Analisis Pengaruh Firm Size, Profitabilitas, Dan Risiko Terhadap Rating Sukuk (Studi Kasus Pada Perusahaan Penerbit Sukuk Di Indonesia Periode Tahun 2013-2016)
Teks penuh
(2) i.
(3) ii.
(4) iii.
(5) ANALISIS PENGARUH FIRM SIZE, PROFITABILITAS, DAN RISIKO TERHADAP RATING SUKUK (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN PENERBIT SUKUK DI INDONESIA PERIODE TAHUN 2013-2016) ABSTRAKSI Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh firm size, Profitabilitas, dan Risiko terhadap rating sukuk. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang menerbitkan sukuk dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sedangkan, metode pemilihan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan pendekatan purposive sampling dengan kriteria sampel yaitu: Sukuk korporasi yang yang diterbitkan oleh perusahaan dan memperoleh rating yang dikeluarkan oleh PT PEFINDO pada tahun 2013-2016, perusahaan menerbitkan laporan keuangan yang berakhir 31 Desember dan dapat diakses/diperoleh melalui www.idx.com atau melalui masing-masing situs perusahaan. Adapun teknik analisis data menggunakan Analisis Ordinal Logistic Regression, sedangkan Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji parameter estimates. Variabel Independen Profitabilitas menggunakan ROA dan Risiko menggunakan DER. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variasi variabel dependen (rating sukuk) yang dapat dijelaskan oleh semua variabel independen (firm size, Profitabilitas dan Risiko) adalah sebesar 54,4% dan sisanya sebesar 45,6% dijelaskan oleh variabel lain diluar model yang dilihat dari Nilai Pseudo R-Square. Variabel firm size berpengaruh terhadap rating sukuk pada perusahaan penerbit sukuk yang memperoleh peringkat dari PT Pefindo tahun 2013-2016. Adapun variabel Profitabilitas dan Risiko tidak berpengaruh terhadap rating sukuk pada perusahaan penerbit sukuk yang memperoleh peringkat dari PT Pefindo tahun 2013-2016. Kata kunci: firm size, ROA, DER, Rating Sukuk, Ordinal Logistic Regression. ABSTRACT The purpose of this research is to know and analyze the influence of firm size, Profitability, and Risk toward sukuk rate. The population in this study are companies that issued sukuk and registered in the Financial Services Authority (OJK). Meanwhile, the method of sampling in this research was conducted by purposive sampling method with sample criteria, namely: Corporate Sukuk issued by the company and obtained rating issued by PT PEFINDO in 2013-2016, the company issued the financial statements ended December 31 and accessible / obtained through www.idx.com or through each company website. The techniques of data analysis using Ordinal Logistic Regression Analysis, while testing the hypothesis using the parameter estimates test. Variables Independent Profitability using ROA and Risk using DER. The results of this research showed that the variation of the dependent 1.
(6) variable (sukuk rate) which can be explained by all independent variables (firm size, Profitability and Risk) is 54.4% and the rest of 45.6% is explained by other variables outside the model seen from Pseudo R-Square Value. The firm size variable has an effect on the sukuk rate on the sukuk issuer company which is ranked from PT PEFINDO in 2013-2016. Profitability and Risk variables do not affect the sukuk rate on the sukuk issuer company that obtained ratings from PT Pefindo in 2013-2016. Keywords: firm size, ROA, DER, Sukuk Rate, Ordinal Logistic Regression. 1. PENDAHULUAN Perkembangan konsep keuangan berbasis syariah (islamic finance) semakin hari kian bertumbuh pesat dan telah diterima secara universal. Di tengah kondisi ekonomi dunia yang belum stabil, industri keuangan syariah justru menunjukkan perkembangan positif yang terjadi tidak hanya di negara-negara dengan penduduk masyoritas Islam saja, melainkan juga di negara-negara minoritas muslim di berbagai belahan dunia (Sabirzyanov, 2015). Adapun di Indonesia sendiri, yang memiliki 85 persen populasi penduduk muslim atau diperkirakan mencapai lebih dari 200 juta jiwa, memiliki potensi yang begitu besar dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah. Berdasarkan Fatwa Dewan Syari'ah Nasional Nomor 40 Tahun 2003 tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal, bahwa efek syariah adalah surat berharga yang akad, pengelolaan perusahaannya, maupun cara penerbitannya memenuhi prinsip-prinsip syariah. Efek syariah yang dimaksud mencakup saham syariah, obligasi syariah (sukuk), dan reksadana syariah. Selain itu, efek syariah juga mencakup Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) syariah dan surat berharga lainnya yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Di dalam standar akuntansi keuangan nomor 29 yang diterbitkan oleh Accounting and Auditing Organisation for Islamic Financial Institutions (AAOIFI) pada tahun 2016, sukuk didefinisakan sebagai sertifikat dengan nilai tertentu atas kepemilikan aset berwujud, produk dan jasa atau kepemilikan modal atas aset proyek tertentu atau kegiatan investasi khusus. Sukuk dapat diperdagangkan maupun tidak dapat diperdagangkan sesuai dengan sifat kontrak dan sifat dasar aset atau bisnis. 2.
