• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tinjauan Perubahan Fungsi Interior di Vila Isola dari Hunian Menjadi Gedung Rektorat - The Review of Functional Transition of Villa Isola from Residential Area to Rectorate Premise.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Tinjauan Perubahan Fungsi Interior di Vila Isola dari Hunian Menjadi Gedung Rektorat - The Review of Functional Transition of Villa Isola from Residential Area to Rectorate Premise."

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

Universitas Kristen Maranatha vi

ABSTRAK

Skripsi ini membahas tentang tinjauan perubahan fungsi ruang interior bangunan

cagar budaya Vila Isola akibat perubahan fungsi dari hunian menjadi gedung

rektorat. Metode yang dilakukan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data

tentang Vila Isola dilakukan dengan studi literatur dari buku-buku, internet,

wawancara serta survei langsung tempat tersebut. Tinjauan yang dilakukan adalah

berupa analisis perubahan Vila Isola di masa lampau yang berfungsi sebagai

hunian dengan Vila Isola yang saat ini berfungsi sebagai gedung rektorat UPI.

Deskripsi berupa fungsi ruang Vila Isola terkait dengan penzonaan ruang dan

peraturan pemugaran bangunan cagar budaya. Hasil tinjauan perubahan fungsi

ruang yang terjadi berkaitan erat dengan penzonaan. Selama melakukan penelitian

didapatkan simpulan bahwa perubahan fungsi Vila Isola mempengaruhi elemen

desain interior terhadap ceiling, dinding dan lantai. Selain itu, hasil adaptasi yang dilakukan Vila Isola terbukti menyalahi peraturan bangunan cagar budaya.

(2)

Universitas Kristen Maranatha vii

ABSTRACT

In this report, the writer is to discuss the improvements that affect Vila Isola

interior design as a result of changes in its operation. To equip more information,

study literature from books and online resources as well as interview and direct

survey have been performed. The rationale of this thesis is to inform readers

regarding the interior design of Vila Isola in terms of its design stability due to

changes in operation. Based on writer's observation, it is true that changes in

operation has an impact to the interior design of Vila Isola.

(3)

Universitas Kristen Maranatha viii

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ... i

LEMBAR PERNYATAAN ... ii

PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN PENELITIAN ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

1.4 Pertanyaan Penelitian... 4

1.5 Tujuan Penelitian ... 4

1.6 Manfaat Penelitian ... 5

1.7 Metodologi Penelitian ... 5

1.8 Sistematika Penulisan ... 8

Bab II Elemen-Elemen Desain Interior dan Prinsip Peraturan Cagar Budaya 9 2.1 Bangunan Cagar Budaya ... 9

2.3.3 Facade Bangunan Arsitektur Art Deco ... 24

2.3.4 Trend Dalam Arsitektur Art Deco ... 24

(4)

Universitas Kristen Maranatha ix 3.3.2 Besaran Ruang Gedung Rektorat UPI ... 50

3.4 Fungsi dan Fasilitas Gedung Rektorat UPI ... 53

3.4.1 Lantai Dasar atau Semi-basement ... 53

3.4.2 Lantai 1 ... 60

3.4.3 Lantai 2 ... 65

3.4.4 Lantai 3 ... 66

3.4.5 Lantai 4 ... 67

BAB IV Perubahan Fungsi Vila Isola Menjadi Gedung Rektorat Upi ... 70

4.1 Komparasi Vila Isola 1933 dengan Vila Isola 2013 ... 70

4.2 Zoning Vila Isola 1933 dengan Vila Isola 2013 ... 87

4.3 Elemen Desain Interior Terhadap Ceiling, Dinding, dan Lantai ... 93

4.4 Komparasi Fungsi Ruang Menurut Peraturan Cagar Budaya... 101

Bab V Simpulan Dan Saran ... 108

5.1 Simpulan ... 108

(5)

Universitas Kristen Maranatha x

Daftar Pustaka ... 112

Lampiran

(6)

Universitas Kristen Maranatha xi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Wisata Belanja dan Kuliner Bandung ... 2

