PotensidanPeluangInvestasiDaerah PotentialandLocalInvestmentOpportunities Tahun/Year2015

44 

Teks penuh

(1)

Invest in

remarkable

BADAN KOORDINASI

PENANAMAN MODAL ICOORDINDONESINATIA INVESTMENT NG BOARD Direktorat Pengembangan Potensi Daerah Directorate Of Regional Potential Development

Potensi dan Peluang Investasi Daerah

Tahun/Year 2015

Potential and Local Investment Opportunities

(2)

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

1

RINGKASAN EKSEKUTIF PELUANG INVESTASI DI KABUPATEN

HALMAHERA BARAT: INDUSTRI PENGOLAHAN TEPUNG SINGKONG

EXECUTIVE SUMMARY

INVESTMENT OPPORTUNITY IN WEST HALMAHERA: CASSAVA FLOUR

PROCESSING INDUSTRY

Kabupaten Halmahera Barat merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Maluku Utara. Terletak antara 0° 48’ sampai 1° 48’ lintang utara dan antara 127° 16’ 00” bujur timur sampai 127° 16’ 01” bujur timur. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Halmahera Utara di sebelah utara, Kabupaten Halmahera Utara di sebelah Timur, Kota Tidore Kepulauan di sebelah selatan, Laut Maluku di sebelah barat. Luas wilayah Kabupaten Halmahera Barat sebesar 2.361,56 km² Kabupaten Halmahera Barat memiliki topografi didominasi oleh tanah curam yaitu mencapai 61,98% (kelas lereng >40°), tanah agak curam dimana mencapai 26,19% (kelas lereng 15° - 40°), tanah landai dimana mencapai 10,39% (kelas lereng 3° - 15°), dan tanah datar dimana mencapai 1,43% (kelas lereng <3°). Kabupaten Halmahera Barat memiliki Ketinggian dari permukaan laut, antara 6 m diatas permukaan laut sampai dengan 108 m diatas permukaan laut. Daerah terendah adalah Kecamatan Jailolo Selatan dan Kecamatan Jailolo Timur, sedangkan daerah tertinggi adalah Kecamatan Tabaru yaitu 108 m diatas permukaan laut.

West Halmahera is one of the regency in Maluku. It is located in 0°48’-1°48’ North Latitude and 127°16’00”-127°16’01” East Longitudes. West Halmahera bordered by North Halmahera in the North and in the East, Tidore City Island in the South, and Maluku Sea in the West. Total are of West Halmahera is 2,361.56 km². The topography in West Halmahera is dominated by steep ground, reaching 61.98% (grade slope> 40 °), 26.19% (grade slopes of 15° - 40°) of ground rather steep, 10.39% (class slopes 3° - 15 °) of ramp, and 1.43% (grade slopes <3°) of flatland. The height of West Halmahera is 6-108 meters above sea level. The lowest area in West Halmahera is South Jailolo Distric and East Jailolo District, whereas the highest area is in Tabaru District with 108 m above sea level.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Halmahera Barat selama tahun 2013 tercatat hari hujan sebanyak 215 hari dengan intensitas terendah 43 mm sampai dengan tertinggi 478 mm. Hari hujan terbanyak terjadi pada bulan Juli sebanyak 23 hari dan untuk hari hujan terendah sebanyak 9 hari dengan curah hujan 43 mm pada bulan September. Kecepatan angin maksimum sebesar 38 knot yang terjadi pada bulan Januari dan minimum sebesar 12 knot pada bulan April.

According to data from Center Bureau of Statistics (BPS) of West Halmahera in 2013, the rainfalls in West Halmahera were 215 days with the intensity at 43 mm up to 478 mm. The highest rainy days was in Juli with 23 days and the lowest rainy days as much as 9 days with the rainfalls of 43 mm occurred in September. The maximum wind speed of 38 knots that occured in January and a minimum of 12 knots in April.

Peluang Investasi Industri Pengolahan tanaman

pangan ketela dan singkong di Kabupaten

Halmahera Barat sangat besar. Ubi kayu atau

ketela menjadi andalan Pertanian Tanaman

Pangan di Kabupaten Halmahera Barat.

Kabupaten Halmahera Barat ini juga termasuk daerah penyuplai pangan di Provinsi Maluku Utara. Tahun 2013, luas panen ubi kayu di Kabupaten Halmahera Barat mencapai 949 ha dengan produksi sebesar 75.920 ton dan untuk

Cassava Processing Industry Investment Opportunities of Yam and Cassava in West Halmahera is very huge. Yam or cassava becomes a mainstay of Agriculture in West Halmahera. West Halmahera also includes areas of food supplies in North Maluku. In 2013, the harvested area of cassava in West Halmahera reached 949 hectares with a production of 75,920 tons and the average production of 80 tons / ha.

(3)

2015

Ringkasan Eksekutif / Executive Summary

2

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

rata-rata produksi 80 ton/ha.

Oleh karena itu, peluang investasi yang ditawarkan di Kabupaten Halmahera Barat adalah Industri Pengolahan Tepung Singkong. Hal ini sejalan dengan kontribusi sektor pertanian yang mendominasi perekonomian di Kabupaten Halmahera Barat. Besarnya kontribusi sektor primer yang didominasi oleh sektor pertanian memberikan andil hingga mencapai 10,75% dari total PDRB Kabupaten Halmahera Barat pada tahun 2013. Hal ini menunjukkan perekonomian Kabupaten Halmahera Barat sangat tergantung terhadap sektor primer khususnya sektor pertanian.

Therefore, the investment opportunities offered in West Halmahera is Cassava Flour Processing Industry. This is in line with the contribution of the agricultural sector which dominates the economy in West Halmahera. The amount of contribution of the primary sector which is dominated by the agricultural sector contributes up to 10.75% of total GDRP of West Halmahera in 2013. This indicates that the economy of West Halmahera is dependent on the primary sector, especially agriculture.

Kebutuhan dana investasi untuk mengembangkan Industri Pengolahan Tepung Singkong di Kabupaten Halmahera Barat diperkirakan lebih dari Rp.. 18 milyar, dengan nilai Internal rate of Return (IRR) sekitar 28,7% yang lebih besar dari suku bunga 18% per-tahun, dan Payback Period selama sekitar 2 tahun 1 bulan.

Investment fund for developing Cassava Flour Processing Industry in West Halmahera is estimated at more than Rp. 18 billion, with an Internal Rate of Return (IRR) of approximately 28.7% bigger than the interest rate of 18% per year, and the Payback Period for about 2 years and 1 month.

(4)

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

3

1. GAMBARAN WILAYAH 1. DESCRIPTION AREA

1.1. Aspek Geografi Dan Administrasi 1.1. The Aspect Of Geographic And Administrative

Kabupaten Halmahera Barat merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Maluku Utara. Terletak antara 0° 48’ sampai 1° 48’ lintang utara dan antara 127° 16’ 00” sampai 127° 16’ 01” bujur timur. Secara Administratif kabupaten ini berbatasan dengan:

West Halmahera is one of the regency in Maluku. It is located in 0°48’-1°48’ North Latitude and

127°16’00”-127°16’01” East Longitudes.

Administratively, the regency is bordered by:

 Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten

Halmahera Utara,

 Sebelah Timur berbatasan dengan

Kabupaten Halmahera Utara,

 Sebelah selatan berbatasan dengan Kota

Tidore Kepulauan, dan

 Sebelah Barat berbatasan dengan Laut

Maluku.