(7) Sukuk (obligasi syariah) juga berbeda dengan obligasi kovensional. Perbedaan utama nya adalah bahwa sukuk harus berlandaskan prinsip-prinsip syariah, yaitu memastikan setiap investasi yang ditanamkan dalam sukuk terbebas dari segala aktifitas non halal dan mengandung riba yang diharamkan dalam prinsip syariah. Beberapa prinsip dalam transaksi keuangan yang sesuai syariah ditekankan pada perjanjian yang adil, penggunaan sistem bagi hasil/profit sharing, serta larangan terhadap riba, gharar dan maysir. Sementara obligasi adalah kontrak kewajiban hutang dimana pihak issuer/emiten berkewajiban membayar bunga dan pokok pinjaman pada pemegang obligasi/holder. Adapun sukuk adalah klaim atas kepemilikan underlying asset, sehingga pemegang sukuk berhak atas bagian penghasilan dari underlying aset tersebut (Purnamawati, 2013). Pilihan untuk berinvestasi pada sukuk dapat dijadikan sebagai pertimbangan utama bagi investor yang ingin berinvestasi namun kurang menyukai risiko. Hal ini dikarenakan sukuk mampu memberikan yield, yaitu pendapatan tetap bagi investor atau imbal hasil (return) atas penempatan dananya pada sukuk. Sebagaimana dijelaskan oleh Hamida (2017), yield sukuk merupakan faktor penting yang menjadi pertimbangan investor dalam berinvestasi pada sukuk. Perusahaan yang menerbitkan sukuk akan mencantumkan yield sukuk pada laporan keuangan yang dibuatnya. Yield sukuk yang diperoleh dari investasi akan mengalami perubahaan seiring berjalannya waktu yang juga akan berpengaruh terhadap tingkat pasar sukuk itu sendiri. Selain dapat memperoleh kepastian yield, terdapat berbagai kelebihan berinvestasi dalam sukuk. Sebagaimana dijelaskan oleh Fatah (2011), keunggulan berivestasi di sukuk yaitu; (1) Investasi aman dan dijamin oleh pemerintah atau perusahaan dalam pembayaran bagi hasil dan nilai nominal sampai dengan jatuh tempo, (2) Memiliki return atau nisbah bagi hasil yang lebih kompetitif dan relatif tinggi dibandingkan dengan instrumen keuangan lain, (3) Berpotensi memperoleh capital gain dan dapat diperjualbelikan di pasar sekunder, (4) Berinvestasi dengan mengikuti dan melaksanakan syariah, (5) Terbebas dari riba (usury), gharar (uncertainty), dan maysir (gambling). 3.
(8) Sebagaimana investasi pada obligasi konvensional, sukuk juga memiliki risiko default atau risiko gagal bayar. Risiko gagal bayar (default risk), adalah risiko dimana penerbit sukuk gagal melakukan pembayaran bagi hasil atau pokok pembayaran sebagaimana yang dijanjikan oleh penerbit pada saat produk investasi jatuh tempo. Risiko gagal bayar mempengaruhi tingkat suku bunga yang dikenakan pada instrumen hutang. Semakin tinggi risiko default, semakin tinggi pula tingkat bunga akan dikenakan oleh pemberi pinjaman. (Zakaria, et al., 2012). Meskipun begitu, umumnya sukuk yang diterbitkan oleh pemerintah sangatlah kecil mengalami risiko ini atau diasumsikan risk free. Untuk itu, investor perlu memiliki acuan dalam melihat tingkat risiko suatu sukuk sehingga dapat menjadi pertimbangan sebelum berinvestasi. Di Indonesia, Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku lembaga pemerintah yang mengawasi pasar modal dan keuangan akan melakukan pengujian atas peringkat atau rating sukuk untuk memberi gambaran kepada investor dalam berinvestasi pada sukuk. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah di dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.. Apakah firm size berpengaruh terhadap rating sukuk ?. 2.. Apakah Return on Asset berpengaruh terhadap rating sukuk ?. 3.. Apakah Debt to Equity Ratio berpengaruh terhadap rating sukuk ?. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memberikan bukti empiris tenang berbagai faktor yang mempengaruhi Penentuan Rating Sukuk sbb : 1.. Menguji pengaruh firm size terhadap rating sukuk.. 2.. Menguji pengaruh Return on Asset terhadap rating sukuk.. 3.. Menguji pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap rating sukuk. 4.
(9) Gambar 2.1Kerangka Pemikiran. Fatwa DSN-MUI No. 40 / Tahun 2003. Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Pasar Modal. Fatwa DSN-MUI No. 32 / Tahun 2002 PSAK No.110 Akuntansi Sukuk. Obligasi Syariah (Sukuk). Standar Akuntansi Sukuk No. 29 oleh AAOIFI. Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perusahaan Penerbit Sukuk. Diberi Rating oleh PT PEFINDO. Perusahaan Penerbit Sukuk Memperoleh Rating. AAA AA A BBB BB B CCC D. Paling Unggul Sangat Kuat Kuat Memadai Agak Lemah Lemah Rentan Gagal Gagal Bayar. Laporan Keuangan Tahun 2013-2016. Firm Size ROA DER. 5.
(10) Manfaat Penelitian 1.. Manfaat bagi Peneliti dan Akademisi. Penelitian yang dilakukan diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap perkembangan keilmuan yang berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi pemeringkatan sukuk ditinjau dari aspek keuangan, dan menjadi landasan penelitian yang berkelanjutan terkait perkembangan pasar modal syariah di Indonesia. 2.. Manfaat bagi Investor/calon investor. Setelah memahami faktor-faktor yang berpotensi mempengaruhi pemeringkatan sukuk, diharapkan bagi investor maupun calon investor lebih tertarik dalam menentukan pilihan berinvestasi di pasar modal syariah, khususnya terhadap obligasi syariah atau sukuk. Melalui penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi tambahan referensi dan panduan dalam memilih instrumen sukuk yang tepat dan layak untuk diinvestasikan serta memberikan keuntungan terbaik bagi investor. 3.. Manfaat bagi Perusahaan Penelitian ini diharapkan mampu menjadi bahan masukan bagi. manajemen di perusahaan dalam memperhatikan rasio-rasio keuangan yang memiliki potensi pengaruh yang tinggi bagi peringkat sukuk, sehingga dapat menjadi perhatian utama bagi manajemen dalam meningkatkan kinerja keuangannya untuk memperoleh kepercayaan stakeholder dalam berinvestasi. 1.1. KAJIAN LITERATUR DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS. 1.1.1 Teori Agency Teori agensi merupakan hubungan keagenan di mana satu atau lebih investor (principal) menjalin hubungan kontrak yang melibatkan agen (manajer), untuk melakukan pekerjaan dan pelayanan atas dasar pendelegasian wewenang yang diberikan oleh principal kepada agen tersebut untuk mengambil keputusan dan mengelola perusahaan. Di dalam hubungan keagenan ini, kedua belah pihak (agen dan principal) memiliki kepentingan yang berbeda dalam saling memanfaatkan untuk mendapat keuntungan, untuk itu diyakini bahwa agen tidak akan selalu 6.
