i
Mari Belajar
di India
Panduan dan Informasi Penting
tentang
Pendidikan Tinggi di India
Cerita Sampul: Sampul Depan – Universitas Kolkata dan Universitas Osmania Sampul Belakang – Universitas Aligarh Muslim dan Universitas Delhi
ii
DAFTAR ISI
Daftar Isi………ii Kata Pengantar……….iv Komentar Para Alumni………vi Bab 1 India ‐ Daratan dan Masyarakat……….1 Bab 2 Pendidikan di India………..13 Bab 3 Sistem Pendidikan Tinggi di India………17 Bab 4 Dewan India untuk Hubungan Budaya / Indian Council for Cultural Relations (ICCR)……….31 Bab 5 Beasiswa dari Pemerintah India yang Dikelola oleh ICCR………40 Bab 6 Studi bahasa Hindi di India………64 Bab 7 Skema Pembiayaan Mandiri bagi Mahasiswa………..73 Bab 8 Kuliah Jangka Pendek sampai Menengah dengan Pembiayaan Penuhiii di bawah Skema Kerja Sama Teknis dari ITEC dan Colombo Plan……….…83 Bab 9 Tinggal di India………..91 Lampiran 1 ……….…….107 Lampiran 2 ………..111 Lampiran 3 ………117 Lampiran 4 ………..130 Lampiran 5 ………133 Lampiran 6 ………136
iv
KATA PENGANTAR
Merupakan hal yang sangat membahagiakan bagi Kedutaan Besar India di Jakarta untuk dapat menerbitkan panduan mengenai “Pendidikan Tinggi di India”. Ini adalah usaha Kedutaan untuk menggapai kaum muda di Indonesia dan memperkenalkan peluang
untuk menempuh pendidikan tinggi di India. Secara khusus, kami menerbitkan buku ini dalam Bahasa Indonesia agar bisa dipahami oleh seluruh kaum muda Indonesia secara luas, sebagai generasi masa depan.
Buku ini memberikan informasi tentang pendidikan tinggi di India dan menjelaskan berbagai skema yang tersedia untuk menempuh pendidikan tinggi, antara lain skema pembiayaan sendiri dan beasiswa. Buku ini juga memberikan penjelasan lengkap mengenai kursus jangka pendek dan menengah di bawah program ITEC dan Skema Colombo Plan dari Pemerintah India. Setiap skema dijelaskan dalam bab berbeda, dilengkapi dengan saran serta apa saja dokumen yang diperlukan. Bab mengenai “Tinggal di India” juga ditambahkan agar para pelajar bisa mempersiapkan diri sebelum berangkat ke India.
Selama beberapa tahun belakangan ini, India telah menjadi pilihan tujuan untuk menempuh pendidikan tinggi, terutama bagi pelajar dari negara berkembang. “Pendidikan berkualitas dengan biaya rendah” selalu menjadi moto kami, dan keberadaan orang India di posisi atas di berbagai perusahaan kelas dunia telah menjadi bukti betapa kuat dan berkualitasnya pendidikan di India.
v
Banyak pelajar Indonesia yang pernah mendapat kesempatan untuk studi di India dengan beasiswa, dari kursus jangka pendek yang memakan waktu beberapa minggu, sampai program S1, S2, S3, dan pasca‐S3 dalam berbagai bidang.
Saya berharap buku ini akan mendorong pelajar Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi di India. Saran dan tanggapan dari Anda mengenai buku ini sangat dihargai. Untuk masa depan yang terbaik… Gurjit Singh Duta Besar India untuk Indonesia
vi
Komentar para alumni
yang pernah belajardi India
di bawah berbagai skema dari pemerintah India
Sistem pendidikan India telah mendapat posisi kuat di dunia internasional. India adalah tujuan yang terkenal untuk melanjutkan studi di antara pelajar‐pelajar Asia Tenggara karena India memiliki keanekaragaman kursus akademik yang tidak tertandingi. Belajar di India, Anda tidak hanya akan mendapat kesempatan untuk bepergian dan merasakan permadani negara ini yang sarat akan nilai kebudayaan; Anda juga akan membayar lebih rendah untuk pendidikan yang berkualitas. Biaya perkuliahan sangat lebih rendah dibanding biaya perkuliahan di banyak negara lainnya, dan standar pendidikannya tinggi. Selain itu, beasiswa juga tersedia untuk pelajar‐ pelajar asing. Jadi, kunjungilah India dan jadilah bagian dari sistem pendidikan yang penuh dengan nilai‐nilai kualitas, perkembangan dan kesungguhan. Sri Rahayu Puspawati ICCR Awardee
vii
Kualitas pendidikan di India tidak kalah dengan negera‐negara maju di Eropa maupun Amerika. Sekarang semakin banyak mahasiswa asing yang berasal dari negera Asia, Timur Tengah, Afrika, Eropa, Amerika dan Australia datang mengikuti pendidikan baik short‐course maupun undergraduate,
post graduate, doctorate maupun post doctor programme di India. Biaya pendidikan relatif murah dibandingkan
dengan negera‐negara maju maupun dengan Indonesia. Dosen‐ dosen/guru‐guru berkualitas, fasilitas pendidikan memadai dengan dukungan lab dan perpustakaan yang memadai pula. Banyak sekali lulusan perguran tinggi maupun sekolah di India bekerja di luar negeri, di negera‐negara maju di Eropa, Amerika, Canada, Australia, maupun pada lembaga‐lembaga internasional. Drs. Ida Bagus Putu Suamba, M.A., Ph.D. ICCR Awardee 1999 Awal masuk kelas, saya sempat canggung karena saya termasuk kategori "orang tua" dibanding teman‐teman sekelas yang rata‐ rata di bawah 24 tahun untuk studi S2. Tapi, saya sangat beruntung sekali, teman‐teman lokal ramah terhadap foreigner dan suka mengajak saya untuk kumpul‐kumpul sehingga saya tahu lebih dalam kebudayaan mereka dan ternyata banyak kebiasaan dan kata‐kata yang sama
viii dengan bahasa Indonesia karena sama‐sama derivat bahasa Sanskrit. Para dosen dan staf di departemen saya juga sangat terbuka terhadap mahasiswa asing, cara mereka mengajar mulai dari basic dan tentunya dasar‐dasar inilah yang saya butuhkan untuk melengkapi ilmu aplikasi yang telah saya miliki waktu S1. Saya masih sempat mengikuti kursus‐ kursus singkat yang sangat amat terjangkau biayanya dan support yang bagus.
Lisa Nathalie, ICCR Awardee 2010
Saya mengistilahkan ilmu kehidupan atau ilmu tentang India beserta budayanya diantaranya semangat belajar, pemerataan pendidikan, cinta produk lokal, kebijakan pendidikan dan Kesederhanaan. Pendidikan bagi sebagian besar orang India adalah sarana mobilitas vertical untuk merubah nasib mereka. Melalui pendidikan mereka berharap kehidupan mereka akan lebih baik. Ingin mendapatkan pekerjaan yang baik, peningkatan derajat di mata masyarakat. Kata teman saya pendidikan adalah jalan satu‐satunya untuk merubah kehidupan bagi golongan rendah. Selain biaya murah, di India saya mendapatkan buku‐buku berlimpah ruah terutama dalam bahasa Inggris dengan harga yang murah. Bahkan jika dicetak dengan edisi mahasiswa harganya bisa lebih murah. Yang senang buku, kuliah di India mungkin mengasyikan!! Yosef Budiman, ICCR Awardee 2011
ix
Sebagai Negara berkembang saya sangat mengagumi kemajuan India yang begitu pesat. Sama seperti India yang berkonsentrasi terhadap perkembangan pendidikannya begitu pun juga dengan indonesia. Saya mendaftar program itec ini khusus mengambil jurusan “international Training programme on skill development” untuk menanbag pengetahuan dan mengetahui bagaimana cara mengaplikasikannya di lingkungan pekerjaan atau kepada staff saya dimana saya sebagai pemimpinnya, agar mereka dapat berkompetisi secara global. Disamping mendapatkan pengalaman positif, India juga sangat terkenal dengan situs‐situs peninggalan sejarah dan teknologinya. Saya sangat menikmati keadaan kotanya dan mempelejari sejarah dan kebudayaanya.
