Universitas Kristen Maranatha vi
ABSTRAK
Skripsi ini membahas tentang tinjauan perubahan fungsi ruang interior bangunan
cagar budaya Vila Isola akibat perubahan fungsi dari hunian menjadi gedung
rektorat. Metode yang dilakukan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data
tentang Vila Isola dilakukan dengan studi literatur dari buku-buku, internet,
wawancara serta survei langsung tempat tersebut. Tinjauan yang dilakukan adalah
berupa analisis perubahan Vila Isola di masa lampau yang berfungsi sebagai
hunian dengan Vila Isola yang saat ini berfungsi sebagai gedung rektorat UPI.
Deskripsi berupa fungsi ruang Vila Isola terkait dengan penzonaan ruang dan
peraturan pemugaran bangunan cagar budaya. Hasil tinjauan perubahan fungsi
ruang yang terjadi berkaitan erat dengan penzonaan. Selama melakukan penelitian
didapatkan simpulan bahwa perubahan fungsi Vila Isola mempengaruhi elemen
desain interior terhadap ceiling, dinding dan lantai. Selain itu, hasil adaptasi yang dilakukan Vila Isola terbukti menyalahi peraturan bangunan cagar budaya.
Universitas Kristen Maranatha vii
ABSTRACT
In this report, the writer is to discuss the improvements that affect Vila Isola
interior design as a result of changes in its operation. To equip more information,
study literature from books and online resources as well as interview and direct
survey have been performed. The rationale of this thesis is to inform readers
regarding the interior design of Vila Isola in terms of its design stability due to
changes in operation. Based on writer's observation, it is true that changes in
operation has an impact to the interior design of Vila Isola.
Universitas Kristen Maranatha viii
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN ... i
LEMBAR PERNYATAAN ... ii
PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN PENELITIAN ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
1.4 Pertanyaan Penelitian... 4
1.5 Tujuan Penelitian ... 4
1.6 Manfaat Penelitian ... 5
1.7 Metodologi Penelitian ... 5
1.8 Sistematika Penulisan ... 8
Bab II Elemen-Elemen Desain Interior dan Prinsip Peraturan Cagar Budaya 9 2.1 Bangunan Cagar Budaya ... 9
2.3.3 Facade Bangunan Arsitektur Art Deco ... 24
2.3.4 Trend Dalam Arsitektur Art Deco ... 24
Universitas Kristen Maranatha ix 3.3.2 Besaran Ruang Gedung Rektorat UPI ... 50
3.4 Fungsi dan Fasilitas Gedung Rektorat UPI ... 53
3.4.1 Lantai Dasar atau Semi-basement ... 53
3.4.2 Lantai 1 ... 60
3.4.3 Lantai 2 ... 65
3.4.4 Lantai 3 ... 66
3.4.5 Lantai 4 ... 67
BAB IV Perubahan Fungsi Vila Isola Menjadi Gedung Rektorat Upi ... 70
4.1 Komparasi Vila Isola 1933 dengan Vila Isola 2013 ... 70
4.2 Zoning Vila Isola 1933 dengan Vila Isola 2013 ... 87
4.3 Elemen Desain Interior Terhadap Ceiling, Dinding, dan Lantai ... 93
4.4 Komparasi Fungsi Ruang Menurut Peraturan Cagar Budaya... 101
Bab V Simpulan Dan Saran ... 108
5.1 Simpulan ... 108
Universitas Kristen Maranatha x
Daftar Pustaka ... 112
Lampiran
Universitas Kristen Maranatha xi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Wisata Belanja dan Kuliner Bandung ... 2
