LAPORAN KINERJA
TAHUN 2015
PEMERINTAH PROPINSI SUMATERA UTARA
DINAS PERTANIAN
Jl.Jend.AH Nasution No.6 Pangkalan Masyur Medan
Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
IKHTISAR EKSEKUTIF ... iii
BAB I. PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Maksud dan Tujuan ... 3
1.3. Tugas Pokok dan Fungsi ... 4
1.4. Struktur Organisasi ... 5
1.5 Sumber Daya Manusia... 7
1.6 Sumber Pendanaan ... 8
BAB II. Perencanaan Kinerja ... 10
2.1. Perencanaan Strategis ... 10
2.2 Perjanjian Kinerja ... 13
BAB III. Akuntabilitas Kinerja ... 17
3.1. Capaian Kinerja ... 17
3.2. Pengumpulan Data Kinerja ... 18
3.3. Pengukuran Data Kinerja ... 20
3.4. Realisasi Anggaran ... 35
BAB IV. Penutup ... 36
Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015
1
BAB I
P e n d a h u l u a n
1.1.
Latar Belakang
Sesuai dengan tugas dan fungsinya, Dinas Pertanian telah menetapkan berbagai
kebijakan, program dan kegiatan sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) Dinas
Pertanian periode 2013-2018. Kebijakan, program dan kegiatan tersebut telah
dijabarkan setiap tahun menjadi dokumen Rencana Kerja (Renja), Rencana Kegiatan
dan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) sebagai pedoman
dalam penetapan Kinerja (PK) Tahunan, baik di tingkat SKPD (Kepala Dinas), unit
organisasi (Eselon 3) dan satuan kerja (Eselon 4). Tahun 2015 merupakan tahun ketiga
penjabaran Renstra Dinas Pertanian periode 2013-2018.
Peran strategis sektor pertanian tersebut digambarkan dalam kontribusi sektor
pertanian dalam penyedia bahan pangan dan bahan baku industri, penyumbang PDB,
penghasil devisa negara, penyerap tenaga kerja, sumber utama pendapatan rumah
tangga perdesaan, penyedia bahan pakan dan bioenergi, serta berperan dalam upaya
penurunan emisi gas rumah kaca. Upaya mencapai target sukses pembangunan
pertanian pada RPJMN tahap-2 (2010-2014) yang meliputi (1) peningkatan
swasembada berkelanjutan padi dan jagung dan swasembada kedelai, gula dan daging
sapi, (2) peningkatan diversifikasi pangan, (3) peningkatan nilai tambah, daya saing dan
ekspor, dan (4) peningkatan kesejahteraan petani melalui strategi yang dikemas dalam 7
Gema Revitalisasi yang meliputi (1) revitalisasi lahan, (2) revitalisasi perbenihan dan
perbibitan, (3) revitalisasi infrastruktur pertanian, (4) revitalisasi SDM petani, (5)
revitalisasi permodalan petani, (6) revitalisasi kelembagaan petani, dan (7) revitalisasi
teknologi dan industri hilir. Sampai saat ini telah banyak capaian yang diwujudkan
meskipun masih perlu ditingkatkan.
Sejalan dengan Strategi Induk Pembangunan Pertanian (SIPP) 2015-2045,
pembangunan sektor pertanian dalam lima tahun ke depan (2015-2019) akan mengacu
pada Paradigma Pertanian untuk Pembangunan (Agriculture for Development) yang
memposisikan sektor pertanian sebagai penggerak transformasi pembangunan yang
berimbang dan menyeluruh mencakup transformasi demografi, ekonomi, intersektoral,
Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015
2
spasial, institusional, dan tatakelola pembangunan. Paradigma tersebut memberikan
arah bahwa sektor pertanian mencakup berbagai kepentingan yang tidak saja untuk
memenuhi kepentingan penyediaan pangan bagi masyarakat tetapi juga kepentingan
yang luas dan multifungsi. Selain sebagai sektor utama yang menjadi tumpuan
ketahanan pangan, sektor pertanian memiliki fungsi strategis lainnya termasuk untuk
menyelesaikan persoalan-persoalan lingkungan dan sosial (kemiskinan, keadilan dan
lain-lain) serta fungsinya sebagai penyedia sarana wisata (agrowisata). Memposisikan
sektor pertanian dalam pembangunan nasional merupakan kunci utama keberhasilan
dalam mewujudkan Indonesia yang Bermartabat, Mandiri, Maju, Adil dan Makmur.
