29
METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di kelompok B TKIT Insan Kamil yang beralamat di Cangakan, Karanganyar. Kondisi lingkungan TKIT sangat baik dan kondusif. Terletak di daerah perkotaan akan tetapi tidak terlalu ramai, sehingga anak mudah untuk belajar di TK.
2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian yang terlaksana mundur dari waktu yang direncanakan. Waktu penelitian tindakan kelas yang direncanakan yaitu dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015 selama 5 bulan, mulai bulan Maret 2015 sampai dengan bulan Juli 2015. Akan tetapi, pada pelaksanaannya membutuhkan waktu 6 bulan yaitu mulai bulan Maret 2015 sampai dengan bulan September 2015.
B. Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini yaitu anak kelompok B TKIT Insan Kamil Karanganyar dengan jumlah murid 25 anak, terdiri dari 13 anak laki-laki dan 12 anak perempuan. Pada dasarnya semua anak memiliki latar belakang sosial yang beranekaragam dan normal, tidak ada anak yang berkebutuhan khusus.
C. Data dan Sumber Data 1. Data
Data yang dikumpulkan dan dikaji dalam penelitian ini berupa data kualitatif dan data kuantitatif.
a) Data Kualitatif
Data kualitatif dalam penelitian ini berupa hasil pelaksanaan pembelajaran menghafal Asmaul Husna menggunakan metode jarimatika Al Qur’an.
b) Data Kuantitatif
Data kuantitatif dalam penelitian ini meliputi data hasil kemampuan menghafal Asmaul Husna anak kelompok B TKIT Insan Kamil Karanganyar, baik sebelum dan sesudah diberkan tindakan, data kinerja guru, dan data aktivitas pembelajaran anak.
2. Sumber Data
a) Sumber data primer
Sumber data primer yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu anak kelompok B TKIT Insan Kamil Karanganyar Tahun Ajaran 2014/2015.
b) Sumber data sekunder
Sumber data sekunder yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu guru, kurikulum, promes, Rencana Kegiatan Mingguan (RKM), Rencana Kegiatan Harian (RKH).
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti yaitu wawancara, observasi, unjuk kerja dan dokumentasi dengan penjelasan sebagai berikut:
1. Wawancara
Wawancara dilakukan peneliti dengan tujuan untuk mendapatkan data yang akurat. Peneliti melakukan wawancara dengan guru dan kepala sekolah TKIT Insan Kamil Karanganyar.
2. Observasi
Observasi adalah suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang terpenting adalah proses pengamatan dan ingatan. Ada dua jenis observasi, yaitu observasi berperan serta dan nonpartisipan. (Sugiyono, 2012)
Teknik ini digunakan peneliti untuk melakukan pengamatan terhadap rangkaian proses pembelajaran di kelas, dari awal hingga akhir tindakan. Peneliti mengamati cara guru mengajar, antusias dan pengetahuan anak tentang
Asmaul Husna serta proses anak dan kemampuan guru dalam menggunakan metode jarimatika Al Qur’an untuk menghafal Asmaul Husna.
Observasi yang digunakan peneliti yaitu jenis observasi nonpartisipan. Jadi, peneliti tidak terlibat secara aktif dan hanya menjadi pengamat independen. Akan tetapi, peneliti bekerjasama dengan guru atau pengajar untuk berperan memberikan tindakan.
3. Unjuk Kerja
Merupakan penilaian yang menuntut peserta didik untuk melakukan tugas dalam pembuatan yang dapat diamati. Misalnya: praktek menyanyi, olahraga, menari dan bentuk praktek lainnya. Teknik penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan alat atau format instrumen daftar cek atau skala penilaian. (Saepudin, 2012)
Unjuk kerja ini bertujuan untuk mengukur kemampuan menghafal anak mengenai Asmaul Husna. Unjuk kerja ini berupa penampilan anak saat mempraktikkan penggunaan metode jarimatika Al Qur’an. Untuk mengevaluasi atau mengecek hafalan anak mengenai Asmaul Husna dengan metode jarimatika Al Qur’an dilihat saat mengerjakan lembar kerja anak tentang Asmaul Husna
4. Dokumentasi
Dokumentasi dalam penelitian ini adalah seluruh bahan rekaman selama penelitian berlangsung. Dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data tentang kegiatan pembelajaran melalui foto maupun video.
E. Uji Validitas Data
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan validasi triangulasi sumber dan teknik.
1. Triangulasi Sumber
Sugiyono (2012) menjelaskan bahwa triangulasi sumber berarti menggunakan teknik yang sama untuk mendapatkan data dari sumber yang berbeda. Data yang dikumpulkan berupa informasi mengenai anak yang berkaitan dengan kemampuan menghafal Asmaul Husna, kemampuan guru
dalam menyusun rancangan pembelajaran, serta nilai anak. Sumber data diperoleh dari informan yaitu guru kelas.
