• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMERINTAH PROPINSI SUMATERA UTARA DINAS PERTANIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMERINTAH PROPINSI SUMATERA UTARA DINAS PERTANIAN"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KINERJA

TAHUN 2015

PEMERINTAH PROPINSI SUMATERA UTARA

DINAS PERTANIAN

Jl.Jend.AH Nasution No.6 Pangkalan Masyur Medan

(2)
(3)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

IKHTISAR EKSEKUTIF ... iii

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Maksud dan Tujuan ... 3

1.3. Tugas Pokok dan Fungsi ... 4

1.4. Struktur Organisasi ... 5

1.5 Sumber Daya Manusia... 7

1.6 Sumber Pendanaan ... 8

BAB II. Perencanaan Kinerja ... 10

2.1. Perencanaan Strategis ... 10

2.2 Perjanjian Kinerja ... 13

BAB III. Akuntabilitas Kinerja ... 17

3.1. Capaian Kinerja ... 17

3.2. Pengumpulan Data Kinerja ... 18

3.3. Pengukuran Data Kinerja ... 20

3.4. Realisasi Anggaran ... 35

BAB IV. Penutup ... 36

(4)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

1

BAB I

P e n d a h u l u a n

1.1.

Latar Belakang

Sesuai dengan tugas dan fungsinya, Dinas Pertanian telah menetapkan berbagai

kebijakan, program dan kegiatan sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) Dinas

Pertanian periode 2013-2018. Kebijakan, program dan kegiatan tersebut telah

dijabarkan setiap tahun menjadi dokumen Rencana Kerja (Renja), Rencana Kegiatan

dan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) sebagai pedoman

dalam penetapan Kinerja (PK) Tahunan, baik di tingkat SKPD (Kepala Dinas), unit

organisasi (Eselon 3) dan satuan kerja (Eselon 4). Tahun 2015 merupakan tahun ketiga

penjabaran Renstra Dinas Pertanian periode 2013-2018.

Peran strategis sektor pertanian tersebut digambarkan dalam kontribusi sektor

pertanian dalam penyedia bahan pangan dan bahan baku industri, penyumbang PDB,

penghasil devisa negara, penyerap tenaga kerja, sumber utama pendapatan rumah

tangga perdesaan, penyedia bahan pakan dan bioenergi, serta berperan dalam upaya

penurunan emisi gas rumah kaca. Upaya mencapai target sukses pembangunan

pertanian pada RPJMN tahap-2 (2010-2014) yang meliputi (1) peningkatan

swasembada berkelanjutan padi dan jagung dan swasembada kedelai, gula dan daging

sapi, (2) peningkatan diversifikasi pangan, (3) peningkatan nilai tambah, daya saing dan

ekspor, dan (4) peningkatan kesejahteraan petani melalui strategi yang dikemas dalam 7

Gema Revitalisasi yang meliputi (1) revitalisasi lahan, (2) revitalisasi perbenihan dan

perbibitan, (3) revitalisasi infrastruktur pertanian, (4) revitalisasi SDM petani, (5)

revitalisasi permodalan petani, (6) revitalisasi kelembagaan petani, dan (7) revitalisasi

teknologi dan industri hilir. Sampai saat ini telah banyak capaian yang diwujudkan

meskipun masih perlu ditingkatkan.

Sejalan dengan Strategi Induk Pembangunan Pertanian (SIPP) 2015-2045,

pembangunan sektor pertanian dalam lima tahun ke depan (2015-2019) akan mengacu

pada Paradigma Pertanian untuk Pembangunan (Agriculture for Development) yang

memposisikan sektor pertanian sebagai penggerak transformasi pembangunan yang

berimbang dan menyeluruh mencakup transformasi demografi, ekonomi, intersektoral,

(5)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

2

spasial, institusional, dan tatakelola pembangunan. Paradigma tersebut memberikan

arah bahwa sektor pertanian mencakup berbagai kepentingan yang tidak saja untuk

memenuhi kepentingan penyediaan pangan bagi masyarakat tetapi juga kepentingan

yang luas dan multifungsi. Selain sebagai sektor utama yang menjadi tumpuan

ketahanan pangan, sektor pertanian memiliki fungsi strategis lainnya termasuk untuk

menyelesaikan persoalan-persoalan lingkungan dan sosial (kemiskinan, keadilan dan

lain-lain) serta fungsinya sebagai penyedia sarana wisata (agrowisata). Memposisikan

sektor pertanian dalam pembangunan nasional merupakan kunci utama keberhasilan

dalam mewujudkan Indonesia yang Bermartabat, Mandiri, Maju, Adil dan Makmur.

NAWA CITA atau agenda prioritas Kabinet Kerja mengarahkan pembangunan

pertanian ke depan untuk mewujudkan kedaulatan pangan, agar Indonesia sebagai

bangsa dapat mengatur dan memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya secara berdaulat.

Kedaulatan pangan diterjemahkan dalam bentuk kemampuan bangsa dalam hal: (1)

mencukupi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri, (2) mengatur kebijakan

pangan secara mandiri, serta (3) melindungi dan menyejahterakan petani sebagai pelaku

utama usaha pertanian pangan. Dengan kata lain, kedaulatan pangan harus dimulai dari

swasembada pangan yang secara bertahap diikuti dengan peningkatan nilai tambah

usaha pertanian secara luas untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Sasaran pembangunan pertanian ke depan perlu disesuaikan terkait dengan

cakupan pembangunan pertanian yang lebih luas dan skala yang lebih besar guna

mengungkit peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Dengan mencermati

hasil evaluasi selama periode lima tahun terakhir dan perubahan paradigma

sebagaimana tertuang dalam SIPP 2015-2045, maka sasaran strategis Kementerian

Pertanian tahun 2015-2019 adalah (1) Pencapaian swasembada padi, jagung dan kedelai

serta peningkatan produksi gula dan daging, (2) peningkatan diversifikasi pangan, (3)

peningkatan komoditas bernilai tambah dan berdaya saing dalam memenuhi pasar

ekspor dan substitusi impor, (4) penyediaan bahan baku bioindustri dan bioenergi, (5)

peningkatan pendapatan keluarga petani, serta (6) akuntabilitas kinerja aparatur

pemerintah yang baik.

Sejalan dengan kondisi tersebut diatas dan dalam rangka mewujudkan ” Good

Governance” maka Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara sesuai dengan Peraturan

Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi

(6)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

3

Pemerintah yang telah dituangkan dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor

29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan dalam

penyusunannya mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan

Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Men-PAN & RB) Nomor 53 Tahun 2014

tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu

Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Pada tahun 2015, Dinas Pertanian melaksanakan berbagai program dan kegiatan

strategis sesuai dengan tugas dan fungsinya, yaitu melakukan serangkaian kegiatan

dalam tugas-tugas yang dimulai dari koordinasi, pemantauan, evaluasi dan pelaksanaan

analisa, baik tingkat Provinsi maupun sektoral/lintas sektoral. Berdasarkan tugas

tersebut, Dinas Pertanian akan menjelaskan laporan akuntabilitas kinerja sesuai dengan

pencapaian tujuan dan sasaran organisasi serta target kinerja yang telah ditetapkan pada

tahun 2015.

Pertanggungjawaban kinerja Dinas Pertanian Tahun 2015 merupakan amanat

dari peraturan perundang-undangan yang mewajibkan setiap instansi pemerintah baik di

tingkat pusat dan daerah harus melaporkan pencapaian kineja atas kewenangan

utamanya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Proses

penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Pertanian Tahun 2015

disusun berdasarkan masukan dari laporan kinerja unit kerja eselon 3 dan 4 secara

berjenjang sesuai dengan tingkat pencapaian kinerjanya dan selanjutnya menjadi acuan

bagi penyusunan laporan akhir SKPD sebagai bentuk pertanggungjawaban Kepala

Dinas.

1.2.

Maksud dan Tujuan.

A.

