• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Dasar Manajemen dan Teori Organis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Konsep Dasar Manajemen dan Teori Organis"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

Makalah

KONSEP DASAR MANAJEMEN & TEORI

ORGANISASI

disusun

O L E H

NUR’AINI FADILLAH

NIM: 0705162012

FISIKA - 1

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan

rahmat dan karunia-Nya sehingga Penyusun dapat menyelesaikan karya tulis

bahasa Indonesia ini dengan judul “Manajemen dan Organisasi“. Karya ini disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Organisasi.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat.Namun penulis menyadari bahwa

makalah ini banyak memiliki kekurangan atau kesalahan, baik dari segi isinya,

bahasa,analisis dan lain sebagainya. Untuk itu saran, kritik, dan perbaikan yang

membangun dari pembaca dengan senang hati saya terima. Semoga berfanfaat dan

saya ucapan terima kasih.

Penulis

(3)

1 DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI ... 1

BAB I PENDAHULUAN ... 2

A. Latar Belakang ... 2

B. Rumusan Masalah ... 2

C. Tujuan ... 3

BAB II KONSEP DASAR MANAJEMEN ... 4

A. Sejarah Perkembangan Manajemen ... 4

B. Pengertian Manajemen ... 6

C. Prinsip-prinsip Manajemen ... 7

D. Fungsi-fungsi Manajemen ... 10

BAB III TEORI ORGANISASI ... 13

D. Pengertian Organisasi ... 13

E. Asas Organisasi ... 14

F. Bentuk Organisasi ... 16

BAB VI PENUTUP ... 20

A. Kesimpulan ... 20

(4)

2

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kehadiran berbagai organisasi dalam kehidupan masyarakat merupakan salah

satu fenomena kehidupan modern untuk membantu dan mempermudah pemenuhan

kebutuhan hidup manusia secara individu dan masyarakat. Apabila mendengar kata

organisasi maka kita akan mendengar kata manajemen. Organisasi merupakan

sekelompok orang yang berkumpul untuk mencapai tujuan atau cita-cita yang

diinginkan oleh sekelompok orang tersebut. Di dalam pelaksanaan organisasi, tidak

lengkap atau tidak teraturnya organisasi tersebut apabila tidak ada manajemennya.

Manajeman merupakan proses perencanaan, pengorganisasian,

pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai tujuan secara

efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan

perencanaan, sementara efisien berarti tugas yang dilaksanakan secara benar

terorganisir dan sesuai dengan jadwal.

Hal inilah yang menjadi minat penulis untuk mencari tahu lebih mendalam

tentang Organisasi Manajemen tersebut dengan dituangkannya dalam makalah ini.

B. Rumusan Masalah

1. Apa itu Organisasi dan Manajemen ?

2. Apa saja fungsi-fungsi dari manajemen ?

(5)

3

C. Tujuan

Tujuan dalam pembuatan makalah ini antara lain:

1. Untuk menyelesaikan tugas kuliah dalam mata kuliah Organisasi Manajemen

2. Untuk mengetahui definisi Organisasi dan manajemen

3. Untuk mengetahui fungsi-fungsi dari manajemen

(6)

4

BAB II

KONSEP DASAR MANAJEMEN

A. Sejarah Perkembangan Manajemen

Istilah manajemen saat ini menjadi trend bagi setiap organisasi di masyarakat

baik resmi maupun tidak resmi. Penggunaan kata manajemen dapat mempengaruhi

organisasi atau penggunanya. Kehadiran berbagai organisasi dalam kehidupan

bermasyarakat bertujuan untuk mempermudah pemenuhan berbagai macam

kebutuhan hidup manusia secara individu atau kelompok. Keanggotann seseorang

dalam organisasi menyebabkan timbulnya tuntutan penggunaan uang, waktu dan

kerja yang harus dipikul bersama dan berjalan secara efektif serta efesien yang

kemudian kemudian secara empiric muncullah manajemen dalam organisasi. 1 Sejarah perkembangan manajemen ditandai dengan adanya beberapa kejadian