2. Triangulasi Teknik
Triangulasi teknik berarti peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda untuk mendapatkan dari sumber data yang sama. Penelitian ini menggunakan beberapa teknik untuk mencari sumber data yang dibutuhkan yaitu, observasi partisipatif, unjuk kerja, wawancara dan dokumentasi.
F. Teknik Analisis Data
Untuk menganalisis data, ada beberapa tahap yang harus dilakukan dan saling berkesinambungan. Data yang terkumpul dari berbagai validasi yang dilakukan kemudian direduksi untuk memilih data yang penting dan dibutuhkan dalam penelitian. Setelah mereduksi data, tahap yang selanjutnya yaitu menyajikan data ke dalam pola. Data yang disajikan yaitu data yang sudah direduksi dari data yang terkumpul, jadi dalam penyajian data sudah dapat direncanakan kerja selanjutnya. Tahap yang terakhir dalam analisis data yaitu kesimpulan atau verifikasi. Dalam kesimpulan ini, data yang ada sudah mampu menjawab rumusan permasalahan pada penelitian. Adapun gambaran tentang teknik analisis data dalam penelitian ini dapat dilihat pada skema berikut ini:
Gambar 3.1. Skema Analisis Data (Sumber: Sugiyono, 2012:338) Pengumpulan Data Penyajian Data Reduksi Data Kesimpulan/ verifikasi
G. Indikator Kerja
Indikator kerja dalam penelitian ini berdasarkan tahapan menghafal yang dijelaskan Al Kahiil (2012:19) sebagai tolak ukur menghafal. Menurutnya, tahapan menghafal sangat berpengaruh terhadap kemampuan menghafal. Tahapan menghafal yang dimaksud berkenaan dengan menghafal Al Qur’an, yaitu :
1. Tahapan dalam mendengarkan al-Qur’an yang dibaca tartil.
2. Tahapan pemahaman, pemikiran dan pendalaman dalam kalimat yang kita dengarkan.
3. Tahapan memantapkan hafalan dari mushaf.
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut di atas, maka dapat disimpulkan indikator kinerja dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut:
Tabel 3.1. Indikator Ketercapaian Penelitian
H. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian merupakan rangkaian dari tahap penelitian dari awal sampai akhir. Prosedur penelitian ini terdiri dari beberapa tahap, yaitu:
1. Perencanaan (planning)
2. Pelaksanaan Tindakan (Action) 3. Pengamatan (Observing) 4. Refleksi (Reflection)
Aspek yang Diukur Target Cara Mengukur
1. Mendengar lafal Asmaul Husna yang diucapkan guru
8 80% Menilai anak saat aktivitas pembelajaran dan unjuk kerja 2. Memahami isi Asmaul Husna 80% Menilai anak saat unjuk kerja.
3. Mengucapkan kembali Asmaul Husna
Adapun prosedur penelitian dapat digambarkan melalui skema berikut ini:
Gambar 3.2 Skema Prosedur Penelitian (Sumber:Asrori, 2007:103)
Adapun rancangan prosedur penelitian tindakan kelas di atas diuraikan sebagai berikut :
1. Siklus I (Pertemuan I) a. Tahap Perencanaan
1) Mengumpulkan data yang diperlukan dengan menggunakan teknik observasi, unjuk kerja dan dokumentasi.
2) Mempersiapkan waktu untuk pembelajaran. 3) Membuat rencana kegiatan harian.
Perencanaan Perencanaan Siklus II Refleksi II Pelaksanaan II Observasi I Pelaksanaan I Siklus I Refleksi I Perencanaan Pelaksanaan III Siklus III Observasi III Refleksi III Observasi II
4) Merencanakan kegiatan pembelajaran mengenalkan metode jarimatika Al Qur’an dengan bantuan media.
b. Tahap Pelaksanaan Tindakan
1) Mempersiapkan bahan dan sumber belajar.
2) Membuat rencana pembelajaran yang merupakan pembelajaran di kelas dari awal hingga akhir dalam sehari.
Rencana pembelajaran tersebut berisi:
a) Kegiatan awal: Berdo’a, bernyanyi bersama, salam, hafalan.
b) Kegiatan inti: Menerapkan pembelajaran dengan metode jarimatika Al Qur’an. Guru menjelaskan penggunaan metode jarimatika Al Qur’an dengan bantuan media gambar jarimatika Al Qur’an secara pelan-pelan yang meliputi persiapan, pengenalan dan pelaksanaan. Anak-anak mengikuti setiap langkah penjelasan guru mengenai penggunaan metode jarimatika Al Qur’an menggunakan media tangan kanannya sendiri. Pada pertemuan ini guru mengenalkan Asmaul Husna yang berjumlah 4 untuk dihafalkan anak menggunakan metode jarimatika Al Qur’an.
c) Istirahat: Anak makan bersama dan bermain.
d) Kegiatan penutup: Review pembelajaran, berdo’a, bernyanyi bersama dan salam.
c. Tahap Pengamatan
1) Melakukan pengamatan pada saat proses pembelajaran
Peneliti melakukan pengamatan saat proses pembelajaran berlangsung mengingat peneliti menggunakan teknik observasi nonpartisipatif. Jadi, ketika guru melakukan tindakan sesuai yang dirancang oleh peneliti, peneliti melakukan pengamatan. Setelah itu peneliti melakukan analisis dan refleksi terhadap pemberian tindakan yang diamatinya.
2) Mengarahkan anak dalam pelaksanaan pembelajaran.
3) Guru memberikan pengarahan kepada anak ketika anak merasa kebingungan dalam melakukan tindakan tersebut.
Tahap refleksi bertujuan untuk mengetahui hasil pemberian tindakan kepada anak. Pada siklus I ini persentase ketuntasan anak dalam menghafal Asmaul Husna saat pembelajaran menggunakan metode jarimatika Al Qur’an yaitu 44% dan belum sesuai dengan target indikator ketercapaian peneliti yaitu 80% maka perlu dilakukan siklus selanjutnya. Pada tahap ini juga dilakukan evaluasi terhadap tindakan sebelumnya guna memperbaiki perencanaan untuk siklus selanjutnya.
2. Siklus II
Apabila dalam penelitian ini tindakan yang sudah diberikan hasilnya belum memenuhi target maka dilakukan tindakan yang selanjutnya yaitu siklus II. Tahap-tahap yang dilakukan pada siklus II sama seperti pada siklus I yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi, tahap refleksi. Akan tetapi, sebelumnya dilakukan perencanaan ulang berdasarkan hasil refleksi I. Setelah siklus II terlaksana dan hasilnya pun juga belum bisa mencapai target maka dilakukan tindakan pada siklus selanjutnya. Hal tersebut dilakukan lagi sampai mencapai target yang sudah dibuat. Adapun tahap-tahap pada siklus II yaitu :
a. Tahap Perencanaan
1) Mengumpulkan data yang diperlukan dengan menggunakan teknik observasi, unjuk kerja dan dokumentasi.
2) Mempersiapkan waktu untuk pembelajaran. 3) Membuat rencana kegiatan harian.
4) Merencanakan kegiatan pembelajaran menggunakan metode jarimatika Al Qur’an.
b. Tahap Pelaksanaan Tindakan
1) Mempersiapkan bahan dan sumber belajar.
2) Membuat rencana pembelajaran yang merupakan pembelajaran di kelas dari awal hingga akhir dalam sehari.
3) Rencana pembelajaran tersebut berisi:
a) Kegiatan awal: Berdo’a, bernyanyi bersama, salam, hafalan. Kegiatan inti:
b) Guru memberikan stimulus tentang Asmaul Husna yang berjumlah 6 pada siklus sebelumnya untuk diingat kembali. Kemudian guru kembali menjelaskan Asmaul Husna di pertemuan I dan II. Anak-anak mendengarkan penjelasan guru kemudian menghafal Asmaul Husna secara individu maupun kelompok. Ketika ada anak yang kesulitan, maka guru akan terus melakukan pengulangan stimulus agar anak lebih mudah dan cepat dalam menghafal Asmaul Husna.
c) Istirahat: Anak makan bersama dan bermain.
d) Kegiatan penutup: Review pembelajaran, berdo’a, bernyanyi bersama dan salam.
c. Tahap Pengamatan
1) Melakukan pengamatan pada saat proses pembelajaran
2) Peneliti melakukan pengamatan saat proses pembelajaran berlangsung mengingat peneliti menggunakan teknik observasi nopartisipatif. Jadi, ketika guru melakukan tindaka n sesuai yang dirancang oleh peneliti, peneliti melakukan pengamatan. Pada tahap observasi di siklus II ini, peneliti juga mengkaji hasil dari siklus I kemudian menganalisis dan merefleksikan ke tahap refleksi II.
3) Mengarahkan anak dalam pelaksanaan pembelajaran
4) Guru memberikan pengarahan kepada anak ketika anak merasa kebingungan dalam melakukan tindakan tersebut.
d. Tahap Refleksi
Tahap refleksi bertujuan untuk mengetahui hasil pemberian tindakan kepada anak. Pada siklus II ini persentase ketuntasan anak dalam menghafal Asmaul Husna saat pembelajaran menggunakan metode jarimatika Al Qur’an yaitu 68% dan belum sesuai dengan target indikator ketercapaian peneliti yaitu 80% maka perlu dilakukan siklus selanjutnya. Pada tahap ini juga dilakukan evaluasi terhadap tindakan sebelumnya guna memperbaiki perencanaan untuk siklus III. Pelaksanaan pada siklus III juga tidak jauh berbeda dengan siklus-siklus sebelumnya. Persentase ketuntasan kemampuan anak dalam menghafal Asmaul Husna saat pembelajaran
menggunakan metode jarimatika Al Qur’an pada siklus III ini mencapai 84% dan sudah sesuai target indikator ketercapaian yaitu 80% maka penelitian sudah dicukupkan pada siklus III.