BAB I PENDAHULUAN. Kehamilan adalah rangkaian peristiwa yang baru terjadi bila sel telur (ovum)

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Kehamilan adalah rangkaian peristiwa yang baru terjadi bila sel telur (ovum) dibuahi dan berkembang sampai menjadi janin (fetus) yang matang (aterm). Kehamilan juga dapat didefinisikan sebagai dikandungnya janin hasil pembuahan sel telur oleh sel sperma. (Aprillia, 2011).

Ketika ibu menjalani masa kehamilan sampai menjelang persalinan, ibu hamil membutuhkan ketenangan agar tidak mengalami kecemasan yang berlebih sehingga proses persalinan menjadi lancar tanpa hambatan. Semakin ibu tenang menghadapi persalinan maka persalinan akan berjalan semakin lancar. Selain itu, terdapat satu alternatif alami yang bisa dilakukan oleh ibu hamil untuk membuat jiwa menjadi lebih tenang dengan energi-energi positif dan membantu meringankan rasa sakit saat kontraksi serta dapat mempercepat proses persalinan adalah dengan teknik relaksasi hypnobirthing (Larasati & Komolohadi, 2010).

World Health Organization (WHO) tahun 2011, memperkirakan 585.000 perempuan meninggal setiap hari akibat komplikasi kehamilan, proses kelahiran dan aborsi yang tidak aman dan diperkirakan sekitar satu perempuan meninggal setiap menit. Negara-negara di Asia termasuk Indonesia memiliki warga perempuan kemungkinan 20-60 kali lipat dibanding negara-negara Barat dalam hal kematian ibu karena persalinan dan komplikasi kehamilan. Berdasarkan SDKI 2012, rata-rata

(2)

angka kematian ibu (AKI) tercatat mencapai 359 per 100 ribu kelahiran hidup. Rata-rata kematian ini jauh melonjak dibanding hasil SDKI 2007 yang mencapai 228 per 100 ribu. Dalam hal ini, fakta lonjaknya kematian ini tentu sangat memalukan pemerintahan yang sebelumnya bertekad akan menurunkan AKI hingga 108 per 100 ribu pada 2015 sesuai dengan target MDGs.

Menurut hasil laporan National Vital Statistic Report tahun 2011 jumlah ibu hamil di Amerika Serikat diperkirakan 4.348.949 orang, dan dari hasil laporan Profil Kesehatan Republik Indonesia tahun 2011 jumlah ibu hamil di Indonesia adalah 5.060.637 orang, sedangkan untuk Provinsi Riau tahun 2011 jumlah ibu hamil adalah 145.098 orang (Kemenkes RI, 2011).

Jumlah kematian ibu di Provinsi Bali masih ada namun sudah semakin menurun. Setiap tahunnya Angka Kematian Ibu (AKI) di Provinsi Bali di bawah 100/100.000 kelahiran hidup (KH), yakni tahun 2009 77,01/100.000 KH dan tahun 2010 mengalami penurunan menjadi 58,01/100.000 KH, sedangkan AKI Nasional tahun 2009-2010 sebesar 226/100.000 KH. Angka kematian bayi (AKB) sebesar 11,53 per 1000 kelahiran (Wah, 2011).

Semua wanita didunia tumbuh dewasa dengan pengetahuan bahwa melahirkan itu sangat sakit. Melahirkan memang suatu proses yang alami dan menimbulkan rasa sakit. Namun banyak wanita yang merasakan sakit tersebut lebih parah dari seharusnya karena banyak dipengaruhi oleh rasa panik dan stres. Hal ini disebut faer-tension-pain concept (takut-tegang-sakit), dimana rasa takut menimbulkan ketegangan atau kepanikan yang menyebabkan otot kaku dan akhirnya menyebabkan

(3)

rasa sakit. Metode hipnosis yang dapat dilakukan mulai masa kehamilan dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan dan ketakutan. Teknik hipnosis dapat membantu merilekkan otot-otot sehingga ibu terhindar dari kecemasan dan dapat membantu ibu lebih tenang dalam menghadapi persalinan. Teknik hipnosis merupakan salah satu cara yang dapat di aplikasikan oleh ibu hamil untuk

memperoleh ketenangan saat menghadapi kehamilan dan persalinan (Bramantyo, 2009).

Metode hypnobirthing berguna untuk mengurangi rasa sakit dan memperlancar proses persalinan karena dalam metode ini selalu memberikan energi-energi positif untuk ibu hamil. Selain itu, hypnobirthing atau penggunaan hipnosis selama masa kehamilan bisa mencegah gangguan emosional baik saat sebelum persalinan dan setelah persalinan (Andriana, 2012).

Ibu hamil yang mengalami kecemasan berlebih pada masa kehamilan sampai menjelang persalinan akan berujung kepada stres yang dapat menimbulkan rasa sakit saat persalinan dan ini harus diatasi yaitu ibu hamil harus memiliki ketenangan sehingga proses persalinan menjadi lancar tanpa hambatan. Ketenangan yang dibutuhkan dapat dibantu dengan melakukan teknik relaksasi hypnobirthing. Dengan melakukan teknik hypnobirthing diharapkan rasa takut, panik, tegang dan tekanan-tekanan lain yang menghantui ibu hamil dalam proses persalinan dapat berkurang bahkan hilang sehingga proses persalinan dapat berjalan dengan lancar (Astria, 2009).

(4)

Berdasarkan studi pendahuluan yang peneliti lakukan di Desa Paya Dapur Kec. Kluet Timur Aceh Selatan pada bulan Januari sampai Juni 2014 diperoleh jumlah ibu hamil 50 orang.

Dari survey awal yang dilakukan dengan cara wawancara kepada ibu hamil di Desa Paya Dapur Kecamatan Kluet Timur Aceh Selatan di dapatkan bahwa dari jumlah ibu hamil 50 orang masih banyak yang belum mengerti tentang metode hypnobirthing. Mereka mengatakan belum pernah melakukan metode hypnobirthing dan tidak tahu bagaimana cara melakukan hypnobirthing.

Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “ Gambaran Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Ibu Hamil Tentang Metode Hypnobirthing di Desa Paya Dapur Kecamatan Kluet Timur Aceh Selatan”.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian dari latar belakang masalah diatas, perumusan masalahnya adalah “ Bagaimana Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Ibu Hamil Tentang Metode Hypnobirthing di Desa Paya Dapur Kecamatan Kluet Timur Aceh Selatan”.

1.3. Tujuan Penelitian 1.3.1. Tujuan Umum

Mengetahui Gambaran Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Ibu hamil Tentang Metode Hypnobirthing di Desa Paya Dapur Kecamatan Kluet Timur Aceh Selatan.

(5)

1.3.2. Tujuan Khusus

1. Untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang metode hypnobirthing di Desa Paya Dapur Kecamatan Kluet Timur Aceh Selatan.

2. Untuk mengetahui gambaran sikap ibu hamil tentang metode hypnobirthing di Desa Paya Dapur Kecamatan Kluet Timur Aceh Selatan.

3. Untuk mengetahui gambaran tindakan ibu hamil tentang metode hypnobirthing di Desa Paya Dapur Kecamatan Kluet Timur Aceh Selatan.

1.4. Manfaat Penelitian 1. Bagi Instuti Kesehatan

Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan untuk menambah kepustakaan dan sebagai referensi bagi penelitian tentang metode hypnobirthing.

2. Bagi Tenaga Kesehatan

Hasil penelitian ini digunakan sebagai masukan bagi tenaga kesehatan yang diharapkan beguna dalam memberikan informasi kepada masyarakat mengenai metode hypnobirthing.

3. Bagi Masyarakat

Menambah pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang metode hypnobirthing.

(6)

4. Bagi Peneliti

Mengaplikasikan teori yang diperoleh yaitu dengan mengidentifikasikan dan menganalisa suatu permasalahan di lapangan serta memperluas penelitian tentang hal-hal yang berkaitan dengan metode hypnobirthing.

5. Bagi Peneliti Selanjutnya

Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi salah satu sumber data yang bisa menjadi contoh karya tulis ilmiyah tentang metode hypnobirthing.

(7)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Hypnobirthing 2.1.1. Pengertian

Metode hypnobirthing berguna untuk mengurangi rasa sakit dan memperlancar proses persalinan karena dalam metode ini selalu memberikan energi-energi positif untuk ibu hamil. Selain itu, hypnobirthing atau penggunaan hipnosis selama masa kehamilan bisa mencegah gangguan emosional baik saat sebelum persalinan dan setelah persalinan (Andriana, 2012).

Hypnobirthing memiliki manfaat yang cukup besar bagi ibu hamil, diantaranya adalah kemampuan untuk mengatur kadar rasa sakit saat proses persalinan, menekan cemas, stres atau depresi saat proses persalinan, memudahkan ibu hamil untuk mengontrol emosinya, mendatangkan rasa tenang, aman, nyaman, dan bahagia karena proses persalinan berjalan lancar, dan mengurangi komplikasi akibat proses persalinan (Manggarsari, 2010).

