• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penanganan Limbah Padat, Cair, Gas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penanganan Limbah Padat, Cair, Gas"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENAGANAN LIMBAH PADAT, CAIR DAN GAS

PENAGANAN LIMBAH PADAT, CAIR DAN GAS dan B3dan B3

PENANGAN LIMBAH CAIR

PENANGAN LIMBAH CAIR

Metode dan tahapan proses pengolahan limbah

Metode dan tahapan proses pengolahan limbah cair yang telah cair yang telah dikembangkandikembangkan sangat beragam. Limbah cair

sangat beragam. Limbah cair dengan kandungan polutan yang berbedadengan kandungan polutan yang berbeda

kemungkinan akan membutuhkan proses pengolahan yang berbeda pula. kemungkinan akan membutuhkan proses pengolahan yang berbeda pula. Proses-proses pengolahan tersebut dapat diaplikasikan secara keseluruhan, berupa

proses pengolahan tersebut dapat diaplikasikan secara keseluruhan, berupa kombinasi beberapa proses atau hanya salah

kombinasi beberapa proses atau hanya salah satu. Proses pengolahan tersebut jugasatu. Proses pengolahan tersebut juga dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan atau faktor

dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan atau faktor finansial.finansial. 1.

1. PenPengogolahlahan Priman Primer (Prier (Primarmary Treaty Treatmenment)t)

Tahap pengolahan primer limbah cair sebagian besar adalah berupa proses Tahap pengolahan primer limbah cair sebagian besar adalah berupa proses pengolahan secara fisika.

pengolahan secara fisika.  A.

 A. Penyaringa (Screening)Penyaringa (Screening)

Pertama, limbah yang mengalir melalui saluran pembuangan disaring Pertama, limbah yang mengalir melalui saluran pembuangan disaring menggunakan

menggunakan jeruji saring. Metode jeruji saring. Metode ini disebut penyini disebut penyaringan. aringan. Metode penyaringMetode penyaringanan merupakan cara yang efisien dan

merupakan cara yang efisien dan murah untuk menyisihkan bahan-bahan padatmurah untuk menyisihkan bahan-bahan padat berukuran besar dari air limbah.

berukuran besar dari air limbah. B.

B. Pengolahan Pengolahan Awal Awal (Pretreatment)(Pretreatment)

Kedua, limbah yang telah disaring kemudian disalurkan kesuatu tangki atau Kedua, limbah yang telah disaring kemudian disalurkan kesuatu tangki atau bak yang berfungsi untuk memisahkan pasir dan partikel padat teruspensi lain yang bak yang berfungsi untuk memisahkan pasir dan partikel padat teruspensi lain yang berukuran relatif besar. Tangki ini dalam bahasa inggris disebut grit

berukuran relatif besar. Tangki ini dalam bahasa inggris disebut grit chamber danchamber dan cara kerjanya adalah dengan memperlambat aliran limbah sehingga partikel – cara kerjanya adalah dengan memperlambat aliran limbah sehingga partikel – partikel pasir jatuh ke dasar tangki

partikel pasir jatuh ke dasar tangki sementara air limbah terus dialirkan untuk prosessementara air limbah terus dialirkan untuk proses selanjutnya.

selanjutnya. C.

C. PengendapanPengendapan

Setelah melalui tahap pengolahan awal, limbah cair akan dialirkan ke tangki Setelah melalui tahap pengolahan awal, limbah cair akan dialirkan ke tangki atau bak pengendapan. Metode pengendapan adalah metode pengolahan utama atau bak pengendapan. Metode pengendapan adalah metode pengolahan utama dan yang paling banyak digunakan pada proses pengolahan primer limbah cair. Di dan yang paling banyak digunakan pada proses pengolahan primer limbah cair. Di tangki pengendapan, limbah cair didiamkan agar partikel – partikel padat yang tangki pengendapan, limbah cair didiamkan agar partikel – partikel padat yang tersuspensi dalam air limbah dapat mengendap ke dasar tangki. Enadapn partikel tersuspensi dalam air limbah dapat mengendap ke dasar tangki. Enadapn partikel tersebut akan membentuk lumpur yang kemudian akan dipisahkan dari air limbah ke tersebut akan membentuk lumpur yang kemudian akan dipisahkan dari air limbah ke saluran lain untuk diolah lebih lanjut.

saluran lain untuk diolah lebih lanjut. Selain metode pengendapan, dikenal jugaSelain metode pengendapan, dikenal juga metode pengapungan (Floation).

metode pengapungan (Floation). D.

D. Pengapungan (Floation)Pengapungan (Floation)

Metode ini efektif digunakan untuk menyingkirkan polutan berupa minyak atau Metode ini efektif digunakan untuk menyingkirkan polutan berupa minyak atau lemak. Proses pengapungan dilakukan dengan menggunakan alat yang dapat

lemak. Proses pengapungan dilakukan dengan menggunakan alat yang dapat menghasilkan gelembung

menghasilkan gelembung- gelembung udara berukuran kecil (± 30 - gelembung udara berukuran kecil (± 30 – 120 mikron).– 120 mikron). Gelembung udara tersebut akan membawa partikel –partikel minyak dan lemak ke Gelembung udara tersebut akan membawa partikel –partikel minyak dan lemak ke permukaan air limbah sehingga kemudian dapat

permukaan air limbah sehingga kemudian dapat disingkirkan.disingkirkan.

Bila limbah cair hanya mengandung polutan yang telah dapat disingkirkan Bila limbah cair hanya mengandung polutan yang telah dapat disingkirkan melalui proses pengolahan primer, maka limbah cair yang telah mengalami proses melalui proses pengolahan primer, maka limbah cair yang telah mengalami proses pengolahan primer tersebut dapat langsung dibuang kelingkungan (perairan).

pengolahan primer tersebut dapat langsung dibuang kelingkungan (perairan). Namun, bila limbah tersebut juga mengandung polutan yang lain yang sulit Namun, bila limbah tersebut juga mengandung polutan yang lain yang sulit dihilangkan melalui proses tersebut, misalnya agen

dihilangkan melalui proses tersebut, misalnya agen penyebab penyakit ataupenyebab penyakit atau

senyawa organik dan anorganik terlarut, maka limbah tersebut perlu disalurkan ke senyawa organik dan anorganik terlarut, maka limbah tersebut perlu disalurkan ke proses pengolahan selanjutnya.

proses pengolahan selanjutnya. 2.

(2)

Tahap pengolahan sekunder merupakan proses

Tahap pengolahan sekunder merupakan proses pengolahan secara biologis,pengolahan secara biologis, yaitu dengan melibatkan mikroorganisme yang dapat mengurai/

yaitu dengan melibatkan mikroorganisme yang dapat mengurai/ mendegradasimendegradasi bahan organik. Mikroorganisme yang digunakan umumnya adalah bakteri aerob. bahan organik. Mikroorganisme yang digunakan umumnya adalah bakteri aerob.

