Container adalah Peti yang terbuat dari

14 

Teks penuh

(1)

Container adalah Peti yang terbuat dari logam yang memuat barang-barang yang lazim disebut muatan umum (general cargo) yang akan dikirimkan melalui laut.

Berbeda dengan cara pengangkutan dengan kapal konvensional, maka sejak pemuatan sampai kepada pembongkaran, barang2 yang dikirim dengan peti kemas tidak dijamah orang, karena dengan peti itu, barang dimuat ke atas kapal dan dengan peti itu pula barang diturunkan ke darat.

Awalnya peti kemas hanya berupa kotak yang hanya bisa di isi melalui salah satu ujungnya, namun perkembangan selanjutnya membutuhkan peti kemas yang dapat juga diisi dari atas (top loading), peti kemas setengah tinggi, lapis nylon dan berpintu samping. Hadirnya Petikemas sejak awal abad lalu (tahun 1950) merupakan titik awal revolusi dalam bidang transportasi, baik laut,udara maupun darat. Bahkan yang lebih hebat lagi, peti kemas yang sebenarnya hanya alat bantu dalam pelayaran khususnya, dan transportasi pada umumnya,telah merombak secara total sistem transportasi didunia.

Efisiensi containerization untuk mengangkut barang-barang konsumsi dan bahan baku tertentu telah memfasilitasi pertumbuhan perdagangan internasional. Efisiensi yang signifikan dalam kemasan dan penanganan telah meningkatkan produktivitas dan mengurangi kerusakan yang mengakibatkan pertumbuhan yang signifikan dalam volume.

Setiap Kontainer dan chassis memiliki identitas yang unik alpha numerik yang dapat dihubungkan kepada pemilik atau perusahaan operasi. Ini membantu dengan unit pelacakan yang terkait dengan pengiriman spesifik dan visibilitas memungkinkan seluruh rantai pasokan.

Kalangan pelayaran internasional sudah lama merasakan hambatan yang disebabkan oleh rendahnya kemampuan bongkar muat yang hanya mencapai 1000 ton per hari untuk muatan umum (general cargo). Selain itu biaya tenaga kerja yang merupakan bagian terbesar dari pengeluaran untuk keperluan operasional, menunjukan kenaikan yang cepat di hampir seluruh negara di dunia. Hal ini berarti bahwa waktu yang diperlukan untuk berlabuh menjadi lebih lama, frekwensi pelayaran menjadi rendah, dan produktifitas angkutan menjadi rendah pula. Sedangkan dilain pihak biaya operasional pelayaran bertambah meningkat. Gagasan penggunaan kontainer merupakan usaha-usaha ke arah pemecahan masalah kelambatan bongkar muat yang pada akhirnya merupakan perombakan pola pengangkutan laut pada umumnya.

Pada pertengahan tahun 1950 an, Malcolm Mc Lean, pemilik perusahan angkutan truk Sea Land memperkenalkan sistem pengangkutan petikemas di atas truk, dengan latar belakang mengikutsertakan truk diatas kapal. Perusahaan sea land yang melakukan operasinya antara puerto rico dan pantai timur AS kemudian diikuti Matson yang memperkenalkan angkutan petikemas dari hawaii ke pantai timur AS. Di Indonesia sendiri, perkembangan petikemas baru dimulai sejak tahun 1970 an yang ditandai dengan adanya kapal dan pelabuhan petikemas pertama di indonesia.

Kapal full container pertama di indonesia adalah KM Gloria Express yang berbobot mati 7.670 DWT milik perusahan pelayaran samudera PT.Gesuri Lloyd. Pada tanggal 12 mey 1980 kapal ini melakukan pelayaran perdananya dari tanjung priok menuju korea,hongkong dan jepang. Kapal ini di buat tahun 1979 di galangan kapal singapore ship building & Engineering Ltd. Dengan desain dari jerman barat.

Keuntungan Menggunakan Container

Keuntungan penggunaan peti kemas dalam pengangkutan barang lewat laut adalah:

1.Muat bongkar barang dapat dilakukan dengan cepat dibandingkan dengan sistem pengepakan konvensional.

(2)

saat pengisian maupun pengosongan peti kemas tersebut.

3.Berkurangnya presentase barang-barang yang hilang akibat dicuri ( theft & pilferage) karena barang2 tsb tertutup dalam petikemas tersebut.