Gambar 1.2 Tampak Selatan Vila Isola 1933 ... 3

Gambar 1.3 Tampak Selatan Vila Isola 2013 ... 3

Gambar 2.1 Harmoni pada Ruang Keluarga ... 13

Gambar 2.2 Keseimbangann Simetris pada Ruang Gereja ... 14

Gambar 2.3 Keseimbangann Asimetris pada Ruang Tamu ... 15

Gambar 2.4 Keseimbangan Radial pada Tangga ... 15

Gambar 2.5 Ritme pada Ruang Baca ... 16

Gambar 2.12 Gaya Streamline Moderne Art Deco ... 27

Gambar 2.13 Warna Metalik pada Gaya Art Deco ... 27

Gambar 2.14 Warna Netral pada Gaya Art Deco ... 28

Gambar 3.1 Letak Vila Isola dan Lingkungan Sekitarnya ... 31

Gambar 3.2 Charles Prosper Wolff Schoemaker ... 32

Gambar 3.3 Vila Isola Dengan Efek Bayangan Matahari ... 34

Gambar 3.4 Tampak Selatan Vila Isola 2013 ... 34

Gambar 3.5 Tampak Utara Vila Isola 2013 ... 35

Gambar 3.6 Tampak Selatan Vila Isola Tahun 1933... 36

(7)

Universitas Kristen Maranatha xii

Gambar 3.14 Ruang Penerimaan Tamu ... 42

Gambar 3.15 Denah Lantai 2 ... 43

Gambar 3.27 Ruang Kepala Seksi Divisi Hukum ... 57

Gambar 3.28 Ruang Arsip ... 58

Gambar 3.34 Area Penerimaan / Receptionist ... 62

Gambar 3.35 Ruang Rapat Timur ... 63

Gambar 3.36 Ruang Rapat Selatan ... 63

Gambar 3.37 Ruang Penerimaan Tamu ... 64

Gambar 3.38 Denah PerubahanLantai 2 ... 65

Gambar 3.39 Denah PerubahanLantai 3 ... 66

Gambar 3.40 Denah Lantai 4 ... 67

Gambar 3.41 Ruang Rapat ... 68

Gambar 3.42 Ruang Rapat ... 68

Gambar 4.1 Perbandingan Tampak Selatan Vila Isola ... 70

Gambar 4.2 Ruang Sekretaris ... 71

(8)

Universitas Kristen Maranatha xiii

Gambar 4.4 Ruang Olahraga ... 73

Gambar 4.5 Ruang Sekretariat ... 74

Gambar 4.6 Entrance ... 75

Gambar 4.7 Entrance ... 75

Gambar 4.8 Ruang Kantor ... 76

Gambar 4.9 Ruang Rapat ... 77

Gambar 4.10 Ruang Makan ... 78

Gambar 4.11 Ruang Penerimaan Tamu ... 79

Gambar 4.12 Ruang Penerimaan Tamu ... 80

Gambar 4.13 Ruang Rapat ... 81

Gambar 4.14 Ruang Tidur Tamu ... 82

Gambar 4.15 Ruang Pembantu Rektor ... 83

Gambar 4.16 Mini Bar ... 84

Gambar 4.17 Ruang Staff Pembantu Rektor ... 85

Gambar 4.18 Taman Atap ... 85

Gambar 4.19 Ruang Rapat ... 86

Gambar 4.20 Zoning PerubahanLantai Semi-basement ... 87

Gambar 4.21 Denah PerubahanLantai 1 ... 88

Gambar 4.22 Denah PerubahanLantai 2 ... 89

Gambar 4.23 Denah PerubahanLantai 3 ... 90

Gambar 4.24 Denah PerubahanLantai 4 ... 91

Gambar 4.25 Zoning PerubahanLantai Semi-basement ... 101

Gambar 4.26 Denah PerubahanLantai 1 ... 101

Gambar 4.27 Denah PerubahanLantai 2 ... 102

Gambar 4.28 Denah PerubahanLantai 3 ... 102

(9)