Laksmiadi Janapriati Dewa Ayu ITEC Awardee 2012
Saya mempunyai waktu yang sangat menyenangkan saat belajar komunikasi bisnis di institut. Peserta yang mengikuti kursus ini berasal dari 18 negara2 di seluruh dunia yang mewakili Asia Tengah, Asia Tenggara, Asia Timur, Eropa dan Amerika Selatan. Dengan mengikuti program training in kita dapat menambah pengetahuan kita dan menceritakan Negara kita masing2 untuk mengenal kebudayaan yang dipunyai setiap Negara. Kursus ini terdiri dari enam program pelatihan minggu, yang dibagi menjadi dua minggu pertama jadwal semua peserta masuk kelas secara teratur. Di sini kita belajar banyak hal mengenai penggunaan bahasa Inggris pada
x
komunikasi bisnis. Pelajaran yang fokus pada strategi komunikasi dalam melakukan bisnis, bagaimana membuat kesepakatan yang baik dalam negosiasi bisnis, dan banyak lagi. Ni Gusti Ayu Dewi Paramita Arisandi ITEC Awardee 2012
India dengan 1,2 milyar penduduknya akan memberikan Incredible Experience bagi Anda semua. Saya sering menggunakan waktu kosong untuk menjelajah ke berbagai pelosok India. Begitu banyak ragam kebudayaan dan bahasa yang bisa kita temukan di India. Kondisi sosial ekonominya juga sangat variatif. Saran Saya bagi yang akan kuliah di India, jangan hanya terpaku dengan jadwal dan tugas‐tugas perkuliahan. Jelajahilah India secara maksimal agar kalian benar‐benar merasakan hidup di India. Banyak hal akan kalian dapatkan di luar kelas yang baik maupun yang buruk. Tapi semua itu akan menjadi kenangan indah ketika sudah dilewati. Live Learn Grow.
Satia Pradana ICCR Awardee 2008
1
Bab 1
2
India - Daratan dan Masyarakat
Sejarah
Secara historis, India merupakan daratan tua dengan peradaban yang terus berlangsung selama 500 tahun. Setelah Peradaban Lembah Indus (3000 BC sampai 1500 BC), muncul periode Weda berbahasa Sansekerta (1500 BC sampai 500 BC). Kerajaan India pertama, yaitu Kerajaan Mauryan, dimulai tidak lama setelah Chandragupta Maurya (274‐237 BC). Sesudah masa Kerajaan Asoka, maka kerajaan di India dilanjutkan dengan dinasti dari Gupta, Pratihara, Pala, Chalukya, Chola, dan Pandya. Setelah itu, sekitar abad kesembilan, muncullah periode Muslim yang diikuti dengan kedatangan Inggris pada abad ke‐17.
Seperti Indonesia, India adalah peradabaan yang sudah tua, tapi bangsa yang masih muda. India memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1947 setelah tiga abad dijajah oleh Bangsa Inggris. India mengadopsi sistem pemerintahan parlementer dengan kesatuan negara‐negara serikat yang menyatakan dirinya sebagai Republik Demokratik Berdaulat.
India saat ini telah membuat kemajuan yang signifikan dalam berbagai kegiatan ekonomi. Oleh karena itu, India telah menjadi negara dengan ekonomi terbesar ketiga di Asia. India juga merupakan negara terbesar ketujuh di dunia dalam hal luas wilayah. India telah mampu memproduksi semua barang industri dan barang keperluan yang dapat dibayangkan, dan telah berhasil mencapai kesuksesan yang signifikan pada penelitian ilmiah di area perbatasan, termasuk penerapan energi nuklir yang aman, penelitian luar angkasa dan satelit, teknologi komunikasi dan bioteknologi. India merupakan Negara terbesar ketiga yang memiliki sumber daya manusia yang handal di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmuwan perintis seperti Homi Bhaba, J.C. Bose, Satyen Bose, Nobel
3 laureates C.V. Raman, Hargoving Khorana, dan S. Chandrasekhar telah berhasil memperoleh penghargaan untuk India baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Karakteristik Fisik
India merupakan negara terbesar ketujuh di dunia, yang memiliki populasi terbesar kedua di dunia. Dengan hampir seluruh areanya terletak di belahan bumi bagian utara, India berbatasan dengan Pakistan, Afganistan, Cina, Nepal, Bhutan, Myanmar, dan Bangladesh. Laut Arab, Samudera Hindia, dan Pantai Benggala membatasi garis pantainya.
Daratan utama mempunyai tiga kawasan geografis yang telah terdefinisi dengan jelas, area pegunungan Himalaya, Dataran Indo‐Gangga (yang terbentuk akibat adanya lembah sunga dari tiga sungai besar, yaitu
4 Indus, Gangga, dan Brahmaputra) dan semenanjung selatan Dataran Tinggi Deccan.
Sungai utama meliputi sungai‐sungai Himalaya, seperti Gangga dan Brahmaputra yang menampung salju; sungai‐sungai semenanjung, seperti Godavari, Krishna, dan Mananadi; dan sungai‐sungai di area pantai.
India kaya akan keanekaragaman kehidupan tumbuhan dan hewan, dengan tipe‐tipe flora dan fauna yang unik.
Iklim
Iklim di negara ini bervariasi di setiap kawasannya. Di beberapa tempat, termasuk area pantai, iklim hampir sama sepanjang tahun. Ada beberapa tempat di negara ini yang mempunyai iklim moderat, seperti area kota‐kota di bagian utara atau Bangalore di bagian Selatan. Sebaliknya, kebanyakan area sangat panas pada musim panas. Berdasarkan waktunya, cuaca di India dapat dibagi sebagai berikut: Maret sampai Juni: Musim Panas Juli sampai Oktoner: Pancaroba November sampai Februari: Musim Dingin Suhu rata‐rata di berbagai kota di India (°C) — Musim Dingin (Des – Feb) Musim Panas (Mar – Mei) Pancaroba (Jun – Sep) Sesudah ‐ Pancaroba (Okt – Nov) Sepan jang Tahun Nama Kota M in A vg M ax M in A vg M ax M in A vg M ax M in A vg M ax Avg Port Blair 23 2 28 25 2 29 25 2 27 25 2 28 27
5 6 7 7 6 Thiruvanant hapuram 23 2 6 29 24 2 7 30 28 2 6 24 29 2 6 23 26 Bangalore 7 1 2 18 13 1 8 23 15 1 9 23 8 1 3 18 17 Nagpur 14 2 1 28 24 3 2 40 24 2 7 30 16 2 2 28 26 Bhopal 13 1 8 24 23 3 0 36 23 2 6 28 16 2 2 26 25 Guwahati 11 1 7 24 19 2 5 31 25 2 8 32 17 2 2 27 24 Lucknow 10 1 5 21 23 3 0 35 24 2 9 33 15 2 0 25 25 Jaisalmer 7 1 4 23 24 3 3 40 23 2 9 35 12 1 9 27 22 Dehradun 4 1 2 20 14 2 3 32 22 2 6 30 7 1 5 23 18 Amritsar 4 1 0 18 13 2 5 34 25 2 8 32 10 1 6 24 21 Shimla 1 5 9 10 1 4 18 15 1 8 20 7 1 0 13 13 Srinagar −2 4 6 7 1 4 19 16 2 2 30 1 8 16 13 Leh −1 3 − 6 0 −1 6 12 10 1 6 24 −7 0 7 6
6 Rata‐rata curah hujan di berbagai kota di India (mm) — Musim Dingin (Jan – Feb) Musim Panas (Mar – Mei) Pancaroba (Jun – Sep) Sesudah ‐ Pancaroba (Okt – Dec) Sepanj ang Tahun Nama Kota Ja n Fe b M ar A pr M ay Ju n Ju l A ug Se p O ct N ov D ec Total Port Blair 4 0 2 0 10 6 0 36 0 4 8 0 4 0 0 40 0 4 6 0 2 9 0 22 0 15 0 2.890 Thiruvananth apuram 2 6 2 1 33 1 2 5 20 2 3 0 6 1 7 5 15 2 1 7 9 2 2 3 20 6 65 1.713 Bangalore 3 1 2 0 61 1 1 0 15 0 2 1 2 2 4 9 27 9 3 1 5 2 9 1 21 0 14 0 1.962 Nagpur 1 6 2 2 15 8 18 1 6 8 2 9 0 29 1 1 5 7 7 3 17 19 1.094 Bhopal 4 3 1 3 11 1 3 6 2 7 9 36 0 1 8 5 5 2 21 7 1.043 Guwahati 8 2 1 47 1 8 1 22 6 3 0 9 3 7 7 22 7 1 9 9 9 2 25 10 1.722
7 Lucknow 2 0 1 8 8 8 20 1 1 4 3 0 5 29 2 1 8 8 3 3 5 8 1.019 Jaisalmer – – 3 – 7 1 0 9 0 88 1 5 – 6 – 219 Dehradun 4 7 5 5 52 2 1 54 2 3 0 6 3 1 62 7 2 6 1 3 2 11 3 2.024 Amritsar 2 4 3 3 48 3 0 45 2 7 2 3 1 18 7 7 9 1 8 6 18 746 Shimla 6 0 6 0 60 5 0 60 1 7 0 4 2 0 43 0 1 6 0 3 0 10 20 1.530 Srinagar 7 4 7 1 91 9 4 61 3 6 5 8 61 3 8 3 1 10 33 658 Leh 1 2 9 12 6 7 4 1 6 20 1 2 7 3 8 116 Dalam hal pertanian, beraneka ragam tanaman dan jenis sayur dapat tumbuh sehingga membuat surplus dalam hal produksi makanan negara. Peternakan, susu, unggas dan industri perikanan juga berkembang dengan baik.
