• Tidak ada hasil yang ditemukan

ZOONOSIS BAKTERI. dr.adinta Anandani, SpMK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ZOONOSIS BAKTERI. dr.adinta Anandani, SpMK"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

ZOONOSIS BAKTERI

(2)

ZOONOSIS

Penyakit zoonosis adalah infeksi yang dapat ditularkan secara alami dari hewan ke manusia dengan atau tanpa vector.(Helmi 2017).

Penyakit zoonosis menjadi perhatian utama di seluruh dunia.( Sandya 2017)

Istilah ini diperkenalkan oleh Rudolf Virchow pada tahun 1880 yang mengabarkan secara umum penyakit yang ditularkan antara hewan dan manusia.

(3)
(4)

Gigitan dan cakaran.

Kontak erat (terpapar darah, saliva, urin, feses)

Makanan yang tercemar dengan pengolahan yang tidak benar

Cara Penularannya

(5)

Bakteri

Penyebab

zoonosis

Bacillus anthracis

Brucella sp.

Leptospira sp .

Pokok bahasan

(6)

ANTHRAX

Pendahuluan :

• Et causa: Bacillus anthracis

• B. anthracis

• Bakteri batang Gram +, membentuk spora (sentral), tersusun berderet seperti bambu, membentuk spora sentral  dapat hidup di lingkungan selama bertahun-tahun, bersifat aerob,

(7)

• Anthrax merupakan penyakit penting pada hewan dan

kadang-kadang pada manusia 

zoonosis

• Dapat menjadi senjata ampuh dalam perang biologi 

bioterorisme

(8)

• Antraks mrpk penyakit pd herbivora (kambing, domba,

lembu, kuda,dll.)  hewan lain mis. Tikus, resisten

• Manusia dpt terinfeksi bila kontak dgn hewan yg

terinfeksi atau produknya

• Pada hewan port d’entrée nya :

• tr. digestivus (tumbuhan terkontaminasi dgn spora dari tanah kemudian dimakan)

….anthrax

(9)

….anthrax

Bentuk infeksi anthrax pada manusia

Daging yang terinfeksi  Luka terbuka

 Gigitan serangga Inhalasi spora

(Wool sorter’s disease)

(10)

….anthrax

Siklus transmisi anthrax

(11)

• Pada Wool sorter’s disease  spora dari debu wool,

rambut, kulit hewan, terhirup masuk paru-paru 

melalui drainase limfatik menuju kelenjar limfe

mediastinum  germinasi  produksi toksin 

mediastinitis hemoragik dan sepsis  cepat fatal

• Pada sepsis antraks, jumlah kuman dalam darah

10

7

/ml sesaat sebelum kematian

(12)

• Spora tumbuh di tempat masuk  bentuk vegetatif 

menyebabkan edema gelatinosa dan kongesti  menyebar melalui saluran Lymph  aliran darah berkembang biak dalam darah

dan jaringan  kematian

(13)

….anthrax

• B.anthracis yg tidak membentuk kapsul

 tidak virulen

• Kapsul asam poly-D-glutamic adalah

anti-fagositik, gen kapsul ada di dalam

plasmid

(14)

• Toksin antraks terdiri atas 3 protein

1. protective antigen (PA)

2. edema factor (EF)  merupakan adenyl

cyclase

3. lethal factor (LF)

• LF dan PA membentuk toksin letal  merupakan

faktor virulensi utama yang menyebabkan kematian

(15)

• Et causa : Brucella sp.

• 3 spesies Brucella yang dapat menyebabkan

penyakit zoonosis

• Brucella melitensis

patogen pada kambing dan domba

• paling patogen pada manusia

Penyebab demam Malta

• Brucella abortus

• Abortus pada sapi dan kerbau • Infeksi jarang terjadi

• Brucella suis

• Alamiah pada babi • Infeksi jarang terjadi

(16)

• Brucella sp.

