• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ajaran Islam Tentang Kesehatan Dan Kesej (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Ajaran Islam Tentang Kesehatan Dan Kesej (1)"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Judul: Ajaran Islam Tentang Kesehatan Dan Kesejahteraan Keluarga Nama: Raudhatul Jannah

NIM:

Email: [email protected] A. Pendahuluan

Islam telah mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, seperti sosial, budaya, politik, hukum, ekonomi, lingkungan, kesehatan, dan kesejahteraan keluarga. Secara konseptual, Islam sesungguhnya telah menuntun dan mengatur agar umat manusia pada jalan untuk mendapatkan kesejahteraan dan kebahagiaan lahir dan bathin, dunia dan akhirat, serta mengakomidir seluruh nilai-nilai positif yang ada dalam segenap aspek kehidupan yang diperlukan manusia, termasuk kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Namun, pada realitasnya masih banyak terlihat berbagai persoalan yang ada di masyarakat belum terselesaikan dengan aturan dan tuntunan akan kebenaran dan kebaikan yang ada dalam agama.

Penyelesaian berbagai persoalan yang muncul ditengah-tengah masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan terutama permasalahan di bidang kesehatan di berbagai wilayah seringkali lebih banyak bersandar dan mengandalkan kemampuan manusia serta belum disertai dengan kesadaran tinggi dengan mengedepankan ajaran agama Islam secara tepat dan memadai.

(2)

memiliki kuku yang panjang sehingga terjadi penumpukan kuman pada tangan dan akan berpengaruh kesehatan nya karena kurangnya antusias keluarga dalam menanggapinya. Dan hal tersebut akan berefek pada timbulnya bermacam penyakit pada tubuhnya.

Berdasarkan permasalahan yang telah saya uraikan di atas, maka dapat ditarik pokok permasalahan yang akan saya bahas sebagai berikut: Bagaimanakah Ajaran Islam Tentang Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga?

B. Pembahasan

Ajaran Islam tentang kesehatan baik individu dan maupun masyarakat dapat dilihat dari bermacam-macam sumber ajaran Islam serta berbagai literatur yang menulis tentang perkembangan dan sejarah peradaban ilmu pengetahuan. Para ulama telah bersepakat sumber ajaran Islam utama adalah Qur’an dan Al-Sunah, sedangkan sumber sekunder adalah pemikiran para ulama, termasuk umara.1 Dalam ajaran Islam melalui berbagai macam jenis ibadah yang

diperintahkan akan dapat berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap status kesehatan. Allah berfirman dalam surat yunus ayat 57:





























































Wahbah Zuhaili seorang mufassir kontemporer menjelaskan ayat tersebut bahwa Telah datang kepada manusia pelajaran yang mendalam dan berkesan, yaitu al-Qur’an yang berisi perintah untuk menaati kebenaran dan mengerjakan kebajikan serta menjauhi keburukan dan kebatilan. Selain itu al-Quran menjadi obat mujarab untuk penyakit yang bersarang di dalam dada.2 Dan shalat adalah

salah satu rutinitas yang bisa menjaga keesehatan melalui gerak geriknya.

Ajaran Islam sangat memperhatikan tentang kesehatan. Banyak tuntunan dan petunjuk Rasulullah SAW terkait kesehatan yang merupakan penjelasan dan sekaligus merupakan pengamalan pokok-pokok ajaran yang ada dalam Al-Qur’an

1 Abuddin Nata, Studi Islam Komprehensif, Jakarta: Kencana, 2011, 26.

(3)

serta tecermin dalam kehidupan dalam hubungannya dengan keluarga, sahabat, praktek pendidikan dan pengajaran, kehidupan pribadi dan kelompok yang dilakukan Rasulullah.

Pendidikan Rasulullah SAW tentang perilaku hidup sehat, diantaranya adalah agar dibiasakan hidup bersih dan sehat, upaya mencegah penyakit, memlihara kesehatan pribadi (kebersihan kulit, kuku, rambut, mata, pakaian), pengaturan makan dan minum, rumah dan lingkungan, udara, gerak dan istirahat. Slogan kebersihan sebagian dari iman dan telah diwujudkan dengan perintah agama Islam. Kebersihan (dari najis maupun hadats) merupakan syarat dari amal ibadah, seperti shalat dan thawaf. Secara umum dikenal dengan slogan “kebersihan pangkal kesehatan”. Rasulullah SAW menyatakan bahwa Mukmin yang kuat lebih disukai Allah dibanding mukmin yang lemah.3

Pencapaian pengetahuan yang dihasilkan peradaban manusia telah mengungkap rahasia-rahasia kesehatan dibalik ajaran Islam yang termaktub dalam al-Qur’an Hadits. Islam jelas memerintahkan dan menginspirasi perilaku hidup bersih. Perintah tersebut diantaranya dalam hal adab atau tata cara bersuci, menyikat gigi, buang hajat/istinja. Al-Qur’an mengungkap macam-macam penyakit secara jasmani dan rohani. Setidaknya terdapat 3 hal yang harus diperhatikan pada masalah kesehatan, yaitu 1) menjaga kesehatan agar tetap sehat, 2) menghindari penyebab penyakit, kuman, virus dan lainnya; serta 3) memberi keleluasan pada bagian yang rusak (terkena penyakit) agar bisa membaik tanpa terganggu oleh penyakit lain. Dengan mencakup upaya mencegah penyakit, mengobati penyakit dan memelihara kesehatan.4