Legislatif dan Yudikatif
Negara ini telah dibagi menjadi 28 negara bagian, yang sama dengan provinsi jika di Indonesia, dan Wilayah Persatuan (Union Territories). Negara‐
8 Negara Bagian tersebut telah dianggap memiliki otonomi atas dirinya sendiri, sementara Wilayah Persatuan diatur oleh Presiden melalui pejabat‐pejabat yang ditunjuknya. Pada tingkat desa, sistem yang digunakan adalah
Panchayati Raj. Sistem tersebut merupakan suatu pola pemerintahan mandiri
yang mengawasi perencanaan dan pelaksanaan proyek‐proyek di tingkat kabupaten, blok dan desa. Hak pilih dewasa bersifat universal.
India memiliki kesatuan tiga pilar peradilan, yang mencakup Mahkamah Agung yang dikepalai oleh Kepala Mahkamah India, 21 Pengadilan tinggi, dan beberapa pengadilan negeri. Mahkamah Agung merupakan penafsir akhir dari sebuah konstitusi.
Bendera Nasional dan Lagu Kebangsaan
Bendera negara India mempunyai tiga warna yang terbagi secara horizontal dan terdiri atas warna jingga (deep saffron) pada bagian atas, warna putih pada bagian tengah, dan warna hijau tua pada bagian bawah dengan proporsi yang sama untuk masing‐masing warna. Pada bagian tengah garis putih terdapat sebuah roda, yang muncul pada bagian lambang Singa Sarnath dari Asoka. Lagu kebangsaan, yaitu “Jana‐gana‐mana”, dikomposisi oleh seorang pujangga hebat bernama Rabindranath Tagore yang kemudian diadopsi oleh Mahkamah Konstitusi sebagai lagu nasional India pada tanggal 24 Januari 1950. Hindi merupakan bahasa resmi, sedangkan Inggris merupakan bahasa
9 asosiasi dan penghubung. Ada 22 bahasa yang diakui oleh konstitusi dan beberapa bahasa serta dialek lain yang digunakan di berbagai daerah di India.
Masyarakat dan Agama
Budaya dan keberagaman sosial India melingkupi negara tersebut, namun tetap terjadi keseimbangan di seluruh struktur sosial. Sikap sosial seringkali didasari oleh kepercayaan tradisional, ketaatan terhadap agama, dan melalui interaksi dengan konsep sosial dan politik modern.
India merupakan negara sekuler terhadap agama. Hindu merupakan komunitas terbesar yang kemudian diikuti oleh Muslim, Kristen, Sikh, Buddha, Jain, dan Parsi. Lebih lanjut, 70% masyarakat India tinggal di area pedesaan dengan pertanian atau industri kecil berbasis pertaniaan yang merupakan sumber pekerjaan utama. Dengan kota‐kota industri besar dan pusat perkotaan yang terus timbul, kelas menengah baru dan kelas pekerja baru pun juga bermunculan akibat tataran sosial dan budaya yang berbeda dan menjadi semakin plural.
Seni dan Budaya
Di bidang seni kreatif, seni pahat, arsitektur, dan seni lukis India memiliki sejarah yang kaya dan panjang. Arsitektur gua di Ajanta dan lukisan pada dinding gua di Ajanta dan Ellora, candi‐candi di Khajuraho, lukisan Mughal dan Rajasthani Taj Mahal hanya merupakan beberapa contoh warisan budaya di India. Sejarah pencapaian dan prestasi India dalam bidang tari, drama, dan musik pun tak kalah hebat dan mengesankannya. Tarian klasik pun masih berkembang di India, terutama untuk beberapa tarian besar seperti Bharatanayam, Kathakali, Kathak, dan Manipuri.
Kerajinan tangan dan tekstil tradisional juga tak kalah terkenal sejak dulu. Barang‐barang seni tersebut juga berfungsi untuk menyampaikan mitos, legenda, tempat dan berbagai aspek khusus lain dalam sebuah budaya kepada suatu daerah. Beberapa contoh terkenal barang kerajinan tangan
10 tersebut adalah jenis kain tenun seperti yang terlihat dalam bahan tekstil dari Orissa (Ikkat), sulaman dari Bengal (Baluchari), dan brokat sutra Banarasi dari Varanasi.
Tradisi sastra India terdiri dari sastra Sansekerta, Prakrit, dan Pali yang hebat. Samhitas dan Upanishad merupakan representasi sejumlah karya sastra, sosiologi, filosofi, dan agama yang mengesankan. Perjanjian dalam bidang kedokteran, ilmu pengetahuan alam, matematika dan lainnya pada periode ini juga cukup signifikan. Dari sisi literatur epos, Mahabharata dan Ramayana merupakan contoh yang paling utama. Turunan dari bahasa Sansekerta, seperti Bengali, Gujarati, Hindi, dan Marathi, juga telah menghasilkan sejumlah karya sastra hebat sepanjang abad pertengahan.
Grup bahasa bangsa Dravida, seperti Tamil, Telugu, Kannnada, dan Malayalam mempunyai karya‐karya literatur mengesankannya sendiri dari masa lalu, seperti Kural, Kaviraja‐marga, Ramacharitram, dan Mahabharata dari Nannaya.
Banyak cerita fiksi kuno India mencakup cerita rakyat yang telah dinarasikan dari generasi ke generasi. Cerita‐cerita tersebut merepresentasikan mitos, legenda, cerita petualangan, anekdot, dan humor dan seringkali ditujukan sebagai alat pendidikan moral. Pada periode Muslim, terdapat sebuah penampungan karya sastra yang besar, kebanyakan dari dinasti kerajaan, sejarah, kisah‐kisah perjalanan, sistem hukum, dan filosofi mistik.
Dengan perkenalan terhadap budaya Barat dan pendidikan Inggris di India, banyak masyarakat India mulai menulis dalam bahasa Inggris. Karya sastra mereka mulai mencakup berbagai bidang, dari fiksi sampai puisi, filosofi, sosiologi, sejarah, drama, biografi, dan seni.
Karya sastra yang ditulis dalam berbagai bahasa India yang berbeda, telah sangat diakui dan memperoleh penghargaan di seluruh dunia, termasuk
11 penghargaan Nobel dalam bidang sastra untuk buku kumpulan puisi terkenal berjudul Geetanjali yang ditulis oleh Rabindranath Tagore.
Beberapa hal yang perlu diketahui mengenai India
Masyarakat
Pada umumnya, masyarakat India bersikap ramah dan informal. Kebanyakan dari mereka tidak menunggu untuk diperkenalkan agar dapat berbicara dengan murid. Di dalam bis dan kereta, mereka mungkin mencari orang yang mau diajak bicara. Kadang di area kota besar dan kota kecil, masyarakatnya masih cenderung lebih tertutup.
Wanita di India
Wanita India tradisional dibesarkan dalam lingkungan konservatif. Namun, wanita yang memperoleh pendidikan telah banyak menyingkirkan hambatan adat dan telah maju berperan dalam banyak hal dalam beberapa dekade terakhir. Mereka akan berinteraksi secara bebas kepada siswa ketika siswa tersebut diperkenalkan kepada mereka. Kencan tidak umum di India, tapi di kota‐kota metropolitan, hal ini mulai dapat diterima secara perlahan.
Pakaian
Tidak ada peraturan keseragaman yang ketat mengenai pakaian. Gaya berpakaian bervariasi baik pada setiap provinsi maupun pada setiap komunitas. Di daerah utara, laki‐laki biasanya menggunakan tipe piyama dan kurta atau kaos yang longgar, sementara di daerah selatan dan timur, mereka menggunakan dhotis. Secara tradisional, wanita di area pedesaan biasanya menggunakan sari dan dhoti. Namun, di area perkotaan, laki‐laki dan wanita juga menggunakan pakaian bergaya barat.
12 Tata Krama dan Adat Istiadat
Di India, seperti di daerah lainnya, adat istiadat tertentu muncul saat terjadi masalah‐masalah sosial. Saat seseorang diperkenalkan kepada orang lain, biasanya mereka mengatakan “Namaste”, yang merupakan bentuk sapaan yang paling umum. Bentuk yang sama tersebut juga biasanya digunakan pada saat akan berpisah. Kedua tangan bergabung dan diangkat saat memberikan salam. Banyak orang yang berjabat tangan dan menggunakan bahasa Inggris dalam memberikan salam, seperti “Good
Morning” (Selamat Pagi), “Good Afternoon” (Selamat Siang), dan “Good Evening” (Selamat Malam). Wanita tradisional pada umumnya tidak berjabat
tangan. Namun, di wilayah perkotaan, wanita yang berjabat tangan di area publik sudah menjadi hal yang biasa.
Penasihat Pelajar Internasional pada banyak universitas dan perguruan tinggi, serta sejumlah klub dan asosiasi yang terkadang mengadakan kunjungan ke rumah‐rumah masyarakat India. Merupakan suatu pengalaman yang berguna untuk berkomunikasi dengan mereka.
13
Bab 2
Pendidikan di India
14
Pendidikan di India
SEJAK zaman dahulu kala, India telah menjadi pusat pembelajaran. Beberapa ribu tahun yang lalu, banyak akademisi hebat mengajar melalui tulisan suci. Berbagai ilmu pengetahuan, seperti Filosofi, Agama, Kedokteran, Sastra, Drama dan Seni, Astrologi, Matematika, dan Sosiologi diajarkan dan karya‐karya hebat dalam bidang tersebut telah ditulis. Di bawah pengaruh ajaran Buddha, pendidikan tersedia untuk hampir semua orang yang menginginkannya dan banyak institusi yang terkenal di dunia muncul dari biara‐biara, seperti Nalanda, Vikramshila, dan Takshashila (saat ini berada di Pakistan). Nalanda yang berkembang dari abad ke‐5 sampai ke‐13 sesudah masehi merupakan salah satu yang perlu dicatat secara khusus. Pada suatu waktu, institusi ini pernah mempunyai sampai sepuluh ribu warga dan guru yang bertugas, termasuk di dalamnya adalah orang Cina, Sri Lanka, Korea, dan akademisi internasional lainnya.
Muara Jambi di Sumatera memiliki sebuah universitas yang merupakan titik utama untuk para pelajar yang berasal dari Asia Tenggara dan Cina yang kemudian bepergian ke Nalanda untuk belajar agama Buddha. Jadi, secara historis, para pelajar telah melakukan perjalanan dari kepulauan Indonesia menuju ke India untuk memperdalam pembelajaran mereka.
Selama abad ke‐11, masyarakat Muslim mendirikan sekolah dasar dan sekolah menegah, “Madrasah”, atau perguruan tinggi dan bahkan universitas di area perkotaan, seperti Delhi, Lucknow, dan Allahabad, yang hampir selalu menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa pengatar di kelas. Selama periode pertengahan, terjadi interaksi yang hebat antara tradisi India dan Islam di semua bidang ilmu pengetahuan, seperti Teologi, Agama, Filosofi, Seni Murni, Seni Lukis, Arsitektur, Matematika, Obat‐Obatan, dan Astronomi.
Dengan kedatangan bangsa Inggris, pendidikan bergaya Inggris pun ikut masuk dengan bantuan para missioner Eropa. Pada tahun 1817, Hindu
15 College didirikan di daerah Calcutta. Sementara itu, Elphinstone Institution dibangun pada tahun 1834 di Bombay (Mumbai). Kemudian, pada tahun 1857, tiga universitas dibangun di Calcutta, Chennai, dan Mumbai. Sejak saat itu, pendidikan Barat telah membuat kemajuan yang mantap di dalam negeri. Dengan 634 universitas dan ribuan perguruan tinggi yang terhubung dengannya, lebih dari 100 perguruan tinggi teknik dan institusi teknologi, sekitar 350 sekolah kedokteran, sejumlah institusi pertanian, dan banyak pusat pembelajaran dan penelitian lain yang terpusat pada salah satu subjek atau ilmu tertentu, India dapat menyatakan posisinya sebagai negara pemimpin yang menyediakan pendidikan berkualitas tinggi untuk masyarakatnya, serta bagi para pelajar dan akademisi yang berdatangan dari negara lain di seluruh dunia.
Saat ini, universitas dan institusi pendidikan tinggi dan penelitian di India telah membuat kontribusi yang signifikan untuk melakukan transmisi ilmu pengetahuan dan penyelidikan terhadap batas ilmu pengetahuan alam dan teknologi. Dalam bidang subjek tradisional seperti Seni dan Humaniora, seperti halnya dalam Ilmu Pengetahuan Alam Murni, Fisika dan Kimia Terapan, Matematika dan dalam area teknologi, universitas‐universitas dan institusi pendidikan tinggi telah memainkan peranan penting untuk mengubah India menjadi negara industri yang modern dan memiliki teknologi yang maju. Pegenalan terhadap revolusi hasil pertanian (green revolution) dan perkembangan yang luar biasa dalam hal produk susu telah membuat India menjadi negara penghasil pangan utama di satu sisi; namun di sisi lain, perkembangan teknologi luar angkasa, produksi dan peluncuran satelitnya sendiri, dan perkembangan energi nuklir yang aman telah membawa India ke garis terdepan dalam hal negara berteknologi maju, sehingga sejumlah negara berkembang mencari pelatihan dan pengarahan darinya.
Universitas dan institusi tinggi di India, telah memainkan peran mereka untuk mempromosikan kebutuhan dan aspirasi pendidikan tinggi dan penelitian kepada para pelajar dan akademisi India. Pusat‐pusat pendidikan tersebut telah memperluas kerja sama dan jangkauan mereka juga terhadap
16 para pelajar di negara‐negara berkembang yang belum mempunyai fasilitas pendidikan tinggi dan penelitian yang cukup.
17
Bab 3
Sistem Pendidikan Tinggi
di India
18
Sistem Pendidikan Tinggi di India
Stuktur Pendidikan Tinggi
Di bawah konstitusi India, pendidikan tinggi merupakan tanggung jawab bersama antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Negara Bagian (Catatan 25 dari Daftar Bersama).
Oleh karena itu, universitas didirikan berdasarkan Hukum yang berlaku di Pusat dan Negara Bagian terlepas apakah universitas tersebut didanai oleh Negara Bagian atau tidak.
Hanya Perguruan Tinggi, Lembaga Kepentingan Nasional, dan lembaga yang statusnya disamakan dengan Universitas memiliki tingkat kekuatan berunding.