besar didunia yang disebabkan berkat adanya perilaku yang mengarah pada konsep

manajemen. Namun, dulu kala belum dikenal kata “Manajemen” tetapi pola kerja mereka sudah menunjukan bahwa mereka sudah bermanajemen yang baik. Berikut

ini bukti fisik dari kemajuan manajemen, antara lain:2

1. Mesir Kuno (3000 SM), ditandai dengan pembuatan Piramid.

2. Mooney (1800-an) muncul Manajemen (Prinsip Staf dalam gereja Katolik)

3. Small (1800-an), memberi kontribusi Manajemen Ilmiah berupa pentingnya

Administrasi yang sistematis dan pendirian Universitas manajemen. Tokoh

pendukung Manajemen Ilmiah Watt dan Boulton berupa penerapan

Pendekatan Ilmiah mengembangkan Penelitian Pasar, Prakiraan,

Perencanaan, Produksi Tata Arus Kerja, Standardisadi Komponen Produk

dan Sistem Pengendalian.

1Ca dra Wijaya da Muha ad Rifa’i. Dasar-Dasar Manajemen (Mengoptimalkan Pengelolaan

Organisasi Secara Efektif dan Efesien). (Medan: Perdana Publishing). 2016. Hal 11.

(7)

5

4. Di Indonesia 1886, ditandai dengan pembuatan Candi Borobudr dan Candi

Prambanan.

5. Robert Owen (1810), Sarjana Skotlandia (Menekankan Pentingnya Unsur

Manusiawi dalam produksi (Usman,2008:21.). R. Owen menekankan

beberapa hal yang dianggap penting dalam perjalanan ilmu manajemen,

yakni:

1. Pengurangan hari kerja standar

2. Pembatasan anak-anak di bawah umur untuk yang bekerja

3. Membangun perumahan yang lebih baik bagi karyawan dan

mengoprasikan took perusahaan yang menjual barang-barang dengan

murah.

6. Charles Babbage (1792-1871) Profesor Matematika, berpendapat tentang

Prinsip-prinsip Ilmiah pada proses kerja akan dapat meningkatkan

produktivitas dan penurunan biaya (Handoko,2003:42). Charles Babbage

percaya bahwa aplikasi prinsip-prinsip manajemen dalam proses kerja akan

menaikkan produktivitas dan penurunan biaya.

Frederick Winslow Taylor (1856-1915) dianggap bapak manajemen Ilmiah,

seorang insinyur dan industrialis amerika yang teori manajemennya dianggap

radikal pada zamannya dalam meningkatkan produktivitas. Menurutnya,

produktivitas merupakan kunci pemecahan bagi pencapaian upah lebih tinggi dan

laba yang lebih besar. Taylor juga beranggapan para pekerja harus dipilih secara

hati-hati dan cermat dan setelah itu mereka perlu diberi latihan yang memadai untuk

dapat bekerja sebaik mungkin. Dia memandang bahwa kepentingan para pekerja,

para manajer dan para pemiliki perusahaan harus dapat diselaraskan. Taylor

memiliki pengikut yang mengembangkan teorinya : Henry L.Gant (1887), seorang

insinyur mesin yang dikenal sebagai pengembang sistem perencanaan yang dapat

diawasi secara efektif, dan Lilian Gilbert, seorang yang mengembangkan prinsip

manajemen ilmiah.3

(8)

6

Tidak hanya itu, Henry Fayol, seorang industrialis berkebangsaan prancis

merupakan bapak manajemen modern. Di dalam buku manajemannya yaitu

“Administration Industrielle et generale”, dia mengembangkan aktivitas manajerial yang mencangkup : teknikal (produksi), komersial (membeli, menjual, dan

menukarkan), finansial (mencari modal dan memenfaatkan secara optimal),

kepastian (perlindungan harta kekayaan), akunting, dan manajerial (perencanaan,

pengorganisasian, memimpin, mengkoordinasi dan mengawasi).4

B. Pengertian Manajeman

Manajemen secara harfiah, berasal dari bahasa latin yaitu, “manus” yang berarti “tangan” atau bisa juga diartikan sebagai kekuatan atau kekuasaan dan “agree” yang berarti “melakukan, mengelola, mengarahkan dan memberdayakan”.5

Banyak pakar manajemen yang mengemukakan pendapat mereka tentang

pengertian manajeman, diantaranya yaitu :6

1. Terry (1973) menjelaskan bahwa Manajemen adalah proses mengarahkan

sumber daya manusia dan sumber daya lainnya, seperti material, uang,

metode dan pasar untuk mencapai tujuan organisasi.

