KATA PENGANTAR. rahmat-nyalah peneliti dapat menyelesaikan skripsi penelitian yang berjudul

Teks penuh

(1)

vi

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-Nyalah peneliti dapat menyelesaikan skripsi penelitian yang berjudul ”Tingkat Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Pasien TB Paru Tentang

Kekambuhan Tuberkulosis Di Kota Denpasar Tahun 2017” tepat pada waktunya.

Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada:

1. dr. Desak Putu Yuli Kurniati, M.K.M. Selaku dosen pembimbing I yang telah menyediakan waktu dalam memberikan masukan dan bimbingan selama penyusunan skripsi ini

2. Bapak Made Pasek Kardiwanata, SKM.,M.Kes Selaku dosen pembimbing II yang telah menyediakan waktu dalam memberikan bimbingan dan masukan selama penyusunan skripsi ini

3. Dinas Kesehatan Kota Denpasar yang telah membantu memberikan masukan berupa data-data yang diperlukan dalam penyusunan skripsi ini.

4. Keluarga dan rekan-rekan tercinta yang memberikan kritik dan saran dalam penyusunan skripsi ini.

Peneliti menyadari bahwa skripsi ini masih banyak memiliki kekurangan. Untuk itu penulis memohon kritik dan saran yang membangun dari semua pihak. Akhir kata penulis berharap semoga skripsipenelitian ini dapat memberikan manfaat kedepannya.

Denpasar, Juli 2017

(2)

vii

PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS UDAYANA

PEMINATAN PROMOSI KESEHATA Skripsi, Juli 2017

Wida Paramithadewi

TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PASIEN TB PARU TENTANG KEKAMBUHAN TUBERKULOSIS DI KOTA DENPASAR

TAHUN 2017

ABSTRAK

Tuberkulosis (TB) merupakan penyebab kematian kedua tertinggi di dunia untuk kasus penyakit infeksi setelah HIV. Dalam Rencana Strategis Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2015-2019 target prevalensi tuberkulosis pada tahun 2019 adalah 245 per 100.000 penduduk. Namun demikian, saat ini banyak ditemukan kasus-kasus kekambuhan pada pasien Tuberkulosis yang telah dinyatakan sembuh sebelumnya. Data dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Kota Denpasar menduduki peringkat pertama di Bali untuk kasus kekambuhan tuberkulosis dalam 3 tahun terakhir.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien TB Paru Tentang Kekambuhan Tuberkulosis di Kota Denpasar Tahun 2017.

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional, dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Barat, Puskesmas II Denpasar Utara, Puskesmas I Denpasar Selatan dan Puskesmas I Denpasar Timur. Pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 76 orang pasien TB Paru. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner.

Hasil penelitian menunjukkan Pasien TB Paru di Kota Denpasaryang memiliki pengetahuan baik sebesar 55,3%, yang memiliki sikappositif sebesar 71,1%, dan yang memiliki perilaku baik sebesar 75%.

Sebagian besar responden yang memiliki pengetahuan yang baik 36 responden (85,7%) memiliki perilaku baik selama menjalani pengobatan tuberkulosis, hanya 21 responden (61,8%) dengan pengetahuan kurang yang memiliki perilaku baik selama menjalani pengobatan tuberkulosis, sebagian besar responden yang memiliki sikap positif memiliki perilaku yang baik selama menjalani pengobatan (88,9%), hanya 9 responden (40,9%) dengan sikap negatif yang memiliki perilaku yang baik selama menjalani pengobatan tuberkulosis. Hal ini berarti semakin baik pengetahuan dan sikap maka semakin baik pula perilaku seseorang tersebut. Diharapkan kepada semua pihak terkait untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap pasien TB paru guna meningkatkan perilaku yang baik selama menjalani pengobatan tuberkulosis.

Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Pasien TB Paru, Kekambuhan

(3)

viii SCHOOL OF PUBLIC HEALTH

MEDICAL FACULTY OF UDAYANA UNIVERSITY DEPARTMENT OF HEALTH PROMOTION

Undergraduate Thesis, July 2017 Wida Paramithadewi

KNOWLEDGE, ATTITUDE AND BEHAVIOR OF PULMONARY

TB PATIENTS ABOUT RELAPSE TUBERCULOSIS IN

DENPASAR CITY 2017

ABSTRACT

Tuberculosis (TB) is the second leading cause of death in the world for infectious diseases after HIV. In the Strategic Plan of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia 2015-2019 the target of tuberculosis prevalence in 2019 is 245 per 100,000 population. However, currently there are many cases of relapse in Tuberculosis patients who have been declared cured earlier.Data from Denpasar Health Department, Denpasar City was ranked first in Bali for tuberculosis recurrence cases in the last 3 years.This study aims to find out the Knowledge Level, Attitude and Behavior of Pulmonary TB Patients About Tuberculosis Disease in Denpasar City 2017

This research is descriptive research with cross sectional approach, implemented in work area of Puskesmas II Denpasar Barat, Puskesmas II North Denpasar, Puskesmas I Denpasar Selatan and Puskesmas I Denpasar Timur. Sampling using random sampling with the number of samples as many as 76 people Pulmonary TB patients. Data were obtained by using questionnaire.

The results showed that patients with lung TB in Denpasar had good knowledge of 55.3%, who had positive attitude of 71.1%, and who had good behavior of 75%.

Most respondents who had good knowledge 36 respondents (85.7%) had good behavior during treatment of tuberculosis, only 21 respondents (61,8%) with knowledge that less have good behavior during treatment of tuberculosis, most of respondent have Positive attitude had good behavior during treatment (88,9%), only 9 respondents (40,9%) with negative attitude having good behavior during tuberculosis treatment. This means the better the knowledge and attitude the better the person's behavior.

It is expected that all stakeholders to improve the knowledge and attitude of pulmonary TB patients to improve good behavior during tuberculosis treatment.

(4)

ix

DAFTAR ISI

Halaman

Halaman Sampul ...i

Halaman Judul ...ii

Halaman Judul Dengan Spesifikasi ...iii

Lembar Pernyataan Persetujuan ...iv

Kata Pengantar ...v

Abstrak ...vii

Daftar Isi ...ix

Daftar Tabel ...xi

Daftar Gambar ...xii

Daftar Lampiran ...xiii

Daftar Singkatan ...xiv

BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 4 1.3 Pertanyaan Penelitian ... 5 1.4 Tujuan Penelitian ... 5 1.5 Manfaat Penelitian ... 6

1.6 Ruang Lingkup Penelitian ... 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 8

2.1 Kekambuhan Tuberkulosis ... 8

2.2 Pengetahuan ... 10

2.3 Sikap ... 11

2.4 Perilaku ... 12

BAB III KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL ... 14

3.1 Kerangka Konsep ... 14

3.2 Variabel dan Definisi Operasional ... 16

(5)

x

4.1 Desain Penelitian ... 19

4.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 19

4.3 Populasi dan Sampel... 19

4.4 Pengumpulan Data... 21

4.5 Pengolahan dan Analisis Data ... 24

BAB V HASIL PENELITIAN ... 26

5.1 Gambaran Lokasi Penelitian ... 26

5.2 Karakteristik Sosiodemografi Responden ... 27

5.3 Tingkat Pengetahuan Pasien TB Paru Tentang Kekambuhan Tuberkulosis Di Kota Denpasar Tahun 2017 ... 28

5.4 Sikap Pasien TB Paru Tentang Kekambuhan Tuberkulosis Di Kota Denpasar Tahun 2017 ... 30

5.5 Perilaku Pasien TB Paru Selama Menjalani Pengobatan Tuberkulosis Di Kota Denpasar Tahun 2017 ... 32

5.6 Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Pasien TB Paru Selama Menjalani Pengobatan Tuberkulosis Di Kota Denpasar Tahun 2017 ... 34

