1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang UKM (Usaha Kecil dan Menengah) adalah salah satu sektor ekonomi yang sangat diperhitungkan di Indonesia karena kontr

16 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

“PENGARUH PEMANFAATAN BLOG-ONLINE PADA USAHA KECIL DAN MENENGAH DI JAKARTA, DEPOK DAN BOGOR”

Nadhia Trianaputri Jurusan Manajemen

Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan adanya perbedaan persepsi dan perilaku pemilik UKM dalam penggunaan internet antara sebelum dan sesudah memanfaatkan internet khususnya blog sebagai salah satu sarana penjualan online bagi usaha mereka., berdasarkan hasil penelitian sebelumnya dinyatakan bahwa UKM sebagai kelompok yang masih terbatas dalam penggunaan teknologi informasi. Metode penelitian menggunakan pengukuran tingkat adopsi bersifat self-reported yang terdiri dari tiga kelompok adopsi, yaitu (1) bukan pengadopsi (non-adopter), (2) pengadopsi potensial (potential adopter), dan (3) pengadopsi (adopter).

Berdasarkan pengamatan dari 10 responden disimpulkan bahwa ada tingkat adopsi internet (adopter, dan potential adopter) sebelum dan sesudah memanfaatkan internet, serta adopsi internet memberikan dampak yang baik untuk para pemilik UKM karena menurut mereka adopsi internet sangat efektif untuk kelangsungan usaha mereka. Selain itu dapat disimpulkan juga bahwa dari sebelas variabel yang berhubungan dengan adopsi internet, terdapat empat variabel yang mempengaruhi, yaitu Job Expectation, Internet-Self Efficacy, Social Influence, Internet Utilization, Actual-utilization Intensity dan enam variabel lainnya tidak mempengaruhi (lebih dari 0,05), yaitu Company Performance, Communication Intensity, Attitude toward Internet, Organizasional Innovation, Internet Anxiety, Facility Support.

Kata Kunci : Pemanfaatanblog online, Usaha Kecil dan Menengah, Tingkat Adopsi Internet, Inovasi Organisasi, Komunikasi.

(2)

1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

UKM (Usaha Kecil dan

Menengah) adalah salah satu sektor ekonomi yang sangat diperhitungkan di Indonesia karena kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari peran UKM dalam pertumbuhan ekonomi nasional, produk domestik bruto (PDB) yang diciptakan, nilai tambah nasional, serta penyerapan tenaga kerja.

Dalam KUKM juga tercantum lima kelemahan utama industri kecil di Indonesia, yaitu orientasi pasar, kualitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, akses pasar, dan permodalan. Kelemahan utama tentang orientasi pasar terjadi karena produk-produk industri kecil kebanyakan masih belum mempunyai daya-tembus ke pasar dunia/ ekspor. Hal ini dikarenakan masih terbatasnya penggunaan teknologi

informasi untuk mendinamisasi dan memajukan usaha kecil.

Sementara itu, dalam era ekonomi global saat ini, UKM dituntut untuk melakukan perubahan guna meningkatkan daya saingnya. Salah satu faktor penting yang akan menentukan daya saing UKM adalah teknologi informasi (TI). Penggunaan TI dapat meningkatkan transformasi bisnis melalui kecepatan, ketepatan dan efisiensi pertukaran informasi dalam jumlah yang besar (UNDP, 2007). Pemberdayaan usaha kecil melalui upaya pengenalan, penguasaan, dan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi diharapkan akan meningkatkan kemampuan dan agresivitas pelaku usaha kecil dalam mengakses pasar dan untuk mendinamisasi serta memajukan usaha kecil di era globalisasi dan

(3)

informasi. Kondisi teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia sendiri masih relatif tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain, baik di kawasan Asia maupun di kawasan belahan dunia lainnya. Penggunaan teknologi Internet bagi para pelaku usaha yang berorientasi pasar domestik masih rendah karena kesulitan dalam pembayaran on-line dan relatif rendahnya kepedulian terhadap penggunaan Internet.

Laporan OECD (2004)

menunjukkan bahwa faktor penghambat penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) oleh usaha kecil dan menengah meliputi (a) ketidaksesuaian proses bisnis, (b) keterbatasan pengetahuan dalam hal manajerial dan penggunaan TIK, (c) ketidak-tersediaan biaya pengembangan dan pemeliharaan sistem elektronik, (d) masalah prasarana jaringan komputer dan komunikasi, (e)

masalah kepercayaan dan keamanan penggunaan TIK, (f) ketidakpastian hukum, dan (g) berbagai tantangan terkait dengan adopsi proses bisnis elektronik.

Dari ketujuh faktor penghambat tersebut ada satu yang paling menarik yaitu mengenai berbagai tantangan terkait dengan adopsi proses bisnis elektronik dimana salah satu tantangannya berasal dari para pemilik UKM mengenai persepsi dan perilaku mereka terhadap bisnis elektronik, khususnya mengenai blog online. Maka, berdasarkan latar belakangan di atas mengilhami penulis untuk membuat tugas akhir dengan judul “Pengaruh Pemanfaatan Blog-Online Pada Usaha Kecil dan Menengah Di Jakarta, Depok dan Bogor”.

1.2 Rumusan dan Batasan Masalah Penggunaan atau adopsi Internet bagi pelaku UKM dinilai penting. Hal

(4)

ini dikarenakan internet sudah bukan menjadi rahasia umum pengembangan atau dorongan bagi UKM untuk maju. Tetapi dengan adanya persepsi dari beberapa pelaku UKM atau pemilik UKM yang menyatakan penting tidaknya usaha mereka untuk mengadopsi internet menjadi hal yang menarik untuk diteliti.

Pembatasan masalah pada penelitian ini adalah pada variabel-variabel persepsi yang diduga merupakan faktor pembeda dalam adopsi internet oleh usaha kecil. Pengukuran variabel penelitian dilakukan dengan menggunakan instrument penelitian dalam bentuk daftar pertanyaan yang disebarkan kepada para pemilik/ pengelola perusahaan kecil yang menjadi responden penelitian ini. Penelitian ini dilakukan selama satu setengah bulan untuk mengetahui manfaat internet bagi para pemilik/ pengelola usaha kecil

setelah menggunakan internet khususnya blog sebagai salah satu sarana promosi dan penjualan. Variabel dan item di atas disajikan dalam bentuk pernyataan-pernyataan yang bersifat tertutup, yaitu dengan menyediakan pilihan jawaban dalam bentuk skala nominal dan ordinal. Skala pengukuran dan metode pengembangan instrument penelitiannya adalah sebagai berikut, sasaran populasinya adalah pengusaha kecil yang belum memanfaatkan internet sebagai salah satu sarana promosi dan penjualan yang berada di kota Jakarta,Depok dan Bogor.

1.3 Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan adanya perbedaan persepsi dan perilaku kelompok pemilik UKM yang berada di kota Jakarta,Depok dan Bogor dalam penggunaan internet antara sebelum memanfaatkan dan setelah

(5)

memanfaatkan internet internet sebagai salah satu sarana promosi dan penjualan.

Secara umum tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengidentifikasi perbedaan tingkat adopsi dan perilaku penggunaan teknologi informasi pada pemilik/ pengelola UKM di Jakarta,Depok dan Bogor.

2. Untuk menganalisis model prediksi tingkat adopsi internet oleh pemilik/ pengelola UKM sebelum dan setelah menggunakan internet sebagai salah satu sarana promosi dan penjualan, sebagai pengguna akhir dengan menggunakan analisis diskriminan.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Melihat perbedaan tingkat adopsi dan perilaku penggunaan teknologi informasi, khususnya

sebelum dan sesudah

menggunakan internet.

2. Para pemilik UKM dapat mengetahui apa saja manfaat dari penggunaan internet dalam usahanya.

3. Dapat dijadikan acuan untuk para pemilik UKM yang sebelumnya tidak memanfaatkan penggunaan internet dalam usahanya.

4. Memaksimalkan penggunaan internet.

2. LANDASAN TEORI

Peranan UKM dalam

perekonomian Indonesia dapat dilihat dari kedudukannya pada saat ini dalam dunia usaha. Urata (2000) membagi kedudukan UKM sebagai berikut :

a. Kedudukan UKM sebagai pemain utama dalam kegiatan ekonomi di berbagai sektor. b. Penyedia lapangan kerja terbesar.

(6)

c. Pemain penting dalam pengembangan kegiatan ekonomi daerah dan pemberdayaan masyarakat.

d. Pencipta pasar baru dan inovasi. e. Untuk UKM yang sudah

melakukan ekspor, UKM memberikan sumbangan dalam menjaga neraca pembayaran. Namun sejak Indonesia dilanda krisis, tidak semua posisi penting UKM ini dapat dipertahankan, meskipun dibandingkan perusahaan besar, UKM cukup kuat menahan gejolak kritis ekonomi. Banyak UKM yang tetap memperoleh laba yang tinggi, walaupun pada tahun 1998 selama puncak krisis pertumbuhan ekonomi yang negatif 13,4% mengakibatkan terjadinya penurunan jumlah unit usaha sebanyak 2,95 juta unit lebih (BPS dan KMKUKM, 2001).

Perjalanan perekonomian Indonesia selama enam tahun sejak dilanda krisis memang merupakan hal yang menarik untuk melihat kekuatan UKM. Terbukti dengan kemampuan UKM melakukan penyesuaian segera dan mampu bertahan terus dalam kegiatan yang sama. Secara garis besar kebijakan pemerintah dalam membantu peningkatan kinerja bisnis UKM terlihat cukup tinggi. Terakhir pemerintah meluncurkan paket kebijakan ekonomi pada bulan maret tahun 2002. Paket kebijakan pemerintah ini focus pada empat hal yaitu memberikan pelayanan dan kemudahan bagi UKM, melakukan restrukturisasi UKM, membuka akses pelayanan perbankan khusus bagi UKM dan melakukan pembinaan sumber daya manusia.

Faktor yang mempengaruhi kinerja UKM dapat dibedakan atas lingkungan eksternal dan lingkungan

(7)

internal. Lingkungan eksternal terdiri dari lingkungan makro dan lingkungan industri. Lingkungan internal terdiri dari struktur, budaya dan sumber daya (Wheelen dan Hunger, 2000; 10).

Perubahan dalam bidang teknologi juga mempengaruhi kinerja UKM. Kekuatan teknologi termasuk peningkatan di bidang pengetehuan dan inovasi yang dapat menimbulkan peluang dan ancaman bagi UKM. Para pabrikan, bank dan manajemen ritel telah memanfaatkan kemajuan yeknoligi ini dalam bisnis merekaagar dapat memudahkan dan mempercepat layanan demi memuaskan kebutuhan pelanggan. 3. METODE PENELITIAN

3.1. Tahap Penelitian

Penelitian terdiri dari dua tahap, yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Penelitian pendahuluan dilakukan untuk (1) mendeskripsikan

penggunaan TIK oleh pengusaha kecil yang meliputi komputer, mobile phone (HP), dan Internet, dan (2) mengembangkan instrumen penelitian, termasuk pengujian validitas dan reliabilitas instrumen penelitian.

Penelitian dilakukan dalam waktu satu setengah bulan, dimana dua minggu pertama dilakukan pencarian responden yang belum memanfaatkan internet untuk usaha mereka dan penyebaran kuesioner pendahuluan, tiga minggu berikutnya dilakukan pengolahan data dari kuesioner pendahuluan sekaligus menunggu pengaruh blog online yang telah dibuat bagi usaha para responden dan satu minggu terakhir penyebaran kuesioner utama kepada responden yang sama, kemudian dilakukan kembali pengolahan data kembali.

(8)

3.2. Model dan Variabel Penelitian 3.2.1. Model Penelitian

Banyak penelitian yang langsung menggunakan penggunaan aktual teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tanpa dihubungkan dengan tujuan perilaku penggunaannya. Selain itu sebagian besar penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan aktual selalu bisa diprediksi dari tujuan atau perilaku penggunaannya. Model penelitian yang menggunakan dua tahap ini juga dilakukan oleh Bitler (2001) yaitu, tahap pertama, menghubungkan beberapa atribut perusahaan dengan tingkat adopsi (dengan skala biner, yaitu adopter dan non-adopter), dan selanjutnya menghubungkan tingkat adopsi tersebut dengan kinerja perusahaan. Model penelitian selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 3.1 di berikut ini.

