Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 1
BAB II
GAMBARAN UMUM KOTA BALIKPAPAN
2.1. GEOGRAFIS, TOPOGRAFIS, GEOHIDROLOGI2.1.1 Kondisi Geografis Kota Balikpapan
Secara geografis wilayah Kota Balikpapan berada antara 1,0 LS – 1,5 LS dan 116,5 BT – 117,5 yang luasnya sekitar 50.330,57 Ha atau sekitar 503,3 Km2 dengan batas-batas sebagai berikut (Peta 2.1 Peta Geografis Kota Balikpapan) :
1. Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara 2. Sebelah selatan berbatasan dengan Selat Makasar
3. Sebelah timur berbatasan dengan Selat Makasar 4. Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Pasir
Kota Balikpapan beriklim tropis mempunyai dua musim, yaitu : musim penghujan dan musim kemarau. Musim kemarau biasa terjadi antara bulan Mei sampai dengan Oktober,
sedangkan musim
penghujan
terjadi antara bulan November sampai dengan bulan April.Keadaan ini terus berlangsung setiap tahun yang diselingi dengan musim peralihan pada bulan-bulan tertentu. Dalam beberapa tahun terakhir, keadaan musim di Kota Balikpapan tidak menentu. Pada bulan-bulan yang seharusnya turun hujan namun tidak turun hujan demikian juga sebaliknya. Curah hujan di Kota Balikpapan rata-rata tertinggi adalah 705 mm dan rata-rata terendah tercatat 71 mm (Bappeda, 2009).
Curah hujan yang tinggi dengan kondisi geografis seperti Kota Balikpapan tentunya akan mempengaruhi pola aliran air permukaan sehingga harus diantisipasi agar limpasan air permukaan mampu tertampung dengan lahan yang ada. Selain itu harus diantisipasi berbagai penyakit yang diakibatkan oleh kondisi cuaca yang tidak menentu. Perlu peningkatan pemahaman kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan sebagai antisipasi awal. Curah hujan yang tinggi kemungkinan dimanfaatkan oleh beberapa masyarakat untuk mengosongkan septi tank bahkan merupakan kesempatan membuang sampah ke badan air yang tentunya akan menimbulkan pencemaran air permukaan yang dapat berdampak pada berjangkitnya penyakit-penyakit akibat lingkungan yang tidak sehat.
Masyarakat di pesisir pantai yang berbatasan dengan Selat Makasar pada umumnya masih membuang sampah baik padat maupun limbah domestic langsung ke laut. Pemerintah harus segera melakukan tindakan agar laut bukan lagi menjadi tempat sampah.
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan
II - 2
Peta 2.1
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 3
2.1.2 Kondisi Topografis Kota BalikpapanKemiringan lahan (prosentase lereng) sangat menentukan layak tidaknya suatu wilayah dibudidayakan, karena faktor ini sangat menentukan besar kecilnya kerusakan tanah oleh erosi. Lereng didefinisikan sebagai hasil beda ketinggian antara 2 (dua) tempat (kedudukan) dengan jarak datanya, dan dinyatakan dalam persen.
Wilayah perencanaan Kota Balikpapan terdiri dari sebagian besar wilayah daratan dan beberapa wilayah berupa pulau-pulau kecil. Ditinjau dari kemiringan lerengnya, Kota Balikpapan memiliki kemiringan lereng yang bervariasi antara 0% (di wilayah pantai) sampai lebih dari 40% di daerah pedalaman yang berbukit.
Luas wilayah Kota Balikpapan berdasarkan klasifikasi kemiringan lereng adalah sebagai berikut : 1. 0 – 2% = 22.181,19 ha 2. 2 – 5% = 6.398,80 ha 3. 5 – 8% = 3.912,20 ha 4. 8 – 15% = 1.194,08 ha 5. 15 – 25% = 3.154,24 ha 6. 25 – 40% = 12.408,71 ha 7. > 40% = 1.292,36 ha
Keadaan topografi / kemiringan tanah tersebut merupakan salah satu karakteristik fisik dalam melihat potensi pengembangan daerah perkotaan. Data di atas menunjukkkan bahwa kelas lereng 0 - 2% memiliki area terluas, yaitu 22.181,19 ha atau 43,895% dari total area kota Balikpapan. Daerah dengan kelas lereng di atas 15% yang pada dasarnya kurang sesuai untuk kawasan terbangun perkotaan mencapai areal seluas 16.855,31 ha atau sekitar 33,15% dari luas kota Balikpapan. Hal ini memperlihatkan bahwa secara umum kondisi topografi kota Balikpapan terdiri dari daerah perbukitan. Kemiringan lereng berkaitan dengan tingkat kestabilan lereng akibat pengupasan lahan dan tatanan keseimbangan neraca air akibat dari kenaikan debit limpasan air permukaan. Dampak negatif akan berkurang apabila neraca air dapat dipulihkan kepada keadaan semula dengan memasukkan kelebihan run off ke tanah melalui rekayasa teknik seperti sumur resapan dan kolam resapan.
Kondisi topografi dominan perbukitan menyebabkab beberapa kawasan pelayanan air bersih tidak maksimal karena tekanan air yang tidak mampu sampai pada konsumen. Diperlukan peralatan tambahan dan strategi tertentu agar pelayanan air bersih memenuhi seluruh daerah layanan. Demikian juga untuk rencana pengembangan pengelolaan air limbah. Tidak semua air limbah dapat dialirkan ke instalasi pengolahan air limbah. Untuk kawasan tertentu harus dibuat skala komunal yang kemudian dengan menggunakan alat dipompa menuju instalasi pengolahan air limbah terpusat. (Peta 2.2. Peta Topografis Kota Balikpapan)
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan
II - 4
Peta 2.2
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 5
Wilayah perencanaan yang memiliki kemiringan lereng 0-15% adalah sepanjang Sungai Somber dan Sungai Manggar Besar yang merupakan daerah rawa-rawa serta sepanjang Pantai Sepinggan dan Manggar. Wilayah dengan kemiringan lereng 15-25% terdapat di sepanjang Sungai Sepinggan Kecil dan pantainya, juga di Batu Ampar bagian Utara. Wilayah dengan kemiringan lereng 25-40% hampir menyebar di seluruh wilayah Kota Balikpapan. Kemiringan lereng lebih dari 40% terdapat di beberapa tempat, antara lain di bagian lereng Sungai Somber, daerah Sungai Batakan Besar, dan beberapa lokasi di Gunungsari Ulu, Batu Ampar, dan sebagian di pinggir Sungai Manggar Besar. Ditinjau dari ketinggiannya, wilayah Kota Balikpapan juga memiliki ketinggian yang beragam, dari 0 sampai 100 meter di atas permukaan laut (dpl). Dari ketinggian yang beragam tersebut, sebagian besar wilayah Kota Balikpapan berada pada ketinggian 20 meter di atas permukaan laut. Untuk mengetahui keadaan luas daerah berdasarkan ketinggian tempat di wilayah Kota Balikpapan dapat dilihat padaTabel 2.1
Tabel.2.1.
Luas Daerah Berdasarkan Ketinggian Tempat Dirinci Tiap Kecamatan dan Kelurahan Kota Balikpapan NO KECAMATAN KELURAHAN LUAS WILAYAH (HA) KETINGGIAN (DPL / HA) 0 – 10 m 10 – 20 m > 20 m 1 Balikpapan Timur 13.715,80 9.690,30 3.525,50 - 1. Manggar 2. Manggar Baru 3. Lamaru 4. Teritip 3.525,50 383,60 4.855,50 4.951,20 - 383,60 4.355,50 4.951,20 3.525,50 - - - - - - - 2 Balikpapan Selatan 4.795,57 31,00 47,82 4.771,25 1. Prapatan 2. Telaga Sari 3. Klandasan Ulu 4. Klandasan Ilir 5. Damai 6. Gn. Bahagia 7. Sepinggan 314,12 253,48 89,00 143,50 601,75 891,72 2.502,00 - - 31,00 - - - - - - 47,82 - - - - 314,12 253,48 64,68 143,50 601,75 891,72 2.502,00 3 Balikpapan Tengah 1.107,38 114,10 - 993,28 1. Gn. Sari Ilir 2. Gn. Sari Ulu 3. Mekar Sari 4. Karang Rejo 5. Sumber Rejo 6. Karang Jati 114,10 182,52 128,66 120,50 220,50 341,10 114,10 - - - - - - - - - - - - 182,52 128,66 120,50 220,50 241,50 4 Balikpapan Utara 13.216,62 1.515.70 1.912.52 - 1. Gn. Samarinda 2. Muara Rapak 3. Batu Ampar 573,80 352,72 2.890,70 - - 1.515,70 573,80 352,72 986,00 - - -
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 6
NO KECAMATAN KELURAHAN LUAS WILAYAH (HA) KETINGGIAN (DPL / HA) 0 – 10 m 10 – 20 m > 20 m 4. Karang Joang 9.309,40 - - - 5 Balikpapan Barat 1.107,38 25,48 - 17.969,72 1. Baru Ilir 2. Baru Tengah 3. Baru Ulu 4. Margo Mulyo 5. Marga Sari 6. Kariangau 114,10 182,52 128,66 120,50 220,50 341,10 - - 25,48 - - - - - - - - - 58,90 57,04 70,00 184,53 66,50 17.532,75 Sumber: BLH tahun 2009
Kondisi tanah di Kota Balikpapan umumnya bertekstur halus. Dengan kondisi tekstur yang demikian, maka kondisi tanah di Kota Balikpapan umumnya tidak mempunyai hambatan untuk pengembangan berbagai kegiatan, baik pertanian maupun non-pertanian.