(11) bertindak demi kepentingan terbaik principal. Prinsipal dapat membatasi divergensi dari minatnya dengan menetapkan insentif yang sesuai untuk agen dan secara berkala melakukan pengawasan yang dirancang untuk membatasi aktivitas menyimpang yang dilakukan oleh agen sehingga menimbulkan agency cost (Jensen & Meckling, 1976). Konflik antara principal dan agen dapat diatasi dengan memberikan kesetaraan atas kepentingan dengan cara menghadirkan kepemilikan saham bagi manajemen (insider ownership). Proses ini kemudian dinamakan bonding mechanism, yaitu proses untuk menyamakan kepentingan dengan mengikat manajemen dalam modal perusahaan. Insider ownership ini dapat digunakan untuk mengurangi agency cost, karena dengan kepemilikan atas saham perusahaan diharapkan manajer merasakan langsung manfaat dari setiap keputusan yang diambilnya (Masdupi, 2012). Cara lain yang dapat digunakan oleh dilakukan principal untuk mengurangi agency cost adalah melalui penggunaan hutang dalam struktur modal melalui penerbitan obligasi maupun sukuk. Struktur modal yang bertambah melalui penerbitan obligasi dapat mengurangi penggunaan saham sehingga meminimalisasi agency cost atas ekuitas. Sebagaimana menurut Bathala et al, (1994) cara yang dapat digunakan untuk mengurangi konflik kepentingan, yaitu dengan meningkatkan sumber pendanaan melalui utang, dan kepemilikan saham oleh institusi (institutional holdings). 1.1.2 Teori Signal Teori signal didefinisikan oleh Spence (1973) yaitu suatu kondisi asimetri yang terjadi pada pihak yang berkepentingan dalam perusahaan mengenai informasi perusahaan. Hal ini dikarenakan adanya salah satu pihak yang dianggap memiliki informasi yang lebih baik dari pihak lainya. Manajemen sebagai pihak internal perusahaan memiliki informasi yang lebih baik dibandingkan dengan pihak lain. Adanya. asimetri. informasi. ini. mendorong. timbulnya. teori. signal. yang. mengemukakan bagaimana seharusnya sebuah perusahaan memberikan sinyal kepada pengguna laporan keuangan. Sinyal ini berupa informasi mengenai apa yang 7.
(12) sudah dilakukan oleh manajemen untuk merealisasikan keinginan pemilik. Sinyal yang diberikan dapat berupa promosi atau informasi lain yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut lebih baik daripada perusahaan lain. Manajer adalah yang bertanggungjawab memberikan sinyal berupa laporan keuangan dan informasi non keuangan perusahaan kepada pihak luar seperti lembaga pemeringkat efek. Lembaga pemeringkat efek melakukan proses pengujian untuk menentukan peringkat obligasi maupun sukuk bagi perusahaan penerbit obligasi dengan kriteria layak investasi maupun tidak layak. Peringkat obligasi ini memberikan sinyal tentang probabilitas kegagalan pembayaran utang sebuah perusahaan (Estiyanti dan Yasa, 2012). 1.2. PENGEMBANGAN HIPOTESIS. 1.2.1 Firm Size berpengaruh terhadap rating sukuk Miswanto dan Husnan (1999) menyatakan, untuk mengukur seberapa besar ukuran perusahaan dapat dengan menggunakan total aset, jumlah penjualan atau ekuitas. Apabila total aset, jumlah penjualan atau ekuitas tersebut besar, maka logaritma terhadap jumlah tersebut digunakan untuk tujuan penelitian. Firm size atau ukuran perusahaan mempunyai pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap rating sukuk. Semakin besar ukuran suatu perusahaan yang dilihat dari nilai total aktiva, maka semakin besar probabilitas perusahaan untuk mendapatkan rating sukuk yang tinggi (Sudaryanti, et al, 2011). Hal ini didukung oleh penelitian yang telah dilakukan oleh Lima, et al (2016), Kusbandiyah dan Wahyuni (2014), dan Sudaryanti, et. all. (2011). Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat disusun hipotesis sebagai berikut: H1: Firm Size berpengaruh terhadap rating sukuk 1.2.2 Return on Asset berpengaruh terhadap rating sukuk Kusbandiyah dan Wahyuni (2014) menjelaskan bahwa ROA dapat digunakan sebagai alat ukur efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan perputaran aset yang dimilikinya untuk menghasilkan laba. Tingginya rasio profitabilitas yang ditunjukan dari nilai ROA menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar bunga. 8.
(13) periodik dan melunasi pokok pinjaman sehingga dapat meningkatkan peringkat sukuk perusahaan. ROA memiliki pengaruh positif terhadap rating obligasi. Implikasinya, apabila nilai ROA semakin tinggi, maka akan semakin tinggi pula perolehan rating obligasi. Perbandingan net income dengan total aset perusahaan tepat digunakan untuk memprediksi rating obligasi. Hal ini ditunjukkan dengan kondisi semakin tinggi laba perusahaan, maka akan menaikkan peringkat obligasi. Selain itu, tingginya tingkat profitabilitas perusahaan berarti menunjukkan rendahnya risiko default atau ketidakmampuan membayar (Henny, 2016). Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Kusbandiyah dan Wahyuni (2014), dan Pebruary (2016). Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H2: Return on Asset berpengaruh terhadap rating sukuk 1.2.3 Debt to Equity Ratio berpengaruh terhadap rating sukuk Debt to Equity Ratio (DER) merupakan bagian dari rasio leverage yang digunakan untuk menghitung nilai utang dengan ekuitas. Rasio leverage digunakan untuk mengukur seberapa besar pendanaan perusahaan yang dibiayai dengan utang (Fahmi, 2014:127) Debt to Equity Ratio memiliki pengaruh yang besar dalam memprediksi rating obligasi. Perusahaan yang memiliki proporsi jumlah hutang yang lebih kecil dari jumlah modal dapat diinterpretasikan sebagai perusahaan yang mampu melunasi hutang dengan modal yang dimiliki. Perusahaan diperbolehkan memiliki hutang asalkan mampu memberikan dampak positif bagi operasional perusahaan, serta perusahaan mampu membayar bagi hasil/margin sesuai kesepakatan kontrak dan melunasi kewajibannya ketika jatuh tempo. Bahkan, perusahaan yang mampu mengelola obligasi dengan baik, maka akan menghasilkan laba dan berdampak pada peningkatan modal yang dimiliki perusahaan. Perusahaan dengan kondisi tersebut diminati banyak investor karena memiliki peringkat obligasi berada pada kategori tertinggi layak investasi (Amalia, 2013). Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Pebruary (2016). Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H3: Debt to Equity Ratio berpengaruh terhadap rating sukuk 9.
