BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pada zaman modern ini secara berangsur-angsur teknologi semakin berkembang pesat sehingga mengakibatkan terjadi kemajuan hampir di segala bidang. Perkembangan ini turut mendukung negara-negara berkembang secara perlahan menjadi negara maju. Indonesia merupakan negara yang telah menunjukkan perkembangannya di berbagai bidang. Sebagai negara berkembang, negara ini membutuhkan manusia yang kompetitif dan sadar akan waktu, serta mampu menerapkan sikap disiplin yang tinggi, sehingga menciptakan manusia yang bermutu dan berkualitas. Untuk membentuk manusia yang bermutu dan berkualitas, maka dibutuhkan adanya pendidikan dalam hidupnya.
Salah satu jenjang pendidikan secara formal adalah perguruan tinggi. Perguruan tinggi ditempuh setelah peserta didik menyelesaikan pendidikan jenjang SMK ataupun SMA (Adipura, 2014). Pendidikan yang berjenjang diharapkan mampu membuat individu berkualitas yang nantinya menjadi dasar dirinya secara optimal agar dapat tercapai dengan baik pada jenjang berikutnya. Pendidikan di perguruan tinggi sangat berbeda dengan pendidikan ditingkat menengah, Pendidikan di perguruan tinggi lebih luas serta komplek dibandingkan di pendidikan menengah. Individu yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi akan mendapatkan predikat mahasiswa.
Pendidikan yang tinggi sangat diperlukan untuk bersaing didunia kerja maupun di lingkungan. Pendidikan yang tinggi sangat diperlukan untuk dapat bersaing dalam mendapatkan kehidupan yang diinginkan. Perguruan tinggi adalah salah satu pelaksana pendidikan guna menghadapi tantangan yang semakin besar di dunia modern (Tilaar, 2002). Peserta didik dengan predikat mahasiswa berada pada masa remaja akhir. Teori Hurlock (1998) berpendapat bahwa masa remaja akhir berada pada rentang usia 18 tahun hingga kira-kira 20 tahun. Tugas remaja akhir diantaranya dapat bertanggung jawab terhadap sesuatu yang telah dilakukan dan mempunyai perencanaan sebelum melakukan tindakan.
Salah satu syarat untuk menyelesaikan studi perkuliahan serta memperoleh gelar sarjana yaitu dengan menyelesaikan Tugas Akhir atau Skripsi. Menurut Poerwodarminto (Aini, 2011), skripsi adalah tugas akhir yang diwajibkan sebagai bagian dari persyaratan pendidikan di
perguruan tinggi. Semua mahasiswa wajib mengambil mata kuliah skripsi karena skripsi digunakan sebagai salah satu prasyarat bagi mahasiswa untuk memperoleh gelar sarjana. Namun kenyataannya, bagi beberapa mahasiswa menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar sarjana tidak semudah yang dikira. Mahasiswa mengaku banyak hambatan-hambatan yang dialami, salah satu hambatan yang sering dilakukan mahasiswa yaitu menunda-nunda dalam mengerjakan skripsinya. Alasan mahasiswa menunda-nunda skripsinya yaitu mulai dari takut ketemu dosen, mengerjakan skripsi hanya ketika mood bagus, malas pergi kekampus untuk bimbingan, terlalu banyak kegiatan di luar kampus, hingga faktor dosen yang sulit ditemui karena terlalu sibuk.
Perilaku menunda-nunda pada skripsi ini menjadikan mahasiswa menyelesaikan studinya lebih lama, yang seharusnya ditempuh dalam waktu normal yaitu selama 4 tahun justru menjadi lebih lama.