• Kokobasil Gram-negatif • Tidak membentuk spora • Tidak bergerak

• Kuman ini bersifat fakultatif aerob • Dapat bertahan lama di tanah,

debu, air

• Transmisi silang antar hewan pejamu

….brucelosis

(17)

….brucelosis

Bentuk infeksi brucelosis

• Penyakit demam bergelombang • Inkubasi 4 – 30 hari

• Demam tidak teratur, nyeri sendi, asma, berkeringat pada malam hari, gelisah, menggigil

Brucelosis

akut

• Dapat terjadi setelah brucelosis akut. Kultur darah jarang positif. Bruselin tes positif

Brucelosis

subakut

• Reaksi serologis positif tanpa gejala klinis

Infeksi laten

• Bakteremia negatif. Bruselin tes positif. Keringat berlebihan disertai lesu dan nyeri sendi.

• Dapat berlangsung bertahun-tahu

(18)

LEPTOSPIROSIS

• Et causa : Leptospira sp.

• Spesies patogenik

: Leptospira interrogans

• non-patogen

: L. biflexa

• Secara serologis ada 200 serovar L. interrogans dan

60 serovar L.biflexa

(19)

Sumber:http://cmr.asm.org/content/14/2/296.full.pdf+htm

(20)

• Spirochaetales

• kuman berbentuk spiral halus, ujung sel kuman bengkok, bergerak aktif dan berukuran 6-20 um x 0,1 um.

• Bersifat aerob obligat.

• Suhu pertumbuhan antara 280- 300 C

Leptospira sp.

….leptospirosis

http://cmr.asm.org/content/14/2/296.full.p df+htm

(21)

TRANSMISI

www.medicinesia.com%2Fkedokteran-klinis%2Finfeksi-imunologi-leptospirosis.

(22)

PATOGENESIS

Banyak faktor yang diperkirakan menjadi patogenesis Leptospirosis, diantaranya adalah :

• Aktivitas endotoksin dilaporkan ada pada beberapa serovar

• Hemolisin dikeluarkan ser.nallum, hardjo, pomona • Sitotoksin protein dilepaskan oleh ser. Pomona dan

copenhageni

Produksi toksin

• Leptospira melekat pada sel epitel

• Leptospira LPS menstimulasi perlekatan neutrofil pada sel endotel dan platelet menyebabkan agregasi yang berperan pada timbulnya trombositopenia

Perlekatan

• Produksi kompleks imun menyebabkan inflamasi pada SSP

• Pada hewan coba, antigen leptospira tertimbun di interstitial ginjal, sedangkan IgG dan C3 tertimbun di glomeruli dan dinding pembuluh darah

• Peningkatan kadar sitokin inflamasi seperti TNF-  dilaporkan timbul pada pasien leptospirosis

Mekanisme imun

(23)

Gejala dan Tanda Klinis

• Demam • Malaise • Leher kaku • Panas dingin

• Sakit kepala berat • Nyeri otot • Nyeri perut • Nyeri sendi • Anoreksia • Batuk • Artimia jantung • Hipotensi • Gangguan mental • Psikosomatis • Delirium • Mual • Muntah • Diare • Oliguria/anuria • Jaundice • Perdarahan • Gatal kulit • Conjunctiva suffusion • Fotophobia

Periode inkubasi bervariasi dari 2-20 hari tetapi paling sering 5-14 hari .

(24)

Diagnosis leptospirosis dapat dibagi dalam 3 klasifikasi

yaitu

:

 Suspek, bila ada gejala klinis , tanpa dukungan uji laboratorium.

 Probable, bila gejala klinis sesuai leptospirosis dan hasil tes serologi penyaring yaitu dipstick, lateral flow atau dri dot positif.

• Definitif bila :

1. Ditemukan kuman Leptospira atau antigen kuman Leptospira dengan pemeriksaan mikroskopik, kultur, inokulasi atau reaksi polimerase berantai.

2. Gejala klinis sesuai dengan Leptospirosis dan didukung dengan hasil uji MAT yang menunjukan adanya serokonversi atau peningkatan titer 4 kali atau lebih, atau IgM ELISA positif.

(25)

Pemeriksaan laboratorium Leptospirosis

• Leptospira hanya beredar dalam sirkulasi darah penderita dalam minggu pertama sejak mulai timbul gejala

penyakit.

• Sekitar hari ke 7 - 10 hari atau lebih leptospira dapat ditemukan pula di urin dan LCS .

