• Tidak ada hasil yang ditemukan

The McGraw-Hill Companies, Inc. All rights reserved.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "The McGraw-Hill Companies, Inc. All rights reserved."

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

17-2

Bab

Mengelola Perubahan dan

Inovasi

(3)

17-3

Pengantar

Manajer yang efektif harus memandang

pengelolaan perubahan sebagai tanggung jawab yang utuh

Organisasi yang gagal merencanakan,

mengantisipasi, dan beradaptasi dengan akurat terhadap perubahan cenderung tidak akan bertahan

(4)

17-4

Pendekatan Pengelolaan Perubahan Alternatif:

1. Mengelola perubahan melalui kekuaaan • Penggunaan paksaan atau kekuaaan (coercion)

2. Mengelola perubahan melalui alasan • Berdasarkan penyebaran informasi sebelum

perubahan dilakukan

3. Mengelola perubahan melalui pendidikan kembali

(5)

17-5

Prinsip-prinsip Pembelajaran dalam

Pengelolaan Perubahan

(1 dari 2)

1. Menghilangkan pembelajaran lama

• Perlu orang yang ingin belajar cara baru berpikir dan bertindak

• Berhubungan langsung dengan penolakan terhadap perubahan

• Manajemen bertanggung jawab menunjukkan pada karyawan mengapa mereka perlu berubah

2. Memasukkan pembelajaran baru

(6)

17-6

Prinsip-prinsip Pembelajaran dalam

Pengelolaan Perubahan

(2 dari 2)

3. Memantapkan perilaku yg telah dipelajariMelalui penerapan penguatan dan umpan balik

• Menyatakan bahwa ketika orang menerima ganjaran, informasi, atau perasaan positif karena melakukan

sesuatu, mereka cenderung melakukan hal yang sama pada situasi yang serupa

• Hukuman akan mengurangi peluang melakukan hal yang sama di lain waktu

(7)

17-7

Agen-agen Perubahan

• Manajer cenderung mencari jawaban dalam solusi tradisional

Membuat intervensi agen perubahan seringkali diperlukan

Membawa sudut pandang yang berbeda

(8)

17-8

Agen Perubahan: Bentuk Intervensi

• Intervensi berarti masuk ke dalam organisasi atau hubungan secara terus-menerus di antara orang atau departemen

• Maksudnya membantu meningkatkan ke

efektivannya

• Intervensi berarti masuk ke dalam organisasi atau hubungan secara terus-menerus di antara orang atau departemen

• Maksudnya membantu meningkatkan ke

efektivannya

Agen Perubahan dari Luar

Agen Perubahan dari Luar

Agen Perubahan dari Dalam

Agen Perubahan dari Dalam

Agen Perubahan

Agen Perubahan

Luar-Dalam

(9)

17-9

Penolakan terhadap Perubahan

(1 dari 2)

• Prospek perubahan dapat membawa ketakutan, kecemasan, dan penolakan

• Semakin signifikan perubahan dalam struktur, tugas, teknologi, dan aset-aset manusia; semakin kuat ketakutan,

(10)

17-10

Penolakan terhadap Perubahan

(1 dari 2)

Penolakan Individu

• Individu menolak

perubahan karena mereka takut pada apa yang akan terjadi pada mereka

Penolakan Individu

• Individu menolak

perubahan karena mereka takut pada apa yang akan terjadi pada mereka

Penolakan Organisasi

• Cakupan kekuatan dalam organisasi menghalangi implementasi perubahan dalam: • struktur • tugas • teknologi • perilaku Penolakan Organisasi

• Cakupan kekuatan dalam organisasi menghalangi implementasi perubahan dalam: • struktur • tugas • teknologi • perilaku

(11)

17-11

Alasan Penolakan Individu terhadap

Perubahan:

(1 dari 2)

1. Ancaman kehilangan posisi, kekuasaan, status, kualitas hidup, dan otoritas

2. Ketidakamanan ekonomi terkait pekerjaan atau tingkat kompensasi

3. Kemungkinan perubahan hubungan pertemanan dan keinteraktifannya

4. Ketakutan manusia yang alamiah terhadap ketidaktahuan yang dibawa oleh perubahan

(12)

17-12

Alasan Penolakan Individu terhadap

Perubahan:

(2 dari 2)

5. Gagal mengenali atau diinformasikan tentang perlunya berubah

6. Disonansi kognitif muncul karena sesorang dihadapkan dengan orang, proses, sistem, teknologi, atau harapan baru

7. Karyawan takut mereka kurang kompeten untuk berubah

8. Karyawan yakin bahwa apa yang akan berubah adalah jelek

(13)

17-13

Halangan-halangan Organisasi

untuk Berubah

1. Orientasi profesional dan fungsional dari departemen, unit, atau tim

2. Kelesuan struktural membuat halangan alamiah

3. Perubahan dianggap sebagai ancaman terhadap keseimbangan kekuasaan dalam organisasi

4. Kegagalan perubahan sebelumnya menciptakan aura dan dongeng tentang bahaya yang berkaitan dengan perubahan

(14)

17-14

Strategi-strategi Mengatasi Penolakan

untuk Berubah:

(1 dari 2)

1. Individu dan organisasi harus memiliki alasan untuk berubah

2. Semakin banyak orang pada seluruh tingkatan hierarki yang terlibat dalam perencanaan,

implementasi, dan monitor perubahan, semakin besar kemungkinan perubahan akan berhasil

3. Komunikasi adalah faktor yang terus-menerus dan bukan sekali-waktu dalam program

(15)

17-15

Strategi-strategi Mengatasi Penolakan

untuk Berubah:

(1 dari 2)

4. Mengidentifikasi dan membantu membimbing jawara atau pendukung perubahan

5. Penciptaan learning organization atau organisasi yang memiliki kapasitas,

ketangguhan, dan fleksibilitas untuk berubah adalah hal yang ideal

(16)

17-16

Ciri-ciri Organisasi Pembelajaran

(1 dari 2)

Maraknya diskusi terbuka dan adanya

kemudahan mengakses informasi dan data

• Visi yang jelas diungkapkan pada seluruh tingkat

• Penekanan yang kuat pada saling

ketergantungan, keberhargaan, dan pentingnya setiap orang dan unit

• Tujuan dan konsep pengharapan kinerja yang jelas

(17)

17-17

Ciri-ciri Organisasi Pembelajaran

(2 dari 2)

• Komitmen untuk belajar, peningkatan dan pengembangan pribadi

Peduli pada hasil terukur kapan pun mungkin • Kesediaan mencoba metode baru, eksperimen,

(18)

17-18 Kekuatan berubah Kekuatan berubah Dari Luar •Pasar •Teknologi •Perubahan sosial •Perubahan politis Dari Dalam •Perilaku •Proses Hasil-hasil Kinerja Hasil-hasil Kinerja •Organisasi •kelompok •Individu Diagnosis Diagnosis permasalahan permasalahan •Informasi •Partisipasi •Agen perubahan

Pemilihan cara yang

Pemilihan cara yang

•Struktural •Tugas •Teknologi •Aset manusia Halangan dan Halangan dan kondisi yg membatasi kondisi yg membatasi •Penolakan perubahan •Iklim kepemimpinan •Organisasi formal •Budaya organisasi Penerapan Penerapan metode metode •Waktu •Ruang Lingkup •Bereksperimen Evaluasi program Evaluasi program •Umpan balik •Penyesuaian •Revisi •Penguat Mempe Mempe ngaruhi ngaruhi Fokus Fokus pada

pada Mengarah Mengarah pada pada Diikuti Diikuti oleh oleh Penyediaan Penyediaan untuk untuk Umpan balik Umpan balik

Model untuk Mengelola Perubahan Organisasi

Yang dipengaruhi oleh Yang dipengaruhi oleh

(19)

17-19

Kekuatan-kekuatan yang

Mendorong Perubahan

Kekuatan dari Luar

• Kekuatan di luar kontrol manajemen

• Kekuatan ekonomi • Kekuatan teknologi • Kekuatan sosial • Kekuatan politis

Kekuatan dari Luar • Kekuatan di luar kontrol

manajemen

• Kekuatan ekonomi

• Kekuatan teknologi

• Kekuatan sosial

• Kekuatan politis

Kekuatan dari dalam

• Berada dalam perusahaan • Pada umumnya ada dalam

kontrol manajemen

• Masalah proses • Masalah perilaku

Kekuatan dari dalam • Berada dalam perusahaan

• Pada umumnya ada dalam kontrol manajemen

• Masalah proses

(20)