2. Hersey dan Blanchard (1988) mengemukakan bahwa Manajemen adalah

Proses bekerja sama antara indovidu dan kelompok serta sumber daya

lainnya dalam mencapai tujuan organisasi adalah sebagai aktivitas

manajemen. Dengan kata lain, aktivitas manajerial janya ditemukan dalam

wadah sebuah organisasi, baik organisasi bisnis, pemerintahan, sekolah,

industry dan lain-lain.

3. Mondy & Premeaux (1995) mengemukakan bahwa hakekat proses

manajemen dilakukan para manajer di dala suatu organisasi, dengan

4 Ibid. Loc. cit.

5 Nasrul Syakur Chaniago dkk. Organisasi Manajemen. (Depok: PT. Rajagrafindo Persada). 2016.

Hal 24.

(9)

7

cara atau aktivitas tertentu mereka mempengaruhi para personil atau anggota

organisasi, pegawai, karyawan atau buruh agar mereka bekerja sesuai

prosedur, pembagian kerja, dan tanggungjawab yang diawasi untuk

mencapai tujuan bersama.

4. Dalam perspektif lebih luas, manajemen adalah suatu proses pengaturan dan

pemanfaatan sumber daya yang dimiliki organisasi melalui kerjasama para

anggota untuk mencapat tujuan organisasi secara efektif dan efesiensi.

Berarti manajemen merupakan perilaku anggota dalam suatu organisasi

untuk mencapai tujuan. Dengan kata lain, organisasi adalah wadah bagi

operasionalisasi manajemen. Karena itulah di dalamnya ada sejumlah unsur

pokok yang membentuk kegiatan manajemen, yaitu : unsur manusia (men),

barang-barang (materials), mesin (machines), metode (methods), uang

(money) dan pasar (market). Keenam unsur ini memiliki fungsi

masing-masing dan saling berinteraksi atau mempengaruhi dalam mencapai tujuan

organisasi.

C. Prinsip – Prinsip Manajemen

Setiap manajer harus memiliki komitmen terhadap prinsip-prinsip manajemen

ketika mengimplementasikan tugas dan tanggungjawabnya. Karena dengan prinsip

manajemen ini akan mendukung kesuksesan manajer dalam meningkatkan

kinerjanya. adapun prinsip-prinsip manajemen menurut Winardi (2000) adalah : 7 1. Pembagian kerja

2. Otoritas dan tanggung jawab

3. Disiplin

4. Kesatuan perintah

5. Kesatuan arah

6. Dikalahkannya kepentingan individu terhadap kepentingan umum

7. Penghargaan/balas jasa

(10)

8

8. Sentralisasi

9. Rantai bertangga

10.Keteraturan

11.Keadilan

12.Stabilitas pe;aksanaan pekerjaan

13.Inisiatif

14.Jiwa korps

Sedangkan menurut Henry Fayol dalam melayu (2002), prinsip-prinsip umum

manajemen adalah 8

1. Pembagian Pekerjaan

Menurut H.Fayol, pembagian pekerjaan merupakan spesialis atau pengkhususan

yang dipertimbangkan untuk mendapatkan efesiensi dan penggunaan tenaga kerja.

Pembagian pekerjaan berdasarkan sifat manajerial dan bersifat teknis.

2. Kewenangan dan tanggung Jawab

Kewenangan dan tanggung jawab selalu berhubungan erat, tergambar bahwa harus

memiliki moral, sifat-sifat yang baik, pengalaman dan faktor-faktor lainnya.

