BAB I PENDAHULUAN. dilakukan, pokok permasalahan yang dihadapi, pembatasan masalah, tujuan

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

Pada bab ini akan dijelaskan mengenai latar belakang penelitian yang dilakukan, pokok permasalahan yang dihadapi, pembatasan masalah, tujuan penelitian, dan sistematika penulisan laporan secara keseluruhan

1.1 Latar Belakang

Perkembangan teknologi yang disertai oleh tingginya permintaan konsumen akan produk elektronik memicu jumlah produksi produk elektronik yang semakin tinggi. Sebagai akibatnya, para produsen produk elektronik selalu berlomba-lomba untuk menghasilkan produk elektronik yang terbaik untuk menarik minat para konsumen.

Sebagai contonya, handphone atau yang kita kenal juga sebagai ponsel merupakan salah satu produk elektronik yang mengalami peningkatan penjualan yang sangat signifikan. Pada tahun 2009 saja, penjualan ponsel diseluruh dunia mencapai angka 1,211 miliar unit (Gartner, 2010) dan akan terus bertambah dengan rata-rata penjualan sebesar 2 juta ponsel per hari.

Berdasarkan data yang diambil dari Sriwijaya Post (2010) diketahui bahwa jumlah pengguna ponsel yang beredar di seluruh dunia telah mencapai 5 miliar unit dari 6,8 miliar orang yang ada di dunia ini. Di Indonesia yang jumlah penduduknya

(2)

2 mencapai angka 242.968.342 jiwa, terdapat 159.248.000 buah ponsel yang beredar di masyarakat (Mobile Life, 2011). Banyaknya jumlah ponsel yang beredar tidak hanya di Indonesia tapi juga diseluruh dunia dipengaruhi oleh semakin murahnya harga ponsel, fitur ponsel yang semakin canggih, dan tingkat kepraktisan dari ponsel itu sendiri (Nugraha, 2011).

Masalah yang muncul kemudian adalah limbah yang dapat dihasilkan dari banyaknya jumlah ponsel yang digunakan tersebut. Data yang diambil dari United Nation Environment Program (UNEP) pada tahun 2005 menyebutkan bahwa tiap tahunnya terdapat setidaknya 650 juta limbah ponsel yang dihasilkan di seluruh dunia. Hal ini menjadikan ponsel sebagai salah satu limbah elektronik yang mengalami peningkatan volume paling cepat dengan peningkatan sebesar 3 – 5 persen lebih cepat dari sampah biasa (UNEP, 2005).

Melihat banyaknya limbah dan juga potensi limbah elektronik yang berasal dari ponsel ini, pemerintah dari berbagai negara merasa perlu melakukan sesuatu dengan mengeluarkan kebijakan tentang limbah ponsel. Hal ini diperlukan karena sama seperti limbah elektronik lainnya, limbah ponsel apabila tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan banyak masalah lingkungan dan juga kesehatan.

Di negara maju, sebagai contoh di Australia, pemerintah secara aktif mendorong berbagai macam produsen ponsel untuk turut bertanggung jawab atas produk yang dihasilkannya bukan hanya sepanjang proses produksi tetapi sampai pada akhir dari masa pemakaian ponsel tersebut. Sebagai hasil kerjasama para produsen ponsel yang tergabung dalam asosiasi telekomunikasi Australia (Australian

(3)

3 Mobile Telecommunication Association/AMTA), dikembangkan sebuah program resmi daur ulang yang dinamakan Mobilmuster. Melalui program ini, secara berkelanjutan diadakan acara-acara pengumpulan ponsel bekas dan asesorisnya di berbagai tempat seperti toko ponsel dan service provider centre. Ponsel beserta asesoris yang telah terkumpul kemudian akan dikirim ke pihak ketiga yaitu para pendaur ulang untuk kemudian diproses lebih lanjut.

Tidak hanya berasal dari pemerintah saja, kesadaran akan isu lingkungan yang berkaitan dengan limbah ponsel juga ditunjukkan oleh produsen ponsel langsung. Contohnya adalah program yang diadakan oleh Nokia yaitu “Nokia Give & Grow”, Sony Ericsson dengan program “Global Take-back”, dan Bakrie Telecom dengan program “Hijau Untuk Negeri”.

Sejak tahun 2010, Jurusan Teknik Industri Universitas Pelita Harapan menjalankan beberapa penelitian yang berkenaan dengan isu limbah elektronik dan teknik pengolahannya. Beberapa contoh penelitian yang telah dilakukan antara lain oleh Halim (2011) yang meneliti tentang perilaku konsumen dan kesediaan penduduk DKI Jakarta mengenai program daur ulang. Hasil akhir dari penelitian itu menyatakan bahwa penduduk DKI Jakarta ternyata masih ragu-ragu untuk melakukan daur ulang terhadap limbah elektronik yang mereka miliki. Penelitian berikutnya dilakukan oleh Tunggono (2011) mengenai analisis biaya pengadaan program pengumpulan limbah elektronik. Dari analisis biaya tersebut diketahui bahwa skenario terbaik untuk mengumpulkan limbah elektronik yaitu melalui program drop-off atau trade-in di gedung perkantoran atau di mal.