North Halmahera in north,

North Halmahera in east,

Tidore City Island in south, and

Maluku Sea in west

Kabupaten Halmahera Barat memiliki luas sebesar 2.361,56 km² terdiri dari 9 Kecamatan dan 146 Desa. Adapun dari 9 Kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Jailolo, Kecamatan Jailolo Selatan, Kecamatan Jailolo Timur, Kecamatan Sahu, Kecamatan Sahu Timur, Kecamatan Ibu, Kecamatan Ibu Selatan, Kecamatan Tabaru, dan Kecamatan Loloda. Dari 9 Kecamatan tersebut, Kecamatan Loloda memiliki wilayah yang terluas yaitu 614,01 km². Untuk Kecamatan dengan luas wilayah terkecil yaitu Kecamatan Ibu dengan luas wilayah 109,82 km²

West Halmahera has an area of 2,361.56 km² consists of 9 sub-districts and 146 villages. As for the 9 Sub-districts are Jailolo, South Jailolo, East Jailolo, Sahu, East Sahu, Ibu, South Ibu, Tabaru, and Loloda. Of the 9 Sub-districts, Loloda has the widest area of 614.01 km². And the smallest area is Ibu with an area of 109.82 km².

Gambar 1.1 Luas Wilayah Per Kecamatan di Kabupaten Halmahera Barat

(5)

2015

Ringkasan Eksekutif / Executive Summary

4

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

Gambar 1.2 Peta Administrasi Kabupaten Halmahera Barat

(6)

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

5

1.2. Topografi 1.2. Topography

Wilayah Kabupaten Halmahera Barat didominasi oleh tanah curam yaitu mencapai 61,98% (kelas lereng >40°), tanah agak curam dimana mencapai 26,19% (kelas lereng 15°-40°), tanah landai mencapai 10,39% (kelas lereng 3°-15°), dan tanah datar mencapai 1,43% (kelas lereng < 3°).

West Halmahera is dominated by steep ground, reaching 61.98% (grade slope> 40°), 26.19%

(grade slopes of 15°-40°) of ground rather steep, 10.39% (class slopes 3°-15°) of ramp, and 1.43% (class slopes < 3°) of flatland.

Ketinggian dari permukaan laut di Kabupaten Halmahera Barat antara 6 meter sampai dengan 108 meter diatas permukaan laut. Daerah terendah adalah Kecamatan Jailolo Selatan dan Kecamatan Jailolo Timur, sedangkan daerah tertinggi adalah Kecamatan Tabaru yaitu 108 meter diatas permukaan laut.

The height of West Halmahera is 6-108 meters above sea level. The lowest area in West Halmahera is South Jailolo and East Jailolo Sub-district, whereas the highest area is in Tabaru with 108 meters above sea level.

Tabel 1.1 Topografi Wilayah Menurut Kemiringan di Kabupaten Halmahera Barat

Table 1.1 Topographic Spread based on Slopes in West Halmahera

Topografi /

Topography

Kelas Lereng /

Slopes (%)

Luas/ Area

(ha) Persen / Percent (%)

Datar / Flat 0-2 35.248 17,43

Landai/ Sloping 2-5 9.897 4,89

Bergelombang/ Wavy 5-15 44.679 22,09

Berbukit/ Hilly 15-40 100.398 49,65

Bergunung/ Montane >40 12.008 5,94

Sumber: Hasil Perhitungan Peta Bappeda Halmahera Barat, 2013 Source: Bappeda Map Calculation Result of West Halmahera, 2013

Tabel 1.2 Luas Wilayah dan Ketinggian dari Permukaan Air Laut Menurut Kecamatan di Kabupaten Halmahera Barat

Table 1.2 Total Area and Sea Level Height Based on Sub-districs in West Halmahera

Kecamatan/ Sub-district Luas Area/ Total Area (km²) Ketinggian dari Permukaan Laut/

High from sea level

(m) Jailolo 226,00 13 Jailolo Selatan 147,55 6 Jailolo Timur 281,35 6 Sahu 122,86 7 Sahu Timur 271,00 21 Ibu 109,82 27 Ibu Selatan 368,33 9 Tabaru 220,64 108 Loloda 614,01 28 Halmahera Barat 2.361,56

Sumber: Bappeda, Kabupaten Halmahera Barat, 2013

(7)

2015

Ringkasan Eksekutif / Executive Summary

6

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

1.3. Kondisi Klimatologi 1.3. Climatological Condition

Kabupaten Halmahera Barat Selama Tahun 2013, Stasiun Meteorologi dan Geofisika Babullah Ternate mencatat suhu udara maksimum sebesar 31,0°C, sedangkan suhu udara minimum tercatat sebesar 24,2°C. Kelembaban udara rata-rata selama tahun 2013 adalah sebesar 84,0%, dengan kelembaban maksimum 91,8% dan kelembaban minimum 76,3%. Selama Tahun 2013 juga tercatat hari hujan sebanyak 215 hari dengan intensitas terendah 43 mm sampai dengan tertinggi 478 mm. Hari hujan terbanyak terjadi pada bulan Juli sebanyak 23 hari. Kecepatan angin maksimum sebesar 38 knot yang terjadi pada bulan Januari dan minimum sebesar 12 knot pada bulan April.

Meteorology and Geophysics Station Babullah Ternate recorded in 2013 in West Halmahera maximum air temperature of 31.0° C, while the minimum temperature was at 24.2° C. Average air humidity during the year 2013 amounted to 84.0%, with a maximum humidity of 91.8% and 76.3% of minimum humidity. During 2013, recorded 215 days of rainfalls with the intensity at 43 mm up to 478 mm. The highest rainy days was in Juli with 23 days and the lowest rainy days as much as 9 days with the rainfalls of 43 mm occurred in September. The maximum wind speed of 38 knots that occured in January and a minimum of 12 knots in April.

Gambar 1.3 Jumlah Hari Hujan di Kabupaten Halmahera Barat Tahun 2013

Figure 1.3 Number of Rainy Days in West Halmahera, 2013

Gambar 1.4 Rata-rata Suhu Udara (°C) di Kabupaten Halmahera Barat, 2013

Figure 1.4 Air Temperature Average (°C) in West Halmahera, 2013

Sumber: Kabupaten Halmahera Barat Dalam Angka 2014 Source: West Halmahera In Figures 2014

(8)

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

7

1.4. Kependudukan 1.4. Population

Jumlah penduduk di Kabupaten Halmahera Barat tahun 2013 yaitu 106.791 jiwa dimana dari keseluruhan kecamatan di Kabupaten Halmahera Barat, penduduk terbesar berada pada Kecamatan Jailolo dimana sebanyak 29.288 jiwa, dan untuk jumlah penduduk terkecil terdapat pada Kecamatan Jailolo Timur dimana sebanyak 3.631 jiwa, seperti pada tabel dibawah ini:

In 2013, the total population of West Halmahera is 106,791 inhabitants, the largest population is located in Jailolo with 29,288 inhabitants, and the smallest population is in East Jailolo with 3,631 inhabitants, as the table belows:

Tabel 1.3 Jumlah Penduduk, Kepadatan Penduduk, dan Rasio Jenis Kelamin Di Kabupaten Halmahera Barat

Table 1.3 Total Populations, Density, and Gender Ratio in West Halmahera

No Kecamatan/ Sub-district Jumlah/ Total Kepadatan Penduduk/ Density (jiwa (inhabitants)/km²)

Rasio Jenis Kelamin/

Gender Ratio 1 Jailolo 29.288 130 103 2 Jailolo Selatan 15.041 102 103 3 Jailolo Timur 3.631 13 104 4 Sahu 9.810 80 102 5 Sahu Timur 8.522 31 106 6 Ibu 9.945 91 103 7 Ibu Selatan 10.990 30 106 8 Tabaru 8.267 37 107 9 Loloda 11.297 18 107 Total 106.791 45 104

Sumber: BPS, Kab. Halmahera Barat Dalam Angka 2014 Source: BPS, West Halmahera In Figures 2014

Kepadatan penduduk di Kabupaten Halmahera Barat tahun 2013 mencapai 45 jiwa per km². Untuk seluruh kecamatan di Kabupaten Halmahera Barat, penduduk terpadat berada di Kecamatan Jailolo sebesar 130 jiwa per km². Sedangkan kepadatan penduduk terendah berada di Kecamatan Jailolo Timur sebesar 13 jiwa per km² Rasio jenis kelamin penduduk di Kabupaten Halmahera Barat diatas 100, ini berarti jumlah penduduk laki-laki di Kabupaten Halmahera Barat lebih banyak dari pada jumlah penduduk perempuan.