3. Disiplin

Disiplin adalah persetujuan untuk tunduk dan patuh mengikuti secara langsung

peraturan-peraturan yang telah disepakati bersama untuk dijalankan kepada setiap

orang.

4. Kesatuan perintah

Dalam hal ini, seorang pekerja/pegawai hanya mengerjakan perintah dari atasannya

saja sebagai satu bentuk perintah.

5. Kesatuan arah dan tujuan

(11)

9

Sesuai dengan prinsip ini setiap kelompok kegiatan mempunyai kesamaan tujuan,

yang mempunyai seorang kepala dan sebuah rencana.

6. Mendahulukan kepentingan umum dari kepentingan individu

Harus ada ketegasan dari pemimpin untuk menyampaikan bahwa kepentingan

kelompok atau organisasi di atas kepentingan pribadi yang masih berada dalam

organisasi itu.

7. Penggajian

Penggajian atau pembayaran harus jujur dan mengusahakan agar memuaskan

semaksimal mungkin baik para pekerja maupun pimpinan.

8. Sentrilisasi

Sentrilisasi merupakan satu komando yang dilakukan pimpinan tertinggi tanpa

melihat siapa pun itu yang berda dalam organisasi, semuanya melaksanakan

kegiatan untuk mencapai tujuan walaupun kegiatannya berneda-beda.

9. Skala hierarki

Ukuran sebuah kepemimpinan terdapat dari pemimpin yang paling atas sampai

pimpinan yang paling bawah.

10.Tata tertib

Pelaksanaan perencanaan dan pengorganisasian dilakukan berdasarkan ketentuan

yang sudah digariskan organisasi, siapapun harus mematuhinya sebagai tata tertib.

11.Keadilan

Kesetiaan dan pengabdian dari pekerja perlu dihargai dengan cara memberikan

mereka keadilan dalam segala hal.

(12)

10

Dalam kemajuan organisasi ada yang disebut pergantian jabatan. Jika hal ini akan

mengakibatkan terjadinya ketidakstabilan organisasi, maka perlu ditiadakan

pergantian pejabat agar tetap stabil kondisi organisasi.

13.Prakarsa

Prakarsa merupakan proses berpikir dalam merencanakan sesuatu. Pengaruh

prakarsa menunjukan hal yang baik, karena dalam pengambilan keputusan perlu

adanya konsep atau prakarsa sebagai suatu imajinasi yang bisa diwujudkan.

14.Solidaritas antar sesame kawan kerja

Prinsip kesatuan sangat diharapkan di seluruh lingkungan kerja. Masing-masing

pekerja menjalin komunikasi dan interaksi yang baik sesame pekerja.

D. Fungsi – Fungsi Manajemen

1. Perencanaan (Planning)

Perencanaan merupakan tindakan awal dalam aktivitas manajerial pada setiap

organisasi. perencanaan adalah salah satu syarat mutalk untuk dapat melakukan

manajemen yang baik. Mondy & Premeaux menjelaskan Perencanaan merupakan

proses menentukan apa yang seharusnya dicapai dan bagaimana mewujudkannya

dalam kenyataan.

Selanjutnya Terry (1975) mengemukakan bahwa terdapat tiga unsur pokok

dalam kegiatan perencanaan yaitu: 1) pengumpulan data, 2) analisis fakta dan 3)

penyusunan rencana yang konkrit. Sedangkan Johnson, dkk (1973) berpendapat

bahwa perencanaan adalah suatu rangkaian tindakan yang telah ditentukan

(13)