Maksud

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) atau menurut

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

Republik Indonesia (Men-PAN & RB) Nomor 53 Tahun 2014 yang saat ini disebut

dengan Laporan Kinerja ini merupakan media informasi pertanggungjawaban Dinas

Pertanian Provinsi Sumatera Utara yang menginformasikan tingkat keberhasilan atas

kebijakan, Program Kerja dan kegiatan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara

(7)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

4

Tahun 2014 dalam mewujudkan Visi dan Misi yang telah ditetapkan dalam Rencana

Strategis (RENSTRA).

B.

Tujuan

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ini bertujuan untuk mengevaluasi

pencapaian kinerja serta memberhasilkan :

1. Peningkatan Akuntabilitas Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara.

2. Umpan Balik (Feed Back) guna Peningkatan Kinerja Dinas Pertanian

Provinsi Sumatera Utara di masa mendatang.

3. Meningkatkan kredibilitas terhadap para pemberi wewenang

4. Mengetahui tingkat keberhasilan dan kegagalan dalam melaksanakan tugas.

1.3.

Tugas Pokok dan Fungsi.

Berdasarkan Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 58 Tahun 2011

Tanggal 2 Agustus 2011 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Uraian Tugas Dinas

Pertanian Provinsi Sumatera Utara, Dinas mempunyai Tugas melaksanakan urusan

Pemerintahan Daerah/kewenangan Provinsi di bidang pembinaan tanaman pangan,

hortikultura, pengelolaan lahan, air sarana dan usaha tani, serta tugas pembantuan.

Untuk melaksanakan Tugas tersebut, Dinas menyelenggarakan fungsi :

a. Perumusan kebijakan teknis di bidang pembinaan tanaman pangan, hortikultura,

pengelolaan lahan, air , sarana dan usaha tani, bina usaha tani.

b. Penyelenggaraan urusan Pemerintahan dan pelayanan umum di bidang pembinaan

tanaman pangan, hortikultura, pengelolaan lahan air, sarana dan usaha tani.

c. Pelaksanaan pemberian perizinan di bidang Pertanian.

d. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pertanian.

e. Pelaksaan tugas pembantuaan di bidang Pertanian

f. Pelaksanaan pelayanan administrasi internal dan eksternal.

g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur, sesuai dengan tugas dan

fungsinya

(8)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

5

1.4

Struktur Organisasi

Struktur Organisasi Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara terdiri dari :

1.

Sekretariat / Sekretaris

2.

Bidang Bina Tanaman Pangan

3.

Bidang Bina Hortikultura

4.

Bidang Pengelolaan Lahan, Air dan Sarana

5.

Bidang Bina Usaha Tani

6.

Unit Pelaksana Teknis Daerah terdiri dari :

a. 1 UPT Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura

b. 1 UPT Pengawasan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan

Hortikultura

c. 1 UPT Pelatihan dan Pengembangan SDM Pertanian

d. 1 UPT Mekanisasi Pertanian

e. 3 UPT Benih Induk Padi dan Palawija

f. 3 UPT Benih Induk Hortikultura

(9)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

6

Tabel 1.1 Gambar Struktur Organisasi Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara

KEPALA

DINAS

KELOMPOK

JAFUNG

1. Widyaiswara

2. POPT

3. PBT

4. PMHP 7

SEKRETARIAT

SUB BAGIAN UMUM SUB BAGIAN KEUANGAN SUB BAGIAN PROGRAM

BIDANG BINA TANAMAN PANGAN

SEKSI BUDIDAYASEREALIA

SEKSI BUDIDAYA KACANG – KACANGAN & UMBI UMBIAN

SEKSI FASILITASI BENIH DAN PAKET TEKNOLOGI

BIDANG BINA HORTIKULTURA

SEKSI BUDIDAYA SAYURAN & BIOFARMAKA

SEKSI BUDIDAYA BUAH-BUAHAN & TANAMAN HIAS

SEKSI FASILITASI BENIH & PAKET TEKNOLOGI

BIDANG PENGELOLAAN LAHAN, AIR & SARANA

SEKSI AIR DAN PENGKAJIAN IKLIM

SEKSI LAHAN DAN PERLUASAN AREAL

SEKSI SARANA PERTANIAN

BIDANG BINA USAHA TANI

SEKSI PENGOLAHAN HASIL DAN PASCA PANEN

SEKSI INFORMASI PASAR

SEKSI PROMOSI DAN KEMITRAAN

UPT

PELATIHAN & PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN

SUB BAG TU

FUNGSIONAL Widyaiswara

PERLINDUNGAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA SUB BAG TU

FUNGSIONAL POPT PMHP

BI HORTIKULTURA ARSE SIPIROK

SUB BAG TU

SEKSI PELAYANAN TEKNIS

SEKSI PRODUKSI BI TPH GABE HUTARAJA

SUB BAG TU

SEKSI PELAYANAN TEKNIS

SEKSI PRODUKSI BI PADI MURNI TJ.MORAWA

SUB BAG TU SEKSI PELAYANAN TEKNIS

SEKSI PRODUKSI BI PALAWIJA TJ.SELAMAT

SUB BAG TU

SEKSI PELAYANAN TEKNIS

SEKSI PRODUKSI BI HORTIKULTURA GD JOHOR

SUB BAG TU

SEKSI PELAYANAN TEKNIS

SEKSI PRODUKSI BI HORTIKULTURA KUTA GADUNG

SUB BAG TU

SEKSI PELAYANAN TEKNIS

SEKSI PRODUKSI MEKANISASI PERTANIAN

SUB BAG TU

SEKSI PELAYANAN TEKNIS

SEKSI PRODUKSI PENGAWASAN SERTIFIKASI BENIH TANAMAN PANGAN &

HORTIKULTURA

SUB BAG TU

FUNGSIONAL PENGAWS BENIH TANAMAN (PBT)

(10)

LAKIP Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

7

1.5

Sumber Daya Manusia

Jumlah Pegawai Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara pada 31 Desember 2015

berjumlah 731 Orang sebagai mana tergambar pada Grafik 2 dan 3 sebagai berikut :

Grafik 1. Pegawai Negeri Sipil Menurut Jenis Kelamin

Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara

MENURUT TINGKAT PENDIDIKAN

Grafik 2. Pegawai Negeri Sipil Menurut Eselon

Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara

(11)

LAKIP Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

8

Grafik 3. Pegawai Negeri Sipil Menurut Golongan Ruang

Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara

MENURUT GOLONGAN RUANG

1.6 Sumber Pendanaan

Pada tahun anggaran 2015, Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara mendapat alokasi dana

sebesar Rp. 68.182.219.509 yang diperuntukkan bagi pelaksanaan program pembangunan seperti

terdapat pada Tabel 1.1.

(12)

LAKIP Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

9

TABEL 1. 2

PAGU ANGGARAN TAHUN 2015

DINAS PERTANIAN PROVINSI SUMATERA UTARA

NO

PROGRAM

TOTAL (Rp)

I

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

2.074.047.000

II

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana

Aparatur

12.985.244.300

III

Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya

Aparatur

741.781.000

IV

Program Peningkatan Pengembangan Sistem

Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

556.993.600

V

Program Kesejahteraan Petani

6.663.341.909

VI

Program Pengembangan Agribisnis

2.878.209.250

VII

Program Peningkatan Produksi Tanaman Pangan

13.117.479.050

VIII

Program Peningkatan Produksi Hortikultura

11.201.870.750

IX

Program Pengembangan Teknologi Pertanian

17.963.252.650

(13)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

10

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

2.1

PERENCANAAN STRATEGIS

A.

Rencana Strategis Tahun 2013 – 2018

Sesuai dengan Renstra Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara periode 2013 -

2018 telah ditetapkan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran serta Srategi, Kebijakan dan

Program. Adapun dapat dijelaskan dibawah ini:

Visi SKPD Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara :

-

Pertanian Yang Maju dan Berdaya Saing Dalam Mendukung

Swasembada Pangan dan Swasembada Berkelanjutan

Misi SKPD Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara :

Misi

1.