Namun, koordinasi dan penentuan standar institusi Pendidikan Tinggi merupakan tanggung jawab Pemerintahan Pusat (Catatan 66 dari Daftar Persatuan). Terdapat beberapa badan hukum yang diatur oleh Pemerintah India untuk untuk mengawasi pendidikan tinggi di India. Badan‐badan tersebut adalah sebagai berikut:
Badan Hukum Pendidikan Tinggi University Grants Commission (UGC) All India Council for Technical Education (AICTE) Medical Council of India (MCI) Dental Council of India (DCI) Pharmacy Council of India (PCI) National Council for Teacher Education (NCTE) Rehabilitation Council of India (RCI) Indian Council for Agriculture Research (ICAR)
19 Bar Council of India (BCI) Indian Nursing Council (INC) Central Council of Homeopathy (CCH) Central Council of Indian Medicine (CCIM) Distance Education Council (DEC)
Sekilas mengenai Pendidikan Tinggi
Ukuran Pendidikan Tinggi Pendaftaran dalam Universitas dan Perguruan tinggi 16,9 juta Pendaftaran dalam Pembelajaran Jarak Jauh 3,5 juta Rasio Kotor Pendaftaran Sekitar 16 % Asupan dalam Pendidikan Teknis Sekitar 2,24 juta pada tingkatan dan 1,21 juta pada program diploma Jumlah Universitas / Universitas Setingkat Institusi 634 Jumlah Perguruan tinggi 33.023 Fakultas 817.00020 Tipe Institusi Jumlah Institusi 1. Universitas Pusat (Central Universities) 43 2. Universitas Negara Bagian (State Universities) 297 3. Status disamakan dengan Universitas 129 4. Institusi Kepentingan Nasional 65 5. Universitas Swasta 100 Total 634 Pertumbuhan Pendidikan Tinggi di India
21 Pendaftaran dalam Pendidikan Tinggi
UNIVERSITAS dan institusi khusus merupakan pusat pembelajaran pendidikan tinggi di India. Studi dan disiplin ilmu yang ada mencakup berbagai subjek dari puisi sampai teknik computer, hingga penelitian luar angkasa. Kebanyakan universitas dan pusat pendidikan tinggi untuk pembelajaran dan penelitian mempunyai fungsi otonomi. Sejumlah universitas mempunyai struktur federal yang tersusun atas perguruan tinggi yang berafiliasi pada satu tingkat dan departemen universitas di sisi lain. Pada umumnya, perguruan tinggi yang terafiliasi mengajarkan kuliah untuk program sarjana, sementara departemen universitas melaksanakan pengajaran untuk program pasca sarjana dan penelitian lebih lanjut. Universitas menentukan kriteria penerimaan untuk masuk ke perguruan tinggi dan mengkoordinasi ujian tingkat pertama pada program sarjana serta pemberian gelar.
22 Tipe Universitas
Pada dasarnya, universitas di India terdiri dari dua tipe, yaitu kesatuan dan afiliasi.
Universitas kesatuan terbatas pada sebuah kampus tunggal dan menawarkan kuliah pasca sarjana dan sarjana, dan sangat menekankan pada penelitian. Aligarh Muslim University, Banaras Hindu University, Mysore University, dan Jawaharlal Nehru University (JNU) merupakan contoh penting jenis universitas ini, walaupun JNU tidak mempunyai kuliah untuk pengajaran tingkat sarjana, kecuali dalam bidang bahasa. Variasi dari universitas kesatuan adalah universitas kota yang mempunyai perguruan tinggi konstituante. Contoh jenis variasi universitas kesatuan adalah University of Allahabad dan Maharaja Sayajirao University of Baroda.
Universitas afiliasi merupakan jenis universitas yang paling sering dijumpai di India. Pada umumnya, universitas afiliasi memiliki kampus pusat yang mempunyai departemen atau sekolah yang memberikan petunjuk bagi pasca sarjana dan melakukan penelitian. Universitas jenis ini juga memiliki sejumlah perguruan tinggi yang terafiliasi dengan mereka dan perguruan tinggi tersebut tersebat di beberapa area, sesuai dengan yuridiksi dari universitas tersebut. Kebanyakan perguruan tinggi menawarkan kuliah bagi sarjana walaupun beberapa perguruan tinggi tersebut juga memiliki kelas bagi pasca sarjana untuk kuliah tertentu. Kebanyakan universitas di India merupakan tipe afiliasi dengan universitas berukuran besar seperti Delhi, Calcutta, Mumbai, dan Bangalore yang memiliki sejumlah perguruan tinggi afiliasi.
Terdapat kategori universitas institusi ketiga yang mengajarkan kuliah teknik dan profesional bagi tingkat sarjana dan pasca sarjana. Nama‐ nama seperti Indian Institute of Technology, Birla Institute of Technology, All India Institute of Medical Sciences, Indian Forest Research Institute, dan Indian Veterinary Research Institute merupakan contoh‐contoh dari jenis ini. Beberapa institusi khusus seperti Indian Agricultural Research Institute dan
23 Post Graduate Institute of Medical Research menawarkan kuliah untuk pasca sarjana dan penelitian.
Selain itu, terdapat dua tipe institusi setingkat dengan universitas ‐ ‘Status disamakan dengan Universitas’ (Deemed‐to‐be University) dan ‘Institusi Kepentingan Nasional’ (Institutions of National Importance). Institusi yang disamakan statusnya dengan Universitas (juga disebut sebagai Deemed
Universities) merupakan institusi yang diberikan status universitas
berdasarkan tradisi panjang mereka dalam mengajar, atau spesialisasi dan keunggulan dalam bidang pengetahuan tertentu. Contohnya adalah Deccan College Post Graduate and Research Institute dan Pune and Tata Institute of Social Science, Mumbai. Status “Disamakan dengan Universitas” diberikan oleh University Grants Commission (UGC) dengan persetujuan dari Departemen Pendidikan, Kementerian Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Institusi Kepentingan Nasional didirikan, atau ditetapkan melalui Keputusan Parlemen. Untuk beberapa kasus tertentu, mereka diberdayakan untuk memberikan gelar mereka sendiri, dan hak istimewa yang biasanya hanya diberikan kepada universitas.
Perguruan Tinggi
Terdapat empat tipe perguruan tinggi, yaitu perguruan tinggi pemerintah, perguruan tinggi yang dikelola swasta, perguruan tinggi universitas, dan perguruan tinggi profesional.
Hanya terdapat 15 ‐ 20% perguruan tinggi pemerintah dari jumlah perguruan tinggi di dalam negeri. Perguruan tinggi tersebut dikelola oleh pemerintah negara bagian. Namun, seperti dalam kasus perguruan tinggi lain, universitas yang terikat dengan perguruan tinggi tersebut yang mengadakan ujian, memberikan kuliah dan studi, serta memberikan gelar.
24 Tapi, sekitar 70% perguruan tinggi telah didirikan oleh sebuah perwalian yang dikelola oleh swasta atau masyarakat. Lebih dari sepertiga perguruan tinggi tersebut didirikan di area pedesaan. Manajemen mereka dibentuk sesuai dengan norma yang ditetapkan oleh pemimpin tertinggi dalam universitas yang bersangkutan. Hubungan perguruan tinggi tersebut dengan universitas dijelaskan oleh undang‐undang dan rektor universitas. Walaupun didirikan melalui inisiatif swasta, semua perguruan tinggi tersebut menerima dana bantuan dari pemerintah Negara bagian. Kuasa untuk memberikan afiliasi kepada sebuah perguruan tinggi umumnya terikat pada universitas yang berkonsultasi dengan pemerintah negara bagian.
Perguruan tinggi dari Universitas, disebut juga perguruan tinggi konstitusi, merupakan institusi yang dijalankan dan diatur oleh universitas itu sendiri, jumlahnya sangat sedikit.
Perguruan tinggi profesional kebanyakan bergerak dalam bidang ilmu Kedokteran, Teknik, dan Manajemen. Selain itu, terdapat beberapa ilmu lain juga. Beberapa jenis perguruan ini didukung dan diatur oleh pemerintah, sedangkan beberapa perguruan tinggi lain dikelola berdasarkan inisiatif swasta. Pada negara bagian Karnataka, Maharashtra, Andhra Pradesh, dan Tamil Nadu, terjadi sebuah pertumbuhan yang fenomenal dalam hal jumlah perguruan tinggi profesional yang dikekola oleh swasta. Mereka tidak memperoleh bantuan dana apapun dari pemerintah negara bagian dan, hampir dalam kebanyakan kasus, mereka mengenakan biaya yang berat meliputi biaya modal dan biaya operasional.
Keunikan, fleksibilitas, dan kualitas pendidikan tinggi di India telah menarik semakin banyak pelajar internasional untuk datang ke universitas‐ universitas di India, untuk belajar di India dibandingkan dengan universitas lain yang lebih mahal dan pendidikan tinggi yang ditawarkan di Amerika Serikat, di negara‐negara kawasan Eropa Barat, dan Australia. Pendidikan tinggi masih sangat disubsidi di India, maka biayanya sangat terjangkau. Lebih lanjut, pelajar dari negara berkembang, seperti Indonesia, merasa lebih
25 sesuai dan percaya diri untuk berbagi karena mereka memiliki lebih banyak nilai‐nilai sosial dan budaya yang hampir sama dengan India.
Struktur
Pada system India, pendidikan tinggi mencakup pendidikan yang disampaikan setelah tahap 10+2 – sepuluh tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah dilanjutkan dengan dua tahun pendidikan menengah tinggi.
Program dan Gelar
Program Sarjana
Pada umumnya, program sarjana berlangsung selama tiga tahun sampai ujian akhir. Universitas dan institusi pendidikan tinggi memberikan gelar Sarjana dalam bidang Seni, Ilmu Pengetahuan Alam, Perdagangan, Manajemen, dll. Namun, program sarjana yang mengarahkan para pelajarnya menuju gelar dalam bidang ilmu profesional, seperti Teknik, Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Farmasi yang berlangsung lebih lama, yaitu sekitar 4 sampai 5,5 tahun.
Program Pasca Sarjana
Program dalam bidang Pengetahuan Umum, Pengetahuan Alam, dan Kedokteran biasanya berlangsung selama dua tahun dengan gelar Master. Untuk bidang Teknik dan Teknologi, perkuliahan berlangsung selama satu setengah tahun. Dalam beberapa bidang khusus, contohnya untuk gelar Sarjana Pendidikan (Bachelor of Education (B.ED)), penguasaan terhadap ilmu‐ilmu lain diperlukan sebelum status penerimaan didapatkan.
Banyak universitas dan institusi tinggi menawarkan diploma atau sertifikat kuliah dengan durasi yang lebih pendek dalam bidang ilmu Teknik,
26 Ilmu Pertanian, dan Teknologi Komputer. Durasi kuliah ini bervariasi pada setiap universitas.
Persyaratan untuk Pendaftaran
Untuk pendaftaran program sarjana dalam universitas atau institusi pendidikan tinggi di India, para kandidat perlu untuk menyelesaikan masa 12 tahun sekolah. Persyaratan ini hampir sama dengan sistem pendidikan di Indonesia, yaitu setelah 12 tahun masa sekolah, murid akan lulus dari SMA/SMU. Para kandidat juga diharapkan untuk memperoleh nilai 60%‐70% pada tes kualifikasi mereka. Persyaratan penerimaan bagi para kandidat program sarjana untuk dapat lulus tidak terlalu ketat. Penerimaan pada perguruan tinggi bukan profesional biasanya tidak sulit, kecuali pada beberapa kasus jika perguruan tinggi yang dituju terletak di kota metropolitan dan mempunyai tingkat kompetisi yang tinggi.
Untuk penerimaan program sarjana teknik, para kandidat harus memperoleh nilai 75%‐80% pada tes kualifikasi mereka yang mencakup beberapa pelajaran, yaitu Fisika, Kimia, Biologi, Matematika, dan Bahasa Inggris. Tes masuk untuk perguruan tinggi profesional, seperti Kedokteran, Teknik, Farmasi, Kedokteran Gigi, Arsitektur, Manajemen, atau Pertanian lebih sulit karena terbatasnya kuota bangku yang tersedia, dan umumnya dilakukan tes penerimaan yang terpisah dari tes umum. Namun, dalam beberapa kasus, para pendaftar dari luar negeri dapat diterima dalam kuota bangku yang disediakan oleh Pemerintah India sesuai dengan pedoman yang ditentukan oleh Universitas India yang bersangkutan.
Pada tingkat pasca sarjana, penerimaan bersifat terbatas dan hanya murid‐murid dengan kualifikasi baik yang dapat diterima. Institusi tertentu yang reputasinya sudah terkenal, lebih banyak diminati dari institusi lainnya. Pada perkembangan yang terjadi saat ini, banyak universitas yang telah memulai tes masuk mereka sendiri untuk kelas‐kelas pasca sarjana. Hal ini sekali lagi menunjukkan bahwa mahasiswa asing dapat diterima dalam kuota
27 bangku yang disediakan oleh Pemerintah India dengan beasiswa yang berbeda dan skema pembiayaan mandiri.
Penerimaan untuk kuliah M. Phil, yang dimulai pada tahun 1970an, sebagai kuliah pra‐PhD, sangat kompetitif. Lebih dari 60% universitas yang ada telah menerapkan program ini yang sampai saat ini merupakan kualifikasi minimum dalam penunjukkan seorang dosen. Agar dapat memenuhi kualifikasi untuk gelar M.Phil ini, penekanan dilakukan pada pekerjaan yang dilakukan saat kuliah, meskipun disertasi juga diperlukan.
Mahasiswa dapat diterima masuk ke dalam program PhD jika mereka mampu untuk memenuhi kriteria persyaratan sehubungan dengan kompetensi penelitian mereka dan ketertarikan yang asli terhadap bidang studi. Penerimaan disetujui oleh Dewan Studi, dalam beberapa kasus rekomendasi dari Komite Gelar Penelitian (Research Degree Committee) dari universitas yang bersangkutan juga dipertimbangkan. Untuk memastikan bahwa standar minimum dan keseragaman tetap terjaga, UGC dan Council
for Scientific and Industrial Research (CSIR) saat ini melakukan tes pemilihan
bersama sebanyak dua kali setahun untuk memilih kandidat yang memenuhi syarat untuk melakukan penelitian setiap tahunnya. Sejumlah beasiswa tersedia bagi mereka yang telah memenuhi syarat tes dan ingin mengejar penelitian lebih tinggi.
Universitas dalam negeri memiliki otonomi dan bebas untuk menentukan peraturannya sendiri sehubungan dengan kualifikasi penerimaan untuk mahasiswa dari negara lain selain India. Association of Indian Universities (AIU) telah diterima sebagai badan yang terakreditas pada tingkat nasional untuk menangani penilaian kemampuan akademi asing.
Daftar Ujian Asing yang diakui oleh AIU dimuat pada Lampiran I
28 Universitas dan Institusi Setingkat Universitas di India
Saat ini terdapat 634 universitas setingkat institusi di India, termasuk 129 yang disamakan tingkatnya dengan universitas. Dari sejumlah 634 universitas, terdapat 297 universitas negara bagian, 43 universitas pusat, 65 institut kepentingan nasional, dan 100 universitas swasta. Untuk memenuhi kebutuhan terhadap pendidikan tinggi, terjadi pertumbuhan universitas swasta yang fenomenal pada beberapa dekade terakhir. Selain mempunyai sejumlah universitas tradisional, institusi pendidikan tinggi di India terdiri dari Universitas Pertanian (termasuk perhutanan, ilmu perikanan dan kedokteran hewan, teknologi hortikultura dan produk susu), Universitas Teknik dan Teknologi, Universitas Ilmu Kedokteran, Universitas Hukum, Institut Ilmu Populasi, Institut Statistik India, Institut Ilmu Pengetahuan Alam India, Universitas Jurnalisme, Universitas untuk Ayurveda, Universitas untuk Studi Perempuan, Universitas Sansekerta, Universitas Terbukan, Universitas Seni Murni, Universitas Musik, dan Universitas Terbuka untuk Sejarah Konservasi Seni dan Museologi.
Terdapat lebih dari 33.000 perguruan tinggi yang terafiliasi dengan universitas tersebut dan diperkirakan mencapai 17 juta pelajar terdaftar. Dari jumlah perguruan tinggi yang telah disebutkan, lebih dari 345 menawarkan MBBS (Bachelor of Medicine and Bachelor of Suegery) dan gelar yang lebih tinggi dalam bidang kedokteran, dan sekitar 1000 dalam bidang teknik. Perguruan tinggi lain yang menawarkan program sarjana dan pasca sarjana meliputi kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, pertanian dan kuliah yang berhubungan, ayurveda, homeopati, B.A, B.Sc, B.Com, B.Ed, LLB, LLM, M.A, M.Sc, M.Ed, dan gelar tinggi lainnya dalam berbagai bidang ilmu seperti ilmu pengetahuan umum, ilmu pengetahuan sosial, dan humaniora yang mencakup bahasa asing, Hubungan Internasional, Studi Sosial, Pendidikan, dan Hukum ditawarkan pada kebanyakan universitas dan perguruan tinggi konvensional. Terjadi pertumbuhan jumlah Sekolah Bisnis yang fenomenal di India selama lima tahun terakhir karena jumlahnya yang meningkat sebanyak tiga kali lipat menjadi 4.500. Jumlah murid yang terdaftar dalam program Master untuk Bisnis Administrasi (Master’s Courses in Business
29
Administration {MBA}) dan kuliah yang berhubungan yang ditawarkan pada
Sekolah Bisnis saat ini sekitar 360.000. Bersama dengan perguruan tinggi konstitusi dari universitas, sejumlah pusat penelitian dari Council of Scientific
and Industrial Research, Bhaba Atomic and Research Centre, Indian Council of Agricultural Research, dan Indian Council for Social Science Research juga
terafiliasi dengan sistem universitas dan menawarkan program penelitian untuk doktor dan professor. Tahun Akademik Tahun akademik biasanya dimulai pada bulan Juni atau Juli dan berakhir pada bulan Maret atau April. Institusi yang terletak di area dataran tinggi (sekitar satu atau dua persen dari total institusi yang ada) mengikuti jadwal yang berbeda. Jadwal tersebut biasanya dimulai pada bulan Maret dan terus berlangsung sampai Desember. Pada kebanyakan universitas yang mengikuti pola ujian tahunan, tahun akademik dibagi menjadi tiga periode. Saat ini, sejumlah universitas mengikuti sistem semester. Tidak ada sistem yang mengatur pengajaran selama liburan di musim panas.
Sistem Ujian
Jika universitas tersebut mengikuti pola tahunan, ujian akhir tahun dilaksanakan antara bulan Maret dan Mei dan hasilnya akan diumumkan dua bulan kemudian. Sementara itu, ujian tambahan dilaksanakan pada bulan Oktober atau November. Untuk universitas yang mengikuti sistem semester, ujian dilaksanakan antara November ‐ Desember dan Maret ‐ April.
Kebanyakan ujian dilaksanakan oleh universitas; namun, beberapa perguruan tinggi terafiliasi telah mengurangi jumlah ujian dalam universitas untuk suatu gelar. Contohnya, pada tingkat Sarjana untuk bidang humaniora, ujian pada akhir tahun pertama mungkin dilakukan oleh perguruan tinggi, dan ujian pada akhir tahun kedua dan ketiga dilakukan oleh universitas. Evaluasi terpusat juga telah diadopsi oleh beberapa universitas untuk menghemat waktu dalam mengevaluasi tulisan yang dibuat. Penilaian
30 internal dari pekerjaan yang dilakukan oleh mahasiswa selama proses pengajaran beberapa tahun tersebut termasuk dalam 10 sampai 25 persen dari total nilai pada tingkat sarjana, dan 20 sampai 40 persen pada tingkat pasca sarjana pada beberapa universitas. Institusi Teknik, Kedokteran, dan Manajemen pada umumnya telah mengadopsi sistem penilaian internal yang lengkap dengan menggunakan sistem penilaian huruf dan sistem nilai kredit.
Bahasa Pengantar dalam Penyampaian Instruksi
Pada kebanyakan universitas, bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Inggris. Dalam program kuliah profesional, bidang ilmu pengetahuan, dan teknik, Bahasa Inggris digunakan secara eksklusif sebagai bahasa pengantar. Untuk Fakultas Humaniora, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Perdagangan, bahasa pengantar yang digunakan adalah Bahasa Inggris dan bahasa daerah. Pendidikan pasca sarjana dilakukan dalam Bahasa inggris di banyak tempat.
Pendidikan Jarak Jauh
Pendidikan jarak jauh dimulai pada universitas di India pada tahun 1962. Pada tahun 1982, Universitas Terbuka pertama didirikan di Andhra Pradesh, Hyderabad, dan pada tahun 1985, Indira Gandhi National Open University (IGNOU) didirikan di Delhi. Universitas Terbuka lainnya telah dibangun di negara bagian Rajasthan, Maharashtra, Bihar, Gujarat, Madhya Pradesh, dan Karnataka. Sejumlah universitas mempunyai program pendidikan jarak jauh demi memenuhi kebutuhan mahasiswa yang bekerja paruh waktu atau penuh.
31
Bab 4
Dewan India untuk Hubungan Budaya /
Indian Council for Cultural Relations (ICCR)
32
Dewan India untuk Hubungan Budaya /
Indian Council for Cultural Relations
(ICCR)
Dewan India untuk Hubungan Budaya, atau yang disebut Indian Council for Cultural Relations (ICCR), didirikan pada tahun 1951 dan telah mempromosikan budaya India di luar negeri dan untuk membawa satu perwujudan budaya India kembali ke India. Oleh karena itu, pusat kebudayaan ini telah menjadi kendaraan utama dalam proses pertukaran budaya internasional.
Program kebudayaan oleh para pelajar internasional diatur oleh ICCR di setiap kesempatan yang ada. Program ini mengizinkan para pelajar internasional untuk mempersembahkan kebudayaan nasional masing‐masing atau regional dan mempromosikan sikap saling pengertian dan menghargai negara‐negara yang berpartisipasi. ICCR juga menjaga jaringan antar
International Students’ Advisors (ISA) di universitas‐universitas India untuk
membantu para pelajar internasional dalam berbagai hal, dari mengatur proses penerimaan, akomodasi tempat tinggal, sampai bantuan dalam keadaan darurat.
Mempromosikan interaksi akademik antara India dan negara lain telah menjadi alat penting untuk diplomasi India, khususnya diplomasi budaya. Untuk tujuan ini, ICCR menawarkan serangkaian program yang ditujukan untuk dunia akademik, dari beasiswa kepada pelajar asing untuk belajar di India dan memperoleh gelar di India, dari gelar sarjana sampai pasca sarjana, termasuk doktor (PhD), beasiswa untuk penelitian pasca doktor, mendukung profesor dari India untuk mengajarkan ilmu yang berhubungan dengan India melalui penempatan posisi di universitas asing, untuk mengorganisasi seminar, konferensi, kuliah, dan kunjungan orientasi/pengenalan oleh para akademisi. Kami akan terutama berfokus
33 pada dua program ICCR, yaitu Beasiswa Umum dan Beasiswa Penelitian dalam buku ini.
Beasiswa bagi Mahasiswa Asing untuk Belajar di India
Pada awalnya, tren yang terjadi adalah mahasiswa‐mahasiswa India pergi ke luar negeri untuk melanjutkan studinya. Sementara studi ini terus berlanjut, pergerakan yang berlawanan arah juga mulai terjadi dengan semakin banyaknya mahasiswa asing yang datang ke India setiap tahunnya untuk memanfaatkan fasilitas pendidikan kami yang menawarkan standar pendidikan yang baik dengan biaya yang rendah dibandingkan dengan fasilitas yang hampir sama di negara maju. Banyak mahasiswa dari luar negeri datang dengan pembiayaan mandiri, yaitu membayar biaya mereka sendiri, namun pada saat yang sama, sejumlah mahasiswa juga datang ke India dibawah bantuan beasiswa yang ditawarkan oleh berbagai badan Pemerintahan India dan dari ICCR yang terbesar dan paling bervariasi.
Department of Science and Technology (DST), Department of Agriculture Research and Education (DARE), Department of Higher Education (DHE), dan
departemen lain, termasuk Ministry of External Affairs (MEA) melalui divisi TC di dalamnya dan melalui ICCR, menawarkan beasiswa dan bantuan keuangan untuk negara lain, baik untuk pelajar dan orang‐orang yang sudah bekerja, tapi berkeinginan untuk meningkatkan kemampuan mereka.
Skema Beasiswa yang Dikelola oleh ICCR untuk Mahasiswa Asing
Setiap tahunnya, ICCR menawarkan lebih dari 3.000 beasiswa, yang mencakup lebih dari 120 negara, untuk mahasiswa asing dengan berbagai skema, sehingga memampukan mereka untuk melanjutkan studi mereka di beberapa institusi pendidikan di India dari tingkat sarjana sampai pasca doktor dalam berbagai bidang ilmu. Untuk banyak skema, saat ini ICCR bertindak sebagai badan implementasi atas nama MEA dan Departemen AYUSH, Kementerian Kesehatan. Hal tersebut berarti ICCR yang memberikan
34 skema, sementara MEA/AYUSH yang memutuskan jumlah beasiswa, negara yang akan mendapat beasiswa yang ditawarkan tersebut, dan memberikan dana bantuan. Skema lain sepenuhnya merupakan tanggung jawab ICCR, termasuk menyediakan anggaran yang dibutuhkan dari sumber dayanya.
Keterlibatan ICCR dengan program beasiswa mahasiswa asing dimulai segera sejak awal proses berlangsung dengan beasiswa diberikan kepada mahasiswa asing yang mau mempelajari musik dan tarian India, lukisan dan seni pahat India, dan tradisi budaya India lain yang unik, seperti yoga. Selama bertahun‐tahun, keterlibatan tersebut telah berkembang dan bertumbuh menjadi skenario yang terjadi saat ini, yaitu mahasiswa yang mendapatkan beasiswa ICCR mempelajari semua hal mulai dari sejarah sampai teknik, mengambil kuliah baik dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan alam. Satu‐ satunya bidang yang belum termasuk dalam beasiswa ICCR saat ini adalah kedokteran dan kedokteran gigi. Selain itu, summer camp dan tur budaya dilakukan setiap tahun oleh dewan bagi para murid dan pelajar internasional dalam rangka memperkenalkan kepada mereka keberagaman skenario budaya di India dan pada saat yang sama, memberikan kesempatan untuk mempromosikan komunikasi.
Kantor pusat ICCR berlokasi di Azad Bhavan, New Delhi dan saat ini, mempunyai 16 cabang. Setiap kantor regional mempunyai yurisdiksi universitas dan institusi dalam zonanya masing‐masing dan bertanggung jawab untuk memperluas saran dan bantuan kepada mahasiswa internasional yang belajar di kawasan tersebut. Alamat kantor‐kantor ICCR dicantumkan pada Lampiran II.
35 TINGKAT KESEJAHTERAAN YANG DIAJUKAN OLEH ICCR DAN BADAN LAIN, YAITU KEMENTERIAN DALAM NEGERI, KEMENTERIAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA, KEMENTERIAN KEUANGAN, DAN UNIVERSITAS UNTUK PELAJAR ASING.
UNTUK PARA PELAJAR YANG MEMPEROLEH BEASISWA ICCR
Kantor Pusat/Kantor Regional ICCS/Universitas yang Berbeda mengatur kuliah orientasi untuk para pelajar ICCR pada kedatangan pertama mereka di India.
Penasihat Mahasiswa International telah ditunjuk pada hampir semua universitas untuk menjadi penghubung antara pelajar asing, kantor regional, dan kantor pusat ICCR.
Beberapa Kantor Regional baru telah dibuka untuk melihat kegiatan sehubungan dengan beasiswa dari dewan (daftar Kantor Regional tersedia pada website ICCR: www.iccrIndia.net)
Fasilitas perbankan dan ATM tersedia bagi para pelajar yang memperoleh beasiswa ICCR. Pencairan Dana Bantuan/HRA dilakukan langsung ke rekening murid yang bersangkutan. Bantuan dan saran untuk mendapatkan akomodasi di luar perguruan tinggi / universitas / hostel tidak tersedia.
Besaran beasiswa telah diperbarui sejak bulan Juli 2012, sehingga para pelajar yang memperoleh beasiswa ICCR tidak mengalami kesulitan keuangan.
36 Pada saat kedatangan, pelajar yang memperoleh beasiswa ICCR akan disambut oleh perwakilan ICCR di Kantor Pusat dan Kantor Regional. Akomodasi transit akan diberikan kepada pelajar tersebut dan dana bantuan / biaya sewa rumah akan dibayar di muka untuk tiga bulan kepada mereka segera setelah kedatangan. Mereka akan dibantu dalam pembukaan rekening bank untuk memfasilitasi pembayaran agar tepat waktu dan diberikan pengarahan oleh kantor terkait mengenai adat istiadat dan sosial budaya India, keadaan hidup, dan pola pendidikan yang diterapkan di Universitas‐Universitas di India.
Banyak kantor regional telah mengatur pesta perpisahan untuk mengumpulkan para pelajar yang memperoleh beasiswa ICCR yang akan kembali ke negaranya setelah menyelesaikan studi mereka di India.
Fasilitas medis tersedia bagi para pelajar ICCR sesuai dengan tarif harga yang ditetapkan oleh Pemerintah. ISA menyarankan untuk menjaga hubungan dengan para pelajar ICCR dan mengawasi perkembangan mereka secara akademis dan lainnya dan kembali kepada Kantor Pusat ICCR jika terjadi masalah. Memperbarui data Alumni ICCR dengan bantuan dari Kantor Regional kami dan para Misioner kami di luar negeri. UNTUK PARA PELAJAR ICCR DAN PELAJAR DENGAN PEMBIAYAAN MANDIRI
Bantuan dalam proses pendaftaran FRRO oleh RO/ISA. Prosedur pendaftaran FRRO telah diperlancar dengan adanya intervensi dari pihak ICCR.
37 Penasihat Mahasiswa Internasional/Universitas menasihatkan untuk sedapat mungkin memfasilitasi pemahaman terhadap budaya dan bahasa lokal sehingga terjadi komunikasi dan interaksi yang efektif antara pelajar asing dan komunitas lokal.
Mengatur Summer Camp dan Winter Camp yang meliputi situs wisata terkemuka dan sejarah penting di berbagai bagian India.
Untuk memaparkan pelajar asing terhadap berbagai aspek Tradisi Budaya India dalam kolaborasi dengan SPIC‐MACAY, ICCR memperluas dukungan keuangan untuk SPIC‐MACAY agar memampukan mereka untuk mengatur Rangkaian/Festival Warisan Budaya yang mencakup Demonstrasi Virasat dan Lecturecum termasuk berbagai modul seperti music dan tarian klasik, teater rakyat, sinema, Perjalanan Warisan Budaya, serta Yoga dan Meditasi di berbagai perguruan tinggi/institusi yang berbeda dan pusat pelatihan demi kepentingan para pelajar asing.
Banyak usaha yang dilakukan oleh RO (Kantor Regional) untuk mengatur kuliah dari waktu ke waktu untuk mempromosikan integrasi Pelajar Asing ke dalam Budaya India dan membuat mereka sadar terhadap budaya dan peradaban India.
Mengatur Festival Pelajar Internasional yang dilaksanakan setiap tahun untuk memberikan kesempatan kepada pelajar asing untuk mempersembahkan penampilan budaya yang menunjukkan budaya dan tradisi negara mereka.
Partisipasi pelajar asing dalam study tour yang diatur oleh Universitas / Institusi ikut dipertimbangkan.
Keterlibatan pelajar asing dengan kegiatan budaya yang dilakukan oleh ICCR, Kantor Pusat, dan juga Kantor Regional.