11

sasaran organisasi yang pada tingkat awal menggunakan pengambilan keputusan

(decision making) yang juga merupakan inti dari manajemen.9 2. Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasia merupakan fungsi manajemen yang kedua dan merupakan

langkah stategis untuk mewujudkan rencana organisasi. Menurut Winadi (1990),

Pengorganisasian ialah suatu proses di mana pekerjaan yang ada dibagi dalam

komponen-komponen yang dapat ditangani dan aktivitas-aktivitas

mengkoordinasikan hasil yang dicapai untuk mencapai tujuan.10

Terry (1973) berpendapat bahwa pengorganisasian merupakan usaha

penciptaan hubungan tugas yang jelas antara personalia, sehingga dengan demikian

setiap orang dapat bekerja bersama-sama dalam kondisi yang baik untuk mencapai

tujuan organisasi secara efektif.11

3. Pengarahan (Directing)

Pengarahan meliputi pemberian petunjuk/memberi gambaran tentang

kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan sehingga para manajer harus memotivasi staf dan

personil organisasi agar secara sukarela mau melakukan kegiatan sebagai

manifestasia rencana yang dibuat. 12 4. Koordinasi

Koordinasi adalah salah satu funsi manajemen. Dalam organisasi keberadaan

pengkoorganisasian sangat penting bagi terintegrasinya seluruh kegiatan organisasi

untuk mencapai tujuan. Pengkoorganisasian dapat diperlancar apabila

masing-masing anggota organisasi memahami tujuan-tujuan, rencana-rencana, penerimaan

9 Candra Wijaya da Muha ad Rifa’I. Hal -28. 10 Ibid. Hal 40.

(14)

12

mereka dan kesediaan mereka menyumbang tenaga untuk mengoptimalkan

pencapaian tujuan.13 5. Pelaksanaan

Pelaksanaan adalah suatu fungsi manajemen berupa bentuk kegiatan kerja nyata

dalam suatu kegiatan manajemen. Pelaksanaan merupaka suatu kegiatan atau

tindakan semua anggota dengan kesadaran untuk mencapai tujuan atau sasaran

yang berpedoman pada perencanaan dari organisasi.14 6. Pengawasan

Pengawasan adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan

penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan

dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksimal dan tujuan yang telah

digariskan semula.15

13 Ibid. Hal 45.

(15)

13

BAB III

TEORI ORGANISASI

A. Pengertian Organisasi

Organisasi adalah institusi atau wadah tempat orang berinteraksi dan

bekerjasama sebagai suatu unit terkoordinasi terdiri setidaknya dua orang atau lebih

yang berfungsi mencapai satu sasaran atau serangkaian sasaran. organisasi dalam

arti dinamis adalah suatu proses penetapan dan pembagian kerja yang akan

dilakukan, pembatasan dan tugas dan kewajiban, otoritas dan tanggungjawab, dan

penetapan hubungan diantara elemen organisasi.16

Menurut Maringan (2004) pengertian organisasi dapat dibedakan menjadi dua

macam, yaitu:17

1. Organisasi sebagai alat dari manajemen artinya organisasi sebagai wadah/

tempat manajemen sehingga memberikan bentuk manajemen yang

memungkinkan manajemen bergerak atau dapat dikaitkan.

2. Organisasi sebagai fungsi manajemen artinya organisasi dalam arti dinamis

(bergerak) yaitu organisasi yang memberikan kemungkinan tempat

manajemen dapat bergerak dalam batas-batas tertentu. Dinamis berarti

bahwa organisasi itu bergerak mengadakan pembagian pekerjaan. Misalnya

pimpinan harus ditempatkan di bagian yang strategis.

B. Unsur – Unsur pembentuk Organisasi

Berdasarkan definisi, terlihatlah beberapa unsur-unsur yang membentuk organisasi

secara utuh, diantaranya:18

16Ca dra Wijaya da Muha ad Rifa’i. Dasar-Dasar Manajemen (Mengoptimalkan Pengelolaan

Organisasi Secara Efektif dan Efesien). (Medan: Perdana Publishing). 2016. Hal 48.

(16)

14

1. Terdiri dari sekelompok orang

2. Memiliki tujuan yang jelas

3. Adanya kerja sama

4. Punya peraturan atau Undang-undang

5. Punya tempat/secretariat

6. Punya modal (SDM/SDA atau uang)

C. Asas Organisasi

Menurut Handayaningrat (1984), Asas-asas atau prinsip-prinsip organisasi sebagai

berikut:19

1. Organisasi harus memiliki tujuan yang jelas

Tujuan yang jelas akan membuat setiap organisasi terarah dengan apa yang menjadi

cita-cita organisasi.

