Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Kota Medan

Teks penuh

(1)

50

DAFTAR PUSTAKA

Aslam, M., Tan, Chik Kaw., dan Prayitno, Adji. (2003). Farmasi Klinis: Menuju Pengobatan Rasional dan Penghargaan Pilihan Pasien. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo. Hal. 18-19, 137-141.

Ashley, Caroline., dan Currie, Aileen. (2009). The Renal Drug Handbook. Third Edition. New York: Redcliffe Publishing Oxford. Hal. 44, 94, 113, 397, 522.

Bowman, W.C., dan Rand, M.J. (1980). Textbook of Pharmacology. Oxford: Blackwell Scientific Publications. Halaman 23, 30-32.

Cahyaningsih, N.D. (2009). Hemodialisis (Cuci Darah) : Panduan Praktis Perawatan Gagal Ginjal. Yogyakarta: Mitra Cendikia Press. Halaman 20-22.

Chobanian, A.V., Bakris, G.L., Black, H.R et al. (2003). Seventh Report of The Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure, Hypertension. United State of America: NIH Publication. Halaman 1206–1252.

Corrigan, R.M. (2011). The Experience Of The Older Adult With End Stage-Renal Disease Of Hemodialysis. Canada: Queen’s University. Halaman 1-2. Depkes RI. (2006). Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Hipertensi. Jakarta:

Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan.

Dipiro, J.T., Talbert, R.L., Yee, G.C., Matzke, G.R., Wells, B.G., dan Posey, L.M. (2008). Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach. New York: The McGraw-Hill Companies. Halaman. 747.

Fauci, S.A., Kasper, L.D., Longo, L.D., Braunwald, E., et al. (2008). Harrison's Principles of Internal Medicine. Seventeenth Edition. New York: McGraw-Hills Company. Halaman 1403.

Gennari, F.J. (2001). Medical Management of Kidney and Electrolyte Disorders. New York: Marcel Dekker, Inc. Halaman 295.

Gormer, B. (2007). Farmakologi Hipertensi. Editor Diana Lyrawati. 2008. Jakarta: Universitas Indonesia. Halaman 3.

Guyton, A.C., dan Hall, J.E. (2006). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 11. Philadelphia: Elsevier Saunders. Halaman 108.

(2)

51

Harvey, R.A., dan Champe, P.C. (2009). Farmakologi Ulasan Bergambar. Editor Tjahyanto, A., dan Salim C. (2013) Edisi 4. Jakarta: Buku Kedokteran EGC. Halaman 253-260, 307-332.

Kenward, R., dan Tan, C.K, (2003). Penggunaan Obat Pada Gangguan Ginjal dalam Farmasi Klinis: Menuju Pengobatan Rasional dan Penghargaan Pilihan Pasien. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo. Halaman 140-153. Kusmana, D. (2009). Hipertensi : Definisi, Prevalensi, Farmakoterapi dan

Latihan Fisik dalam Cermin Dunia Kedokteran 169 Vol. 36 No. 3. Jakarta : Pusat Penelitian dan Pengembangan PT. Kalbe Farma. Hal. 161-167

Lim, Hadyanto. (2009). Farmakologi Kardiovaskuler: Mekanisme & Aplikasi Klinis. Edisi 2. Jakarta : PT. Softmedia. Halaman 12, 14.

Lucida, dkk. (2011). Analisi Aspek Farmakokinetika Klinik Pasien Gagal Ginjal Pada Irna Penyakit Dalam RSUP DR. M. Djamil Padang dalam Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi, Vol. 16, No.2, 2011. Halaman 144-155. Menkes RI. 2014. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 58

Tahun 2014. Jakarta: Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Halaman 8.

Nafrialdi. (2007). Antihipertensi dalam buku Farmakologi dan Terapi. Edisi kelima. Jakarta: Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Halaman 341-359.

NKF. (2004). K/DOQI Clinical Practice Guidelines on Hypertension and Antihypertensive Agents in Chronic Kidney Disease [On-line]. Diakses tanggal 29 Agustus 2016.

NKF. (2013). KDIGO Clinical Practice Guideline for the Evaluation and Management of Chronic Kidney Disease. Volume 3. Halaman 1-134.

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Halaman 27, 35, 41, 120.

Nurko S. (2006). Anemia in chronic kidney disease : Causes, diagnosis, treatment. Dalam Jurnal Cleveland Clinic Journal of Medicine. Halaman 289-297.

Prasetyorini, HT, dan Prawesti, Dian. (2012). Stress Pada Penyakit Terhadap Kejadian Komplikasi Hipertensi Pada Pasien Hipertensi. Dalam Jurnal STIKES Volume 5 No 1. Halaman 61-70.

