Perpustakaan Universitas Gunadarma BARCODE
BUKTI UNGGAH DOKUMEN PENELITIAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS GUNADARMA
Nomor Pengunggahan
SURAT KETERANGAN
Nomor: 107/PERPUS/UG/2020
Surat ini menerangkan bahwa:
Nama Penulis : Fitri Yulianti
Nomor Penulis : 160212
Email Penulis : [email protected] Alamat Penulis : Kampung Duri
Telah menyerahkan hasil penelitian/ penulisan untuk disimpan dan dimanfaatkan di Perpustakaan Universitas Gunadarma, dengan rincian sebagai berikut :
Nomor Induk : FTI/ID/PENELITIAN/107/2020
Judul Penelitian : Perbanyakan Tanaman Alpukat (Persea americana) Menggunakan Biji dengan Teknik Water Propagation
Tanggal Penyerahan : 20 / 06 / 2020
Demikian surat ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya dilingkungan Universitas Gunadarma dan Kopertis Wilayah III.
Perbanyakan Tanaman Alpukat (Persea americana) Menggunakan Biji dengan Teknik Water Propagation
Fitri Yulianti1*
1 Staf Pengajar Agroteknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma (Gunadarma University), Jl. Margonda Raya No. 100, Depok 16424 Indonesia. email: [email protected]
(* penulis korespondensi)
Abstrak
Permintaan dan konsumsi akan buah alpukat terus meningkat sehingga dibutuhkan bibit alpukat yang berkualitas. Bibit alpukat dapat diperoleh secara vegetatif maupun generatif. Perbanyakan melalui generatif didapatkan dengan langsung dari biji. Hasil bibit dengan cara ini memiliki keunggulan pada perakaran yang kuat dan dapat diproduksi secara masal. Water propagation merupakan salah satu teknik perbanyakan tanaman dengan menggunakan air sebagai media tumbuh.teknik. Teknik water propagation ini tidak dapat digunakan untuk perbanyakan semua jenis tanaman, hanya tanaman tertentu saja. Kelebihan dari water propagation ini adalah tanaman tidak perlu disiram lagi, tidak kotor dan dapat mengamati proses terbentuknya akar begitu pula dengan pertumbuhan perakarannya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mempelajari perbanyakan alpukat menggunakan biji dengan teknik water propagation. Penelitian ini dilaksanakan di Perumahan Mustika Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten pada tanggal April sampai Mei 2020. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa alpukat dapat diperbanyak menggunakan biji melalui teknik water propagation.
Kata Kunci : alpukat, water propagation, perbanyakan tanaman
PENDAHULUAN
Indonesia merupakan salah satu negara agraris yang kaya akan aneka tanaman hortikultura seperti sayuran dan buah-buahan. Tanaman yang dapat dijadikan sebagai kegiatan agribisnis di Indonesia, salah satunya adalah tanaman
buah, dimana tanaman buah merupakan tanaman yang memiliki prospek baik di Indonesia untuk dijadikan sebagai salah satu buah yang memiliki nilai ekonomis tinggi adalah buah alpukat.
Tanaman alpukat (Persea americana) merupakan tanaman yang berasal dari daratan tinggi Amerika Tengah dan memiliki banyak varietas yang tersebar di seluruh dunia. Buah alpukat mengandung vitamin A, B, C, dan E serta β-karoten dalam jumlah yang tinggi. Alpukat Mentega memiliki daging buah yang tebal, halus, empuk, tidak berserat, tidak pahit tetapi gurih serta bijinya mudah dilepas dari daging buah. Permintaan dan konsumsi akan buah alpukat tersebut terus meningkat. Luas lahan panen setiap tahunnya juga meningkat (Direktorat Jendral Hortikultura, 2014). Hal ini menunjukkan semakin diminatinya buah alpukat oleh masyarakat, sehingga dibutuhkan bibit alpukat yang berkualitas.
Bibit alpukat dapat diperoleh secara vegetatif maupun generatif. Perbanyakan melalui generatif didapatkan dengan langsung dari biji. Hasil bibit dengan cara ini memiliki keunggulan pada perakaran yang kuat dan dapat diproduksi secara masal, akan tetapi tanaman akan berbuah lama serta buah tidak seperti induknya. Perbanyakan secara generatif tanaman alpukat adalah dengan menggunakan biji. Biji merupakan bahan yang digunakan untuk melanjutkan kehidupan secara alami pada tanaman..
Water propagation merupakan salah satu teknik perbanyakan tanaman dengan menggunakan air sebagai media tumbuh. Teknik water propagation ini tidak dapat digunakan untuk perbanyakan semua jenis tanaman, hanya tanaman tertentu saja. Kelebihan dari water propagation ini adalah tanaman tidak perlu disiram lagi, tidak kotor dan dapat mengamati proses terbentuknya akar begitu pula dengan pertumbuhan perakarannya.
BAHAN DAN METODE
Penelitian ini dilaksanakan di Perumahan Mustika Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten pada tanggal April sampai Mei 2020. Bahan yang digunakan adalah buah alpukat, lidi penusuk dan air. Alat yang digunakan adalah cutter dan wadah gelas plastik.
Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan cara (1) Menyiapkan media tanam terlebih dahulu dengan mengisi gelas plastik dengan air sebanyak ¾ bagian gelas. (2) Mempersiapkan bahan tanam dengan cara memisahkan daging buah dari biji alpukat, lalu membersihkan biji alpukat dari daging buah yang menempel, kemudian membersihkan biji alpukat dari kulit terluar dengan menggunakan cutter, selanjutnya menusuk tiga bagian biji alpukat (membentuk segitiga dengan kemiringan ± 2 cm) dengan bagian melonjong mengarah ke atas. (3) Penanaman dilakukan dengan cara memasukan ± ½ bagian dari biji alpukat kedalam air. (4) Pemeliharaan dilakukan dengan menambahkan air jika biji alpukat menjadi tidak terendam, mengganti air satu minggu sekali. (5) Pengamatan dilakukan setiap 3 hari sekali.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
A1 A2
Gambar 2. Hasil Perbanyakan Tanaman
Gambar 3. Tinggi Tanaman Alpukat
0 0 0 0 0,5 1,6 4,7 7,9 11 14,3 19,2 19,5 19,8 20,2 21 0 0 0 0 0,2 1,9 5,2 8,4 13 18,7 25,6 25,9 26,2 26,8 27,3 0 5 10 15 20 25 30 Cm
Tinggi Tanaman Alpukat
Gambar 4. Jumlah Daun Tanaman Alpukat
Gambar 5. Panjang akar tanaman alpukat
0 0 0 0 0 0 0 3 5 6 7 7 7 7 8 0 0 0 0 0 0 0 4 5 7 8 8 8 9 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Bu ah
Jumlah Daun Tanaman Alpukat
A1 A2 0 0,6 2,6 3,1 4,5 6,5 8,7 9 9,4 9,8 10,2 11,1 12,9 14,3 15,1 0 0 0,7 2,6 4,6 7,3 9 9,7 10,3 10,5 10,6 12,2 14,7 16,1 17,4 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 Cm
Panjang Akar Tanaman Alpukat
Gambar 6. Jumlah akar tanaman alpukat
Pembahasan
Water propagation merupakan salah satu teknik perbanyakan tanaman dengan menggunakan air, dimana media yaang digunakan adalah air sebagai media tumbuh. Tanaman yang paling sering diperbanyak dengan cara ini adalah sirih-sirihan dan bererapa jenis philodendron.
Keberhasilan atau kegagalan water propagation pada alpukat dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti jenis bibit dan air yang digunakan, keberadaan cahaya atau teknik perbanyakan yang tidak benar. Perbanyak tanaman dengan menggunakan media air harus memperhatikan jenis air yang digunakan. Air yang digunakan untuk propagasi tanaman harus terbebas dari kaporit. Selain itu penggunaan air harus diganti setiap seminggu sekali untuk menghindari jentik nyamuk, air yang berlumut juga dapat menghambat pertumbuhan tanaman alpukat. Biji tanaman alpukat A1 dan A2 mulai muncul tunas pada tanggal 25 April dan 27 April. Kemunculan tunas disebabkan oleh perkecambahan yang terjadi sangat cepat akibat biji tanaman langsung mengenai air sebagai medianya. Hal ini disebabkan karena air yang diserap oleh biji mendorong biji untuk cepat berkecambah, penyerapan ini disebut imbisisi (Tok, 2018). Pada Gambar 3 menunjukan pertumbuhan tinggi tanaman alpukat yang terus meningkat dan pada Gambar 4 jumlah dari daun alpukat juga terus bertambah. Meningkatnya tinggi dan
1 1 1 1 2 5 5 5 8 9 9 9 9 10 11 1 1 1 1 2 4 11 12 15 15 16 19 19 20 22 0 5 10 15 20 25 Bu ah
Jumlah AkarTanaman Alpukat
jumlah daun tidak jauh dari pengaruh air. Menurut Marsha et al (2014) Fase pertumbuhan vegetatif, air digunakan oleh tanaman untuk melangsungkan proses pembelahan dan pembesaran sel yang terlihat dari pertambahan tinggi tanaman, perbanyakan jumlah daun, dan pertumbuhan akar.
Pada Gambar 5 menunjukan pertumbuhan panjang akar tanaman alpukat mengalami peningkatan. Hal ini diduga disebabkan karena pemilihan biji tanaman alpukat atau bahan tanam yang baik. Pemilihan bahan tanam harus diperhatikan agar mendapatkan hasil yang diinginkan. Ardika dan Herlinawati (2014) memaparkan bahwa pemilihan jenis bahan tanam akan sangan menentukan penampilan tanaman saat tumbuh. Pada Gambar 6 jumlah akar tanaman alpukat terus mengalami penambahan. Hal ini diduga disebabkan oleh penggunaan air sebagai media tanam. Penggunaan media air dapat menyebabkan penyerapan air lebih besar dibandingkan dengan menggunakan media tanah, sehingga serapan air tersebut menyebabkan perkembangan akar terjadi (Sukarman et al, 2013)
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan yang dapat diperoleh dari percobaan praktikum ini yaitu bahwa perbanyakan biji alpukat dengan metode Water Propagation telah berhasil dilakukan. Pertumbuhan jumlah daun, tinggi akar, dan tinggi tanaman semakin meningkat. Rata-rata peningkatan secara signifikan dimulai pada saat 20 hari setelah perlakuan.
Pada penelitian ini disarankan untuk memilih bahan tanam yang baik (biji alpukat yang sudah tua) dan mengunakan alat yang streril sehingga tanaman dapat mengalami pertumbuhan dengan baik serta disarankan untuk mengganti air secara rutin agar wadah tidak berlumut dan air tetap bersih.
DAFTAR PUSTAKA
Ardika, R., Herlinawati, E. 2014. Alternative Penyedia Bahan Tanam Karet Dengan Sistem Root Trainer. Jurnal Warta Perkaretan. Volume 22 (2).
Marsha, N D., Aini, N., Sumarni, T. 2014. Pengaruh Frekuensi Dan Volume Pemberian Air Padapertumbuhan Tanaman Crotalaria mucronata Desv. Jurnal Produksi Tanaman.Volume 2. Nomor 8. Hal: 673 – 678.
Sukarman., Joshephus., Kalangin., Marten. 2013. Pengaruh Frekuensi Pemberian Air terhadap Pertumbuhan Bibit Jabon Merah. Jurnal Cocos. Volume 2 (2). Tok Panji. 2018. Proses perkecambahan dan Tipe Perkecambahan Biji.