BAB II
PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2011-2015, sebagaimana ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2011 adalah merupakan tahapan kedua dari pelaksanaan RPJP Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2005-2025 dan penyusunannya telah diselaraskan dengan RPJM Nasional seperti yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010.
RPJM Provinsi Kalimantan Selatan ini telah menjadi acuan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Strategis SKPD. Adapun visi dan misi diuraikan sebagai berikut.
A. VISI
Visi dari Gubernur terpilih sebagaimana tercanyum pada RPJMD 2011-2015 adalah:
“ TERWUJUDNYA KALIMANTAN SELATAN YANG BERKEMBANG, MAJU, UNGGUL, NYAMAN, SEJAHTERA DAN DAMAI (BERMUNAJAD) TAHUN
2015“
Penjabaran makna dari visi Kalimantan Selatan “Bermunajad” adalah sebagai berikut :
Berkembang mengandung makna:
bahwa semua lapisan masyarakat berkembang dengan kemampuan dan fondasi ekonomi, sosial dan budaya yang kokoh serta mandiri dengan jati diri yang kuat untuk dapat bertahan dari segala terpaan krisis yang melanda baik bersifat lokal, nasional maupun global.
Maju mengandung makna:
bahwa masyarakat pada semua lapisan masyarakat maju dalam aspek pendidikan dan ilmu pengetahuan, kehidupan ekonomi, kemandirian bekerja dan berusaha untuk mencapai kehidupan yang sejahtera.
Unggul mengandung makna:
bahwa kokohnya ketahanan pilar-pilar pembangunan dan daya saing yang tinggi baik dalam bidang ekonomi, sosial budaya, dan politik, maupun kualitas sumberdaya manusia agar tercipta manusia yang kreatif dan mampu berinovasi dalam meningkatkan produktivitas yang kompetitif dalam persaingan global
Nyaman mengandung makna:
bahwa terciptanya kondisi keamanan yang kondusif sebagai hasil peran serta seluruh lapisan masyarakat sehingga menciptakan kenyamanan dalam bekerja dan berusaha dalam tataran kehidupan masyarakat yang toleran dan religius.
Sejahtera mengandung makna:
bahwa masyarakat sudah dapat menikmati hasil hasil pembangunan secara adil dan merata baik lahir maupun bathin (material dan spiritual).
Damai mengandung makna:
bahwa terbentuk tatanan masyarakat baik secara individual dan kolektif, serta secara kelembagaan menyadari akan hak dan kewajibannya sebagai warga masyarakat, secara sadar mematuhi peraturan dan norma yang berlaku, baik yang bersumber dari norma agama, dan norma sosial, maupun peraturan perundang-undangan sesuai dengan posisi dan peran sosialnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, visi di atas selaras dengan visi pembangunan nasional tahun 2010 – 2014 yaitu:
1. Terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara yang aman, bersatu, rukun dan damai;
2. Terwujudnya masyarakat, bangsa, dan negara yang menjunjung tinggi hukum, kesetaraan, dan hak asasi manusia; serta
3. Terwujudnya perekonomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan penghidupan yang layak serta memberikan pondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan.
B. MISI
Dalam rangka pencapaian visi tersebut diatas telah ditetapkan 5 (lima) misi yang harus dilaksanakan yaitu:
1. Meningkatkan kualitas kehidupan beragama, Sosial dan Budaya;
2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang produktif dan berdaya saing ;
3. Mengembangkan Daya Saing Ekonomi Daerah berbasis lingkunga dan masyarakat, dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan posisi geografis;
4. Meningkatkan Ketersediaan Kuantitas dan Kualitas serta aksesibilitas infrastrukur Wilayah ;
5. Meningkatkan kinerja Pemerintah Daerah yang baik dan benar.
Misi di atas juga telah selaras dengan misi pembangunan nasional tahun 2010 – 2014 yaitu:
1. Mewujudkan Indonesia yang Aman dan Damai 2. Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Demokratis 3. Mewujudkan Indonesia yang Sejahtera
Terhadap Visi yang hendak dicapai dan 5 (lima) Misi yang akan dilaksanakan tersebut diatas, lebih lanjut ditetapkan 11 (sebelas) tujuan dan 15 (lima belas) sasaran termasuk program-program prioritas yang mendukung pencapaian tujuan dan sasaran. Rumusan tujuan, sasaran, dan program serta keterkaitan masing-masing unsur rencana stratejik selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 1.
Rencana Kerja Pembangunan Daerah 2011
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah diwujudkan secara bertahap melalui pembangunan tahunan dengan target Kinerja utama yang akan diukur melalui 8 indikator bersifat makro mempresentasikan tingkat kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan yang akan dicapai.
Rencana pembangunan tahun 2011 dituangkan dalam RKPD tahun 2011 sebagai dasar penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). RKPD tahun 2011 ditetapkan dengan Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 046 Tahun 2010, tanggal 25 Nopember 2010 RKPD tersebut memuat sasaran yang hendak dicapai pada tahun 2011 disertai program-program yang akan dilaksanakan dalam rangka mencapai sasaran.
Prioritas pembangunan sebagaimana ditetapkan dalam RKPD tahun 2011 sebagai berikut:
1. Pembangunan kehidupan sosial dan budaya di proritaskan, pada aspek peningkatan kualitas pembangunan manusia yaitu:
1) Peningkatan kualitas kehidupan beragama
2) Mempasilitasi penanganan kemiskinan dan penandang masalah kesejahteraan sosial ( PMKS) .
3) Memfasilitasi kegiatan dan olahraga,perempuan dan anak. 4) Memfasilitasi pengembangan budaya daerah.
2. Pembagunan sumber daya manusia diprioritaskan pada peningkatan kualitas pembangunan manusia terkait dengan aspek pendidikan dan kesehatan :
1) Menurunkan angka butahuruf.
2) Meningkatkan angka rata-rata lama sekolah.
3) Mendidik tenaga kerja yang siap pakai didunia kerja.
4) Menaikkan Usia Harapan Hidup,khususnya pada penurunan Angka Kematian Ibu Melahirkan dan Angka Kematian Bayi.
5) Meningkatkan akses masyarakat miskin pada pelayanan pendidikan dan Kesehatan.
6) Meningkatkan & memanfaatkan BLK berstandar internasional,untuk Menumbuh kambangkan wirausaha pekerjaan terampil.
3. Peningkatan Perekonomian diprioritaskan pada :
1) Meningkatkan Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. 2) Meningkatkan penguatan argo industry (struktur ekonomi) 3) Meningkatkan daya beli masyarakat
4) Memantafkan ketahanan pangan 5) Menurunkan dan mengendalikan inflasi
4. Pengelolan Lingkungan Hidup diprioritaskan pada :
Mendorong dan Memfasilitasi penurunan tingkat degradasi kuantitas dan Kualitas sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
5. Pembangunan dan Perbaikan Infrastruktur diprioritaskan pada :
1) memfasilitasi pembangunan kapasitas dan kualitas Infrastruktur utama (skala regional kalsel)
2) Meningkatkan dan mengembangkan kuantitas dan kualitas Infrastruktur Dasar.
3) Meningkatkan dan mengembangkan kuantitas dan kualitas fasilitas publik Lainnya.
6. Melaksanakan Pemerintahan yang Baik difokuskan pada : 1) Mendorong peningkatan kualitas peningkatan Publik.
2) meningkatkan akuntabilitas dan transparansi Kinerja Pemerintahan Daerah.
3) Mengakomodasi pengawasan Publik terhadap Kinerja Pemerintahan Daerah.
Penetapan Kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2011
Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, dalam rangka mencapai target kinerja menengah seperti yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan maka pada tahun 2011 ditetapkan target kinerja tahunan yang telah di tandatangani oleh Gubernur Kalimantan Selatan pada bulan Maret 2011, sebagai berikut :
Target Kinerja Makro 2011
No Indikator 2011 Target s.d 2015
1 Pertumbuhan ekonomi 5,38 6,0 – 6,9
2 PDRB Per Kapita (Adhk) 8.8 Juta 9,2 - 10,6
3 Laju Inflasi 10,90 5,0 – 7,0 4 Indeks GINI 0,24-0,23 0,22 – 0,18 5 Tingkat pengangguran terbuka 6,70 6,62 – 6,50 6 Tingkat Kemiskinan 5,10-5 4,25 - 3,99 7 Indeks Pembangunan Manusia 69,4-69,5 70 - 74 8 Tingkat pertumbuhan penduduk 1,90-1,88 1,60 - 1,40
Sasaran strategis, indikator kinerja dan target yang ditetapkan pada tahun 2011 disajikan per kelompok sasaran adalah sebagai berikut:
Sasaran 1:
Meningkatkan toleransi antar umat beragama
No. Indikator Kinerja Satuan Target Penanggung jawab
Tingkat Penerapan Nilai dan Norma Agama :
1 Persentase Pengaduan
Gangguan melaksanakan
Kegiatan Keagamaan yang ditindaklanjuti
% 100 Biro Kesra
Harmonisasi Kerukunan
keagamaan :
2 Jumlah forkom Pembauran
Antar Etnis, Golongan,
Suku dan Umat Beragama yang aktif (FPK)
Buah 1
Badan Kesbangpolinmas
3 Sekretariat bersama antar
umat beragama yang aktif
Buah 1 Badan Kesbangpolinmas Meningkatnya Institusi Keagamaan : 4 peningkatan lembaga sosial keagamaan % 5.5 Biro Kesra 5 peningkatan lembaga pendidikan keagamaan % 5.5 Biro Kesra 6 Persentase sarana
peribadatan yang difasilitasi pembangunannya
% 1,25 Biro Kesra
Sasaran 2
Meningkatnya kualitas pelayanan kehidupan sosial masyrakat
No. Indikator Kinerja Satuan Target Penanggung
Jawab
Penanganan Masalah
Kesejahteraan Sosial (PMKS) :
1 Menurunnya angka kemiskinan % 4.99 Dinas Sosial
2 Menurunnya Remaja keluarga
Fakir Miskin Penyandang Masalah Sosial
Klrg/% 125/
0.13
3 Tersedianya Sarana dan
Prasarana pada daerah kantong- kantong kemiskinan
% 12
Pemuda dan Olah raga :
5 Berkembangnya Kelembagaan
Generasi Muda Kelompok 5
Dinas Pariwisata
6 Terwujudnya stadion olahraga yang
bertaraf Internasional Unit 0
0
7 Tertanganinya korban bencana Jam 1x24 Dinas Sosial
8 Meningkatnya Peran Serta
Sasaran 3
Berkembangnya wisata daerah yang berbasis budaya dan sumber daya daerah.
No. Indikator Kinerja Satuan Target Penanggung jawab
Tradisi dan Budaya
daerah : 1 Meningkatnya event budaya daerah % 10 Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan pariwisata 2 Meningkatnya jumlah
keragaman budaya yang ditemukan
Jenis 1
3 Penganugerahan Karya
Cipta dan Seni Orang 10
Jumlah Wistawan dan lama kunjungan : 4 Meningkatnya kunjungan wisman % 2,3 5 Meningkatnya kunjungan wisnus % 3 6 Lama Kunjungan Wisman Hari 3 7 Lama Kunjungan Wisnus Hari 2 8 Meningkatnya kunjungan ke Museum %/th 12 Sasaran 4
Meningkatan pembangunan manusia, berkualitas pada semua jalur dan jenjang pendidikan
No. Indikator Kinerja Satuan Target 2011 Penanggung
jawab 1
Angka melek huruf % 96 Dinas
Pendidikan
2 Angka rata-rata lama sekolah Tahun 7,10
3 Angka Partisipasi Murni SD/MI % 99
4 APK SLTP/MTs % 97
Sasaran 5
Meningkatan pembangunan manusia, serta masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan
No. Indikator Kinerja Satuan Target
2011 Penanggung
jawab
1 Angka Harapan Hidup
Tahun 65,16 Dinas
Kesehatan
2 Angka Kematian Bayi Kasus per
1000 Kh 46,2
3 Angka kematian ibu Kasus Per
100.000 96
4 Persentase penduduk miskin
memiliki jaminan
pemeliharaan kesehatan
% 50
Sasaran 6
Meningkatkan masyarakat yang produktif dan berdaya saing
No. Indikator Kinerja Satuan Target
2011 Penanggung jawab 1 BLK berstandar Internasional % 15 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
2 Penduduk yang bekerja Orang 1.759.122
3 Jumlah/Persentase
Angkatan kerja Orang/Persen 1.738.368
4 Tingkat pengangguran
terbuka Persen 6,7
5 Tingkat Partisipasi
Angkatan Kerja Persen 70,42
Sasaran 7
Meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang berkualitas
No Indikator Kinerja Satuan Target
2011 Penanggung jawab Pertumbuhan PDRB Sektor : 1 Pertanian % 2,43 Distanian dan Tanaman Pangan dan Hultikultura 2 Pertambangan % 5,02 Dispertmbangan dan Energi- 3 Industri pengolahan % 2,87 Dinas Perindustrian dan Perdagangan 4 Perdagangan % 5,80
Sasaran 8
Meningkatnya sinergi dalam penyiapan pengembangan industri dan perdagangan berbasis agroindustri
No Indikator Kinerja Satuan Target
2011 Penanggung jawab Kontribusi PDRB Sektor : 1 Pertanian % 20 Distanian dan Tanaman Pangan dan Hultikultura 2 Pertambangan % 10,72 Dispertmbangan dan Energi 3 Industri pengolahan % 10,48 Dinas Perindustrian dan Perdagangan 4 Perdagangan % 11 Sasaran 9
Meningkatkan pengelolaan SDA yang berkelanjutan dan perbaikan kualitas lingkuangan hidup.
No Indikator Kinerja Satuan Target
2011
Penanggung jawab
1 luas rehabilitasi lahan kritis
ha 500 ha
Distanian dan Tanaman Pangan dan
Hultikultura
2 luas pemeliharaan tanaman
Tahap I ha 450 ha
3 luas pemeliharaan tanaman
Tahap II ha 400 ha
5 Luas kawasan terumbu karang
ha 2 ha Dinas
Perikanan
6 Luas transplantasi terumbu
karang ha 2 ha
7 luas rehabilitasi kawasan
mangrove ha 30 ha
8 Jumlah kasus illegal dalam
kawasan hutan (illegal logging,
perambahan hutan)
Kasus 13 Kasus
Dinas Kehutanan
9 operasi pengamanan hutan
terpadu dan mandiri Operasi 18
10 Keanekaragaman hayati Spesies 5
11 Panjang trayek batas kawasan
hutan Km 250 Km
12 Jumlah IUU (illegal, unreported,
13 Jumlah lokasi pertanian pangan
berkelanjutan Kab 2 Kab
14 Indeks Kualitas Lingkungan Peringkat
Se- Indonesia
Peringkat 22 16 Tingkat Pencemaran air
Kuantitatif Sedang
Badan Lingkungan
Hidup 17 Jumlah kota mendapatkan
penghargaan Adipura Kota 2
18 Jumlah perusahaan
menyusunan AMDAL Perusahaan 8
19 Jumlah laboratorium lingkungan Lab 3
20 Akreditasi laboratorium
lingkungan akreditasi NA
21 Tingkat Kualitas udara Kuantitatif Baik
22 Jumlah perusahaan yang diuji polusi udara, limbah padat dan limbah cair
Perusahaan 27
23 persentase hasil uji polusi udara
pada sumbernya % 45%
24 persentase hasil uji limbah cair
pada sumbernya % 45%
25 persentase hasil uji limbah
padat pada sumbernya % 25%