(26)

Perjalanan Penyakit dan Pemeriksaan yang berkaitan

Sumber : PAUL N. LEVETT

(27)

Pemeriksaan laboratorium Leptospira : • Deteksi / isolasi leptospira atau DNA

( mikroskopis, kultur atau PCR)

• Deteksi respon antibodi spesifik terhadap leptospira. ( serologis).

(28)

Diagnosis laboratorium :

• Spesimen : darah heparin, lcs, jaringan, urine  utk

pemeriksaan mikroskopik dan kultur; serum untuk tes

aglutinasi

• Pem mikroskopik  mikroskop lapangan gelap atau

sediaan apus darah tebal dgn pewarnaan Giemsa

• Kultur  darah, urine, lcs, jaringan, di kultur pd

media semisolid Fletcher (selektif atau nonselektif) 

tumbuh lambat, 8 mgg

(29)

L. interrogans serovar :

Source of infection

Disease in human Clinical findings

autumnalis ? Pretibial fever Fever, rash over tibia ballum Mice

-

Fever, rash, jaundice

bovis Cattle, voles

-

Fever, prostration

canicola Dog urine Infectious jaundice Influenza-like illness, aseptic meningitis Icterohaemorrhagiae Rat urine,

water

Weil’s disease Jaundice, hemorrhagis, aseptic meningitis

mitis Swine Swineherd’s disease Aseptic meningitis pomona Swine, cattle Swineherd’s disease Fever, prostration,

aseptic meningitis Hebdomanis Rats, mice Seven days fever Fever, jaundice

Manifestasi klinis leptospirosis pada beberapa serovar

(30)

Imunitas :

• Terdapat imunitas spesifik serovar setelah infeksi, tapi

dapat terinfeksi lagi oleh serovar lainnya

Terapi :

• Doksisiklin, ampisilin atau amoksilin oral, bila sudah lanjut

dgn penisilin atau ampisilin intravena

Epidemiologi, pencegahan dan kontrol :

• Leptospirosis terutama mengenai hewan, manusia hanya

insidentil saja setelah kontak dgn air atau bahan yg

terkontaminasi dgn ekskreta hewan terinfeksi

• Tikus, mencit, rodent liar, anjing, babi, cattle mrpk sumber

penularan utama manusia

(31)

• Leptospira bertahan berminggu-minggu di air minum, kolam renang, air mandi.

• Org risiko tinggi adalah yg bekerja sering kontak dengan air tercemar tikus (tukang sampah, petani, peternak, petambak dll)

• Pencegahan dengan doksisiklin 200 mg oral sekali seminggu selama masa kontak (mis banjir)

(32)

Referensi

Dokumen terkait

Zoonosis ialah penyakit yang dapat menular dari hewan pada manusia dan sebaliknya. Kejadiannya mencakup hal yang kompleks karena tidak saja terbatas pada hubungan

Ektoparasit juga berperan sebagai vektor penyakit seperti Protozoa, bakteri, virus, Cestoda dan Nematoda yang dapat ditularkan pada hewan peliharaan dan

Kesehatan Hewan melakukan upaya pengendalian dan pemberantasan semua penyakit hewan (termasuk zoonosis) sementara Kesehatan Masyarakat Veteriner sebagai penghubung antara

Penyakit pada hewan dapat ditularkan langsung dan tidak langsung atau melaui produk hewan seperti daging, susu, dan telur termasuk penyakit

Kejadian-kejadian penyakit hewan menular yang bersifat zoonosis di Indonesia selalu menimbulkan keresahan di masyarakat, terutama apabila penyakit tersebut telah memakan

Aktivitas deforestasi dan perburuan hewan liar dapat meningkatkan resiko terjadinya wabah penyakit zoonosis pada manusia. Pemanfaatan hutan sebaiknya dilakukan

Penyakit yang terjadi bersifat zoonosis, ditularkan dari hewan ke manusia melalui kontak langsung dengan bahan keguguran, karkas yang tercemar, minum susu sapi atau susu hewan

Zoonosis dapat ditularkan dari hewan ke manusia melalui beberapa cara, yaitu kontak langsung dengan hewan pengidap zoonosis dan kontak tidak langsung melalui vektor