Hypnobirthing berasal dari kata “hypnosis” dan “birthing”. Hypnosis yang berasal dari kata hypnos (bahasa Yunani) adalah nama Dewa Tidur. Arti tidur disini adalah pikiran yang tenang. Sedangkan “birthing” (bahasa Inggris) berarti proses persalinan. Hypnobirthing merupakan salah satu tehnik otohipnosis (self hypnosis), yaitu upaya alami dalam menanamkan niat positif/sugesti ke jiwa atau pikiran bawah sadar dalam menjalani masa kehamilan dan persiapan persalinan. Dengan demikian,

(8)

ibu hamil dapat menikmati indahnya masa kehamilan dan lancarnya proses kehamilan. Metode hypnobirthing ini didasarkan pada keyakinan bahwa setiap perempuan memiliki potensi untuk menjalankan proses melahirkan secara alami, tenang, dan nyaman (tanpa rasa sakit). Program ini mengajarkan ibu hamil untuk menyatu dengan gerak dan ritme tubuhnya saat menjalani proses melahirkan, membiarkan tubuh dan pikirannya untuk bekerja, serta menyakini bahwa tubuhnya mampu berfungsi sebagaimana seharusnya sehingga rasa sakit menghilang (Kuswandy, 2011).

2.1.2. Manfaat Hypnobirthing (Kuswandy, 2011) 1. Selama kehamilan

Manfaat hypnobirthing selama kehamilan yaitu, dapat mengurangi rasa mual, muntah, dan pusing di trimester pertama, meminimalisasi trauma ecara fisik dan jiwa untuk ibu janin, mengatasi rasa tidak nyaman selama hamil dan rasa sakit saat melahirkan tanpa efek samping terhadap janin, membantu janin terlepas dari kondisi lilitan tali pusat, bahkan bisa memperbaiki janin yang letaknya sungsang menjadi normal (letak belakang kepala), dan juga bisa membuat kondisi ibu hamil menjadi tenang dan damai selama kehamilannya. Ketenangan dan rasa damai sang ibu akan dirasakan pula oleh janin.

2. Menjelang persalinan

Manfaat hypnobirthing menjelang persalinan yaitu, melatih relaksasi untuk mengurangi kecemasan serta ketakutan menjelang persalinan yang dapat menyebabkan ketegangan, rasa nyeri, dan sakit saat persalinan, mampu

(9)

mengontrol sensasi rasa sakit saat berkontraksi rahim, dan dapat meningkatkan kadar endorphin dalam tubuh untuk mengurangi bahkan menghilangkan rasa nyeri pada saat kontraksi dan persalinan.

3. Saat persalinan

Manfaat hypnobirthing saat persalinan yaitu, memperlancar proses persalinan (kala satu dan dua lebih lancar), mengurangi resiko terjadinya komplikasi dalam persalinan dan terjadinya perdarahan, kondisi yang tenang membuat keseimbangan hormonal dalam tubuh, dan membantu menjaga suplai oksigen pada bayi selama proses persalinan.

4. Pascapersalinan

Manfaat hypnobirthing pasca persalinan yaitu, meningkatkan ikatan batin antara bayi dengan ayah dan bundanya, mempercepat pemulihan dalam masa nifas, mencegah depresi pascapersalinan, serta juga dapat memperlancar produk ASI. 2.1.3. Keuntungan Hypnobirthing (Kuswandy, 2011)

Menurut Kuswandy, keuntungan hypnobirthing meliputi: 1. Keuntungan untuk ibu hamil

Keuntungan hypnobirthing untuk ibu hamil, dapat mengurangi rasa takut, tegang, serta sakit ketika proses melahirkan, proses persalinan akan terasa lebih nyaman serta lebih cepat, ibu hamil mampu mengontrol emosi dan perasaan ketika proses persalinan, dan mencegah rasa lelah yang lebih setelah proses persalinan.

(10)

2. Keuntungan untuk janin

Keuntungan hypnobirthing untuk janin yaitu, bisa membuat jiwa janin akan lebih merasa tenang dibandingkan dengan yang tidak melakukan hypnobirthing, pertumbuhan janin akan lebih sehat dikarenakan hormon-hormon positif memberikan keseimbangan terhadap janin, janin akan lebih merasakan kedekatan batin lebih kuat yang disebabkan dari ketenangan jiwa ibunya melalui komunikasi di alam bawah sadar, dan bayi yang dilahirkan relatif tidak kekurangan oksigen.

3. Keuntungan untuk suami

Keuntungan hypnobirthing untuk suami yaitu, suami merasa lebih tenang ketika memdampingi istrinya ketika proses melahirkan, suami juga bisa merasakan lebih dekat antara jiwanya dengan istri serta bayi yang telah dilahirkan.

2.1.4. Tahapan dalam Metode Hypnobirthing

Dalam metode hypnobirthing, ada lima tahapan yang akan dilakukan oleh pasangan, khususnya ibu hamil dalam menghadapi kehamilan agar persalinannya berjalan dengan lancar, lembut dan alami (Kuswandy, 2011).

1. Relaksasi Dasar

Relaksasi dasar adalah tehnik mencapai tehnik kondisi rileks wanita hamil. Untuk mencapai relaksasi dasar ini, dengan menggunakan Tehnik Physiologal Relaxation Exercise (PRE). Tehnik relaksasi ini dikembangkan oleh Dr. Tb. Erwin Kusuma, SpKJ. Tehnik ini berdasarkan pada pemahaman penciptaan manusia dan alam semesta sehingga bermakna untuk semua tipe learning channel . Ada tiga jenis

(11)

learning channel yang sering digunakan, yaitu visual, auditorial, dan kinestetik. Pada tipe visualakan lebih mudah mencapai relaksasi melalui proses membayangkan. Jika ingin rileks, bayangkan tempat yang nyaman dan indah. Pada tipe auditori akan lebih mudah mencapai relaksasi melalui proses mendengarkan. Misalnya, dengan cara mendengarkan panduan terapis atau musik. Pada tipe kinestetik lebih mudah rileks melalui proses merasakan, misalnya dengan merasakan semilir angin (Kuswandy, 2011).

Jika ibu hamil rajin-rajin melatih diri untuk berada dalam kondisi tenang dan rileks, ia dengan mudah melakukan penyesuaian dengan alam semesta. Kemampuan menciptakan kondisi rileks ini menjadi penting. Sebab setelah rileks, kemampuan melakukan “isolasi” sangat diperlukan, sebagai upaya untuk melindungi diri agar tetap tenang meski lingkungan disekitar cukup gaduh.

Persiapan ibu hamil untuk mencapai kondisi rileks : pilih waktu yang tepat untuk melakukan relaksasi agar ibu hamil tidak terganggu, kemudian sebaiknya lakukan latihan dengan teratur dan disiplin, lalu persiapan tempat,kondisi ruangan atau berlatih yang tenang dengan lamou yang bisa dibuat remang, jadikan tempat yang sama untuk berlatih setiap hari, kemudian jika suka, boleh gunakan aroma terapi lavender. Sebaiknya ibu hamil konsultasi lebih dahulu dengan ahli aroma terapi sebelum menentukan menggunakan aroma terapi, mengingat tidak semua aroma bisa digunakan oleh ibu hamil, selanjutnya pastikan kandung kemih ibu hamil dalam keadaan kosong dan kenakan baju yang longgar dan nyaman lalu Pasang CD

(12)

panduan hypnobirthing atau musik yang dapat membawa ibu hamil kedalam ketenangan dan kedamaian hati (Kuswandy, 2011).

2. Kegiatan Ideomotor Response (Moving Hypnosis)

Setelah mencapai keadaan rileks, lakukan kegiatan ideomotor (gerakan alami atau otomatis dengan niat dari bawah alam sadar, bukan gerakan yang sengaja digerakkan). Saat pertama kali melakukan gerakan ideomotor ini, sebaiknya ibu hamil didampingi oleh hypnoterapis. Mengingat rekaman alam bawah sadar setiap orang berbeda-beda, bisa saja pada saat melakukan gerakan ideomotor pertama kali, rekaman bawah sadar keluar tanpa kendali yang dapat mengakibatkan reaksi pada tubuh ibu hamil. Gerakan ideomotor adalah salah satu pilihan yang tepat sebagai salah satu upaya terapi penduduk Asia karena sebagian besar penduduk Asia masih menggunakkan bahasa otot. Selain gerakan tangan, kegiatan ideomotor ini juga bisa dilakukan dengan tehnik pendulum dan gerakan bola (Kuswandy, 2011).