4.Memudahkan shipper yang bila perlu dapat menyimpan barangnya kedalam petikemas di arena pergudangannya sendiri. Si penerima pun dapat mengawasi pembongkaran di arena pergudangannya sendiri ( door to door service)

5.Dapat dihindarkan pencampuran barang barang yang sebenarnya tidak boleh bercampur satu sama lain. Manfaat Container

Kapal-kapal konvensional yang tadinya memegang peranan penting, dalam angkutan break bulk cargo, kini telah digantikan oleh kapal-kapal petak cellular ship, mother vessel, dan full container ship. Jalan-jalan raya telah berubah menjadi Highway yang mudah dijelajahi oleh truck atau trailer petikemas untuk pelayanan angkutan door to door service. Gerbong-gerbong kereta api sudah dimodifikasi untuk angkutan peti kemas. Era ini kita sebut dengan era kontenerisasi, atau jaman jayanya peti kemas.

Volume angkutan dengan menggunakan Container, makin lama makin memegang peranan penting, dibandingkan dengan volume angkutan dengan kemasan konvensional dan kapal-kapal konvensional. Karena itu, wajar sekali bila pihak-pihak yang berhubungan dengan masalah angkutan barang, mempelajari dengan seksama tentang perpetikemasan, khususnya yang menyangkut tata cara yang berlaku dalam mengirim barang maupun menerima barang ekspor-impor dengan memakai kemasan peti kemas.

Manfaat paling besar dari Container adalah :

Semakin lancarnya lalulintas barang dalam perdagangan internasional.

Hal ini terjadi karena proses bongkar muat menjadi sangat cepat. Arus barang dari produsen ke konsumen menjadi sangat cepat karena dimungkinkannya door to door service. Gangguan dalam kelancaran arus barang ini akan berpengaruh langsung pada stabilitas ekonomi Nasional, begitupula pada kelancaran pembangunan,yang akhirnya akan membawa dampak negatif pada pertumbuhan ekonomi nasional. Istilah dan Arti dalam Container

(3)

TEU = Twenty foot Equivalent unit.

CY = CONTAINER YARD : Tempat penumpukan/penyimpanan kontainer

(4)

Consolidation = bilamana beberapa muatan yang terpisah, disatukan untuk mengisi satu kontainer sehingga cepat penuh dan bisa dikirim

LCL = Less than Container Load Kontainer yang Cuma terisi Hanya setengah.

Adakalanya kontainer hanya terisi stengah sehingga bisa diisi dengan barang lain di pelabuhan berikutnya.

Refers/Pendingin. Refigerated container of ship kontainer dengan pendinginnya. Stuffing = penyusunan kontainer di dalam kapal maupun di CY

(5)

1.Closed Container (general purposes Container) yang dimaksud dengan closed containers adalah :

Peti kemas standard dengan tinggi 8 feet, lebar 4 feet, dan panjang bervariasi antara 10,20,30 dan 40 feet. Seluruh dinding peti kemas tertutup dan hanya mempunyai satu pintu di salah satu ujungnya. Peti kemas ini biasanya untuk mengangkut general cargo yang tidak memerlukan pengaturan temperatur,ventilasi, dan kondisi khusus lainnya. Petikemas ini biasa juga disebut dry cargo container, yaitu petikemas yang diisi bukan dengan barang cair (liquid) atau curah (bulk cargo). Peti kemas jenis inilah yang paling banyak dipakai dalam perdagangan internasional.

2.Open Top (Soft Top) Container

Yang dimaksud dengan open top container adalah : container dengan bagian atasnya terbuka, dan ditutup dengan terpal sebagai pengganti metal. Peti kemas ini dipakai untuk memuat barang yang tidak bisa dimasukan melewati pintu container, sehingga dimasukan dari atasnya. Penggunaan peti kemas ini biasanya dikenakan tambahan ongkos angkut (additional freight rate)

3.Peti kemas Setengah tinggi (half height Container)

Peti kemas ini memiliki panjang dan lebar yang standar, namun hanya mempunyai tinggi setengah dari ukuran standar (1,3 mtr) petikemas jenis ini biasanya buat mengangkut barang-barang berat seperti besi, plat baja,pipa besi, batu marmer dan benda berat lainnya. Oleh karena peti kemas memiliki pembatasan dalam berat, (weight limitations ) maka benda berat ini jika dimuat, cukup dengan separuh dari container standar. Atau sering disebut two half height Yang artinya dua peti kemas, cukup menempati satu ruangan untuk peti kemas standar, sehingga sangat menghemat ruangan di kapal.

Terdapat dua jenis half height container, yaitu:

a)Half height container, solid removable top.