Gambar 1.2 Tampak Selatan Vila Isola 1933 ... 3
Gambar 1.3 Tampak Selatan Vila Isola 2013 ... 3
Gambar 2.1 Harmoni pada Ruang Keluarga ... 13
Gambar 2.2 Keseimbangann Simetris pada Ruang Gereja ... 14
Gambar 2.3 Keseimbangann Asimetris pada Ruang Tamu ... 15
Gambar 2.4 Keseimbangan Radial pada Tangga ... 15
Gambar 2.5 Ritme pada Ruang Baca ... 16
Gambar 2.12 Gaya Streamline Moderne Art Deco ... 27
Gambar 2.13 Warna Metalik pada Gaya Art Deco ... 27
Gambar 2.14 Warna Netral pada Gaya Art Deco ... 28
Gambar 3.1 Letak Vila Isola dan Lingkungan Sekitarnya ... 31
Gambar 3.2 Charles Prosper Wolff Schoemaker ... 32
Gambar 3.3 Vila Isola Dengan Efek Bayangan Matahari ... 34
Gambar 3.4 Tampak Selatan Vila Isola 2013 ... 34
Gambar 3.5 Tampak Utara Vila Isola 2013 ... 35
Gambar 3.6 Tampak Selatan Vila Isola Tahun 1933... 36
Universitas Kristen Maranatha xii
Gambar 3.14 Ruang Penerimaan Tamu ... 42
Gambar 3.15 Denah Lantai 2 ... 43
Gambar 3.27 Ruang Kepala Seksi Divisi Hukum ... 57
Gambar 3.28 Ruang Arsip ... 58
Gambar 3.34 Area Penerimaan / Receptionist ... 62
Gambar 3.35 Ruang Rapat Timur ... 63
Gambar 3.36 Ruang Rapat Selatan ... 63
Gambar 3.37 Ruang Penerimaan Tamu ... 64
Gambar 3.38 Denah PerubahanLantai 2 ... 65
Gambar 3.39 Denah PerubahanLantai 3 ... 66
Gambar 3.40 Denah Lantai 4 ... 67
Gambar 3.41 Ruang Rapat ... 68
Gambar 3.42 Ruang Rapat ... 68
Gambar 4.1 Perbandingan Tampak Selatan Vila Isola ... 70
Gambar 4.2 Ruang Sekretaris ... 71
Universitas Kristen Maranatha xiii
Gambar 4.4 Ruang Olahraga ... 73
Gambar 4.5 Ruang Sekretariat ... 74
Gambar 4.6 Entrance ... 75
Gambar 4.7 Entrance ... 75
Gambar 4.8 Ruang Kantor ... 76
Gambar 4.9 Ruang Rapat ... 77
Gambar 4.10 Ruang Makan ... 78
Gambar 4.11 Ruang Penerimaan Tamu ... 79
Gambar 4.12 Ruang Penerimaan Tamu ... 80
Gambar 4.13 Ruang Rapat ... 81
Gambar 4.14 Ruang Tidur Tamu ... 82
Gambar 4.15 Ruang Pembantu Rektor ... 83
Gambar 4.16 Mini Bar ... 84
Gambar 4.17 Ruang Staff Pembantu Rektor ... 85
Gambar 4.18 Taman Atap ... 85
Gambar 4.19 Ruang Rapat ... 86
Gambar 4.20 Zoning PerubahanLantai Semi-basement ... 87
Gambar 4.21 Denah PerubahanLantai 1 ... 88
Gambar 4.22 Denah PerubahanLantai 2 ... 89
Gambar 4.23 Denah PerubahanLantai 3 ... 90
Gambar 4.24 Denah PerubahanLantai 4 ... 91
Gambar 4.25 Zoning PerubahanLantai Semi-basement ... 101
Gambar 4.26 Denah PerubahanLantai 1 ... 101
Gambar 4.27 Denah PerubahanLantai 2 ... 102
Gambar 4.28 Denah PerubahanLantai 3 ... 102
Universitas Kristen Maranatha xiv
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Besaran Ruang Lantai Semi-Basement ... 49
Tabel 3.2 Besaran Ruang Lantai 1 ... 50
Tabel 3.3 Besaran Ruang Lantai 2 ... 51
Tabel 3.4 Besaran Ruang Lantai 3 ... 52
Tabel 3.5 Besaran Ruang Lantai 4 ... 52
Tabel 4.1Zoning Lantai Semi-basement Vila Isola – Gedung Rektorat UPI ... 87
Tabel 4.2 Zoning Lantai 1 Vila Isola – Gedung Rektorat UPI... 88
Tabel 4.3 Zoning Lantai 2 Vila Isola – Gedung Rektorat UPI... 89
Tabel 4.4 Zoning Lantai 3 Vila Isola – Gedung Rektorat UPI... 90
Tabel 4.5 Zoning Lantai 4 Vila Isola – Gedung Rektorat UPI... 91