3. Menanamkan Sugesti Positif Pada Alam Bawah Sadar

Delapan puluh persen sikap dan prilaku kita dilakukan oleh rekaman dialam bawah sadar. Jika ingin mengubah cara pandang, kita harus menanamkan sugesti yang positif dialam bawah sadar. Oleh karena itu, setelah kita dalam keadaan rileks yang mendalam, mulailah untuk melakukan swasugesti atau masukkan niat/program positif. Penanaman sugesti merupakan prinsip dasar dalam hypnobirthing yang digunakan sebagai latihan selama masa kehamilan. Namun, ada beberapa hal yang perlu diingat dalam menanamkan program positif. Selalu gunakan kata-kata positif.

(13)

Jika ingin sehat, katakan “sehat”, bukan “tidak sakit”. Programkan bawah mulai saat ini dan seterusnya. Lakukan secara berulang-ulang untuk hasil yang optimal.

Dalam keadaan yang tenang, niat atau sugesti mudah terealisasi dalam kehidupan kita. Masukkan niat seperti contoh : ”mulai sekarang dan selanjutnya, saya semakin tenang dalam menghadapi perubahan-perubahan dalam kehidupan terutama dalam menghadapi persalinan agar berjalan dengan alami, nyaman, lancar, dan penuh dengan kelembutan“. Niatkan juga seperti ini: “janin didalam kandungan saya tumbuh dengan sehat, baik jasmani maupun rohani hingga kehamilan berusia 9 bulan, dan bersama-sama menjalani proses persalinan secara alami, nyaman, dan lancar “. Jika relaksasi dilakukan pada saat malam hari menjelang tidur, langsung niatkan: “tidur yang sehat dan tidur yang nyaman”. Selanjutnya, niatkan juga untuk bangun sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Hal ini sangat bermanfaat karena banyak ibu hamil yang mengalami sulit tidur (Kuswandy, 2011).

4. Berkomunikasi dengan Janin

Menjalin komunikasi dengan janin adalah prinsip dasar keempat dalam metode hypnobirthing. Pembinaan anak dalam kandungan merupakan fondasi dasar seorang anak. Oleh karena itu, jika komunikasi sering dilakukan dan terpelihara dengan baik, dapat mengasah sensitifitas dan kepekaan ibu. Ibu dapat memahami pesan yang disampaikan janin yang dikandungannya, bahkan spirit baby yang akan dikandugnya pun bisa dirasakan keberadaannya (Kuswandy, 2011).

(14)

5. Pentingnya Dukugan Kehamilan dari Suami

Peran suami sangat memengaruhi kondisi kehamilan dan persalinan ibu dan janin. Tidak hanya itu, dukungan dan kerja sama antara ayah, ibu dan janin ternyata mampu menjadi healing jiwa bagi mereka. Dukungan moral maupun psikologi yang telah diberikan suami menjadi sebuah sugesti tersendiri bagi sang istri saat melahirkan bayinya. Perasaan nyaman dan bahagia ternyata memiliki efek kelancaran dan penyembuhan. Dukungan dan pelayanan dari bidan yang ramah, sabar, dan penuh kelembutan juga membantu proses persalinan ibu hamil menjadi lancar, alami, dan tenang (Kuswandy, 2011).

2.1.5. Kegiatan Ideomotor

Gerakan ideomotor adalah salah satu pilihan yang tepat untuk penduduk Asia, karena sebagian besar penduduk Asia masih menggunakan bahasa otot. Kegiatan ideomotor juga merupakan salah satu sarana untuk melakukan tehnik pendalaman yaitu menuju ke kondisi rileks yang semakin dalam (Dr. Erwin, 2011).

2.1.6. Posisi Relaksasi

Sebenarnya, ibu hamil tidak perlu pusing dengan posisi ini. Pada dasarnya, tubuh Anda sendiri yang bisa merasakan mana yang paling nyaman saat anda melakukan relaksasi dan hypnobirthing. Pada awal kehamilan, latihan relaksasi terasa lebih nyaman dengan posisi tidur terlentang. Memasuki masa kehamilan berikutnya, mungkin anda ingin sedikit mengangkat kepala dan bahu karena berat janin semakin bertambah. Jika pertambahan berat badan cukup banyak, sebaiknya Anda memilih posisi lain. Jika berbaring terlentang rata, tekanan berat badan bayi akan menghambat

(15)

pembuluh darah utama di punggung, yaitu vena kava utama sehingga menghambat suplai darah kebagian bawah tubuh dan janin (Kuswandy, 2011).

Menurut Kuswandy, ada dua macam posisi yang dapat dipilih, yaitu posisi berbaring (terlentang) dan posisi lateral (miring) yaitu :

1. Relaksasi dengan posisi berbaring

Relaksasi dengan posisi berbaring dengan cara biarkan kedua lengan di sisi tubuh, lalu tekuk siku sedikit keluar dengan bahu sedikit membuka keluar, kemudian tangkupkan tangan dengan lembut dan perlahan ditangkupkan, arahkan telapaknya kebawah dengan jari-jari dalam posisi membulat, beristirahat dikedua sisi tubuh, kemudian regangkan kedua kaki dengan jarak sekitar enam inci (15,2 cm), dengan posisi menekuk keluar.

2. Relaksasi dalam posisi lateral

Relaksasi dalam posisi lateral ini merupakan posisi paling penting. Umumnya, posisi inilah yang dipilih selama persalinan dan menjadi posisi tidur ibu hamil selama minggu-minggu lalu baringkan tubuh sisi kiri, setelah itu leher dan sisi kepala beristirahat diatas bantal, kemudian lengan kiri diletakkan disisi kiri tubuh, selanjutnya, dengan siku terlipat letakkan tangan disebelah bantal. Kaki kiri lurus kebawah dengan lutut sedikit menekuk. Kaki kanan diletakkan diatasnya dengan pinggul ditopang oleh satu atau dua bantal dibawah lutut.

2.1.7. Waktu Mulai Melakukan Metode Hypnobirthing

Hypnobirthing bisa dilakukan di usia kehamilan berapa pun. Namun, umumnya dilakukan di usia kehamilan 7 bulan atau 2 minggu sebelum proses

(16)

persalinan. Bisa dilakukan dua kali sehari di saat pagi maupun menjelang tidur malam, lamanya sekitar 10-15 menit. Tempatnya bergantung keinginan masing-masing dan sebaiknya dilakukan berpasangan dengan sang suami agar tercipta hubungan spiritual bersama (Athira, 2011).

Kepribadian seseorang terbentuk sejak masih dalam kandungan. Stres yang dialami orang dewasa sebetulnya merupakan rekaman getaran kehidupan mereka sejak dalam kandungan. Begitu pula saat hamil, faktor kecemasan sang ibu bisa membuat persalinan yang seharusnya lancar menjadi terhambat. Dengan metode Hypnobirthing ini, ibu hamil dilatih rutin melakukan relaksasi agar mereka tenang

dan selalu berpikiran positi selama hamil dan ketika melahirkan (Kusuma, 2010).

2.2. Pengetahuan

2.2.1. Pengertian Pengetahuan

Pengetahuan merupakan hasil dari “tahu” dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap terhadap objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar, pengetahuan manusia diperoleh dari mata dan telinga (Notoadmodjo, 2011).

Menurut Notoadmodjo pengetahuan yang tercakup didalam domain kognitif mempunyai enam tingkatan yaitu :

(17)

1. Tahu (Know)

Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang yang telah dipelajari sebelumnya. Termasuk kedalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Oleh sebab ibu, tahu ini merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah.

2. Memahami (Comprehension)

Memahami yang diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui, dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar. Orang yang telah paham terhadap objek atau materi harus dapat menjelaskan, menyebutkan, menyimpukan, meramalkan, dan sebagainya terhadap objek yang dipelajari.

3. Aplikasi (Aplication)

Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi real (sebenarnya). Aplikasi disini dapat diartikan sebagai aplikasi atau penggunaan hukum-hukum, rumus, metode, prinsip, dan sebagainya dalam kontek atau situasi yang lain.

4. Analisis (Analysis)

Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek kedalam komponen-komponen, tetapi masih didalam satu struktur organisasi, dan masih ada kaitannya satu sama lain. Kemampuan analisis ini dapat dilihat

(18)

dari penggunaan kata kerja, seperti dapat menggambarkan (membuat bagan), membedakan, memisahkan, mengelompokkan, dan sebagainya.

5. Sintesis (Synthesis)

Sintesis menunjuk kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain, sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada.

6. Evaluasi (Evaluation)

Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaian-penilaian itu didasarkan pada suatu kriteria yang ditentukan sendiri, atau menggunakan kriteria-kriteria yang ada (Notoadmodjo, 2011).

2.2.2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan 1. Umur

Umur adalah usia individu yang dihitung mulai saat dilahirkan sampai saat berulang tahun. Semakin banyak umur atau semakin tua seseorang maka akan mempunyai kesempatan dan waktu yang lebih lama dalam mendapatkan informasi dan pengetahuan dengan demikian semakin tua umur responden asalkan batasan reproduktif maka tingkat pengetahuan tentang metode hypnobirthing kurang (Sarwono, 2010).

(19)

2. Pendidikan

Pendidikan adalah bimbingan yang diberikan oleh seseorang terhadap orang lain menujukearah suatu cita-cita tertentu, semakin tinggi pendidikan orang semakin tinggi tingkat pengetahuannya. Bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang, maka makin mudah menerima informasi sehingga makin banyak pula pengetahuan yang dimiliki. Responden yang berpendidikan tinggi akan mudah menyerap informasi sehingga ilmu pengetahuan yang dimiliki lebih tinggi, namun sebaliknya yang berpendidikan rendah akan mengalami hambatan dalam penyerapan informasi sehingga ilmu yang dimiliki juga lebih rendah. Dengan berpendidikan rendah maka wawasan pengetahuan metode hypnobirthing kurang (Nursalam, 2009).

3. Pengalaman

Pengalaman sebagai sumber pengetahuan adalah suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan dengan cara mengulang kembali pengetahuan yang diperoleh dalam memecahkan masalah yang dihadapi masa lalu. Pengalaman belajar dalam bekerja yang dikembangkan memberikan pengetahuan dan keterampilan professional serta pengalaman belajar selama bekerja akan dapat mengembangkan kemampuan mengambil keputusan yang merupakan manifestasi dari keterpaduan menalar secara ilmiah dan etik yang bertolak dari masalah nyata dalam bidang kerjanya.

4. Lingkungan

Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar individu, baik lingkungan fisik, biologis, maupun sosial. Lingkungan berpengaruh terhadap proses masuknya pengetahuan ke dalam individu yang berada dalam lingkungan tersebut. Hal ini

(20)

terjadi karena adanya interaksi timbal balik ataupun tidak yang akan direspon sebagai pengetahuan oleh setiap individu.

5. Informasi/Media masa

Informasi yang diperoleh baik dari pendidikan formal maupun non formal dapat memberikan pengaruh jangka pendek (immediate impact) sehingga menghasilkan perubahan atau peningkatan pengetahuan. Majunya teknologi akan tersedia bermacam-macam media massa yang dapat mempengaruhi pengetahuan masyarakat tentang inovasi baru. Sebagai sarana komunikasi, berbagai bentuk media massa seperti televisi, radio, surat kabar, majalah, dan lain-lain mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukan opini dan kepercayan orang. Dalam penyampaian informasi sebagai tugas pokoknya, media massa membawa pula pesan-pesan yang berisi sugesti yang dapat mengarahkan opini seseorang. Adanya informasi baru mengenai sesuatu hal memberikan landasan kognitif baru bagi terbentuknya pengetahuan terhadap hal tersebut.

2.3. Sikap

2.3.1. Pengertian Sikap

Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Manifestasi sikap tidak dapat langsung dilihat tetapi haknya bisa ditafsirkan terlebih dahulu dan prilaku yang tertutup. Sikap secara nyata mengkhususkan yang didalam kehidupan sehari-hari merupakan reaksi bersifat emosional terhadap stimulus sosial (Notoadmodjo, 2010).

(21)

Sikap merupakan tertutup, bukan merupakan reaksi terbuka dan tingkah laku yang terbuka, lebih dapat dijelaskan bahwa sikap merupakan reaksi terhadap objek di lingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan terhadap objek (Notoadmodjo, 2010). Menurut Notoadmodjo sikap mempunyai 4 (empat) tingkatan :

a. Menerima (Receiving)

Menerima diartikan bahwa orang atau subjek mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan objek.

b. Merespon (Responding)

Memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang diberikan.

c. Menghargai (Valuing)

Mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan dengan orang lain terhadap suatu masalah.

d. Bertanggung jawab (Responsible)

Bertanggung jawab segala yang telah dipilihnya dengan segala resiko. 2.3.2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Sikap

1. Faktor personal adalah mencakup faktor persepsi, emosi, perasaan, pemikiran, kondisi fisik, dan sebagainya. Faktor-faktor tersebut merupakan faktor internal (Notoadmodjo, 2010).

2. Faktor situasional adalah mencakup faktor linkungan dimana manusia itu berada atau bertempat tinggal, baik lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, politik,

(22)

dan sebagainya. Faktor-faktor tersebut merupakan faktor eksternal yang mempengaruhi respon manusia dalam bentuk prilaku (Notoadmodjo, 2010).

Menurut Notoadmodjo (2010), bahwa sikap adalah reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup terhadap suatu stimulus atau objek. Adanya responden yang memiliki sikap buruk disebabkan kurang mendapat informasi yang cukup tentang metode hypnobirthing. Oleh karena itu, diperlukan adanya interaksi yang baik antara responden dengan tenaga kesehatan dan memperkenalkan metode hypnobirthing agar sikap ibu hamil tentang metode hypnobirthing bertambah demi tercapainya derajat kenyamanan ibu hamil dalam kehamilan dan persalinan.

2.4. Tindakan/Praktek

Suatu sikap belum otomatis terwujud dalam suatu tindakan (overt behavior). Untuk terwujudnya sikap menjadi suatu perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan, antara lain adalah fasilitas.

Dalam praktek/tindakan terdapat 4 tingkatan yaitu : 1. Persepsi (perception)

Mengenal dan memilih berbagai objek sehubungan dengan tindakan yang akan diambil adalah merupakan praktek tingkat pertama.

2. Respon Terpimpin (guided respons)

Dapat melakukan sesuatu sesuai dengan urutan yang besar sesuai dengan contoh adalah merupakan indikator praktek tingkat dua.

(23)

3. Mekanisme (mecanisme)

Apabila seseorang telah dapat melakukan sesuatu dengan benar secara otomatis atau sesuatu itu sudah merupakan kebiasaan maka ia sudah mencapai praktek tingkat tiga.

4. Adaptasi (adaptasi)

Adaptasi merupakan suatu praktek/tindakan yang sudah berkembang dengan baik, artinya tindakan itu sudah dimodifikasinya sendiri tanpa mengurangi kebenaran.

2.5. Kerangka Konsep

Adapun kerangka konsep dari penelitian ini yaitu variabel independen. Dimana sebagai variabel independen adalah pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu hamil tentang metode hypnobirthing di Desa Paya Dapur Kec. Kluet Timur Aceh Selatan yaitu sebagai berikut :

Variabel Independen

Pengetahuan ibu hamil tentangMetode Hypnobirthing Sikap ibu hamil tentang Metode Hypnobirthing Tindakan ibu hamil tentang Metode Hypnobirthing

(24)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian survey yang bersifat deskriptif untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Ibu Hamil Tentang Metode Hypnobirthing di Desa Paya Dapur Kecamatan Kluet Timur Aceh Selatan.

3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian 3.2.1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Desa Paya Dapur Kecamatan Kluet Timur Aceh Selatan. Pemilihan lokasi penelitian tersebut karena masih banyak ibu hamil yang tidak mengerti tentang metode hypnobirthing.

3.2.2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai Juni 2014.

3.3. Populasi dan Sampel 3.3.1. Populasi

Pada penelitian ini populasinya adalah seluruh ibu hamil di Desa Paya Dapur Kecamatan Kluet Timur Aceh Selatan pada bulan Januari sampai Juni 2014 sebanyak 50 orang.

3.3.2. Sampel

Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu seluruh ibu hamil yang berjumlah 50 orang.

(25)

3.4. Metode Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data skunder.

Data primer : Data diperoleh dengan cara membagikan kuesioner kepada responden.

Data skunder : Diperoleh dari data puskesmas kluet timur.

3.5. Defenisi Operasional

Adapun defenisi operasional yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini adalah :

3.5.1. Pengetahuan

Pengetahuan adalah segala sesuatu yang dipahami, dimengerti ibu hamil tentang metode hypnobirthing dan pemahaman responden dalam menjawab pertanyaan.

Dengan kategori :

Baik : ≥ 75% (apabila responden dapat menjawab pertanyaan dengan benar ≥75%) ≥ 6 pertanyaan dengan benar.

Sedang : 74% (apabila responden dapat menjawab pertanyaan yang benar 40-74%) 3-5 pertanyaan.

Buruk : < 40% (apabila responden tidak dapat menjawab pertanyaan dengan benar < 40%) < 3 pertanyaan.

Untuk variabel pengetahuan cara pengukurannya dengan berpedoman pada jawaban quesioner terhadap alat ukur beberupa quesioner. Skala ukurannya adalah

(26)

skala ordinal yaitu himpunan yang beranggotakan menurut rangking, urutan, pangkat atau jabatan (Notoadmodjo, 2011).