Tekstur tanah adalah perbandingan relatif tiga golongan besar partikel tanah dalam suatu massa tanah yaitu fraksi pasir, debu dan liat. Kasar halusnya tekstur tanah dalam suatu wilayah sangat menentukan berat ringannya penggarapan pengelolaan tanah tersebut. Tekstur tanah bahkan turut menentukan tata air dalam tanah berupa kecepatan infiltrasi, penetrasi dan kemampuan pengikatan oleh air tanah. Apabila tekstur tanah halus, maka tanah tersebut sangat sulit untuk meluluskan air dan apabila tekstur tanah tersebut kasar akan mudah meluluskan air.
Sebagian besar lahan Balikpapan berjenis podsolik merah kuning dan pasir kuarsa, serta bertekstur kasar dengan ikatan batuannya lemah, karena tanah tersebut dibentuk dari batuan yang umumnya relatif muda. Sifat tanah demikian sangat mudah ter-erosi dan jenuh oleh air. Sedangkan pembentukan jenis-jenis tanah ditentukan oleh beberapa faktor seperti batuan induk, topografi, umur, iklim dan vegetasi / biologi serta pengaruh faktor lainnya sehingga mengalami proses lebih lanjut secara terus menerus. Jenis tanah yang terdapat di Kota Balikpapan dijelaskan sebagai berikut :
Alluvial, Terdiri dari material pasir, lempung dan lumpur yang terbentuk dalam lingkungan
sungai dan pantai. Jenis tanah ini menempati kira-kira seluas 5% dari wilayah Kota Balikpapan. Pada jenis tanah Alluvial ini tersedia minimal cukup unsur hara yang berguna bagi tumbuh-tumbuhan. Namun sebagian besar tanah ini dipengaruhi oleh unsur bahan induk sehingga menjadi kurang subur bagi lahan pertanian
Podsolik Merah Kuning, Jenis ini menempati wilayah Kota Balikpapan sekitar 80%,
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 7
Tanah Pasir, Menempati sekitar 15% dari wilayah Kota Balikpapan. Tanah pasir inimengandung kuarsa, lempung serta serpih dengan sisipan napal dan batu bara, berwarna kecoklatan agak kelabu, rapuh, porositas baik dan tingkat erosi sangat tinggi.
2.1.3 Kondisi Geohidrologi Kota Balikpapan
Potensi hidrologi yang terdapat di Kota Balikpapan meliputi air tanah dan air permukaan (sungai). Potensi air tanah di Kota Balikpapan termasuk dalam klasifikasi cukup baik. Sesuai dengan kondisi topografi dan fisiografi wilayah yang berbukit, menyebabkan pola aliran air tanah yang terbentuk mengalir dari arah wilayah bagian utara menuju ke arah wilayah bagian selatan kota.
Tabel. 2.2
Das dan Debit Eksisting Kota Balikpapan
NO BALIKPAPAN DAS KOTA LUAS DAS ( HA ) JARAK (M) KOEFISIEN RUNOFF (C) ELEVASI HULU ( M ) ELEVASI HILIR ( M ) DEBIT (M3/DET) 1 Kemantis 295.156 3.961,589 0.55 25 2 16.59 2 Beruang 307.486 3.534,697 0.55 45 2 23.09 3 Tempadung 3.411.654 22.633,479 0.37 90 2 43.98 4 Sanrumukti 73.933 1.012,430 0.55 40 2 14.62 5 Beranga 1.030.188 10.383,205 0.39 70 2 27.03 6 Tengah 322.043 5.125,707 0.34 40 2 9.95 7 Seluk Pudak 180.582 2.192,196 0.36 30 2 11.85 8 Teluk Waru 225.765 911,983 0.34 60 2 31.81 9 Keminting 1.079.921 10.602,849 0.33 60 2 22.53 10 Tanjung Batu 105.880 606,813 0.45 30 2 21.98 11 Getah 422.159 8.021,209 0.34 45 2 9.61 12 Wain 11.435.570 30.151,589 0.30 80 2 113.60 13 Manggar Besar 9.600.092 30.511,299 0.33 70 2 102.85 14 Somber 3.931.993 23.646,910 0.39 70 2 60.59 15 Pandansari 984.058 4.895,008 0.50 20 2 48.04 16 Telagasari 190.992 2.477,17 0.48 50 2 16.43 17 Gunung Dubs 36.958 796,42 0.49 80 2 6.78 18 Klandasan Kecil 840.407 4.125,293 0.45 20 2 42.32 19 Klandasan Besar 2.672.309 11.037,830 0.43 80 2 80.41 20 Saluran I 123.007 1.023,616 0.43 10 2 13.41 21 Saluran II 108.864 1.319.622 0.47 30 2 13.46 22 Sepinggan 1.885.937 6.398,991 0.44 80 2 86.17 23 Sepinggan Kecil 231.804 2.159,286 0.52 40 2 23.19 24 Batakan 918.956 9.801,335 0.48 60 2 11.42 25 Batakan Kecil 299.568 4.495,316 0.48 95 2 57.40
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 8
NO BALIKPAPAN DAS KOTA LUAS DAS ( HA ) JARAK (M) KOEFISIEN RUNOFF (C) ELEVASI HULU ( M ) ELEVASI HILIR ( M ) DEBIT (M3/DET) 26 Manggar Kecil 1.983.454 11.423,371 0.46 90 2 63.72 27 Lamaru 527.479 2.434,249 0.44 40 2 40.81 28 Aji Raden 1.420.786 10.590,450 0.39 60 2 35.37 29 Selok Api 2.252.125 13.517,547 0.33 100 2 45.99 30 Teritip 1.817.094 10.281,792 0.34 60 2 43.67 31 Teritip Tengah 534.620 4.618,717 0.36 60 2 19.81 32 Baru 106.496 6.429,354 0.50 20 2 3.69 Sumber: BLH 2009
Bardasarkan hasil penelitian DAS Sungai Ampal / Sungai Klandasan Besar, keadaan topografi di DAS Sungai Ampal / Sungai Klandasan Besar beragam, yang paling tinggi mencapai 100 meter diatas permukaan laut, berupa bukit-bukit yang berupa hutan heterogen, hutan lindung, perumahan dan kebun rakyat. Dengan kondisi yang berbukit-bukit itu dan sebagian lembah-lembah berupa cekungan dan hanya sedikit daerah yang datar, maka saat hujan lebat air permukaan cenderung mengalir kearah lembah-lembah yang berupa tandon, yang pada akhirnya sebagai daerah tampungan air hujan yang semakin luas berupa rawa-rawa karena alur sungai yang berfungsi untuk mengalirkan air tidak bisa menampung air lagi.
Mengingat pada DAS tersebut prasarana yang ada saat ini belum tertata dengan baik dan sebagian telah berubah menjadi lahan perumahan sehingga mengakibatkan terjadinya banjir / genangan pada daerah Karang Rejo dan sekitarnya sampai ke kampung Damai, kondisi drainase di sepanjang DAS Sungai Ampal pada saat ini sebagian masih merupakan drainase alarn yang tidak beraturan dan bermender. Secara keseluruhan, DAS Ampal terdiri atas saluran-saluran dan beberapa sub daerah aliran sungai yang menyertainya, yakni :
Tabel. 2.3
Das dan Debit Rencana Kota Balikpapan
NO BALIKPAPAN DAS KOTA LUAS DAS (HA ) JARAK ( M ) KOEFISIEN RUNOFF (C) ELEVASI HULU (M) ELEVASI HILIR (M) DEBIT (M3/DTK) 1 Kemantis 295.15 3961.589 0.33 25 2 9.80 2 Beruang 307.48 3534.697 0.33 45 2 13.65 3 Tempadung 3411.66 22633.479 0.30 90 2 35.66 4 Sanrumukti 73.92 1012.430 0.33 40 2 8.64 5 Berangga 1030.17 10383.205 0.30 70 2 20.64 6 Tengah 322.03 5125.707 0.41 40 2 12.08 7 Seluk Pudak 180.57 2192.196 0.38 30 2 12.26 8 Teluk Waru 225.75 911.983 0.50 60 2 46.78 9 Keminting 1079.92 10602.849 0.35 60 2 24.26
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 9
NO BALIKPAPAN DAS KOTA LUAS DAS (HA ) JARAK ( M ) KOEFISIEN RUNOFF (C) ELEVASI HULU (M) ELEVASI HILIR (M) DEBIT (M3/DTK) 10 Tanjung Batu 105.88 606.813 0.53 30 2 25.64 11 Getah 422.15 8021.209 0.45 45 2 12.71 12 Wain 11898.32 30151.589 0.45 80 2 179.42 13 Manggar Besar 9540.01 30511.299 0.40 70 2 122.71 14 Somber 4275.56 23646.910 0.50 70 2 84.33 15 Pandansari 1028.94 4895.008 0.55 20 2 55.25 16 Telagasari 213.75 2477.170 0.60 50 2 22.92 17 Gunung Dubs 54.36 796.420 0.58 80 2 11.65 18 Klandasan Kecil 906.99 4125.293 0.61 20 2 61.74 19 Klandasan Besar 2725.22 11037.830 0.48 80 2 91.76 20 Saluran I 1452.08 1023.616 0.66 10 2 259.10 21 Saluran II 182.38 1319.622 0.61 30 2 29.37 22 Sepinggan 1885.79 6398.991 0.48 80 2 94.69 23 Sepinggan Kecil 231.55 2159.286 0.57 40 2 25.32 24 Batakan Kecil 299.32 4495.316 0.54 60 2 20.89 25 Batakan 918.28 9801.335 0.51 95 2 37.11 26 Manggar Kecil 1983.42 11423.371 0.47 90 2 64.42 27 Lamaru 527.48 2434.249 0.48 40 2 44.06 28 Aji Raden 1410.37 10950.450 0.40 60 2 36.24 29 Selok Api 2504.05 13517.547 0.38 100 2 59.79 30 Teritip 1816.01 10281.792 0.35 60 2 44.71 31 Teritip Tengah 534.61 4618.771 0.31 60 2 17.28 32 Baru 106.48 6429.354 0.55 20 2 4.06 Sumber: BLH 2009 Tabel 2.4
Sub Das, Luas dan Panjang Sungai Di Das Ampal
NO NAMA SUB DAS LUAS ( KM ) PANJANG SUNGAI ( M )
1 ASAK il 2,219 1,785 2 ASAK i2 3,478 5,410 3 ASAT g 7,707 16,156.00 4 ASAK a1 7,053 22,205 5 SA Hilir 6,075 10,123.00 DAS Ampal 26,532 55,679 Sumber: BLH 2009
Sungai-sungai yang terdapat dalam wilayah Kota Balikpapan pada umumnya adalah sungai-sungai kecil, pendek, serta sempit. Sungai yang panjang dan agak lebar, antara lain : Pada saat ini di Kota Balikpapan telah terjadi kasus intrusi laut dan salinasi, yaitu di wilayah sekitar Sungai Wain Besar, Sungai Somber, dan Sungai Manggar Besar. (Peta.2.3. Peta
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan
II - 10
Peta 2.3
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 11
Di samping potensi air sungai, Kota Balikpapan juga memiliki potensi air permukaan berupa waduk, yaitu Waduk Manggar yang terdapat di bagian Utara kota. Waduk Manggar digunakan sebagai sumber air bersih Kota Balikpapan dengan kapasitas 900 liter/detik, namun saat ini baru dapat memenuhi 69% kebutuhan air bersih penduduk kota.