17-20

Pertanyaan-pertanyaan untuk

Diagnosis Masalah

1. Apa masalah sebenarnya dari gejala-gejala yang ada?

2. Apa yang harus diubah untuk menyelesaikan masalah?

3. Apa hasil (sasaran) yang diharapkan dari perubahan, dan bagaimana itu diukur?

1. Apa masalah sebenarnya dari gejala-gejala yang ada?

2. Apa yang harus diubah untuk menyelesaikan masalah?

3. Apa hasil (sasaran) yang diharapkan dari perubahan, dan bagaimana itu diukur?

(21)

17-21

Pendekatan Pengumpulan Data untuk

Diagnosis Masalah:

(1 dari 2)

1. Data kuesioner bisa dikumpulkan dari banyak orang

2. Pengamatan langsung dapat diambil dari perilaku tempat kerja yang sebenarnya

3. Individu-individu terpilih dalam posisi penting dapat diwawancara

(22)

17-22

Pendekatan Pengumpulan Data untuk

Diagnosis Masalah:

(2 dari 2)

4. Lokakarya (workshop) dapat disusun dengan kelompok-kelompok untuk mengeksplorasi berbagai persepsi tentang masalah

5. Dokumen dan catatan organisasi dapat

diperiksa untuk pengarsipan dan informasi saat ini

(23)

17-23

Pemilihan Cara-cara yang Tepat:

(1 dari 2) • Pendekatan Struktural

Management by objectives (MBO)

• Rekayasa ulang

Pendekatan Tugas dan Teknologi

Pendekatan Tugas berfokus pada

perubahan desain pekerjaan

Pendekatan Teknologi menekankan

(24)

17-24

Pemilihan Cara-cara yang Tepat:

(2 dari 2) • Pendekatan Aset Manusia

Membangun kelompok (team building)

• Pelatihan etika

• Program mentoring

• Pengembangan introspeksi

Pendekatan dengan Banyak Pendekatan

Total quality management (TQM)

(25)

17-25

Pengembangan Introspeksi yang berhasil

Memiliki Sejumlah Tujuan:

1. Mengembangkan objektivitas 2. Pembelajaran 3. Meningkatkan kepercayaan diri 4. Meningkatkan perasaan tanggung jawab pribadi

5. Meningkatkan toleransi ke ambiguitas dan 6. Mengambil tindakan 7. Meraih keseimbangan hidup 8. Kreativitas dan intuisi 9. Ketidakegoisan

(26)

17-26

Kerangka Kerja 4-D Appreciative

Inquiry

1 Tahapan Discovering 2 Tahapan Dreaming 3 Tahapan Designing 4 Tahapan Delivering Mengidentifikasi semua yang dianggap terbaik Berpikir tentang apa saja “kemungkinan” yang ada. Diskusi dan analisis tentang apa yang “seharusnya” . Menciptakan sasaran-sasaran yang jelas tentang

“apa yang akan terjadi”.

(27)

17-27

Kondisi-kondisi yang

Menghalangi dan Membatasi

• Pilihan metode

perubahan disesuaikan dengan kondisi yang ada pada saat itu

• Pilihan metode

perubahan disesuaikan dengan kondisi yang ada pada saat itu

Iklim Kepemimpinan Iklim Kepemimpinan Organisasi Formal Organisasi Formal Budaya Organisasi Budaya Organisasi

(28)

17-28

Penerapan Metode

Penerapan metode memiliki dua

dimensi:

Pemilihan Waktu – pemilihan waktu yang tepat untuk

memulai intervensi

(29)

17-29

Mengevaluasi Kefektifan Program:

Enam Langkah Penelitian Evaluatif

1. Menentukan sasaran-sasaran program 2. Menggambarkan kegiatan-kegiatan yang

dilakukan untuk mencapai sasaran 3. Mengukur dampak program

4. Membuat titik-titik basis terhadap perubahan-perubahan yang dapat diperbandingkan

5. Mengendalikan faktor-faktor eksternal 6. Mendeteksi akibat yang tak terantisipasi

1. Menentukan sasaran-sasaran program

2. Menggambarkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mencapai sasaran

3. Mengukur dampak program

4. Membuat titik-titik basis terhadap perubahan-perubahan yang dapat diperbandingkan

5. Mengendalikan faktor-faktor eksternal

(30)

17-30

Seberapa Efektif Intervensi

Perubahan?

• Pengujian yang kritis terhadap intervensi perubahan alternatif adalah apakah

intervensi membantu meningkatkan keefektifan organisasi

Penelitian menyimpulkan pendekatan

banyak-metode memiliki keberhasilan yang lebih baik daripada satu metode saja

(31)

17-31

Perubahan signifikan terjadi dalam

kondisi-kondisi berikut:

1. Semua karyawan berpartisipasi dalam

penetapan tujuan, pengambilan keputusan, dan desain ulang pekerjaan

2. Kolaborasi kelompok dibangun melalui pembentukan kelompok

3. Budaya organisasi direorganisasi untuk

mengakomodasi tingkatan baru partisipasi dan kolaborasi

(32)

17-32

Langkah-langkah Mengelola

Perubahan

(1 dari 3)

1. Manajemen dan semua yang terlibat harus punya komitmen yang tinggi dan jelas

2. Orang yang terlibat perlu memiliki informasi

terkini yang memungkinkan mereka mengetahui apa yang akan terjadi dan mengapa mereka

perlu melakukan apa yang dilakukan

3. Upaya perubahan perlu dihubungkan dengan bagian lain dari organisasi

(33)

17-33

Langkah-langkah Mengelola

Perubahan

(2 dari 3)

4. Upaya perubahan perlu diarahkan oleh

manajer lini dan dibantu agen perubahan jika perlu

5. Upaya perubahan harus didasarkan pada diagnosis yang baik dan harus konsisten dengan kondisi dalam organisasi

6. Manajemen harus berkomitmen dengan upaya perubahan pada semua langkah

(34)

17-34

Langkah-langkah Mengelola

Perubahan

(3 dari 3)

7. Evaluasi adalah penting dan harus lebih dari sekedar bertanya pada orang apa yang

mereka rasakan tentang upaya perubahan

8. Orang harus melihat dengan jelas hubungan antara upaya perubahan dengan misi dan tujuan organisasi

9. Agen perubahan, jika digunakan, harus benar-benar kompeten

(35)

17-35

Perubahan organisasi adalah

tugas penting yang manajer harus lakukan dengan cara yang

Referensi

Dokumen terkait

Kita tahu bahwa saat itu, sebelum tercetusnya Sumpah Pemuda, bahasa Melayu dipakai sebagai lingua franca di seluruh kawasan tanah air kita. Hal itu terjadi sudah

Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial memiliki kekhasan jika dibandingkan dengan ilmu-ilmu yang lain, karena Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial tersebut membawa sebuah

Keadaan awal tabung yaitu putih keruh, warna ini berasal dari warna amilum ditambah dengan ekstrak.. Namun setelah didiamkan 15 menit dan ditambahkan fehling a dan b,

Telah dilakukan penelitian tentang Uji daya hambat minyak atsiri yang diperoieh dari bahan segar dan bahan kering rimpang temu giring (Curcuma heyneanaYal. Zijp) terhadap

Berdasarkan hasil pencarian, penelitian, dan analisis data, Kami akan membahas tentang “Pemanfaatan Ekstrak Buah Karamunting Sebagai Pengganti Gula Merah Dalam Pembuatan Kue

Tabel 4.10 Perbandingan Penguasaan Konsep Mahasiswa Secara Keseluruhan antara Kelas Kontrol dan Eksperimen pada Materi Spektrometri dan

[r]

Kebijakan revaluasi aset tetap akan mencerminkan keadaan yang sebenarnya dari aset tetap, karena revaluasi akan mencatat nilai dari aset tetap menggunakan nilai pasar,