NAWA CITA atau agenda prioritas Kabinet Kerja mengarahkan pembangunan
pertanian ke depan untuk mewujudkan kedaulatan pangan, agar Indonesia sebagai
bangsa dapat mengatur dan memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya secara berdaulat.
Kedaulatan pangan diterjemahkan dalam bentuk kemampuan bangsa dalam hal: (1)
mencukupi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri, (2) mengatur kebijakan
pangan secara mandiri, serta (3) melindungi dan menyejahterakan petani sebagai pelaku
utama usaha pertanian pangan. Dengan kata lain, kedaulatan pangan harus dimulai dari
swasembada pangan yang secara bertahap diikuti dengan peningkatan nilai tambah
usaha pertanian secara luas untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Sasaran pembangunan pertanian ke depan perlu disesuaikan terkait dengan
cakupan pembangunan pertanian yang lebih luas dan skala yang lebih besar guna
mengungkit peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Dengan mencermati
hasil evaluasi selama periode lima tahun terakhir dan perubahan paradigma
sebagaimana tertuang dalam SIPP 2015-2045, maka sasaran strategis Kementerian
Pertanian tahun 2015-2019 adalah (1) Pencapaian swasembada padi, jagung dan kedelai
serta peningkatan produksi gula dan daging, (2) peningkatan diversifikasi pangan, (3)
peningkatan komoditas bernilai tambah dan berdaya saing dalam memenuhi pasar
ekspor dan substitusi impor, (4) penyediaan bahan baku bioindustri dan bioenergi, (5)
peningkatan pendapatan keluarga petani, serta (6) akuntabilitas kinerja aparatur
pemerintah yang baik.
Sejalan dengan kondisi tersebut diatas dan dalam rangka mewujudkan ” Good
Governance” maka Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara sesuai dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi
Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015
3
Pemerintah yang telah dituangkan dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor
29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan dalam
penyusunannya mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Men-PAN & RB) Nomor 53 Tahun 2014
tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu
Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Pada tahun 2015, Dinas Pertanian melaksanakan berbagai program dan kegiatan
strategis sesuai dengan tugas dan fungsinya, yaitu melakukan serangkaian kegiatan
dalam tugas-tugas yang dimulai dari koordinasi, pemantauan, evaluasi dan pelaksanaan
analisa, baik tingkat Provinsi maupun sektoral/lintas sektoral. Berdasarkan tugas
tersebut, Dinas Pertanian akan menjelaskan laporan akuntabilitas kinerja sesuai dengan
pencapaian tujuan dan sasaran organisasi serta target kinerja yang telah ditetapkan pada
tahun 2015.
Pertanggungjawaban kinerja Dinas Pertanian Tahun 2015 merupakan amanat
dari peraturan perundang-undangan yang mewajibkan setiap instansi pemerintah baik di
tingkat pusat dan daerah harus melaporkan pencapaian kineja atas kewenangan
utamanya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Proses
penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Pertanian Tahun 2015
disusun berdasarkan masukan dari laporan kinerja unit kerja eselon 3 dan 4 secara
berjenjang sesuai dengan tingkat pencapaian kinerjanya dan selanjutnya menjadi acuan
bagi penyusunan laporan akhir SKPD sebagai bentuk pertanggungjawaban Kepala
Dinas.
1.2.
Maksud dan Tujuan.
A.
Maksud
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) atau menurut
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Republik Indonesia (Men-PAN & RB) Nomor 53 Tahun 2014 yang saat ini disebut
dengan Laporan Kinerja ini merupakan media informasi pertanggungjawaban Dinas
Pertanian Provinsi Sumatera Utara yang menginformasikan tingkat keberhasilan atas
kebijakan, Program Kerja dan kegiatan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara
Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015
4
Tahun 2014 dalam mewujudkan Visi dan Misi yang telah ditetapkan dalam Rencana
Strategis (RENSTRA).
B.
Tujuan
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ini bertujuan untuk mengevaluasi
pencapaian kinerja serta memberhasilkan :
1. Peningkatan Akuntabilitas Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara.
2. Umpan Balik (Feed Back) guna Peningkatan Kinerja Dinas Pertanian
Provinsi Sumatera Utara di masa mendatang.
3. Meningkatkan kredibilitas terhadap para pemberi wewenang
4. Mengetahui tingkat keberhasilan dan kegagalan dalam melaksanakan tugas.
1.3.
Tugas Pokok dan Fungsi.
Berdasarkan Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 58 Tahun 2011
Tanggal 2 Agustus 2011 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Uraian Tugas Dinas
Pertanian Provinsi Sumatera Utara, Dinas mempunyai Tugas melaksanakan urusan
Pemerintahan Daerah/kewenangan Provinsi di bidang pembinaan tanaman pangan,
hortikultura, pengelolaan lahan, air sarana dan usaha tani, serta tugas pembantuan.
Untuk melaksanakan Tugas tersebut, Dinas menyelenggarakan fungsi :
a. Perumusan kebijakan teknis di bidang pembinaan tanaman pangan, hortikultura,
pengelolaan lahan, air , sarana dan usaha tani, bina usaha tani.
b. Penyelenggaraan urusan Pemerintahan dan pelayanan umum di bidang pembinaan
tanaman pangan, hortikultura, pengelolaan lahan air, sarana dan usaha tani.
c. Pelaksanaan pemberian perizinan di bidang Pertanian.
d. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pertanian.
e. Pelaksaan tugas pembantuaan di bidang Pertanian
f. Pelaksanaan pelayanan administrasi internal dan eksternal.
g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur, sesuai dengan tugas dan
fungsinya
Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015
5
1.4
Struktur Organisasi
Struktur Organisasi Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara terdiri dari :
1.
Sekretariat / Sekretaris
2.
Bidang Bina Tanaman Pangan
3.
Bidang Bina Hortikultura
4.
Bidang Pengelolaan Lahan, Air dan Sarana
5.
Bidang Bina Usaha Tani
6.
Unit Pelaksana Teknis Daerah terdiri dari :
a. 1 UPT Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura
b. 1 UPT Pengawasan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan
Hortikultura
c. 1 UPT Pelatihan dan Pengembangan SDM Pertanian
d. 1 UPT Mekanisasi Pertanian
e. 3 UPT Benih Induk Padi dan Palawija
f. 3 UPT Benih Induk Hortikultura
Laporan Kinerja Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015
6
Tabel 1.1 Gambar Struktur Organisasi Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara
KEPALA
DINAS
KELOMPOK
JAFUNG
1. Widyaiswara
2. POPT
3. PBT
4. PMHP 7
SEKRETARIATSUB BAGIAN UMUM SUB BAGIAN KEUANGAN SUB BAGIAN PROGRAM
BIDANG BINA TANAMAN PANGAN
SEKSI BUDIDAYASEREALIA
SEKSI BUDIDAYA KACANG – KACANGAN & UMBI UMBIAN
SEKSI FASILITASI BENIH DAN PAKET TEKNOLOGI
BIDANG BINA HORTIKULTURA
SEKSI BUDIDAYA SAYURAN & BIOFARMAKA
SEKSI BUDIDAYA BUAH-BUAHAN & TANAMAN HIAS
SEKSI FASILITASI BENIH & PAKET TEKNOLOGI
BIDANG PENGELOLAAN LAHAN, AIR & SARANA
SEKSI AIR DAN PENGKAJIAN IKLIM
SEKSI LAHAN DAN PERLUASAN AREAL
SEKSI SARANA PERTANIAN
BIDANG BINA USAHA TANI
SEKSI PENGOLAHAN HASIL DAN PASCA PANEN
SEKSI INFORMASI PASAR
SEKSI PROMOSI DAN KEMITRAAN
UPT
PELATIHAN & PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN
SUB BAG TU
FUNGSIONAL Widyaiswara
PERLINDUNGAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA SUB BAG TU
FUNGSIONAL POPT PMHP
BI HORTIKULTURA ARSE SIPIROK
SUB BAG TU
SEKSI PELAYANAN TEKNIS
SEKSI PRODUKSI BI TPH GABE HUTARAJA
SUB BAG TU
SEKSI PELAYANAN TEKNIS
SEKSI PRODUKSI BI PADI MURNI TJ.MORAWA
SUB BAG TU SEKSI PELAYANAN TEKNIS
SEKSI PRODUKSI BI PALAWIJA TJ.SELAMAT
SUB BAG TU
SEKSI PELAYANAN TEKNIS
SEKSI PRODUKSI BI HORTIKULTURA GD JOHOR
SUB BAG TU
SEKSI PELAYANAN TEKNIS
SEKSI PRODUKSI BI HORTIKULTURA KUTA GADUNG
SUB BAG TU
SEKSI PELAYANAN TEKNIS
SEKSI PRODUKSI MEKANISASI PERTANIAN
SUB BAG TU
SEKSI PELAYANAN TEKNIS
SEKSI PRODUKSI PENGAWASAN SERTIFIKASI BENIH TANAMAN PANGAN &
HORTIKULTURA