Strategi yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Balikpapan dalam rangka memenuhi air bersih adalah dengan meningkatkan Waduk Manggar dan rencana akan membangun Waduk Teritip dan Waduk Wain. Eksploitasi air bawah permukaan harus dibatasi untuk menjaga daya dukung lahan itu sendiri karena sangat rawan gerakan tanah (longsor, nendetan dan amblesan).
2.2. ADMINISTRATIF
Kota Balikpapan yang merupakan salah satu kota yang berkembang pesat di Kalimantan dan merupakan kota yang memiliki keunggulan komparatif karena posisinya yang strategis yang ditunjukkan berbagai kegiatan yang berskala Nasional dan Internasional.
Kondisi tersebut merupakan potensi yang dapat mendorong pertumbuhan di berbagai bidang pebangunan Kota Balkpapan khususnya pertumbuhan sektor jasa, perdagangan industri dan pariwisata.
Keberadaan Bandara Internasional Sepinggan, Pelabuhan Samudera, Hubungan angkutan fery ke wilayah bagian Timur Indonesia (Mamuju, Pare-Pare Makassar, hubungan angkutan kapal fery ke wilayah Indonesia bagian Barat melalui kapal fery Banjarmasin, Surabaya yang ditunjang dengan angkutan darat membuat akses yang sangat luas dan signifikasn peningkatan arus orang dan arus barang baik masuk dan keluar Kota Balikpapan yang strategis.
Posisi letak Kota Balikpapan yang telah menjadi kota besar kota metropolitan yang berkedudukan di daerah khatulistiwa yang di apit oleh wilayah Indonesia bagian Barat dan wilayah Indonesia bagian Timur membangkitkan wilayah Kalimantan sebagai pusat kegiatan pemerintahan/pertahanan negara dan kegiatan lainnya yang dibuktikan dengan lembaga/instansi yang strategis menetapkan Kota Balikpapan sebagai lokasi beberapa instansi strategis vertical yaitu : 1. Kodam VII Mulawarwan Kalimantan
2. Polda Kalimantan
3. Kantor Kementerian Keuangan dan Pajak Kalimantan 4. Kantor Bea dan Cukai Kalimantan
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 12
6. Kantor Pikitring Wilayah Kalimantan
Keunggulan Kota Balikpapan yang tidak dimiliki kota lainnya adalah Kota Balikpapan adalah kota yang terdekat dengan alur pelayaran Internasional dari selat Bali menuku Selat Makassar selanjutnya ke Selat Malaka dan seterusnya ke Asia Timur dan atau Timur Tengah sehingga strategis sebagai kota kolektor seperti Singapura.
Selain itu Kota Balikpapan yang merupakan salah satu kota terbesar di Kalimantan Timur dan merupakan kota yang sangat berkembang, kegiatan utama di kota ini adalah jasa dan perdagangan baik untuk Wilayah Indonesia Timur maupun untuk skala internasional.
Kondisi tersebut merupakan potensi yang dapat mendorong pertumbuhan Kota Balikpapan, potensi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya sebagai berikut :
1. Posisi geografis yang sangat strategis sehingga memungkinkan pengembangan peran dan posisinya sebagai Pintu Gerbang Utama Propinsi Kalimantan Timur
2. Pencapaian regional maupun nasional yang lengkap yaitu dimungkinkan melalui aksesibilitas darat, laut maupun udara memungkinkan perkembangan dan pertumbuhan kegiatan jasa perhubungan
3. Kondisi ini mengakibatkan potensi kota semakin berkembang pesat termasuk posisinya sebagai kota kolektor, kota distributor dan kota transit. Kota Balikpapan juga tumbuh menjadi salah satu pusat pertumbuhan wilayah selatan Kalimantan Timur
4. Sebagai pusat perekonomian, Kota Balikpapan dilengkapi dengan sarana dan prasarana kota 5. fasilitas perdagangan, fasilitas perbankan, jasa dan beberapa pusat industri yang memiliki skala
nasional maupun internasional
6. Pertumbuhan dan perkembangan kegiatan eksplorasi / pengilangan minyak dan gas bumi Posisi strategis dan keunggulan komparatif yang dimiliki Kota Balikpapan sebagaimana tersebut di atas memiliki prospek menjadi kota yang berkembang maju dan modern mampu bersaing dengan kota asia lainnya dengan catatan terdapat 2 (dua) aspek tantangan yang harus dihadapi yaitu: 1. Pemerintah Kota Balikpapan mutlak harus mampu menyediakan infrastruktur kota yang bertaraf
internasional sesuai dengan perkembangan kebutuhan.
2. Masyarakat Kota Balikpapan mutlak harus merasa memiliki kota, budaya bersih dan sehat serta tertib, menjadi sumber daya manusia yang berkualitas produktifitas serta ikut serta dalam pelaksanaan pembangunan dan memelihara kotanya dalam keseimbangan ekosistem yang sehat.
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 13
Wilayah kota Balikpapan secara administratif meliputi 5 Kecamatan dengan 27 Kelurahan. Saat ini wilayah yang terbangun secara intensif di Kota Balikpapan adalah wilayah Kecamatan Balikpapan Tengah, Kecamatan Balikpapan Selatan dan Kecamatan Balikpapan Utara bagian Selatan. (Peta.2.3. Peta administrasi Kota Balikpapan)
Dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 38 tahun 1996, maka sejak 24 Pebruari 1997 Kota Balikpapan resmi dimekarkan dari 3 (tiga) Kecamatan menjadi 5 (lima) Kecamatan yaitu :
1. Kecamatan Balikpapan Timur 2. Kecamatan Balikpapan Selatan 3. Kecamatan Balikpapan Tengah 4. Kecamatan Balikpapan Utara 5. Kecamatan Balikpapan Barat
Berdasarkan arahan pembangunan jangka panjang kedua (PJP II) kota Balikpapan, untuk itu arah pengembangan kegiatan perkotaan untuk masing-masing Kecamatan di Kota Balikpapan adalah sebagai berikut :
Balikpapan Timur, diarahkan untuk perluasan permukiman, pengembangan obyek wisata dan
pengembangan sektor perikanan.
Balikpapan Utara, diarahkan untuk perdagangan dan jasa
Balikpapan Barat, diarahkan untuk industri dengan sentra industri di Kariangau
Balikpapan Selatan, diarahkan untuk perdagangan dan jasa dan permukiman
Balikpapan Tengah, diarahkan untuk pemukiman dan fasilitas pelayanan kota.
Sehubungan dengan pemekaran wilayah kecamatan tersebut, maka melalui keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Timur No. 19 Tahun 1996, sejak tanggal 15 Oktober 1996 ditetapkan 7 (tujuh) kelurahan persiapan menjadi kelurahan definitif dan pada tanggal 17 Mei 1996 ditetapkan pula melalui Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Timur perubahan status Desa menjadi Kelurahan secara definitif. Dengan demikian, saat ini wilayah Kota Balikpapan terdiri dari 27 Kelurahan.
Tabel 2.5.
Luas Wilayah Kota Balikpapan Dirinci Tiap Kecamatan, Kelurahan, dan Jumlah RW/RT Kecamatan
/ Kelurahan
Luas Wilayah
( Ha ) Pemekaran Sebelum Pemekaran Setelah Sekarang Kondisi Perairan
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 14
Balikpapan Timur 9.242 13.715,80 22 77 24 93 143 1. Manggar 3.525,50 5 22 6 30 58 2. Manggar Baru 383,60 7 24 7 26 36 3. Lamaru 4.855,50 4 13 54 13 18 4. Teritib 4.951,20 6 18 7 24 31 Balikpapan Selatan 20.030 4.795,57 90 355 101 379 477 1. Perapatan 314,12 21 71 11 36 38 2. Telaga Sari 253,48 - - 10 38 46 3. Kelandasan Ulu 89,00 12 45 13 53 47 4. Kelandasan Ilir 143,50 14 57 13 57 62 5. Damai 601,75 28 123 14 51 64 6. Gunung Bahagia 891,72 - - 23 76 104 7. Sepinggan 2.502,00 15 59 17 68 116 Balikpapan Tengah 997 1.107,38 86 268 84 285 323 1. Gn. Sari Ilir 114,10 19 61 21 69 69 2. Gn. Sari Ulu 182,52 21 58 11 34 38 3. Mekar Sari 128,66 - - 12 35 35 4. Karang Rejo 120,50 33 109 14 66 87 5. Sumber Rejo 220,50 - - 13 44 54 6. Karang Jati. 341,10 13 40 13 37 40 Balikpapan Utara 13.216,62 50 273 55 227 294 1. Gn. Samarinda 573,80 29 117 12 44 67 2. Muara Rapak 352,72 - - 21 87 85 3. Batu Ampar 2,980,70 11 46 12 54 94 4. Karang Joang 9.309,40 10 40 12 42 48 Balikpapan Barat 3.749 17.995,20 61 208 68 223 253 1. Baru Ilir 58,90 32 119 18 62 63 2. Margo Mulyo 184,53 - - 10 39 49 3. Marga Sari 66,50 - - 10 30 31 4. Baru Tengah 57,04 11 41 11 43 50 5. Baru Ulu 95,48 15 40 15 40 49 6. Kariangau 17.532,75 3 8 4 9 11 Jumlah 16.010 50.330,57 309 1.081 334 1.207 1490 Sumber: Balikpapan Dalam Angka, 2009
Dari tabel di atas jelas banyak pertambahan untuk jumlah RT dari tahun ke tahun dan pada tahun 2009 ini telah telah ada 1490 RT di Kota Balikpapan, sedangkan jumlah RW terlihat tidak nampak karena RW sudah tidak difungsikan lagi. (Peta 2.4. Peta Administrasi Kecamatan Kota
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan
II - 15
Peta 2.4
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 16
2.3. KEPENDUDUKAN2.3.1. Pertumbuhan Penduduk
Komposisi penduduk Kota Balikpapan sangat heterogen meliputi hampir seluruh suku yang ada di Indonesia, baik dari Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Jawa, Sumatera dan Kalimantan sendiri. Penduduk asli Balikpapan sendiri adalah Pasir Balik yang hampir punah dan tersebar didaerah Kecamatan Balikpapan seberang. Penduduk Kota Balikpapan umumnya berbahasa Indonesia dan sedikit yang mempergunakan bahasa daerah.
Untuk Tahun 2009, banyaknya penduduk Kota Balikpapan sejumlah 621.862 jiwa, meningkat sebesar 20.470 dari jumlah penduduk tahun 2008 sebanyak 601.392 jiwa. Dari 5 (lima) Kecamatan di Kota Balikpapan, yang mempunyai jumlah penduduk terbanyak adalah Kecamatan Balikpapan Selatan, yaitu sebesar 218.520 jiwa, sedangkan Kecamatan Balikpapan Timur mempunyai jumlah penduduk yang paling sedikit, yaitu sebanyak 61.691 jiwa.
Tabel 2.6.
Jumlah Penduduk menurut Golongan Umur dari Kecamatan Per Desember 2009
No. Golongan Umur Balikpapan Barat Balikpapan Utara Balikpapan Timur Balikpapan Tengah Balikpapan Selatan Jumlah
1 00 - 04 6.119 8.519 3.946 7.625 14.074 40.283 2 05 - 09 8.559 11.816 5.998 9.777 19.318 55.468 3 10 - 14 8.630 10.654 6.033 9.512 18.811 53.640 4 15 - 19 7.641 9.381 5.034 8.878 16.487 47.421 5 20 - 24 8.933 10.774 5.472 11.001 19.690 55.870 6 25 - 29 10.856 13.893 7.390 14.476 25.801 72.416 7 30 - 34 10.689 14.050 7.268 14.297 25.862 72.166 8 35 - 39 8.873 11.840 5.903 11.776 21.899 60.291 9 40 - 44 7.026 9.692 4.649 9.485 17.535 48.387 10 45 - 49 5.906 7.894 3.479 7.615 13.583 38.477 11 50 - 54 4.476 5.933 2.438 6.565 10.195 29.607 12 55 - 59 3.440 4.427 1.681 4.778 6.876 21.202 13 60 - 64 1.805 2.277 979 2.346 3.636 11.043 14 65 + 2.853 3.155 1.400 3.461 4.722 15.591 TOTAL 95.806 124.305 61.670 121.592 218.489 621.862
Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Balikpapan
(Last update : Januari 2010)
2.3.2. Persebaran dan Kepadatan
Distribusi penduduk Kota Balikpapan dapat dikatakan memusat wilayah pusat kota yaitu
di Kecamatan Balikpapan Tengah. Kecamatan. Balikpapan Tengah dengan luas 11,07 Km2 dihuni
oleh 108.056 jiwa, atau dengan kepadatan penduduk sekitar 9.761,16 jiwa per Km2 sedangkan
Kecamatan Balikpapan Barat dengan wilayah terluas 179,95 Km2 hanya dihuni oleh 88.132 jiwa
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 17
Tabel 2.7.Jumlah Penduduk menurut Jenis Kelamin, Rasio dari Kelurahan/Kecamatan (Desember 2009) No. Nama Wilayah Laki-Laki Perempuan Rasio Jenis Kelamin
1 Baru Ilir 11.163 9.924 112,48 2 Baru Tengah 11.914 10.628 112,10 3 Baru Ulu 11.383 10.208 111,51 4 Kariangau 2.009 1.721 116,73 5 Margo Mulyo 7.832 6.988 112,08 6 Marga Sari 6.279 5.682 110,51 Balikpapan Barat 50.580 45.151 112,02 1 Batu Ampar 25.569 22.937 111,47 2 Gunung Samarinda 14.201 13.025 109,03 3 Karang Joang 9.094 8.075 112,62 4 Muara Rapak 16.469 14.930 110,31 Balikpapan Utara 65.333 58.967 110,80 1 Manggar 14.658 12.651 115,86 2 Lamaru 3.870 3.525 109,79 3 Teritip 5.985 5.550 107,84 4 Manggar Baru 8.271 7.181 115,18 Balikpapan Timur 32.784 28.907 113,41
1 Gunung Sari Ulu 8.312 7.476 111,18
2 Gunung Sari Ilir 14.725 13.198 111,57
3 Karang Rejo 13.983 12.638 110,64 4 Karang Jati 8.798 7.821 112,49 5 Mekar Sari 7.783 7.085 109,85 6 Sumber Rejo 10.441 9.360 111,55 Balikpapan Tengah 64.042 57.578 111,23 1 Damai 19.115 16.923 112,95 2 Sepinggan 29.499 26.502 111,31 3 Klandasan Ilir 14.772 13.001 113,62 4 Klandasan Ulu 9.348 8.312 112,46 5 Prapatan 7.995 7.353 108,73 6 Gunung Bahagia 24.574 21.855 112,44 7 Telaga Sari 10.206 9.065 112,59 Balikpapan Selatan 115.509 103.011 112,13 Total 328.248 293.614 111,80 Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Balikpapan (Last update : Januari 2010)
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 18
Tabel 2.8.Persebaran dan Kepadatan Penduduk Menurut Kelurahan/Kecamatan (Desember 2009) No. Nama Wilayah Luas (Km2) Penduduk (Jiwa) Persebaran (%) Kepadatan/Km2
1 Baru Ilir 0,59 21.087 3,39 35.740,68 2 Baru Tengah 0,57 22.542 3,62 39.547,37 3 Baru Ulu 0,95 21.591 3,47 22.727,37 4 Kariangau 175,33 3.730 0,60 21,27 5 Margo Mulyo 1,85 14.820 2,38 8.010,81 6 Marga Sari 0,66 11.961 1,92 18.122,73 Balikpapan Barat 179,95 95.731 15,39 531,99 1 Batu Ampar 29,81 48.506 7,80 1.627,17 2 Gunung Samarinda 5,74 27.226 4,38 4.743,21 3 Karang Joang 93,09 17.169 2,76 184,43 4 Muara Rapak 3,53 31.399 5,05 8.894,90 Balikpapan Utara 132,17 124.300 19,99 940,46 1 Manggar 35,26 27.309 4,39 774,50 2 Lamaru 43,55 7.395 1,19 169,80 3 Teritip 49,51 11.535 1,85 232,98 4 Manggar Baru 3,84 15.452 2,48 4.023,96 Balikpapan Timur 132,16 61.691 9,92 466,79
1 Gunung Sari Ulu 1,82 15.788 2,54 8.674,73
2 Gunung Sari Ilir 1,14 27.923 4,49 24.493,86
3 Karang Rejo 1,21 26.621 4,28 22.000,83 4 Karang Jati 3,71 16.619 2,67 4.479,51 5 Mekar Sari 0,99 14.868 2,39 15.018,18 6 Sumber Rejo 2,20 19.801 3,18 9.000,45 Balikpapan Tengah 11,07 121.620 19,56 10.986,45 1 Damai 6,01 36.038 5,80 5.996,34 2 Sepinggan 25,02 56.001 9,01 2.238,25 3 Klandasan Ilir 1,43 27.773 4,47 19.421,68 4 Klandasan Ulu 0,89 17.660 2,84 19.842,70 5 Prapatan 3,14 15.348 2,47 4.887,90 6 Gunung Bahagia 8,92 46.429 7,47 5.205,04 7 Telaga Sari 2,54 19.271 3,10 7.587,01 Balikpapan Selatan 47,95 218.520 35,14 4.557,25 Total 503,30 621.862 100,00 1.235,57
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 19
Tabel 2.9Luas daerah, Kepadatan, Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan Kota Balikpapan Tahun 2009 Kecamatan Luas Wilayah (Km2) Kepadatan (Km2)
1. Balikpapan Selatan 47,95 3.773,16 2. Balikpapan Timur 132,16 388,25 3. Balikpapan Utara 132,17 745,56 4. Balikpapan Tengah 11,07 9.761,16 5. Balikpapan Barat 179,95 489,76 Jumlah 503,30 1.047,02
Sumber: Balikpapan dalam Angka 2009
Sebaran kepadatan penduduk dapat dilihat pada Peta.2.5. Peta Kepadatan Penduduk
Kota Balikpapan Perkembangan penduduk dalam lima tahun diproyeksikan mengalami kenaikan
yang cukup signifikan, sebagaimana dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.10
Proyeksi Kependudukan Lima Tahun Kedepan
Tahun Penduduk (Normal) Proy.Max Nor-Max
2010 635,110 647,348 641,229 2011 651,941 666,219 659,080 2012 668,773 685,089 676,931 2013 685,604 703,960 694,782 2014 702,435 722,831 712,633 2015 719,266 741,702 730,484
Sumber : Hasil Perhitungan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Balikpapan, 2010 Grafik. 2.1 Proyeksi Kependudukan
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan
II - 20
Peta 2.5
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 21
Dari data diatas dapat dilihat perkembangan penduduk Balikpapan meningkat lurus dengan kisaran jumlah 20.000 jiwa per tahun. Dimana hal ini tentunya akan membawa permasalahan sendiri bagi kota Balikpapan di kemudiaan hari, dan dapat diantisipasi sedini mungkin.
2.4. PENDIDIKAN
Jumlah sekolah yang berada di Kota Balikpapan tahun 2008 menunjukan peningkatan, baik dilihat dari sekolah berstatus negeri maupun swasta. Adapun sarana dan prasarana pendidikan di Kota Balikpapan dari tahun 2008 dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 2.11
Jumlah Sekolah Yang Terdapat di Kota Balikpapan Tahun 2010 Sarana Negeri Jumlah (Unit) Swasta
Taman Kanak-Kanak 1 131
Sekolah Luar Biasa 1 2
Sekolah Dasar (SD) dan Sederajat
- SD 135 36
- MI 1 18
SLTP dan Sederajat
- SMP 22 33
- MTs 2 9
SLTA dan Sederajat Negeri
- SMA 9 11
- SMK 5 18
- MA 1 5
Perguruan Tinggi - 12
Sumber : Dinas Pendidikan Kota Balikpapan, 2010
Tabel 2.12
Banyaknya Sekolah, Murid, Guru dan Kelas TK Dirinci Menurut Status 2000/2001 – 2009/2010 Tahun Negeri Swasta Negeri Swasta Negeri Swasta Negeri Swasta Sekolah Murid Guru Kelas
2000/2001 1 73 184 10.162 54 237 6 402 2001/2002 1 78 131 5.631 5 288 4 222 2002/2003 1 89 151 5.961 6 385 4 200 2003/2004 1 86 125 6.104 6 321 6 206 2004/2005 1 93 125 7.079 7 379 6 306 2005/2006 1 103 130 8.087 10 417 6 332
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 22
Tahun Negeri Swasta Negeri Swasta Negeri Swasta Negeri Swasta Sekolah Murid Guru Kelas2006/2007 1 116 129 7.785 55 496 6 362
2007/2008 1 116 142 7.952 6 477 6 386
2008/2009 1 127 123 8.665 11 544 6 424
2009/2010 1 127 158 8.378 14 582 6 376
*) TK/ RA (RA : 8 sekolah)
Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kota Balikpapan
Tabel 2.13
Banyaknya Sekolah, Murid, Guru dan Kelas SD Dirinci Menurut Status 2000/2001 – 2009/2010
Tahun Negeri Sekolah Swasta Negeri Murid Swasta Negeri Guru Swasta
2000/2001 170 20 43.208 5.966 1.686 279 2001/2002 169 37 43.838 7.543 1.678 123 2002/2003 169 23 43.208 6.156 1.746 320 2003/2004 170 22 45.569 6.598 1.399 398 2004/2005 171 44 46.806 9.247 1.411 358 2005/2006 156 41 48.063 9.556 1.872 534 2006/2007 146 44 50.254 9.851 2.084 611 2007/2008 144 49 55.124 7.375 2.107 603 2008/2009 139 49 52.952 10.056 2.040 604 2009/2010 136 54 53.965 10.940 1.945 699
Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kota Balikpapan
Tabel 2.14
Banyaknya Sekolah, Murid, Guru dan Kelas SMP Dirinci Menurut Status 2000/2001 – 2009/2010 Tahun Negeri Sekolah Swasta Negeri Murid Swasta Negeri Guru Swasta
2000/2001 170 20 43.208 5.966 1.686 279 2001/2002 169 37 43.838 7.543 1.678 123 2002/2003 169 23 43.208 6.156 1.746 320 2003/2004 170 22 45.569 6.598 1.399 398 2004/2005 171 44 46.806 9.247 1.411 358 2005/2006 156 41 48.063 9.556 1.872 534 2006/2007 146 44 50.254 9.851 2.084 611 2007/2008 144 49 55.124 7.375 2.107 603 2008/2009 139 49 52.952 10.056 2.040 604 2009/2010 136 54 53.965 10.940 1.945 699
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 23
Tabel 2.15Banyaknya Sekolah, Murid, Guru dan Kelas SMA Dirinci Menurut Status 2000/2001 – 2009/2010
Tahun Negeri Sekolah Swasta Negeri Murid Swasta Negeri Guru Swasta
2000/2001 12 29 10.695 10.363 610 660 2001/2002 12 29 10.666 10.162 655 604 2002/2003 12 30 10.536 9.415 632 668 2003/2004 12 30 10.568 9.714 584 654 2004/2005 14 38 11.458 8.917 639 564 2005/2006 14 38 11.897 8.451 753 735 2006/2007 14 37 12.996 7.771 606 951 2007/2008 14 36 14.523 5.850 620 630 2008/2009 15 36 14.733 6.571 914 713 2009/2010 20 22 15.630 6.592 1.055 *) 572 *)
*) Tidak termasuk Guru Tidak Tetap
Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kota Balikpapan
Tabel 2.16
Kursus-kursus Yang Diselenggarakan Oleh Dinas Pendidikan 2009
No Jenis Kursus
Kecamatan
Jumlah Bpp
Utara Timur Bpp Selatan Bpp Barat Bpp Tengah Bpp
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1. MPWA 2 0 3 0 1 6 2. Akutansi 1 0 0 0 2 3 3. B Inggris 0 0 9 2 7 18 4. Komputer 2 1 0 0 0 3 5. Tk Rambut 0 0 4 0 1 5 6. Tk Kulit 0 0 4 0 1 5 7. Mengetik B. 0 0 0 0 0 0 8. Tr Pengantin 0 0 4 0 0 4 9. Komp. Akutansi 1 0 0 0 0 1 10. Musik 0 0 2 0 0 2 11. Pertukangan 0 0 0 0 0 0 12. Elektronik 0 0 0 0 2 2 13. Bimbingan Belajar 0 0 2 0 4 6 14. Sekretaris Manaj 0 0 1 0 3 4 15. Perbankan 0 0 0 0 0 0
16. Man. Usaha & Kop 0 0 0 0 1 1
17. Senam 0 0 3 1 2 6
18. Konsultasi Pajak 0 0 0 0 0 0
19. Kesehatan 0 0 0 0 1 1
20. KKKS 0 0 0 0 0 0
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 24
No Jenis Kursus Bpp Kecamatan Jumlah
Utara Timur Bpp Selatan Bpp Barat Bpp Tengah Bpp
22. Mengemudi 1 0 7 0 2 10 23. Topografi 0 0 0 0 0 0 24. Publik Relation 0 0 0 0 0 0 25. Pramugari 0 0 1 0 0 1 26. Bhs Jepang 0 0 3 0 1 4 27. Bhs Mandarin 0 0 2 0 0 2 28. Bhs Perancis 0 0 1 0 0 1 Jumlah 31 10 89 14 49 193
Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kota Balikpapan
Selain pendidikan formal, pendidikan non formal yang ada di Kota Balikpapan dapat dilihat pada table dibawah ini. Untuk penyelenggaran PAUD dan kursus merupakan kelompok terbesar diantara jenis pendidikan non fomal lainnya.
Tabel.2.17
Data Pendidikan Non Formal di Kota Balikpapan Tahun 2009
No. Jenis Program Kelompok Lembaga/ Belajar Peserta/W arga Belajar Peserta ujian Lulusan/ Penerima Sukma Tutor/
Pendidik Penyelenggara
1. PAUD
a. Kelompok Bermain 127 4010 328 127
b. Tempat Penitipan Anak 6 60 56 6
c. Pos PAUD
d. Satuan PAUD Sejenis
lainnya 13 260 26 13 2. Keaksaraan Fungsional a. Tingkat Dasar 47 465 465 47 47 b. Tingkat Lanjut 20 197 197 20 20 c. Tingkat Mandiri 24 238 238 24 24 3. Keaksaraan a. Paket A setara SD 28 353 201 97 56 28 b. Paket B setara SMP 28 581 503 370 168 28
c. Paket C setara SMA 28 1143 894 462 168 28
4. Kursus 91 910 910 910 45 91
5. Kelompok Belajar Usaha 8 240 16 8
6. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
21 21
7. Taman Bacaan
Masyarakat 29 29
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 25
2.5. KESEHATANUntuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Balikpapan, sampai saat ini telah tersedia fasilitas kesehatan yang cukup memadai bagi kepentingan masyarakat, baik yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Untuk lebih jelasnya mengenai sarana kesehatan di Kota Balikpapan tahun 2008 dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 2.18
Sarana Kesehatan Kota Balikpapan Tahun 2010
No Sarana Kesehatan Jumlah
1 Rumah Sakit 12 2 Balai Pengobatan 37 3 Klinik Bersalin 3 4 Fisioterapi 11 5 Laboratorium Klinik 5 6 Puskesmas 27 7 Puskesmas Pembantu 12 8 Puskesmas Keliling 27 9 Sarana Rongent 11
10 Rumah Sakit Bersalin 3
Jumlah 148
Sumber : Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, 2010.
Tabel 2.19
Jumlah PUSKESMAS dan PUSBAN, Balai Pengobatan dan BKIA Menurut Kecamatan 2009 Kecamatan Puskesmas Umum Puskesmas Pembantu Pengobatan Balai BKIA
1. Balikpapan Selatan 6 1 - - 2. Balikpapan Timur 4 2 - - 3. Balikpapan Utara 4 6 - - 4. Balikpapan Tengah 5 1 - - 5. Balikpapan Barat 8 1 - - Jumlah 27 11 - -
Sumber : Dinas Kesehatan Kota Balikpapan
Tabel 2.20
Jumlah Tenaga Medis & Non Medis 2009
Jenis Tenaga Pemerintah RS RS TNI/Polri RS Swasta Puskesmas Dinkes/ Jumlah Sub
1. Tenaga Medis 81 30 62 0 173
2. Tenaga Keperawatan 235 145 91 0 471
3. Tenaga Kefarmasian 24 8 6 0 38
4. Tenaga Kesmas 16 1 0 0 17
5. Tenaga Gizi 9 1 0 21 31
6. Tenaga Ketramp Fisik 6 3 0 0 9
7. Keteknisan Medis 39 10 1 22 72
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 26
Fasilitas Posyandu di Kota Balikpapan terdapat hampir 1.417 unit Posyandu dengan jumlah masing-masing kategori yaitu :
Posyandu Pratama : 224 unit
Posyandu Madya : 705 unit
Posyandu Purnama : 356 unit
Posyandu Mandiri : 132 unit.
Jika ada 1.490 Rukun Tetangga (RT) maka masih ada 83 RT yang belum mempunyai Posyandu tersendiri. Dari jumlah tersebut posyandu yang aktif hanya 34,44%.
2.6. SOSIAL MASYARAKAT
Berdasarkan data Kantor Departeman Agama Kota Balikpapan, Kota Balikpapan Dalam Angka 2009 tercatat bahwa jumlah 291 bangunan masjid, 254 bangunan langgar, 204 bangunan mushola 93 bangunan gereja termasuk gabungan gereja Kristen Protestan dan Katholik, 1 bangunan Kelenteng, 2 bagunan pura dan 6 Wihara.
Tabel 2.21
Banyaknya Pemeluk Agama Menurut Golongan Agama dan Kecamatan 2009 Agama Balikpapan Selatan Balikpapan Timur Balikpapan Utara Balikpapan Tengah Balikpapan Barat Jumlah/
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Islam 175.820 53.264 105.374 99.656 85.829 519.943 2. Katholik 4.739 530 1.989 1.995 859 10.112 3. Kristen 19.194 2.930 7.438 13.414 2.771 45.747 4. Hindu 864 45 349 270 106 1.634 5. Budha 2.534 73 767 1.579 1.980 6.933 6. Lain-lain 69 19 29 37 47 201
Sumber : Departemen Agama, Balikpapan
Penduduk Kota Balikpapan terbesar memeluk agama Islam selanjutnya Kristen, Katholik, Budha dan Hindu.
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 27
Tabel.2.22.Rekapitulasi Jumlah Penduduk Menurut Pekerjaan (Mei 2010)
No. Kelurahan PNS Karyawan Buruh Tukang Pedagang Petani Profesi Lain-lain Jumlah
1. Baru Ilir 416 3.026 1.515 111 865 25 642 14.237 20.837 2. Baru Tengah 211 3.489 1.319 121 633 312 1.078 15.064 22.227 3. Baru Ulu 210 2.802 1.826 70 344 138 951 15.074 21.415 4. Kariangau 25 550 317 1 21 214 57 2.330 3.515 5. Margo Mulyo 254 2.772 890 69 344 27 392 9.894 14.642 6. Marga Sari 55 1.526 504 57 1.017 87 675 7.862 11.783 Balikpapan Barat 1.171 14.165 6.371 429 3.224 803 3.795 64.461 94.419 1. Batu Ampar 1.671 8.997 1.641 406 656 351 2.741 31.651 48.114 2. Gn.Samarinda 755 5.601 1.029 230 315 78 1.601 17.509 26.940 3. Karang Joang 210 1.663 900 116 217 1.644 841 11.769 17.360 4. Muara Rapak 593 6.171 1.178 267 644 38 1.735 20.421 31.047 Balikpapan Utara 3.229 22.432 4.748 1.019 1.832 2.111 6.918 81.350 123.639 1. Manggar 582 4.804 1.476 91 290 1.014 790 17.893 26.940 2. Lamaru 119 892 317 24 103 616 184 5.108 7.363 3. Teritip 134 1.036 596 44 149 1.014 423 8.123 11.519 4. Manggar Baru 588 1.462 455 62 433 1.455 354 10.454 15.263 Balikpapan Timur 1.423 8.194 2.844 221 975 4.099 1.751 41.578 61.085 1. Gn.Sari Ulu 342 3.638 661 93 188 23 660 9.913 15.518 2. Gn.Sari Ilir 652 7.126 1.055 87 334 17 1.211 16.683 27.165 3. Karang Rejo 403 6.057 1.200 188 575 37 1.030 16.576 26.066
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 28
No. Kelurahan PNS Karyawan Buruh Tukang Pedagang Petani Profesi Lain-lain Jumlah4. Karang Jati 303 3.640 459 87 477 15 597 10.164 15.742 5. Mekar Sari 303 3.438 662 61 183 22 584 9.395 14.648 6. Sumber Rejo 459 4.669 753 138 209 40 734 12.534 19.536 Balikpapan Tengah 2.462 28.568 4.790 654 1.966 154 4.816 75.265 118.675 1. Damai 944 7.760 1.391 104 662 355 1.525 22.495 35.236 2. Sepinggan 2.113 11.179 2.353 125 688 476 1.805 36.769 55.508 3. Klandasan Ilir 561 5.327 1.077 64 898 97 1.580 17.708 27.312 4. Klandasan Ulu 1.235 3.031 493 25 736 61 833 10.949 17.363 5. Prapatan 654 3.277 618 17 121 17 552 9.822 15.078 6. Gn.Bahagia 1.813 9.832 1.725 97 635 194 1.756 29.323 45.375 7. Telaga Sari 921 4.105 661 59 274 9 655 11.999 18.683 Balikpapan Selatan 8.241 44.511 8.318 491 4.014 1.209 8.706 139.065 214.555 TOTAL 16.526 117.870 27.071 2.814 12.011 8.376 25.986 401.719 612.373
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 29
Berdasarkan data tersebut, maka profesi lain-lain menjadi kelompok terbesar di setiap kecamatan yang diikuti sebagai karyawan.
Untuk analisa pendapatan digunakan data pendapatan per kapita penduduk Kota Balikpapan yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan.
Pendapatan per kapita penduduk Kota Balikpapan (PDRB ADH Berlaku) tahun 2009 Rp. 40.946.954,- atau menurun 11,83 % terhadap tahun sebelumnya (dari Rp. 46.442.009,- tahun 2008 menjadi Rp. 40.946.954,- tahun 2009). Pertumbuhan Pendapatan per kapita selama kurun waktu sembilan tahun terakhir (tahun 2000 – 2009) secara kumulatif 195,33 %, dan dengan pertumbuhan rata–rata 12,79 % per tahun.
Berdasarkan PDRB tanpa migas, Pendapatan per kapita Kota Balikpapan tahun 2009 tumbuh 14,81 %, dari Rp. 21.369.170,- tahun 2008 menjadi Rp. 24.533.240,- pada tahun 2009. Pertumbuhan Pendapatan per kapita tanpa migas selama kurun waktu tahun 2000 – 2009 secara kumulatif 200,58 %, dan dengan pertumbuhan rata - rata 13,01 % per tahun.
Tabel .2.23
Perkembangan dan Pertumbuhan Pendapatan Per Kapita Penduduk Kota Balikpapan (2000 – 2009)
Tahun
Dengan Migas Tanpa Migas
Nilai
( Rupiah ) Rerata Tahun ( % ) Pertumbuhan ( Rupiah ) Nilai
Pertumbuhan Rata-rata Per Tahun ( % ) (1) (2) (3) (4) (5) 2000 13.864.994 16,93 8.161.864 13,66 2001 14.581.997 5,17 9.369.494 14,80 2002 16.278.060 11,63 9.957.244 6,27 2003 16.704.563 2,62 11.051.116 10,99 2004 19.939.589 19,37 11.916.243 7,83 2005 26.018.632 30,49 13.339.072 11,94 2006 27.899.063 7,23 15.097.222 13,18 2007 29.094.883 4,29 17.716.352 17,35 2008 46.442.009 59,62 21.369.170 20,62 2009 40.946.954 -11,83 24.533.240 14,81 2000–2009 12,79 13,01
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 30
Grafik. 2.2.
Perkembangan Pendapatan Per Kapita Penduduku Kota Balikpapan Atas Dasar Harga Berlaku, Tahun 2000 - 2009
2.7. PEREKONOMIAN
2.7.1 Perkembangan PDRB
Perekonomian Kota Balikpapan terbentuk dari Nilai Tambah Bruto (NTB) yang tercipta dalam suatu region atau lebih dikenal dengan nama Produk Domestik Regional Bruto (PDRB ). PDRB Kota Balikpapan disajikan dalam dua pendekatan, dengan migas maupun tanpa migas yang dihitung menurut harga berlaku maupun harga konstan tahun 2000.
Total PDRB atas dasar harga berlaku tahun 2007 mencapai 28,08 Trilyun Rupiah, kemudian meningkat menjadi 38,53 Trilyun Rupiah tahun 2008, sedangkan pada tahun 2009 total PDRB atas dasar harga berlaku menurun menjadi 36,79 Trilyun Rupiah atau berkurang 4,50 % dari tahun sebelumnya.
Menurunnya total PDRB atas dasar harga berlaku tahun 2009 karena terjadi perbaikan pada Kilang Minyak Kota Balikpapan (Over Houl) sehingga target produksi perusahaan yang harusnya dapat terpenuhi, akhirnya tidak terealisasi seluruhnya. Sedangkan faktor lainnya karena harga minyak dipasar dunia pada tahun 2009 lebih rendahnya dari tahun sebelumnya.
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 31
Total PDRB atas dasar harga konstan tahun 2000, yang semula 13,48 Trilyun Rupiah tahun 2007 meningkat menjadi 15,15 Trilyun Rupiah tahun 2008 dan kemudian meningkat lagi menjadi 15,52 Trilyun Rupiah pada tahun 2009 atau mengalami pertumbuhan 2,46 %.
Dari total PDRB Atas Dasar Harga Berlaku tahun 2009 sebesar 51,79 % (19,05 Trilyun Rupiah) dihasilkan oleh subsektor Industri Pengilangan Minyak Bumi, sedangkan sisanya 48,21 % (17,74 Trilyun Rupiah) dihasilkan oleh sektor–sektor lainnya atau dikenal dengan PDRB tanpa migas.
Industri Pengilangan Minyak Bumi merupakan subsektor unggulan terhadap makro ekonomi Kota Balikpapan dan masih memperlihatkan kontribusi yang dominan. Selama kurun waktu lima tahun (2004-2009) produksi sub sektor industri pengilangan minyak bumi atas dasar harga berlaku cukup berfluktuasi, tercatat 8,65 Trillyun Rupiah tahun 2004 meningkat menjadi 12,95 Trillyun Rupiah tahun 2005, kemudian menjadi 15,80 Trillyun Rupiah tahun 2006, sedangkan tahun 2007 menurun menjadi 15,17 Trillyun Rupiah.
Setelah terjadi kenaikan produksi hingga 16,41 % tahun 2008, nilai tambah subsektor industri pengilangan minyak bumi atas dasar harga berlaku kembali meningkat menjadi 22,95 Trillyun Rupiah.
Penurunan produksi kilang minyak Kota Balikpapan kembali terjadi hingga 10,38 % pada tahun 2009 dan harga minyak dipasar dunia maupun nilai tukar mata uang rupiah terhadap Dollar Amerika yang tidak lebih baik dari tahun sebelumnya, merupakan faktor penyebab penurunan nilai tambah subsektor industri pengilangan minyak bumi hingga menjadi 19,05 Trillyun Rupiah. Selama kurun waktu lima tahun terakhir (2004-2009) nilai tambah subsektor industri pengilangan minyak bumi Kota Balikpapan atas dasar harga berlaku mengalami pertumbuhan rata – rata 17,10 % per tahun.
Sebagaimana nilai tambah atas dasar harga konstan tahun 2000, nilai tambah atas dasar harga berlaku sub sektor industri pengilangan minyak bumi tahun 2009 juga mengalami penurunan atau tumbuh negatif, Penurunan total PDRB atas dasar harga berlaku tahun 2009 mencapai -4,50 %.
Dengan pertumbuhan riil (atas dasar harga konstan) subsektor industri pengilangan minyak bumi yang mencapai -10,38 %, secara total berdampak luas terhadap kontribusi yang telah disumbangkan subsektor ini terhadap total PDRB Kota Balikpapan, dari kontribusi 59,56 % tahun 2008 hingga menjadi 51,79 % pada tahun 2009.
Perbaikan Kilang Minyak (Over Houl) yang dilakukan secara rutin oleh PT. Pertamina UP. V Balikpapan menyebabkan kinerja Kilang Minyak menjadi tidak maksimal serta
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 32
mempengaruhi produksi yang dihasilkan pada tahun 2009. Impor minyak bumi dari luar negeri mengalami penurunan hingga 30 % atau berkisar 40 % dari bahan baku yang diolah kilang minyak kota Balikpapan. Padahal pada tahun sebelumnya kontribusi impor tersebut masih pada kisaran 50 persen dan 50 persen sisanya merupakan hasil dari pertambangan migas dalam negeri.
Pembelian Migas dari Kontraktor Produktion Sharing (KPS) untuk memenuhi kebutuhan industri pengilangan migas kota Balikpapan juga harus ada kesepakatan, dengan BPH Migas sebagai perpanjangan tangan pemerintah, Kontraktor Prodaktion Sharing (KPS) dan PT. Pertamina UP V untuk melakukan negosiasi harga, bila tidak terdapat kecocokan maka mencari alternatif dengan luar negeri (impor).
Perkembangan PDRB Kota Balikpapan dengan dan tanpa migas, atas dasar harga berlaku maupun konstan tahun 2000 - 2009, secara rinci dapat dilihat pada tabel dan grafik berikut ini :
Tabel .2.24
Perkembangan PDRB Kota Balikpapan Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan, 2000 - 2009 (Juta Rp.)
Tahun PDRB Dengan Migas PDRB Tanpa Migas
ADH Berlaku ADH Konstan ADH Berlaku ADH Konstan
(1) (2) (3) (4) (5) 2000 9.816.498,12 9.816.498,12 4.719.786,95 4.719.786,95 2001 10.930.018,45 10.802.001,89 5.876.200,38 5.374.517,10 2002 13.387.568,07 11.287.932,44 6.756.179,52 5.860.458,71 2003 13.689.485,87 11.528.658,20 7.633.201,87 6.439.006,82 2004 16.952.204,47 12.228.687,32 8.300.133,60 6.770.743,09 2005 22.353.578,85 12.621.678,53 9.398.803,75 7.280.058,11 2006 26.493.086,53 13.204.717,77 10.697.541,68 8.029.097,35 2007 28.081.137,52 13.479.345,05 12.913.742,98 8.672.738,36 2008 38.527.951,29 15.147.326,04 15.580.564,47 9.551.793,79 2009 36.792.831,77 15.520.443,89 17.738.521,95 10.505.448,46
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 33
Grafik. 2. 3
Perkembangan PDRB Kota Balikpapan Dengan dan Tanpa Migas Atas Dasar Harga Berlaku maupun Konstan, Tahun 2000 - 2009
A. Pertumbuhan Ekonomi Regional
Ada tiga pendekatan didalam penghitungan PDRB, yaitu : pendekatan produksi, pendekatan pendapatan dan pendekatan pengeluaran. Selama ini penghitungan PDRB dan tabel turunannya seperti pertumbuhan ekonomi selalu dihitung melalui pendekatan produksi, baik menurut harga berlaku dan konstan. Pertumbuhan tersebut secara makro dianggap cukup representatip sebagai salah satu indikator yang dapat menggambarkan perkembangan dan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah/daerah.
Pertumbuhan atas dasar harga konstan tahun 2000 selalu dihitung agar keterbandingan dari tahun ketahun dapat diketahui dan diperoleh gambaran pertumbuhan riil sebagaimana yang tercermin dari angka series PDRB. Pertumbuhan atas dasar harga konstan tersebut berlaku diseluruh wilayah kabupaten / kota di Indonesia dan bahkan Internasional sebagaimana yang telah direkomendasikan oleh PBB.
Pertumbuhan PDRB Kota Balikpapan (dengan migas) tahun 2009 mencapai 2,46 %, melambat terhadap tahun sebelumnya. Selama kurun waktu sembilan tahun terakhir (tahun 2000-2009) secara kumulatif pertumbuhan ekonomi (dengan Migas) 58,11 % dan dengan pertumbuhan rata – rata 5,22 % pertahun.
0 35 T ri ly u n R u p ia h 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Tahun
ADH Konstan ADH Berlaku
PDRB D. Migas
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 34
Bila subsektor industri pengilangan minyak bumi dikeluarkan dari penghitungan (PDRB Tanpa Migas), Pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan tahun 2009 mencapai 9,98 %. Pertumbuhan ekonomi (PDRB tanpa migas) kota Balikpapan secara kumulatif selama kurun waktu sembilan tahun (2000–2009) mencapai 122,58 % dan dengan pertumbuhan rata – rata 9,30 persen pertahun.