(4)

4 Dari hasil dua penelitian sebelumnya dan ide dari berbagai macam program pengumpulan yang sudah ada selama inilah yang melandasi Jurusan Teknik Industri Universitas Pelita Harapan untuk menjalankan kegiatan pengumpulan ponsel bekas yang tidak terikat oleh kerjasama dari pemerintah atau pihak produsen ponsel. Kegiatan ini berupa pilot project atau proyek percontohan untuk mengetahui seberapa besar tingkat keberhasilan pelaksanaannya apabila program pengumpulan ponsel bekas ini direncanakan untuk diterapkan secara berkala di daerah kota besar seperti di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Judul dari acara pengumpulan ponsel bekas ini adalah "Donate & Win" yang berarti orang yang telah menyumbangkan ponsel bekasnya akan berkesempatan untuk mengikuti undian berhadiah sebagai tanda apresiasi.

1.2 Pokok Permasalahan

Berdasarkan hasil dari dua penelitian yaitu hasil survey mengenai kesediaan dan perilaku masyarakat serta analisis biaya untuk mengadakan program pengumpulan limbah elektronik, dibutuhkan uji coba lapangan secara langsung dengan melaksanakan pilot project pengumpulan ponsel bekas dengan menggunakan metode drop-off. Dari pilot project pengumpulan ponsel bekas ini, diharapkan akan terlihat bagaimana sebenarnya respon masyarakat yang menjadi target penelitian terhadap program semacam ini. Respon yang dimaksud adalah tingkat pengembalian ponsel (return rate) dan tingkat partisipasi masyarakat (participation rate). Diharapkan dengan pilot project ini juga didapati gambaran yang jelas mengenai

(5)

5 peluang pengadaan proyek serupa dengan skala yang lebih besar dan luas (berbagai tempat di Indonesia) serta apa saja yang dibutuhkan untuk menjalankan proyek ini.

1.3 Pembatasan Masalah

Berikut ini adalah hal-hal yang akan menjadi batasan di dalam pelaksanaan proyek ini:

1. Waktu pelaksanaan pilot project ini adalah dua bulan dimulai dari awal bulan September hingga akhir Oktober 2011.

2. Tempat pelaksaaan yang dipilih adalah di gedung perkantoran yang tersebar di DKI Jakarta dan Tangerang.

3. Metode pengumpulan yang dipilih adalah metode drop-off dengan membuka stand di dalam kawasan gedung perkantoran.

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah menjalankan pilot project pengumpulan ponsel bekas dengan menggunakan metode drop-off untuk melihat respon masyarakat terhadap kegiatan daur ulang dan menguji keberhasilan pelaksanaannya dengan tiga indikator yaitu performa, biaya, dan waktu. Performa dilihat dari besarnya nilai return rate dan participation rate, biaya dilihat dari besarnya total biaya yang dikeluarkan dibandingkan dengan estimasi biaya yang diperkirakan, sedangkan yang dimaksud dengan waktu adalah mengetahui kapan waktu aktual orang mengikuti acara donasi dan menganalisa kelancaran pelaksanaan proyek donasi ini.

(6)

6

1.5 Sistematika Penulisan

Berikut ini adalah sistematika penulisan yang menggambarkan format penulisan laporan secara umum:

BAB I PENDAHULUAN

Berisi latar belakang masalah yang menjadi landasan penelitian, pokok permasalahan yang akan dibahas, pembatasan masalah yang akan diteliti dan dianalisis, tujuan dari diadakannya penelitian, serta sistematika penulisan tugas akhir ini.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Berisi willingness to recycle yang didapat dari penelitian sebelumnya, penjelasan mengenai contoh-contoh program pengumpulan limbah elektronik yang tersebar di berbagai tempat, penjelasan mengenai metode-metode pengumpulan limbah elektronik bekas, dan ringkasan dari teori pendukung lainnya mengenai pilot project.

BAB III METODE PENELITIAN

Berisi tahapan yang dibutuhkan dalam melakukan pilot project dari tahap awal yaitu perancangan, pelaksanaan, dan akhir (pembuatan dokumentasi).

BAB IV TAHAP PERANCANGAN

Berisikan semua hal yang berhubungan dengan perancangan dan persiapan yang dilakukan sebelum pilot project dilaksanakan, Tahap perancangan mencakup

(7)

7 pembuatan rencana kerja/WBS (Work Breakdown Structure), penjadwalan proyek, estimasi biaya proyek, penyediaan kebutuhan dan perlengkapan proyek, pencarian dan penentuan lokasi proyek, resiko dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proyek, serta penentuan indikator keberhasilan proyek.

BAB V TAHAP PELAKSANAAN

Berisikan semua hal yang berhubungan dengan pelaksanaan pilot project yaitu laporan lengkap mengenai kegiatan pilot project di masing-masing lokasi, data jumlah ponsel yang berhasil dikumpulkan, jumlah peserta acara, dan total populasi di masing-masing lokasi, serta penjabaran data hasil survey evaluasi acara.

BAB VI TAHAP EVALUASI

Berisikan evaluasi dari keseluruhan proses yang telah dilalui di dalam pelaksanaan pilot project ini. Evaluasi pelaksanaan dilakukan dengan cara melihat kembali indikator keberhasilan pilot project yaitu menghitung return rate dan participation rate pada tiap lokasi, melakukan perhitungan biaya pengadaan pilot project dan cost/unit, menganalisis pelaksanaan pilot project secara keseluruhan, menganalisis kendala dan tantangan yang dihadapi, serta menganalisis hasil survey pendapat acara.

(8)

8 BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

Berisi kesimpulan dan saran dari penelitian yang dilakukan sehingga dapat diketahui keberhasilan pelaksanaan pilot project ini yang dilihat dari tiga indikator yaitu performa, biaya, dan waktu.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :