• Tidak ada hasil yang ditemukan

AQLI Lembaga Penelitian dan Penulisan Ilmiah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "AQLI Lembaga Penelitian dan Penulisan Ilmiah"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

ISSN: 2597-4726

AQLI

Lembaga Penelitian dan Penulisan Ilmiah

Jurnal Riset Sains Manajemen

Volume 2, Nomor 1, 2018

Novita Sari, Hery Syahrial

Pengaruh citra merek dan keputusan pembelian terhadap loyalitas merek konsumen sepeda motor

Hal. 23-30

DOI: 10.5281/zenodo.1320746

Informasi Artikel

Cara sitasi

Sari, N., & Syahrial, H. (2018). Pengaruh citra merek dan keputusan pembelian terhadap

loyalitas merek konsumen sepeda motor. Jurnal Riset Sains Manajemen, 2(1), 23-30.

Retrieved from http: http://ejurnal.id/index.php/jsm/article/view/171 Atau,

Sari, N., & Syahrial, H. (2018). Pengaruh citra merek dan keputusan pembelian terhadap

loyalitas merek konsumen sepeda motor. Jurnal Riset Sains Manajemen, 2(1), 23-30. DOI:

10.5281/zenodo.1320746

Tautan permanen ke dokumen ini

(2)

© LPPI AQLI

Jurnal Riset Sains Manajemen

Vol. 2 No. 1 Hlm. 23-30

PENGARUH CITRA MEREK DAN KEPUTUSAN PEMBELIAN

TERHADAP LOYALITAS MEREK KONSUMEN SEPEDA MOTOR

Novita Sari

Program Studi Manajemen, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara E-mail: [email protected]

Hery Syahrial

Program Studi Manajemen, Universitas Medan Area E-mail: [email protected]

ABSTRACT

Purposes The purpose of this study is to analyze the influence of brand image on purchasing decisions; the influence of the brand image on brand loyalty; the influence of purchasing decisions on brand loyalty; and the effect of brand image on brand loyalty through purchasing decisions.

Methods The approach of this research is correlational research and using 61 respondents from the questionnaire. Path analysis aims to trace the influence (either directly or indirectly) independent (independent) variable to the dependent variable

Findings First, brand image has a positive and significant influence on purchasing decisions. Second, brand image has a positive, but insignificant effect on brand loyalty. Third, purchasing decisions have a positive and significant impact on brand loyalty. Fourth, the brand image of brand loyalty is mediated by the purchase decision.

Keywords Brand image, purchasing decisions, brand loyalty

PENDAHULUAN

Pebisnis memerlukan konsumen yang loyal pada merek agar pebisnis dapat bertahan hidup. Konsumen yang memiliki komitmen yang kuat untuk membeli suatu merek secara konsisten di masa yang akan datang berarti termasuk konsumen yang loyal terhadap suatu merek atau dikenal dengan istilah loyalitas merek.

Loyalitas merek (brand loyalty) adalah suatu kondisi dimana konsumen memiliki sikap yang

positif terhadap merek, memiliki komitmen terhadap merek, dan memiliki kecenderungan untuk meneruskan pembeliannya di masa yang akan datang (Bastian, 2014). Dalam pandangan yang lain loyalitas merek memiliki arti sebagai bentuk perilaku pelanggan yang loyal terhadap merek dan tidak akan berganti merek (Astuti & Cahyadi, 2007).

Seorang pelanggan perlu setia terhadap mereknya, sebab pelanggan yang loyal pada umumnya akan melanjutkan pembelian merek tersebut meski dihadapkan pada banyak alternatif merek pesaing yang menawarkan karakteristik produk yang lebih unggul (Yudianto, 2010). Perusahaan yang memiliki pelanggan setia akan memberikan banyak

(3)

24

JRSM

© LPPI AQLI Jurnal Riset Sains Manajemen Vol. 2 No. 1 Hlm. 23-30

manfaat bagi perusahaan, termasuk pembelian berulang dan dapat mengurangi biaya pemasaran (Tjahyadi, 2006).

