BAB I PENDAHULUAN. adanya teknologi informasi yang berkembang begitu pesat yaitu dengan adanya

Teks penuh

(1)

1 1.1 Latar Belakang Masalah

Keseharian manusia pada abad 21 ini, manusia telah dimudahkan dengan adanya teknologi informasi yang berkembang begitu pesat yaitu dengan adanya Internet. Mulai dari siswa, mahasiswa, guru, karyawan, ibu rumah tangga, pengusaha telah menggunakan Internet sebagai layanan akses yang cepat dan efektif dalam melakukan aktifitas. Fenomena ini diiringi dengan meluasnya jaringan internet nirkabel seperti hospot dan wifi diberbagai tempat, mulai dari institusi resmi pendidikan, perkantoran, layanan kesehatan hingga pusat perbelanjaan dan tempat wisata. Dari fenomena tersebut telah menunjukkan bahwa, semakin banyak kalangan yang telah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang berdampak luas bagi kehidupan manusia. Menurut Rasim (2008:1) semakin meluasnya kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi, serta ditemukannya dinamika proses belajar yang ada di sekolah maka pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran semakin luas. Seperti yang dikatakan oleh Prawiradilaga (2013:104) dengan adanya pengaruh internet bisa menjadi potensi besar dalam mengembangkan pembelajaran dengan sistem online memungkinkan peserta didik untuk mengakses informasi secara fleksibel tanpa terbatas waktu dan tempat.

Mengingat kondisi pendidikan sekarang yang telah mengalami perubahan dengan adanya teknologi, seharusnya sistem pembelajaran di

(2)

sekolah juga akan berubah. Banyak permasalahan umum yang dijumpai di sekolah pada media yang digunakan guru hanya sebatas menggunakan buku cetak, LKS, papan tulis dan penggunaan komputer seperti aplikasi Microsoft Power Point. Guru belum menerapkan media berbasis website dalam kegiatan belajar-mengajar. Masalah yang berkaitan dengan terbatasnya sumber media tentunya tidak sejalan dengan perkembangan teknologi yang sangat canggih dan semakin modern. Dengan adanyanya layanan internet seharusnya memudahkan siswa dalam mengakses sumber belajar, kemajuan teknologi bukan menjadi alasan bagi siswa untuk tidak belajar. Apabila materi pembelajaran di integrasikan dalam bentuk website maka siswa bisa mengaksesnya karena tidak terikat ruang dan waktu, siswa bisa kapan saja dan dimana saja belajar dengan mandiri sehingga dengan teknologi yang canggih yang ada sekarang, bisa dimanfaatkan dalam hal-hal yang positif. Oleh karena itu, materi pembelajaran telah disusun sedemikian rupa untuk mempermudahkan siswa dalam belajar, siswa tidak terlalu banyak membawa beban buku ke dalam kelas karena pembelajaran berbasis website dalam sistem pengajaran saat ini telah memberikan solusi terhadap permasalahan umum yang berkaitan dengan kegiatan belajar-mengajar di Sekolah.

Menurut Surjono (2013:19) mengemukakan bahwa media pembelajaran berbasis web yang kini menjadi sangat populer karena flexibilitas dan efektivitasnya merupakan cara penyampaian materi pembelajaran melalui internet yang dapat diakses kapan saja dan dari mana saja. Materi pembelajaran

(3)

dapat diperkaya dengan berbagai sumber belajar termasuk multimedia dan dengan cepat dapat diperbaharui.

Berdasarkan penelitian Widyastuti, dkk (2014:74) bahwa dengan menggunakan media pembelajaran berbasis web educative dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar hal ini dikarenakan sebagian siswa senang menjelajahi internet sehingga dengan adanya web sebagai sumber belajar siswa, kapanpun bisa belajar ketika komputer/handphone terhubung dengan internet.

Selain itu, penelitian yang pernah dilakukan oleh Januarisman dan Anik (2016:181) bahwa dengan produk media pembelajaran IPA berbasis web yang telah di validasi oleh ahli media, diperoleh rata-rata penilaian sebesar 4,21 dengan kategori “Sangat Baik” dari skor maksimal 5 sehingga media pembelajaran IPA berbasis web tersebut layak digunakan dalam uji coba lapangan.

Memperhatikan hal tersebut, kemungkinan metode dan media yang digunakan dalam pembelajaran masih kurang tepat sehingga berpengaruh pada kegiatan belajar mengajar di sekolah. Padahal, menurut Munir (2009:3) dengan menggunakan media pembelajaran, siswa dapat memilih materi pembelajaran berdasarkan minatnya sendiri, sehingga belajar menjadi menyenangkan, tidak membosankan, penuh semangat dan dapat termotivasi dalam belajar.

Adanya Kelemahan-kelemahan pada metode pembelajaran yang diterapkan dengan menggunakan buku juga menyebabkan beberapa dari siswa tidak fokus pada materi yang sedang diajarkan karena minimnya interaksi siswa terhadap

(4)

materi. Selain itu adanya perbedaan kemampuan diantara para siswa dalam memahami materi yang diajarkan. Pelajaran dengan menggunakan buku, siswa akan mendapat pelajaran teori yang memungkinkan minimnya unsur interaktif dari media tersebut. Karena itulah, guru membutuhkan media alternatif lain sebagai bahan ajar untuk memberikan ilustrasi dan pemahaman yang lebih dengan menggunakan aplikasi berupa media pembelajaran berbasiskan multimedia.

Media animasi merupakan salah satu bagian dari multimedia yang melibatkan panca indera manusia. Animasi sering digunakan pada dunia perfilman, buku komik dan majalah anak-anak. Seiring dengan perubahan teknologi yang semakin pesat, media animasi telah memasuki dunia pendidikan sebagai salah satu sarana edukasi yang mampu menimbulkan motivasi siswa dalam belajar. Berkaitan dengan media animasi, Mayer dan Moreno (2002:88) dalam Sukiyasa dan Sukonco (2013:129) mendefinisikan bahwa animasi merupakan satu bentuk tampilan berupa gambar yang menarik, berupa simulasi gambar bergerak yang menggambarkan perpindahan atau pergerakan suatu objek. menurut Lee & Owens (2004:127) dalam Sukiyasa dan Sukonco (2013:128) bahwa dengan menggunakan animasi sangat bagus dan efektif untuk menarik perhatian siswa dalam situasi pembelajaran baik permulaan maupun akhir rangkaian pelajaran. Hal ini sesuai dengan perubahan teknologi komputer yang telah mengalami kemajuan yang pesat sehingga memberikan kemudahan bagi guru untuk menyiapkan media pembelajaran.

(5)

Berkaitan dengan hal tersebut maka, jika dipadukan antara pembelajaran menggunakan contoh-contoh animasi yang terintegrasi didalam website akan menimbulkan perubahan dari peserta didik. Perubahan tersebut tentunya mengarahkan siswa lebih memahami materi pembelajaran. Siswa akan konsentrasi dalam belajar yang berkaitan dengan makna visual yang di tampilkan oleh media animasi. Secara langsung, tampilan visual media animasi memperlancar pencapaian tujuan untuk mengingat informasi tersebut. Menurut Arsyad (2013:25) menyatakan bahwa, setiap pelajar yang melihat ataupun yang mendengar penyajian media menerima pesan yang sama. Meskipun para guru menafsirkan isi pelajaran dengan cara yang berbeda-beda, dengan penggunaan media ragam hasil tafsiran itu dapat dikurangi sehingga informasi yang sama dapat disampaikan kepada siswa sebagai landasan untuk pengkajian, latihan, dan aplikasi lebih lanjut.

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan peneliti di SMA Negeri 4 Kota Jambi, didapatkan bahwa di sekolah tersebut sudah memanfaatkan teknologi informasi sebagai penunjang proses pembelajaran. Dimana sekolah tersebut telah memiliki infokus di setiap kelas yang dipergunakan untuk menampilkan slide-slide presentasi bahan ajar ataupun diskusi dalam proses belajar dan ada lab. komputer, lab. biologi yang mendukung proses pembelajaran. Sebagian besar siswa telah memiliki gadget, misalnya smartphone atau laptop serta WiFi (wireless fidelity) sekolah.

(6)

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan salah satu guru mata pelajaran biologi, bahwa teridentifikasi beberapa masalah dan kendala dalam proses pembelajaran khususnya pada pembelajaran biologi diantaranya kurangnya antusias siswa dalam mengikuti pelajaran sehingga guru sulit mengajarkan materi secara tuntas dalam kurun waktu yang relatif singkat. Seperti pada materi sistem pernafasan (Lampiran 1). Materi sistem pernafasan dianggap sulit oleh siswa, karena bersifat kompleks. Siswa diharuskan memahami, menganalisa, dalam proses pembelajaran itu sendiri, sehingga berdampak pada hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari nilai evaluasi siswa belum mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada materi sistem pernafasan. Skor Kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang diterapkan di kelas XI MIPA yakni 75.

Minimnya penggunaan media belajar juga diyakini merupakan salah satu faktor rendahnya capaian nilai ketuntasan belajar siswa. Permasalahan tersebut diatas perlu dicari solusi, sehingga nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang sudah ditetapkan oleh sekolah dapat dicapai oleh siswa. Salah satu cara pembelajaran yang dianggap dapat meningkatkan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), dari sekian banyak cara adalah pembelajaran yang menggunakan media atau alat bantu dalam pembelajaran.

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis membuat sebuah penelitian dengan berjudul “Pengembangan Multimedia Pembelajaran Biologi Interaktif Berbasis website Pada Materi Sistem Pernafasan yang dilengkapi Contoh Animasi untuk Siswa kelas XI SMA”.

(7)

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan diatas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana mendesain Multimedia Pembelajaran Biologi Interaktif Berbasis website Pada Materi Sistem Pernafasan yang dilengkapi contoh animasi untuk siswa kelas XI SMA?

2. Apakah Multimedia Pembelajaran Biologi Interaktif Berbasis website Pada Materi Sistem Pernafasan yang dilengkapi contoh animasi untuk siswa kelas XI SMA layak digunakan ?

3. Bagaimana respon siswa terhadap Multimedia Pembelajaran Biologi Interaktif Berbasis website pada Materi Sistem Pernafasan yang dilengkapi contoh animasi untuk siswa kelas XI SMA?

4. Bagaimana respon guru terhadap Multimedia Pembelajaran Biologi Interaktif Berbasis website Pada Materi Sistem Pernafasan yang dilengkapi contoh animasi untuk siswa kelas XI SMA?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini ialah :

1. Menghasilkan produk Multimedia Pembelajaran Biologi Interaktif Berbasis website Pada Materi Sistem Pernafasan yang dilengkapi contoh animasi untuk siswa kelas XI SMA

(8)

2. Mengetahui kelayakan Multimedia Pembelajaran Biologi Interaktif Berbasis website Pada Materi Sistem Pernafasan yang dilengkapi contoh animasi untuk siswa kelas XI SMA layak digunakan.

3. Mengetahui respon siswa di kelas XI SMA terhadap Multimedia Pembelajaran Biologi Interaktif Berbasis website Pada Materi Sistem Pernafasan yang dilengkapi contoh animasi.

4. Mengetahui respon guru di kelas XI SMA terhadap Multimedia Pembelajaran Biologi Interaktif Berbasis website Pada Materi Sistem Pernafasan yang dilengkapi contoh animasi.

1.4 Spesifikasi Produk

Adapun spesifikasi produk yang diharapkan pada media animasi berbasis Website Pada Materi Sistem Pernafasan yaitu :

1. Produk yang dihasilkan dalam bentuk website dengan alamat url : http://lilisuryani-media-pembelajaran.000webhostapp.com).

2. Dilengkapi dengan penambahan langkah-langkah petunjuk penggunaan website, audio music soundcloud pada tampilan halaman muka yang diberi nama Biomics

3. Video animasi sistem pernafasan yang di tampilkan bersumber dari youtube 4. Contoh-contoh animasi yang ditampilkan dalam bentuk animasi flash

dengan format .swf

5. Untuk melakukan transfer data dari ke akun web hosting menggunakan layanan www 000webhostapp.com

(9)

6. Dilengkapi fitur live chat, sehingga siswa dapat langsung berkomunikasi secara interaktif

7. Materi yang diinput pada media animasi berbasis website ialah mekanisme sistem pernafasan pada manusia

8. Produk yang dihasilkan dapat diakses secara online 9. User : Guru dan Siswa Sekolah Menengah Atas kelas XI 1.5 Pentingnya Pengembangan

Adapun pentingnya pengembangan ini yaitu:

1. Web pembelajaran yang dikembangkan menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kurikulum yang berlaku.

2. Web pembelajaran yang dikembangkan memotivasi siswa karena disertai dengan contoh-contoh animasi baik dalam bentuk video mapun flash agar mempermudah penyampaian informasi dari materi pembelajaran untuk siswa.

3. Web pembelajaran yang dikembangkan memberikan inovasi baru sebagai sumber belajar bagi siswa.

(10)

1.6 Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan 1.6.1 Asumsi Pengembangan

Adapun beberapa asumsi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Penilaian yang dilakukan validator selama pengembangan multimedia

pembelajaran berbasis website ini adalah bersifat obyektif dalam arti tidak dipengaruhi oleh faktor eksternal dan tim pengembang.

2. Tanggapan yang diberikan oleh siswa yang menjadi subyek dalam penelitian dan pengembangan ini bersifat objektif yang didasarkan atas pendapatnya sendiri selama ujicoba produk

1.6.2 Keterbatasan Pengembangan

Agar pengembangan ini lebih fokus dan tidak terlalu meluas, maka penulis memberikan batasan pengembangan. Batasan masalah untuk penelitian ini yakni:

1. Materi dalam penelitian ini mencakup pada organ-organ dan proses pernafasan pada manusia untuk siswa kelas XI SMA 4 Kota Jambi

2. Pengembangan media ini diakses dengan menggunakan Smartphone dan Laptop jika terhubung ke layanan internet (online).

3. Responden dalam penelitian ini adalah siswa/siswi kelas XI MIPA di SMA Negeri 4 Kota Jambi.

(11)

1.7 Definisi Istilah

Untuk menghindari adanya kesalah pahaman pada istilah-istilah pokok yang ada dalam penelitian, maka perlu diberikan defenisi istilah sebagai berikut :

1. Pengembangan adalah serangkaian proses untuk mengembangkan suatu produk atau memvalidasi produk dalam pembelajaran.

2. Multimedia merupakan penggunan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi sehingga pengguna dapat melakukan navigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi.

3. Website merupakan metode untuk menampilkan informasi internet, baik itu berupa teks, gambar, video dan suara maupun interaktif memiliki keuntungan yang berhubungan dari dokumen dengan dokumen lainnya. 4. Animasi merupakan kumpulan gambar atau objek yang diolah sedemikian

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :