1976 dalam Michael Oliver, 1996) menyebutkan

menyebutkan bahwa, bahwa, Sosial model Sosial model tidak memandtidak memandang seseorang ang seseorang berdasarkanberdasarkan kondisi Disabilitasnya melainkan lebih kepada upaya menghadapi tekanan kondisi Disabilitasnya melainkan lebih kepada upaya menghadapi tekanan

(17)

sosial yang diberikan masyarakat kepada penyandang Disabilitas termasuk sosial yang diberikan masyarakat kepada penyandang Disabilitas termasuk  pelayanan yang diberikan kepada

 pelayanan yang diberikan kepada penyandang Disabilitas.penyandang Disabilitas.

Perlunya dukungan dari sosial model terhadap individual model lebih Perlunya dukungan dari sosial model terhadap individual model lebih lanjut Oliver mengatakan dalam memberikan pelayanan secara inidividu dan lanjut Oliver mengatakan dalam memberikan pelayanan secara inidividu dan medis, seorang dokter dapat memberikan intervensi pengobatan terhadap medis, seorang dokter dapat memberikan intervensi pengobatan terhadap seorang penyandang Disabilitas, tetapi ketika dihadapkan dengan masalah lain seorang penyandang Disabilitas, tetapi ketika dihadapkan dengan masalah lain oleh penyandang Disabilitas seperti penolakan, kesiapan untuk menjalani oleh penyandang Disabilitas seperti penolakan, kesiapan untuk menjalani treatment yang lama, relasi sosial, tidak dapat dihadapi dengan pendekatan treatment yang lama, relasi sosial, tidak dapat dihadapi dengan pendekatan medis.

medis.

Undang-Undang Nomor 4 tahun 1997 tentang Penyandang Cacat Undang-Undang Nomor 4 tahun 1997 tentang Penyandang Cacat merupakan gambaran dari pelaksanaan model sosial. Model sosial umumnya merupakan gambaran dari pelaksanaan model sosial. Model sosial umumnya  beranjak

 beranjak dari dari suatu suatu pemikiran pemikiran bahwa, bahwa, hambatan-hambatan hambatan-hambatan yang yang berasal berasal daridari luar lingkungan yang menyebabkan ketidak mampuan seseorang yang luar lingkungan yang menyebabkan ketidak mampuan seseorang yang mengalami

mengalami impairment impairment   dalam melakukan aktivitas sehari-hari, terjadi karena  dalam melakukan aktivitas sehari-hari, terjadi karena lingkungan tidak mengakomodasi kebutuhan penyandang Disabilitas misalnya, lingkungan tidak mengakomodasi kebutuhan penyandang Disabilitas misalnya, arsitektur bangunan didesain dalam bentuk berundak-undak sehingga arsitektur bangunan didesain dalam bentuk berundak-undak sehingga  pengguna kursi

 pengguna kursi roda troda tidak idak dapat dapat masuk masuk atau atau menggunakan bangunan menggunakan bangunan tersebuttersebut sehingga terjadi pengabaian terhadap hak-hak penyandang Disabilitas sehingga terjadi pengabaian terhadap hak-hak penyandang Disabilitas (diskriminasi).

(diskriminasi).

Hak-hak penyandang Disabilitas harus dilindungi melalui perlindungan Hak-hak penyandang Disabilitas harus dilindungi melalui perlindungan hokum hak-hak warga penyandang Disabilitas, akan dapat terlaksana hokum hak-hak warga penyandang Disabilitas, akan dapat terlaksana  persamaan

 persamaan kesempatan kesempatan dan dan partisipasi partisipasi penuh penuh penyandang penyandang Disabilitas, Disabilitas, akanakan dapat terlaksanakan persamaan kesempatan dan partisipasi penuh penyandang dapat terlaksanakan persamaan kesempatan dan partisipasi penuh penyandang Disabilitas dalam berbagai aspek hidup dan kehidupan. Michael Oliver, Disabilitas dalam berbagai aspek hidup dan kehidupan. Michael Oliver, (1996:34) menguraikan karakteristik dari sosial model sebagai berikut:

(1996:34) menguraikan karakteristik dari sosial model sebagai berikut: 1)

1) Menggunakan asumsiMenggunakan asumsi social oppression theory social oppression theory atau teori tekanan social. atau teori tekanan social. 2)

2) Memandang masalah Disabilitas sebagai masalah sosial.Memandang masalah Disabilitas sebagai masalah sosial. 3)

3) Kegiatan lebih cenderung kepada aksi-aksi social, self help, dan tanggungKegiatan lebih cenderung kepada aksi-aksi social, self help, dan tanggung  jawab bersama.

 jawab bersama. 4)

4) Pengalaman dan penguatan dengan identitas bersama/ kelompok.Pengalaman dan penguatan dengan identitas bersama/ kelompok. 5)

5) Hal ini dihadapi berupa diskriminasi, upaya dilakukan bersifatHal ini dihadapi berupa diskriminasi, upaya dilakukan bersifat kemanusiaan, pilihan dan perubahan sosial.

Referensi

Dokumen terkait

menyimpulkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan. depresi pada

Hubungan antara perilaku coping dan dukungan sosial dengan kecemasan pada ibu hamil anak pertama.. Jakarta:

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP LANJUT USIA DI DESA KEMBANG KUNING CEPOGO

penulisan skripsi ini dengan judul “ HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN KESEPIAN PADA LANJUT USIA di PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA GAU MABAJI

DUKUNGAN SOSIAL (SOCIAL SUPPORT) MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN USAHA KESEJAHTERAAN SOSIAL BAGI LANJUT USIA DI KELURAHAN DAGO KECAMATAN COBLONG KOTA

Faktor penting yang dapat mempengaruhi kemampuan resiliensi penyandang disabilitas adalah dukungan sosial dan penerimaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui

Intan menyatakan bahwa perlunya dukungan sosial dalam menghadapi semester akhir hal yang tentunya sangat diperlukan dalam penyelesaian persiapan sebagai mahasiswa semester akhir yaitu

Pada penelitian ini dukungan sosial pasien kemoterapi di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Panti Nirmala mayoritas responden mengatakan bahwa dukungan sosial yang dialami dari tenaga medis,