PDRB tanpa migas atas dasar harga berlaku dan konstan terus meningkat selama kurun waktu sembilan tahun (2000 – 2009), ini merupakan suatu hasil pencapaian yang diraih oleh pemerintah Kota Balikpapan selama hampir satu dasawarsa. Nilai tambah atas dasar harga berlaku juga terus meningkat dari tahun ketahun, dari 4,72 Trilyun Rupiah tahun 2000 menjadi 17,74 Trilyun Rupiah pada tahun 2009.
Perkembangan pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan dengan dan tanpa migas selama kurun waktu sembilan tahun terakhir (2000 – 2009) dapat dilihat pada grafik dan tabel berikut :
Grafik 2. 4. Pertumbuhan Ekonomi Kota Balikpapan Dengan dan Tanpa Migas (2000 – 2009)
Sumber : BPS dan Bappeda, 2010
3.21 4.62 2.08 12.37 2.46 7.52 10.29 10.14 9.98 3.91 10.04 2.13 4.50 6.07 8.02 13.87 5.15 9.87 9.04 6.41 0 5 10 15 20 00 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Pe rtu m b u h a n Ek o n o m i ( % )
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 35
Tabel 2.25PDRB Kota Balikpapan Dengan dan Tanpa Migas Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 (Juta Rupiah) dan Pertumbuhan Ekonomi, Tahun 2000 – 2009
Tahun
PDRB
Atas Dasar Harga Konstan Pertumbuhan Ekonomi ( % )
Dengan Migas Tanpa Migas Dengan Migas Tanpa Migas
(1) (2) (3) (4) (5) 2000 9.816.498,12 4.719.786,95 3,91 6,41 2001 10.802.001,89 5.374.517,10 10,04 13,87 2002 11.287.932,44 5.860.458,71 4,50 9,04 2003 11.528.658,20 6.439.006,82 2,13 9,87 2004 12.228.687,32 6.770.743,09 6,07 5,15 2005 12.621.678,53 7.280.058,11 3,21 7,52 2006 13.204.717,77 8.029.097,35 4,62 10,29 2007 13.479.345,05 8.672.738,36 2,08 8,02 2008 15.147.326,04 9.551.793,79 12,37 10,14 2009 15.520.443,89 10.505.448,46 2,46 9,98 2000 – 2009 5,22 9,30
Sumber : BPS dan Bappeda, 2010
B. Pertumbuhan Ekonomi Sektoral
Pertumbuhan Ekonomi Sektoral merupakan refleksi pertumbuhan rata-rata tertimbang dari sektor / subsektor yang ada pada suatu wilayah / region. Selanjutnya untuk melihat kontribusi dari masing–masing sektor terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan, dapat dilihat dari pertumbuhan masing-masing sektornya.
Sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi pada tahun 2009 adalah sektor Pertanian 22,76 %, disusul sektor Bangunan/Konstruksi 17,58 %, diikuti oleh sektor Pengangkutan dan Komunikasi 11,42 %, sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan 6,83 %, sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran 5,86 %, sektor Pertambangan dan Penggalian 5,74 %, sektor Jasa - jasa 3,25 %, sektor Listrik, Gas dan Air Bersih 2,96 %, sedangkan Sektor Industri Pengolahan mengalami penurunan -9,77 % sebagai dampak dari penurunan sub sektor Industri Pengilangan Minyak Bumi yang mencapai -10,38 %.
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 36
Sektor pertanian merupakan penggabungan dari 5 subsektor ( tanaman bahan makanan, tanaman perkebunan, peternakan dan hasil – hasilnya, kehutanan dan perikanan ). Sebagai sektor primer di dalam perekonomian, sektor ini mengalami
pertumbuhan 22,76 % pada tahun 2009. Subsektor yang mengalami pertumbuhan
tertinggi pada sektor pertanian adalah subsektor Tanaman Bahan Makanan, subsektor ini tumbuh 52,86 %, disusul subsektor tanaman perkebunan 7,61 %, subsektor Peternakan dan hasil – hasilnya 3,87 %, subsektor Perikanan 1,32 % sedangkan Kehutanan merupakan subsektor yang mengalami pertumbuhan terendah disektor ini, yaitu 1,27 %.
Secara kumulatif pertumbuhan sektor Pertanian selama kurun waktu tahun 2000 - 2009 mencapai 131,36 % dengan pertumbuhan rata–rata per tahun 9,77 %.
Seiring pesatnya laju pembangunan Kota Balikpapan, sektor Pertambangan dan Penggalian mengalami pertumbuhan 5,74 % pada tahun 2009. Pertumbuhan rata–rata sektor ini selama kurun waktu tahun 2000 – 2009 berada diatas pertumbuhan agregat tahun 2009, yaitu 7,54 % per tahun dan dengan pertumbuhan kumulatif selama kurun waktu yang sama mencapai 92,43 %.
Sektor Industri Pengolahan mengalami pertumbuhan -9,77% tahun 2009, pertumbuhan rata–rata pertahun selama kurun waktu sembilan tahun (2000 - 2009)sebesar 0,04 % dan dengan pertumbuhan kumulatif mencapai 0,33 %.
Produksi subsektor Industri Pengilangan Minyak Bumi selama kurun waktu tahun 2005-2007 terus mengalami penurunan, hal ini disebabkan oleh berkurangnya pasokan migas baik dari dalam maupun luar negeri. Impor migas telah dilakukan pemerintah yang dalam hal ini dilakukan oleh PT. Pertamina UP. V mencapai kisaran 40 % dari total kebutuhan produksi Industri pengolahan minyak bumi tahun 2009.
Pertumbuhan Industri Tanpa Migas secara kumulatif mencapai 2,02 %. Industri ini didukung oleh sub kelompok industri makanan, minuman dan tembakau, industri pakaian jadi dan kulit, industri kayu, bambu, rotan, rumput dan sejenisnya, industri kertas, barang dari kertas dan cetakan, industri kimia, karet dan plastik, industri barang galian bukan logam, industri logam, mesin dan peralatan.
Sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih tahun 2009 mengalami pertumbuhan 2,96 %. Selama kurun waktu sembilan tahun terakhir (2000-2009) pertumbuhan kumulatif sektor ini mencapai 124,55 % dan dengan pertumbuhan rata–rata 9,40 % per tahun.
Pokja AMPL Kota Balikpapan
Buku Putih Kota Balikpapan II - 37
Pertumbuhan Sektor Listrik dan Air bersih tahun 2009 didukung oleh pertumbuhan dari masing – masing subsektornya, yaitu subsektor Listrik 2,30 % dan subsektor Air Bersih 10,57 %.
Sektor Bangunan/Konstruksi pada tahun 2009 menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan dengan laju pembangunan Kota Balikpapan, yaitu mencapai 17,58 %, pertumbuhan sektor ini selama kurun waktu tahun 2000–2009 secara kumulatif mencapai 259,36 % dan dengan pertumbuhan rata–rata 15,27 % pertahun.
Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran tumbuh 5,86 % pada tahun 2009. Pertumbuhan sektor ini selama kurun waktu sembilan tahun terakhir (tahun 2000 – 2009) secara kumulatif mencapai 84,64 % dan dengan pertumbuhan rata–rata 7,65 % pertahun. Subsektor yang menunjukkan keunggulan tertinggi adalah subsektor restoran dengan pertumbuhan 6,40 % diikuti oleh subsektor Perdagangan dengan pertumbuhan 5,88 % dan subsektor Hotel 4,65 %.
Sektor Pengangkutan dan Komunikasi tumbuh 11,42 % pada tahun 2009. Selama kurun waktu sembilan tahun terakhir (tahun 2000 – 2009), secara kumulatif pertumbuhan sektor ini mencapai 155,20 % dan dengan pertumbuhan rata – rata 10,97 % per tahun. Komponen dari sektor Pengangkutan dan Komunikasi yang mengalami pertumbuhan tertinggi tahun 2009 adalah subsektor Angkutan Udara 15,28 % disusul oleh subsektor Komunikasi 10,27 %, kemudian subsektor Jasa Penunjang Angkutan 6,52 %, subsektor Angkutan Darat 5,11%, subsektor Angkutan Laut 4,11%, subsektor Angkutan Sungai dan penyeberangan 1,66%.
Sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan tahun 2009 tumbuh 6,83 %. Dalam kurun waktu sembilan tahun terakhir (tahun 2000 – 2009) pertumbuhan kumulatif sektor ini mencapai 113,85 %, dan dengan pertumbuhan rata–rata 8,81 % pertahun.
Sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan didukung oleh subsektor Bank, lembaga keuangan bukan bank (LKBB), jasa penunjang keuangan, sewa bangunan dan jasa perusahaan. Masing – masing subsektor ini tumbuh pada kisaran antara 4,88 % sampai 8,28 % pada tahun 2009.
Sektor jasa-jasa pada tahun 2009 tumbuh 3,25 %. Pertumbuhan kumulatif sektor ini selama kurun waktu tahun 2000 – 2009 mencapai 67,83 %, dan dengan pertumbuhan rata–rata 5,92 % per tahun. Komponen dari sektor ini adalah subsektor Pemerintahan Umum tumbuh 3,10 %, subsektor Jasa Hiburan dan Rekreasi 5,57 %, subsektor Jasa