Gambar 3.1. Model penelitian dengan

self-reported(Budi Hermana, 2007)

3.2.2. Variabel Penelitian

Variabel yang diteliti dalam penelitian ini terdiri dari 7 kelompok, yaitu: (1) variabel prediktor bagi tingkat adopsi internet sebanyak 6 variabel, yaitu (a) ekspekstasi kinerja, (b) ekspektasi usaha, (c) pengaruh sosial, (d) kondisi

pendukung, (e)Internet self-efficacy, dan (f) Kecemasan terhadap Internet

(Internet anxiety); (2) karakteristik individu yang meliputi: (a) jenis kelamin (gender), (b) usia, (c) pengalaman pelatihan, (d) tingkat pendidikan, dan (e) pengalaman pelatihan dan usaha; (3) perilaku penggunaan, tingkat adopsi dan

Kinerja Usaha Tingkat Adopsi (self-reported) Communi-cation Intensity Job expectation Company performance Intern et self efficacy Social Influ ence Attitude Toward internet Umur Perusahaan Model Adopsi Teknologi Informasi Model Dampak Teknologi Informasi

Lokasi Usaha Orientasi Pasar Sektor Industri H1 H2 H3a H3b H3c H3d

Analisis Diskriminan Analisis GLM

Internet utilization Organizatio nal innovation Actual utilization intensity Internet anxiety Facility support

(9)

intensitas penggunaan aktual; (4) Inovasi Organisasi; (5) intensitas komunikasi; (6) Sikap terhadap internet; dan (7) kinerja perusahaan.

4. PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum UKM Di Jakarta, Depok dan Bogor

Kebijakan ekonomi makro Nasional tahun 2009 diarahkan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat dan pengurangan kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas diupayakan dengan memperkuat daya tahan ekonomi yang didukung oleh pembangunan pertanian, infrastruktur dan energi serta terjaganya stabilitas ekonomi. Peningkatan investasi, ekspor, dan pengeluaran pemerintah serta mendorong peningkatan sektor industri pengolahan, revitalisasi pertanian dan menggerakkan UKM faktor utama dalam pertumbuhan ekonomi.

4.2 Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk UKM

Faktor yang dirasakan oleh pengusaha UKM adalah lemahnya informasi perihal keinginan konsumen (Customer needs) dan juga pemberitahuan kepada konsumen dan masyarakat akan produk-produk yang dihasilkan. Hal ini mengakibatkan sulitnya desain produk yang sesuai dengan keinginan konsumen dan tidak diketahuinya kemampuan daya beli konsumen. Kelemahan akan informasi bagi UKM menimbulkan berbagai dampak diantaranya (1) Pasar potensial yang sangat terbatas, (2) Produk yang dihasilkan kurang diminati konsumen karena tidak diketahuinya keinginan dari konsumen yang sesungguhnya, (3) Produk yang dihasilkan tidak laku karena tidak diketahuinya kemampuan daya beli masyarakat. Karakteristik ini memberi makna bahwa perlunya UKM

(10)

melakukan upaya menghimpun informasi yang mampu menjangkau informasi pasar. Metode yang efektif untuk menjangkau konsumen potensial dalam jumlah yang sangat besar adalah menggunakan teknologi komputer dengan menggunakan internet. Dengan menggunakan teknologi internet, akan mampu menjangkau konsumen global dalam waktu singkat dan dana yang tidak terlalu besar.

4.3 Pengembangan dan Pengujian Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian ini terdiri dari lima bagian yaitu (1) Karakteristik individu responden, termasuk tingkat adopsi teknologi informasi dan komunikasi oleh responden; (2) Profil tentang usaha yang dijalankan oleh responden, termasuk mengenai financial perusahaan dan adopsi teknologi untuk kepentingan usaha; (3) Persepsi responden tentang internet dengan mengacu ke

model-model penerimaan teknologi informasi; (4) Identifikasi faktor-faktor panghambat penggunaan internet; (5) Gambaran penggunaan internet oleh responden yang sudah manggunakan internet yang mencakup tujuan penggunaan, biaya, intensitas panggunaan, serta frekuensi penggunaan untuk setiap jenis layanan internet.

Sebelas variabel persepsi selengkapnya dapat dilihat padaTabel 4.1di bawah ini

Tabel 4.1

Variabel penelitian untuk model adopsi internet oleh responden

No Variabel Jumlah Butir 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Organizasional Innovation Social Influence Communication Intensity Company Performance Actual-utilization Intensity Internet-Self Efficacy Internet Utilization Attitude toward Internet Job Expectation Facility Support Internet Anxiety 8 butir 4 butir 7 butir 7 butir 4 butir 5 butir 3 butir 4 butir 4 butir 4 butir 4 butir

(11)

KMO and Bartlett's Test

.671 94.681 21 .000 Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. Approx. Chi-Square df Sig. Bartlett's Test of Sphericity

4.4 Uji Validitas dan Reliabilitas 4.4.1 Analisis Faktor Untuk Menguji Validitas Konstruk

Tabel 4.2 Analisis Validitas Konstruk Kuisioner Penelitian Component Matrixa .914 .859 .945 .902 .955 .782 .735 perf1 perf2 perf3 perf4 perf5 perf6 perf7 1 Compone nt

Extraction Method: Principal Component Analysis. 1 components extracted.

a.

Karena hasil analisis menunjukkan hasil component matrix yang terletak pada 1 komponen dan nilai korelasinya > 0,50 maka dapat dikatakan bahwa uji validitas konstruk untuk kuisioner adalah valid.

4.4.2 Analisis Faktor Untuk Menguji Validitas Faktor

Tabel 4.3Hasil perhitungan KMO dan Bartlett’s Test

Dari hasil analisis diketahui bahwa nilai Kaisser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequancy pada kotak KMO dan Bartlett’s Test adalah sebesar 0,671, hasil tersebut menunjukkan bahwa instrumen ini valid karena nilai KMO melebihi dari 0,5. Selain itu dilihat dari nilai Bartlett’s Test of Sphericity menunjukkan nilai 94,681 dengan nilai signifikan 0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa instrument ini dinyatakan telah memenuhi syarat valid. 4.5 Deskripsi Profil Responden

Adopsi Handphon

e 100%

(12)

Adopsi Komputer Pribadi Adopsi Komputer 100% Internet Adopter 70% Potensial Adopter 30%

Dapat dijelaskan bahwa pada gambar tersebut responden yang tergolong adopter untuk handphone, komputer pribadi, dan interner berturut-turut adalah 100 %, 100 % dan 70 %. Dari responden yang belum menggunakan internet saat ini, sebagian besar diantaranya tergolong potensial adopter, yaitu akan menggunakan internet dalam 6 bulan ke depan. Intensitas pemanfaatan internet masing-masing fitur dapat dilihat pada gambar diberikut ini : 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 5 Rata-Rata Mengirim E-Mail Membaca E-Mail Mengunjungi Situs Pemerintah Mengunjungi Situs Asosiasi Mengunjungi Situs Mitra Dagang Chatting Search Engine Download Upload

Dari gambar diatas terlihat bahwa responden pengguna internet lebih banyak memanfaatkan internet untuk mencari informasi melalui layanan search enginedan download. Sedangkan fitur layanan internet lainnya relative jarang dimanfaatkan, misalnya, mengunjungi situs mitra dagang.

(13)

4.7 Variabel prediksi untuk adopsi Internet oleh Responden Sebelum dan Sesudah Menggunakan Internet

Tabel Paired Samples Statistics

T-test Sig. (2-tailed) Pair Nilai sebelum pelatihan Nilai sesudah pelatihan Job Expectation Internet-Self Efficacy Social Influence Internet Utilization Actual-utilization Intensity Company Performance Communication Intensity Attitude toward Internet Organizasional Innovation Internet Anxiety Facility Support 0,000 0,005 0,026 0,017 0,003 0,758 0,075 0,153 0,685 0,434 0,075

Dari data pada Tabel di atas dapat disimpulkan bahwa ada sebelas variabel yang berhubungan dengan adopsi internet, lima variabel adalah variabel efektif (kurang dari 0.05, yaitu Job Expectation, Internet-Self Efficacy, Social Influence, Internet Utilization, Actual-utilization Intensity. Dan enam variabel lainnya tidak efektif (lebih dari 0,05), yaitu Company Performance,

Communication Intensity, Attitude toward Internet, Organizasional Innovation, Internet Anxiety, Facility Support.

5. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Sebagian besar pemilik ataupun pengelola Usaha Kecil Menengah di Jakarta, Depok dan Bogor sudah menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Kesimpulan penelitian adalah sebagai berikut :

1. Gambaran umum dari 10

responden menunjukkan bahwa pemilik ataupun pengelola Usaha Kecil Menengah (UKM) di Jakarta,

Depok dan Bogor sudah

menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Semua responden sudah menggunakan Handphone dan komputer pribadi , dan tingkat adopsi untuk internet 70 % sudah menggunakan. Sebagian besar responden yang tergolong internet

(14)

adopter mengakses internet dari warnet dan rumah. Fitur layanan internet yang sering dimanfaatkan hanya sebatas mencari informasi dari search engine, dan download. Untuk mengirim email, membaca email, mengunjungi situs pemerintah, mengunjungi situs asosiasi, chatting,uploaddanforum diskusi fitur dari internet mempunyai skala frekuensi yang sama. Sedangkan layanan mengunjungi situs-situs mitra dagangjarang mereka gunakan. 2. Tingkat adopsi internet (adopter,

potensial adopter, dan non adopter) sebelum dan sesudah para pemilik UKM di Jakarta, Depok dan Bogor memanfaatkan internet pada usahanya dapat disimpulkan bahwa adopsi internet dapat memberikan dampak yang baik untuk para Pemilik UKM karena menurut

mereka adopsi internet sangat efektif untuk kelangsungan usaha yang mereka jalankan, selain menambah pengetahuan mereka tentang peluang usaha, mereka juga mendapatkan kemudahan dalam penggunaannya. Oleh karena itu ketakutan para Pemilik UKM dapat diminimalkan dengan beberapa manfaat dan pengetahuan tentang internet yang mereka dapatkan setelah para

pemilik UKM mencoba

memanfaatkan sarana internet pada usaha mereka. Dalam penelitian ini terdapat sebelas variabel yang berhubungan dengan adopsi internet, lima variabel adalah variabel yang mempengaruhi, yaitu variabel-variabel tersebut dapat dikembangkan untuk kemajuan usaha para pemilik UKM (kurang dari 0.05), yaitu Job Expectation, Internet-Self Efficacy, Social

(15)

Influence, Internet Utilization, Actual-utilization Intensitydan enam variabel lainnya tidak mempengaruhi (lebih dari 0,05), yaitu Company Performance, Communication Intensity, Attitude toward Internet, Organizasional Innovation, Internet Anxiety, Facility Support.

5.2 Saran

Beberapa saran terkait dengan hasil penelitian dan usulan penelitian selanjutnya adalah sebagai berikut : 1. Mengunjungi situs mitra dagang

pada fitur layanan internet sebaiknya lebih sering digunakan karena dapat memberikan pengetahuan dan informasi tentang perkembangan dunia usaha dan Pemilik UKM juga dapatsharing. 2. Ketakutan pemanfaatan internet

oleh para Pemilik UKM dipengaruhi oleh prasarana organisasi dan teknis yang kurang mendukung, serta

mereka takut apabila adopsi internet menimbulkan perubahan terhadap usaha yang mereka jalankan. Hal itu dapat diminimalisir dengan cara pemberian pengetahuan tentang internet, mereka juga dapat mengikuti pelatihan-pelatihan tentang internet untuk mengetahui berbagai manfaat dari internet dan mencoba memanfaatkan internet sebagai salah satu sarana penjualan.

DAFTAR PUSTAKA

Davis, F.D., 1989,Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, and User Acceptance of Information Technology, MIS Quarterly, 13 (3), 319-340.

Davis, F.D., Bagozzi, R.P., & Warshaw, P.R., 1989, User Acceptance of Information Technology-a Comparison of 2

(16)

Theoretical-Models. Management Science, 35 (8), 982-1003.

Hermana, Budi.Model Penelitian. 2007. Longenecker, G, Justin, 2001,

Kewirausahaan : Manajemen Usaha Kecil, Salemba Empat, Jakarta.

Nurgiyantoro, Burhan dkk, 2002, Statistik Terapan, Penerbit Gadjah Mada University Press.

Santoso, Singgih, 2006, Menguasai Statistik di Era Informasi dengan SPSS 14, PT Elex Media Komputindo, Jakarta.

Tim Penelitian dan Pengembangan Wahana Komputer, 2005, Pengembangan Analisis Multivariate dengan SPSS 12, Salemba Infotek, Jakarta.

Wiratmo, Mansyur, 1994,

Kewirausahaan, Gunadarma. Wahdoyo, Teguh, 2009, 25 Model

Analisis Statistik dengan SPSS 17,

PT Elex Media Komputindo, Jakarta.

www.depkop.go.id www.smecda.com

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :