• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAO, 2001.International Guidelines For The Management Of Deep-Sea Fisheries In The High Seas. FAO, 2012.The State of World Fisheries and Aquaculture.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "FAO, 2001.International Guidelines For The Management Of Deep-Sea Fisheries In The High Seas. FAO, 2012.The State of World Fisheries and Aquaculture."

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

Adrianto, L. 2006. Pengantar Penilaian Ekonomi Sumberdaya Pesisir dan Laut. Departemen Manajemen Sumberdaya Pesisir dan Laut-IPB.

Agreement to Promote Compliance with International Conservation and Management Measures by Fishing Vessel on the High Seas, 1993.

Agreement For The Establishment Of The Indian Ocean Tuna Commission 1993. Aranda, H., Murua, H., and DeBruyn, P. Managing Fshing Capacity in Tuna

Regional Fsheries Management Organisations (RFMOs): Development and State of the Art. Marine Policy. 36 (2012) 985–992.

Ariadno, M.K. 2012. Review of Policy and Legal Arrangements of WCPFC Related Matters and Checklist of Compliance Shortfalls. Policy Paper. WCPFC.

Bjørndal, T. 2009. Overview, Roles, and Performance of the North East Atlantic Fisheries Commission (NEAFC). Marine Policy, Vol 33 (2009) 685–697. BRPL – DKP, 2005. Potensi Sumberdaya Ikan di WPP Samudera Hindia. Tidak

diterbitkan.

Convention for the Conservation of Southern Bluefin Tuna

Convention on the Conservation and Management of Highly Migratory Fish Stocks in the Western and Central Pacific Ocean 2000

David, F.R. 2003. Strategic Management, Concepts and cases, 10th ed. New Jersey: Pearson Education Inc. 461 hal.

Dickson, A. C. DFT, M. Demoos, W. S. de la Cruz, I. Tanangonan, J. O. Dickson, DFT and R. V. Ramiscal. 2012. Analysis of Purse Seine/Ring Net Fishing Operations in Philippine EEZ. Paper prepared for the Scientific Committee Eighth Regular Session, 7-15 August 2012, Busan, Republic of Korea.

Ditjen Perikanan Tangkap, 2006. Naskah Urgensi : Usulan Keanggotaan Indonesia Dalam Commission For The Conservation of Southern Bluefin Tuna (CCSBT). Tidak diterbitkan.

Dunn, W.N. 1998. Pengantar Analisis Kebijakan Publik. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta Engagement. Center for Civic Education: USA.

Durianto, et. al. 2001. Strategi Menaklukkan Pasar Melalui Riset Ekuitas dan Perilaku Merek, PT. Gramedia Pustaka Utama,Jakarta.

FAO, 1995. Code of Conduct for Responsible Fisheries.

FAO, 1999. A Review of Measures Taken by Regional Marine Fishery Bodies to Addres Contemporary Fishery Issues. Roma.

FAO, 2000. Aplication of Contingent Valuation Method in Developing Countries. FAO Economic and Social Development. Papers No. 146/200. FAO. Roma.

(2)

FAO, 2001.International Guidelines For The Management Of Deep-Sea Fisheries In The High Seas.

FAO, 2012.The State of World Fisheries and Aquaculture. FAO. Rome.

Fauzi A. 2006. Ekonomi Sumberdaya Alam dan Lingkungan. PT. Gramedia Pusataka Utama. Jakarta.

Gerston, L.N. 2012. Public Policymaking in a Democratic Society: a Guide to Civic.

Hanich, Q. 2011. Interest and Influence -A Snapshot of the Western and Central Pacific Tropical Tuna Fisheries. Research Online - Australian National Centre for Ocean Resources and Security (ANCORS) University of Wollongong.

Hannesson, R. 2011. Rights Based Fishing on the High Seas: Is It Possible?. Marine Policy, Vol 35 (2011) 667-674.