3.5.2. Sikap

Sikap adalah pendapat atau penilaian ibu hamil tentang metode hypnobirthing terhadap pertanyaan-pertanyaan dengan mengatakan atau memilih tegas jawaban. Skala ukurannya adalah skala likert mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang tentang gejala atau masalah yang ada dimasyarakat atau dialaminya, dengan bentuk pernyataan positif (Hidayat, 2011).

a. Sangat setuju : 76-100 %

b. Setuju : 51-75 %

c. Tidak setuju : 26-50 % d. Sangat tidak setuju : 0-25 % 3.5.3. Tindakan

Untuk mengetahui tindakan ibu hamil terhadap metode hypnobirthing di desa Paya Dapur Kec. Kluet Timur Aceh Selatan disusun satu (1) pertanyaan tetang hypnobirthing, kategori tindakan yaitu :

a. Dilakukan b. Tidak dilakukan

3.6. Pengolahan Data

Setelah data berhasil dikumpulkan, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mengolah data :

(27)

1) Editing

Data yang telah dikumpulkan diperiksa terlebih dahulu apakah telah sesuai seperti yang diharapkan atau tidak kemudian dilakukan pengolahan data.

2) Coding

Pengkodean pada setiap variabel yang dibutuhkan lalu dimasukkan kedalam tabel distribusi frekuensi.

3) Tabulating

Setelah editing dan coding selesai dilakukan, langkah selanjutnya yang ditempuh ialah memasukkan data kedalam bentuk tabel distribusi frekuensi.

3.7. Analisa Data

Analisa data dilakukan secara diskripif, yaitu mendiskripsikan gambaran pengetahuan, sikap dan tindakan ibu hamil tentang metode hypnobirthing.

(28)

BAB IV

HASIL PENELITIAN

4.1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian lokasi Desa Paya Dapur Kec. Kluet Timur Aceh Selatan memiliki batas sebagai berikut :

a. Sebelah timur berbatasan dengan Desa Tanah Munggu Kluet Timur b. Sebelah barat berbatasan dengan Dusun Beringin Kluet Timur

c. Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Buluh didi Lawe Sawah Kluet Timur d. Sebelah utara berbatasan dengan Desa Alai Kluet Timur

4.2. Gambaran Umum Responden

Gambaran umum responden dalam penelitian meliputi : pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap dan tindakan ibu hamil.

Tabel 4.1. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pendidikan Responden tentang Metode Hypnobirthing di Desa Paya Dapur Kec. Kluet Timur Aceh Selatan No Pendidikan f % 1 2 3 4 SD SMP SMA Perguruan Tinggi 5 7 24 14 10 14 48 28 Jumlah 50 100

Dari tabel diatas terlihat bahwa mayoritas responden pendidikan SMA sebanyak 24 orang (48 %), dan minoritas responden pendidikan SD sebanyak 5 orang

(29)

(10 %). Sedangkan responden pendidikan SMP sebanyak 7 orang (14 %), dan responden pendidikan perguruan tinggi sebanyak 14 orang (28 %).

Tabel 4.2. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pekerjaan Responden tentang Metode Hypnobirthing di Desa Paya Dapur Kec. Kluet Timur Aceh Selatan No Pekerjaan f % 1 2 3 IRT Petani PNS 10 26 14 20 52 28 Jumlah 50 100

Dari tabel diatas terlihat bahwa mayoritas responden pekerja petani sebanyak 26 orang (52 %), dan minoritas responden pekerja Ibu Rumah Tangga sebanyak 10 orang (20 %), sedangkan responden pekerja Pegawai Negeri Sipil sebanyak 14 orang (28 %).

4.3. Pengetahuan Responden

Untuk melihat pengetahuan ibu hamil terhadap metode hypnobirthing di Desa Paya Dapur Kec. Kluet Timur Aceh Selatan, di susun 10 pertanyaan dan dapat dijabarkan pada tabel sebagai berikut :

(30)

Tabel 4.3. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil tentang Metode Hypnobirthing di Desa Paya Dapur Kec. Kluet Timur Aceh Selatan

No. Pengetahuan Ibu Hamil tentang Hypnobirthing

Tahu Tidak Tahu

n % n %

1. Apa yang dimaksud dengan Hypnobirting 20 40 30 60 2. Kapan hypnobirthing dapat dimulai 18 36 32 64 3. Ada berapa tahap-tahap hypnobirthing 21 42 29 58 4. Ada berapa posisi relaksasi 10 20 40 80 5. Hypnobirthing sangat bermanfaat pada 12 24 38 76 6. Keuntungan hypnobirthing pada ibu hamil 18 36 32 64 7. Keuntungan hypnobirthing pada janin 17 34 33 66 8. Keuntungan hypnobirting pada suami 11 22 39 78 9. Waktu yang baik melakukan hypnobirthing 15 30 35 70 10. Apakah hypnobirthing menggunakan obat-obtan

dan mempunyai efek samping

17 34 33 66

Berdasarkan tabel diatas yang menjawab tahu pertanyaan no 1 sebanyak 20 responden (40 %), yang tidak tahu sebanyak 30 responden (60 %), yang menjawab tahu pertanyaan no 2 sebanyak 18 responden (36 %), yang tidak tahu sebanyak 32 responden (64 %) yang menjawab tahu pertanyaan no 3 sebanyak 21 responden (42%), yang tidak tahu sebanyak 29 responden (58 %), yang menjawab tahu pertanyaan no 4 sebanyak 10 responden (20 %), yang menjawab tidak tahu sebanyak 40 responden (80 %), yang menjawab tahu pertanyaan no 5 sebanyak 12 responden (24 %), yang menjawab tidak tahu sebanyak 38 responden (76 %), yang menjawab tahu pertanyaan no 6 sebanyak 18 responden (36 %), yang menjawab tidak tahu sebanyak 32 responden (64 %), yang menjawab tahu pertanyaan no 7 sebanyak 17 responden (34%), yang tidak tahu sebanyak 33 responden (66%), yang menjawab tahu pertanyaan no 8 sebanyak 11 responden (22%), yang tidak tahu sebanyak 39

(31)

responden (78 %), yang menjawab tahu pertanyaan no 9 sebanyak 15 responden (30%), yang tidak tahu sebanyak 35 responden (70 %), dan yang menjawab tahu untuk pertanyaan no 10 sebanyak 17 responden (34 %), dan yang menjawab tahu sebanyak 33 responden (66 %).

Hasil pengukuran pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing di Desa Paya Dapur Kecamatan Kluet Timur Aceh Selatan, kemudian dikategorikan seperti pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.4. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pengetahuan Responden tentang Metode Hypnobirthing di Desa Paya Dapur Kec. Kluet Timur Aceh Selatan No Pengetahuan f % 1. 2. 3. Baik Sedang Buruk 11 8 31 22 16 62 Jumlah 50 100

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan buruk tentang metode hypnobirthing yaitu sebanyak 31 orang (62 %), yang berpengetahuan sedang sebanyak 8 orang (16 %), dan berpengetahuan baik sebanyak 11 orang (22 %).

4.4. Sikap Responden

Untuk meihat sikap ibu hamil tentang metode hypnobirthing di Desa Paya Dapur Kec. Kluet Timur Aceh Selatan, disusun sebanyak 10 pertanyaan dan dapat dijabarkan pada tabel berikut :

(32)

Tabel 4.5. Distribusi Frekuensi Sikap Ibu Hamil tentang Metode Hypnobirthing di Desa Paya Dapur Kec. Kluet Timur Aceh Selatan

No Sikap Ibu Hamil Terhadap Metode Hypnobirthing

Setuju Tidak Setuju

n % n %

1 Apakah ibu setuju dengan metode hypnobirthing

15 30 35 70

2 Hypnobirthing mengantar persalinan yang lembut dan alami

12 24 38 76

3 Melakukan hypnobirthing pada waktu pagi dan malam hari

18 36 32 64

4 Hypnobirthing bisa memperkuat ikatan ibu, bayi dan ayah

13 26 37 74

5 Pikiran positif membawa ibu hamil untuk semangat dan bahagia, sementara pikiran negatif bisa membuat ibu hamil stres

10 20 40 80

6 Berkomunikasi pada janin yang belum lahir adalah salah satu cara dalam pembentukan karakterdan kepribadian pada awal kehidupan sang anak

9 18 41 82

7 Komunikasi ibu dan janin akan menjadi sebuah penguat dan penyemangat yang tak ada tandingannya, membuat ibu hamil percaya diri penuh saat menjalani proses persalina