Loyalitas merek di dalam penelitian ini adalah mengkaji loyalitas merek produk sepeda motor merek Honda. Fakta-fakta di lapangan memperlihatkan bahwa permasalahan-permasalahan loyalitas merek untuk sepeda motor merek Honda adalah masih adanya serangan-serangan dari kompetitor produk sepeda motor merek lain karena produk sepeda motor merek Honda memiliki kekurangan seperti design produk yang kurang oke,

meskipun spare part mudah ditemukan tetapi harga spare part nya cukup mahal, dan

sepeda motor Honda kurang dalam kecepatan (hasil pengamatan). Dalam penelitian-penelitian juga ditemukan permasalahan loyalitas merek produk sepeda motor merek Honda, antara lain jika sebelumnya konsumen selalu memilih Honda sebagai merek yang pilihan maka hal tersebut tidak berlaku mutlak. Sepeda motor merek Yamaha mulai menjadi pesaing yang mampu mengimbangi dominasi Honda (Rizan & Arrasyid, 2008). Penelitian lainnya juga menginformasikan tentang masalah loyalitas merek sepeda motor merek Honda adalah karena faktor promosi yang kurang efektif dan harga yang lebih mahal dibandingkan harga yang ditawarkan pesaing (Yusup, 2011)

Loyalitas merek bisa tinggi atau rendah karena dipengaruhi oleh berbagai faktor. Jika dilihat dari penelitian-penelitian terdahulu, faktor-faktor loyalitas merek diantaranya adalah: Kepercayaan merek (Bastian, 2014) karakteristik merek (Tjahyadi, 2006) kepuasan konsumen (Luthfi & Ishak, 2011). Namun demikian, di dalam penelitian ini diantara sekian banyak faktor tersebut di atas, hanya 2 faktor saja yang penulis pilih untuk dikaji di dalam penelitian ini yakni kepercayaan merek dan kepuasan konsumen.

Berdasarkan alasan-alasan yang telah penulis kemukakan sebelum ini, maka penelitian ini bertujuan untuk mengkaji empat hal: pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian; pengaruh citra merek terhadap loyalitas merek; pengaruh keputusan pembelian terhadap loyalitas merek; dan pengaruh citra merek terhadap loyalitas merek melalui keputusan pembelian.

KAJIAN LITERATUR

Loyalitas merek adalah ukuran dari kesetiaan konsumen terhadap suatu merek (Rangkuti, 2002). Defenisi lain dari nilai loyalitas merek adalah suatu ukuran keterkaitan pelanggan kepada sebuah merek (Durianto, Sugiarto, & Sitinjak, 2004). Loyalitas merek juga bermakna yang menjadi ukuran seberapa besar kemungkinan pelanggan akan pindah ke merek lain-unsur ini terkait dengan perolehan laba pembelian dari pelanggan (Ambadar, Abidin, & Isa, 2007).

Loyalitas merek diukur dari indikator-indikator perilaku tindakan, pengukuran pada biaya pengganti, pengukuran pada kepuasan, pengukuran pada kesukaan terhadap suatu merek (Bastian, 2014). Indikator lain dari loyalitas merek adalah merek kesukaan, mengukur kepuasan, komitmen, memberikan rekomendasi (Junaidi & Dharmmesta, 2002).

(4)

© LPPI AQLI

Jurnal Riset Sains Manajemen

Vol. 2 No. 1 Hlm. 23-30

Loyalitas merek dipengaruhi oleh banyak faktor. Dalam penelitian-penelitian terdahulu, terlihat bahwa yang menjadi faktor loyalitas merek antara lain citra merek dan kepercayaan merek (Bastian, 2014) karakteristik merek dan karakteristik perusahaan (Tjahyadi, 2006) keputusan pembelian (Tjahjaningsih & Yuliani, 2009). Namun demikian, di dalam penelitian ini hanya dua faktor loyalitas merek yang dikaji, yakni faktor “citra merek” (Bastian, 2014) dan faktor “keputusan pembelian” (Tjahjaningsih & Yuliani, 2009).