Tabel 4.6 Komparasi Fungsi Vila Isola – Gedung Rektorat UPI Terhadap Ceiling .. 93
Tabel 4.7 Komparasi Fungsi Vila Isola – Gedung Rektorat UPI Terhadap Dinding . 96 Tabel 4.8 Komparasi Fungsi Vila Isola – Gedung Rektorat UPI Terhadap Lantai .... 99
Tabel 4.9 Komparasi Fungsi Vila Isola – Gedung Rektorat UPI menurut peraturan Cagar Budaya ... 104
Universitas Kristen Maranatha 1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bandung merupakan daerah yang terkenal dengan berbagai macam wisata,
seperti wisata kuliner dan belanja, selain itu Bandung juga menawarkan
keindahan alam dengan berbagai macam sejarah1. Potensi wisatanya yang
tinggi mengakibatkan Bandung terus melakukan peningkatan terhadap
pembangunan. Bangunan yang dibangun dengan desain dan gaya yang
modern diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dari permintaan wisatawan
asing maupun lokal. Namun lahan yang ada untuk pembangunan juga terbatas
mengingat Bandung memiliki banyak bangunan cagar budaya yang bernilai
seni dan sejarah yang harus dipertahankan.
1 Dikutip dari http://travel.kompas.com/ pada Kamis, 10 April 2014 pukul 15.09
Universitas Kristen Maranatha 2
Gambar 1.1Wisata Belanja dan Kuliner Bandung
Sumber: http://bandung.panduanwisata.com/ diakses pada Rabu, 9 April 2014 pukul 10.30 WIB
Bangunan cagar budaya merupakan kekayaan di bidang ilmu pengetahuan
sehingga Bandung berniat melestarikannya dengan cara mengalih-fungsikan
bangunan cagar budaya untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan saat ini.
Salah satu usaha Bandung untuk tetap melestarikan bangunan cagar budaya
adalah dengan mendirikan organisasi pelestarian yang disebut Bandung
Heritage, yang di dalamnya diatur mengenai kepengurusan serta syarat
kepemilikan bangunan-bangunan tersebut.
Bangunan cagar budaya peninggalan Hindia-Belanda ini dipugar serta
dikembalikan ke bentuk asalnya untuk dialih-fungsikan demi memenuhi
kebutuhan yang ada saat ini tanpa merusak nilai seni dan budaya yang
terkandung di dalamnya. Perubahan fungsi tersebut tentunya akan
menimbulkan masalah dalam penggunaannya. Banyak penyesuaian yang
harus dilakukan untuk dapat memenuhi fungsi bangunan baru. Perubahan
fungsi tentu saja merupakan penyesuaian dari kebutuhan serta gaya hidup
masyarakat setempat.
Salah satu bangunan cagar budaya peninggalan Hindia-Belanda yang
dialih-fungsikan adalah Vila Isola. Bangunan khas bergaya Art Deco di utara Kota Bandung yang letaknya jauh dari pusat kota ini merupakan bangunan
termewah dan tercanggih di zaman pembangunannya. Perubahan fungsi yang
terjadi pada Vila Isola merupakan perubahan fungsi ekstrim dari fungsi
Universitas Kristen Maranatha 3
rektorat UPI. Vila Isola sebelum dijadikan gedung rektorat UPI pernah
sempat menjadi gedung serbaguna yang difungsikan sebagai tempat resepsi
pernikahan, area belajar mengajar, serta kantor UPI. UPI merenovasi setiap
lantai Vila Isola menjadi fungsi baru yang mampu memenuhi kebutuhan dari
aktivitas sebuah bangunan gedung rektorat. Hal ini menjadi daya tarik untuk
dilakukan penelitian mengenai bangunan tersebut yang berkaitan dengan
bidang keilmuan desain interior.