Rahman, M., dan Griffin, V. (2004). Patterns of Antihypertensive Medication Use in Hemodialysis Patients. Cleveland: AmJ Health-Syst Pharm. Halaman 1473-1478.

(3)

52

Riskesdas. (2013). Hasil Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Halaman 88-89.

Rubenstein, D., Wayne, D., dan Bradley, J. (2005). Kedokteran Klinis. Edisi keenam. Surabaya: Penerbit Erlangga. Halaman 226 – 231.

Saseen, J. J., dan Maclaughlin, E. J. (2008). Cardiovascular Disorder: Hypertension. Dalam Buku Pharmacotherapy A Pathophysiological Approach, Seventh Edition. Editor : Dipiro, J. T., Talbert, R. L. New York: The McGraw-Hill Companies. Hal. 140-167.

Setiyawati, A. dan Sulistia, G. (2007). Penghambat Adrenergik. Dalam buku Farmakologi dan Terapi. Edisi Kelima. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran UI. Halaman 89-92.

Shagholian, N, Ghafouriad, M., Rafiedian, M. Dan Mortavazi, M. (2008). Impact of Two Types of Sodium and Ultrafiltration Profiles on Hemodialysis Hypertention in Hemodialysis Patients. Dalam Jurnal International Journals of Nephrology Autumn. Volume 13. Halaman 135-136.

Siregar, P., Roesma, J., Suhardi, D.A., Parsudi, I. (2001). Gangguan Elektrolit Dalam Klinik dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II. Edisi Ketiga. Jakarta: Penerbit Depertemen Ilmu Penyakit Dalam FK-UI. Halaman 307-309.

Skolnik, N. S,M.D., Beck, J.D, M.D., & Clark, M. M.D. (2000). Combination Antihypertensive Drugs: Recommendations for Use. Pennsylvania: Abington Memorial Hospital. Halaman 3049-3056.

Smeltzer, S.C., Bare, B.G., Hinkle, J.L., Cheever, K.H. (2008). Brunner and Suddarth: Textbook of Medical Surgical Nursing. Edisi Kedua belas USA: Lippincott Williams and Wilkins. Halaman 321-322, 375, 591-593. Stockley, L.H. (2005). Drug Interaction. Edisi 5. London: Pharmaceutical Press.

Halaman 72.

Sukandar E. (2006). Nefrologi Klinik. Edisi III. Bandung: Pusat Informasi Ilmiah Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UNPAD/ RS. Dr. Hasan Sadikin. Hal. 465 - 470, 488, 650, 713 – 714, 720 – 722, 736. Supadmi, Woro. (2011). Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien

Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis. Dalam Jurnal Ilmiah Kefarmasian, Vol. 1, No. 1, 2011 Halaman 67–80.

Sutter , M. (2007). Systemic Hypertension. In Mcphee SJ, Papadakis MA, Tierney LM. Editors. Currrent Medical Diagnosis and Treatment. Edisi ke-46. New York: McGraw-Hill. Halaman: 429

(4)

53

Suwitra. K. (2006). Penyakit Ginjal Kronik dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid I. Edisi Keempat. Jakarta: Penerbit Depertemen Ilmu Penyakit Dalam FK-UI. Halaman 570-572.

Suyatna, F.D. (2007). Antiangina dalam buku Farmakologi dan Terapi. Edisi Kelima. Jakarta: Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.. Halaman 391-393.

Suyono dan Lyswanti, E.N. (2008). Studi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Penderita Hipertensi Rawat Inap : Penelitian di RSU Dr. Saiful Anwar Malang

Tessy. A. (2006). Hipertensi Pada Penyakit Ginjal dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid I. Edisi Kempat. Jakarta: Penerbit Depertemen Ilmu Penyakit Dalam FK-UI. Halaman 604.

Tjay, T.H,. dan Raharja, K. (2007). Obat-Obat Penting; Khasiat, dan Penggunaannya, dan Efek-Efek Sampingnya. Edisi keenam. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo. Halaman: 463, 470-472.

William B. (2005). Recent Hypertension Trials Implications and Controversies. JACC. Halaman 813 – 827.

Wilson, L.M. (2006). Anatomi dan Fisiologi Ginjal dan Saluran Kemih dalam buku Patofisiologi Konsep Klinis Proses – Proses Penyakit Dalam. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran ECG. Halaman 754.

Yogiantoro, M. (2009). Hipertensi Esensial dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid Kedua. Edisi kelima. Jakarta: Interna Publishing. Hal. 1079-1085.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...