Pertama, keputusan pembelian. Keputusan pembelian adalah tahap proses keputusan pembelian oleh konsumen dimana konsumen secara aktual melakukan pembelian (Hariadi, 2012). Definisi lain dari nilai keputusan pembelian adalah suatu proses pemilihan salah satu dari beberapa alternatif penyelesaian masalah yang dikumpulkan oleh seorang konsumen dan mewujudkannya dengan tindak lanjut yang nyata (Dessyana, 2013). Keputusan pembelian diukur dari indikator-indikator pengambil inisiatif, orang yang mempengaruhi, pembuat keputusan, pembeli, pemakai (Bowo, Hoyyi, & Mukid, 2013). Indikator lain dari keputusan pembelian adalah pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, perilaku setelah pembelian (Fristiana, 2002). Penelitian-penelitian terdahulu banyak mengkaji bagaimana kaitan keputusan pembelian dengan loyalitas merek. Dari kesimpulan penelitian mereka terlihat bahwa keputusan pembelian “berpengaruh” terhadap loyalitas merek (Pramudyo, 2012). Tetapi ada juga kesimpulan penelitian yang menunjukkan bahwa keputusan pembelian “tidak berpengaruh” terhadap loyalitas merek (Bastian, 2014). Namun demikian, penulis berasumsi bahwa keputusan pembelian berpengaruh terhadap loyalitas merek.

Kedua, citra merek. Citra merek adalah persepsi tentang sebuah merek seperti ditunjukkan oleh asosiasi merek yang dimiliki dalam ingatan konsumen (Pramudyo, 2012). Definisi lain dari citra merek adalah representasi dari keseluruhan persepsi terhadap merek dan dibentuk dari informasi dan pengalaman masa lalu terhadap merek itu (Evalina, Waloejo, & Listyorini, 2012). Citra merek diukur dari indikator-indikator atribut, manfaat, nilai, budaya, kepribadian, pemakai (Rangkuti, 2002). Indikator lain dari citra merek adalah citra perusahaan, citra pemakai, citra produk (Pramudyo, 2012).

Penelitian-penelitian terdahulu yang mengkaji kaitan citra merek dengan loyalitas merek menyimpulkan bahwa citra merek “berpengaruh” terhadap loyalitas merek (Bastian, 2014). Tetapi ada juga kesimpulan penelitian yang menunjukkan bahwa citra merek “tidak berpengaruh” terhadap loyalitas merek (Lasander, 2013). Penulis berasumsi bahwa citra merek berpengaruh terhadap loyalitas merek.

Selain itu, penelitian-penelitian terdahulu juga banyak mengkaji bagaimana kaitan citra merek dengan keputusan pembelian. Dari kesimpulan penelitian mereka terlihat bahwa citra merek “berpengaruh” terhadap keputusan pembelian (Evalina, Waloejo, & Listyorini, 2012). Tetapi ada juga kesimpulan penelitian yang menunjukkan bahwa citra merek “tidak berpengaruh” terhadap keputusan pembelian (Wahyuni, 2008). Namun demikian, penulis berasumsi bahwa citra merek berpengaruh terhadap keputusan pembelian.

(5)

26

JRSM

© LPPI AQLI Jurnal Riset Sains Manajemen Vol. 2 No. 1 Hlm. 23-30 METODE PENELITIAN

Pendekatan penelitian ini tergolong kepada pendekatan penelitian kuantitatif, yakni penelitian korelasional. Penelitian kuantitatif adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pendekatan-pendekatan yang dikembangkan dalam ilmu pengetahuan alam, dan kini digunakan secara luas dalam penelitian ilmu sosial (Stokes, 2003). Sementara itu, penelitian korelasional dapat didefenisikan sebagai proses investigasi sistematik untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih (Danim, 2002). Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan, sejak September 2017 sampai dengan November 2017. Objek yang menjadi perhatian di dalam penelitian ini adalah para konsumen sepeda motor merek X.