(14) 2. METODE PENELITIAN 2.1 Populasi, Sampel, Cara Memperoleh Data, Pengukuran Variabel Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang menerbitkan sukuk dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sedangkan, metode pemilihan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan pendekatan purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Kriteria sampel dalam penelitian ini adalah: a. Sukuk korporasi yang yang diterbitkan oleh perusahaan dan memperoleh rating yang dikeluarkan oleh PT PEFINDO pada tahun 2013-2016 b. Perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan yang berakhir 31 Desember c. Perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan tahunan (annual report) selama tahun 2013-2016 yang dapat diakses/diperoleh melalui www.idx.com atau melalui masing-masing situs perusahaan. 2.2 Variabel Dependen Rating Sukuk Rating sukuk adalah peringkat yang dikeluarkan oleh lembaga resmi pemeringkat sukuk terhadap perusahaan penerbit sukuk. Rating sukuk ini memberikan informasi kepada investor mengenai kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban finansialnya yang tercermin dalam indikator ketepatan waktu pembayaran pokok perjanjian dan bagi hasil, dan mencerminkan skala risiko dari suku yang diperdagangkan oleh perusahaan. Pengukuran variabel ini dilakukan dengan memberi nilai pada masingmasing peringkat dengan mengacu pada penelitian terdahulu serta disesuaikan dengan kategori rating sukuk yang dikeluarkan oleh PT. PEFINDO.. Tabel 3.1 Kategori Rating Sukuk Rating idAAA(sy). Kategori Paling unggul Invesment Grade. 10. Nilai 4.
(15) Sangat Kuat Invesment Grade. 3. Kuat Invesment Grade. 2. Memadai Invesment Grade. 1. idBB(sy). Agak lemah Non Invesment Grade. 0. idB(sy). Lemah Non Invesment Grade. 0. Rentan gagal bayar Non Invesment Grade. 0. Gagal bayar Non Invesment Grade. 0. idAA(sy) idA(sy) idBBB(sy). idCCC(sy) idD(sy). Sumber: Pefindo (2015) dan Purwaningsih (2013) diolah 2.3 Variabel Independen. 2.3.1 Firm Size Firm size memberikan informasi kepada investor untuk mengetahui kemampuan perusahaan penerbit obligasi dalam membayar bunga obligasi secara periodik dan melunasi pokok pinjaman sehingga dapat meningkatkan peringkat obligasi perusahaan (Kusbandiyah & Wahyuni, 2014). Menurut Jogiyanto (2007:282), ukuran aset digunakan untuk mengukur besarnya perusahaan, ukuran aset tersebut diukur sebagai logaritma dari total aset. Nilai total aset biasanya bernilai sangat besar dibandingkan dengan variabel keuangan lainya, sehingga variabel total aset disederhanakan menjadi Log natural (Ln) Total Aset. Untuk itu, Dalam penelitian ini Firm size di ukur dengan menggunakan rumus:. Firm Size = Ln (Total Asset). 2.3.2. Profitabilitas ROA (Return on Asset) adalah rasio profitabilitas yang merupakan instrumen. untuk mengukur efektifitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan total aset yang dimilikinya. Semakin tinggi ROA menunjukkan 11.
(16) semakin efektif perusahaan memanfaatkan asetnya untuk menghasilkan laba bersih. Semakin besar ROA menunjukkan kinerja perusahaan semakin baik, karena tingkat pengembalian (return) semakin besar. Fahmi (2014:137) menjelaskan untuk menghitung ROA dapat menggunakan rumus Total Net Income atau Earning After Tax dibagi dengan Total Aset. Berdasarkan hal tersebut, maka pengukuran ROA dalam penelitian ini menggunakan rumus: ℎ = ––––––––––––––– x 100. 2.3.3 Risiko Risiko dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan DER (Debt to Equity Ratio) merupakan merupakan rasio yang digunakan untuk menilai hutang dan ekuitas. Perusahaan yang memiliki proporsi jumlah hutang yang lebih kecil dari jumlah modal dapat diinterpretasikan sebagai perusahaan yang mampu melunasi hutang dengan modal yang dimiliki. Untuk menghitung DER, dapat mengunakan jumlah total utang dibagi dengan total ekuitas (Budhi dan Teguh, 2011). Hasil dari DER ini dikatakan baik apabila menunjukkan hasil yang rendah karena aman bagi kreditor saat likuidasi. Rumus DER dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Total Hutang DER = ––––––––––––––– x 100 Ekuitas 2.4. Metode Analisis Data Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis yaitu analisis regresi. logistik ordinal (Ordinal Logistic Regression).Pengujian yang akan dilakukan dalam analisis regresi logistik ordinal dalam penelitian ini yaitu Uji Case Processing Summary, Uji Model Fitting Information, Uji Goodness-of-Fit, Uji Pseudo R Square, Uji Parallel Lines, Uji Parameter estimates dan interpretasi. 12.
(17) 3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Gambaran Umum Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang menerbitkan sukuk dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sedangkan, metode pemilihan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan pendekatan purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Kriteria sampel dalam penelitian ini adalah: Berdasarkan kriteria pengambilan sampel yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, maka diperoleh sampel penelitian sebagai berikut: Tabel 4.1 Prosedur Pemilihan Sampel Keterangan. Perusahaan. Sukuk. Perusahaan yang menerbitkan sukuk dan terdaftar di. 24. 66. (8). (22). (2). (2). 14. 42. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2013 2016. Perusahaan / Sukuk korporasi yang tidak memperoleh rating dari PT PEFINDO pada tahun 2013-2016 Perusahaan yang laporan keuangannya tidak dapat diakses Jumlah sampel. Sumber: Data Diolah, 2017. 3.2. Hasil Analisis Data. 3.2.1 Uji Case Processing Summary Dalam penelitian ini, variabel dependen merupakan sebuah variabel dummy yang memiliki satu kelompok referensi sebagai perhitungan dasar, yaitu AAA=4, 13.