2. Skala Hirarki

Skala Hirarki dapat diartikan sebagai perbandingan kekuasaan di setiap bagian yang

ada. Kekuasaan terukur, jika jelas berapa banyak bawahan dan jenis pekerjaan apa

saja yang menjadi titik tumpu sebuah organisasi

3. Kesatuan Perintah/ Komando

Untuk organisasi, kesatuan perintah terletak di puncak pimpinan tertinggi. Jika di

organisasi, maka manajer yang bisa memerintahkan seluruh komponen-komponen

dari organisasi

4. Pelimpahan wewenang

Pelimpahan wewenang yaitu: 1) seacara permanen yang ditandai dengan Surat

Keputusan Tetap (SK), dan 2) Secara sementara yang sifatnya dadakan.

(17)

15

5. Pertanggungjawaban

Dalam melaksanakan tugas, semua bawahan bertanggungjawab untuk

melaksanakan tugas dan hasil kerjanya.

6. Pembagian pekerjaan

Pembagian pekerjaan dilakukan untuk menutupi ketidakmampuan setiap orang

untuk mengerjakan semua pekerjaan yang ada dalam organisasi.

7. Jenjang/Rentang kendali

Jenjang atau rentang kendali artinya perlu jumlah bawahan dikendalikan oleh

seorang atasan secara rasional. Oleh karena itu, tingkat-tingkat kewenangan yang

ada harus dibatasi seminimal mungkun sehingga tidak semua menjadi atas.

8. Fungsional

Seorang dalam keanggotaan organisasi secara fungsional harus jelas tugas dan

wewenangnya, kegiatannya, hubungan kerjanya serta tanggungjawabnya dalam

pencapaian tujuan organisasi.

9. Pemisahan

Bahwa beban tugas dari setiap orang tidak dapat dilimpahkan kepada orang lain.

seseorang akan merasa kehilangan harga dirinya dengan pekerjaan orang lain,

kecuali ada hal tertentu diluat kuasa manusia (sakit).

10.Keseimbangan

Keseimbangan antara struktur organisasi yang efektif dengan tujuan organisasi.

Keseimbangan antara bebas tugas, imbalan, waktu bekerja dan hasil pekerjaan.

11.Flexibelitas

Suatu pertumbuhan dan perkembangan organisasi tergantung pada dinamika dan

flexibelitas kelompok.

(18)

16

Kepemimpinan sangat penting dan berarti bagi sebuah organisasi. Seluruh

fungsi-fungsi manajemen akan dikendalikan sepenuhnya oleh pemimpin. Oleh karena itu,

kepemimpinan dianggap sebagai inti dari manajemen.

D. Bentuk Organisasi

1. Organisasi Line

Organisasi Line merupakan bentuk organisasi yang mengenal satu atasan atau

pempinan sebagai sumber dari kewenangan dalam suatu organisasi. Dalam pola ini

atasan atau pimpinan akan berhubungan langsung secara vertical dengan bawahan.

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari organisasi Line dan Staff, yaitu:20

 Kelebihan Organisasi Line

1. Kesatuan kepemimpinan terjamin

2. Garis besar kepemimpinan berjalan secara tegas Karena pimpinan langsung

berhubungan dengan bawahan

3. Proses pengambilan keputusan secara cepat

4. Rasa soladaritas tinggi

5. Penyampaian informasi cepat

6. Memmungkinkan manajer lebih terlatih

7. Hubungan kekuasaan jelas

 Kekurangan Organisasi Laine

1. Seluruh organisasi sangat bergantung dengan satu orang

2. Kecenderungan pimpinan bertindak secara otoriter

3. Kesempatan bawahan berkembang sangat susah

4. Penyelesaian masalah agak lama karena dipikirkan satu orang saja

2. Organisasi Line dan Staf

Organisasi Line dan Staf menempatkan pemimpin atau atasan sebagai

pemegang hak dan kekuasaan tertinggi. Line dalam organisasi diartikan sebagai

(19)

17

orang-orang yang terlibat langsung dalam pencapaian tujuan sedangkan staff

diartikan sebagai orang-orang yang membantu dalam pencapaian tujuan organisasi.