Population density in West Halmahera is reached 45 inhabitants per km². The densest population is located in Jailolo District of 130 inhabitants per km². While the lowest population density is in East Jailolo of 13 inhabitants per km². The gender ratio in West Halmahera above 100, this means that the total population of male more than the female.

(9)

2015

Ringkasan Eksekutif / Executive Summary

8

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

Sedangkan untuk menurut kelompok umur di Kabupaten Halmahera Barat sebagian besar termasuk dalam usia produktif termasuk dalam usia produktif (15-64 tahun) sebanyak 66.682 jiwa dan selebihnya 35.872 jiwa berusia dibawah 15 tahun dan 4.237 jiwa berusia 65 tahun keatas.

According to age groups, the largely population in West Halmahera is included the productive age (15-64 years) as many as 66,682 inhabitants and the rest 35,872 inhabitants under the age of 15 years and 4,237 inhabitants aged 65 years and older.

Tabel 1.4 Penduduk Menurut Kelompok Umur Dirinci Per Jenis Kelamin di Kabupaten Halmahera Barat 2013

Table 1.4 Populations Based On Age Group of Gender in Halmahera Barat in 2013

Kelompok Umur/ Age Group Laki-Laki/ Male Perempuan/ Female Jumlah/ Total 0 – 4 6.437 6.034 12.471 5 - 9 6.187 5.928 12.115 10 – 14 5.752 5.534 11.286 15 – 19 5.054 4.476 9.530 20 – 24 4.100 3.771 7.871 25 – 29 4.404 4.451 8.855 30 – 34 4.588 4.654 9.242 35 – 39 4.186 4.090 8.276 40 – 44 3.473 3.269 6.742 45 – 49 2.804 2.612 5.416 50 – 54 2.282 2.196 4.478 55 – 59 1.895 1.835 3.730 60 – 64 1.312 1.230 2.542 65 – 69 926 878 1.804 70 – 74 566 600 1.166 75 + 595 672 1.267 Jumlah / Total 54.561 52.230 106.791

Sumber: BPS, Kabupaten Halmahera Barat Dalam Angka 2014 Source: BPS, West Halmahera In Figures 2014

Gambar 1.5 Piramida Penduduk Kabupaten Halmahera Barat, 2013

Figure 1.5 Population Pyramid in West Halmahera, 2013

Sumber: Kabupaten Halmahera Barat Dalam Angka 2014 Source: Halmahera Barat In Figures 2014

(10)

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

9

1.5. Ketenagakerjaan 1.5. Employment

Hasil Survey Angkatan Kerja Nasional untuk Kabupaten Halmahera Barat Jumlah Penduduk berumur 15 tahun keatas yang bekerja tahun 2013 yaitu sebesar 48.247 orang. Dari penduduk yang bekerja tersebut pada sektor pertanian terdapat 36.294 orang, pada sektor industri terdapat 1.740 orang, dan pada sektor jasa terdapat 10.213 orang. Adapun dari data penduduk yang menganggur tahun 2013 berjumlah 628 orang.

The Survey result of National Labor Force for West Halmahera in 2013 showed that 48,247 of aged 15 above worked. The number of population who worked in agricultural sector was 36,294 inhabitants, 1,740 inhabitants worked in industrial sector, and 10,213 inhabitants worked in services sector. The unemployed population in 2013 amounted to 628 inhabitants.

Tabel 1.5 Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas Menurut Jenis Kegiatan Utama dan Jenis Kelamin di Kabupaten Halmahera Barat 2012-2013

Table 1.5 The Population In Age of 15 years Above Based on Primary Activity and Gender

in West Halmahera 2012-2013

Kegiatan Utama/ Primary Activity

Jumlah Penduduk/

Total Population

(15 tahun keatas/

15 years above)

2102 2013

Angkatan Kerja/ Labor Force 52.365 48.875

- Bekerja/ Employe 50.777 48.247

- Menganggur/ Unemployed 1.588 628

Bukan Angkatan Kerja/ Not Labor Force 17.682 19.742

- Sekolah/ School 7.128 6.989

- Mengurus Rumah Tangga/ Household 7.586 9.631

- Lainnya/ Others 2.968 3.122

Jumlah/ Total 70.047 68.617

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)/ Labor Force Participation Rate 74,76 71,23

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)/ Open Unemployement Rate 3,03 1,28

Sumber: Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional 2014 Source: The Survey Result of National Force Labor 2014

(11)

2015

Ringkasan Eksekutif / Executive Summary

10

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

1.6. Pendidikan 1.6. Education

Salah satu faktor utama keberhasilan

pembangunan suatu daerah adalah tersedianya cukup Sumber Daya Manusia (SDM). Sarana dan prasarana pendidikan seperti sekolah dan tenaga pendidikan (guru) yang memadai menjadi

penunjang keberhasilan pendidikan. Data

mengenai jumlah sekolah baik negeri maupun swasta dari Taman Kanak Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Madrsah Ibdtidaiyah (MI), Sekolah Lanjutan Pertama (SLTP), Madrasah Tsanawiyah (MTs). Sekolah Lanjutan Tingkat Atas Negeri (SLTA), Madrasah Aliyah, dan Sekolah menengah Kejuruan (SMK) baik Negeri Maupun Swasta, serta data jumlah murid dan guru dari tiap tingkatan sekolah di Kabupaten Halmahera Barat baik sekolah negeri maupun swasta dapat dilihat pada tabel-tabel dibawah ini.

The main factor of the successful development of a region is the availability of human resources. The good educational facilities, such as school and teachers, supporting educational success. Data about the numbers of school both public and private from kindergarten, elementary school, Islamic Elementary School, Junior High School, Islamic Junior High School, Senior High School, Islamic Senior High School and Vocational school. The tables below show the numbers of student and teacher in West Halmahera from both public and private school:

Tabel 1.6 Jumlah Sekolah di Kabupaten Halmahera Barat Tahun 2013

Table 1.6 The Numbers of School in Halmahera Barat in 2013

Sekolah/ School Jumlah/ Total

Taman Kanak - Kanak (TK)/ Kindergarden 54

Raudatul Athfal / Islamic Kindergaden 4

Sekolah Dasar (SD)/ Elementary School 174

Madrasah Ibdtidaiyah / Islamic Elementary School 8

Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)/ Junior High School 63

Madrasah Tsanawiyah / Islamic Junior High School 10

Sekolah Lanjutan Tingkat Atas Negeri (SLTA)/ Senior High School 17

Madrasah Aliyah / Islamic Senior High School 5

Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Barat 2014 Source: Education Departmentof West Halmahera, 2014

Tabel 1.7 Jumlah Murid dan Guru di Kabupaten Halmahera Barat Tahun 2013

Table 1.7 The Number of Teachers and Students in Halmahera Barat in 2013

Sekolah / School Murid/

Student

Guru/

Teacher

Taman Kanak – Kanak (TK)/ Kindergarden 2.265 202

Raudatul Athfal / Islamic Kindergaden 137 16

Sekolah Dasar (SD)/ Elementary School 23.085 2.639

Madrasah Ibdtidaiyah / Islamic Elementary School 789 97

Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)/ Junior High School 6.245 652

Madrasah Tsanawiyah / Islamic Junior High School 686 127

Sekolah Lanjutan Tingkat Atas Negeri (SLTA)/ Senior High School 3.517 280

Madrasah Aliyah / Islamic Senior High School 375 64

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/ Vocational School 1.184 169

Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Barat 2014 Source: Education Departmentof West Halmahera, 2014

(12)

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

11

1.7. Kondisi Sarana Dan Prasarana 1.7. The Condition of Facilities And Infrastructure

1.7.1. Transportasi 1.7.1. Transportation

Transportasi sebagaimana salah satu dari

kebutuhan infrastuktur untuk kelancaran

aktivitas masyarakat. Dalam hal ini sarana

transportasi berupa Transportasi Darat,

Transportasi Udara, dan Transportasi Laut. Berikut rincian data sarana transportasi di Kabupaten Halmahera Barat.

As one of basic need to support society activity, transportation that consist of land, air and water, has an important role. Therefore, below is the detailed of transportation in West Halmahera.

Panjang dan status jalan di Kabupaten Halmahera Barat tahun 2012 yaitu dibawah wewenang Negara sepanjang 123,91 km, dibawah wewenang Provinsi sepanjang 68,21 km, dan dibawah wewenang Kabupaten sepanjang 541,30 km. Dari keseluruhan panjang jalan Kabupaten Halmahera Barat tahun 2012 baik dibawah wewenang Negara, Provinsi, dan Kabupaten mencapai 622,42 Km. Dalam hal ini jalan di Kabupaten

Halmahera Barat sebagian besar masih

permukaan tanah dimana sepanjang 355,30 Km. Berikut data jenis permukaan, kondisi jalan, dan kelas jalan di Kabupaten Halmahera Barat tahun 2012 dibawah wewenang Negara, Provinsi, dan Kabupaten.

The length and status of the road in West Halmahera in 2012 that is under the authority of the State reached 123.91 km, 68.21 km under the authority of the Province, and 541.30 km under the authority of the Regency. The total road length of the West Halmahera in 2012 under the authority of the State, Province, and Regency reached 622.42 km. Most roads in Western Halmahera still land surface with a length of 355.30 km. In below table shows the data type of surface, road conditions and road class at West Halmahera in 2012 under the authority of the State, province, and Regency.

Gambar 1.6 Kondisi Jalan di Kabupaten Halmahera Barat

Figure 1.6 Road Condition in West Halmahera

Tabel 1.8 Panjang dan Status Jalan di Kabupaten Halmahera Barat Table 1.8 Length and Status of road in Halmahera Barat

No Keadaan Jalan / Road Condition Negara/

State

Provinsi /

Province

Kabupaten/

Regency

I Jenis Permukaan/ Surface Type

a. Aspal/ Asphalt 123,91 49,30 41,40

b. Kerikil/ Gravel - - 28,70

c. Lapen - 18,91 115,95

d. Tanah/ Dirt - - 355,30

e. Tidak Dirinci/ Undetailed - - -

(13)

2015

Ringkasan Eksekutif / Executive Summary

12

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

No Keadaan Jalan / Road Condition Negara/ State Provinsi / Province Kabupaten/Regency

II Kondisi Jalan/ Road Condition

a. Baik/ Good 77,90 38,30 84,70

b. Sedang/ Moderate 13,00 3,52 125,10

c. Rusak/ Damaged 33,01 26,39 331,55

d. Rusak Berat/ Highly Damaged - - -

Jumlah II/ Total II 123,91 68,21 541,35

Sumber: Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Kabupten Halmahera Barat, 2013 Source: Public Work and Housing Service in West Halmahera, 2013

Sementara itu, jumlah Kapal di Kabupaten Halmahera Barat sebanyak 935 unit, dimana yang berangkat sebanyak 895 unit dan yang tiba sebanyak 900 unit. Untuk lalu lintas penumpang dimana debarkasi sebanyak 72.685 penumpang dan embarkasi sebanyak 72.413 penumpang. Berikut tabel kegiatan operasional pelabuhan jailolo meliputi lalu lintas penumpang dan barang tahun 2013.

Meanwhile, the numbers of ship in West Halmahera reached 935 units, where 895 units were left the harbor and 900 units were arrived. For passenger traffic where 72.685 passengers departed and 72.413 passengers arrived. The following table shows Jailolo port operations include passenger and goods traffic in 2013.

Gambar 1.7 Salah Satu Jenis Transportasi Laut di Kabupaten Halmahera Barat

Figure 1.7 One of Water Transportation Type in Halmahera Barat

Tabel 1.9 Jumlah Kegiatan Operasional Pelabuhan Jailolo Meliputi Lalu Lintas Penumpang dan Barang

Table 1.9 Numbers of Jailolo Port Operational Activity Include Passengers and goods Traffice

Kegiatan/ Activity 2013

Jumlah Kapal/ Number of Ships 935

Tiba/ Arrived 900

Tambat/ Moored 900

Berangkat/ Departed 895

Perdagangan Dalam Negeri/ National Trade

- Bongkar/ Overhaul 19.628

- Muat/ Loaded 8.277

Perdagangan Luar Negeri/ International Trade

- Bongkar/ Overhaul -

- Muat/ Loaded -

Penumpang/ Passenger

- Debarkasi/ Debarkation 72.685

- Embarkasi/ Embarkation 72.413

(14)

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

13

1.7.2. Sumber Energi Listrik 1.7.2. Electricity Source

Energi listrik sudah menjadi kebutuhan yang sejalan dengan roda perekonomian daerah. Tercatat di Kabupaten Halmahera Barat tahun 2013 jumlah pelanggan listrik sebanyak 4.351 pelanggan dengan jumlah kwh terjual sebesar 9.760.021 kwh. Dalam hal ini Jumlah Pelanggan listrik dan Jumlah kwh terjual di Kabupaten Halmahera Barat tahun 2013 meningkat dibandingkan tahun 2012.

In line with the regional economic development, electricity becomes necessary. In 2013, West Halmahera recorded 4,351 electricity customers with the number of 9,760,021 kwh sold. In this case, numbers of electricity and kwh sold in West Halmahera in 2013 increased from 2012.

Gambar 1.7 Pembangkit Listrik di Kabupaten Halmahera Barat

Figure 1.7 Electricity Generators in Halmahera Barat

Tabel 1.10 Jumlah Pelanggan Listrik dan Jumlah Kwh Terjual di Kabupaten Halmahera Barat, 2012-2013

Table 1.10 Numbers of Electricity Customer and Kwh Sold in West Halmahera, 2012-2013

Tahun/ Year Jumlah Pelanggan/ Numbers of Customer Jumlah KWh Terjual/ Number of Kwh Sold 2012 3.976,00 1.128.124,00 2013 4.351,00 9.760.021,00

Sumber: BPS, Provinsi Maluku Utara, 2014

(15)

2015

Ringkasan Eksekutif / Executive Summary

14

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

2. KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH 2. THE REGIONAL DEVELOPMENT POLICY

2.1. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RP.JMD)

2.1. The Medium - Term Regional Development Plan

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka

Menengah Daerah (RP.JMD) Kabupaten

Halmahera Barat dijelaskan bahwa Visi : “Membangun dengan Kasih, wujudkan Halmahera Barat yang Berbudaya, Mandiri,

Adil, dan Makmur.”

Based on The Medium - Term Regional Development Plan of West Halmahera, the vision is:

“Building with Love, to Make Cultured, Independent, Equitable and Prosperous West

Halmahera.” Kabupaten Halmahera Barat merumuskan misi

pembangunan sebagai upaya mengemban

pencapaian visi pembangunan selama lima tahun kedepan adalah sebagai berikut:

West Halmahera formulate the development mission as an effort to achieve the development vision for five years into the future like below:

1. Membentuk karakter masyarakat lokal yang

religius dalam kepribadian, adalah

membentuk karakter masyarakat Halmahera Barat yang beRp.erilaku agamis, dimana nilai-nilai agama teraktualisasi dalam kepribadian hidup masyarakat baik secara personal maupun kelompok, sehingga terwujudnya masyarakat yang toleran antar umat beragama, memelihara kerukunan internal dan antar umat beragama, beretika, moralis, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; 2. Mewujudkan kemakmuran Halmahera Barat

melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis perdesaan, adalah memperkuat perekonomian daerah Halmahera Barat melalui pemberdayaan ekonomi perdesaan, dimana desa menjadi basis pertumbuhan dan penggerak ekonomi rakyat, sekaligus menjadi pilar penopang perekonomian urban untuk tumbuh secara agregat menjadi perekonomian makro daerah Halmahera Barat yang dinamis. 3. Menyelenggarakan birokrasi pemerintahan

daerah yang demokratis konstitusional, yang bersih dan efektif, adalah membangun sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dengan menekankan pada kultur birokrasi yang tertib aturan, taat azas, akuntabel, berdedikasi, kompeten, berintegritas, dan komitmen terhadap penegakan konstitusi dan pemberdayaan hukum (law enforcement).

1. Establishing a local religious character in personality, is establishing the character of the religious people in West Halmahera, where religious values actualized in the personality of life both personal and group, so that the realization of a tolerant inter-community society religious, maintain internal harmony and inter-community religious, ethical, moralists, and devoted to The One Almighty God.

2. Realizing West Halmahera prosperity through economic empowerment of rural-based society, is to strengthen the regional economy of West Halmahera through empowerment of the rural economy, where the village became the basis of economic growth and drives the people and becomes the supporting pillars of the urban economy to assembly grow macroeconomic dynamic area of West Halmahera.

3. Implementing of local government bureaucracy constitutional democratic, clean and effective, is to establish a system of regional governance that upholds democratic values by insisting on an orderly bureaucratic culture rules, obey the principle, accountable, dedicated, competent, integrity, and commitment to the enforcement of the constitution and law enforcement.

(16)

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

15

2.2. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)

2.2. The Spatial Plans Area

Adapun Kebijakan Pelaksanaan dalam penataan ruang sebagai berikut:

As for Policy Implementation, the policy in spatial plans as follows:

a. Pengembangan dan peningkatan fungsi kawasan dan pengembangan perekonomian kabupaten;

b. Pengembangan kegiatan berbasiskan

agrobisnis, perikanan, dan pariwisata serta pemanfaatan ruangnya secara optimal pada setiap kawasan budidaya;

c. Penciptaan keserasian antara pelestarian kawasan lindung dan pemanfaatan kawasan budidaya;

d. Pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan agar tidak melampaui daya dukung dan daya tampung kawasan serta tidak menurunkan kualitas lingkungan hidup dan efisiensi kawasan;

e. Pencegahan dampak negatif kegiatan manusia yang dapat menimbulkan kerusakan sistem ekologi wilayah

f. Peningkatan fungsi kawasan untuk

pertahanan dan keamanan negara.

a. Developing and improving function of the area and the county economic development;

b. Developing agro-based activities, fishing, and tourism as well as optimal space utilization in every area of cultivation;

c. Creating harmony between preservation of protected areas and utilization of cultivated areas;

d. Utilizationing natural resources in a sustainable so not to exceed the carrying capacity and capacity of the area and does not degrade the quality of the environment and the efficiency of the region;

e. Preventing the negative impacts of human activities that can cause damage to the ecological system of the region

f. Improving function of the area for national defense and security.

Kemudian beberapa strategi yang akan

dilaksanakan dalam pengembangan wilayah sesuai dengan tujuan penataan ruang wilayah antara lain:

The strategies that will be implemented in accordance with the regional development spatial planning puRp.oses, among others:

1. Strategi pengembangan dan peningkatan

fungsi kawasan dan pengembangan

perekonomian kabupaten, terdiri atas:

a. Mengembangkan pusat pertumbuhan berbasis potensi sumber daya alam dan kegiatan budidaya unggulan sebagai penggerak utama pengembangan wilayah.

b. Menciptakan iklim yang kondusif bagi investasi yang mendukung peningkatan

kesejahteraan masyarakat lokal dan

pelestarian lingkungan.

c. Mengelola pemanfaatan sumber daya alam agar tidak melampaui daya dukung dan daya tampung kawasan.

d. Mengelola dampak negatif kegiatan budidaya agar tidak menurunkan kualitas sosial ekonomi budaya masyarakat dan lingkungan hidup kawasan.

e. Mengintensifkan promosi peluang investasi bagi kegiatan ramah lingkungan dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan

1. Developing and improving of area function strategy and regional economic development, consist of:

a. Developing the growth centers based on natural resources and the production of seed as the prime mover of regional development. b. Creating investment conducive condition to

increase the welfare of local communities and environmental preservation.

c. Managing the use of natural resources so not to exceed the carrying capacity and the capacity of the area.

d. Managing the negative impacts of aquaculture activities so not to degraded the quality of socio-economic and cultural environment of the area.

e. Intensifying the promotion of investment opportunities for environmentally friendly activities and impact on improving the welfare

(17)

2015

Ringkasan Eksekutif / Executive Summary

16

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

masyarakat lokal; dan

f. Meningkatkan pelayanan prasarana dan sarana penunjang kegiatan ekonomi.

of local communities; and

f. Improving infrastructure services and facilities of supporting economic activity.

2. Strategi pengembangan kegiatan berbasiskan agrobisnis, perikanan, dan pariwisata serta pemanfaatan ruangnya secara optimal pada setiap kawasan budidaya, terdiri atas:

a. Mengembangkan dan menyediakan

infrastruktur pendukung pada

kawasan-kawasan agrobisnis, perikanan dan

pariwisata;

b. Meningkatkan fungsi dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana pada setiap kawasan budidaya;

c. Membangun kegiatan perikanan dengan pengembangan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI); dan d. Membatasi perkembangan kawasan terbangun

di kawasan perkotaan besar untuk

mempertahankan tingkat pelayanan prasarana dan sarana kawasan perkotaan serta mempertahankan fungsi kawasan perdesaan di sekitarnya.

2. Developing strategy of agribusiness, fisheries, and tourism and optimal space utilization in each area, consist of:

a. Developing and providing infrastructure support in the areas of agribusiness, fisheries and tourism;

b. Improving function and quality of service infrastructure and facilities in every area of cultivation;

c. Building a fishing activity with the development of the fish auction place (TPI) and Fish Landing Base (PPI); and

d. Limiting the development of the awakened region in large urban areas to maintain the level of service infrastructure and facilities as well as maintaining the function of urban areas in the surrounding rural areas.

3. Strategi untuk menciptakan keserasian antara pelestarian kawasan lindung dan pemanfataan kawasan budidaya, terdiri atas:

a. Menetapkan kawasan budidaya pada

pemanfaatan sumber daya alam di darat maupun di laut secara sinergis.

b. Melakukan pemantapan dan pengendalian kawasan lindung yang ada di kabupaten. c. Memantapkan kawasan hutan lindung melalui

pengukuhan dan penataan batas di lapangan untuk memudahkan pengendaliannya; dan d. Melindungi dan menjaga kawasan bencana

serta mengidentifikasi kawasan evakuasi bencana.