Oleh karena itu, islam mengajarkan kepada manusia untuk menggunakan kesehatan dengan sebaik-baiknya, karna sehat merupakan nikmat Allah yang sangat mahal harganya. Rasulullah saw bersabda: “Pergunakan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu”.5 Hal ini juga anjuran agar kita senantiasa

waspada pada segala kemungkinan yang sifatnya diluar prediksi manusia, seperti halnya sakit. Sakit disini bukan sebatas sakit jasmani, tapi juga sakit rohani. Maka

3(HR. Muslim [2664] lihat Syarh Nawawi, jilid 8 hal. 260)

4 Mukti Bisri, Pendidikan Agama Bernuansa Kesehatan, Jakarta: Pilar Media, 2007, 31.

(4)

ketika kita sehat jasmani-rohani, hendaknya kita senantiasa mempergukannya untuk hal-hal yang bermanfaat tanpa mengulur-ngulur waktu.

Ajaran Islam terhadap kesejahteraan keluarga banyak terdapat dalam al-Qur’an dan Hadis, dalam Islam kesejahteraan keluarga disubstansikan dalam bentuk keluarga sakinah, pengertian keluarga sakinah di ambil dan berasal dari al-Qur’an, yang dipahami dari ayat-ayat surat ar-Rum, dimana dinyatakan bahwa tujuan keluarga untuk mencapai ketentraman dan kebahagiaan dengan dasar kasih sayang. Yaitu keluarga yang saling cinta mencintai dan penuh kasih sayang, sehingga setiap anggota keluarga merasa dalam suasana aman, tenang, tentram dan damai.

Islma mengajarkan kepada setiap pemimpin keluarga untuk menjaga keluarganya dari api neraka6 sebagaimana firman Allah dalam surat at-Tahrim

ayat 6:

























 

































































Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Q.S. At-Tahrim: 6)7

C. Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Islam mengajarkan hidup bersih dan sehat untuk menciptakan individu dan masyarakat yang sehat jasmani, rohani, dan sosial. ajaran Islam secara jelas sangat berperan dalam bidang kesehatan, baik secara konsepsi maupun dalam tataran praktis

6 Ahmad Sarwat, Fiqih dan Syariah, Jakarta: DU CENTER, 2009, 37.

(5)

(ibadah). Disamping itu, ajaran Islam terhadap kesejahteraan keluarga juga terpampang jelas dalam al-Qur’an, dimana setiap pemimpin keluarga harus menjaga keluarganya dari api neraka, disisi lain Islam mengajarkan kepada manusia untuk bisa membangun keluarga sakinah agar bisa mencapai keluarga yang sejahtera.

Daftar Pustaka

Abuddin Nata, Studi Islam Komprehensif, Jakarta: Kencana, 2011.

Ahmad Sarwat, Fiqih dan Syariah, Jakarta: DU CENTER, 2009.

Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an Dan Terjemahan, Jakarta: Departemen Agama Republik Indonesia, 1989.

Mukti Bisri, Pendidikan Agama Bernuansa Kesehatan, Jakarta: Pilar Media, 2007.

Referensi

Dokumen terkait

Filsafat Islam, katanya, adalah nama generik keseluruhan pemikiran yang dihasilkan masyarakat dalam bingkai tradisi dan konteks peradaban Islam terlepas apakah mereka yang punya

Adapun upaya yang dilakukan oleh perempuan berkaitan dengan Kontribusi Ajaran Islam tentang keberadaan politik perempuan yaitu untuk menjadi seorang pemimpin,

Hal ini mencerminkan bahwa pendidikan berfungsi untuk mewariskan ajaran-ajaran Islam dengan berbagai nilai-nilai kebudayaan dan peradaban ke dalam kehidupan individu dan

Kedudukan Ijtihad sebagai sumber hukum atau ajaran Islam ketiga setelah Al-Quran dan As-Sunnah, diindikasikan oleh sebuah Hadits (Riwayat Tirmidzi dan Abu Daud) yang berisi dialog

Rujukan atau landasan utama pemikiran ekonomi Islam adalah Al Qur’an dan hadits Pemikiran ekonomi Islam muncul bersamaan dengan diturunkannya Al Qur‟an dan masa kehidupan Rasulullah

Tujuan ilmu tajwid itu sendiri adalah agar supaya orang dapat membaca ayat-ayat Al-Qur‟an dengan fasih terang dan jelas dengan ajaran-ajaran yang sesuai kaidahnya, serta dapat menjaga

Mengenai kesetaraan, persamaan, dan keadilan menurut ajaran Islam sebagaimana tertuang dalam Al-Qur'an dan

Penjelasan Fungsi Hadits Terhadap Al-Qur’an Kedudukan Hadits Nabi sebagai sumber otoritatif ajaran Islam yang kedua, telah diterima oleh hampir seluruh ulama dan umat Islam, tidak saja