Mewujudkan

Swasembada

Pangan

dan

Swasembada

Berkelanjutan

Misi 2.

Meningkatkan Daya Saing Produk Pertanian

Misi 3.

Mewujudkan Pemberdayaan Masyarakat dan Mendorong

Partisipasi Aktif Seluruh Stakeholder

Misi 4

Mewujudkan Pertanian Yang Maju dan Sejahtera

Tujuan Pembangunan Pertanian SKPD Dinas Pertanian Provinsi Sumatera

Utara

Rencana Strategis SKPD Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara selama 5 (lima)

tahun ke depan (2013-2018), mencanangkan tujuan strategisnya yaitu :

1.

Mewujudkan Peningkatan Produktivitas Tanaman Pangan

2.

Mewujudkan Peningkatan Produksi Hortikultura

3.

Mewujudkan Peningkatan Nilai Tambah dan Daya Saing Produk Pertanian

serta Peningkatan Pemasaran Hasil Pertanian

4.

Mewujudkan Penguatan Kelembagaan Perbenihan/Pembibitan Daerah dan

Kelembagaan Petani serta Mendorong Partisipasi Aktif Stakeholder

Pertanian

(14)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

11

5.

Mewujudkan Ketersediaan Sarana dan Prasarana Pertanian

6.

Mewujudkan Penerapan Good Government

b.

Strategi, Kebijakan, Program

Sesuai dengan Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai maka telah ditetapkan

strategi, kebijakan dan program dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi

sesuai dengan kewenangan Dinas Pertanian Provinsi Suamtera Utara pada tahun 2015

adalah sebagai berikut :

Strategi

Kebijakan

Program

Meningkatnya

Produksi,

Produktivitas,

dan Mutu

Tanaman

Pangan

1) SL-PTT /GPPTT

2) SLPHT

3) SLI

4) Pengamatan dan Pengendalian OPT

5) Integrasi pertanian (Mix Farming)

6) Perbanyakan dan pengembangan benih Padi

7) Penilaian varietas tanaman pangan

8) Pengembangan kawasan tanaman pangan

9) Bantuan benih (Subsidi Benih dan Cadangan

Benih Daerah)

10) TOT Pemandu SL-PTT, SLPHT , SLI

Program

Peningkatan

Produksi

Tanaman

Pangan

Meningkatkan

pengembangan

Teknologi,

Sarana dan

Prasarana

produksi

Tanaman

Pangan

Hortikultura

1) Peningkatan pengembangan infrastruktur

pertanian seperti jaringan irigasi, embung, dan

jalan pertanian

2) Peningkatan penggunaan alat, mesin dan sarana

produksi pertanian

3) Peningkatan bantuan/subsidi sarana produksi

pertanian

4) Peningkatan perluasan areal sawah dan areal

tanam hortikultura

5) Pengembangan rumah kompos

6) Cetak sawah

Program

Pengembangan

Teknologi

Pertanian

(15)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

12

7) Optimalisasi Lahan

8) Pengembangan Irigasi Tetes

9) Pembangunan dan pengembangan Jalan

Pertanian

10) Peningkatan pengembangan modifikasi

teknologi pertanian

11) Pengembangan metode System Rice of

Intensification (SRI)

12) Berkembangnya pertanian berbasis SL-PTT ,

SLPHT dan SLI\Meningkatkan Nilai Tukar

Petani

13) Pengembangan Rancang Bangun Alsintan

14) Pengembangan Laboratorium Pertanian

Meningkatnya

Produksi,

Produktivitas,

dan Mutu

Tanaman

Hortikultura

1) Sekolah Lapang Penerapan SOP, GAP, GHP

2) SLPHT

3) Perbanyakan dan pengembangan benih/bibit

tanaman hortikultura

4) Pengembangan kawasan tanaman hortikultura

Program

Peningkatan

Produksi

Tanaman

Hortikultura

Meningkatkan

Nilai Tambah,

Daya Saing

produk

pertanian dan

pemasaran hasil

pertanian

1) Penerapan teknologi dalam sistem budidaya

(penggunaan alat mesin pertanian), pengolahan

hasil pertanian (penggunaan alat pasca panen,

alat pengolahan hasil pertanian), dan dalam

sistem pengemasan (grading dan packing)

2) Sertifikasi jaminan mutu produk pertanian (SNI,

Pangan Organik, Good Agriculture Practices

(GAP), Good Handling Practices (GHP), dan

Good Manufacturing Practices (GMP)).

3) Pengembangan ekspor TPH

Pengembangan perdagangan dalam dan luar

negeri

4) Pelaksanaan promosi pemasaran pertanian

Program

Pengembangan

Agribisnis

(16)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

13

dalam bentuk kemitraan, pameran

produk-produk pertanian

5) Pengembangan informasi pasar

6) Pelaksanaan publikasi data harga komoditi

pertanian

7) Peningkatan

koordinasi

yang

mendukung

pemasaran hasil

8) Stabilisasi harga produk pertanian

Meningkatkan

optimalisasi

kelembagaan

petani

dan

peningkatan

sumber

daya

manusia

pertanian

1) Pengembangan dan penguatan kelembagaan

pertanian

melalui

pelatihan

bagi

petani/

gapoktan/ petugas lapang

2) Dukungan bagi lembaga perbenihan/penangkar/

asosiasi pertanian

3) Meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait

dan stakeholder

4) Peningkatan Sumber Daya Manusia Pertanian

5) Peningkatan pos simpul kordinasi

Program

Peningkatan

Kesejahteraan

Petani

2.2 PERJANJIAN KINERJA

Perjanjian Kinerja ditetapkan berdasarkan rencana kinerja tahunan yang mengacu

pada rencana kerja Dinas Pertanian. Rencana kerja tersebut merupakan penjabaran dari

Renstra Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara 2013-2018. Sesuai dengan Rencana

Kerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara tahun 2015 telah ditetapkan berbagai

kebijakan, program dan kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok

dan fungsi organisasi berdasarkan tujuan dan sasarannya.

Pada tahun 2015, Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara telah menetapkan

kembali rencana kinerja tahunan sebagai penetapan kinerja tahun ke 2 (dua). Penetapan

kinerja tersebut memuat Sasaran Strategis, Indikator dan Target Dinas Pertanian

Provinsi Sumatera Utara yang mengacu pada tujuan dan sasaran dalam Renstra

Kementerian. Adapun penetapan kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara

tahun 2015 sebagaimana terdapat pada Tabel dibawah ini.

(17)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

14

TABEL 2.1

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2015

No.

Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Target

(1)

(2)

(3)

(4)

1

Meningkatnya Produksi,

Produktivitas, dan Mutu

Tanaman Pangan

Produksi (Ton) :

1. Padi (Ton)

3.794.985

2. Jagung (Ton pipilan kering)

1.672.076

3. Kedele (Ton)

15.051

Produktivitas (Ton/Ha) :

1. Padi (Ton/Ha)

5,03

2. Jagung (Ton/Ha)

5,73

3. Kedele (Ton/Ha)

1,07

2

Meningkatnya Produksi,

Produktivitas, dan Mutu

Tanaman Hortikultura

Hortikultura (Sayuran, Buah,

Tan.Obat, Tan.Hias) :

1. Sayuran (Ton/Ha)

14,28

2. Buah-buahan (Ton/Ha)

49,5

3.Tanaman Obat (Biofarmaka)

(Ton)

16.625

4.Tanaman Hias Bunga Potong

(Tangkai)

17.474.736

5.Tanaman Hias satuan produksi

(Pohon)

151.100

6. Melati (Kg)

27.716

Untuk mencapai Sasaran Strategis yang telah ditetapkan dalam Perjanjian

Kinerja dengan Indikator Kinerja dan Target seperti yang tercantum dalam tabel

Perjanjian Kinerja, maka Program dan Kegiatan yang dilaksanakan yaitu :

1. Program Peningkatan Produksi Tanaman Pangan; dengan melaksanakan

kegiatan antara lain Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT)

Padi, Jagung dan kedelai, TOT Pemandu SL-PTT Padi, Fasilitasi Pengembangan

dan Peningkatan Padi, Fasilitasi Pengembangan PTT Kacang Tanah, Fasilitasi

Benih Padi dan Kedelai kepada Penangkar Benih, Perbanyakan dan

Pengembangan Benih Padi Sawah, Jagung dan Kacang Tanah, Pengadaan Alat

Pengolahan Tanah, Gerakan Pengendalian OPT Tanaman Pangan/Spot Stop

Pengendalian OPT Tanaman Pertanian, Peningkatan Brigade Proteksi Tanaman

(BPT) di 4 wilayah Kerja, Pengembangan Pos Agens Hayati untuk mendukung

(18)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

15

Pertanian Organik, Sertifikasi Tanaman Padi, Palawija, Kacang-Kacangan dan

Umbi-Umbian, Pengawasan Peredaran Benih, Perbanyakan Benih Sumber

Tanaman Pangan.