Gambar 1.2Tampak Selatan Vila Isola 1933
Sumber: http://www.sjoerdm.dds.nl/isola.html diakses pada Selasa, 17 September 2013 pukul 16.30 WIB
Perubahan fungsi ruang yang terjadi di Vila Isola sangat berkaitan dengan
elemen desain interior yang mempengaruhinya. Pembahasan yang menarik
pada perubahan fungsi ruangan publik di Vila Isola didasarkan pada unsur
desain interior yaitu ruang, bentuk, garis, tekstur, pola, cahaya, dan warna
dari masing-masing elemen interior (ceiling, dinding, dan lantai). Membahas bangunan cagar budaya dalam kegiatan alih-fungsi tidak lepas dari
kemampuan bangunan tersebut untuk memenuhi syarat dari peraturan
bangunan cagar budaya.
1.2 Identifikasi Masalah
Penelitian difokuskan pada ruang public apa saja yang berubah dan
bagaimana pengaruh elemen desain interior terhadap kebutuhan dari aktivitas
ruang publik di gedung rektorat UPI. Elemen desain interior yang dibahas
Universitas Kristen Maranatha 4
elemen-elemen ini menjadi dasar dalam bidang ilmu interior. Hasil dari
perubahan fungsi ruang yang terjadi mampu berpengaruh sejauh mana
terhadap aturan bangunan Vila Isola sebagai salah satu bangunan peninggalan
cagar budaya.
1.3 Batasan Penelitian
Lokasi dari objek penelitian ini adalah Vila Isola (Bumi Siliwangi) yang
terletak di kawasan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Jalan Dr.
Setiabudhi No. 229 Bandung 40154 Jawa Barat - Indonesia.
Vila Isola pernah berganti pemilik beberapa kali, sehingga diberikan batasan
terhadap masa perubahan yang terjadi. Vila Isola yang dibandingkan antara
saat pertama kali dimiliki oleh W.R Berrety pada tahun 1933 dengan kondisi
setelah dimiliki oleh UPI pada tahun 2010. Fungsi Vila Isola yang baru
berupa gedung rektorat UPI memiliki banyak jenis ruang menurut fungsi
ruang yang berbeda sehingga area penelitian dibatasi yaitu ruangan publik di
lantai satu yang terdiri atas entrance, hall, dan ruang rapat.
Vila Isola setelah terdaftar sebagai salah satu bangunan cagar budaya, ruang
interior Vila Isola berkaitan dengan peraturan pemugaran bangunan cagar
budaya. Peraturan bangunan cagar budaya golongan A dijadikan paduan
dalam perubahan fungsi ruang yang terjadi.
1.4 Pertanyaan Penelitian
Dari latar belakang masalah tersebut yang menjadi pertanyaan penelitian
adalah sebagai berikut:
1. Apa saja perubahan pada fungsi ruang publik di Vila Isola yang terjadi?
2. Apakah perubahan-perubahan yang terjadi di Vila Isola dalam proses
alih-fungsi menjadi Gedung Rektorat UPI menyalahi aturan bangunan cagar
Universitas Kristen Maranatha 5 1.5 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini, antara lain:
1. Mendeskripsikan perubahan pada ruang publik yang terjadi di Vila Isola.
2. Mendeskripsikan perubahan-perubahan yang terjadi di Vila Isola dalam
proses alih-fungsi menjadi Gedung Rektorat UPI dilihat dari aturan
bangunan cagar budaya
1.6 Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi berbagai pihak:
1. Manfaat Teoritis, untuk mengetahui berapa besar pengaruh elemen ruang,
bentuk, garis, tekstur, pola, cahaya, dan warna terhadap bangunan cagar
budaya yang beralih-fungsi.
2. Manfaat aplikasi, yaitu untuk desainer interior, mampu mendeskripsikan
aspek-aspek yang berpengaruh terhadap komposisi interior yang terjadi
pada Vila Isola yang berubah menjadi Gedung Rektorat UPI.
3. Manfaat bagi masyarakat umum, untuk menjadi referensi untuk penelitian
selanjutnya. Selain itu, untuk memberi pengetahuan sejarah dan budaya
yang ada secara umum agar meningkatkan kesadaran untuk
mempertahankan bangunan cagar budaya peninggalan Hindia-Belanda
yang ada, salah satunya Vila Isola ini.
1.7 Metodologi Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat Kualitatif dengan menggunakan
metode deskriptif. Metode deskriptif adalah menyajikan satu gambar yang
terperinci tentang situasi khusus, setting sosial, atau hubungannya. Penelitian yang dilakukan merupakan perubahan dari Vila Isola saat berfungsi sebagai
rumah tinggal dan setelah difungsikan sebagai gedung rektorat UPI.