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari organisasi Line dan Staff, yaitu:21

 Kelebihan Organisasi Line dan Staff 1. Dapat digunakan disetiap organisasi

2. Ada pembagian tugas yang jelas antara pimpinan, staff dan

pelaksanabawahan dapat berkembang dengan cepat

3. Prinsip penempatan bahawan “the man the right place” 4. Pengambilan keputusan yang sehat lagi cepat diambil

5. Bahawan lebih aktif, kreatif dan inovatif

6. Disiplin dalam tugas sangat baik

 Kekurangan Organisasi Line dan Staff

1. Rasa soladaritas bawahan tidak begitu tinggi karena sibuk dengan

kegiatannya masing-masing

2. Jika koordinasi di tingkat staff tidak baik, dapat juga merupakan

hanmabatan bdalam pelaksanaan tugas

3. Organisasi Fungsional

Organisasi Fungsional disusun atas dasar penyusunan dasar kegiatan

berdasarkan fungsi di tiap unit. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari

organisasi Funsional, yaitu:22

 Kelebihan Organisasi Fungsional

1. Pembidangan tugas jelas, sehingga kesimpangan siaran dapat dihindarkan 2. Solidaritas begitu juga moral dan disiplin di antara karyawan yang

menjalankan fungsi yang sama pada umumnya tinggi

3. Koordinasi menyeluruh pada umumnya cukup tinggi seselon atas 4. Spesialis pada karyawan dapat dikembangkan dan diganti semaksimal

mungkun

(20)

18  Keburukan Organisasi Fungsional

1. Para karyawan terlatiih menspesialisasi diri pada bidang tertentu saja, sehingga sukar untuk mutasi tugas atau mutasi tempat

2. Para karyawan terlatih mementingkan bidangnya saja, sehingga koordinasi menyeluruh susah terlaksana

3. Memungkinkan terjadinya rasa golongan yang berlebihan di antara karyawan dalam menjalankan fungsinya.

4. Organisasi Kepanitiaan

Organisasi kepanitiaan menggunakan sekelompok orang yang ditunjuk untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan khusus, yang tidak dapat diselesaikan sendiri oleh seseorang atau sebiuah dewan. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari organisasi Kepanitiaan, yaitu:23

 Kelebihan Organisasi Kepanitiaan

1. Pada umumnya keputusan diambil secara tepat, karena segala sesuatu dibicarakan secara kolektif dan segala faktor dipertimbangkan

2. Kemungkinan bagai pemimpin berlaku dictator sangat kurang 3. Kerjasama di kalangan pelaksana mudah dibaca

 Keburukan Organisasi Kepanitiaan

1. Pengambilan keputusan agak sedikit lamban

2. Jika ada pelaksanaan kegiatan terkendala, tidak ada yang bisa dipersalahkan

3. Para pelaksana agak sering bingung karena arus perintah 4. Daya kreasi seseorang pelaksana tidak menonjol, karena semua

pelaksanaan berdasarkan pada kelektifitas

(21)

19

BAB VI

PENUTUP

A. Kesimpulan

manajemen adalah suatu proses pengaturan dan pemanfaatan sumber daya yang

dimiliki organisasi melalui kerjasama para anggota untuk mencapat tujuan

organisasi secara efektif dan efesiensi. Berarti manajemen merupakan perilaku

anggota dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan.

Organisasi adalah institusi atau wadah tempat orang berinteraksi dan

bekerjasama sebagai suatu unit terkoordinasi terdiri setidaknya dua orang atau lebih

yang berfungsi mencapai satu sasaran atau serangkaian sasaran. organisasi dalam

arti dinamis adalah suatu proses penetapan dan pembagian kerja yang akan

dilakukan, pembatasan dan tugas dan kewajiban, otoritas dan tanggungjawab, dan

penetapan hubungan diantara elemen organisasi.