Terdapat tiga metode

Terdapat tiga metode pengolahan secara biologis yang umum digunakan yaitupengolahan secara biologis yang umum digunakan yaitu metode penyaringan dengan tetesan (trickling filter), metode lumpur aktif

metode penyaringan dengan tetesan (trickling filter), metode lumpur aktif (activated(activated sludge), dan metode kolam perlakuan (treatment ponds / lagoons) .

sludge), dan metode kolam perlakuan (treatment ponds / lagoons) . a.

a. Metode Trickling Filter Metode Trickling Filter  Pada metode ini,

Pada metode ini, bakteri aerob yang digunakan untuk mendegradasi bahanbakteri aerob yang digunakan untuk mendegradasi bahan organik melekat dan tumbuh pada suatu lapisan media kasar, biasanya berupa organik melekat dan tumbuh pada suatu lapisan media kasar, biasanya berupa serpihan batu ata

serpihan batu atau plastik, dengu plastik, dengan dengan kean dengan ketebalan tebalan ± 1 – 3 m. limb± 1 – 3 m. limbah cair ah cair  kemudian disemprotkan ke permukaan media dan

kemudian disemprotkan ke permukaan media dan dibiarkan merembes melewatidibiarkan merembes melewati media tersebut. Selama proses

media tersebut. Selama proses perembesan, bahan organik yang terkandung dalamperembesan, bahan organik yang terkandung dalam limbah akan didegradasi oleh bakteri aerob. Setelah merembes sampai ke dasar  limbah akan didegradasi oleh bakteri aerob. Setelah merembes sampai ke dasar  lapisan media, limbah akan

lapisan media, limbah akan menetes ke suatu wadah menetes ke suatu wadah penampung dan kemudianpenampung dan kemudian disalurkan ke tangki

disalurkan ke tangki pengendapan.pengendapan.

Dalam tangki pengendapan, limbah kembali mengalami proses

Dalam tangki pengendapan, limbah kembali mengalami proses pengendapanpengendapan untuk memisahkan partikel padat tersuspensi dan mikroorganisme dari air limbah. untuk memisahkan partikel padat tersuspensi dan mikroorganisme dari air limbah. Endapan yang terbentuk akan mengalami proses pengolahan limbah

Endapan yang terbentuk akan mengalami proses pengolahan limbah lebih lanjut,lebih lanjut, sedangkan air limbah akan dibuang ke lingkungan atau disalurkan ke proses sedangkan air limbah akan dibuang ke lingkungan atau disalurkan ke proses pengolahan selanjutnya jika masih diperlukan

pengolahan selanjutnya jika masih diperlukan b.

b. Metode Activated SludgeMetode Activated Sludge

Pada metode activated sludge atau lumpur aktif, limbah

Pada metode activated sludge atau lumpur aktif, limbah cair disalurkan kecair disalurkan ke sebuah tangki dan didalamnya limbah

sebuah tangki dan didalamnya limbah dicampur dengan lumpur yang kaya akandicampur dengan lumpur yang kaya akan bakteri aerob. Proses degradasi berlangsung didalam

bakteri aerob. Proses degradasi berlangsung didalam tangki tersebut selamatangki tersebut selama beberapa jam, dibantu dengan pemberian gelembung udara

beberapa jam, dibantu dengan pemberian gelembung udara aerasi (pemberianaerasi (pemberian oksigen). Aerasi dapat mempercepat kerja

oksigen). Aerasi dapat mempercepat kerja bakteri dalam mendegradasi limbah.bakteri dalam mendegradasi limbah. Selanjutnya, limbah disalurkan ke tangki

Selanjutnya, limbah disalurkan ke tangki pengendapan untuk mengalami prosespengendapan untuk mengalami proses pengendapan, sementara lumpur yang mengandung bakteri disalurkan kembali ke pengendapan, sementara lumpur yang mengandung bakteri disalurkan kembali ke tangki aerasi. Seperti pada metode trickling filter,

tangki aerasi. Seperti pada metode trickling filter, limbah yang telah melalui proseslimbah yang telah melalui proses ini dapat dibuang ke lingkungan atau diproses lebih lanjut jika

ini dapat dibuang ke lingkungan atau diproses lebih lanjut jika masih dperlukan.masih dperlukan. c.

c. Metode Treatment ponds/ LagoonsMetode Treatment ponds/ Lagoons

Metode treatment ponds/lagoons atau kolam

Metode treatment ponds/lagoons atau kolam perlakuan merupakan metode yangperlakuan merupakan metode yang murah namun prosesnya berlangsung relatif lambat. Pada metode ini, limbah cair  murah namun prosesnya berlangsung relatif lambat. Pada metode ini, limbah cair  ditempatkan dalam kolam-kolam terbuka. Algae yang

ditempatkan dalam kolam-kolam terbuka. Algae yang tumbuh dipermukaan kolamtumbuh dipermukaan kolam akan berfotosintesis menghasilkan oksigen. Oksigen

akan berfotosintesis menghasilkan oksigen. Oksigen tersebut kemudian digunakantersebut kemudian digunakan oleh bakteri aero

oleh bakteri aero untuk proses penguraian/degradasi bahan organik dalam limbah.untuk proses penguraian/degradasi bahan organik dalam limbah. Pada metode ini, terkadang kolam juga diaerasi. Selama proses degradasi di kolam, Pada metode ini, terkadang kolam juga diaerasi. Selama proses degradasi di kolam, limbah juga akan mengalami proses

limbah juga akan mengalami proses pengendapapengendapan. Setelah limbah n. Setelah limbah terdegradasi danterdegradasi dan terbentuk endapan didasar kolam, air limbah dapat disalurka untuk dibuang ke

terbentuk endapan didasar kolam, air limbah dapat disalurka untuk dibuang ke lingkungan atau diolah lebih lanjut.

lingkungan atau diolah lebih lanjut. 3.