16 32 34 68

8 Menanamkan sugesti positif pada alam bawah sadar salah satu tahap metode hypnobirthing

21 42 29 58

9 Semakin sehat fisik ibu, semakin ringan rasa nyeri yang muncul

17 34 33 66

10 Dengan komunikasi secara teratur, ibu dapat bekomunikasi dengan janin

13 26 37 74

Berdasarkan tabel diatas yang menjawab setuju pertanyaan no 1 sebanyak 15 responden (30%), yang menjawab tidak setuju 35 responden (70%), yang menjawab setuju pertanyaan no 2 sebanyak 12 responden (24%), yang menjawab tidak setuju 38 responden (76%), yang menjawab setuju pertanyaan no 3 sebanyak 18 responden (36%), yang tidak setuju 32 responden (64%), yang menjawab setuju pertanyaan no 4

(33)

sebanyak 13 responden (26%), yang tidak setuju sebanyak 37 responden (74%), yang menjawab setuju pertanyaan no 5 sebanyak 10 responden (20%), yang tidak setuju sebanyak 40 responden (80%), yang menjawab setuju pertanyaan no 6 sebanyak 9 responden (18%), yang tidak setuju sebanyak 41 responden (82%), yang menjawab setuju pertanyaan no 7 sebanyak 16 responden (32%), yang tidak setuju 34 responden (68%), yang menjawab setuju pertanyaan no 8 sebanyak 21 responden (42%), yang tidak setuju 29 responden (58%), yang menjawab setuju pertanyaan no 9 sebanyak 17 responden (34%), yang tidak setuju sebanyak 33 responden (66%),dan yang menjawab setuju pertanyaan no 10 sebanyak 13 responden (26%), dan yang tidak setuju sebanyak 37 responden (74%).

Hasil pengukuran sikap ibu hamil terhadap metode hypnobirthing di Desa Paya Dapur Kec. Kluet Timur Aceh Selatan, kemudian dikategorikan pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.6. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Sikap Respondententang Metode Hypnobirthing di Desa Paya Dapur Kec. Kluet Timur Aceh Selatan

No Sikap f % 1 2 Setuju Tidak Setuju 15 35 30 70 Jumlah 50 100

Dari tabel diatas terlihat dari 50 orang responden yang setuju tentang metode hypnobirthing sebanyak 15 orang (30 %), sedangkan yang tidak setuju tentang metode hypnobirthing sebanyak 35 (70 %).

(34)

4.5. Tindakan

Untuk melihat tindakan ibu hamil tentang metode hypnobirthing di Desa Paya Dapur Kec. Kluet Timur Aceh Selatan, disusun sebanyak 1 pertanyaan dan dapat dijabarkan sebagai berikut :

Tabel 4.7. Distribusi Frekuensi Tindakan Ibu Hamil tentang Metode Hypnobirthig di Desa Paya Dapur Kec. Kluet Timur Aceh Selatan

No Tindakan Ibu Hamil tentang Metode Hypnobirthing

Dilakukan Tidak Dilakukan

n % n %

1 Apakah ibu pernah melakukan melakukan metode hypnobirthing

12 24 38 76

Berdasarkan tabel diatas yang melakukan metode hypnobirthing sebanyak 12 orang responden (24%), dan yang tidak melakukan sebanyak 38 responden (76%). Tabel 4.8. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Tindakan Responden tentang

Metode Hypnobirthing di Desa Paya Dapur Kec. Kluet Timur Aceh Selatan No Tindakan f % 1 2 Dilakukan Tidak melakukan 12 38 24 76 Jumlah 50 100

Dari tabel diatas terlihat dari 50 orang responden yang melakukan tentang metode hypnobirthing sebanyak 12 orang (24%), sedangkan yang tidak melakukan tentang metode hypnobirthing sebanyak 38 orang (76%).

(35)

BAB V PEMBAHASAN

5.1. Pengetahuan Responden tentang Metode Hypnobirthing

Dari hasil penelitian di Desa Paya Dapur Kec. Kluet Timur Aceh Selatan, mengenai gambaran pengetahuan ibu hamil tentang metode hypnobirthing menunjukkan bahwa responden yang berpengetahuan baik sebanyak 11 orang (22%), yang berpengetahuan sedang 8 orang (16%), sedangkan yang berpengetahuan buruk sebanyak 31 orang (62%).

Berdasarkan hasil peneliti bahwa pengetahuan ibu hamil tentang metode hypnobirthing di Desa Paya Dapur Kec. Kluet Timur Aceh Selatan berpengetahuan buruk, hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang metode hypnobirthing. Hal ini sesuai dengan menurut Notoadmodjo, bahwa pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga, dan sebagainya). Pengetahuan mencakup dalam dominan kognitif yaitu tahu diartikan sebagai mengingat sesuatu materi yang telah dipelajari sebelumnya setelah mengamati sesuatu, memahami artinya bukan sekedar tahu terhadap objek tersebut, tidak sekedar dapat menyebutkan tetapi orang tersebut harus dapat menginterpretasikan secara benar tentang objek yang dimaksud dengan menggunakan atau mengaplikasikan prinsip yang diketahui tersebut pada situasi yang lain, analisis artinya kemampuan seseorang untuk menjabarkan materi atau suatu objek kedalam komponen-komponen tetapi masih

(36)

didalam suatu struktur organisasi dan masih ada kaitannya satu sama lain, sintesis artinya kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru atau kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek.

Menurut Nursalam (2009), bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang, maka makin mudah menerima informasi sehingga makin banyak pula pengetahuan yang dimiliki. Responden yang berpendidikan tinggi akan mudah menyerap informasi sehingga ilmu pengetahuan yang dimiliki lebih tinggi, namun sebaliknya yang berpendidikan rendah akan mengalami hambatan dalam penyerapan informasi sehingga ilmu yang dimiliki juga lebih rendah. Dengan berpendidikan rendah maka wawasan pengetahuan metode hypnobirthing kurang.

Menurut asumsi peneliti bahwa responden yang berpendidikan tinggi akan mudah menyerap informasi tentang metode hypnobirthing, namun sebaliknya yang berpendidikan rendah akan mengalami hambatan dalam penyerapan informasi sehingga ilmu yang dimiliki juga rendah. Dengan pendidikan rendah maka wawasan tentang metode hypnobirthing kurang. Hal ini sesuai dengan pendapat nursalam (2009), bahwa ibu hamil berpengetahuan buruk mungkin disebabkan kurang dapat memahami pentingnya metode hypnobirthing dalam kehamilan dan persalinan.

5.2. Sikap Responden tentang Metode Hypnobirthing

Dari hasil penelitian di Desa Paya Dapur Kec. Kluet Timur Aceh Selatan mengenai gambaran sikap ibu hamil tentang metode hypnobirthing bahwa responden

(37)

Yang setuju sebanyak 15 orang (30%), sedangkan yang tidak setuju sebanyak 35 orang (70%).

Menurut Notoadmodjo (2010), bahwa sikap adalah reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup terhadap suatu stimulus atau objek. Adanya responden yang memiliki sikap buruk disebabkan kurang mendapat informasi yang cukup tentang metode hypnobirthing. Oleh karena itu, diperlukan adanya interaksi yang baik antara responden dengan tenaga kesehatan dan memperkenalkan metode hypnobirthing agar sikap ibu hamil tentang metode hypnobirthing bertambah demi tercapainya derajat kenyamanan ibu hamil dalam kehamilan dan persalinan.

Menurut asumsi peneliti bahwa sikap ibu hamil tentang metode hypnobirthing masih banyak yang kurang setuju dikarenakan masih kurang mendapat informasi tentang metode hypnobirthing. Hal ini sesuai dengan pendapat Notoatmodjo (2010), bahwa sikap ibu hamil tentang metode hypnobirthing masih bersikap buruk disebabkan kurang mendapat informasi yang cukup tentang metode hypnobirthing.

5.3. Tindakan Responden tentang Metode Hypnobirthing

Dari hasil penelitian di Desa Paya Dapur Kec. Kluet Timur Aceh Selatan mengenai tindakan ibu hamil tentang metode hypnobirthing menunjukkan bahwa yang melakukan sebanyak 12 orang (24%), sedangkan yang tidak melakukan sebanyak 38 orang (76%).

Dalam praktek/tindakan terdapat berbagai tingkatan yaitu, persepsi yaitu mengenal dan memilih berbagai objek sehubungan dengan tindakan yang akan

(38)

diambil. Respon terpimpin artinya dapat melakukan sesuatu sesuai dengan urutan yang besar. Mekanisme artinya apabila seseorang telah dapat melakukan sesuatu dengan benar atau otomatis atau sesuatu itu sudah merupakan kebiasaan, dan adaptasi artinya suatu praktek atau tindakan yang sudah berkembang dengan baik.

Menurut asumsi peneliti bahwa responden banyak tidak melakukan metode hypnobirthing dikarenakan responden masih kurang mengenal tentang metode hypnobirthing dan tidak menjadi kebiasaan dalam melakukan metode hypnobirthing. Hal ini sesuai dengan teori diatas, bahwa tindakan ibu hamil tentang metode hypnobirthing masih banyak yang tidak melakukan metode hypnobirthing disebabkan karena melakukan sesuatu dengan benar secara otomatis atau sesuatu itu sudah merupakan kebiasaan.