5.7 Sikap dengan Perilaku Pasien TB Paru Selama Menjalani Pengobatan Tuberkulosis Di Kota Denpasar Tahun 2017 ... 35

BAB VI PEMBAHASAN ... 36

6.1 Tingkat Pengetahuan Pasien TB Paru Tentang Kekambuhan Tuberkulosis Di Kota Denpasar Tahun 2017 ... 36

6.2 Sikap Pasien TB Paru Tentang Kekambuhan Tuberkulosis Di Kota Denpasar Tahun 2017 ... 39

6.3 Perilaku Pasien TB Paru Selama Menjalani Pengobatan Tuberkulosis Di Kota Denpasar Tahun 2017 ... 43

6.4 Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Pasien TB Paru Selama Menjalani Pengobatan Tuberkulosis Di Kota Denpasar Tahun 2017 ... 45

6.5 Sikap dengan Perilaku Pasien TB Paru Selama Menjalani Pengobatan Tuberkulosis Di Kota Denpasar Tahun 2017...46

6.6 Kelemahan Penelitian...46

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN ... 48

7.1 Kesimpulan ... 48

7.2 Saran ... 49

Daftar Pustaka ... 50 Lampiran

(6)

xi

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Definisi Operasional Penelitian... 16 Tabel 5.1 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden di Kota Denpasar

(n = 76) ... 27 Tabel 5.2 Distribusi Tingkat Pengetahuan Pasien TB Paru Tentang

Kekambuhan Tuberkulosis Di Kota Denpasar Tahun 2017 (n = 76) .. 28 Tabel 5.3 Tingkat Pengetahuan Pasien TB Paru Tentang Kekambuhan

Tuberkulosis Di Kota Denpasar Tahun 2017. Berdasarkan indikator pertanyaan (n = 76). ... 29 Tabel 5.4 Sikap Pasien TB Paru Tentang Kekambuhan Tuberkulosis Di Kota

Denpasar Tahun 2017 (n = 76) ... 30 Tabel 5.5 Sikap Pasien TB Paru Tentang Kekambuhan Tuberkulosis Di Kota

Denpasar Tahun 2017. Berdasarkan indikator pertanyaan (n = 76). .. 31 Tabel 5.6 Perilaku Pasien TB Paru Tentang Kekambuhan Tuberkulosis Di

Kota Denpasar Tahun 2017 (n = 76) ... 32 Tabel 5.7 Perilaku Pasien TB Paru Tentang Kekambuhan Tuberkulosis Di

Kota Denpasar Tahun 2017. Berdasarkan indikator pertanyaan (n = 76) ... 33 Tabel 5.8 Distribusi silang Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Pasien TB

Paru Tentang Kekambuhan Tuberkulosis Di Kota Denpasar Tahun 2017. ... 34 Tabel 5.9 Distribusi silang Sikap dengan Perilaku Pasien TB Paru Tentang

(7)

xii

DAFTAR GAMBAR

(8)

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor

1. Jadwal Penelitian

2. Lembar Persetujuan Menjadi Informan 3. Kuesioner Penelitian

(9)

xiv

DAFTAR SINGKATAN DAN ISTILAH

TB : Tuberkulosis

WHO : World Health Organization (Badan Kesehatan Dunia) HIV : Human Imunodeficiency Virus

TB MDR : Tuberculosis Multi Drug Resisten BTA : Bateri Tahan Asam

(10)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tuberkulosis (TB) merupakan penyebab kematian kedua tertinggi di dunia untuk kasus penyakit infeksi setelah HIV. Penyakit infeksi ini disebabkan oleh bakteri Mikrobakterium Tuberculosis. Bakteri ini dapat menyebar melalui udara dan dapat bertahan selama beberapa jam di udara tergantung kondisi lingkungan. Ada dua tipe penyakit tuberkulosis yakni tuberkulosis paru dan tuberberkulosis ekstra paru. Menurut WHO, tuberkulosis merupakan masalah kesehatan yang serius karena mengancam keselamatan dan kesehatan banyak orang (WHO, 2010).

WHO mencanangkan TB sebagai kegawatan dunia (Global Emergency), terutama karena epidemic HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immuno Deficiency Syndrome) dan kasus Multi Drug Resistance (MDR) (Depkes RI, 2009). Dalam Laporan WHO tahun 2014, ditemukan sebanyak 5,4 juta kasus baru TB Paru yang mana dalam hal ini Indonesia menduduki peringkat ke dua di dunia setelah India, sejajar dengan Tiongkok yakni sebanyak 325.582 kasus (WHO, 2015).

Dalam Rencana Strategis Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2015-2019 target prevalensi tuberkulosis pada tahun 2019 adalah 245 per 100.000 penduduk. Dengan usaha yang dilakukan sebelumnya, Indonesia telah berhasil sebagai negara pertama di Regional Asia Tenggara yang mencapai target TB global yang dicanangkan waktu itu yaitu Angka Penemuan Kasus (Crude Detection Rate/CDR) diatas 70% dan Angka Keberhasilan Pengobatan (Treatment Success Rate/ TSR) diatas 85% pada tahun 2006 (Kemkes RI, 2011).

(11)

2

Namun demikian, saat ini banyak ditemukan kasus-kasus kekambuhan pada pasien Tuberkulosis yang telah dinyatakan sembuh sebelumnya. Kasus kekambuhan TB (relaps) adalah kasus dimana pasien yang didiagnosa BTA positif baik berupa apusan atau kultur merupakan pasien yang pernah mendapatkan pengobatan TB lengkap ataupun telah dinyatakan sembuh sebelumnya.

Data Laporan WHO tahun 2014 menunjukkan sebanyak 0,3 juta kasus TB merupakan kasus kekambuhan (relaps) Tuberkulosis. Di Indonesia kendati angka keberhasilan pengobatan masih sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh WHO namun dalam 3 tahun terakhir ini mengalami penurunan dari tahun 2013 sebanyak 90,2%, tahun 2014 sebanyak 90,1% dan di tahun 2015 sebanyak 85%. Di tahun 2015 jumlah kasus tuberkulosis mengalami peningkatan dari 324.529 kasus di tahun 2014 menjadi 330.910 kasus.

Berdasarkan laporan TB Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2014, sebanyak 50 orang (48,5%) dari 103 orang suspek TB Multi Drug Resistance (TB-MDR) pada tahun 2014 merupakan kasus kambuh. Proporsi suspek TB-MDR terbanyak berada di Kota Denpasar sebanyak 44 kasus (42,7%). Berdasarkan Profil Dinas Kesehatan Provinsi Bali tahun 2015, CNR kasus baru BTA+ di Provinsi Bali tahun 2015 sebesar 35,28% per 100.000 penduduk. Tertinggi masih Kota Denpasar sebesar 50,76 per 100.000 penduduk.

Data dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Kota Denpasar menduduki peringkat pertama di Bali untuk kasus kekambuhan tuberkulosis dalam 3 tahun terakhir. Dari semua kasus yang diobati di Kota Denpasar pada tahun 2013, 931 kasus merupakan TB baru dan 55 kasus (5,91%) merupakan kasus kekambuhan dan putus obat. Tahun 2014 dilaporkan masih cukup tinggi yaitu sebanyak 38 kasus (3,5%) dari jumlah total 1082 kasus TB dan tahun 2015 data kasus kekambuhan

(12)

3

sebanyak 37 kasus (3,6 %) merupakan kasus kekambuhan dari jumlah total 1021 kasusTB.

Kasus kekambuhan pasien Tuberkulosis paru adalah salah satu masalah dalam program penanggulangan TB dikarenakan adanya kemungkinan terhadap resistensi obat anti tuberkulosis (OAT) minimal jenis Rifampisin dan INH (Soepandi 2010). Kekambuhan pasien TB Paru disebabkan oleh infeksi strain yang sama yang didefinisikan bahwa pasien sudah mengalami resistensi dengan OAT atau dikenal sebagai Multiple Drugs ResistenTuberculosis (TB MDR) (Erlina,2010 dalam Sianturi, 2013).

