SARJANA HUKUM MUSLIM
DAN profesi hukum
masa depaN
Prospek & Tantangan
Oleh:
derajat
orang yang berilmu
Hai orang-orang yang beriman, apabila
dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka
berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan
beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (Almujadilah: 11).
sarjana hukum
• Sarjana yang menguasai ilmu hukum • Mengembangkan hukum demi
perlindungan kemanusiaan dan keadilan • Sarjana hukum menguasai sumber2
hukum dan mampu mengembangkan untuk peradaban dan kemajuan
• Belajar hukum bukan sekedar belajar
sarjana syariah
• Syariah Islam diturunkan untuk melindungi kemaslahatan hidup manusia yg meliputi kemaslahatan agama, jiwa, akal,
keturunan, dan harta kekayaan
• Syariah Islam bersumber dari wahyu Allah yang kemudian dijabarkan menjadi
tatanan hukum terapan yang disebut fikih (hukum Islam)
• Sarjana syariah memiliki kemampuan utk menjabarkan wahyu menjadi fikih baru
sarjana hukum Islam
• Sarjana hukum Islam adalah sarjana
hukum yang mengusai ilmu syariah dan sarjana syariah yg mengusai ilmu hukum • Ilmu hukum bersumber dari tatanan
pergaulan hidup yang dibuat oleh penguasa sebagai hukum positif
• Ilmu syariah bersumber dari wahyu Allah Pencipta alam semesta dan manusia yang menjadi pelindungnya
SARJANA FIKIH
• Menguasai fikih atau kitab2 fikih Islam
• Menganggap hukum Islam yang dirumuskan di dalam kitab2 fikih sudah final shg takut untuk mengembangkan
• Menganggap bahwa fikih itulah syariah yang absolut dan tidak boleh diubah
• Berfikirnya statis, sempit, tidak dapat mengikuti perkembangan shg hukum Islam kehilangan
fungsinya utk melindungi kemaslahatan umat manusia
peran
sarjana hukum MUSLIM
• Menjadi pelita bagi masyarakat dalam menjaga ketertiban dan kedamaian
pergaulan hidup bersama
• Menjadi imam bagi masyarakat muslim dalam pengamalan syariah Islam
• Menjadi mujtahid dalam pengembangan dan pembaruan hukum agar fungsi hukum dapat terus ditegakkan dalam melindungi masyarakat
• Menjadi pemandu dalam pengamalan
hukum Islam baik di bidang ibadah murni, ibadah sosial, maupun perekonomian
umat
• Menjadi manejemen pengelolaan
lembaga2 agama dan hukum agama Islam • Menjadi ambtenaar dalam pengeloaan
dan pembinaan hukum Islam dan hukum nasioal
• Menjadi penasihat hukum masyarakat dalam pembinaan berumah tangga,
PENYERAPAN TENAGA HAKIM
1. Seleksi administrasi
2. Seleksi kompetensi dasar (umum) 3. Seleksi kompetensi bidang
4. Seleksi penelusuran minat dan bakat (psikotest)
5. Seleksi kesehatan jasmani dan rokhani 6. Wawancara
SELEKSI ADMINISTRASI
• Ijazah sarjana hukum
• Nilai sesuai yang dibutuhkan
• WNI setia kepada Pancasilan dan NKRI • Sehat jasmani dan rokhani
• Berkelakuan baik & tidak pernah dihukum • Tidak merangkap jabatan atau pekerjaan
lainnya
SELEKSI KOMPETENSI DASAR
• Memiliki pengetahuan umum yang memadai
• Memiliki wawasan nasional yang cukup • Memiliki integritas kebangsaan
• Memiliki jiwa patriotik
• Memiliki pengetahuan dan kemampuan bahasa yang baik
SELEKSI KOMPETENSI BIDANG
1. Memiliki pengetahuan hukum yang cukup 2. Memiliki pengetahuan bidang yg
memadai
3. Memiliki pengetahuan keahlian (skill) 4. Memiliki pengetahuan penunjang
5. Memiliki rasa cinta pada profesinya
6. Memiliki kemampuan pengembangan profesi yang memadai
KOMPETENSI HAKIM AGAMA
1. Hukum perkawinan Islam 2. Hukum waris Islam
3. Hukum perdata Islam 4. Hukum ekonomi syariah 5. Hukum jinayat
6. Hukum acara perdata
7. Hukum acara perdata khusus 8. Hukum acara ekonomi syariah 9. Hukum acara jinayah
PENELUSURAN MINAT
DAN BAKAT PADA PROFESI
1. Memiliki bakat yang memadai 2. Memiliki minat yang kuat
3. Siap menghadapi segala konsekuensi 4. Memiliki kecerdasan yang memadai 5. Memiliki jiwa dan skill problem solving 6. Memiliki jiwa kepemimpinan
7. Memiliki jiwa organisasi 8. Memiliki ketabahan
SELEKSI KESEHATAN
• Kesehatan jasmani • Kesehatan rokhani
• Rekam jejak yang baik
• Tangguh menghadapi tugas • Tidak tercela
WAWANCARA
• Performen yang simpatik
• Komunikasi bahasa dan mimik yang baik dan menarik
• Sikap yang terpuji
• Mental yang tangguh
• Kewibawaan yang menyejukkan
• Kearifan dalam menghadapi masalah • Siap menghadapi risiko
PENDIDIKAN PROFESI
1. Memperdalam pengetahuan hukum 2. Memperluas wawasan
3. Melatih skill profesi 4. Menguji ketabahan 5. Menguji kepribadian 6. Menguji kedisplinan 7. Menguji sikap mental
prospek
sarjana hukum muslim
• Negara, masyarakat, dan agama
memberikan kesempatan luas kepada
Sarjana Hukum Islam untuk mengabdi di berbagai bidang kehidupan
• Semakin tinggi ilmu dan skill yang dimiliki semakin luas peluang yang menanti
• Sarjana hukum Islam plus memiliki
peluang lebih luas untuk mengambil peran • Tidak ada sarjana hukum Islam yang tidak
tantangan
sarjana hukum islam
• Kadang terlalu fokus pada hafalan teks hukum tanpa ada pengembangan logika hukum dan filsafat hukum
• Kurang memperhatikan performen diri dan tidak percaya diri (minder) dalam pergaulan
• Kurang melatih diri untuk problem solving hukum dan masyarakat
• Kurang menguasai psikologi hukum dalam teori dan praktik
• Kadang sombong dan tidak mau belajar lagi dan belajar pada orang lain
mengubah tantangan
menjadi peluang
• Kembangkan logika dan fisafat hukum dengan banyak membaca dan diskusi • Perhatikan performen diri dan rasa
percaya diri serta hapuskan rasa minder • Biasakan berlatih problem solving
• Kuasai dan miliki psikologi hukum untuk merawat diri dan masyarakat
• Miliki sikap tawadluk dan senang belajar pada orang lain
antara
gelar & kompetensi
• Gelar sarjana hukum (SH) memang diperlukan ketika hendak melamar pekerjaan.
• Pada umumnya karir seseorang lebih banyak ditentukan oleh prestasi kerja
• Namun tidak tertutup kemungkinan relasi dan promotor akan menopang karir seseorang
• Milikilah cara bergaul dan berkomunikasi yang luwes, arif dan bijaksana, siapa tahu itu bisa membantu karir Anda.
Peran sarjana hukum Islam
dalam proses peradilan
1. Hakim yang menjalankan fungsi proses peradilan di pengadilan
2. Panitera yang membantu hakim dalam mencatat secara resmi jalannya sidang dan putusan
hakim
3. Jurusita yang membantu hakim dalam melakukan pemanggilan, penyitaan, dan pelaksanaan putusan
4. Penasihat hukum yang memberi bantuan hukum kepada pencari keadilan
5. Mediator yang bertugas membantu para pihak memecahkan masalah secara damai
fungsi pengadilan
• Memberi pelayanan prima yang adil dan transparan serta manusiawi kepada
pencari keadilan
• Mendamaikan para pihak yang bersengketa
• Menegakkan hukum dan keadilan
terhadap kasus yang diajukan kepadanya • Memberi perlindungan hukum dan
keadilan kepada para pihak dan pihak lain yang menurut hukum harus dilindungi
fungsi proses peradilan
1.Dading: berusaha mendamaikan
2.Konstatiring: membuktikan kebenaran fakta yang dikemukakan para pihak
3.Kualifisiring: mempertimbangkan hukumnya atas fakta yang terbukti
4.Konstituiring: menjatuhkan putusan yang berkeadilan