Berdasarkan wawancara yang penulis lakukan kepada beberapa subjek di Fakultas Psikologi Universitas Islam Sultan Agung Semarang terdapat mahasiswa- mahasiswa yang melakukan penundaan dalam mengerjakan skripsinya, sebagaimana hasil wawancara berikut :
Subjek pertama berinisial RT, berusia 22 tahun mahasiswa fakultas psikologi mengungkapkan : “ Gini mas aku belum bisa fokus, nunda nunggu mood bagus, kalo mau kerja
tiba-tiba males, buka laptop Cuma jadi pajangan ga dikerjain, main hp lagi mau diterusin ngerjain takut nanti malah hasilnya ga bagus.. “
Subjek kedua yaitu Mahasiswa berinisial DS, berusia 23 tahun fakultas psikologi mengatakan: “ Yaaa gitu.., saya juga masih kuliah ngulang-ngulang jadi kan kalo ketemu dosen malah nanti-nantian, mau ngerjain tapi tak tunda habis kuliah, tapi habis kuliah biasanya pulang langsung tidur, apalagi saya juga masih ada magang jadi waktunya ketabrak magang fokusnya saya malah magang dulu laporan magang dulu skripsinya nanti-nantian “
Kemudian subjek selanjutnya yaitu subjek ketiga ini adalah mahasiswi berinisial R, berusia 21 tahun fakultas psikologi mengatakan :
“ Iyaa mas kalo masalah skripsi ya saya gitu nanti-nantian tak tunda, kalo mau bimbingan rasanya males ke kampus, namanya dosen kan ya punya kesibukkan sendiri-sendiri, padahal pas lagi semangat-semangatnya dosennya susah ditemuin, jadi ya tak tunda saya juga males nunggu si mas jadi ya kadang kalo dateng terus ga ketemu dosen nanti datengnya lagi satu minggu kemudian “
Hasil wawancara yang telah dilakukan, diketahui bahwa terdapat beberapa mahasiswa yang mempunyai perilaku menunda-nunda dalam mengerjakan skripsi. Dari hasil wawancara yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa mahasiswa sering menunda-nunda dalam mengerjakan skripsi. Hal ini membuat mahasiswa lulus lebih lama dari waktu normal yaitu 4 tahun. Perilaku menunda-nunda inilah yang disebut prokrastinasi.
Utomo (Ranantho, 2015) menjelaskan bahwa prokrastinasi menyebabkan menurunnya produktivitas dan etos kerja seseorang sehingga membuat kualitas seseorang menjadi rendah hal ini dapat terjadi pada setiap individu, kondisi ini terjadi karena beberapa masalah yang dialami mahasiswa. Menurut Fibrianti (Fahrozi, 2016) penundaann dalam menyelesaikan tugas ini disebabkan dari faktor internal yang berasal dari dalam diri mahasiswa yang menjadi hambatan, seperti kecemasan, persepsi terhadap dosen, dan ketidakmampuan untuk mengatur waktu, serta faktor eksternal yang membuat hambatan yang berasal dari luar diri mahasiswa seperti kurangnya dukungan, malas mengerjakan tugas, kesulitan memperoleh bahan-bahan, banyak tugas lain yang harus di kerjakan, sarana dan prasarana, serta adanya aktivitas-aktivitas lain diluar kampus.
Kemudian subjek selanjutnya yaitu subjek keempat, merupakan mahasiswa berinisial TK, berusia 22 tahun fakultas psikologi mengatakan :
“ Ya mas jujur saya nunda-nunda skripsi kadang kalo mood lagi bagus ngerjain kalo ngga ya ngga tak kerjain, main hp main game, tapi yaa saya mikir juga namanya mahasiswa semester tua kan harus lulus harus semangat jadi gimanapun harus punya rencana, harus merencanakan tujuan biar lulus, masa iya mau disini terus gamau lulus, kita harus ngerubah pikiran dan tingkah laku kita, masa dah semester tua kaya maba gabisa ngatur diri masa iya maunya diatur-atur terus, skripsi ditunda-tunda malah ga dikerjain-kerjain malah ga selesai nanti ga lulus juga nanti mas “
Hasil wawancara yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa ada beberapa mahasiswa mempunyai perilaku prokrastinasi. Salah satu cara agar mahasiswa mempunyai tingkat prokastinasi yang rendah yaitu dengan mengatur diri. Dengan mempunyai pengaturan diri yang baik maka akan menurunkan tingkat prokrastinasi yang tinggi pada mahasiswa. Selain itu mahasiswa akan lebih mudah menuju tujuan yang diinginkan dengan melakukan pengaturan diri sendiri yang lebih dikenal dengan regulasi diri.