Dengan kata lain, organisasi adalah wadah bagi operasionalisasi manajemen.

Karena itulah di dalamnya ada sejumlah unsur pokok yang membentuk kegiatan

manajemen, yaitu : unsur manusia (men), barang-barang (materials), mesin

(machines), metode (methods), uang (money) dan pasar (market). Keenam unsur

ini memiliki fungsi masing-masing dan saling berinteraksi atau mempengaruhi

dalam mencapai tujuan organisasi.

Fungsi – Fungsi dari Manajemen, antara lain: 1. Perencanaan (Planning)

Perencanaan merupakan proses menentukan apa yang seharusnya dicapai dan

bagaimana mewujudkannya dalam kenyataan.

(22)

20

pengorganisasian merupakan usaha penciptaan hubungan tugas yang jelas

antara personalia, sehingga dengan demikian setiap orang dapat bekerja

bersama-sama dalam kondisi yang baik untuk mencapai tujuan organisasi

secara efektif.

3. Pengarahan (Directing)

Pengarahan meliputi pemberian petunjuk/memberi gambaran tentang

kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan sehingga para manajer harus memotivasi staf dan

personil organisasi agar secara sukarela mau melakukan kegiatan sebagai

manifestasia rencana yang dibuat.

4. Koordinasi

Dalam organisasi keberadaan pengkoorganisasian sangat penting bagi

terintegrasinya seluruh kegiatan organisasi untuk mencapai tujuan.

Pengkoorganisasian dapat diperlancar apabila masing-masing anggota organisasi

memahami tujuan-tujuan, rencana-rencana, penerimaan mereka dan kesediaan

mereka menyumbang tenaga untuk mengoptimalkan pencapaian tujuan.

5. Pelaksanaan

Pelaksanaan merupakan suatu kegiatan atau tindakan semua anggota dengan

kesadaran untuk mencapai tujuan atau sasaran yang berpedoman pada perencanaan

dari organisasi.

6. Pengawasan

Pengawasan adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan

penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan

dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksimal dan tujuan yang telah

(23)

21 DAFTAR PUSTAKA

Wijaya, Candra dan Muhammad Rifa’i. 2016. Dasar-Dasar Manajemen (Mengoptimalkan Pengelolaan Organisasi Secara Efektif dan Efesien).

(Medan: Perdana Publishing)

Mesiono. 2012. Manajemen Dan Organisasi. (Medan: Cv. Perdana Mulya

Sarana).

Chaniago, Nasrul Syakur, dkk. Organisasi Manajemen. 2016. (Depok: PT.

Referensi

Dokumen terkait

Variabel independen yang digunakan dalam penelitian selanjutnya tidak hanya pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR), ukuran perusahaan (size),

yang dibangun dari blok-blok training data , dan melakukan klasifikasi dengan cara voting terhadap hasil prediksi yang dibuat oleh masing-masing base classifier ,..

Berdasarkan jawaban dari responden dapat diinterpretasikan bahwa pihak- pihak yang terlibat lansung dalam program Soft Skills siswa yakni kepala sekolah, guru, semua stakeholder

menu Reservasi Hotel yang berfungsi untuk melakukan pengelolaan transaksi reservasi dihotel yang meliputi data booking kamar, check in dan pembayaran biaya hotel dan

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplemen ekstrak lerak (Sapindus rarak) ke dalam ransum yang mengandung pakan blok terhadap populasi protozoa, bakteri

Sasaran Kegiatan Lokasi kegiatan Frekuensi kegiatan Waktu Implementasi Bahan dan media yang digunakan Pelaksana (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Masyarakat

Tabel berikut ini menunjukan SQL yang hasilnya jumlah data adalah ...E. select count (jumlah) from

Kebutuhan informasi dapat dilihat melalui tujuan mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi yang datang dan mencari informasi di Perpustakaan Universitas Bung Hatta adalah untuk