Untuk mengukur variabel-variabel di dalam penelitian ini digunakan ukuran/indikator sebagai berikut: (1) Citra merek, indikatornya adalah citra perusahaan, citra pemakai, citra produk (Pramudyo, 2012); (2) Keputusan pembelian, indikatornya adalah pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, perilaku setelah pembelian (Fristiana, 2002); (3) Loyalitas merek, indikatornya adalah merek kesukaan, mengukur kepuasan, komitmen, memberikan rekomendasi (Junaidi & Dharmmesta, 2002). Sampel penelitian ini adalah sebanyak 61 orang responden dengan pengambilan sampel

menggunakan teknik probability sampling, yakni accidental sampling. Probability sampling

adalah teknik pengambilan sampel dimana seluruh anggota/elemen populasi memiliki

peluang (probability) yang sama untuk dijadikan sebagai sampel (Juliandi, Irfan, &

Manurung, 2014). Sedangkan accidental sampling adalah pengambilan sampel yang

dilakukan secara subjektif oleh peneliti ditinjau dari sudut kemudahan, tempat pengambilan sampel, dan jumlah sampel yang akan diambil (Budiarto, 2001).

Teknik pengumpulan data di dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, terdiri dari 10 butir pertanyaan (citra merek); 9 butir pertanyaan (keputusan pembelian); dan 10 butir

pertanyaan (loyalitas merek) menggunakan skala bertingkat (rating scale) (Yusuf, 2015).

Sementara itu, penelitian ini juga menggunakan teknik analisis jalur (path analysis) yang

berguna untuk mengkaji pengaruh (baik langsung maupun tidak langsung) variabel bebas (independen) terhadap variabel tergantung (dependen) (Wicaksono, 2006).

HASIL DAN DISKUSI Hasil

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh langsung dan tak langsung variabel-variabel yang terdapat di dalam di dalam penelitian ini, antara lain: (1) Pengaruh langsung citra merek terhadap keputusan pembelian; (2) Pengaruh langsung citra merek terhadap loyalitas merek; (3) Pengaruh langsung keputusan pembelian terhadap loyalitas merek; (4) Pengaruh tidak langsung citra merek terhadap loyalitas merek melalui keputusan pembelian.

(6)

© LPPI AQLI

Jurnal Riset Sains Manajemen

Vol. 2 No. 1 Hlm. 23-30

Hasil pengolahan data penelitian menghasilkan nilai-nilai koefisien dan probabilitas seperti terdapat di dalam Gambar 1.

Gambar 1. Koefisien dan probabilitas

Nilai-nilai dalam gambar 1 memperlihatkan kesimpulan dari pengaruh langsung sebagai berikut: (1) Pengaruh langsung citra merek terhadap keputusan pembelian adalah positif (0,833) dan signifikan (0,000<0,05); (2) Pengaruh langsung citra merek terhadap loyalitas merek menghasilkan nilai positif (0,066) dan tidak signifikan(0,715>0,05); (3) Pengaruh langsung keputusan pembelian terhadap loyalitas merek terlihat positif (0,170) dan signifikan (0,000<0,05).

Sementara itu, dilihat dari pengaruh tidak langsung citra merek terhadap loyalitas merek melalui keputusan pembelian nilai koefisiennya adalah sebesar 0,59143 [diperoleh dari

perkalian koefisien p1 (0,833) dan p3 (0,710)]. Nilai tersebut lebih besar dari pengaruh

langsung p2 (0,066). Dengan demikian penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan yang

terjadi adalah pengaruh tidak langsung, artinya keputusan pembelian memang menjadi variabel mediator (intervening) yang mengantarai citra merek dan loyalitas merek.

Diskusi

Ada empat hal yang harus didiskusikan di bagian ini, antara lain; pengaruh citra merek

terhadap keputusan pembelian; pengaruh citra merek terhadap loyalitas merek; pengaruh keputusan pembelian terhadap loyalitas merek; dan pengaruh citra merek terhadap loyalitas merek melalui keputusan pembelian.

Pertama, pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian. Keputusan pembelian seseorang terhadap suatu produk dipengaruhi oleh banyak faktor. Tiap individu mempunyai keinginan dan selera yang berbeda-beda. Citra merek merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap keputusan pembelian (Evalina, Waloejo, & Listyorini, 2012). Dari hasil penelitian yang penulis lakukan kali ini menunjukkan bagaimana citra merek seperti itu dapat berperan dalam proses keputusan pembelian. Hasilnya menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara variabel citra merek dengan variabel keputusan pembelian. Ini artinya dengan adanya citra merek memberikan hal yang positif bagi pembeli yaitu bermanfaat untuk menciptakan mutu dan menjadi salah satu faktor atau pertimbangan dalam melakukan keputusan pembelian. Relevan dengan hal tersebut,

Citra Merek Loyalitas Merek

Keputusan Pembelian p1=0,833 Sig=0,000 p2=0,066 Sig=0,715 p3=0,710 Sig=0,000 1 2

(7)

28

JRSM

© LPPI AQLI Jurnal Riset Sains Manajemen Vol. 2 No. 1 Hlm. 23-30

hasil penelitian ini terlihat sejalan dengan beberapa teori dan penelitian sebelumnya seperti telah dikaji dalam kajian pustaka, antara lain bahwa citra merek mempunyai hubungan yang cukup berarti untuk menciptakan keputusan pembelian (Evalina, Waloejo, & Listyorini, 2012).

Kedua, pengaruh citra merek terhadap loyalitas merek. Dari hasil pengujian hipotesis yang dilakukan menunjukkan pengaruh positif namun tidak signifikan antara variabel citra merek terhadap variabel loyalitas merek. Hal yang positif tersebut menunjukkan bahwa citra merek berarti bisa meningkatkan loyalitas merek. Namun hasil yang tidak signifikan seperti itu berarti bahwa citra merek tidak terlalu besar dalam menciptakan loyalitas merek. Dengan kata lain, citra merek penting dalam meningkatkan loyalitas merek, tetapi tidak terlalu berpengaruh. Dengan demikian, hasil penelitian ini tidak terlihat sejalan dengan penelitian sebelumnya, yang menyatakan bahwa citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas merek (Bastian, 2014). Hasil penelitian ini juga tidak sejalan dengan kajian yang menunjukkan bahwa citra merek memberikan pengaruh negatif terhadap loyalitas merek (Lasander, 2013).

Ketiga, pengaruh keputusan pembelian terhadap loyalitas merek. Dari hasil pengujian hipotesis menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel keputusan pembelian terhadap loyalitas merek. Ini artinya keputusan pembelian yang didapatkan pada citra merek yang dilakukan dengan baik akan memberikan cukup citra yang dibutuhkan untuk mencapai loyalitas merek yang tinggi. Oleh karena itu, kesimpulan tersebut relevan dengan kajian yang menyatakan bahwa keputusan pembelian berpengaruh signifikan terhadap loyalitas merek (Pramudyo, 2012) dan bertentangan kesimpulan penelitian yang menunjukkan bahwa keputusan pembelian “tidak berpengaruh” terhadap loyalitas merek (Bastian, 2014).

Keempat, pengaruh citra merek terhadap loyalitas merek yang dimediasi oleh keputusan pembelian. Hasil penelitian dalam sub-judul sebelumnya memperlihatkan bahwa keputusan pembelian merupakan variabel intervening (mediator) yang mengantarai hubungan citra merek dan loyalitas merek. Ini berarti bahwa citra merek akan dapat mempengaruhi tingginya loyalitas merek. Namun sebelum terbentuk loyalitas merek yang tinggi diperlukan keputusan pembelian yang baik pula. Temuan dalam penelitian ini seperti dijelaskan di atas cukup mendukung konsep yang menyatakan bahwa keputusan pembelian terbentuk pertama sebelum terbentuk loyalitas merek (Pramudyo, 2012), jadi bukan langsung dari citra merek kepada loyalitas merek. Dengan adanya citra merek maka keputusan pembelian akan terbentuk.