3. Strategies to create harmony between conservation and utilization of cultivation protected areas, consists of:

a. Setting a cultivation area in the utilization of natural resources on land and at sea in synergy.

b. Conducting stabilization and control of protected areas in the district.

c. Strengthening the protected forest areas through the strengthening and structuring the limit in the field to facilitate its control; and d. Protecting and keeping the disaster area along

with identifying of evacuation areas.

4. trategi pemanfaatan sumberdaya alam secara berkelanjutan agar tidak melampaui daya dukung dan daya tampung, terdiri atas: a. Memantapkan dan mengendalikan fungsi

kawasan lindung dalam pelestarian

lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam yang ada di seluruh wilayah Kabupaten; dan

b. Mengupayakan optimalisasi sumberdaya alam.

4. Strategic use of sustainable natural resources so not to exceed the carrying capacity and capacity of area, consists of:

a. Establishing and controlling the functions of protected areas in the preservation of the environment which includes the natural resources throughout the district; and

(18)

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

17

5. Strategi pencegahan dampak negatif kegiatan manusia yang dapat menimbulkan kerusakan sistem ekologi wilayah, terdiri atas:

a. Menyelenggarakan upaya teRp.adu untuk melestarikan fungsi sistem ekologi wilayah; b. Melindungi kemampuan lingkungan hidup

dari tekanan perubahan dan/atau dampak negatif yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan agar tetap mampu mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

c. Melindungi kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi, dan/atau komponen lain yang dibuang kedalamnya. d. Mencegah terjadinya tindakan yang dapat

secara langsung atau tidak langsung

menimbulkan perubahan sifat fisik lingkungan yang mengakibatkan lingkungan hidup tidak berfungsi dalam menunjang pembangunan yang berkelanjutan.

e. Mengendalikan pemanfatan sumber daya alam secara bijaksana untuk menjamin kepentingan generasi masa kini maupun generasi masa depan.

f. Mengelola sumber daya alam tak terbarukan untuk menjamin pemanfaatannya secara bijaksana, termasuk revitalisasi fungsi sistem ekologi lokal serta pembangunan sumber daya baru untuk penghasilan dan pelestarian lingkungan; dan

g. Mengelola sumber daya alam yang terbarukan

untuk menjamin kesinambungan

ketersediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai serta keanekaragamannnya.

5. Preventing strategy of negative impacts of human activities that can cause damage to the ecological system of the region, consists of: a. Holding a concerted effort to preserve the

ecological system function area;

b. Protecting the environmental capacity of the pressure changes and / or negative impacts caused by an activity in order to support humans and other living creatures.

c. Protecting the environment's ability to absorb substances, energy, and / or other components are disposed of into it.

d. Preventing actions that could directly or indirectly lead to changes in the physical properties of the environment that causes not-function environment in supporting sustainable development.

e. Controlling the utilization of natural resources to ensure the benefit of present and future generations.

f. Managing non-renewable natural resources to ensure utilization, including the revitalization of the local ecological system functions as well as the development of new resources for income and preservation of the environment; and

g. Managing renewable natural resources to ensure the continued availability while maintaining and improving quality levels and the diversity.

6. Strategi peningkatan fungsi kawasan untuk pertahanan dan keamanan, terdiri atas: a. Mendukung penetapan kawasan strategis

nasional dengan fungsi khusus pertahanan dan keamanan.

b. Mengembangkan kawasan lindung dan/atau kawasan budidaya tidak terbangun disekitar kawasan khusus pertahanan dan kemanan. c. Mengembangkan budidaya secara selektif di

dalam dan sekitar kawasan khusus

pertahanan dan keamanan; dan

d. Turut serta menjaga dan memelihara Negara -aset pertahanan dan keamanan Negara.

6. Increasing strategy of the function of defense and security areas, consists of:

a. Supporting the establishment of national strategic areas with specific functions of defense and security.

b. Developing protected areas and/or of unawakened cultivation areas around specific areas of defense and security.

c. Developing selective cultivation in and around defense and security of the specific areas; and d. Protecting and maintaining national assets

(19)

2015

Ringkasan Eksekutif / Executive Summary

18

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

3. PROFIL PEREKONOMIAN WILAYAH 3. THE PROFILE OF ECONOMIC REGION

3.1. Struktur Perekonomian 3.1. Economic Structure

Setiap sektor dalam menghasilkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mempunyai kontribusi yang dapat menggambarkan peran sektor tersebut dalam kegiatan ekonomi suatu wilayah. Jika membandingkan kontribusi setiap sektor terhadap PDRB Kabupaten Halmahera Barat selama 5 tahun terakhir (2010-2014) terlihat jelas bahwa sektor pertanian masih

mendominasi perekonomian Kabupaten

Halmahera Barat.

Each sector has a contribution of the Gross Domestic Regional Product (GDRP) that can describe the role of the sector in the economic activity of the region. Comparing to the contribution of each sector to the GDRP West Halmahera over the last 5 years (2010-2014), it is clear that the agricultural sector still dominates the economy of West Halmahera.

Tabel 3.1 PDRB atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten Halmahera Barat 2010-2014 (Jutaan Rupiah)

Table 3.1 GDRP at Current Price of West Halmahera2010-2014 (Million Rupiah)

No Sektor / Sector 2010 2011 2012 2013* 2014** 1 Pertanian / Agriculture 367.811,88 415.113,59 469.918,68 520.431,50 576.494,23 2 Pertambangan & Penggalian / Mining & Quarrying 918,84 1.013,89 1.149,61 1.251,27 1.371,37 3 Industri Pengolahan / Pocessing Industry 68.137,05 72.321,29 78.770,04 85.895,44 95.506,72 4

Listrik, Gas & Air Bersih / Electricity, Gas & Water

2.358,15 2.529,12 2.739,77 2.833,93 3.224,03

5 Kontruksi /

Construction 43.987,91 48.816,60 55.790,05 60.693,01 70.208,33

6

Perdagangan, Hotel dan Restoran / Trade, Hotel, & Restaurant 126.805,12 143.605,82 157.662,40 175.870,53 201.423,14 7 Transportasi & Komunikasi / Transportation & Communication 54.189,09 57.118,52 60.739,32 65.133,64 71.130,83 8 Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan / Financial, Tenancy, Business Service Company 22.401,27 28.832,99 36.026,45 40.330,65 43.408,11 9 Jasa – Jasa / Services 255.934,28 290.605,21 322.674,71 358.815,15 401.221,10 JUMLAH / TOTAL 942.543,59 1.059.957,03 1.185.471,03 1.311.255,12 1.463.987,86

Sumber: BPS, PDRB Kabupaten Halmahera Barat Menurut Lapangan Usaha 2014 Source: BPS, GDRP of West Halmahera Based on Industrial Origin 2014

(20)

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

19

Tabel 3.2 Pertumbuhan sektoral Menurut Lapangan Usaha di Kabupaten Halmahera Barat 2011–2014

Table 3.2 Sectoral Growth Based on Industrial Origin in West Halmahera 2011-2014

No

Lapangan Usaha / Industrial Origin (Sektor / Sector)

Kab. Halmahera Barat Rata-Rata Kontribusi Sektoral / Sectoral Contribution Average (2010-2014) Rata-Rata Pertumbuhan Sektoral / Sectoral Growth Average (2010-2014) 1 Pertanian / Agriculture 39.38% 11.90%

2 Pertambangan & Penggalian /

Mining & Quarrying 0.09% 10.54%

3 Industri Pengolahan / Pocessing Industry 6.52% 8.82%

4 Listrik, Gas & Air Bersih / Electricity, Gas, & Water 0.22% 8.20%

5 Kontruksi / Construction 4.80% 12.43%

6 Perdagangan, Hotel dan Restoran / Trade, Hotel, & Restaurant 13.76% 12.28%

7 Transportasi & Komunikasi / Transportation & Communication 4.86% 7.05%

8 Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan /

Financial, Tenancy, Business Service 2.97% 18.31%

9 Jasa – Jasa / Services 27.41% 11.90%

Sumber: Hasil Olahan 2015 / Source: Processed Product 2015

Gambar 3.1 Struktur Perekonomian di Kabupaten Halmahera Barat

Figure 3.1 Economic Structure of West Halmahera

Pertumbuhan pada sektor pertanian di

Kabupaten Halmahera Barat pada tahun 2014

sebesar 10,77%. Sedangkan, rata-rata

pertumbuhan tertinggi terdapat pada sektor Kontruksi serta sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran, berturut-turut sebesar 15,68% dan 14,53%, yang jika dijumlahkan kontribusi dari kedua sektor tersebut hanya sebesar 18,55% dan tidak lebih besar dari kontribusi sektor Pertanian yang mencapai hampir separuh dari total PDRB Kabupaten Halmahera Barat sebesar 39,38%.