2. Program Pengembangan Teknologi Pertanian; dengan melaksanakan

kegiatan antara lain Pengembangan Rumah Kompos dan Bantuan Peralatan,

Pengembangan Sistem of Rice Intensification (Metode SRI), Pengembangan

Optimasi Lahan, Pemberdayaan P3A Dalam Upaya Peningkatan Peningkatan

Pelayanan Air Irigasi, Rehabilitasi Jaringan Irigasi, Pengadaan Hand Traktor

Roda 2, Paket Teknologi Berimbang, Bantuan langsung Pupuk (BLP),

Pengadaan Pupuk Organik dan An Organik, Pengujian mutu alat mesin

pertanian, Modifikasi Alat Mesin Pertanian (alsintan).

3. Program Pengembangan Agribisnis; dengan melaksanakan kegiatan antara

lain Pengadaan Power Thresher, Corn Sheller, RMU, Pameran dan Promosi

Pemasaran Hasil Pertanian.

4. Program Peningkatan Produksi Produksi Tanaman Hortikultura; dengan

melaksanakan kegiatan antara lain Fasilitasi Pengembangan Kawasan Buah

Tanaman Buah Durian, Jeruk, Manggis dan Jambu Air Madu, Pengembangan

Kawasan Sayuran Bawang Merah, Cabe Merah, Fasilitasi Benih / Bibit

Komoditi Hortikultura di Provinsi Sumatera Utara, Pengembangan Penangkar

Benih Tanaman Hias Dengan Penerapan Teknologi Spesifik, Pengembangan

Tanaman Buah di Pekarangan, Fasilitasi Benih Kepada Petani Guna Mendukung

Peningkatan Produksi Hortikultura, Pengembangan dan Pemeliharaan Benih/

Bibit Hortikultura, Perbanyakan Benih Wortel, Ercis, Bawang Merah, Kentang,

Revitalisasi Pohon Induk, Koordinasi Pengawas Benih Tanaman (PBT).

(19)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

16

5. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani; dengan melaksanakan kegiatan

antara lain Pelatihan Teknis Agribisnis Padi, Jagung dan Kedelai Bagi Petani,

Kelompok Tani dan Petugas Pertanian, Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian

bagi Kelompok Tani Wanita, Pengembangan Desa Mitra, PIA dan LARIS,

Sinkronisasi, Koordinasi Program Kegiatan Pertanian, Publikasi dan

Pengembangan Data Statistik Pertanian Pengumpulan, Pengolahan dan

Pengujian Data Statistik Pertanian Bekerjasama dengan BPS Provinsi Sumatera

Utara, Pemberian Penghargaan Kepada Mantri Tani, Petugas Pelaporan

Kelompok Tani Terbaik, Koordinasi dan Penyusunan Pelaporan, Monitoring dan

Evaluasi SKPD Lingkup Pertanian Provinsi Sumatera Utara.

(20)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

17

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

3.1 CAPAIAN KINERJA

Dalam bab ini akan diuraikan pencapaian kinerja Dinas Pertanian Provinsi

Sumatera Utara Tahun 2015 sesuai dengan tujuan dan sasaran strategis yang telah

ditetapkan dalam Penetapan Kinerja Tahun 2015 sebagaimana yang telah dijelaskan

pada Bab II. Pencapaian kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

merupakan pencapaian atas target kinerja tahun kedua dari Renstra Pertanian Provinsi

Sumatera Utara Tahun 2013 -2018. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, Dinas

Pertanian Provinsi Sumatera Utara mempunyai tugas pokok melakukan koordinasi

penyusunan pelaksanaan kebijakan di bidang Pertanian. Dalam melaksanakan tugas

pokoknya, Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015 menetapkan tujuan

sasaran yang akan dicapai untuk tahun 2015, yaitu:

1. Mewujudkan Peningkatan Produktivitas Tanaman Pangan

2. Mewujudkan Peningkatan Produksi Hortikultura

3. Mewujudkan Peningkatan Nilai Tambah dan Daya Saing Produk Pertanian

serta Peningkatan Pemasaran Hasil Pertanian

4. Mewujudkan Penguatan Kelembagaan Perbenihan/Pembibitan Daerah dan

Kelembagaan Petani serta Mendorong Partisipasi Aktif Stakeholder Pertanian

5. Mewujudkan Ketersediaan Sarana dan Prasarana Pertanian

6. Mewujudkan Penerapan Good Govermenance

Sasaran Pembangunan Pertanian SKPD Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara

1. Meningkatnya Produktivitas Tanaman Pangan;

2. Meningkatnya Produksi sayuran, buah-buahan, tanaman hias dan tanaman

obat;

3. Meningkatnya Nilai Tambah dan Daya Saing Produk Pertanian;

4. Meningkatnya Pemasaran Hasil Pertanian;

5. Meningkatnya Ketersediaan Sarana dan Prasarana Produksi TPH;

6. Meningkatnya Sumber Daya Petani dan Aparatur Lingkup Pertanian serta

Partisipasi Stakeholder Pertanian;

(21)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

18

7. Meningkatnya Pengembangan Teknologi Pertanian;

8. Meningkatnya Kapasitas dan Kinerja Aparatur dalam Sistem Perencanaan,

Penganggaran dan Penataan Administrasi Pemerintahan dan Keuangan Dinas

Pertanian.

Tujuan dan sasaran tersebut merupakan gambaran keberhasilan atas pencapaian

kinerja Dinas Pertanian sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dalam menghasilkan

program dan kegiatan. Dari tujuan dan sasaran telah ditetapkan target kinerja sesuai

dengan indikator kinerja masing-masing sasaran strategis. Adapun hasil pencapaian

target kinerja masing-masing sasaran strategis Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara

untuk tahun 2015 adalah pada Tabel 3.1.

Setiap akhir Tahun Anggaran dan berakhirnya kegiatan, instansi harus melakukan

Pengukuran Kinerja untuk mengetahui pencapaian target kinerja yang ditetapkan dalam

dokumen Penetapan Kinerja. Pengukuran pencapaian target kinerja dilakukan dengan

membandingkan antara target kinerja dan realisasi kinerja dengan menggunakan Format

Pengukuran Kinerja yang ditetapkan dalam Permen-PAN dan RB No. 53 Tahun 2014.

3.2

PENGUMPULAN DATA KINERJA

Untuk mendapatkan data kinerja pertanian berupa produksi dan produktivitas

tanaman pangan (padi, jagung dan kedelai) serta hortikultura (sayuran, buah-buahan,

biofarmaka dan tanaman hias) dengan berkoordinasi antara instansi terkait seperti BPS,

Kementerian Pertanian, Pusat Data dan Informasi Pertanian baik di tingkat pusat,

provinsi maupun kecamatan.