PENUTUP

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikemukakan sebelumnya, penelitian ini memiliki beberapa kesimpulan, antara lain: (1) Pengaruh langsung citra merek terhadap keputusan pembelian adalah positif dan signifikan; (2) Pengaruh langsung citra merek terhadap loyalitas merek menghasilkan nilai positif dan tidak signifikan; (3) Pengaruh langsung keputusan pembelian terhadap loyalitas positif dan signifikan; (4) keputusan pembelian

(8)

© LPPI AQLI

Jurnal Riset Sains Manajemen

Vol. 2 No. 1 Hlm. 23-30

merupakan variabel mediator (intervening) yang mengantarai citra merek dan loyalitas merek.

Berdasarkan hasil penelitian ini maka diharapkan produsen sepeda motor mampu menjaga pelanggannya agar tetap setia dan mendapatkan pelanggan baru dari hasil rekomendasi pelanggan lama, salah satu caranya adalah mengasosiasikan merek dengan hal-hal yang menarik dan mudah diingat pelanggan dan tetap menjaga dan meningkatkan kualitas produk.

REFERENSI

Ambadar, J., Abidin, M., & Isa, Y. (2007). Mengelola merek. Jakarta: Yayasan Bina Karsa

Mandiri.

Astuti, S. W., & Cahyadi, I. G. (2007). Pengaruh elemen ekuitas merek terhadap rasa percaya diri pelanggan di Surabaya atas keputusan pembelian Sepeda Motor Honda.

Ekonomi dan Bisnis Airlangga, 1 (1), 145-156.

Bastian, D. A. (2014). Analisis pengaruh citra merek (brand image) dan kepercayaan merek (brand trust) terhadap loyalitas merek (brand loyalty) ADES PT. Ades Alfindo Putra

Setia. Manajemen Pemasaran, 2 (1), 1-9.

Bowo, K. A., Hoyyi, A., & Mukid, M. A. (2013). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian dan kepuasan konsumen pada Notebook merek Acer.

Gaussian, 2 (1), 29-38.

Budiarto, D. E. (2001). Biostatistika untuk kedokteran dan kesehatan masyarakat. Jakarta:

Buku Kedokteran EGC.

Danim, P. D. (2002). Riset keperawatan: Sejarah dan metodologi. Jakarta: Buku Kedokteran

EGC.

Dessyana, C. J. (2013). Store Atmosphere pengaruhnya terhadap keputusan pembelian

konsumen di Texas Chicken Multimart II Manado. Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis

dan Akuntansi, 1 (3), 844-852.

Durianto, D., Sugiarto, & Sitinjak, T. (2004). Strategi menaklukan pasar melalui riset ekuitas

dan perilaku merek. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Evalina, N., Waloejo, H. D., & Listyorini, S. (2012). Pengaruh citra merek, kualitas produk, harga, dan promosi terhadap keputusan pembelian kartu perdana Telkomflexi.

Diponegoro Journal of Social and Politic, 1 (2), 1-11.

Fristiana, D. A. (2002). Pengaruh citra merek dan harga terhadap keputusan pembelian

pada Ramai Swalayan Peterongan Semarang. Ilmu Administrasi Bisnis, 1 (1), 1-9.

Hariadi, D. (2012). Pengaruh produk, harga, promosi, dan distribusi terhadap keputusan

pembelian konsumen pada produk Projector Microvision. Ilmu & Riset Manajemen,

1 (8), 1-21.

Juliandi, A., Irfan, & Manurung, S. (2014). Metodologi penelitian bisnis: Konsep dan aplikasi.

Medan: Umsu Press.

Junaidi, S., & Dharmmesta, B. S. (2002). Pengaruh ketidakpuasan konsumen, karakteristik kategori produk, dan kebutuhan mencari variasi terhadap keputusan perpindahan

(9)

30

JRSM

© LPPI AQLI Jurnal Riset Sains Manajemen Vol. 2 No. 1 Hlm. 23-30

Lasander, C. (2013). Citra merek, kualitas produk, dan promosi pengaruhnya terhadap

kepuasan konsumen pada makanan tradisional. Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis

dan Akuntansi, 1 (3), 284-293.