3. . Pengolahan Tersier (Tertiary Treatment). Pengolahan Tersier (Tertiary Treatment) Pengolahan tersier dilakukan jika setelah

Pengolahan tersier dilakukan jika setelah pengolahan primer dan sekunder masihpengolahan primer dan sekunder masih terdapat zat tertentu dalam limbah cair

terdapat zat tertentu dalam limbah cair yang dapat berbahaya bagi lingkungan atauyang dapat berbahaya bagi lingkungan atau masyarakat. Pengolahan tersier bersifat khusus, artinya

masyarakat. Pengolahan tersier bersifat khusus, artinya pengolahan ini disesuaikanpengolahan ini disesuaikan dengan kandungan zat yang tersisa dalam limbah cair / air

dengan kandungan zat yang tersisa dalam limbah cair / air limbah. Umunya zat yanglimbah. Umunya zat yang tidak dapat dihilangkan sepenuhnya melalui proses pengolahan primer

tidak dapat dihilangkan sepenuhnya melalui proses pengolahan primer maupunmaupun sekunder adalah zat-zat anorganik terlarut, seperti nitrat, fosfat,

sekunder adalah zat-zat anorganik terlarut, seperti nitrat, fosfat, dan garam-dan garam-garaman.

(3)

Pengolahan tersier sering disebut juga

Pengolahan tersier sering disebut juga pengolahan lanjutan (advancedpengolahan lanjutan (advanced treatment). Pengolahan ini meliputi berbagai rangkaian proses kimia dan fisika. treatment). Pengolahan ini meliputi berbagai rangkaian proses kimia dan fisika. Contoh metode pengolahan tersier yang dapat

Contoh metode pengolahan tersier yang dapat digunakan adalah metode saringandigunakan adalah metode saringan pasir, saringan multimedia, precoal filter, microstaining, vacum filt

pasir, saringan multimedia, precoal filter, microstaining, vacum filt er, penyerapaner, penyerapan dengan karbon aktif, pengurangan besi dan

dengan karbon aktif, pengurangan besi dan mangan, dan osmosis bolak-balik.mangan, dan osmosis bolak-balik. Metode pengolahan tersier jarang diaplikasikan pada fasilitas

Metode pengolahan tersier jarang diaplikasikan pada fasilitas pengolahan limbah.pengolahan limbah. Hal ini

Hal ini disebabkan biaya yang diperlukan untuk melakukan proses pengolahandisebabkan biaya yang diperlukan untuk melakukan proses pengolahan tersier cenderung tinggi sehingga tidak

tersier cenderung tinggi sehingga tidak ekonomis.ekonomis. 4.

4. Desinfeksi (Desinfection)Desinfeksi (Desinfection)

Desinfeksi atau pembunuhan kuman bertujuan untuk membunuh atau Desinfeksi atau pembunuhan kuman bertujuan untuk membunuh atau mengurangi mikroorganisme patogen yang ada dalam limbah

mengurangi mikroorganisme patogen yang ada dalam limbah cair. Meknismecair. Meknisme desinfeksi dapat secara kimia, yaitu

desinfeksi dapat secara kimia, yaitu dengan menambahkan senyawa/zat tertentu,dengan menambahkan senyawa/zat tertentu, atau dengan perlakuan fisik. Dalam

atau dengan perlakuan fisik. Dalam menentukan senyawa untuk membunuhmenentukan senyawa untuk membunuh mikroorganisme, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :

mikroorganisme, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu : •• Daya racun zatDaya racun zat

•• Waktu kontak yang diperlukanWaktu kontak yang diperlukan •• Efektivitas zatEfektivitas zat

•• Kadar dosis yang digunakanKadar dosis yang digunakan

•• Tidak boleh bersifat toksik terhadap manusia dan hewanTidak boleh bersifat toksik terhadap manusia dan hewan •• Tahan terhadap air Tahan terhadap air 

•• Biayanya murahBiayanya murah

Contoh mekanisme desinfeksi pada limbah cair

Contoh mekanisme desinfeksi pada limbah cair adalah penambahan klorinadalah penambahan klorin (klorinasi), penyinaran dengan ultraviolet(UV), atau dengan ozon (Oз).

(klorinasi), penyinaran dengan ultraviolet(UV), atau dengan ozon (Oз). Proses desinfeksi pada limbah cair

Proses desinfeksi pada limbah cair biasanya dilakukan setelah prosesbiasanya dilakukan setelah proses pengolahan limbah selesai, yaitu setelah pengolahan primer,

pengolahan limbah selesai, yaitu setelah pengolahan primer, sekunder atau tersier,sekunder atau tersier, sebelum limbah dibuang ke lingkungan.

sebelum limbah dibuang ke lingkungan.

5.

5. Pengolahan Lumpur (Slude Treatment)Pengolahan Lumpur (Slude Treatment)

Setiap tahap pengolahan limbah cair, baik primer, sekunder, maupun tersier, Setiap tahap pengolahan limbah cair, baik primer, sekunder, maupun tersier, akan menghasilkan endapan polutan berupa lumpur. Lumpur tersebut

akan menghasilkan endapan polutan berupa lumpur. Lumpur tersebut tidak dapattidak dapat dibuang secara langsung, melainkan pelu diolah lebih lanjut. Endapan lumpur hasil dibuang secara langsung, melainkan pelu diolah lebih lanjut. Endapan lumpur hasil pengolahan limbah biasanya akan diolah dengan cara

pengolahan limbah biasanya akan diolah dengan cara diurai/dicerna secara aerobdiurai/dicerna secara aerob (anaerob digestion), kemudian disalurkan ke beberapa alternatif, yaitu dibuang ke (anaerob digestion), kemudian disalurkan ke beberapa alternatif, yaitu dibuang ke laut atau ke lahan pembuangan (landfill), dijadikan pupuk kompos, atau dibakar  laut atau ke lahan pembuangan (landfill), dijadikan pupuk kompos, atau dibakar  (incinerated).

(incinerated).

PENANGANAN LIMBAH PADAT

PENANGANAN LIMBAH PADAT

1.

1. Penimbunan TerbukaPenimbunan Terbuka

Terdapat dua cara penimbunan sampah yang umum dikenal, yaitu metode Terdapat dua cara penimbunan sampah yang umum dikenal, yaitu metode penimbunan terbuka (open

penimbunan terbuka (open dumping)dumping) dan metodedan metode sanitary landfill.sanitary landfill. Pada metodePada metode penimbunan terbuka, .

penimbunan terbuka, . Di lahan Di lahan penimbunan terbuka, berbagai hama penimbunan terbuka, berbagai hama dan kuman dan kuman penyebabpenyebab penyakit dapat berkembang biak. Gas

penyakit dapat berkembang biak. Gas metan yang dihasilkan oleh pembusukan sampahmetan yang dihasilkan oleh pembusukan sampah organik dapat menyebar ke udara sekitar dan menimbulkan bau busuk serta mudah organik dapat menyebar ke udara sekitar dan menimbulkan bau busuk serta mudah terbakar. Cairan yang tercampur dengansampah dapat merembes ke

terbakar. Cairan yang tercampur dengansampah dapat merembes ke tanah dan mencemaritanah dan mencemari tanah serta air.

tanah serta air. 2.

2. Sanitary LandfillSanitary Landfill Pada metode

Pada metode sanitary landfill,sanitary landfill, sampah ditimbun dalam lubang yang dialasi iapisansampah ditimbun dalam lubang yang dialasi iapisan lempung dan lembaran plastik untuk mencegah perembesan limbah ke tanah. Pada

(4)

yang lebih modern lagi, biasanya dibuat sistem Iapisan ganda (plastik – lempung –

yang lebih modern lagi, biasanya dibuat sistem Iapisan ganda (plastik – lempung – plastik –plastik – lempung) dan pipa-pipa saluran untuk mengumpulkan cairan serta gas metan yang

lempung) dan pipa-pipa saluran untuk mengumpulkan cairan serta gas metan yang terbentuk dari proses pembusukan sampah. Gas

terbentuk dari proses pembusukan sampah. Gas tersebut kemudian dapat digunakan untuktersebut kemudian dapat digunakan untuk menghasil

menghasilkan kan listrik.listrik. 3.

3. insinerasiinsinerasi

Insinerasi adalah pembakaran sampah/limbah padat menggunakan suatu alat Insinerasi adalah pembakaran sampah/limbah padat menggunakan suatu alat yangyang disebut

disebut insinerator.insinerator. Kelebihan dari proses insinerasi adalah volume sampah berkurangKelebihan dari proses insinerasi adalah volume sampah berkurang sangat banyak (bisa mencapai 90

sangat banyak (bisa mencapai 90 %). Selain itu, %). Selain itu, proses insinerasi menghasilkaproses insinerasi menghasilkan panasn panas yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik atau

yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik atau untuk pemanas ruangan.untuk pemanas ruangan. 4.

4. Pembuatan kompos padat dan cair Pembuatan kompos padat dan cair  metode ini adalah

metode ini adalah dengan mengolah sampah organic seperti sayuran, daun-daundengan mengolah sampah organic seperti sayuran, daun-daun kering, kotoran hewan melalui

kering, kotoran hewan melalui proses penguraian oleh mikroorganisme tertentu.proses penguraian oleh mikroorganisme tertentu. Pembuatan kompos adalah salah satu cara

Pembuatan kompos adalah salah satu cara terbaik dalam penanganan sampahterbaik dalam penanganan sampah organic.

organic. Berdasarkan bentukBerdasarkan bentuknya kompos ada yanya kompos ada yang berbentuk padat dang berbentuk padat dan cair.n cair. Pembuatannya dapat dilakukan dengan menggunakan kultur

Pembuatannya dapat dilakukan dengan menggunakan kultur mikroorganisme, yaknimikroorganisme, yakni menggunakan kompos yang sudah jadi dan bisa didapatkan di pasaran seperti EMA menggunakan kompos yang sudah jadi dan bisa didapatkan di pasaran seperti EMA efectif microorganism 4.EMA merupakan kultur

efectif microorganism 4.EMA merupakan kultur campuran mikroorganisme yangcampuran mikroorganisme yang dapat meningkatkan degaradasi limbah atau sampah organic.

dapat meningkatkan degaradasi limbah atau sampah organic. 5.

5. Daur UlangDaur Ulang

Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya

dengan tujuan mencegah adanya sampahsampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yangyang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan

berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energienergi,, mengurangi

mengurangi polusipolusi,, kerusakan lahankerusakan lahan, dan emisi, dan emisi gas rumah kacagas rumah kaca jika diban jika dibandingkan dengdingkan denganan proses pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan

proses pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampahsampah

padat yang terdiri

padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulanatas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk / material bekas

pembuatan produk / material bekas pakai, dan komponen utama dalam pakai, dan komponen utama dalam manajememanajemen sampahn sampah modern dan bagian ketiga adalam proses hierarki sampah

modern dan bagian ketiga adalam proses hierarki sampah 3R3R (Reuse, Reduce, and(Reuse, Reduce, and Recycle).

Recycle).

Material-material yang dapat didaur

Material-material yang dapat didaur ulang dan prosesnya diantaranya adalah:ulang dan prosesnya diantaranya adalah: Bahan bangunan

Bahan bangunan

Material bangunan bekas yang telah

Material bangunan bekas yang telah dikumpulkan dihancurkan dengandikumpulkan dihancurkan dengan mesinmesin penghancur, kadang-kadang bersamaan dengan

penghancur, kadang-kadang bersamaan dengan aspalaspal,, batu batabatu bata,, tanahtanah, dan, dan batubatu.. Hasil yang lebih kasar bisa dipakai menjadi pelapis jalan semacam aspal dan

Hasil yang lebih kasar bisa dipakai menjadi pelapis jalan semacam aspal dan hasilhasil yang lebih halus bisa dipakai untuk membuat bahan bangunan baru semacam bata. yang lebih halus bisa dipakai untuk membuat bahan bangunan baru semacam bata. Baterai

Baterai

Banyaknya variasi dan ukuran baterai membuat proses daur ulang bahan ini relatif  Banyaknya variasi dan ukuran baterai membuat proses daur ulang bahan ini relatif  sulit. Mereka harus disortir terlebih

sulit. Mereka harus disortir terlebih dahulu, dan tiap jenis memiliki perhatian khususdahulu, dan tiap jenis memiliki perhatian khusus dalam pemrosesannya. Misalnya, baterai jenis lama

dalam pemrosesannya. Misalnya, baterai jenis lama masih mengandungmasih mengandung merkurimerkuri dan

dan kadmiumkadmium, harus ditangani secara lebih serius demi mencegah kerusakan, harus ditangani secara lebih serius demi mencegah kerusakan lingkungan dan

lingkungan dan kesehatankesehatanmanusia. Baterai mobilmanusia.Baterai mobil umumnya jauh lebih mudah danumumnya jauh lebih mudah dan lebih murah untuk didaur ulang.

lebih murah untuk didaur ulang. Barang Elektronik

Barang Elektronik

Barang elektronik yang populer seperti

Barang elektronik yang populer seperti komputer dan handphone umumnya tidakkomputer dan handphone umumnya tidak didaur ulang karena belum jelas perhitungan manfaat ekonominya. Material yang didaur ulang karena belum jelas perhitungan manfaat ekonominya. Material yang dapat didaur ulang dari barang elektronik misalnya adalah logam yang terdapat pada dapat didaur ulang dari barang elektronik misalnya adalah logam yang terdapat pada barang elektronik tersebut (

barang elektronik tersebut (emasemas,, besibesi,, bajabaja,, silikonsilikon, dll) ataupun bagian-bagian, dll) ataupun bagian-bagian yang masih dapat dipakai (

yang masih dapat dipakai (microchipmicrochip,, processor processor ,, kabelkabel,, resistor resistor ,, plastikplastik,, dll). Namundll). Namun tujuan utama dari proses daur ulang, yaitu kelestarian lingkungan, sudah jelas dapat tujuan utama dari proses daur ulang, yaitu kelestarian lingkungan, sudah jelas dapat menjadi tujuan diterapkannya proses daur ulang pada bahan ini meski manfaat

menjadi tujuan diterapkannya proses daur ulang pada bahan ini meski manfaat ekonominya

ekonominya masih belum jelas.masih belum jelas. Logam

(5)