Pengelolaan Statistik di tingkat pusat dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS)

bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Hortikultura serta Pusat

Data dan Informasi Pertanian (PUSDATIN Pertanian) Kementerian Pertanian. Pada

tingkat propinsi dilaksanakan oleh BPS Propinsi dan Dinas Pertanian (Diperta) Propinsi,

sedangkan di tingkat kabupaten oleh BPS Kabupaten/Kota dan Dinas Pertanian

Kabupaten/Kota melalui petugas pengumpul data di kecamatan yaitu KCD/Mantri

Tani/PPL. Pengelolaan statistik Pertanian ini terdiri dari beberapa tahapan, antara lain;

(22)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

19

pengumpulan data, pelaporan, pengolahan, analisis sampai dengan penyajian data.

Dalam pengisian dan arus pelaporan dilakukan dengan melibatkan berbagai institusi

mengacu pada hirarki dan tanggung jawab instansi terkait.

Struktur organisasi pengelolaan data pertanian di tingkat kecamatan adalah

KCD/Mantri Tani/PPL, di tingkat Kabupaten terdiri atas Dinas Pertanian

Kabupaten/Kota dan BPS Kabupaten/Kota, di tingkat Propinsi terdiri atas Dinas

Pertanian Propinsi dan BPS Propinsi sedangkan di tingkat Pusat terdiri dari Direktorat

Jenderal, PUSDATIN Pertanian dan BPS.

Setiap institusi yang terkait dengan organisasi pengelolaan data tanaman

panagan dan hortikultura ini punya tugas dan tangung jawab sebagai berikut;

1. KCD/Mantri Tani/Petugas Pengumpul Data mengumpulkan data dari lapangan (di

tingkat kecamatan), dan menyampaikan hasil dari pengumpulan data ke Dinas

Pertanian (Diperta) Kabupaten/Kota.

2. Dinas Pertanian Kabupaten/Kota memeriksa kelengkapan data dan kebenaran isian

laporan kemudian membuat rekapitulasi SPH menjadi RKSPH. Dokumen RKSPH

dikoordinasikan dengan BPS Kabupaten/Kota, kemudian RKSPH dikirim ke

Diperta Propinsi.

3. BPS Kabupaten/Kota memeriksa kelengkapan data dan melakukan validasi isian

Daftar SPH, memasukkan data (data entry) dengan menggunakan Program

Komputer yang tersedia, kemudian mengirimkan hasilnya ke BPS Propinsi.

4. Dinas Pertanian Propinsi memeriksa kelengkapan data dan melakukan validasi isian

laporan RKSPH dan membuat rekapitulasi RKSPH menjadi RPSPH. Hasil RPSPH

tersebut dikoordinasikan/disinkronkan dengan BPS Propinsi, kemudian RPSPH

hasil koordinasi yang telah dilegalisasi oleh masing-masing instansi untuk

kepentingan penyusunan Angka Sementara (ASEM) dan Angka Tetap (ATAP)

tahunan.

5. BPS, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Hortikultura dan PUSDATIN

Pertanian, saling berkoordinasi untuk melakukan kompilasi dan validasi data

tanaman pangan dan hortikultura di tingkat pusat untuk menghasilkan data

nasional.

(23)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

20

3.3

PENGUKURAN DATA KINERJA

Kriteria ukuran keberhasilan pencapaian sasaran ditetapkan berdasarkan

penilaian pengkategorian peringkat (rating) sebagai berikut:

No.

Predikat

Nilai Absolut

Interpretasi

Karakteristik Instansi

1

AA

>85-100

Memuaskan

Memimpin perubahan, berbudaya

kinerja, berkinerja tinggi dan sangat

akuntabel.

2

A

>75-85

Sangat baik

Akuntabel, berkinerja baik, memiliki

manajemen kinerja yang andal.

3

B

>65-75

Baik dan perlu

sedikit

perbaikan

Akuntabilitas kinerjanya sudah baik,

memiliki

sistem

yang

dapat

digunakan untuk manajemen kinerja

dan perlu sedikit perbaikan.

4

CC

>50-65

Cukup

baik

(memadai)

Perlu banyak

perbaikan yang

tidak mendasar

Akuntabilitas kinerjanya cukup baik,

taat kebijakan, memiliki sistem yang

dapat digunakan untuk memproduksi

informasi

kinerja

untuk

pertanggungjawaban, perlu beberapa

perbaikan tidak mendasar.

5

C

>30-50

Agak kurang,

perlu

banyak

perbaikan,

termasuk

perubahan

yang mendasar

Sistem dan tatanan kurang dapat

diandalkan, memiliki sistem untuk

manajemen kinerja tapi perlu banyak

perbaikan minor dan perbaikan yang

mendasar

6

D

0-30

Kurang, perlu

banyak sekali

perbaikan dan

perubahan

yang sangat

Sistem dan tatanan tidak dapat

diandalkan

untuk

manajemen

kinerja, perlu banyak perbaikan,

sebagian perubahan yang sangat

mendasar.

1. Membandingkan Antara Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2015

Pencapaian sasaran strategis Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara

ditentukan melalui capaian indikator kinerja utama. Pengukuran capaian

kinerja kegiatan utama dilakukan dengan cara membandingkan angka realisasi

kinerja dengan angka target kinerja dalam indikator kinerja utama pada

Penetapan Kinerja. Capaian kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara

sebagaimana tabel berikut:

(24)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

21

TABEL 3.1

CAPAIAN KINERJA TAHUN 2015

No.

Sasaran

Strategis

Indikator

Kinerja

Target

Realisasi

Capaian (%)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1

Meningkatnya

Produksi,

Produktivitas,

dan Mutu

Tanaman

Pangan

Produksi

(Ton)

1. Padi (Ton)

3.794.985

4.044.829*

106,58

Memuaskan

2. Jagung

(Ton pipilan

kering)

1.672.076

1.519.407*

90,87

Memuaskan

3. Kedele

(Ton)

15.051

6.549*

43,51

Agak

Kurang

Produktivitas

(Ton/Ha)

1. Padi

(Ton/Ha)

5,03

5,17*

102,78

Memuaskan

2. Jagung

(Ton/Ha)

5,73

6,23

*

108,73

Memuaskan

3. Kedele

(Ton/Ha)

1,07

1,24

*

115,89

Memuaskan

Predikat : AA dengan Nilai Interpretasi 94,76 (Memuaskan)

Ket : * Data ASEM 2015 BPS Provsu

No.

Sasaran

Strategis

Indikator

Kinerja

Target

Realisasi

Capaian (%)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

2

Meningkatnya

Produksi,

Produktivitas,

dan Mutu

Tanaman

Hortikultura

Hortikultura

(Sayuran,

Buah,

Tan.Obat,

Tan.Hias)

1. Sayuran

(Ton/Ha)

14,28

15,55

**

108,89

Memuaskan

2.

Buah-buahan

(Ton/Ha)

49,5

38,66

**

78,10

Sangat baik

3.Tanaman

Obat

(Biofarmaka)

(Ton)

16.625

14.720

**

88,54

Memuaskan

4.Tanaman

Hias Bunga

Potong

(Tangkai)

17.474.736

5.338.517

**

30,55

Agak

kurang

(25)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

22

5.Tanaman

Hias satuan

produksi

(Pohon)

151.100

47.435

**

31,39

Agak

kurang

6. Melati

(Kg)

27.716

394.923

**

1.424,89 Memuaskan

Predikat : AA dengan Nilai Interpretasi 293,73 (Memuaskan)

Ket : ** Data Diolah Dinas Pertanian Provsu per 1 Februari 2016

Dari Tabel diatas hampir secara keseluruhan sasaran yang dicapai sesuai

dengan indikator kinerja yang telah ditetapkan Tahun 2015 oleh Dinas

Pertanian menunjukkan pencapaian kinerja yang sudah baik. Namun ada

beberapa indikator yang belum tercapai secara optimal, yaitu berkaitan dengan

Produksi Tanaman Hias. Menurunnya produksi tanaman hias disebabkan

Kabupaten Karo yang paling banyak memproduksi tanaman hias mengalami

erupsi gunung berapi yaitu gunung sinabung yang menyebabkan banyak lahan

yang mengalami kerusakan dan tidak dapat ditanami.

2. Membandingkan Antara Realisasi Kinerja serta Capaian Kinerja Tahun

2015 dengan Tahun 2014 dan 2013

TABEL 3.2

PERBANDINGAN REALISASI KINERJA KOMODITI PADI

Ket : * Data ASEM 2015 BPS Provsu

URAIAN

TAHUN

% tase

(ATAP

2014-ASEM 2015)

2013

ATAP 2014

ASEM 2015

Luas Panen (Ha)

742.968

717.318

781.769*

8,98

Produktivitas (Ton/Ha)

5,02

5,06

5,18

2,37

(26)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

23

GRAFIK 3.1

PERBANDINGAN REALISASI KINERJA KOMODITI PADI

Dari Tabel diatas menunjukkan bahwa terjadi peningkatan produksi Padi

sebesar 413.790 ton atau 11,40 % bila di bandingkan dengan produksi Padi

yang dicapai pada tahun 2014. Jika dibandingkan dengan target produksi Padi

tahun 2015 sebesar 3.794.985 ton maka produksi Padi juga mengalami

peningkatan sebesar 249.844 ton atau mengalami kenaikan sebesar 6,58 %.

Berdasarkan data tersebut, peran Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara

telah menunjukkan kinerja yang baik dan berhasil mendukung pemerintah

pusat dalam rangka percepatan swasmdada pangan khususnya padi (beras).

TABEL 3.3

PERBANDINGAN REALISASI KINERJA KOMODITI JAGUNG

Ket : * Data ASEM 2015 BPS Provsu

URAIAN

TAHUN

% tase (ATAP

2014-ASEM

2015)

2013

ATAP 2014

ASEM 2015

Luas Panen (Ha)

211.750

200.603

243.770*

21,52

Produktivitas (Kw/Ha)

55,87

57,82

62,33*

7,80

(27)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

24

GRAFIK 3.2

PERBANDINGAN REALISASI KINERJA KOMODITI JAGUNG

Dari Tabel diatas menunjukkan bahwa terjadi peningkatan produksi

Jagung sebesar 359.612 ton atau 31,01 % bila di bandingkan dengan produksi

Jagung yang dicapai pada tahun 2014. Jika dibandingkan dengan target

produksi Jagung tahun 2015 sebesar 1.672.076 ton dan realisasi produksi

Jagung sebesar 1.519.407 ton maka produksi Jagung mengalami penurunan

sebesar 152.669 ton atau mengalami penurunan sebesar 9,13 %.

TABEL 3.4

PERBANDINGAN REALISASI KINERJA KOMODITI KEDELE

Ket : * Data ASEM 2015 BPS Provsu

URAIAN

2013

ATAP 2014

TAHUN

ASEM 2015

% tase (ATAP 2014-

ASEM 2015)

Luas Panen (Ha)

3.126

5.024

5.303*

5,55

Produktivitas

(Kw/Ha)

10,33

11,36

12,35*

8,71

Produksi (Ton)

(28)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

25

GRAFIK 3.3

PERBANDINGAN REALISASI KINERJA KOMODITI KEDELE

Dari Tabel diatas menunjukkan bahwa terjadi peningkatan produksi

Kedelai sebesar 844 ton atau 14,79 % bila di bandingkan dengan produksi

Kedelai yang dicapai pada tahun 2014. Jika dibandingkan dengan target

produksi Kedelai tahun 2015 sebesar 15.051 ton dan realisasi produksi

Kedelai sebesar 6.549 ton maka produksi Kedelai yang tidak tercapai sebesar

8.502 ton atau sebesar 56,49 % . Produksi Tanaman Kedelai tidak tercapai

sesuai target di tahun 2015 disebabkan kurangnya minat petani menanam

Kedelai yang dikarenakan harga jual Kedelai yang sangat rendah. Selain itu

umumnya petani menanam Kedelai di lahan sawah, sementara lahan sawah

saat ini terus-menerus ditanamami padi untuk mendukung program

pemerintah dalam rangka percepatan tanaman padi guna mendukung

swasembada pangan.

(29)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

26

Tabel 3.5

PERBANDINGAN REALISASI KINERJA KOMODITI SAYURAN

Ket : ** Data Diolah Dinas Pertanian Provsu per 1 Februari 2016

GRAFIK 3.4

PERBANDINGAN REALISASI KINERJA KOMODITI SAYURAN

Dari Tabel 3.5 diatas menunjukkan bahwa terjadi peningkatan

produktivitas Sayuran sebesar 1,93 ton/ha atau 14,17 % bila di bandingkan

dengan produktivitas Sayuran yang dicapai pada tahun 2014. Jika

dibandingkan dengan target Produktivitas Sayuran tahun 2015 sebesar 14,28

ton/ha dan realisasi produktivitas Sayuran sebesar 15,55 ton/ha maka

produktivitas Sayuran juga mengalami peningkatan sebesar 1,27 ton/ha atau

sebesar 8,89%.

URAIAN

TAHUN

% tase (ATAP

2014-ASEM

2015)

2013

ATAP 2014 TARGET 2015

ASEM 2015

(30)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

27

Tabel 3.6

PERBANDINGAN REALISASI KINERJA KOMODITI BUAH-BUAHAN

Ket : ** Data Diolah Dinas Pertanian Provsu per 1 Februari 2016

GRAFIK 3.5

PERBANDINGAN REALISASI KINERJA KOMODITI BUAH-BUAHAN

Dari Tabel 3.6 diatas menunjukkan bahwa terjadi penurunan

produktivitas Buah-buahan sebesar 16,26 ton/ha atau 29,61 % bila di

bandingkan dengan produktivitas Buah-buahan yang dicapai pada tahun 2014.

Jika dibandingkan dengan target produktivitas Buah-buahan tahun 2015

sebesar 49,5 ton/ha dan realisasi produktivitas Buah-buahan sebesar 38,66

ton/ha maka produktivitas tidak mencapai target atau mengalami penurunan

target sebesar 10,84 ton/ha atau 21,90 % .

URAIAN

TAHUN

% tase (ATAP

2014-ASEM

2015)

2013

ATAP 2014 TARGET 2015

ASEM 2015

(31)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

28

Tabel 3.7

PERBANDINGAN REALISASI KINERJA KOMODITI TANAMAN

OBAT (BIOFARMAKA)

Ket : ** Data Diolah Dinas Pertanian Provsu per 1 Februari 2016

GRAFIK 3.6

PERBANDINGAN REALISASI KINERJA KOMODITI TANAMAN

OBAT (BIOFARMAKA)

Dari Tabel 3.7 diatas menunjukkan bahwa terjadi penurunan produksi

Tanaman Obat (Biofarmaka) sebesar 7.662,73 ton atau 34,23 % bila di

bandingkan dengan produksi Tanaman Obat (Biofarmaka) yang dicapai pada

tahun 2014. Jika dibandingkan dengan target produksi Tanaman Obat

(Biofarmaka) tahun 2015 sebesar 16.625 ton dan realisasi produksi Tanaman

Obat (Biofarmaka) sebesar 14.720 ton maka produksi tidak mencapai target

atau mengalami kekurangan target sebesar 1.905 ton atau 11,46 % .

URAIAN

TAHUN

% tase (ATAP

2014-ASEM

2015)

2013

ATAP 2014

TARGET 2015

ASEM 2015

(32)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

29

Tabel 3.8

PERBANDINGAN REALISASI KINERJA KOMODITI TANAMAN

HIAS BUNGA POTONG

Ket : ** Data Diolah Dinas Pertanian Provsu per 1 Februari 2016

GRAFIK 3.7

PERBANDINGAN REALISASI KINERJA KOMODITI TANAMAN

HIAS BUNGA POTONG

Dari Tabel 3.8 diatas menunjukkan bahwa terjadi penurunan produksi

Tanaman Hias Bunga Potong sebesar 128.867 tangkai atau 2,36 % bila di

bandingkan dengan produksi Tanaman Hias Bunga Potong yang dicapai pada

tahun 2014. Jika dibandingkan dengan target produksi Tanaman Hias Bunga

Potong tahun 2015 sebesar 17.474.736 tangkai dan realisasi produksi

Tanaman Hias Bunga Potong sebesar 5.338.517 tangkai maka produksi tidak

mencapai target atau mengalami kekurangan target sebesar 12.136.219 tangkai

atau 69,45 % .

URAIAN

TAHUN

% tase (ATAP

2014-ASEM

2015)

2013

ATAP 2014

TARGET

2015

ASEM

2015

Produksi (Tangkai)

5.795.169,00 5.467.384,00

17.474.736

5.338.517**

(2,36)

(33)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

30

Tabel 3.9

PERBANDINGAN REALISASI KINERJA KOMODITI TANAMAN HIAS

Ket : ** Data Diolah Dinas Pertanian Provsu per 1 Februari 2016

GRAFIK 3.8

PERBANDINGAN REALISASI KINERJA KOMODITI TANAMAN HIAS

Dari Tabel 3.9 diatas menunjukkan bahwa terjadi penurunan produksi

Tanaman Hias sebesar 111.768 pohon atau 70,20% bila di bandingkan dengan

produksi Tanaman Hias Bunga yang dicapai pada tahun 2014. Jika

dibandingkan dengan target produksi Tanaman Hias tahun 2015 sebesar

151.100 pohon dan realisasi produksi Tanaman Hias sebesar 47.435 pohon

maka produksi tidak mencapai target atau mengalami kekurangan target

sebesar 103.665 pohon atau 68,61 % .

Tabel 3.10

PERBANDINGAN REALISASI KINERJA KOMODITI MELATI

Ket : ** Data Diolah Dinas Pertanian Provsu per 1 Februari 2016

URAIAN

TAHUN

% tase (ATAP

2014-ASEM

2015)

2013

ATAP 2014

TARGET

2015

ASEM

2015

Produksi (Pohon)

168.734

159.203

151.100

47.435**

(70,20)

URAIAN

TAHUN

% tase (ATAP

2014-ASEM

2015)

2013

ATAP 2014

TARGET 2015

ASEM 2015

(34)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

31

GRAFIK 3.9

PERBANDINGAN REALISASI KINERJA KOMODITI MELATI

Dari Tabel 3.10 diatas menunjukkan bahwa terjadi peningkatan produksi

Melati sebesar 321.980 Kg atau 441,41 % bila di bandingkan dengan produksi

Tanaman Melati yang dicapai pada tahun 2014. Jika dibandingkan dengan

target produksi Melati tahun 2015 sebesar 27.716 kg dan realisasi produksi

Melati sebesar 394.923 Kg maka terjadi peningkatan produksi yang sangat

tinggi yaitu sebesar 367.207 Kg atau 1.324,89 % .

Dari data hasil Produksi dan Produktivitas Tanaman Pangan dan

Hortikultura dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan sasaran yang

dicapai sesuai dan bahkan melebihi dari indaktor kinerja yang telah

ditetapkan Tahun 2015 oleh Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara, hal ini

menunjukkan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara telah menunjukkan

kinerja yang baik dan Provinsi Sumatera Utara menjadi salah satu provinsi

yang mencapai swasembada pangan (padi) di tahun 2015.

(35)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

32

3. Membandingkan Realisasi Kinerja sampai dengan Tahun 2015 dengan

Target Jangka Menengah yang terdapat dalam Dokumen Perencanaan

Strategis Organisasi

Tabel 3.11

Perbandingan Realisasi Kinerja Sampai Dengan Tahun 2015

dengan Target RPJMD 2013 – 2018

2014

2015

2014

2015

2014

2015

6.1.

Pertanian

Produksi padi atau

bahan pangan utama

lokal lainnya

1. Padi (ton GKG)

3.771.545 3.794.985 3.631.039 4.044.829

96%

107%

>

2. Jagung (ton pipilan

kering)

1.529.636 1.672.076 1.159.795 1.519.407

76%

91%

<

3. Kedele (ton)

14.131 15.051 5.705 6.549

40%

44%

<

Produktivitas padi

atau bahan pangan

utama lokal lainnya

per hektar

1. Padi (ton/Ha)

4,99

5,03 5,06 5,17

101%

103%

>

2. Jagung (ton/Ha)

5,65

5,73

5,78

6,23

102%

109%

>

3. Kedele (ton/ha)

1,05

1,07

1,14

1,24

108%

115%

>

4. Hortikultura (Sayur,

Buah, Tan. Obat,

Tan. Hias) utama

lokal lainnya

meningkat

1. Sayuran (ton/ha)

14,21 14,28

13,62

15,55

96%

109%

>

2. Buah-buahan

(ton/ha)

49,25 49,50

54,92

38,66

112%

78%

<

3. Tanaman Obat

(Biofarmaka) (ton)

16.299

16.625

22382,73

14720

137%

89%

<

4. Tanaman Hias

bunga potong

(tangkai)

17.132.094

17.474.736

5467384

5338517

32%

31%

<

5. Tanaman Hias

satuan produksi

pohon (pohon)

148.137

151.100

159203

47435

107%

31%

<

6. Melati (kg)

27.172

27.716

72943

394923

268%

1425%

>

Ket

VI

Fokus Urusan

Pilihan

Realisasi

Target dalam RPJMD 2013 -

2018

%

(36)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

33

Dari tabel dapat diketahui bahwa untuk tahun 2014 realisasi yang

melebihi pencapaian target adalah produktivitas padi, jagung dan kedelai,

produktivitas buah-buahan, tanaman obat dan tanaman hias satuan produksi

pohon dan melati.

Sedangkan untuk tahun 2015 realisasi yang melebihi pencapaian target

adalah produktivitas padi, jagung dan kedelai, produksi padi, produktivitas

sayuran dan tanaman hias khususnya melati.

4. Analisis Penyebab Keberhasilan/Kegagalan atau Peningkatan/Penurunan

Kinerja serta Alternative Solusi yang telah Dilakukan

Peran Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara telah menunjukkan

kinerja yang baik dan berhasil mendukung pemerintah pusat dalam rangka

percepatan swasembada pangan khususnya padi (beras). Hal ini tidak terlepas

dari kerja keras dan koordinasi antara instansi terkait seperti Dinas Pertanian,

BPS, BPTP, TNI, Bulog baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

Produksi tanaman kedelai tidak tercapai sesuai target di tahun 2015

disebabkan kurangnya minat petani menanam kedelai yang dikarenakan harga

jual kedelai yang sangat rendah. Selain itu umumnya petani menanam kedelai

di lahan sawah, sementara lahan sawah saat ini terus-menerus ditanami padi

untuk mendukung program pemerintah dalam rangka percepatan tanaman padi

guna mendukung swasembada pangan.

Hampir secara keseluruhan sasaran yang dicapai sesuai dengan indikator

kinerja yang telah ditetapkan Tahun 2015 oleh Dinas Pertanian menunjukkan

pencapaian kinerja yang sudah baik. Namun ada beberapa indikator yang

belum tercapai secara optimal, yaitu berkaitan dengan produksi tanaman hias.

Menurunnya produksi tanaman hias disebabkan Kabupaten Karo yang paling

banyak memproduksi tanaman hias mengalami erupsi gunung berapi yaitu

Gunung Sinabung yang menyebabkan banyak lahan yang mengalami

kerusakan dan tidak dapat ditanami.

(37)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

34

Alternative Solusi yang telah dilakukan antara :

1. Relokasi penduduk di sekitar daerah Gunung Sinabung ke daerah lain

sehingga penduduk daat melakukan kegiatan budidaya pertanian

2. Pembangunan atau Perbaikan Jaringan Irigasi Tersier

3. Pemberian bantuan sarana dan prasarana pertanian ( benih, pupuk

traktor, dan alsintan

lainnya yang mendukung persiapan, panen dan

pasca panen termasuk kepastian pemasarannya)

4. Percepatan Optimasi Lahan

5. Kegiatan Gerakan Penerapan-Pengelolaan Tanaman Terpadu

(GP-PTT) Padi, Jagung dan Kedelai, Perluasan Areal Tanam (PAT)

5. Analisis Program/Kegiatan yang Menunjang Keberhasilan ataupun

Kegagalan Pencapaian Pernyataan Kinerja

Program/Kegiatan yang Menunjang Keberhasilan ataupun Kegagalan

Pencapaian Pernyataan Kinerja :

1. Untuk kegiatan yang berkaitan dengan pencapaian kinerja produksi

dan produktivitas padi yang tercapai karena besarnya dukungan

anggaran maupun dari petugas baik dari Dinas Pertanian, BPS,

Bakoorluh baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota dan TNI.

2. Sarana Produksi Pertanian seperti benih padi, jagung dan kedelai

masih belum tepat waktu sehingga mempengaruhi waktu tanam.

3. Harga jual hasil pertanian padi, jagung dan kedelai masih rendah

sehingga tidak menutupi biaya produksi petani.

4. Untuk kegiatan yang berkaitan dengan pencapaian kinerja produksi

dan produktivitas jagung yang tidak tercapai disebabkan karena di

Labuhan Batu 160 Ha terjadi Fuso dan 10 Ha dipanen muda karena

banjir, sedangkan di Serdang Bedagai terjadi kemarau di awal fase

vegetatif.

5. Untuk kegiatan yang berkaitan dengan pencapaian kinerja produksi

dan produktivitas kedelai yang tidak tercapai disebabkan karena di

Asahan terjadi musibah banjir.

(38)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

35

3.4 REALISASI ANGGARAN

Untuk mendukung pelaksanaan program dan kegiatan dalam pencapaian

indikator-indikator dalam sasaran strategis, Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara

memiliki anggaran yang tercantum dalam DPA Tahun 2015 sebanyak Rp

81.333.423.000,- yang terdiri dari 9 program dan 308 kegiatan. Dalam perjalanannya,

terdapat perubahan anggaran (DPPA Tahun 2015) sehingga anggaran di Dinas Pertanian

Provinsi Sumatera Utara menjadi sebesar Rp 68.182.219.509,- (9 program 274

kegiatan) dan telah terealisasi sebesar Rp 55.652.300.929,00

,- atau 81,62 %.

Dalam pelaporan capaian kinerja dan realisasi anggaran dilakukan dalam

periode triwulan, dengan melaksanakan asistensi dengan instansi terkait yaitu Biro

Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara dan Badan

Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sumatera Utara Bidang Pengendalian

Evaluasi dan Statistik. Adapun Realisasi Anggaran Tahun 2015 dapat dilihat secara

jelas dalam lampiran 1.

(39)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

36

BAB IV

PENUTUP

Laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera UtaraTahun

2015 diharapkan dapat memberikan gambaran tentang berbagai capaian kinerja sesuai

dengan Penetapan Kinerja Tahun 2015, sekaligus merupakan wujud transparansi dan

akuntabilitas dalam melaksanakan tugas dan bahan pengambilan keputusan dalam

perencanaan tahun berikutnya. Laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas Pertanian Provinsi

Sumatera Utara digunakan untuk mengukur keberhasilan atau kegagalan dari pelaksanaan

program dan kegiatan tahun 2015 sesuai dengan Rencana Strategis 2013-2018 dalam

mewujudkan Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Strategis. Dari hasil capaian indikator kinerja

tahun 2015 tersebut dapat diketahui bahwa pada dasarnya pelaksanaan program dan

kegiatan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara sudah cukup baik sesuai dengan target

yang telah ditetapkan, walaupun terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan program

dan kegiatan tersebut.

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara

sesuai dengan dokumen Penetapan Kinerja tahun 2015, yang dapat dijabarkan sebagai

berikut :

1. Capaian Program Peningkatan Produksi, Produktivitas, dan Mutu Tanaman Pangan

melalui (a) Program Peningkatan Produksi Tanaman Pangan sebanyak 55 kegiatan,

(b) Program Pengembangan Teknologi Pertanian sebanyak sebanyak 50 kegiatan ,

(c) Program Peningkatan Kesejahteraan Petani sebanyak 24 kegiatan, (d) Program

Pengembangan Agribisnis sebanyak 4 kegiatan, dengan capaian produksi Padi

sebesar 4.044.829 ton dan produktivitasnya sebesar 5,17 ton/ha, Produksi Jagung

sebesar 1.519.407 ton dan produktivitasnya sebesar 6,23 ton/ha, Produksi Kedelai

sebesar 6.549 ton dan produktivitasnya sebesar 1,24 ton/ha

.

2. Capaian Program Peningkatan Produksi, Produktivitas, dan Mutu Tanaman

Hortikultura melalui (a) Program Peningkatan Produksi Tanaman Hortikultura

sebanyak 47 kegiatan, (b) Program Pengembangan Agribisnis sebanyak 8 kegiatan

dengan capaian produktivitas Sayuran sebesar 15,55 ton/ha, Buah-buahan sebesar

38,66 ton/ha, Tanaman Obat sebesar 14.720 ton, Tanaman Hias Bunga potong

(40)

Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015

37

sebesar 5.338.517 tangkai, Tanaman Hias sebesar 47.435 pohon dan Melati sebesar

394.923 Kg .

Pencapaian sasaran strategis Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara tahun 2015

yang ditetapkan dalam dokumen penetapan kinerja dapat dikategorikan berhasil, namun

masih ditemui kendala/hambatan meliputi aspek administrasi dan teknis pelaksanaan di

lapangan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut ditempuh berbagai upaya antara lain

dengan meningkatkan pembinaan untuk pelaksanaan kegiatan teknis sesuai pedoman yang

ditentukan,

melakukan

koordinasi

dan

monitoring

kegiatan

secara

intensif,

mengoptimalkan sistem pengendalian untuk dapat mengidentifikasi permasalahan dan

solusinya sejak dini dan memperbaiki sistem pelaksanaan kegiatan mulai dari perencanaan,

pelaksanaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan.

Demikian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah SKPD Dinas Pertanian Provinsi

Sumatera Utara Tahun 2015 ini dilaporkan untuk dapat dipergunakan sebagaimana

mestinya.

Gambar

Tabel 1.1 Gambar Struktur Organisasi Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara  KEPALA  DINAS  KELOMPOK  JAFUNG  1
Grafik 1. Pegawai Negeri Sipil Menurut Jenis Kelamin  Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara

Referensi

Dokumen terkait

Produktivitas Serta Mutu Produksi Pertanian/ Perkebunan Produktivitas Tanaman Pangan dan Hortikultura Produktivitas, Luas Tanam dan Produksi Pertanian/ Perkebunan

(1) Seksi Produksi, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan dan Hortikultura dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan

Capaian kinerja Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Sinjai dengan indikator kinerja meningkatnya produksi tanaman pangan dan

pada Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Sumatera utara ”. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Maka dari itu kegiatan-kegiatan pengembangan perbenihan baik tanaman pangan maupun hortikultura dilaksanakan dengan penanganan secara terpadu dan berkesinambungan mulai dari hulu

Data pokok tanaman pangan yang dikumpulkan adalah luas panen dan produktivitas (hasil per hektar).. Produksi tanaman pangan merupakan hasil perkalian antara luas

DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI JAWA TENGAH... SASARAN LUAS TANAM DAN LUAS PANEN

hasil, pengendalianorganisme pengganggu tanaman. DinasPertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan dalam menjalankan tugas dan fungsinya