26 Jumlah titik/kota diuji polusi
kendaraan bermotor Titik 3
27 Jumlah Titik api (hotspot) Titik 1.835
28 Jumlah luas penanggulangan
kebakaran hutan dan lahan ha 1.835
Dinas Kehutanan
Sasaran 10
Meningkatkan infrastruktur transportasi yang terintegrasi dan berkualitas serta meningkatnya pelayanan untuk mendukung pergerakan orang, barang dan jasa
No
Indikator Kinerja Satuan Target Penanggung jawab
1 Panjang jalan yang
dibangun Km 3 Km Dinas Pekerjaan Umum 2 Panjang Jembatan yang dibangun m 115 m 3 Terbangunnya jalan
layang ded/ukl/upl DED
4 Jalan dalam kondisi
5 Jembatan dalam
kondisi baik % 80%
6 Menurunnya
pelanggaran angkutan hasil tambang dan hasil perkebunan terhadap pengendalian dan pengamanan lalu lintas %/ Buah Turunya pelanggaran 16,67% atau 44 Pelanggaran = (264-220) Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika 7 Lanjutan rencana pembangunan pelabuhan laut alternatif di Tanah Laut % DED dan Amdal 8 Runway bandara Syamsudin Noor % DED dan Amdal 9 Penuntasan terminal regional type A % Kondisi Fisik 80% 10 Cakupan pelayanan telematika % 22% Sasaran 11
Meningkatkan insfratuktur sumber daya air untuk mendukung upaya konservasi dan pendayagunaan sumberdaya air, serta pengendalian daya rusak air.
No Indikator Kinerja Satuan Target Penanggung
jawab
1 Luas DI/DR yang dikembangkan ha 1500 Dinas PU
2 Luas DI/DR yang dikelola ha 7000
3 Tersedianya data SD Air (WS
Barito dan WS Cengal Batulicin) Buah 1
4 Penanganan tebing Km 2 Km
5 Penanganan pantai Km 5 Km
6 Terpenuhinya penyediaan air baku
13 kab/kota Kab/kota
2 Kab/Kota
Sasaran 12
Meningkatnya akses masyrakat terhadap insfratuktur dasar permukiman yang mencakup air bersih dan sanitasi.
No Indikator Kinerja Satuan Target Penanggung
Jawab
Meningkatnya cakupan pelayanan
penyehatan lingkungan permukiman
1 a. Persampahan % 12
2 b. Drainase % 10
3 c. Air Limbah % 8
Sasaran 13
Meningkatnnya infrastruktur publik dan aparatur.
No Indikator Kinerja Satuan Target Penanggung
jawab 1
Terbangunnya sarana dan prasarana publik
% 100% Dinas PU
2
Terbangunnya sarana dan prasarana aparatur
% 50%
Sasaran 14.
Tata kelola pemerintahan daerah yang akuntabel dan transparan
No Indikator Kinerja Satuan Target Penanggung
Jawab
Kualitas pelayanan publik :
1 Indeks Kepuasan Masyarakat Nilai 75 Biro Organisasi
2 Mekanisme dan Prosedur dan
Standar Kerja SKPD
% 24 Biro Organisasi
3 Kinerja pengelolaan keuangan
daerah
Nilai WDP Biro Keuangan
4 Kinerja Instansi Pemerintah
(LAKIP) Nilai Meningkat 52 Lebih Biro Organisasi
5 Standar Penilaian Kinerja
SKPD
% 12 Inspektorat
6 Jadwal (Waktu) Pelaksanaan
Perencanaan dan
Penganggaran
Jadwal Tepat
Waktu
Bappeda
7 Penegakan hukum atas Produk
hukum Daerah
Sasaran 15
Peningkatan pelayanan publik yang dapat diakses dengan mudah dan cepat oleh seluruh lapisan masyrakat.
No Indikator Kinerja Satuan Target Skpd
1 Prosentase Pelayanan Publik yang
mendapat ISO
% 20% Unit
Pelayanan Publik
2 Prosentase Pelayanan Publik yang
mendapat penghargaan Pelayanan PRIMA
% 20%
3 Respon terhadap pengaduan
pelayanan Publik 1x24 Jam
terselesaikan
jam 1x24
Jam
BPBD