Besi

Besi dandan bajabaja adalah jenis logam yang paling banyak didaur ulang di dunia.adalah jenis logam yang paling banyak didaur ulang di dunia. Termasuk salah satu yang termudah

Termasuk salah satu yang termudah karena mereka dapat dipisahkan dari karena mereka dapat dipisahkan dari sampahsampah lainnya dengan

lainnya dengan magnetmagnet. Daur ulang meliputi proses logam . Daur ulang meliputi proses logam pada umumnya;pada umumnya; peleburan dan pencetakan kembali. Hasil yang

peleburan dan pencetakan kembali. Hasil yang didapat tidak mengurangi kualitasdidapat tidak mengurangi kualitas logam tersebut.

logam tersebut.

Contoh lainnya adalah alumunium, yang merupakan bahan

Contoh lainnya adalah alumunium, yang merupakan bahan daur ulang paling efisiendaur ulang paling efisien di dunia. Namun pada umumnya, semua jenis logam dapat didaur ulang tanpa

di dunia. Namun pada umumnya, semua jenis logam dapat didaur ulang tanpa mengurangi kualitas logam tersebut, menjadikan logam

mengurangi kualitas logam tersebut, menjadikan logam sebagai bahan yang dapatsebagai bahan yang dapat didaur ulang dengan tidak terbatas.

didaur ulang dengan tidak terbatas. Bahan Lainnya

Bahan Lainnya Kaca

Kaca dapat juga didaur ulang. Kaca yang didapat dari botol dapat juga didaur ulang. Kaca yang didapat dari botol dan lain sebagainyadan lain sebagainya dibersihkan dair bahan kontaminan, lalu

dibersihkan dair bahan kontaminan, lalu dilelehkan bersama-sama dengan materialdilelehkan bersama-sama dengan material kaca baru. Dapat juga dipakai sebagai bahan bangunan dan jalan. Sudah ada

kaca baru. Dapat juga dipakai sebagai bahan bangunan dan jalan. Sudah ada Glassphalt, yaitu bahan pelapis jalan

Glassphalt, yaitu bahan pelapis jalan dengan menggunakan 30% material kaca daur dengan menggunakan 30% material kaca daur  ulang.

ulang. Kertas

Kertas juga dapat didaur ulang juga dapat didaur ulang dengan mencampurkan kertas bekas yang telahdengan mencampurkan kertas bekas yang telah dijadikan

dijadikan pulppulp dengan material kertas baru. Namun kertas akan selalu mengalamidengan material kertas baru. Namun kertas akan selalu mengalami penurunan kualitas jika terus didaur ulang. Hal ini

penurunan kualitas jika terus didaur ulang. Hal ini menjadikan kertas harus didaur menjadikan kertas harus didaur  ulang dengan mencampurkannya dengan material baru, atau

ulang dengan mencampurkannya dengan material baru, atau mendaur ulangnyamendaur ulangnya menjadi bahan yang berkualitas lebih

menjadi bahan yang berkualitas lebih rendah.rendah. Plastik

Plastik dapat didaur ulang sama halnya seperti mendaur ulang logam. Hanya saja,dapat didaur ulang sama halnya seperti mendaur ulang logam. Hanya saja, terdapat berbagai jenis plastik di dunia ini.

terdapat berbagai jenis plastik di dunia ini. Saat ini di berbagai produk plastikSaat ini di berbagai produk plastik

terdapat kode mengenai jenis plastik yang membentuk material tersebut sehingga terdapat kode mengenai jenis plastik yang membentuk material tersebut sehingga mempermudah untuk mendaur ulang. Suatu kode

mempermudah untuk mendaur ulang. Suatu kode di kemasan yang berbentukdi kemasan yang berbentuk segitiga 3R dengan kode angka

segitiga 3R dengan kode angka di tengah-tengahnya adalah contohnya. Suatudi tengah-tengahnya adalah contohnya. Suatu angka tertentu menunjukkan jenis plastik

angka tertentu menunjukkan jenis plastik tertentu, dan kadang-kadang diikuti dengantertentu, dan kadang-kadang diikuti dengan singkatan, misalnya LDPE untuk Low Density Poly Etilene, PS untuk

singkatan, misalnya LDPE untuk Low Density Poly Etilene, PS untuk PolistirenaPolistirena, dan, dan lain-lain, sehingga mempermudah proses daur ulang.

lain-lain, sehingga mempermudah proses daur ulang.

PENANGANAN LIMBAH GAS

PENANGANAN LIMBAH GAS

Pengolah limbah gas secara teknis

Pengolah limbah gas secara teknis dilakukan dengan menambahkan alatdilakukan dengan menambahkan alat bantu yang dapat mengurangi pencemaran udara. Pencemaran udara

bantu yang dapat mengurangi pencemaran udara. Pencemaran udara sebenarnyasebenarnya dapat berasal dari limbah berupa gas atau materi

dapat berasal dari limbah berupa gas atau materi partikulat yang terbawah bersamapartikulat yang terbawah bersama gas tersebut. Berikut akan

gas tersebut. Berikut akan dijelaskan beberapa cara menangani pencemaran udaradijelaskan beberapa cara menangani pencemaran udara oleh limbah gas dan materi partikulat

oleh limbah gas dan materi partikulat yang terbawah bersamanya.yang terbawah bersamanya. 1.

1. Mengontrol Emisi Gas BuangMengontrol Emisi Gas Buang

·· Gas-gas buang seperti sulfur oksida, nitrogen oksida, karbon monoksida, danGas-gas buang seperti sulfur oksida, nitrogen oksida, karbon monoksida, dan hidrokarbon dapat dikontrol pengeluarannya melalui beberapa metode. Gas

hidrokarbon dapat dikontrol pengeluarannya melalui beberapa metode. Gas sulfur sulfur  oksida dapat dihilangkan dari udara

oksida dapat dihilangkan dari udara hasil pembakaran bahan bakar dengan carahasil pembakaran bahan bakar dengan cara desulfurisasi

desulfurisasi menggunakan filter basah (wet scrubber).menggunakan filter basah (wet scrubber).

·· Mekanisme kerja filter basah ini akan dibahas lebih Mekanisme kerja filter basah ini akan dibahas lebih lanjut pada pembahasanlanjut pada pembahasan berikutnya, yaitu mengenai metode menghilangkan materi partikulat, karena filter  berikutnya, yaitu mengenai metode menghilangkan materi partikulat, karena filter  basah juga digunakan untuk menghilangkan materi partikulat.

basah juga digunakan untuk menghilangkan materi partikulat.

·· Gas nitrogen oksida dapat Gas nitrogen oksida dapat dikurangi dari hasil pembakaran kendaraan bermotor dikurangi dari hasil pembakaran kendaraan bermotor  dengan cara menurunkan suhu pembakaran. Produksi gas karbon monoksida dan dengan cara menurunkan suhu pembakaran. Produksi gas karbon monoksida dan hidrokarbon dari hasil pembakaran kendaraan bermotor dapat

hidrokarbon dari hasil pembakaran kendaraan bermotor dapat dikurangi dengandikurangi dengan cara memasang alat pengubah katalitik

cara memasang alat pengubah katalitik (catalytic converter) untuk menyempurnakan(catalytic converter) untuk menyempurnakan pembakaran.

(6)

·· Selain cara-cara yang disebutkan diatas, emisi Selain cara-cara yang disebutkan diatas, emisi gas buang jugadapat dikurangigas buang jugadapat dikurangi kegiatan pembakaran bahan bakar atau mulai

kegiatan pembakaran bahan bakar atau mulai menggunakamenggunakan sumber bahan bakar n sumber bahan bakar  alternatif yang lebih

alternatif yang lebih sedikit menghasilkan gas buang yang merupakan polutan.sedikit menghasilkan gas buang yang merupakan polutan.

2.

2. Menghilangkan Materi Partikulat Dari Udara PembuanganMenghilangkan Materi Partikulat Dari Udara Pembuangan a.

a. Filter UdaraFilter Udara

Filter udara dimaksudkan untuk yang ikut keluar pada cerobong atau stack, Filter udara dimaksudkan untuk yang ikut keluar pada cerobong atau stack, agar tidak ikut terlepas ke lingkungan sehingga hanya udara bersih yang saja yang agar tidak ikut terlepas ke lingkungan sehingga hanya udara bersih yang saja yang keluar dari cerobong. Filter udara yang dipasang ini harus secara tetap diamati keluar dari cerobong. Filter udara yang dipasang ini harus secara tetap diamati (di

(dikonkontrotrol), l), kakalau lau sudsudah ah jenjenuh uh (su(sudah penuh dengadah penuh dengan n abuabu/ / debdebu) u) harharus us segsegeraera diganti dengan yang baru.

diganti dengan yang baru.

Jenis filter udara yang digunakan tergantung pada sifat gas buangan yang Jenis filter udara yang digunakan tergantung pada sifat gas buangan yang keluar dari proses industri, apakah berdebu banyak, apakah bersifat asam, atau keluar dari proses industri, apakah berdebu banyak, apakah bersifat asam, atau bersifat alkalis dan lain sebagainya

bersifat alkalis dan lain sebagainya b.

b. Pengendap SiklonPengendap Siklon

Pengendap Siklon atau Cyclone Separators adalah pengedap debu / abu Pengendap Siklon atau Cyclone Separators adalah pengedap debu / abu yang ikut dalam gas buangan atau udara dalam ruang pabrik yang berdebu. Prinsip yang ikut dalam gas buangan atau udara dalam ruang pabrik yang berdebu. Prinsip ker

kerja ja penpengengendap dap siksiklon lon adaadalah lah pempemanfanfaataatan an gagaya ya sensentritrifugfugal al dardari i ududara ara / / gasgas buangan yang sengaja dihembuskan melalui tepi dinding tabung siklon sehingga buangan yang sengaja dihembuskan melalui tepi dinding tabung siklon sehingga partikel

partikel yang yang relatif relatif “berat” “berat” akan akan jatuh jatuh ke ke bawah.bawah.

Ukuran partikel / debu / abu yang bisa diendapkan oleh siklon adalah antara 5 u Ukuran partikel / debu / abu yang bisa diendapkan oleh siklon adalah antara 5 u  – 40 u. Makin besar uku

 – 40 u. Makin besar ukuran debu makin cepat paran debu makin cepat partikel tersebut diendapkan.rtikel tersebut diendapkan. c.

c. Filter BasahFilter Basah

Nama lain dari filter

Nama lain dari filter basah adalah Scrubbers atau Wet Collectors. Prinsip kerjabasah adalah Scrubbers atau Wet Collectors. Prinsip kerja filter basah adalah membersihkan udara yang kotor dengan cara menyemprotkan air  filter basah adalah membersihkan udara yang kotor dengan cara menyemprotkan air  dari bagian atas alt, sedangkan udara yang kotor dari

dari bagian atas alt, sedangkan udara yang kotor dari bagian bawah alat. Pada saatbagian bawah alat. Pada saat udara yang berdebu kontak dengan air, maka debu akan ikut semprotkan air turun udara yang berdebu kontak dengan air, maka debu akan ikut semprotkan air turun ke bawah.

ke bawah.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dapat juga prinsip kerja pengendap Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dapat juga prinsip kerja pengendap siklon dan filter

siklon dan filter basah digabungkan menjadi satu. Penggabungan kedua macambasah digabungkan menjadi satu. Penggabungan kedua macam prinsip kerja tersebut

prinsip kerja tersebut menghasilkan suatu alat penangkap debu yang dinamakan.menghasilkan suatu alat penangkap debu yang dinamakan. d.

d. Pegendap Sistem GravitasiPegendap Sistem Gravitasi  Alat

 Alat pengendap pengendap ini ini hanya hanya digunakan digunakan untuk untuk membersihkan membersihkan udara udara kotor kotor yangyang ukuran partikelnya relatif cukup besar, sekitar 50 u atau lebih. Cara kerja alat ini ukuran partikelnya relatif cukup besar, sekitar 50 u atau lebih. Cara kerja alat ini sederhana sekali, yaitu dengan mengalirkan udara yang kotor ke dalam alat yang sederhana sekali, yaitu dengan mengalirkan udara yang kotor ke dalam alat yang dibuat sedemikian rupa sehingga pada waktu terjadi perubahan kecepatan secara dibuat sedemikian rupa sehingga pada waktu terjadi perubahan kecepatan secara tiba-tiba (speed drop), zarah akan jatuh terkumpul di bawah akibat gaya beratnya tiba-tiba (speed drop), zarah akan jatuh terkumpul di bawah akibat gaya beratnya sendiri (gravitasi). Kecepatan pengendapan tergantung pada dimensi alatnya.

sendiri (gravitasi). Kecepatan pengendapan tergantung pada dimensi alatnya. e.

e. Pengendap ElektrostatikPengendap Elektrostatik  Alat

 Alat pengendap pengendap elektrostatik elektrostatik digunakan digunakan untuk untuk membersihkan membersihkan udara udara yangyang kot

kotor or dadalam lam jumjumlah lah (vo(volumlume) e) yanyang g relrelatiatif f besbesar ar dan dan penpengotgotor or udaudaranranya ya adaadalahlah aerosol atau uap air. Alat ini dapat membersihkan udara secara cepat dan udara aerosol atau uap air. Alat ini dapat membersihkan udara secara cepat dan udara yang keluar dari alat ini sudah relatif bersih.