Yaitu peti kemas setengah tinggi dengan tutup metal yang dapat dibuka atau dipindahkan, agar memudahkan untuk pemuatan dari atas.

b.Half height container, soft removable top.

(6)

agar mudah untuk memasukan barang dari atasnya.

4.Peti kemas barang curah (dry bulk container) yang dimaksud dengan dry bulk container adalah:

Peti kemas yang dirancang untuk mengangkut barang curah.

bentuknya sama dengan peti kemas tertutup( closed container/general purpose) namun dibagian atas (on top) terdapat lubang untuk mengisi barang curah, dan dibagian bawah container terdapat lubang/pintu untuk mengucurkan barang curah (hatchways) untuk memudahkan pembongkaran di tempat tujuan. Peti kemas jenis ini biasanya dipakai untuk memuat barang-barang berbentuk butiran kering, seperti

gula,semen,pupuk,kedelai, jagung dan kacang-kacangan kering lainnya.

5.Reefer container (Refigerated Container)

Yang dimaksud dengan reefer container atau peti kemas berpendingin adalah petikemas standar biasa (closed container) yang dilengkapi dengan alat pendingin yang dihubungkan dengan tenaga listrik pada kapal atau dengan generator tersendiri (demountable generator). Peti kemas ini dipakai untuk mengangkut barang2 yang cepat membusuk, sehingga membutuhkan proses pengawetan selama dalam perjalanan. Biasanya dipakai untuk mengangkut buah-buah,sayur,daging, susu segar dan lainnya.

6.Platform Container ( Flat Rack Container)

Yang dimaksud dengan platform container adalah peti kemas yang tak punya dinding dan tak punya atap, hanya sekedar pelataran yang rata saja. Ia mempunyai panjang dan lebar sesuai dengan ukuran standar kontainer namun tak memiliki tinggi, hanya tebal seperti standar tebal kontainer. Biasanya dipakai buat angkat mesin2 besar.

7.Petikemas liquid (tank container)

Yang dimaksud dengan tank container atau petikemas liquid adalah petikemas yang dirancang untuk mengangkut benda benda cair. Dibuat berbentuk tanki bulat panjang(Clynder) dari bahan baja tahan karat, dan diberi kerangka besi dengan ukuran yang sama dengan container lainnya. Tank tainer ini biasanya dipakai untuk mengangkut alkohol, minuman, sampai bahan-bahan kimia berbahaya.

8.Open Top, Open sided, Open ended skeletal container

Selain dari jenis-jenis kontainer diatas, juga terdapat jenis kontainer berpintu samping (open sided container), petikemas tanpa dinding dan tanpa atap, hanya memiliki kerangka nya saja ( skeletal)

System Pemuatan Container

1.Pemuatan melalui dermaga

Barang-barang dari si pengirim (shippers) dibawa ke dermaga atau pelabuhan dimana barang barang itu akan dimuat kedalam peti kemas yang untuk selanjutnya diangkut dengan kapal laut. Cara ini sering disebut dengan cara CY-CY / dermaga-dermaga.

2.Pemuatan di tempat si pengirim

(7)

dikirimkan ke satu orang/satu perusahaan.Cara ini pun bisa disebut dengan sistem FCL (Full Container Load)

3.Pemuatan Sebagian (Part Cargo)

Petikemas diisi oleh satu perusahaan lalu dikirimkan kepada perusahaan lain untu diisi lagi sampai kontainer tersbut penuh, namun hal ini sangat beresiko, karena penyusunan barang didalamnya akan tidak teratur dan kemungkinan besar untuk rusak atau hilang pun dapat terjadi. (door to door service part cargo)

INTERNATIONAL MARITIME DANGEROUS GOODS (IMDG)

Barang barang yang dibagi dalam kelas kelasnya, sesuai dengan tingkat bahayanya: Kelas 1 : Bahan peledak

Kelas 2 : Gas dipadatkan dicairkan atau dilarutkan dibawah tekanan. Kelas 3 : Cairan yang mudah menyala

Kelas 4.1 : Barang padat mudah menyala

Kelas 4.2 : Zat yang dapat terbakar secara spontan

Kelas 4.3 : Zat yang mengeluarkan gas-gas yang mudah menyala bila basah Kelas 5.1 : zat yang mudah berkarat (oksidasi)

Kelas 5.2 : Peroxit organic Kelas 6.1 : Zat-zat beracun

Kelas 6.2 : Zat-zat yang dapat menularkan penyakit Kelas 7 : Zat-zat radioaktif

Kelas 8 : Barang-barang karatan

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects : Reefer Container