(18) AA=3, dan A=2 dengan AAA sebagai pembanding dasar. Rating sukuk yang beredar dalam satu kurun waktu pengamatan dapat dilihat dalam tabel 4.4 dibawah ini:. Tabel 4.4 Case Processing Summary N. Marginal Percentage. 2,00. 21. 50,0%. 3,00. 5. 11,9%. 4,00. 16. 38,1%. Valid. 42. 100%. Missing. 0. Total. 42. Rating. Sumber: hasil pengolahan data statistik 2017 Tabel 4.4 diatas menggambarkan perolehan rating sukuk yang beredar selama tahun pengamatan 2013-2016. Sukuk yang memperoleh rating A adalah sebanyak 21 sukuk atau 50% dari total sampel yang digunakan. Kemudian sukuk dengan rating AA adalah sebanyak 5 sukuk atau 11,9%. Sedangkan untuk sukuk yang memperoleh rating AAA adalah sebanyak 16 sukuk atau 38,1%. Maka dapat disimpulkan bahwa perolehan rating sukuk didominasi oleh rating AA selama tahun pengamatan 2013-2016.. 14.
(19) 3.2.2 Model Fitting Information Tabel 4.5 Model Fitting Information. Model. -2 Log Likelihood. Intercept Only. 81,277. Final. 54,953. Chi-Square. 26,324. df. 3. Sig.. ,000. Sumber: Hasil Pengolahan Data Statistik 2017 Tabel 4.5 diatas menjelaskan bahwa model dengan intercept only menghasilkan nilai -2 Log Likelihood 81,277 sedangkan jika nilai variabel independen firm size, ROA dan DER dimasukkan ke dalam model, maka nilai -2 Log Likelihood menjadi 54,953 sehingga Chi-Square 26,324 dan penurunan ini signifikan pada 0,000 yang berarti bahwa model dengan ketiga variabel independen, yaitu firm size, ROA dan DER mampu memberikan hasil yang lebih baik untuk memprediksi peringkat sukuk dibandingkan dengan model yang hanya menggunakan intercept only. Sehingga, dapat dikatakan bahwa model penelitian ini “fit”. 3.2.3 Uji Goodness-of-Fit Uji goodness-of-fit ini merupakan pengujian parameter secara simultan untuk mengetahui kecocokan model analisis dengan melihat nilai Chi-Square kecil dengan probabilitas yang tidak signifikan (p>0,05). Tabel 4.6 Goodness-of-Fit. 15.
(20) Chi-Square. Df. Sig.. Pearson. 75,145. 79. ,602. Deviance. 54,953. 79. ,982. Berdasarkan data pada tabel 4.6 diatas dapat dilihat bahwa goodness-of-fit dengan pearson menghasilkan nilai chi-square 75,145 dan signifikan pada 0,602 yang berarti model memiliki probabilitas yang tidak signifikan pada alpha 5% sedangkan nilai deviance menghasilkan nilai chi-square sebesar 54,953 hal ini berarti terjadi penurunan dan signifikan pada 0,982 yang berarti model memiliki probabilitas yang tidak signifikan pada alpha 5%. Dalam uji goodness-of-fit diharapkan nilai chi-square (pearson dan deviance) rendah dan memiliki probabilitas > alpha 5%, dapat dilihat hasil dalam tabel 4.6 menunjukkan nilai signifikan pearson dan deviance > 5% yang berarti bahwa model memiliki probabilitas yang tidak signifikan pada alpha>5% atau dengan kata lain model tersebut “cocok”. 3.2.4 Uji Pseudo R Square Uji Pseudo R-Square bertujuan untuk mengetahui kekuatan hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Menurut Ghozali (2011:354) dalam Uji Pseudo R-Square peneliti dapat menggunakan salah satu dari ketiga item yaitu Cox dan Snell, Nagelkarke dan McFadden untuk menjelaskan hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen atau kemampuan variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen. Pada penelitian ini, peneliti menggunakn nilai Nagelkarke.. Tabel 4.7 Pseudo R-Square Cox and Snell. ,466. Nagelkerke. ,544. McFadden. ,324 16.
(21) Sumber: Hasil Pengolahan Data Statistik 2017 Tabel 4.7 diatas menunjukkan nilai R-Square yang dilihat dai nilai Nagelkarke yaitu sebesar 54,4%. Hal tersebut berarti bahwa variasi variabel dependen (rating sukuk) yang dapat dijelakan oleh semua variabel independen (firm size, ROA dan DER) adalah sebesar 54,4%. Adapun sisanya sebesar 45,6% dijelaskan oleh variabel lain diluar model. 3.2.5 Uji Parallel Lines Uji parallel lines bertujuan untuk menilai apakah asumsi semua kategori memiliki parameter yang sama atau tidak. Uji pararel lines dikatakan sesuai apabila menunjukkan nilai p>0,05. Tabel 4.8 Test of Parallel Lines Model. -2. Log Chi-Square. df. Sig.. 3. ,100. Likelihood Null Hypothesis. 54,953. General. 37,361b. Dari tabel. 17,592c. 4.8 ini dapat dilihat bahwa nilai probabilitas >0,05 yaitu. 0,100>0,05 yang berarti bahwa model cocok atau semua kategori memiliki parameter yang sama dan sesuai sehingga tidak perlu dilakukan pemodelan kembali. Hal ini sesuai dengan pendapat Ghozali (2011:364) bahwa dalam Uji parallel lines peneliti dapat melihat nilai probabilitas, jika menunjukkan nilai yang lebih besar dari alpha 5% maka model sudah sesuai yang berarti semua kategori memiliki parameter yang sama. 3.2.6 Hasil Analisis Ordinal Logistic Regression Metode Ordinal Logistic Regression digunakan untuk melihat pengaruh Firm Size, ROA dan DER terhadap rating sukuk.. 17.
(22) Tabel 4.9 Parameter Estimates Estimate Std. Error Wald. df. Sig.. 95%. Confidence. Interval Lower Upper Bound Bound Threshold. Location. [Rating = 2,00] 61,179. 20,419. 8,977. 1. ,003. 21,159 101,199. [Rating = 3,00] 62,073. 20,499. 9,169. 1. ,002. 21,895 102,251. DER. ,415. ,259. 2,567. 1. ,109. -,093. ROA. 32,142. 20,546. 2,447. 1. ,118. -8,128 72,412. FirmSize. 1,900. ,633. 8,999. 1. ,003. ,659. ,922. 3,142. Dari tabel 4.9 dapat dibentuk persamaan Ordinal Logistic Regression atau persamaan perbandingan dibawah ini: Logit (P2). = 61,179 + 1,900 FirmSize + 32,142 ROA + 0,415 DER + e …………………………... (2). Logit (P2+ P3). = 62,073 + 1,900 FirmSize + 32,142 ROA + 0,415 DER + e …………………………... (3). Dari data persamaan model regresi logistic ordinal yang telah terbentuk diatas maka diinterpretasikan sebagai berikut: 1.. Variabel Firm size berpengaruh signifikan dalam penentuan peringkat sukuk dengan koefisien bernilai positif yaitu 1,900 dengan nilai probabilitas value < 0,05. 18.
(23) 2.. Variabel ROA tidak berpengaruh dalam penentuan peringkat sukuk dengan koefisien bernilai positif yaitu 32,142 dan nilai probabilitas value >0,05.. 3.. Variabel DER tidak berpengaruh dalam penentuan peringkat sukuk dengan koefisien bernilai positif yaitu 0,415 dengan nilai Probabilitas value >0,05.. 3.2.6. Uji Parameter Estimate dan Interpretasi Hasil Uji Parameter estimate digunakan untuk menguji beda dua rata-rata H0. dan H1 dalam hal ini uji parameter estimates sama halnya dengan Uji t dalam menguji beda dua rata-rata terhadap H0 dan H1 dengan tingkat kesalahan 5%. Jika nilai probabilitas yang tertera dalam output data lebih besar daripada perbandingan probabilitas maka H0 ditolak dan H1 diterima, namun apabila data lebih kecil dari perbandingan probabilitas maka H0 diterima dan H1 ditolak. Dari hasil analisis ordinal logistic regression pada tabel 4.9 dapat dilihat bahwa hanya variabel firm size yang berpengaruh secara nyata terhadap rating sukuk dengan nilai signifikan 0,3%. Sedangkan untuk variabel DER dan ROA memperoleh hasil yang tidak signifikan karena nilai sig lebih dari 5%. Dari hasil pengujian diatas maka dapat diinterpretasikan sebagai berikut ini: 1. Nilai signifikan variabel Firm Size Berdasarkan tabel 4.9 diatas dapat diketahui bahwa Firm Size memiliki nilai probabilitas value lebih kecil dibandingkan level of significant yaitu sebesar 0,3% < 5%. Hal ini dapat diartikan bahwa FirmSize berpengaruh terhadap rating sukuk dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H1 diterima. 2. Nilai signifikan variabel ROA Berdasarkan tabel 4.9 diatas dapat diketahui bahwa ROA memiliki nilai probabilitas value lebih besar dibandingkan level of significant yaitu sebesar 11,8 > 5%. Hal ini dapat diartikan bahwa ROA tidak berpengaruh terhadap rating sukuk dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H2 ditolak. 3. Nilai signifikan variabel DER Berdasarkan tabel 4.9 diatas dapat diketahui bahwa DER memiliki nilai probabilitas value lebih besar dibandingkan level of significant yaitu sebesar 19.
(24) 10,9 > 5%. Hal ini dapat diartikan bahwa DER tidak berpengaruh terhadap rating sukuk dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H3 ditolak. 4. PENUTUP Berdasarkan hasil analisis yang telah dibahas, maka kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut: a. Nilai Pseudo R-Square menunjukkan variasi variabel dependen (rating sukuk) yang dapat dijelaskan oleh semua variabel independen (firm size, ROA dan DER) adalah sebesar 54,4% dan sisanya sebesar 45,6% dijelaskan oleh variabel lain diluar model. b. Firm size memiliki nilai probabilitas value lebih kecil dibandingkan level of significant yaitu sebesar 0,3% < 5%. Maka dapat disimpulkan bahwa firm size berpengaruh terhadap rating sukuk pada perusahaan penerbit sukuk yang memperoleh peringkat dari PT Pefindo tahun 2013-2016. c. ROA memiliki nilai probabilitas value lebih besar dibandingkan level of significant yaitu sebesar 11,8% > 5%. Maka dapat disimpulkan bahwa ROA tidak berpengaruh terhadap rating sukuk pada perusahaan penerbit sukuk yang memperoleh peringkat dari PT Pefindo tahun 2013-2016. d. DER memiliki nilai probabilitas value lebih besar dibandingkan level of significant yaitu sebesar 10,9% > 5%. Maka dapat disimpulkan bahwa DER tidak berpengaruh terhadap rating sukuk pada perusahaan penerbit sukuk yang memperoleh peringkat dari PT Pefindo tahun 2013-2016. 4.1 Keterbatasan Penelitian Berikut adalah keterbatasan dari penelitian ini: 1. Dari ketiga variabel yang diamati pada penelitian ini, hanya satu variabel yaitu firm size yang memiliki pengaruh signifikan terhadap rating sukuk. Sehingga belum dapat menjelaskan variabel-variabel lain yang lebih variatif untuk melihat faktor yang mempengaruhi rating sukuk. 2. Aspek yang ditinjau dalam penelitian ini untuk melihat penentu rating sukuk terbatas pada rasio keuangan saja, sehingga belum melihat aspek non-keuangan yang juga menjadi pertimbangan agen pemeringkat dalam menentukan rating sukuk. 20.
(25) 3. Ordinaly ini menggunakan Rating AAA (4) sebagai pembanding, hal ini menyebabkan nilai koefisien cenderung positif. Sehingga dalam penelitian berikutnya perlu dilakukan penambahan pembanding dengan menggunakan keseluruhan Rating. 4.2 Saran Berdasarkan kesimpulan dan keterbatasan penelitian diatas, berikut adalah saran dari penelitian ini: 1.. Bagi Investor / Calon Investor Peringkat sukuk selayaknya menjadi perhatian dan acuan utama bagi para investor maupun calon investor yang ingin berivestasi pada obligasi syariah atau sukuk. Selain dengan melihat rating sukuk yang telah dipublikasikan oleh PT PEFINDO, para investor juga dapat menguji secara langsung kualitas dan kinerja perusahaan yang dilihat dari rasio keuangan pada perusahaan tersebut.. 2.. Bagi Perusahaan (Penerbit Sukuk) Perusahaan yang telah maupun akan menerbitkan sukuk untuk memperhatikan kembali ukuran perusahaan (firm size) dengan terus meningkatkan nilai total aset, karena faktor ini menjadi perhatian utama agen pemeringkat dalam memberi penilaian rating sukuk. Semakin besar jumlah aset yang dimiliki perusahaan, maka semakin tinggi rating sukuk yang akan diperolehnya. Disamping itu, firm size dapat menunjukkan banyak sedikitnya informasi yang dipublikasikan oleh perusahaan, sehingga apabila semakin banyak informasi yang bisa diperoleh investor akan memperkecil ketidakpastian yang dimiliki oleh investor.. 3.. Bagi Penelitian Selanjutnya a. Bagi peneliti berikutnya yang ingin mendapatkan tingkat akurasi model semakin. baik. dan. dapat. digeneralisasikan,. diharapkan. dapat. memperpanjang dan memperbarui periode pengamatan pada tahun-tahun berikutnya. b. Penelitian selanjutnya dapat pula menambah variasi variabel atau menggunakan. variabel. lain. untuk. melihat. faktor-faktor. yang. mempengaruhi rating sukuk. Dengan menambahkan aspek keuangan 21.
(26) maupun non-keuangan dapat dilakukan untuk melihat hasil yang kemungkinan berbeda dari penelitian ini. c. Untuk penelitian berikutnya juga dapat memperbanyak jumlah sampel perusahaan maupun sukuk yang diterbitkan untuk memperoleh hasil yang lebih akurat.. DAFTAR PUSTAKA. Accounting and Auditing Organisation for Islamic Financial Institutions (AAOIFI). 2016. Exposure Draft of the Financial Accounting Standard “Sukuk”. dipublikasikan secara online di website http://aaoifi.com. diakses tanggal 9 Nopember 2017. Almara. D.S dan Muharam, Harjum. (2015). Analisis Pengaruh Nilai Sukuk, Rating Sukuk, dan Risiko Sukuk terhadap Last Yield Sukuk. Diponegoro Journal of Management Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015. Amalia, N. (2013). Pemeringkatan Obligasi PT Pefindo: Berdasarkan Informasi Keuangan. Accounting Analysis Journal, 2(2). Ab Hamid, N. H., Zakaria, N. B., & Ab Aziz, N. H. (2014). Firms’ performance and risk with the presence of Sukuk rating as default risk. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 145, 181-188. Budhi dan Teguh. (2011). Analisis Pengaruh Tingkat Suku Bunga SBI, Exchange Rate, Ukuran Perusahaan, Debt To Equity Ratio dan Bond terhadap Yield Obligasi Korporasi di Indonesia. Jurnal Manajemen Teknologi, 10 (2) : 186195. Bathala C.T, K.P. Moon, dan P. Rao. 1994. Managerial ownership, debt policy, and institutional holdings, an agency theory perspective. Diakses melalui https://econpapers.repec.org/article/fmafmanag/bathala94.htm Dewan Standar Akuntansi Syariah Ikatan Akuntan Indonesia. 2015. PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN 110: AKUNTANSI SUKUK. diakses melalui: http://iaiglobal.or.id/v03/standar-akuntansi keuangan/pernyataan-sas-78-psak-110-akuntansi-sukuk Direktorat Pembiayaaan Syariah. (2010). Tanya Jawab Surat Berharga Syariah Negara (Sukuk Negara) Instrumen Keungan Berbasis Syariah. Edisi kedua 2010. Elhaj, M. A. A., Muhamed, N. A., & Ramli, N. M. (2015). The Influence of Corporate Governance, Financial Ratios, and Sukuk Structure on Sukuk Rating. Procedia Economics and Finance, 31, 62-74. Estiyanti, N. M., & Yasa, G. W. (2012). Pengaruh faktor keuangan dan non keuangan pada peringkat obligasi di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Universitas Udayana. Fahmi, Irham. (2014) Analisis Laporan Keuangan. Bandung: Penerbit Alfabeta. 22.
(27) Fatah, D. A. (2011). Perkembangan Obligasi Syari’ah (Sukuk) di Indonesia: Analisis Peluang dan Tantangan. Innovatio, 10(2). Ghozali, I. (2006). Aplikasi analisis multivariate dengan program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Godlewski, C. J., Turk, R., & Weill, L. (2011). Do markets perceive sukuk and conventional bonds as different financing instruments?. BOFIT Discussion Paper No. 6/2011. Hamida, Leily. (2017). Pengaruh Likuiditas dan Leverage Terhadap Yield Sukuk dengan Peringkat Sukuk sebagai Variabel Intervening (Study Pada Perusahaan Non Keuangan di Bursa Efek Indonesia ). EKOBIS Vol.18, No.1, Januari 2017 : 71 - 86 Henny, H. (2016). Pengaruh Faktor Akuntansi Terhadap Prediksi Peringkat Obligasi. Jurnal Akuntansi/Volume XX, No. 01, Januari 2016: 52-69 Huda, Nurul dan Nasution, Mustafa Edwin. 2008. Investasi pada Pasar Modal Syariah. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Hull, J., Predescu, M., & White, A. (2004). The relationship between credit default swap spreads, bond yields, and credit rating announcements. Journal of Banking & Finance, 28(11), 2789-2811. Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976). Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs and ownership structure. Journal of financial economics, 3(4), 305-360. Jogiyanto, H.M. 2007. Teori Portfolio dan Analisa Investasi, Edisi 2. Yogyakarta: BPFE Kawedar, Warsito dan Suwanti. 2009. “Pengaruh Pengumuman Bond Rating Versi PT Pefindo terhadap Abnormal Return Saham Perusahan di Bursa Efek Jakarta”. AKSES: Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Volume 4. No. 8. Hal. 149160. Kusbandiyah, Ani dan Wahyuni, Sri. 2014. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Peringkat Obligasi Syariah: Studi Empiris pada Pasar Obligasi Syariah Di Indonesia. Seminar Nasional dan Call for Paper Program Studi Akuntansi-FEB UMS, 25 Juni 2014 Komite Nasional Keuangan Syariah untuk Percepatan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Indonesia. https://www.bappenas.go.id/id/berita-dansiaran-pers/komite-nasional-keuangan-syariah-untuk-percepatanpengembangan-ekonomi-dan-keuangan-syariah-di-indonesia/ diakses 8 Nopember 2017 Lima, F. G., da Silveira, R. L. F., & Fonseca, C. V. C. (2016). The Determinants of Credit Rating Levels: Evidence from Brazilian Non-Financial Companies. International Conference on Emerging Market Economies, at Porto, Portugal, June 2016. Margareta dan Nurmayanti, Poppy. (2009). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prediksi Peringkat Obligasi Ditinjau dari Faktor Akuntansi dan Non Akuntansi. Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol.11 No.3, Desember 2009. Marifa. (2014). Islamic Banking and Finance: Principles & Practices. Islamic Bankers Resource Centre. 23.