The growth in the agricultural sector in West Halmahera in 2014 amounted to 10.77%. Meanwhile, the highest average growth rate is in the construction and trade sector, hotel and restaurant, respectively for 15.68% and 14.53%, and the total contribution of these sectors amounted to only 18.55% and not bigger than the contribution of agriculture sector which accounts for nearly half of total GDRP West Halmahera by 39.38%.

(21)

2015

Ringkasan Eksekutif / Executive Summary

20

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

Berdasarkan Badan Pusat Statistik Kabupaten Halmahera Barat (PDRB Kabupaten Halmahera

Barat Menurut Lapangan Usaha 2014),

Perekonomian Kabupaten Halmahera Barat pada

tahun 2014 mengalami perlambatan

dibandingkan pertumbuhan tahun-tahun

sebelumnya. Laju pertumbuhan PDRB Kabupaten Halmahera Barat tahun 2014 mencapai 5,40%, sedangkan tahun 2013 5,75%. Namun, seluruh kategori ekonomi menunjukkan pertumbuhan yang positif. Terdapat tiga sektor / kegiatan ekonomi utama di Kabupaten Halmahera Barat tahun 2014 yaitu:

1. Pertanian, dimana sebesar Rp. 576,50 Milyar

(39%)

2. Jasa-jasa, dimana sebesar Rp. 401,22 Milyar

(27%)

3. Perdagangan, Hotel dan Restoran, sebesar

Rp. 201,42 Milyar (14%)

Based on the Central Bureau of Statistics West Halmahera (West Halmahera GDRP based on Industrial Origin in 2014), the economy in West Halmahera in 2014 growth slowed compared to previous years. GDRP growth rate of West Halmahera in 2014 reached 5.40%, while in 2013 was 5.75%. However, all economic categories showed positive growth. There are three sectors / main economic activity in West Halmahera in 2014, which are:

1. Agriculture, of which Rp. 576.50 Billion (39%)

2. The services, of which Rp. 401.22 Billion (27%)

3. Trade, Hotel and Restaurant, of Rp. 201.42 Billion (14%)

Hasil perhitungan PDRB dapat menjelaskan besarnya peran masing-masing sektor ekonomi di Kabupaten Halmahera Barat. Terlihat nilai PDRB atas dasar harga berlaku menurut lapangan usaha memperlihatkan bahwa sektor pertanian yang menghasilkan nilai PDRB terbesar yaitu Rp.. 576,50 milyar dari nilai PDRB pada tahun 2014. Sedangkan Dari sektor pertambangan dan penggalian dimana nilai PDRB-nya terkecil dari sektor lainnya di tahun 2014 yaitu Rp. 1,37 milyar. Penjelasan lebih rinci tentang struktur

ekonomi Kabupaten Halmahera Barat

digambarkan pada PDRB Kabupaten Halmahera Barat atas dasar harga berlaku berikut :

GDRP calculation results can explain the magnitude of the role of each economic sector in West Halmahera. The values of GDRP at current prices in the business field showed that the agriculture sector that produces the biggest contribution is Rp. 576.50 billion from the value of GDRP in 2014. Meanwhile, the smallest GDRP was from the Mining and Quarrying sector with Rp. 1.37 billion. The detailed explanation of economic structure of West Halmahera is described in the GDRP at current prices of West Halmahera, as follows:

a. Sektor Primer

Sektor primer terdiri dari sektor pertanian,

sektor pertambangan dan penggalian,

mempunyai peranan yang penting dalam perkembangan perekonomian Kabupaten Halmahera Barat. Kontribusi sektor primer pada PDRB pada tahun 2014 sebesar 39,47%.

Besarnya kontribusi sektor primer

seluruhnya didominasi oleh sektor pertanian yang memberikan andil sebesar 39,38% dari total PDRB Kabupaten Halmahera Barat tahun 2014. Hal ini menunjukkan masih tingginya

ketergantungan perekonomian terhadap

sektor primer, khususnya sektor pertanian.

a. Primary sector

The primary sector consists of agriculture, minning and quarying sector, which have an important role in the economic development in West Halmahera. The contribution of primary sector in GDRP in 2014 was 39.47%. The amount of contribution of the primary sector is entirely dominated by the agricultural sector that was responsible for 39.38% of total GDRP West Halmahera 2014. This shows the high economic dependence on the primary sector, particularly agriculture.

(22)

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

21

b. Sektor Sekunder

Sektor sekunder yang terdiri dari sektor industri pengolahan, sektor listrik, gas, & air bersih, serta sektor konstruksi. Kontribusi sektor sekunder dalam pembentukan PDRB Kabupaten Halmahera Barat pada 2014

sebesar 11,54%. Pada sektor ini

kontribusinya tidak cukup besar.

b. Secondary sector

The secondary sector consists of manufacturing, electricity, gas, water supply, and the construction sector. Contribution of the secondary sector in GDRP formation West Halmahera in 2014 amounted to 11.54%. The contribution of this sector is not large enough.

c. Sektor Tersier

Sektor tersier yang terdiri dari sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor

transportasi dan komunikasi, sektor

keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, serta sektor jasa-jasa. Kontribusi sektor tersier dalam pembentukan PDRB Kabupaten

Halmahera Barat mencapai 48,99%.

Kontribusi pada sektor tersier ini didominasi oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran yang memberikan andil sebesar 13,76% dari total PDRB Kabupaten Halmahera Barat.

c. Tertiary sector

The tertiary sector consists of trade, hotels and restaurants, transport and communication sector, finance, tenancy and business services, and also the services sector. The contribution of the tertiary sector in GDRP formation West Halmahera reached 48.99%. Contribution of the tertiary sector is dominated by trade, hotels and restaurants that were responsible for 13.76% of total GDRP West Halmahera.

3.2. Laju Pertumbuhan 3.2. The Growth Rate

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebagai salah satu alat untuk menggambarkan kondisi perekonomian suatu wilayah menunjukkan besarnya PDRB Kabupaten Halmahera Barat atas dasar harga berlaku mengalami peningkatan. Pada tahun 2010 PDRB Kabupaten Halmahera Barat atas dasar harga berlaku sebesar Rp. 942.543,59 juta, pada tahun 2011 sebesar Rp. 1.059.957,03 juta, pada tahun 2012 sebesar Rp. 1.185.471,03 juta, pada tahun 2013 sebesar Rp. 1.311.255,12 juta, dan pada tahun 2014 sebesar Rp. 1.463.987,86 juta. Hal ini menunjukkan bahwa setiap tahunnya nilai PDRB Kabupaten Halmahera Barat mengalami peningkatan, namun pada tahun 2014 pertumbuhan perekonomian di

Kabupaten Halmahera Barat mengalami

perlambatan dari tahun-tahun sebelumnya. Laju pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Halmahera Barat pada tahun 2014 mencapai 5,40%, sedangkan di tahun 2013 mencapai 5,75%. Meskipun mengalami perlambatan, secara keseluruhan dari segi kategori ekonomi PDRB mencatat pertumbuhan yang positif.

Gross Domestic Regional Product (GDRP) as one of the tools to describe the condition of the economy of a region showing the extent of West Halmahera GDRP at current prices increased. In 2010 the West Halmahera GDRP at current prices amounted to Rp. 942,543.59 million, in 2011 amounted to Rp. 1,059,957.03 million, in 2012 amounted to Rp. 1,185,471.03 million, in 2013 amounted to Rp. 1,311,255.12 million, and in 2014 amounted to Rp. 1,463,987.86 million. This shows that the annual values of GDRP West Halmahera have increased, but in 2014 the economic growth in West Halmahera slowdown from previous years. The economic growth rate of West Halmahera in 2014 reached 5.40%, while in 2013 reached 5.75%. Despite the slowdown, the overall economy in terms of GDRP categories recorded positive growth.

(23)

2015

Ringkasan Eksekutif / Executive Summary

22

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

4. POTENSI PEREKONOMIAN 4. POTENTIAL OF ECONOMIC

4.1. Sektor Pertanian 4.1. Agricultural Sector

Gambar 4.1 Potensi Sektor Pertanian di Kabupaten Halmahera Barat

Figure 4.1 Agriculture Potential in West Halmahera

A. Tanaman Pangan A. Food Crops

Komoditi utama sektor pertanian tanaman pangan di Kabupaten Halmahera Barat antara lain adalah padi, jagung, ubi, kacang dan lainnya. Jenis tanaman andalan tersebut telah beRp.roduksi sebagaimana dijelaskan dalam tabel berikut ini:

The main commodity of crop farming sector in West Halmahera include rice, corn, sweet potato, beans and others. The mainstay of plant types already in production, as described in the following table:

Tabel 4.1 Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Tanaman Pangan di Kabupaten Halmahera Barat

Table 4.1 Harvested Area, Production and Productivity of Food Crops in West Halmahera

Jenis Tanaman/Plant Type Satuan/ Unit

Tahun/

Year

2013

Kecamatan /Sub-district

Padi Sawah/ Paddy

Jailolo, Jailolo Selatan, Jailolo Timur, Sahu, Sahu Timur, Ibu, Ibu Selatan.

- Luas Panen/ Harvested Area Ha 1.083

- Produksi/ Production Ton 3.465,6

Padi Ladang/ Paddy Fields Jailolo, Jailolo Selatan, Jailolo Timur,

Sahu, Sahu Timur, Ibu, Ibu Selatan, Tabaru, Loloda.

- Luas Panen/ Harvested Area Ha 1.364

- Produksi/ Production Ton 1.653

Jagung/ Corn Jailolo, Jailolo Selatan, Jailolo Timur,

Sahu, Sahu Timur, Ibu, Ibu Selatan, Tabaru, Loloda.

- Luas Panen/ Harvested Area Ha 646

- Produksi/ Production Ton 2.067,2

Ubi Kayu/ Cassava Jailolo, Jailolo Selatan, Jailolo Timur,

Sahu, Sahu Timur, Ibu, Ibu Selatan, Tabaru, Loloda.

- Luas Panen/ Harvested Area Ha 949

- Produksi/ Production Ton 75.920

Ubi Jalar/ Sweet Potato Jailolo, Jailolo Selatan, Jailolo Timur,

Sahu, Sahu Timur, Ibu, Ibu Selatan, Tabaru, Loloda.

- Luas Panen/ Harvested Area Ha 283

- Produksi/ Production Ton 3.028,1

Kedelai/ Soya

Jailolo Selatan, Jailolo Timur, Sahu, Sahu Timur

- Luas Panen/ Harvested Area Ha 31

- Produksi/ Production Ton 139,5

Kacang Tanah/ Beans Jailolo, Jailolo Selatan, Jailolo Timur,

Sahu, Sahu Timur, Ibu, Ibu Selatan, Tabaru, Loloda.

- Luas Panen/ Harvested Area Ha 312

- Produksi/ Production Ton 717,6

Sumber: Dinas Pertanian Kab. Halmahera Barat, 2014 / Source: Agriculture Department of West Halmahera, 2014

(24)

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

23

Gambar 4.2 Peta Potensi Tanaman Pangan di Kabupaten Halmahera Barat

(25)

2015

Ringkasan Eksekutif / Executive Summary

24

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah The Mapping Potential and Local Investment Opportunities Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board

B. Hortikultura B. Horticulture

Gambar 4.3 Potensi Hortikultura di Kabupaten Halmahera Barat

Figure 4.3 Holticulture Potential in West Halmahera

Tanaman Hortikultura di Kabupaten Halmahera

Barat cukup cukup potensial untuk

dikembangkan. Data luas panen dan potensi produksi hortikultura di Kabupaten Halmahera Barat dirinci pada tabel berikut:

Horticultural crops potentially enough to be developed by the community in West Halmahera. The detailed harvested area and production potential of horticulture in West Halmahera shows in the following table:

Tabel 4.2 Luas Panen dan Produksi Hortikultura

Table 4.2 Harvested Area and Production of Horticulture

Komoditi / Commodity Satuan/

Unit

Tahun/

Year

2013

Kecamatan / Sub-district

Cabe Besar/ Chilli Jailolo, Jailolo Selatan, Jailolo Timur,

Sahu, Sahu timur, Ibu, Ibu Selatan, Tabaru, loloda

- Luas Panen/ Harvested Area Ha 209

- Produksi/ Production Ton 752,4

Tomat/ Tomato Jailolo, Jailolo Selatan, Jailolo Timur,

Sahu, Sahu timur, Ibu, Ibu Selatan, Tabaru, loloda

- Luas Panen/ Harvested Area Ha 164

- Produksi/ Production Ton 1.525,2

Petsai/Sawi/ Cabbage

Jailolo, Jailolo Timur, Sahu, Ibu Selatan

- Luas Panen/ Harvested Area Ha 41

- Produksi/ Production Ton 229,6

Ketimun/ Cucumber

Jailolo, Jailolo Selatan, Jailolo Timur, Sahu, Sahu timur, Ibu, loloda

- Luas Panen/ Harvested Area Ha 101

- Produksi/ Production Ton 747,4

Terong/ Eggplant Jailolo, Jailolo Selatan, Jailolo Timur,

Sahu, Sahu timur, Ibu, Ibu Selatan, Tabaru, loloda

- Luas Panen/ Harvested Area Ha 136

- Produksi/ Production Ton 911,2

Kacang Panjang/ Long Beans Jailolo, Jailolo Selatan, Jailolo Timur,

Sahu, Sahu timur, Ibu, Ibu Selatan, Tabaru, loloda

- Luas Panen/ Harvested Area Ha 136

- Produksi/ Production Ton 734,4

Kangkung/ Kale

Jailolo, Jailolo Selatan, Jailolo Timur, Sahu, Ibu, Ibu Selatan, Tabaru, loloda

- Luas Panen/ Harvested Area Ha 157

- Produksi/ Production Ton 486,7

Bayam/ Spinach

Jailolo Selatan, Jailolo Timur, Sahu, Ibu, Ibu Selatan, loloda

- Luas Panen/ Harvested Area Ha 52

- Produksi/ Production Ton 171,6

Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Barat, 2014 Source: Agriculture Department of West Halmahera, 2014

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :