BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. tidak dapat secara mudah jika hanya dilihat dengan hal-hal terkait yang

21  Download (0)

Teks penuh

(1)

II-1

SKRIPSI ANALISIS WACANA TENTANG … ESTI PUTRI A.

BAB II

GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

Citra yang dibentuk oleh perpustakaan di kalangan masyarakat tidak dapat secara mudah jika hanya dilihat dengan hal-hal terkait yang telah dilakukan oleh perpustakaan itu sendiri. Ada banyak hal yang perlu dipahami oleh masyarakat sebagai pengguna perpustakaan dalam mengetahui citra perpustakaan, sehingga ketika masyarakat melihat dari banyak sudut pandang dalam menilai sebuah perpustakaan yang nantinya akan membentuk sebuah citra perpustakaan di kalangan masyarakat akan semakin berkembang dan dinamis tergantung pemahaman pada citra perpustakaan masing-masing individu dalam masyarakat.

Citra tidak dapat diukur secara sistematis tetapi wujudnya bisa dirasakan baik positif maupun negatif. Penerimaan dan tanggapan baik positif maupun negatif tersebut datang dari publik atau khalayak sasaran pihak perpustakaan pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Citra terbentuk atas proses akumulasi dari tindakan maupun perilaku individu atau instansi yang mana dalam hal ini adalah instansi perpustakaan yang kemudian mengalami suatu proses untuk terbentuknya opini masyarakat yang luas. Citra dapat mempengaruhi persepsi, emosi, perasaan, kesadaran, dan opini masyarakat

Citra pada dasarnya berakar dari nilai-nilai kepercayaan yang secara nyatanya diberikan secara individual dan merupakan pandangan

(2)

II-2

SKRIPSI ANALISIS WACANA TENTANG … ESTI PUTRI A.

atau persepsi. Sebuah instansi perpustakaan dapat menyandang citra baik atau buruk. Kedua hal tersebut bersumber dari citra-citra yang berlaku dan terbentuk dari hal-hal yang dilakukan oleh perpusatakaan tersebut baik bersifat positif maupun negatif. Pencitraan perpustakaan terbentuk oleh pencitraan diri perpustakaan yang sengaja diolah sedemikan rupa dengan harapan mendapat citra positif di mata publik atau masyarakat luas. Akan tetapi pencitraan tersebut tidak selalu menghasilkan opini publik yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pelaku pencitraan.

Saat ini dalam membentuk sebuah citra perpustakaan yang baik di kalangan masyarakat, pihak perpustakaan sendiri telah melakukan banyak upaya dalam meningkatkannya. Seperti halnya pihak perpustakaan yang melakukan pelayanan prima kepada pengguna yang berkunjung ke perpustakaan, hampir semua perpustakaan melakukan hal tersebut, contohnya melakukan senyum, sapa dan salam kepada pengguna, walaupun hal tersebut berupa hal yang sederhana, namun dapat memberikan efek yang besar dalam menimbulkan citra baik oleh masyarakat sebagai pengguna. Hal tersebut dapat dibuktikan melalui hasil penelitian yang menunjukkan sebesar 69% dari pustakawan yang melakukan pelayanan dengan menggunakan 3S yaitu salam, senyum dan sapa (Yuniarta, 2015)

Pihak perpustakaan juga menyediakan koleksi yang beragam, sehingga koleksi tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pengguna perpustakaan, misalnya pihak perpustakaan menyediakan

(3)

II-3

SKRIPSI ANALISIS WACANA TENTANG … ESTI PUTRI A.

koleksi hiburan seperti novel, buku cerita, ataupun komik sehingga fungsi perpustakaan sebagai tempat rekreasi pengguna dapat terlihat dari hal tersebut.

Desain interior perpustakaan juga didesain dengan senyaman mungkin, sehingga masyarakat yang datang ke perpustakaan akan merasa nyaman dan betah untuk berada di dalamnya. Kenyamanan yang dirasakan oleh pengguna dapat dilihat dari sirkulasi udara, pencahayaan ataupun suara-suara/kebisingan yang ada di perpustakaan. Penelitian yang dilakukan oleh Yanuarista (2013) berjudul Persepsi Pemustaka terhadap Desain Interior Perpustakaan UNAIR, menunjukkan hasil tentang srikulasi udara dan pencahayaan yang ada di dalam perpustakaan. Untuk hasil sirkulasi udara terdapat hasil sebesar 37% udara yang berada di dalam perpustakaan terasa pengap. Untuk pencahayaan terdapat hasil sebesar 13% dari pengguna yang menyatakan bahwa pencahayaan yang ada membuat mata cepat lelah.

Beberapa hal tersebut dilakukan oleh perpustakaan dalam membentuk sebuah citra, sehingga dari itu masyarakat dapat mengetahui informasi-informasi yang terkait dengan perpustakaan yang pada akhirnya citra baik perpustakaan akan tumbuh di benak masyarakat. Namun, apabila ditelisik lagi pembentukan sebuah citra perpustakaan tidak dapat dilihat dari hal-hal tersebut saja, yaitu hal-hal yang dilakukan oleh perpustakaan, karena citra yang terbentuk akan mengarah pada terbentuknya citra baik perpustakaan oleh kalangan masyarakat. Pembentukan citra oleh

(4)

II-4

SKRIPSI ANALISIS WACANA TENTANG … ESTI PUTRI A.

masyarakat dapat dilihat dari wacana, pendapat, asumsi, atau tanggapan-tanggapan yang berkembang di masyarakat yang terkait dengan citra perpustakaan, sehingga citra yang terbentuk selalu ajeg atau stabil namun dapat berubah, ini yang kemudian dapat mempengaruhi bagaimana citra perpustakaan yang terbentuk, yaitu dapat berupa citra positif dan dapat berupa citra yang negatif.

Realitas atau kenyataan tentang perpustakaan dapat diperoleh melalui wacana tertentu yang membahas tentang perpustakaan. Dengan begitu, satu hal yang perlu dipahami dan diperhatikan kaitannya dengan pembentukan citra adalah pemahaman oleh kalangan masyarakat pada wacana-wacana yang berkembang, sehingga informasi-informasi yang disampaikan di dalam wacana harus merupakan informasi yang sesungguhnya/ informasi kredibel yang nantinya akan mempermudah pembentukan citra. Jika tidak didasari informasi dengan kredibilitas yang tinggi maka hanya akan membentuk citra yang lemah di pandangan masyarakat. Informasi yang kurang maupun tidak kredibel mengakibatkan munculnya banyak celah yang dapat dilihat oleh publik ataupun lawan yang dapat dengan mudah mengubah citra tersebut menjadi citra yang negatif. Pemahaman proses seleksi informasi oleh publik perlu dipahami guna mendapatkan citra yang diinginkan. Proses seleksi tersebut merupakan sebuah proses penyaringan informasi akan suatu realitas yang ada hubungannya dengan perpustakaan kemudian akan diinterpretasikan

(5)

II-5

SKRIPSI ANALISIS WACANA TENTANG … ESTI PUTRI A.

dalam sebuah wacana sehingga memunculkan suatu citra dalam benak publik tersebut.

Terlebih lagi saat ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berkembang dengan pesatnya, yang mana teknologi tersebut digunakan sebagai sarana publisitas wacana-wacana yang telah diproduksi. Publisitas atau dapat pula diartikan sebagai penyebaran informasi maupun pesan secara sistematis melalui media tertentu dan dengan tujuan tertentu. Publisitas dilihat melalui segi kegiatan dimaksudkan untuk mengupayakan mendapatkan ruang atau waktu pemberitaan guna mempromosikan produk, layanan, tokoh, gagasan, tempat, organisasi, maupun hal-hal yang lain. Publisitas merupakan komunikasi kepada publik melalui media massa atau langsung secara face to face , dan tidak memerlukan suatu bayaran. Baik dari pihak komunikator maupun dari pihak media massa yang bersangkutan. Publisitas harus mengandung unsur-unsur berita yang menarik sehingga semua media massa menyiarkannya (Suhandang, 2004). publisitas dibuat berdasarkan keinginan seseorang atau organisasi untuk memberitahukan atau menginformasikan hal-hal yang terkait dengan diri orang maupun organisasi tersebut.

Hal tersebut menjadikan wacana-wacana tentang citra perpustakaan mempunyai sebuah “wadah” dalam perkembangannya, yang mana perkembangan wacana tersebut semakin meluas dan mudah untuk tersampaikan kepada masyarakat. keunggulan internet yang menggiring budaya partisipasi sehingga mengijinkan tiap individu dalam ikut serta

(6)

II-6

SKRIPSI ANALISIS WACANA TENTANG … ESTI PUTRI A.

menanggapi segala isu yang menarik bagi mereka, termasuk isu dalam dunia perpustakaan. Budaya partisipatif ini individu dalam masyarakat tidak hanya aktif sebagai konsumen teks dalam wacana yang tersebar, namun mereka juga sebagai produsen maupun sebagai distributor teks wacana melalui kecanggihan perkembangan teknologi. Hal tersebut mengartikan bahwa wacana tentang perpustakaan tidak hanya berasal dari pihak perpustakaan, namun masyarakat sendiri pun dalam membuat wacana tentang perpustakaan yang kemudian disebarkannya.

Isi dari wacana-wacana yang tersebar melalui jaringan internet tergantung dari siapa-siapa saja yang memproduksi wacana tersebut, mereka ini disebut sebagai produsen wacana. Produsen wacana ini mempunyai kekuasaan/power dalam melakukan pengaturan isi wacana yang akan dibuat yang kemudian disebarkan sampai wacana tersebut diterima oleh masyarakat pada umumnya. Produsen wacana dapat menuliskan segala sesuatu terkait dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan perpustakaan, entah itu baik ataukah buruk, mereka menulis wacana sesuai dengan apa yang mereka kehendaki. Apalagi ketika hal tersebut berada dalam dunia maya, yang mana segala sesuatunya dapat dilakukan dengan mudah dan “bebas” (Tapscott, 2009). Dengan kekuasaan/power ini mereka dapat mempengaruhi masyarakat dalam menilai suatu citra perpustakaan.

Persebaran wacana dalam internet memiliki dua sifat, yaitu interaktif dan non interaktif. Interaktif dalam hal ini diartikan sebagai

(7)

II-7

SKRIPSI ANALISIS WACANA TENTANG … ESTI PUTRI A.

pembaca dan penulis wacana dapat berbagi pengetahuan lebih luas melalui kotak komentar yang tersedia di bawah postingan. Antara pembaca dan produsen wacana dapat berinteraksi dan saling memberi informasi sehingga dapat memunculkan komunikasi dua arah antara kedua belah pihak. Sifat interaktif ini memiliki kelebihan dalam hal komunikasi karena di dalamnya memberikan ruang untuk pembaca dan produsen wacana untuk saling berpartisipasi dalam membentuk, mempertahankan, dan merubah wacana yang ada. Dari persebaran wacana yang ada, dapat dilihat bagaimana produsen wacana dan pembaca berinteraksi dan saling menguatkan wacana. Seringkali yang terjadi, komentar-komentar itu berupa persetujuan akan wacana yang telah ditulis, ataupun sebaliknya dengan mengungkapkan penolakan pada wacana tersebut. Sedangkan untuk sifat non-interaktif, produsen wacana hanya melakukan berbagi pengetahuan terkait dengan isi wacana yang ditulis, namun produsen wacana tersebut tidak mengizinkan pembaca untuk ikut berpartisipasi dalam menguatkan atau memperlemah wacana yang tengah disebarkan. Sifat non-intraktif ini sangat jarang ditemui dalam persebaran wacana di internet.

Gambar di bawah ini menunjukkan bawa dalam pernyebaran wacana tentang citra perpustakaan bersifat interaktif, yang dibuktikan dengan penyertaan kolom komentar pada setiap produksi wacana, yang dapat digunakan sebagai bentuk partisipasi dan hubungan antara pembaca dan produsen wacana:

(8)

II-8

SKRIPSI ANALISIS WACANA TENTANG … ESTI PUTRI A.

Gambar II.1 Kolom Pemberian Komentar

Gambar di atas menunjukkan bahwa para pembaca wacana dapat dengan mudah dalam memberikan komentar atau tanggapan terkait dengan konten wacana tersebut, yaitu dengan memasukkan nama dan email pembaca terlebih dahulu pada kolom yang sudah tersedia, kemudian menuliskan komentar/tanggapan sesuai dengan kehendak pembaca masing-masing, karena dalam hal ini pembaca bebas dalam mengeluarkan suara, yang terakhir pembaca menuliskan kode verifikasi. Ketika pembaca telah mengisikan itu semua, maka komentar/tanggapan akan tersampaikan.

(9)

II-9

SKRIPSI ANALISIS WACANA TENTANG … ESTI PUTRI A.

Sedangkan gambar di bawah ini merupakan gambar dari beberapa pembaca yang menyampaikan komentar/tanggapan pada wacana yang telah dibacanya.

