• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMERINTAH PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMERINTAH PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

PERATURAN DAERAH

PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 14 TAHUN 1996

TENTANG

SUMBANGAN PIHAK KETIGA UNTUK PEMBANGUNAN DAERAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

GUBERNUR KEPALA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Menimbang : a.

b.

bahwa keberhasilan pembangunan disamping menjadi tanggung jawab Pemerintah juga ditentukan oleh seberapa jauh peran serta semua warga mesyarakat selaku subyek sekaligus obyek didalam pembangunan;

bahwa untuk menampung peran serta warga masyarakat dalam pembangunan berdasarkan Pasal 55 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1974 ditentukan sebagai salah satu sumber pendapatan Daerah berasal dari Sumbangan Pihak Ketiga, yang berpedoman lebih lanjut pada Peraturan Menteri Dalam negeri Nomor 8 Tahun 1978 tentang Penerimaan Sumbangan Pihak Ketiga Kepada Daerah dan telah ditindak lanjuti dengan Peraturan Daerah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 3 Tahun 1985 tentang Sumbangan Pihak Ketiga untuk Pembangunan Daerah;

(2)

c.

d.

bahwa Peraturan Daerah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 3 Tahun 1985 tentang Sumbangan Pihak Ketiga untuk Pembangunan Daerah sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan, untuk itu perlu ditinjau kembali;

bahwa atas dasar pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas, perlu menetapkan Peraturan Daerah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tentang Sumbangan Pihak Ketiga untuk Pembangunan Daerah.

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta jo Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1950 sebagaimana telah diubah dan ditambah terakhir dengan Undang undang Nomor 26 Tahun 1959 (Lembaran Negara Tahun 1959 Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1819);

Mengingat : 1.

2.

3.

Undang Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok pokok Pemerintahan Di Daerah (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 38, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3037)

Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 1975 tentang Pengurusan, Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Tahun 1975 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Nomor - )

Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1975 tentang Cara penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Lembaran Negara Tahun 1975 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Nomor - );

(3)

4.

5.

6.

7.

8.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 1975 tentang Contoh-contoh Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah;

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 Tahun 1978 tentang Penerimaan Sumbangan Pihak Ketiga Kepada Daerah;

Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 84 Tahun 1978 tentang Bentuk Peraturan Daerah dan Peraturan Daerah Perubahan;

Peraturan Daerah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 3 Tahun 1981 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Serta Formasi Dinas Pendapatan Daerah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

(4)

Menetapkan : MEMUTUSKAN

PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TENTANG SUMBANGAN PIHAK KETIGA UNTUK PEMBANGUNAN DAERAH. a. b. c. d. e. f. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1

Daerah adalah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Gubernur Kepala Daerah adalah Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sumbangan Pihak Ketiga adalah Pemberian Pihak Ketiga kepada Daerah secara ikhlas/sukarela, tidak mengikat perolehannya oleh Pihak Ketiga tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, berupa uang atau barang baik bergerak maupun tidak bergerak;

Pihak ketiga adalah Orang atau Badan, khususnya yang berdomisili dan atau berusaha di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, serta pihak lain yang memberikan sumbangan kepada Daerah;

Dinas Pendapatan Daerah adalah Dinas Pendapatan Daerah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

(5)

(1) (2) (3) (1) (2) BAB II

PENERIMAAN SUMBANGAN PIHAK KETIGA Pasal 2

Pemerintah Daerah dapat menerima Sumbangan dari Pihak Ketiga.

Sumbangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) Pasal ini dapat berupa pemberian hadiah, donasi, wakaf, hibah atau lain-lain sumbangan yang serupa dengan itu yang diberikan oleh Pihak Ketiga.

Sumbangan Pihak Ketiga sebagaimana dimaksud ayat (1) Pasal ini tidak mengurangi kewajiban-kewajiban yang ersangkutan kepada Negara dan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BAB III

KETENTUAN PELAKSANAAN Pasal 3

Penanggungjawab atas pemberian Sumbangan Pihak Ketiga adalah Dinas Pendapatan DAerah dibantu Biro Bina Perekonomian Sekretariat Wilayah Daerah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Instansi terkait yang ada di Daerah.

Pasal 4

Sumbangan Pihak Ketiga yang berupa uang disetor ke Bank Pembangunan Daerah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta selaku pemegang Kas Daerah, dan dicantumkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sesuai dengan peraturan perundang-undanganyang berlaku.

Sumbangan Pihak Ketiga yang berupa barang bergerak maupun tidak bergerak menjadi kekayaan Pemerintah Daerah dan pengelolaannya

(6)

(3) Tata cara pelaksanaan Penerimaan Sumbangan Pihak Ketiga ini diatur lebih lanjut dengan Keputusan Gubernur kepala Daerah.

Pasal 5

Sumbangan Pihak Ketiga yang diperoleh Daerah sebagaimana imaksud dalam Pasal 4 Peraturan daerah ini dipergunakan untuk kepentingan Daerah khususnya untuk Pembangunan Daerah sebagai penerimaan pembangunan

BAB IV

KETENTUAN PENUTUP Pasal 6

Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini maka Peraturan Daerah ini maka Peraturan Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 3 Tahun 1985 tentang Sumbangan Pihak Ketiga Untuk Pembangunan Daerah dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 7

Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan daerah ini sepanjang

(7)

Pasal 8

Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ditetapkan di : Yogyakarta

Pada tanggal : 23 Nopember 1996

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

KETUA TTD

H. SOEDARNO SETOPRADJOKO

PENJABAT GUBERNUR KEPALA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

TTD

PAKU ALAM VIII

Disahkan oleh Menteri Dalam Negeri dengan Surat Keputusan

Nomor : 972.34 - 1093 Tanggal : 15 Oktober 1997

Diundangkan dalam Lembaran Daerah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Seri : D

Nomor : 38

Tanggal : 1 Desember 1997

PLH SEKRETARIS WILAYAH DAERAH PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

(8)

PENJELASAN

PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR : 14 TAHUN 1996

TENTANG

SUMBANGAN PIHAK KETIGA UNTUK PEMBANGUNAN DAERAH PEDESAAN

I. PENJELASAN UMUM.

Keberhasilan Pembangunan disamping menjadi tanggung jawab Pemerintah juga ditentukan oleh seberapa jauh peran serta warga masyarakat selaku subyek sekaligus obyek di dalam Pembangunan.

Dalam rangka menampung peran serta warga masyarakat/para pengusaha dalam pembangunan berdasarkan Pasal 55 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1974 telah ditentukan bahwa salah satu sumber pendapatan Daerah dapat diperoleh dari Sumbangan Pihak Ketiga

Sumbangan Pihak ketiga untuk Pembangunan Daerah telah diatur dengan Peraturan Daerah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 3 Tahun 1985, karena perkembangan maka dipandang perlu mengatur kembali Peraturan Daerah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tentang Sumbangan Pihak Ketiga Untuk Pembangunan Daerah.

Atas dasar pertimbangan-pertimbangan tersebut perlu menetapkan Peraturan Daerah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tentang Sumbangan Pihak Ketiga Untuk Pembanguanan Daerah.

Pasal 1 huruf a s/d c : huruf d : huruf e :

huruf f

Pasal 2 ayat (1) dan (2)

Cukup jelas

Yang dimaksud dengan uang adalah uang kartal dan giral.

Yang dimaksud dengan pihak-pihak lain ialah setiap orang atau Badan Hukum dimanapun domisilinya tanpa memperbedakan Kewarganegaraan atau asal-usulnya.

Cukup jelas Cukup jelas

(9)

ayat (3)

Pasal 3

Kewajiban kepada Negara antara lain pembayaran pajak dan retribusi .

Yang dimaksud Instansi terkait antara lain Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Dinas Perindustrian Propinsi daerah Istimewa Yogyakarta, Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kantor Wilayah Departemen Perdagangan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kantor Wilayah Departemen Pekerjaan Umum Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pasal 4 Pasal 5

Pasal 6 s/d 8

Cukup jelas

Pembangunan Daerah dalam Pasal ini mencakup pengertian pembangunan di Daerah Tingkat II, dalam bentuk bagi hasil yang akan diatur lebih lanjut dalam Keputusan Gubernur Kepala Daerah.

Referensi

Dokumen terkait

1) Negara mengakui dan menghormati kesatuan- kesatuan pemerintah daerah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa yang diatur dengan undang undang. 2) Negara

Undang No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP, mengingat Pasal 127 ayat (2) bahwa hakim wajib memperhatikan ketentuan sebagaimana dalam

bahwa dalam rangka pelaksanaan Undang-undang Nomor 2 Tahun199 tersebut, maka organisasi Sekreatriat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah propinsi Daerah

Sesuai dengan pasal 49 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 jis Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 363 Tahun 1974 dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 1980, telah

5. Peraturan Daerah Nomor ….. Tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dijalan dengan Kendaraan Umum Dalam Trayek Tetap dan Teratur di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 dan tidak melakukan pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dipidana dengan pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok- Pokok Pemerintahan di Daerah Pasal 49 ayat (1) Dinas Daerah adalah unsur Pelaksana Pemerintah Daerah, dan ayat

Tugas Belajar adalah penugasan Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengikuti pendidikan sesuai dengan program yang ditentukan Pemerintah