Zimmerman (Muslimah, 2016) menyatakan bahwa regulasi diri berkaitan dengan bagaimana seseorang menampilkan serangkaian tindakan yang ditujukan untuk pencapaian target
dengan melakukan perencanaan terarah. Baumeister dan Heatherthon (Azhari, 2016) menjelaskan regulasi diri merupakan upaya seseorang untuk mencegah perilaku agar tidak melenceng dan kembali pada standar perilaku yang memberi hasil sama. Trentacosta dan Shaw (Alfiana, 2013) menyatakan bahwa regulasi diri yang efektif akan menjadikan seorang individu mampu mengendalikan kondisi egonya. Selain itu dengan mengendalikan ego akan membuat mahasiswa lebih mampu dalam mengatur diri dan tidak menunda-nunda pekerjaan.
Regulasi diri pada mahasiswa menurut Pintrich (Manab, 2016) yaitu mahasiswa yang menetapkan tujuan dan merencanakan kegiatannya, melakukan penilaian terhadap diri serta kontrol terhadap aspek kognitif, dan memotivasi diri sendiri dalam melakukan sesuatu hal yang dituju. Dalam melakukan perencanaan ini mahasiswa harus bersungguh-sungguh tanpa menunda-nunda dengan menurunkan egonya agar mampu mencapai tujuan tersebut.
Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Maliya Noor Arini, Iranita Hervi Mahardayani (2011) yang berjudul “Hubungan Antara Kontrol Diri Dengan Prokrastinasi Dalam menyelesaikan Skripsi Pada Mahasiswa Universitas Muria Kudus”, dengan di peroleh hasil analisis koefisien korelasi dari keduanya adalah rxy -0,401 dengan p sebesar 0,000 (p <0,01). Hal ini berarti ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara kontrol diri dengan prokrastinasi dalam menyelesaikan skripsi pada mahasiswa.
Berdasarkan penelusuran pustaka yang telah dilakukan, penelitian mengenai hubungan antara regulasi diri dengan prokrastinasi dalam menyelesaikan skripsi di Fakultas Psikologi Universitas Islam Sultan Agung belum pernah dilakukan. Perbedaan penelitian ini dengan peneliti lain yaitu terletak pada subjek dan lokasi penelitian. Subjek dan lokasi dari penelitian ini yaitu mahasiswa tingkat akhir di fakultas psikologi yang berada di Universitas Islam Sultan Agung. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif yang digunakan untuk mengetahui gambaran apakah ada hubungan antara regulasi diri dengan prokrastinasi dalam menyelesaikan skripsi pada mahasiswa psikologi Universitas Islam Sultan Agung
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan sebagai berikut :
Apakah ada hubungan antara regulasi diri dengan prokrastinasi dalam menyelesaikan skripsi pada mahasiswa Fakultas Psikologi Unissula ?
C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris hubungan antara regulasi diri dengan prokrastinasi dalam menyelesaikan skripsi pada mahasiswa Fakultas Psikologi Unissula.
D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangan, khususnya memperkaya kajian teori dan riset Psikologi Perkembangan, Psikolgi Pendidikan serta dijadikan bahan pertimbangan pada penelitian-penelitian selanjutnya.
2. Manfaat Praktis
Penelitian ini dapat memberikan informasi atau pemahaman mengenai perilaku prokrastinasi serta memberikan masukkan pada mahasiswa maupun mahasiswi yang sedang menyelesaikan skripsi Fakultas Psikologi Unissula mengenai bagaimana meregulasi diri agar skripsi dapat selesai dan lulus tepat waktu.