(28) Masdupi, E. (2012). Pengaruh Insider Ownership, Struktur Modal, dan Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Kebijakan Dividen Perusahaan Syariah yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Economac: Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi, Volume 12, Nomor 1, April 2012, hlm 9 - 14 Miswanto, and Suad Husnan. 1999. The effect of operating leverage, cyclicality, and firm size on business risk, Gadjah Mada International Journal of Business, Vol. I, No.1. Namazi, M. (2013). Role of the agency theory in implementing management's control. Journal of Accounting and taxation, Vol. 5(2), pp. 38-47, July 2013 Nurjanah, Ana and Herlambang, Leo. (2015). The Effect of Sukuk to Total Liability and Sukuk to Total Equity against Return on Assets (Studies in Sukuk Issuers Listed in Indonesia Stock Exchange 2008-2013). Proceedings of Sydney International Business Research Conference 2015, University of Western Sydney Campbelltown, Australia, 17-19 April, 2015 Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal. https://dsnmui.or.id/produk/fatwa/ diakses 8 Nopember 2017 Pefindo. 2015. Rating Definition. http://www.pefindo.com/index.php.html. Diakses pada tanggal 17 Nopember 2017 Pebruary, S. (2016). Pengaruh Rasio Profitabilitas, Rasio Likuiditas, Rasio Leverage dan Pendapatan Bunga Terhadap Rating Sukuk Korporasi Periode 2010-2013. Jurnal Dinamika Ekonomi & Bisnis, 13(1). Purnamawati, I. (2013). Perbandingan Sukuk dan Obligasi (Telaah dari Perspektif Keuangan dan Akuntansi). Jurnal Akuntansi Universitas Jember, 11(1). Purwaningsih, Septi. (2013). Faktor yang Mempengaruhi Rating Sukuk yang Ditinjau dari Faktor Akuntansi dan Non-Akuntansi. Accounting Analysis Journal 2 (3) (2013). Sabirzyanov, Ruslan & Haidir Hashim, Mohamad. (2015). Islamic Banking and Finance: Concept and Reality. Journal of Islamic Banking and Finance. 32. 88-102. Sirma Nila Sucipta, N. K., & Rahyuda, H. (2014). Pengaruh Pertumbuhan Perusahaan, Likuiditas, dan Maturity Terhadap Peringkat Obligasi Perusahaan di Bursa Efek Indonesia. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 4(3). Syairozi, Imam dan Cahya, Septyan. (2016). Sukuk Al Intifa’a: Integrasi Sukuk Dan Wakaf Dalam Meningkatkan Produktifitas Sektor Wakaf Pendorong Investasi Pada Pasar Modal Syariah. Jurnal Penelitian Ilmu Manajemen. Volume II No. 2, Juni 2016 Sudaryanti, Neneng., Mahfudz, Akhmad., & Wulandari, Ries. (2011). Analisis Determinan Peringkat Sukuk dan Peringkat Obligasi di Indonesia. Finance & Business Review Vol. 6 No.2 Agustus - Desember 2011 Spence, M. (1973). Job Marketing Signaling. The Quarterly Journal of Economics 87(3): 355-374. Tandelilin, Eduardus. 2010. Portofolio dan Investasi: Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Kanisius Widyoatmodjo, Sawiji. 2012. Cara Sehat Investasi Di Pasar Modal: Pengantar Menjadi Investor Profesional, Jakarta: PT. Elex Media Komputindo. 24.
(29) Wijayaningtyas, P. (2016). Pengaruh Nilai Penerbitan, Rating Penerbitan, Umur Obligasi Syariah Terhadap Reaksi Pasar Modal. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi : Volume 5, Nomor 6, Juni 2016 Yuliati, Lilis. (2011). FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MASYARAKAT BERINVESTASI SUKUK. Jurnal Walisongo, Volume 19, Nomor 1, Mei 2011. Zakaria, N. B., Isa, M. A. M., & Abidin, R. A. Z. (2012). The construct of Sukuk, rating and default risk. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 65, 662667. Zakaria, N. B., Isa, M. A. M., & Abidin, R. A. Z. (2012). The construct of Sukuk, rating and default risk. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 65, 662667.. 25.
(30)
Dokumen terkait
Obyek penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Berdasarkan
Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan total perusahaan sampel sebanyak 15 dengan kriteria perusahaan manufaktur yang
Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah purposive sampling, dengan kriteria perusahaan perbankan konvensional dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek
Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik probability sampling dengan cara purposive judgement sampling , yaitu pengambilan sampel berdasarkan kriteria yang telah
Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, dengan kriteria pengambilan sampel ialah: (1) perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode
Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria-kriteria tertentu dan Penelitan ini menggunakan teknik analisis data
Adapun ringkasan kriteria sampel berdasarkan purposive sampling adalah sebagai berikut: Tabel 1 Kriteria Pemilihan Sampel Penelitian Kriteria Jumlah Perusahaan pertambangan yang
Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dari 26 perusahaan asuransi syariah, 9 perusahaan yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sampel.Hasil penelitian ini