Havice, 2010. The Structure of Tuna Aceess Agreements in Western and Central Pacific Ocean: Lesson for Vessel Day Scheme Planning. Marine Policy.34.5.979-987

Herndon, A., Galucci, V.F., DeMaster, D., and Burke, W. 2010. The Case for an International Commission for the Conservation and Management of Sharks (ICCMS). Marine Policy, Vol 34 (2010) 1239–1248.

Hogwood, B.W. dan L.A. Gunn. 1984. Policy Analysis for the Real World. Oxford University Press. London.

Jenkins, W.I. 1978. Policy Analysis. Oxford: Martin Robertson.

Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor Kep.45/Men/2011 tentang Estimasi Potensi Sumber Daya Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia

Krippendorff, K. 1980. Content Analysis : an introduction to its methodology. Beverly Hills: Sage Publications

Levesque, 2008. International fisheries agreement: Review of the International Commission for the Conservation of Atlantic Tunas Case study—Shark Management. Marine Policy, Vol 32 (2008) 528–533.

Lodge L dan House C. 2007. Managing International Fisheries : Improving Fisheries Governance By Stregthening Regional Fisheries Management Organizations. Chatham House.

Marguire. 2006. The state of world highly migratory, straddling and other high

seas fishery resources and associated species.

FAO Fisheries Technical Paper. No. 495. Rome: FAO. 2006. 84p.

McDorman, T. (2005). Decision-Making Processes of Regional Fisheries Management Organizations, Prepared for the St John’s Conference on Governance of High Seas Fisheries and the UN Fish Agreement, 1–5 May, 2005, St John’s, Canada.

(3)

Mulyana, D. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif : Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Remaja Rosdakarya. Bandung. Munro. 2004. The Conservation and Management of Shared Fish Stocks: legal

and economicaspects. FAO Fisheries Technical Paper. No. 465. Rome, FAO. 2004. 69p

Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2002 tentang Perkapalan

Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penelitian Dan Pengembangan Perikanan

Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhan

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor Per.05/Men/2007 tentang Penyelenggaraan Sistem Pemantauan Kapal Perikanan

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor Per.01/Men/2009 tentang Wilayah Pengelolan Perikanan Republik Indonesia

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor Per.18/Men/2010 tentang Logbook Penangkapan Ikan

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor Per.02/Men/2011 tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan dan Alat Bantu Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor Per.05/Men/2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No Per.02/Men/2011 tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan dan Alat Bantu Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor Per.08/Men/2012 tentang Kepelabuhanan Perikanan

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor Per.12/Men/2012 tentang Usaha Perikanan Tangkap di Laut Lepas

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. Per.30/Men2012 tentang Usaha Perikanan Tangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia

Polacheck, T. 2012. Politics and Independent Scientific Advice in RFMO Processes: a Case Study Of Crossing Boundaries. Marine Policy, Vol 36 (2012) 132–141.

PPS Bitung. 2012. Laporan Tahunan PPS Bitung.

Pusat Riset Perikanan Tangkap, 2005. Potensi Sumberdaya Ikan di WPP Samudera Hindia. Tidak diterbitkan.

Rangkuti F. 2005. Analisis SWOT: Teknik Membelah Kasus Bisnis. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama.

Robbins, P. 2004. Political Ecology. A Critical Introduction. Blackwell Publishing. USA. UK. Australia.

(4)

Saaty, T L. 1993. Pengambilan Keputusan Bagi Para Pemimpin. PT. Pustaka Binaman Pressindo: Jakarta

Satria, A., Anggraini, E., dan Solihin, A. 2009. Globalisasi Perikanan; Reposisi Indonesia. IPB Press. Bogor.

Serdy. 2003. Conference on the Governance and Management of Deep-sea Fisheries. Part 1: Conference reports; 1-5 December 2003, Queenstown, New Zealand ; FAO Fisheries Proceedings (FAO)

Sitorus, M.T.F.. 1998. Penelitian Kualitatif Suatu Perkenalan. Bogor. Kelompok Dokumentasi Ilmu Sosial.

Starke, J.G. Pengantar Hukum Internasional (Terjemahan). Edisi Kesepuluh. Sinar Grafika. Jakarta.

Undang Undang No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 118.

Undang Undang No. 17 tahun 2008 tentang Pelayaran

Undang Undang Nomor 21 Tahun 2009 tentang Pengesahan United Nations Agreement for the Implementation of the Provision of the UNCLOS of 19 December 1982 Relating to the Conservation and Management of Straddling Fish Stocks and Highly Migratory Fish Stocks 1995

Undang Undang No 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 154.

United Nations Conventions on Law of The Sea (UNCLOS) 1982.

United Nations Agreement for the Implementation of the Provision of the UNCLOS of 19 December 1982 Relating to the Conservation and Management of Straddling Fish Stocks and Highly Migratory Fish Stocks 1995.

Wahab, S.A. 2012. Analisi Kebijakan: dari Formulasi ke Penyusunan Model-model Implementasi Kebijakan Publik.

Wahyuni, M. et.al., 2007. Program Gemar Makan Ikan: Sebagai Strategi Membangun Anak Bangsa Berkualitas, Departemen Kelautan dan Perikanan, Jakarta.

Waugh, S.M., Baker, G.B., Gales, R., and Croxall, J.P. 2008. CCAMLR Process of Risk Assessment to Minimise the Effects of Longline Fshing Mortality on Seabirds. Marine Policy, Vol 32 (2008) 442–454.

WCPFC, 2007. Scientific Committee Third Regular Session www.foa.org/fi

Widodo J dan Suadi, 2006. Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Laut.Gadjah Mada University Press.Yogyakarta.p49

Worm, B., Edward, B.B., Nicola, B., J. Emmett Duffy, Carl, F., Benjamin S.H., Jeremy B. C.J., Heike, K.L., Fiorenza, M., Stephen, R.P., Enric, S.,

(5)

Kimberley A.S., John J.S., Reg, W. 2006. Impact of Biodiversity Loss on Ocean Ecosystem Services. Science, vol 314, pp.787-790.

Yusri. Statistik Sosial: Aplikasi dan Interpretasi. Graha Ilmu. Yogyakarta.

Yuwono S, Sukarno E, dan Ichsan, 2002. Petunjuk Praktis Penyusunan Balanced Scorecard.

Zulham, A. 2011. Industri Perikanan Bitung. Buletin Sosek Kelautan dan Perikanan Vol. 6 No. 2, 2011.

Referensi

Dokumen terkait

Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Nunukan, sesuai jadwal yang ada pada sistem SPSE memberikan penjelasan pekerjaan

(2) Anggota Luar Biasa yaitu warga negara Indonesia dalam kapasitas sebagai tokoh dibidangnya yang telah terbukti membantu secara ikhlas membesarkan PARTAI BORNEO NASIONAL dan

Pengawasan Pembangunan Poltek Nunukan , maka dengan ini kami mengundang saudara untuk hadir dalam acara pembuktian kualifikasi sesuai jadwal berikut :.. Tempat :

 Melakukan ulangan berisi materi yang berkaitan dengan pengertian dasar statistika (data (jenis-jenis data, ukuran data), statistika, statistik, populasi, sampel, data tunggal),

Berdasarkan Penetapan Hasil Kualifikasi Nomor : 07/ PRC.GD/ PA.TBH/ I / 2015 tanggal 20 Januari 2015, Paket Pekerjaan Perencanaan Pembangunan Gedung Kantor Tahap I dengan Nilai

Dalam administrasi pengadaan barang pada Dinas Koperasi UMKM Kabupaten Jember , dinas harus menentukan panitia pengadaan atau pejabat pengaadan yang akan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya minat masyarakat menabung di Bank Syariah di Kota Medan.. Penyebab kurangnya minat

berdasarkan analss temuan tersebut, maka deskrps pengembangan model pen- ddkan kehdupan beragama berbass life skills d pesantren, melput: (1) model ku- rkulum yang snerg