(7)

 Alat

 Alat pengendap pengendap elektrostatik elektrostatik ini ini menggunakamenggunakan n arus arus searah searah (DC) (DC) yangyang mempunyai tegangan antara 25 – 100 kv. Alat pengendap ini berupa tabung silinder  mempunyai tegangan antara 25 – 100 kv. Alat pengendap ini berupa tabung silinder  di mana dindingnya diberi muatan positif, sedangkan di tengah ada sebuah kawat di mana dindingnya diberi muatan positif, sedangkan di tengah ada sebuah kawat yan

yang g mermerupaupakan kan puspusat at silsilindinder, er, sejsejajaajar r dindindinding g tabtabungung, , dibdiberi eri muamuatan tan nenegatgatif.if.  Adanya

 Adanya perbedaan perbedaan tegangan tegangan yang yang cukup cukup besar besar akan akan menimbulkan menimbulkan coronacorona discharga di daerah sekitar pusat silinder. Hal ini menyebabkan udara kotor seolah – discharga di daerah sekitar pusat silinder. Hal ini menyebabkan udara kotor seolah – olah mengalami ionisasi. Kotoran udara menjadi ion negatif sedangkan udara bersih olah mengalami ionisasi. Kotoran udara menjadi ion negatif sedangkan udara bersih men

menjadjadi i ion ion pospositif itif dan dan masmasinging-ma-masinsing g akakan an memenujnuju u ke ke eleelektrktrododa a yanyang g sessesuauai.i. Kotoran yang menjadi ion negatif akan ditarik oleh dinding tabung sedangkan udara Kotoran yang menjadi ion negatif akan ditarik oleh dinding tabung sedangkan udara bersih akan berada di tengah-tengah silinder dan kemudian terhembus keluar.

bersih akan berada di tengah-tengah silinder dan kemudian terhembus keluar.

PENANGANAN LIMBAH B3

PENANGANAN LIMBAH B3

Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) tidak dapat begitu saja Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) tidak dapat begitu saja ditimbun, dibakar atau dibuang ke

ditimbun, dibakar atau dibuang ke lingkungan , karena mengandung bahan yanglingkungan , karena mengandung bahan yang dapat membahayakan manusia dan makhluk hidup lain.

dapat membahayakan manusia dan makhluk hidup lain. Limbah ini memerlukan caraLimbah ini memerlukan cara penanganan yang lebih khusus dibanding limbah yang bukan B3. Limbah B3 perlu penanganan yang lebih khusus dibanding limbah yang bukan B3. Limbah B3 perlu diolah, baik secara fisik, biologi, maupun kimia

diolah, baik secara fisik, biologi, maupun kimia sehingga menjadi tidak berbahayasehingga menjadi tidak berbahaya atau berkurang daya racunnya. Setelah diolah limbah B3 masih memerlukan metode atau berkurang daya racunnya. Setelah diolah limbah B3 masih memerlukan metode pembuangan yang khusus untuk mencegah resiko terjadi pencemaran. Beberapa pembuangan yang khusus untuk mencegah resiko terjadi pencemaran. Beberapa metode penanganan limbah B3 yang umumnya diterapkan

metode penanganan limbah B3 yang umumnya diterapkan adalah sebagai berikut.adalah sebagai berikut. 1.

1. Metode pengolahan secara kimia, fisik dan biologiMetode pengolahan secara kimia, fisik dan biologi Proses pengolah

Proses pengolahan limbah B3 an limbah B3 dapat dilakukan dapat dilakukan secara kimia, fisik, secara kimia, fisik, atau biologi.atau biologi. Proses pengolahan limbah B3 secara kimia atau fisik yang umumnya dilakukan Proses pengolahan limbah B3 secara kimia atau fisik yang umumnya dilakukan adalah stabilisasi/ solidifikasi .

adalah stabilisasi/ solidifikasi . stabilisasi/solidifikasi adalah proses pengubahanstabilisasi/solidifikasi adalah proses pengubahan bentuk fisik dan

bentuk fisik dan sifat kimia dengan menambahkan bahan peningkat atau sifat kimia dengan menambahkan bahan peningkat atau senyawasenyawa pereaksi tertentu untuk memperkecil atau

pereaksi tertentu untuk memperkecil atau membatasi pelarutan, pergerakan, ataumembatasi pelarutan, pergerakan, atau penyebaran daya racun limbah, sebelum dibuang. Contoh

penyebaran daya racun limbah, sebelum dibuang. Contoh bahan yang dapatbahan yang dapat digunakan untuk proses stabilisasi/solidifikasi adalah semen, kapur (CaOH2), digunakan untuk proses stabilisasi/solidifikasi adalah semen, kapur (CaOH2), dandan bahan termoplastik.

bahan termoplastik.

Metode insinerasi (pembakaran) dapat diterapkan untuk

Metode insinerasi (pembakaran) dapat diterapkan untuk memperkecil volume B3memperkecil volume B3 namun saat melakukan pembakaran perlu dilakukan pengontrolan ketat agar

namun saat melakukan pembakaran perlu dilakukan pengontrolan ketat agar gasgas beracun hasil pembakaran tidak mencemari udara.

beracun hasil pembakaran tidak mencemari udara. Proses pengolahan limbah B3 secara biologi

Proses pengolahan limbah B3 secara biologi yang telah cukup berkembang saatyang telah cukup berkembang saat ini dikenal dengan istilah

ini dikenal dengan istilah bioremediasi dan viktoremediasi. Bioremediasi adalahbioremediasi dan viktoremediasi. Bioremediasi adalah penggunaan bakteri dan mikroorganisme lain untuk

penggunaan bakteri dan mikroorganisme lain untuk mendegradasi/ mengurai limbahmendegradasi/ mengurai limbah B3, sedangkan Vitoremediasi adalah

B3, sedangkan Vitoremediasi adalah penggunaan tumbuhan untuk mengabsorbsipenggunaan tumbuhan untuk mengabsorbsi dan mengakumulasi bahan-bahan beracun dari tanah. Kedua proses

dan mengakumulasi bahan-bahan beracun dari tanah. Kedua proses ini sangatini sangat bermanfaat dalam mengatasi pencemaran oleh limbah B3 dan biaya yang

bermanfaat dalam mengatasi pencemaran oleh limbah B3 dan biaya yang diperlukan lebih muran dibandingkan dengan metode Kimia

diperlukan lebih muran dibandingkan dengan metode Kimia atau Fisik. Namun,atau Fisik. Namun, proses ini juga masih memiliki kelemahan. Proses Bioremediasi dan Vitoremediasi proses ini juga masih memiliki kelemahan. Proses Bioremediasi dan Vitoremediasi merupakan proses alami sehingga membutuhkan waktu yang relatif lama untuk merupakan proses alami sehingga membutuhkan waktu yang relatif lama untuk membersihkan limbah B3, terutama dalam skala besar. Selain itu,

membersihkan limbah B3, terutama dalam skala besar. Selain itu, karenakarena menggunakan makhluk hidup, proses ini dikhawatirkan dapat

menggunakan makhluk hidup, proses ini dikhawatirkan dapat membawa senyawa-membawa senyawa-senyawa beracun ke dalam rantai

senyawa beracun ke dalam rantai makanan di ekosistem.makanan di ekosistem.

2.

2. Metode Pembuangan Limbah B3Metode Pembuangan Limbah B3 a.

(8)

Salah satu cara membuang limbah B3 agar tidak

Salah satu cara membuang limbah B3 agar tidak membahayakamembahayakan manusian manusia adalah dengan cara memompakan limbah tersebut melalui

adalah dengan cara memompakan limbah tersebut melalui pipa kelapisan batuanpipa kelapisan batuan yang dalam, di bawah lapisan-lapisan air tanah dangkal maupun air tanah dalam. yang dalam, di bawah lapisan-lapisan air tanah dangkal maupun air tanah dalam. Secara teori, limbah B3 ini

Secara teori, limbah B3 ini akan terperangkap dilapisan itu sehingga tidak akanakan terperangkap dilapisan itu sehingga tidak akan mencemari tanah maupun air.

mencemari tanah maupun air. Namun, sebenarnya tetap ada kemungkinanNamun, sebenarnya tetap ada kemungkinan terjadinya kebocoran atau korosi pipa

terjadinya kebocoran atau korosi pipa atau pecahnya lapisan batuan akibat gempaatau pecahnya lapisan batuan akibat gempa sehingga limbah merembes kelapisan tanah.

sehingga limbah merembes kelapisan tanah. b.

b. Kolam penyimpanan (Kolam penyimpanan (surface impoundmentssurface impoundments))

limbah B3 cair dapat ditampung pada kolam-kolam yang memang dibuat untuk limbah B3 cair dapat ditampung pada kolam-kolam yang memang dibuat untuk limbah B3. Kolam-kolam ini dilapisi lapisan pelindung yang dapat mencegah

limbah B3. Kolam-kolam ini dilapisi lapisan pelindung yang dapat mencegah

perembesan limbah. Ketika air limbah menguap, senyawa B3 akan terkosentrasi dan perembesan limbah. Ketika air limbah menguap, senyawa B3 akan terkosentrasi dan mengendap di dasar. Kelemahan metode ini adalah memakan lahan karena limbah mengendap di dasar. Kelemahan metode ini adalah memakan lahan karena limbah akan semakin tertimbun dalam

akan semakin tertimbun dalam kolam, ada kemungkinan kebocoran lapisankolam, ada kemungkinan kebocoran lapisan pelindung, dan

pelindung, dan ikut menguapnyikut menguapnya senyawa Ba senyawa B3 bersama 3 bersama air limbah sehinggair limbah sehinggaa mencemari udara.

mencemari udara. c.

c. Landfill untuk limbah B3 (Landfill untuk limbah B3 (secure landfilssecure landfils)) limbah B3 dapat ditimbun pada landfill,

limbah B3 dapat ditimbun pada landfill, namun harus pengamanan tinggi.namun harus pengamanan tinggi. Pada metode pembuangan secure landfills, limbah B3 ditempatkan dalam drum atau Pada metode pembuangan secure landfills, limbah B3 ditempatkan dalam drum atau tong-tong, kemudian dikubur dalam landfill

tong-tong, kemudian dikubur dalam landfill yang didesain khusus untuk mencegahyang didesain khusus untuk mencegah pencemaran limbah B3. Landffill ini harus dilengkapi peralatan moditoring yang pencemaran limbah B3. Landffill ini harus dilengkapi peralatan moditoring yang lengkap untuk mengontrol kondisi limbah B3 dan harus selalu dipantau. Metode ini lengkap untuk mengontrol kondisi limbah B3 dan harus selalu dipantau. Metode ini  jika diterapkan denga

 jika diterapkan dengan benar dapat menjadi cara pn benar dapat menjadi cara penanganan limbah Benanganan limbah B3 yang3 yang efektif. Namun, metode secure landfill merupakan metode yang memliki biaya efektif. Namun, metode secure landfill merupakan metode yang memliki biaya operasi tinggi, masih ada kemungkinan terjadi kebocoran, dan tidak memberikan operasi tinggi, masih ada kemungkinan terjadi kebocoran, dan tidak memberikan solusi jangka panjang karena limbah

Referensi

Dokumen terkait

Proses pengomposan pupuk limbah tandan kosong kelapa sawit dilakukan dengan cara sangat sederhana, yaitu menumpuk limbah tersebut selama 6

Pemasukan oksigen ke dalam limbah cair adalah salah satu cara yang bisa diterapkan untuk menjaga proses terjadinya pengolahan anaerobdapat dihindari sehingga gas yang

Kompresor adalah alat mekanik yang berfungsi untuk meningkatkan tekanan fluida mampu mampat, yaitu gas atau udara dengan tujuan meningkatkan tekanan supaya mengalirkan atau

Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik observasi kegiatan pengelolaan limbah padat medis sebagai upaya melengkapi data wawancara sehingga data penelitian

Terkait dengan uraian tersebut diatas telah dilakukan penelitian pada ANAK JALANAN dan BUKAN ANAK JALANAN yang terpapar udara tercemar di Kota Yogyakarta oleh Afriyanti et

b) Cara yang disarankan adalah dikirim ke negara yang mempunyai fasilitas pengolah limbah dengan kandungan logam berat tinggi. Bila tidak

Pada penelitian ini, proses pengeringan terhadap gabah dilakukan dengan cara mengalirkan udara yang telah mendapat panas dari hasil pembakaran limbah sekam padi ke dalam

Proses degradasi berlangsung didalam tangki tersebut selama beberapa jam, dibantu dengan pemberian gelembung udara aerasi (pemberian oksigen). Aerasi dapat mempercepat kerja