Luthfi, Z., & Ishak, A. (2011). Pengaruh kepuasan dan kepercayaan konsumen terhadap

loyalitas: Studi tentang peran mediasi switching costs. Siasat Bisnis, 15 (1), 55-66.

Pramudyo, A. (2012). Pengaruh citra merek terhadap loyalitas melalui kepuasan sebagai

intervening. Manajemen Administrasi, 1 (1), 1-16.

Rangkuti, F. (2002). The power of brands: Teknik mengelola brand equity dan strategi

pengembangan merek. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Rizan, M., & Arrasyid, H. (2008). Analisis asosiasi merek, nilai produk, dan kualitas pelayanan, serta pengaruhnya terhadap kepuasan & loyalitas konsumen Sepeda

Motor di Bekasi. Siasat Bisnis, 12 (2), 129-147.

Stokes, J. (2003). How to do media and cultural studies: Panduan untuk melaksanakan

penelitian dalam kajian media dan budaya. Yogyakarta: Bentang Pustaka.

Tjahjaningsih, E., & Yuliani, M. (2009). Analisis kualitas produk dan citra merek dalam mempengaruhi keputusan pembelian dan dampaknya terhadap loyalitas merek HP

Nokia. Telaah Manajemen, 6 (2), 104-118.

Tjahyadi, R. A. (2006). Brand trust dalam konteks loyalitas merek: Peran karakteristik

merek, karakteristik perusahaan & karakteristik hubungan pelanggan-merek. Jurnal

Manajemen, 6 (1), 65-78.

Wahyuni, D. U. (2008). Pengaruh motivasi, persepsi, dan sikap konsumen terhadap

keputusan pembelian sepeda motor Honda di kawasan Surabaya Barat. Manajemen

dan Kewirausahaan, 10 (1), 30-37.

Wicaksono, Y. (2006). Seri solusi bisnis berbasis TI: Aplikasi Excel dalam menganalisis data.

Jakarta: Elex Media Komputindo.

Yudianto, Y. (2010). Pengaruh brand community terhadap loyalitas merek Sepeda Motor

Yamaha. Manajemen Pemasaran, 1 (2), 38-45.

Yusuf, P. D. (2015). Asesmen dan evaluasi pendidikan: Pilar penyedia informasi dan

kegiatan pengendalian mutu pendidikan. Jakarta: Kencana.

Yusup, M. (2011). Analisis pengaruh promosi, harga, kualitas produk, dan layanan purna

jual terhadap keputusan pembelian Sepeda Motor Honda. Manajemen Pemasaran,

Gambar

Gambar 1. Koefisien dan probabilitas

Referensi

Dokumen terkait

Kedua hasil pengujian parsial di atas menunjukkan bahwa baik faktor kelas sosial maupun keluarga sama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian

Pengaruh yang signifikan tersebut menunjukkan bahwa dengan adanya perubahan atau peningkatan dari kemampuan kerja para perawat maka kinerja perawat pada Rumah

Secara umum, hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel pemberian mata kuliah kewirausahaan (X1) dan Pelatihan usaha kreatif (X2) berpengaruh positif

Karena nilai signifikan lebih kecil dari 0,05, maka Ha diterima yang berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kredit macet terhadap penyisihan kerugian

Berdasarkan penjelasan dan uraian sebagaimana yang telah dijelaskan penulis pada bagian di atas, dengan menyajikan judul artikel seperti tersebut, hal ini dapat menggugah

Berdasarkan beberapa teori di atas maka dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah dapat disamakan dengan hasil kerja dari seseorang pegawai untuk mencapai kinerja

Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (action research) untuk menelaah prestasi belajar mahasiswa dalam mata kuliah akuntansi perbankan

Berdasarkan temuan penelitian ini dapat dilihat bahwa dari hubungan secara parsial atau individual, satu hipotesis ditolak karena tidak sesuai dengan konsep ilmiah khususnya