Gambar II.2 Komentar/tanggapan dari Pembaca

Dari beberapa sumber-sumber persebaran wacana tentang citra perpustakaan yang digunakan sebagai unit analisis penelitian ini, yaitu diantaranya website-website, blog-blog milik organisasi atau perseorangan, media sosial seperti Facebook dan Twitter, karena dari

(10)

II-10

SKRIPSI ANALISIS WACANA TENTANG … ESTI PUTRI A.

sumber-sumber tersebut banyak ditemukan produksi dan distribusi wacana tentang citra perpustakaan. Berikut ini penjelasan dari sumber-sumber persebaran wacana tersebut:

II.1 Sumber wacana dari website

Website ini dimiliki oleh Dunia Perpustakaan Group yang sering digunakan dalam melakukan pernyebaran wacana tentang citra perpustakaan, hal ini dikarenakan banyak sekali masyarakat yang mengunjungi website-website. Banyak lembaga atau instansi khususnya perpustakaan yang mempunyai website yang digunakan dalam menyebarkan informasi terkait dengan perpustakaan. website yang akan digunakan sebagai unit analisis dalam penelitian ini yaitu:

a. www.duniaperpustakaan.com

Merupakan portal resmi penyedia informasi terkait dengan bidang dunia perpustakaan dan yang terkait lainya. Pemilik website ini i juga dibantu oleh para relawan kontributor yang ingin terlibat berbagi ilmu, ide, dan informasi melalui portal kami, para kontributor memberikan informasi tentang perpustakaan dapat bentuk essay atau tulisan kepada pihak Dunia Perpustakaan. Website ini bertujuan dengan adanya portal ini bisa memberikan manfaat untuk anda para mahasiswa ilmu perpustakaan, pustakawan, maupun pegiat literasi informasi untuk memajukan budaya baca dan perpustakaan di Indonesia.

(11)

II-11

SKRIPSI ANALISIS WACANA TENTANG … ESTI PUTRI A.

Banyak konten-konten yang disajikan dalam website ini sehingga pembaca dapat memilih konten informasi apa sajakah yang hendak dibaca. Berikut ini konten-konten yang ada di dalam website www.duniaperpustakaan.com 1. Berita 2. Artikel kepustakawanan 3. Makalah kepustakawanan 4. Jurnal kepustakawanan 5. Info seminar 6. Lowongan pustakawan 7. Korupsi dana perpustakaan 8. Profil perpustakaan

9. Perpustakaan luar negeri 10. Tentang SLiMS

Namun dalam penelitian yang paling disoroti adalah menu yang berisi konten berita, dalam konten ini disajikan banyak sekali wacana-wacana tentang dunia perpustakaan, baik yang melakukan pujian kepada perpustakaan ataupun wacana yang mengungkapkan kekecewaan kepada layanan yang diberikan oleh perpustakaan. Berikut ini merupakan gambar dari website

(12)

II-12

SKRIPSI ANALISIS WACANA TENTANG … ESTI PUTRI A.

(13)

II-13

SKRIPSI ANALISIS WACANA TENTANG … ESTI PUTRI A.

Gambar II.4 Konten Berita tentang Dunia Perpustakaan dalam website www.duniaperpustakaan.com

Dunia Perpustakaan Group tidak hanya menyebarkan berita-berita tentang perpustakaan melalui website saja, namun juga menggunakan media sosial seperti halnya Facebook, Twitter ataupun Google+ dalam menyebarkan berita tentang perpustakaan, sehingga dari hal tersebut pembaca dapat memilih sumber-sumber dari mana saja untuk mengakses informasi tentang dunia perpustakaan. Berikut ini gambar Dunia Perpustakaan Group dalam Media Sosial.

(14)

II-14

SKRIPSI ANALISIS WACANA TENTANG … ESTI PUTRI A.

Gambar II.5 Facebook dari Dunia Perpustakaan Group

(15)

II-15

SKRIPSI ANALISIS WACANA TENTANG … ESTI PUTRI A.

b. Wesite www.kelembagaan.perpusnas.go.id

Website ini merupakan merupakan website di bawah naungan Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Dalam website ini terdapat berita-berita terkait dengan dunia perpustakaan terkini yang ada di Indonesia, sehingga pembaca pun dapat mengetahui berita terbaru dari dunia perpustakaan. Dari website ini pihak Perpusnas menggunakannya sebagai media dalam menyebarkan informasi dari kegiatan-kegiatan Perpusnas sendiri. Berikut ini merupakan gambar dari website Kelembagaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

(16)

II-16

SKRIPSI ANALISIS WACANA TENTANG … ESTI PUTRI A.

Gambar II.7 Berita Terkini dalam Website Kelembagaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

c. Website-website Berita Umum

Website-website berita yang membahas berita pada umumnya dapat digunakan sebagai unit analisis dalam penelitian ini, karena dalam website berita tersebut juga membahas berita terkait dengan dunia perpustakaan, jadi website berita umum tersebut digunakan sebagai penyebaran wacana terkait dengan citra perpustakaan. Website berita tersebut antara lain www.okezone.com,

(17)

II-17

SKRIPSI ANALISIS WACANA TENTANG … ESTI PUTRI A.

www.kompasania.com, www.detik.com dan masih banyak website

berita yang lainnya.

II.2 Sumber Wacana dari Blog

Blog adalah sebuah web pages yang merupakan jurnal pribadi online dengan berisikan pemikiran-pemikiran dan opini-opini yang dimiliki oleh pemilik blog serta hyperlink yang menjadi favorit penulis, blog juga senantiasa di up date secara berkala di mana tanggal pemodifikasiannya tertera secara jelas dalam urutan waktu. Blog tidak hanya dapat berupa diary saja atau dalam bentuk tulisan-tulisan saja, namun dalam blog juga dapat berupa gambar-gambar, foto bahkan video. Dapat diartikan secara lebih sederhana, blog merupakan wadah/ruang bagi penulis mengekspresikan segala hal yang ada dalam pemikirannya. Blog yang dapat digunakan sebagai unit analisis dalam penelitian ini yaitu blog perseorangan atau blog milik dari kelompok tertentu yang menuliskan wacana tentang citra perpustakaan. Berikut ini merupakan gambar dari blog perseorangan atau blog milik dari kelompok.

(18)

II-18

SKRIPSI ANALISIS WACANA TENTANG … ESTI PUTRI A.

(19)

II-19

SKRIPSI ANALISIS WACANA TENTANG … ESTI PUTRI A.

Gambar II.9 Blog Milik Kelompok

II.3 Sumber Wacana dari Media Sosial

Penggunaan media sosial oleh masyarakat sangat tinggi, sehingga didalamnya pun juga digunakan sebagai media penyebaran wacana tentang citra perpustakaan, karena sangat berhubungan sekali dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Media sosial tersebut dapat berupa Facebook, Twitter ataupun media sosial yang lainnya. Apabila dilihat lebih seksama, banyak sekali pihak perpustakaan yang menggunakan media sosial dalam menyapa penggunanya dan menyebarkan kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan oleh perpustakaan, hal tersebut bertujuan agar masyarakat mengetahui kegiatan apa saja yang sudah dilakukan oleh perpustakaan. Selain itu, media sosial digunakan oleh

(20)

II-20

SKRIPSI ANALISIS WACANA TENTANG … ESTI PUTRI A.

masyarakat dalam menyampaikan perasaannya pada perpustakaan, terkait dengan pengalaman yang sudah diperoleh selama berada di perpustakaan. Maka dari itu media sosial ini juga digunakan sebagai unit analisis dalam penelitian ini. Berikut ini merupakan gambar dari media sosial yang menyebarkan wacana tentang citra perpustakaan.

(21)

II-21

SKRIPSI ANALISIS WACANA TENTANG … ESTI PUTRI A.

Figur

Gambar  di  bawah  ini  menunjukkan  bawa  dalam  pernyebaran  wacana  tentang  citra  perpustakaan  bersifat  interaktif,  yang  dibuktikan  dengan  penyertaan  kolom  komentar  pada  setiap  produksi  wacana,  yang  dapat digunakan sebagai bentuk partisi

Gambar di

bawah ini menunjukkan bawa dalam pernyebaran wacana tentang citra perpustakaan bersifat interaktif, yang dibuktikan dengan penyertaan kolom komentar pada setiap produksi wacana, yang dapat digunakan sebagai bentuk partisi p.7
Gambar II.1 Kolom Pemberian Komentar

Gambar II.1

Kolom Pemberian Komentar p.8
Gambar II.2 Komentar/tanggapan dari Pembaca

Gambar II.2

Komentar/tanggapan dari Pembaca p.9
Gambar II.3 Website www.duniaperpustakaan.com

Gambar II.3

Website www.duniaperpustakaan.com p.12
Gambar II.4 Konten Berita tentang Dunia Perpustakaan   dalam website www.duniaperpustakaan.com

Gambar II.4

Konten Berita tentang Dunia Perpustakaan dalam website www.duniaperpustakaan.com p.13
Gambar II.5 Facebook dari Dunia Perpustakaan Group

Gambar II.5

Facebook dari Dunia Perpustakaan Group p.14
Gambar II.7 Berita Terkini dalam Website Kelembagaan   Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Gambar II.7

Berita Terkini dalam Website Kelembagaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia p.16
Gambar II.8 Blog Milik Perseorangan

Gambar II.8

Blog Milik Perseorangan p.18
Gambar II.9 Blog Milik Kelompok

Gambar II.9

Blog Milik Kelompok p.19
Gambar II.10 Facebook dari Perpustakaan Umum Kota Surabaya

Gambar II.10

Facebook dari Perpustakaan Umum Kota Surabaya p.20
Gambar II.11 Facebook Milik Perseorangan

Gambar II.11

Facebook Milik Perseorangan p.21

Referensi

Related subjects :

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di