(39)

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

Dari hasil penelitian gambaran pengetahuan, sikap dan tindakan ibu hamil tentang metode hypnobirthing di Desa Paya Dapur Kec. Kluet Timur Aceh Selatan bahwa :

1. Dari 50 responden didapat ibu hamil yang berpengetahuan buruk tentang metode hypnobirthing sebanyak 31 orang (62%).

2. Dari 50 responden didapat ibu hamil yang sikap tidak setuju tentang metode hypnobirthing sebanyak 35 orang (70%).

3. Dari 50 responden di dapat ibu hamil yang tidak melakukan tindakan hypnobirthing sebanyak 38 orang (76%).

6.2. Saran

1. Bagi ibu hamil

Diharapkan untuk melakukan metode hypnobirthing supaya dapat mencapai tingkat kenyamanan dalam kehamilan dan persalinan yang alami, lancar dan nyaman tanpa disertai rasa sakit.

2. Bagi suami/keluarga

Diharapkan kepada suami untuk memberikan dukungan dan kerja sama melakukan metode hypnobirthing.

(40)

3. Bagi tenaga kesehatan

Diharapkan kepada petugas kesehatan agar dapat mengajarkan ibu hamil tentang metode hypnobirthing, agar ibu hamil dapat mengerti mengenai pentingnya melakukan metode hypnobirthing dalam kehamilan dan persalinan.

(41)

DAFTAR PUSTAKA

Andriana, E. (2007).Melahirkan Tanpa Rasa Sakit dengan Metode Relaksasi Hypnobirthing®. Jakarta : PT Bhuana Ilmu Populer.

Aprillia S,Y. (2010). Hipnostetri: Rileks, Nyaman, dan Aman Saat Hamil & Melahirkan. Jakarta : Gagas Media.

Astria, Y. (2009). Hubungan karakterisrik ibu hamil dengan kecemasan dalam menghadapi persalinan. Diperoleh tanggal 30 Januari 2014 dari http://jurnal.unpad.ac.id.

Bramantyo. 2009. Melahirekan tanpa rasa sakit dan nyeri. Jakarta : Rineka Swara. http://rsa.ugm.ac.id/2013/11/hypnobirthing/www.hypno-birthing.web.id

http://princeskalem.blogspot.com/2012/01/prosedur-klinik-hypnobirthing.html

Kemenkes RI. (2010). Panduan teknis latihan fisik selama kehamilan dan nifas. Jakarta: kemenkes RI

Kuswandy, Lanny 2011 Keajaiban Hypnobirthing dan Hypnobirthing A Gentle way to Give Birth. Jakarta : Pustaka Bunda

Larasati, M. & Kumolohadi, R. (2010). Kecemasan menghadapi masa persalinan ditinjau dari keikutsertaan ibu dalam senam hamil. Dikutip 20 Februari 2012, dari

http://psychology.uii.ac.id/images/stories/jadwal_kuliah/naskah-publikasi 03320104.pdf.

Manggarsari, M. D. (2010). Stress pada saat akan melahirkan antara ibu yang melakukan hypnobirthing. Psikologi. Dikutip 24 Desember 2012, dari eprints. Unika. ac.id/3104/1/05.40.0101_Margaretha_Dwi_M.pdf.

Notoadmodjo, S.(2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta. Nursalam. 2009. Konsep dan Penerapan Metodelogi Penelitian Kesehatan, Rineka

Cipta, Jakarta.

Wah. (2011). Kecamatan Ubud Duta GSI-B Kabupaten Gianyar. Dikutip 24 Februari 2012, dari http://www.gianyarkab.go.id.

(42)

Lampiran 1. Kuesioner Penelitian

GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TINDAKAN IBU HAMIL TERHADAP METODE HYPNOBIRTHING DI DESA PAYA DAPUR

KECAMATAN KLUET TIMUR ACEH SELATAN

I. DATA UMUM

I. Identitas Pribadi Responden

Nama :

Umur :

Alamat :

Pekerjaan :

Pendidikan :

Pernah mendapatkan pelatihan hypnobirthing : Pernah Belum II. DATA KHUSUS

Petunjuk pengisian quesioner

1. Baca dan pahami dengan baik setiap pertanyaan dibawah ini 2. Beri tanda silang (x) pada jawaban yang menurut anda benar

(43)

A. Pengetahuan

1. Apa yang dimaksud dengan hypnobirting

a. Penggunaaan hypnosis untuk proses persalinan yang alami , lancar dan nyaman.

b. Kehamilan yang baik

c. Salah satu kewajiban setiap ibu hamil 2. Kapan hypnobirthing dapat dimulai

a. Pada trimester pertama sudah dapat dimulai b. Trimester kedua saja

c. Trimester satu dan dua

3. Ada berapa tahap-tahap hypnobirthing a. 3

b. 4 c. 5

4. Ada berapa posisi relaksasi a. 1

b. 2 c. 3

5. Hypnobirthing sangat bermanfaat pada a. Kehamilan saja

b. Kehamilan, menjelang persalinan, saat persalinan dan pascapersalinan c. Persalinan saja

(44)

6. Keuntungan hypnobirthing pada ibu hamil

a. Mengurangi rasa takut, tegang, serta sakit ketika proses melahirkan

b. Terasa lebih tenang ketika memdampingi istrinya ketika proses melahirkan. c. Bayi yang dilahirkan relatif tidak kekurangan oksigen.

7. Keuntungan hypnobirthing pada janin

a. Mengurangi rasa takut, tegang, serta sakit ketika proses melahirkan

b. Terasa lebih tenang ketika memdampingi istrinya ketika proses melahirkan. c. Bayi yang dilahirkan relatif tidak kekurangan oksigen.

8. Keuntungan hypnobirting pada suami

a. Mengurangi rasa takut, tegang, serta sakit ketika proses melahirkan

b. Terasa lebih tenang ketika memdampingi istrinya ketika proses melahirkan. c. Bayi yang dilahirkan relatif tidak kekurangan oksigen.

9. Waktu yang baikmelakukan hypnobirthing a. Pagi hari

b. Malam hari

c. Pagi dan malam hari

10. Apakah hypnobirthing menggunakan obat - obtan dan mempunyai efek samping a. Iya

b. Tidak c. Sedikit

(45)

B. Sikap

1. Apakah ibu setuju dengan metode hypnobirthing a. Sangat setuju

b. Setuju c. Tidak setuju d. Sangat tidak setuju

2. Hypnobirthing mengantar persalinan yang lembut dan alami a. Sangat setuju

b. Setuju c. Tidak setuju d. Sangat tidak setuju

3. Melakukan hypnobirthing pada waktu pagi dan malam hari a. Sangat setuju

b. Setuju c. Tidak setuju d. Sangat tidak setuju

4. Hypnobirthing bisa memperkuat ikatan ibu, bayi dan ayah a. Sangat setuju

b. Setuju c. Tidak setuju d. Sangat tidak setuju

(46)

5. Pikiran positif membawa ibu hamil untuk semangat dan bahagia, sementara pikiran negatif bisa membuat ibu hamil stres

a. Sangat setuju b. Setuju

c. Tidak setuju d. Sangat tidak setuju

6. Berkomunikasi pada janin yang belum lahir adalah salah satu cara dalam pembentukan karakterdan kepribadian pada awal kehidupan sang anak.

a. Sangat setuju b. Setuju

c. Tidak setuju d. Sangat tidak setuju

7. Komunikasi ibu dan janin akan menjadi sebuah penguat dan penyemangat yang tak ada tandingannya, membuat ibu hamil percaya diri penuh saat menjalani proses persalinan

a. Sangat setuju b. Setuju

c. Tidak setuju d. Sangat tidak setuju

(47)

8. Menanamkan sugesti positif pada alam bawah sadar salah satu tahap metode hypnobirthing

a. Sangat setuju b. Setuju

c. Tidak setuju d. Sangat tidak setuju

9. Semakin sehat fisik ibu, semakin ringan rasa nyeri yang muncul a. Sangat setuju

b. Setuju c. Tidak setuju d. Sangat tidak setuju

10. Dengan komunikasi secara teratur, ibu dapat bekomukasi dengan janin a. Sangat setuju

b. Setuju c. Tidak setuju d. Sangat tidak setuju C. TINDAKAN

1. Apakah ibu pernah melakukan metode hypnobirthing a. Dilakukan

(48)

Lampiran 2. Master Data

DAFTAR SKOR JAWABAN RESPONDEN PADA PENGETAHUAN DI DESA PAYA DAPUR KEC. KLUET TIMUR ACEH SELATAN

No Pertanyaan Total

Skor

Kategori

Responden Pendidikan Pekerjaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 1 1 3 2 2 3 3 2 3 1 8 Baik PT PNS

2 1 1 3 2 1 1 3 2 3 1 10 Baik SMP IRT 3 2 3 3 2 1 3 2 1 1 1 4 Sedang SMA IRT 4 3 1 3 1 1 3 2 2 1 3 4 Sedang PT PNS 5 1 2 3 3 1 1 2 3 1 1 5 Sedang PT PNS 6 1 2 2 2 2 3 2 3 1 1 1 Buruk SMA PETANI 7 3 3 2 1 1 2 3 3 2 1 2 Buruk SMA PETANI 8 1 1 3 1 1 1 3 2 3 1 9 Baik SMA PNS

9 1 1 3 2 1 1 1 3 2 1 7 Baik PT PNS

10 1 1 2 1 3 3 2 1 1 2 2 Buruk SMA IRT 11 1 1 3 2 1 2 3 2 1 1 8 Baik PT PNS 12 2 1 3 1 2 3 1 1 1 3 2 Buruk SD PETANI 13 2 2 3 2 2 2 1 3 1 3 2 Buruk SMP PETANI 14 1 2 3 3 3 2 1 3 3 2 2 Buruk SMP IRT 15 1 1 2 3 2 2 2 3 1 3 2 Buruk SMP IRT 16 2 2 1 1 2 2 2 2 1 1 1 Buruk SMA PETANI 17 2 2 2 1 3 2 1 2 2 3 1 Buruk SMP PETANI 18 3 3 2 1 2 1 3 3 2 3 2 Buruk SMA PETANI 19 1 1 3 1 2 2 3 1 1 3 4 Sedang PT PNS 20 1 2 2 3 2 2 3 2 3 1 5 Sedang PT PNS 21 1 1 2 3 3 3 2 3 1 2 2 Buruk SMP PETANI 22 2 2 2 1 2 3 3 1 1 1 2 Buruk SMA PETANI 23 3 2 2 2 1 2 2 3 2 1 2 Buruk SMA PETANI 24 1 2 2 3 2 2 1 1 1 2 1 Buruk SMA PETANI 25 2 2 3 1 3 3 2 1 1 2 1 Buruk SMA PETANI 26 2 2 1 3 2 2 2 1 3 1 2 Buruk SMA PETANI 27 3 3 2 1 3 3 3 3 3 1 1 Buruk SMA PETANI 28 1 1 3 1 2 1 3 1 3 1 7 Baik PT PNS 29 3 2 1 3 2 2 3 1 1 1 2 Buruk SMA PETANI 30 3 1 3 3 2 2 1 1 1 3 2 Buruk SMA PNS 31 3 2 1 1 2 3 3 1 1 2 1 Buruk SMA IRT 32 2 1 3 3 2 2 1 1 2 3 2 Buruk SMA PETANI 33 2 2 1 1 3 3 1 1 3 1 2 Buruk PT PNS 34 3 1 2 3 2 2 1 1 2 2 1 Buruk PT PNS 35 2 3 3 1 3 2 3 1 2 3 2 Buruk SMA PETANI 36 1 1 3 2 2 1 3 2 2 1 8 Baik PT IRT 37 2 1 3 2 1 1 2 3 3 1 7 Baik PT IRT

(49)

38 2 1 3 3 2 2 1 3 1 2 2 Buruk SD PETANI 39 3 3 1 3 2 2 3 1 2 1 2 Buruk SMP PETANI 40 1 3 3 3 2 2 1 1 2 2 2 Buruk SMA PETANI 41 3 2 1 3 2 1 3 1 1 2 2 Buruk SD PETANI 42 1 2 2 3 2 2 2 1 2 2 1 Buruk PT PNS 43 3 2 1 2 3 1 2 1 2 2 2 Buruk PT PNS 44 1 1 3 2 2 1 3 2 1 1 8 Baik SMA PETANI 45 1 1 2 3 3 3 1 3 3 2 4 Sedang SMA PETANI 46 2 1 3 2 2 1 3 2 3 2 9 Baik SD IRT 47 2 2 2 1 1 1 3 2 3 2 7 Baik SMA PETANI 48 1 1 3 2 2 2 2 1 1 1 5 Sedang SMA IRT 49 2 3 1 3 1 1 2 1 3 2 2 Buruk SD PETANI 50 1 1 3 2 3 3 1 1 1 1 4 Sedang SMA PETANI

(50)

DAFTAR SKOR JAWABAN RESPONDEN PADA SIKAP DI DESA PAYA DAPUR KEC. KLUET TIMUR ACEH SELATAN

No Urut Pertanyaan Total Skor Kategori Responden Pendi- dikan Peker- jaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju SD PETANI 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju SMA PETANI 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju SMA IRT 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 Setuju SMA PETANI 5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 Setuju PNS PNS 6 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju SD PETANI 7 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju SMP PETANI 8 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju SMP IRT 9 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju SMA IRT 10 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 Setuju PT PNS 11 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju SMA PETANI 12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 Setuju SMA IRT 13 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju SMP PETANI 14 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju PT PNS 15 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju SMA PETANI 16 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 Setuju PT PNS 17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 Setuju PT PNS 18 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju SMA IRT 19 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju SMA PETANI 20 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 Setuju SMA PETANI 21 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju SMA PETANI 22 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 Setuju PT PNS 23 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju SMA IRT 24 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju SMP IRT 25 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju PT PNS 26 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju SMA PETANI 27 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju SMP PETANI 28 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju PT PNS 29 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 Setuju PT PNS 30 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju PT PNS 31 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju SMA PETANI 32 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju SMA PETANI 33 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju PT PNS 34 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju SD PETANI 35 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju SMA PETANI 36 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 Setuju PT PNS 37 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju PT PETANI 38 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju SMA IRT 39 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju SMA PETANI

(51)

40 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 Setuju PT PNS 41 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju SMP PETANI 42 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju SMP PETANI 43 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju PT PNS 44 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 Setuju SMA PETANI 45 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 Setuju SD PETANI 46 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju SD PETANI 47 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju SMA IRT 48 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 Setuju SMA PETANI 49 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 Setuju SMA IRT 50 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 T. Setuju SMA PETANI

(52)

DAFTAR SKOR JAWABAN RESPONDEN PADA TINDAKAN DI DESA PAYA DAPUR KEC. KLUET TIMUR ACEH SELATAN

No Pertanyaan Total skor Kategori

responden Pendidikan Pekarjaan

1 2 2 T. Melakukan PT PNS

2 2 2 T. Melakukan SMA PETANI

3 2 2 T. Melakukan PT PNS

4 2 2 T. Melakukan SMA PETANI

5 2 2 T. Melakukan SD IRT

6 2 2 T. Melakukan SMA PETANI

7 2 2 T. Melakukan SMA PETANI

8 2 2 T. Melakukan SMP PETANI

9 1 1 Melakukan PT PNS

10 2 2 T. Melakukan SMA PETANI

11 2 2 T. Melakukan SMA IRT

12 2 2 T. Melakukan SMP PETANI

13 1 1 Melakukan PT PNS

14 1 1 Melakukan SMA PETANI

15 2 2 T. Melakukan SMP IRT

16 2 2 T. Melakukan SD IRT

17 2 2 T. Melakukan SMP PETANI

18 2 2 T. Melakukan SMA PETANI

19 2 2 T. Melakukan SD PETANI

20 2 2 T. Melakukan SMA PETANI

21 2 2 T. Melakukan PT PNS

22 1 1 Melakukan PT PNS

23 2 2 T. Melakukan SMP PETANI

24 2 2 T. Melakukan SMA PETANI

25 2 2 T. Melakukan SMA IRT

26 1 1 Melakukan PT PNS

27 2 2 T. Melakukan PT PNS

28 2 2 T. Melakukan SMA PETANI

29 2 2 T. Melakukan SMP PETANI

30 2 2 T. Melakukan PT PNS

31 2 2 T. Melakukan SMA IRT

32 2 2 T. Melakukan SMA PETANI

33 2 2 T. Melakukan SMP PETANI

34 2 2 T. Melakukan SMA IRT

35 2 2 T. Melakukan PT PNS

(53)

37 2 2 T. Melakukan PT PNS

38 1 1 Melakukan PT PNS

39 2 2 T. Melakukan SMA PETANI

40 2 2 T. Melakukan SMA PETANI

41 2 2 T.Melakukan PT PNS

42 2 2 T. Melakukan SMA IRT

43 2 2 T. Melakukan PT PNS

44 1 1 Melakukan SMA PETANI

45 1 1 Melakukan SMA PETANI

46 1 1 Melakukan SMA IRT

47 2 2 T. Melakukan SD PETANI

48 1 1 Melakukan SMA PETANI

49 1 1 Melakukan SD PETANI

Figur

Memperbarui...

Related subjects :