Penelitian mendeskripsikan yang berubah dan tidak berubah dari
elemen-elemen desain interior yang dipengaruhi kebutuhan dari aktifitas dari fungsi
baru Vila Isola. Hasil penelitian juga dapat dikaitkan dengan aturan cagar
budaya yang berhubungan dengan ruang interior. Adapun tujuan dari
Universitas Kristen Maranatha 6
secara sistematik faktual dan akurat mengenai fakta, sifat serta hubungan
antara fenomena dengan lebih cermat dan teliti.
Pembahasan masalah dalam penelitian ini didasari studi literatur, tentang
prinsip desain interior dan elemen-elemen desain interior, jurnal mengenai
bahasan elemen desain interior, dan studi lapangan berupa observasi yang
dilakukan melalui wawancara secara langsung dengan Bapak Andri selaku
staff UPI. Pendekatan yang digunakan berupa observasi objek di masa lalu
Universitas Kristen Maranatha 7 1.8 Kerangka Penelitian
LATAR BELAKANG
1. Bandung melestarikan bangunan cagar budaya dengan cara alih-fungsi untuk memenuhi kebutuhan saat ini.
2. Vila Isola, bangunan khas bergaya Art Deco bangunan termewah dan tercanggih di zaman pembangunannya. 3. Perubahan fungsi ruang sangat berkaitan dengan elemen
desain interior yang mempengaruhinya.
4. Bangunan cagar budaya dalam kegiatan alih-fungsi tidak lepas dari kemampuan bangunan tersebut untuk memenuhi syarat dari peraturan bangunan cagar budaya.
IDENTIFIKASI MASALAH
1. Penelitian difokuskan pada ruang yang berubah dan pengaruh elemen desain interior terhadap kebutuhan dari aktivitas ruang publik di gedung rektorat UPI.
2. Hasil dari perubahan fungsi ruang berpengaruh sejauh mana terhadap aturan bangunan cagar budaya.
PERTANYAAN PENELITIAN
1. Apa saja perubahan fungsi ruang publik yang terjadi?
Universitas Kristen Maranatha 8 1.9 Sistematika Penulisan
Sistematika Penulisan penelitan ini sebagai berikut:
BAB I Pendahuluan
Bab ini memaparkan tentang latar belakang penelitian, tujuan dan manfaat
penelitian, identifikasi penelitian, batasan penelitian, pertanyaan penelitian,
metodologi penelitian, kerangka penelitian dan teknik penelitian, serta
sistematika penulisan.
BAB II Elemen-elemen Desain Interior dan Prinsip Peraturan Cagar Budaya
Bab ini menjelaskan teori dan kajian pustaka secara umum, berisi peraturan
cagar budaya, serta prinsip desain yang berpengaruh terhadap elemen desain
interior.
BAB III Sekilas tentang Vila Isola
Bab ini menjelaskan, menguraikan, dan menerangkan tentang data umum dari
Vila Isola, tata letak, hingga ruang lingkup kerjanya, dan data lain yang
menunjang keadaan objek penelitian saat ini.
BAB IV Studi Perubahan Vila Isola Sebelum dan Sesudah Perubahan Fungsi
Bab ini menjelaskan serta menguraikan sejarah dan komparasi desain Vila
Isola dalam proses alih fungsi menjadi Gedung Rektorat UPI, serta
menganalisa objek penelitian menurut sumber dari studi literatur yang ada.
BAB V Simpulan
Bab ini merangkum hasil penelitian serta mampu menjabarkan jawaban dari
pertanyaan penelitian dan memberikan saran atas penelitian yang telah
Universitas Kristen Maranatha 108
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
Setelah melakukan pengamatan berdasarkan survey dan wawancara yang
berkaitan dengan alih-fungsi yang terjadi di Vila Isola dihasilkan simpulan
sebagai berikut:
1. Perubahan fungsi ternyata terkait dengan penzonaan. Dari hasil tinjauan
fungsi praktis berubah tidak selalu sebanding dengan perubahan
Universitas Kristen Maranatha 109 Tabel 5.1 Simpulan Hasil Penzonaan
Fungsi tetap Zona tetap - Hall,
2. Dalam proses alih-fungsi Vila Isola menyalahi peraturan cagar budaya.
Proses pengadaptasian dilakukan Vila Isola menyerupai bangunan asli
namun interior bangunannya berubah dan meninggalkan gaya art deco
yang identik dengan ornament. Penambahan yang banyak dilakukan
mengurangi nilai arsitektur awal Vila Isola.