Menurut Hardianto (1999) dalam (Daryanto 2003) salah satu bahaya akibat resistensi OAT bila menjadi MDR adalah dapat menularkan kuman yang resisten pada orang lain, selain itu menurut (Kemenkes RI 2013). Kejadian kekambuhan TB paru dapat menimbulkan dampak negatif antara lain dapat menurunkan produktifitas, menimbulkan kematian, meningkatkan penularan TB paru di masyarakat dan meningkatkan kejadian TB-MDR yang membutuhkan waktu 2 tahun untuk diobati dan lebih mahal jika dibandingkan dengan pengobatan obat lini pertama.

Hasil penelitian terkait faktor risiko kekambuhan Tuberkulosis menunjukkan bahwa merokok/terpajan asap rokok, perkampungan miskin, pemukiman padat huni, penyakit penyerta DM, ventilasi rumah <10%, ada kontak serumah dengan penderita TB, tingkat pengetahuan dan sikap Pasien TB tentang kekambuhan, social ekonomi yang rendah, status gizi penderita kekambuhan, riwayat minum obat penderita kekambuhan dan keteraturan dalam minum obat merupakan faktor pendorong terjadi kekambuhan TB (Thomas, et al 2005, Khurram, et al. 2009, Sianturi, 2013, Karminiasih et al. 2016, Rohmad, 2012, Wibisono, et al. 2014).

(13)

4

Banyak penelitian yang menggali tingkat pengetahuan dan sikap seputar tuberkulosis antara lain pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat tentang penyakit tuberkulosis di Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar Propinsi Sumatera Barat oleh Yulfira Media tahun 2011, gambaran tingkat pengetahuan pasien TB Paru Rencana Pulang tentang Penyakit Tuberkulosis Paru di Ruang Rawat Inap RS Paru DR. M Goenawan Partowidigdo oleh Kurniawan Adiwidia tahun 2012, Penelitian serupa juga dilakukan oleh Sianturi yang berjudul analisis faktor yang berhubungan dengan kekambuhan TB paru menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap pasien penderita kekambuhan tuberkulosis masih rendah tentang penyakit tuberkulosis yang dideritanya (Sianturi, 2013). Hasil dari penelitian-penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan, sikap maupun perilaku masyarakat tentang penyakit tuberkulosis maupun kekambuhan tuberkulosis masih rendah padahal dengan memiliki tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku yang baik tentang tuberkulosis dan kekambuhan tuberkulosis maka akan mampu mencegah maupun mengobati penyakit tersebut dengan baik pula, hal ini menjadi penting untuk digali terutama di daerah-daerah dengan kasus Tuberkulosis yang tinggi salah satunya Kota Denpasar, namun penelitian tentang tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku pasien TB Paru tentang kekambuhan Tuberkulosis masih jarang dilakukan.

Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, mengingat banyaknya faktor risiko pencetus Kekambuhan Tuberkulosis serta mengingat dampak yang diakibatkan dari Kekambuhan Tuberkulosis salah satunya adalah dapat menularkan bakteri TB yang resisten terhadap OAT maka peneliti merasa perlu untuk meneliti “Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien TB Paru Tentang Kekambuhan Tuberkulosis di Kota Denpasar Tahun 2017”.

(14)

5

1.2 Rumusan Masalah

Dalam 3 tahun terakhir Denpasar menduduki peringkat pertama untuk jumlah kasus kekambuhan TB di Bali. Dinas Kesehatan Kota Denpasar melaporkan bahwa di tahun 2013 terdapat 55 kasus (5,91%) merupakan kasus kekambuhan dan putus obat dari jumlah total 931 kasus TB , tahun 2014 dilaporkan masih cukup tinggi yaitu sebanyak 38 kasus (3,5%) dari jumlah total 1082 kasus TB dan tahun 2015 data kasus kekambuhan sebanyak 37 kasus (3,6 %) dari jumlah total 1021 kasus TB. Hal ini sangat mengkhawatirkan mengingat dampak yang ditimbulkan dari kekambuhan Tuberkulosis salah satu adalah dapat meningkatkan jumlah kejadian Tuberkulosis yang resisten terhadap OAT yang mana pengobatannya lebih lama, lebih mahal dantidak dapat sembuh 100%. Penelitian yang berkaitan dengan kekambuhan Tuberkulosis masih jarang dilakukan sebelumnya terutama yang berkaitan dengan tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku Pasien TB Paru tentang kekambuhan Tuberkulosis yang merupakan beberapa faktor pendorong terjadi kekambuhan TB. Berdasarkan hal tersebut diatas, peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian terkait kekambuhan Tuberkulosis ini. Dalam penelitian ini, peneliti akan menggali tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku Pasien TB Paru tentang kekambuhan Tuberkulosis yang merupakan faktor pendorong terjadi kekambuhan TB.

1.3 Pertanyaan Penelitian

Pertanyaan penelitian dari penelitian ini adalah “Bagaimanakah Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien TB Paru Tentang Kekambuhan Tuberkulosis di Kota Denpasar Tahun 2017?”

(15)

6

1.4 Tujuan Penelitian

1.4.1 Tujuan Umum

Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien TB Paru Tentang Kekambuhan Tuberkulosis di Kota Denpasar Tahun 2017

1.4.2 Tujuan Khusus

a. Untuk mengetahui Tingkat Pengetahuan Pasien TB Paru tentang Kekambuhan Tuberkulosis di Kota Denpasar tahun 2017.

b. Untuk mengetahui Sikap Pasien TB Paru tentang Kekambuhan Tuberkulosis di Kota Denpasar tahun 2017.

c. Untuk mengetahui Perilaku Pasien TB Paru tentang Kekambuhan Tuberkulosis di Kota Denpasar tahun 2017.

1.5 Manfaat Penelitian

1.5.1 Manfaat Teoritis a. Bagi Peneliti

Untuk menambah wawasan dan pengalaman dalam menerapkan ilmu kesehatan masyarakat mengenai penyakit menular tuberkulosis yang diperoleh untuk menggali tingkat pengetahuan dan sikap Pasien TB tentang kekambuhan Tuberkulosis.

b. Bagi Institusi Pendidikan

Sebagai tambahan bacaan untuk institusi pendidikan dalam hal ini Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana mengetahui Penyakit Tuberkulosis khususnya Kekambuhan Tuberkulosis.

(16)

7

1.5.2 Manfaat Praktis a. Bagi Puskesmas

Sebagai bahan masukan terkait pengetahuan, sikap dan perilaku pasien TB paru tentang kekambuhan tuberkulosis bagi petugas kesehatan terutama tenaga kesehatan yang membidangi Penanggulangan Penyakit Tuberkulosis mengenai kekambuhan Tuberkulosis di wilayah kerjanya. b. Bagi Dinas Kesehatan

Sebagai bahan masukan bagi Dinas mengenai kekambuhan Tuberkulosis sehingga dapat memberikan pelayanan yang semakin baik untuk masyakat khususnya masyarakat kota Denpasar.

1.6 Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup penelitian ini mencakup Ilmu Promosi Kesehatan yang dilakukan oleh Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana di Kota Denpasar. Topik yang diambil dalam penelitian ini adalah Penyakit Tuberkulosis. Penelitian ini akan dilakukan mulai dari Februari-Juni tahun 2017 dengan tujuan untuk mengetahui tentang pengetahuan, sikap dan perilaku pasien TB Paru di Kota Denpasar tentang kekambuhan Tuberkulosis. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitaf dengan rancangan penelitian deskriptif observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Subyek dalam penelitian ini adalah Pasien TB Paru yang sedang menjalani pengobatan di Puskesmas di Kota Denpasar.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...