Perubahan fungsi pada bangunan ini memang terlihat sangat ekstrim karena
Universitas Kristen Maranatha 110
dilakukan penelitian menurut studi literatur dan wawancara terhadap pihak
UPI didapat perubahan fungsi yang sangat berbeda namun tanpa mengurangi
nilai seni di dalamnya pihak UPI berusaha untuk tidak merubah secara
berlebihan terhadap gedung rektorat tersebut. Pembangunan ruang yang
sangat ekstrimpun disesuaikan sepenuhnya dengan bagian gedung yang lain,
sehingga hasilnya tidak membuat gedung ini berubah secara kasat mata.
Bagian interior ruang memang berubah sangat ekstrim namun bentuk
arsitektur bangunan memberikan kesesuaian sehingga gaya dari bangunan
Vila Isola masih sangat terasa.
5.2 Saran
1. Untuk pihak UPI
Sebaiknya pemugaran pada bagian bukaan seperti pintu sebaiknya
disesuaikan dengan gaya art deco. Penambahan dekorasi ataupun penggunaan cat disesuaikan dengan gaya art deco. Untuk penggunaan material kayu sudah tepat hanya saja finishing yang digunakan belum menyatu dengan keseluruhan bagian ruangan yang lain. Mengingat fungsi
yang berubah memang menjadi sangat berpengaruh terhadap tatanan
ruang, sehingga perlu dipikirkan kembali dalam peletakan bukaan seperti
pintu dan jendela. Bangunan cagar budaya perlu dilestarikan dengan
diperbolehkannya masyarakat untuk mengunjungi tempat tersebut,
sebaiknya diberikan fasilitas yang memadai untuk mempermudah
masyarakat dalam mengenal sejarah bangunan Vila Isola sebelum dimiliki
oleh UPI.
2. Untuk penelitian yang sejenis
Cukup banyak kesulitann yang dialami dalam menyelesaikan penelitian
ini. Kesulitan dalam pengumpuan data literatur pada masa terdahulu, dan
dalam perizinan masuk ke dalam gedung rektorat. Sebaiknya, sedapat
mungkin mencari data awal bangunan selengkap mungkin mengingat
bangunan cagar budaya pasti sempat mengalami banyak pemugaran
sehingga sumber yang diperlukan sangat sulit. Metode wawancara dapat
Universitas Kristen Maranatha 111
informasi yang terkait pada bangunan tersebut. Dengan demikian, analisis
yang dilakukan dapat lebih mendalam dan dapat dipertanggung jawabkan
Universitas Kristen Maranatha 112
DAFTAR PUSTAKA
Ching, Francis D.K. 1996. Arsitektur: Bentuk, Ruang, dan Susunannya. Trans. Ir.
Paul Hanoto Adjie. Jakarta: Erlangga
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jawa Barat. 2001. Dokumentasi
Bangunan Kolonial Kota Bandung. Bandung: Dinas dll.
Gesimondo, Nancy dan Jim Postell. 2011. Materiality and Interior Construction. Canada: John Wiley & Sons. Inc.
Hardy, Rene Alain. 2003. Art Deco Textiles. London: Hudon & Thames, Ltd. Hindarto, Probo. 2006. Warna untuk Desain Interior. Jakarta: Media Pressindo.
Kubba, Sam. 2003. Space Planning For Commercial and Residential Interiors. New York: Mc-Graw Hill.
Neufert, Ernst. 2000. Data Arsitek Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Pile, John F. 2003. Interior Design 3rd ed. California: Prentice Hall.
Salura, Purnama. 2010. Arsitektur yang Membodohkan. Bandung: CSS
Publishing,
Zacsek, Iain. 2000. Essential Art Deco. Bath: Parragon Inc.
Situs Resmi:
1. http://berita.upi.edu/2013/05/06/pt-ford-kunjungi-villa-isola/ diakses pada
Minggu, 29 September 2013 pukul 17.09 WIB
2. http://dornsife.usc.edu/la-walking-tour/title-guarantee-building/ diakses pada
Jumat, 11 April 2014 pukul 15.14 WIB
3. http://www.bimbingan.org/peninggalan-sejarah-belanda.htm diakses pada
Senin, 17 Februari 2014 pukul 08.26 WIB
4. http://www.itenas.ac.id/ diakses pada Minggu, 20 Oktober 2013 pukul 10.50
WIB
5. http://www.sjoerdm.dds.nl/ diakses pada Rabu, 6 November 2013 pukul
21.45 WIB
6. http://www.villa.co.id/villa-isola/ diakses pada Jumat, 7 Februari 2014 pukul
Universitas Kristen Maranatha 113
Situs Blog:
1. http://1.bp.blogspot.com/ diakses pada Jumat, 11 April 2014 pukul 14.35 WIB
2. http://3.bp.blogspot.com/ diakses pada Jumat, 11 April 2014 pukul 14.38 WIB
3. http://4.bp.blogspot.com/ diakses pada Jumat, 11 April 2014 pukul 14.27 WIB
4. http://archive69blog.blogspot.com/ diakses pada Rabu, 6 November 2013
pukul 20.00 WIB
5.
http://arsitenas12.blogspot.com/2012/10/gaya-arsitektur-art-deco-yang-marak-di.html diakses pada Rabu, 6 November 2013 pukul 20.08 WIB
6. http://bandung.panduanwisata.com/ diakses pada Rabu, 9 April 2014 pukul
10.30 WIB
7. http://blog.binadarma.ac.id/ diakses pada Jumat, 11 April 2014 pukul 14.27
WIB
8. http://engineeringbuilding.blogspot.com/ diakses pada Minggu, 20 Oktober
2013 pukul 13.39 WIB
9.
http://fotografius.wordpress.com/2011/11/12/mencari-sisa-sisa-kejayaan-bangunan-art-deco-di-bumi-pertiwi/ diakses pada Jumat, 7 Februari 2014
pukul 20.20 WIB
10. http://indolokbaktiutama.blogspot.com/ diakses pada Minggu, 20 Oktober
2013 pukul 14.13WIB
11.
http://jendelabandungheritage.wordpress.com/2013/01/27/villa-isola-bangunan-paling-cantik/ diakses pada Jumat, 7 Februari 2014 pukul 20.38
WIB
12. http://panel.mustangcorps.com/ diakses pada Jumat, 11 April 2014 pukul
14.21 WIB
13.
http://petitevirus.wordpress.com/2011/09/19/sejarah-pengertian-dan-7-prinsip-desain-interior/ diakses pada Jumat, 7 Februari 2014 pukul 20.43 WIB
14. http://popartustd1a.wordpress.com/category/art-deco/ diakses pada Senin, 17
Februari 2014 pukul 09.55 WIB
15. http://properti.pelitaonline.com/ diakses pada Jumat, 11 April 2014 pukul
14.32 WIB
16. http://t3.gstatic.com/ diakses pada Jumat, 11 April 2014 pukul 15.27 WIB
Universitas Kristen Maranatha 114
14.24 WIB
18. http://travel.kompas.com/ pada Kamis, 10 April 2014 pukul 15.09 WIB
19. http://www.anneahira.com/bangunan-kolonial.htm diakses pada Senin, 17
Februari 2014 pukul 08.06 WIB
20. http://www.archithings.com/new-streamline-moderne/2011/06/29 diakses
pada Jumat, 11 April 2014 pukul 15.04 WIB
21. http://www.home-designing.com diakses pada Sabtu, 6 Oktober 2013 pukul
01.00 WIB
22. http://www.jepretgrafer.com/diakses pada Sabtu, 6 Oktober 2013 pukul 09.00
WIB
23. http://www.techdecisionsmedia.com/ diakses pada Jumat, 11 April 2014
pukul 14.29 WIB
24. https://probohindarto.files.wordpress.com/ diakses pada Jumat, 11 April 2014