Universitas Kristen Maranatha xiv

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Besaran Ruang Lantai Semi-Basement ... 49

Tabel 3.2 Besaran Ruang Lantai 1 ... 50

Tabel 3.3 Besaran Ruang Lantai 2 ... 51

Tabel 3.4 Besaran Ruang Lantai 3 ... 52

Tabel 3.5 Besaran Ruang Lantai 4 ... 52

Tabel 4.1Zoning Lantai Semi-basement Vila Isola – Gedung Rektorat UPI ... 87

Tabel 4.2 Zoning Lantai 1 Vila Isola – Gedung Rektorat UPI... 88

Tabel 4.3 Zoning Lantai 2 Vila Isola – Gedung Rektorat UPI... 89

Tabel 4.4 Zoning Lantai 3 Vila Isola – Gedung Rektorat UPI... 90

Tabel 4.5 Zoning Lantai 4 Vila Isola – Gedung Rektorat UPI... 91

Tabel 4.6 Komparasi Fungsi Vila Isola – Gedung Rektorat UPI Terhadap Ceiling .. 93

Tabel 4.7 Komparasi Fungsi Vila Isola – Gedung Rektorat UPI Terhadap Dinding . 96 Tabel 4.8 Komparasi Fungsi Vila Isola – Gedung Rektorat UPI Terhadap Lantai .... 99

Tabel 4.9 Komparasi Fungsi Vila Isola – Gedung Rektorat UPI menurut peraturan Cagar Budaya ... 104

(10)

Universitas Kristen Maranatha 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bandung merupakan daerah yang terkenal dengan berbagai macam wisata,

seperti wisata kuliner dan belanja, selain itu Bandung juga menawarkan

keindahan alam dengan berbagai macam sejarah1. Potensi wisatanya yang

tinggi mengakibatkan Bandung terus melakukan peningkatan terhadap

pembangunan. Bangunan yang dibangun dengan desain dan gaya yang

modern diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dari permintaan wisatawan

asing maupun lokal. Namun lahan yang ada untuk pembangunan juga terbatas

mengingat Bandung memiliki banyak bangunan cagar budaya yang bernilai

seni dan sejarah yang harus dipertahankan.

1 Dikutip dari http://travel.kompas.com/ pada Kamis, 10 April 2014 pukul 15.09

(11)

Universitas Kristen Maranatha 2

Gambar 1.1Wisata Belanja dan Kuliner Bandung

Sumber: http://bandung.panduanwisata.com/ diakses pada Rabu, 9 April 2014 pukul 10.30 WIB

Bangunan cagar budaya merupakan kekayaan di bidang ilmu pengetahuan

sehingga Bandung berniat melestarikannya dengan cara mengalih-fungsikan

bangunan cagar budaya untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan saat ini.

Salah satu usaha Bandung untuk tetap melestarikan bangunan cagar budaya

adalah dengan mendirikan organisasi pelestarian yang disebut Bandung

Heritage, yang di dalamnya diatur mengenai kepengurusan serta syarat

kepemilikan bangunan-bangunan tersebut.

Bangunan cagar budaya peninggalan Hindia-Belanda ini dipugar serta

dikembalikan ke bentuk asalnya untuk dialih-fungsikan demi memenuhi

kebutuhan yang ada saat ini tanpa merusak nilai seni dan budaya yang

terkandung di dalamnya. Perubahan fungsi tersebut tentunya akan

menimbulkan masalah dalam penggunaannya. Banyak penyesuaian yang

harus dilakukan untuk dapat memenuhi fungsi bangunan baru. Perubahan

fungsi tentu saja merupakan penyesuaian dari kebutuhan serta gaya hidup

masyarakat setempat.

Salah satu bangunan cagar budaya peninggalan Hindia-Belanda yang

dialih-fungsikan adalah Vila Isola. Bangunan khas bergaya Art Deco di utara Kota Bandung yang letaknya jauh dari pusat kota ini merupakan bangunan

termewah dan tercanggih di zaman pembangunannya. Perubahan fungsi yang

terjadi pada Vila Isola merupakan perubahan fungsi ekstrim dari fungsi

(12)

Universitas Kristen Maranatha 3

rektorat UPI. Vila Isola sebelum dijadikan gedung rektorat UPI pernah

sempat menjadi gedung serbaguna yang difungsikan sebagai tempat resepsi

pernikahan, area belajar mengajar, serta kantor UPI. UPI merenovasi setiap

lantai Vila Isola menjadi fungsi baru yang mampu memenuhi kebutuhan dari

aktivitas sebuah bangunan gedung rektorat. Hal ini menjadi daya tarik untuk

dilakukan penelitian mengenai bangunan tersebut yang berkaitan dengan

bidang keilmuan desain interior.

Gambar 1.2Tampak Selatan Vila Isola 1933

Sumber: http://www.sjoerdm.dds.nl/isola.html diakses pada Selasa, 17 September 2013 pukul 16.30 WIB

Perubahan fungsi ruang yang terjadi di Vila Isola sangat berkaitan dengan

elemen desain interior yang mempengaruhinya. Pembahasan yang menarik

pada perubahan fungsi ruangan publik di Vila Isola didasarkan pada unsur

desain interior yaitu ruang, bentuk, garis, tekstur, pola, cahaya, dan warna

dari masing-masing elemen interior (ceiling, dinding, dan lantai). Membahas bangunan cagar budaya dalam kegiatan alih-fungsi tidak lepas dari

kemampuan bangunan tersebut untuk memenuhi syarat dari peraturan

bangunan cagar budaya.

1.2 Identifikasi Masalah

Penelitian difokuskan pada ruang public apa saja yang berubah dan

bagaimana pengaruh elemen desain interior terhadap kebutuhan dari aktivitas

ruang publik di gedung rektorat UPI. Elemen desain interior yang dibahas

(13)

Universitas Kristen Maranatha 4

elemen-elemen ini menjadi dasar dalam bidang ilmu interior. Hasil dari

perubahan fungsi ruang yang terjadi mampu berpengaruh sejauh mana

terhadap aturan bangunan Vila Isola sebagai salah satu bangunan peninggalan

cagar budaya.

1.3 Batasan Penelitian

Lokasi dari objek penelitian ini adalah Vila Isola (Bumi Siliwangi) yang

terletak di kawasan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Jalan Dr.

Setiabudhi No. 229 Bandung 40154 Jawa Barat - Indonesia.

Vila Isola pernah berganti pemilik beberapa kali, sehingga diberikan batasan

terhadap masa perubahan yang terjadi. Vila Isola yang dibandingkan antara

saat pertama kali dimiliki oleh W.R Berrety pada tahun 1933 dengan kondisi

setelah dimiliki oleh UPI pada tahun 2010. Fungsi Vila Isola yang baru

berupa gedung rektorat UPI memiliki banyak jenis ruang menurut fungsi

ruang yang berbeda sehingga area penelitian dibatasi yaitu ruangan publik di

lantai satu yang terdiri atas entrance, hall, dan ruang rapat.

Vila Isola setelah terdaftar sebagai salah satu bangunan cagar budaya, ruang

interior Vila Isola berkaitan dengan peraturan pemugaran bangunan cagar

budaya. Peraturan bangunan cagar budaya golongan A dijadikan paduan

dalam perubahan fungsi ruang yang terjadi.

1.4 Pertanyaan Penelitian

Dari latar belakang masalah tersebut yang menjadi pertanyaan penelitian

adalah sebagai berikut:

1. Apa saja perubahan pada fungsi ruang publik di Vila Isola yang terjadi?

2. Apakah perubahan-perubahan yang terjadi di Vila Isola dalam proses

alih-fungsi menjadi Gedung Rektorat UPI menyalahi aturan bangunan cagar

(14)

Universitas Kristen Maranatha 5 1.5 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini, antara lain:

1. Mendeskripsikan perubahan pada ruang publik yang terjadi di Vila Isola.

2. Mendeskripsikan perubahan-perubahan yang terjadi di Vila Isola dalam

proses alih-fungsi menjadi Gedung Rektorat UPI dilihat dari aturan

bangunan cagar budaya

1.6 Manfaat Penelitian

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi berbagai pihak:

1. Manfaat Teoritis, untuk mengetahui berapa besar pengaruh elemen ruang,

bentuk, garis, tekstur, pola, cahaya, dan warna terhadap bangunan cagar

budaya yang beralih-fungsi.

2. Manfaat aplikasi, yaitu untuk desainer interior, mampu mendeskripsikan

aspek-aspek yang berpengaruh terhadap komposisi interior yang terjadi

pada Vila Isola yang berubah menjadi Gedung Rektorat UPI.

3. Manfaat bagi masyarakat umum, untuk menjadi referensi untuk penelitian

selanjutnya. Selain itu, untuk memberi pengetahuan sejarah dan budaya

yang ada secara umum agar meningkatkan kesadaran untuk

mempertahankan bangunan cagar budaya peninggalan Hindia-Belanda

yang ada, salah satunya Vila Isola ini.

1.7 Metodologi Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat Kualitatif dengan menggunakan

metode deskriptif. Metode deskriptif adalah menyajikan satu gambar yang

terperinci tentang situasi khusus, setting sosial, atau hubungannya. Penelitian yang dilakukan merupakan perubahan dari Vila Isola saat berfungsi sebagai

rumah tinggal dan setelah difungsikan sebagai gedung rektorat UPI.

Penelitian mendeskripsikan yang berubah dan tidak berubah dari

elemen-elemen desain interior yang dipengaruhi kebutuhan dari aktifitas dari fungsi

baru Vila Isola. Hasil penelitian juga dapat dikaitkan dengan aturan cagar

budaya yang berhubungan dengan ruang interior. Adapun tujuan dari

(15)

Universitas Kristen Maranatha 6

secara sistematik faktual dan akurat mengenai fakta, sifat serta hubungan

antara fenomena dengan lebih cermat dan teliti.

Pembahasan masalah dalam penelitian ini didasari studi literatur, tentang

prinsip desain interior dan elemen-elemen desain interior, jurnal mengenai

bahasan elemen desain interior, dan studi lapangan berupa observasi yang

dilakukan melalui wawancara secara langsung dengan Bapak Andri selaku

staff UPI. Pendekatan yang digunakan berupa observasi objek di masa lalu

(16)

Universitas Kristen Maranatha 7 1.8 Kerangka Penelitian

LATAR BELAKANG

1. Bandung melestarikan bangunan cagar budaya dengan cara alih-fungsi untuk memenuhi kebutuhan saat ini.

2. Vila Isola, bangunan khas bergaya Art Deco bangunan termewah dan tercanggih di zaman pembangunannya. 3. Perubahan fungsi ruang sangat berkaitan dengan elemen

desain interior yang mempengaruhinya.

4. Bangunan cagar budaya dalam kegiatan alih-fungsi tidak lepas dari kemampuan bangunan tersebut untuk memenuhi syarat dari peraturan bangunan cagar budaya.

IDENTIFIKASI MASALAH

1. Penelitian difokuskan pada ruang yang berubah dan pengaruh elemen desain interior terhadap kebutuhan dari aktivitas ruang publik di gedung rektorat UPI.

2. Hasil dari perubahan fungsi ruang berpengaruh sejauh mana terhadap aturan bangunan cagar budaya.

PERTANYAAN PENELITIAN

1. Apa saja perubahan fungsi ruang publik yang terjadi?

(17)

Universitas Kristen Maranatha 8 1.9 Sistematika Penulisan

Sistematika Penulisan penelitan ini sebagai berikut:

BAB I Pendahuluan

Bab ini memaparkan tentang latar belakang penelitian, tujuan dan manfaat

penelitian, identifikasi penelitian, batasan penelitian, pertanyaan penelitian,

metodologi penelitian, kerangka penelitian dan teknik penelitian, serta

sistematika penulisan.

BAB II Elemen-elemen Desain Interior dan Prinsip Peraturan Cagar Budaya

Bab ini menjelaskan teori dan kajian pustaka secara umum, berisi peraturan

cagar budaya, serta prinsip desain yang berpengaruh terhadap elemen desain

interior.

BAB III Sekilas tentang Vila Isola

Bab ini menjelaskan, menguraikan, dan menerangkan tentang data umum dari

Vila Isola, tata letak, hingga ruang lingkup kerjanya, dan data lain yang

menunjang keadaan objek penelitian saat ini.

BAB IV Studi Perubahan Vila Isola Sebelum dan Sesudah Perubahan Fungsi

Bab ini menjelaskan serta menguraikan sejarah dan komparasi desain Vila

Isola dalam proses alih fungsi menjadi Gedung Rektorat UPI, serta

menganalisa objek penelitian menurut sumber dari studi literatur yang ada.

BAB V Simpulan

Bab ini merangkum hasil penelitian serta mampu menjabarkan jawaban dari

pertanyaan penelitian dan memberikan saran atas penelitian yang telah

(18)

Universitas Kristen Maranatha 108

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Setelah melakukan pengamatan berdasarkan survey dan wawancara yang

berkaitan dengan alih-fungsi yang terjadi di Vila Isola dihasilkan simpulan

sebagai berikut:

1. Perubahan fungsi ternyata terkait dengan penzonaan. Dari hasil tinjauan

fungsi praktis berubah tidak selalu sebanding dengan perubahan

(19)

Universitas Kristen Maranatha 109 Tabel 5.1 Simpulan Hasil Penzonaan

Fungsi tetap Zona tetap - Hall,

2. Dalam proses alih-fungsi Vila Isola menyalahi peraturan cagar budaya.

Proses pengadaptasian dilakukan Vila Isola menyerupai bangunan asli

namun interior bangunannya berubah dan meninggalkan gaya art deco

yang identik dengan ornament. Penambahan yang banyak dilakukan

mengurangi nilai arsitektur awal Vila Isola.

Perubahan fungsi pada bangunan ini memang terlihat sangat ekstrim karena

(20)

Universitas Kristen Maranatha 110

dilakukan penelitian menurut studi literatur dan wawancara terhadap pihak

UPI didapat perubahan fungsi yang sangat berbeda namun tanpa mengurangi

nilai seni di dalamnya pihak UPI berusaha untuk tidak merubah secara

berlebihan terhadap gedung rektorat tersebut. Pembangunan ruang yang

sangat ekstrimpun disesuaikan sepenuhnya dengan bagian gedung yang lain,

sehingga hasilnya tidak membuat gedung ini berubah secara kasat mata.

Bagian interior ruang memang berubah sangat ekstrim namun bentuk

arsitektur bangunan memberikan kesesuaian sehingga gaya dari bangunan

Vila Isola masih sangat terasa.

5.2 Saran

1. Untuk pihak UPI

Sebaiknya pemugaran pada bagian bukaan seperti pintu sebaiknya

disesuaikan dengan gaya art deco. Penambahan dekorasi ataupun penggunaan cat disesuaikan dengan gaya art deco. Untuk penggunaan material kayu sudah tepat hanya saja finishing yang digunakan belum menyatu dengan keseluruhan bagian ruangan yang lain. Mengingat fungsi

yang berubah memang menjadi sangat berpengaruh terhadap tatanan

ruang, sehingga perlu dipikirkan kembali dalam peletakan bukaan seperti

pintu dan jendela. Bangunan cagar budaya perlu dilestarikan dengan

diperbolehkannya masyarakat untuk mengunjungi tempat tersebut,

sebaiknya diberikan fasilitas yang memadai untuk mempermudah

masyarakat dalam mengenal sejarah bangunan Vila Isola sebelum dimiliki

oleh UPI.

2. Untuk penelitian yang sejenis

Cukup banyak kesulitann yang dialami dalam menyelesaikan penelitian

ini. Kesulitan dalam pengumpuan data literatur pada masa terdahulu, dan

dalam perizinan masuk ke dalam gedung rektorat. Sebaiknya, sedapat

mungkin mencari data awal bangunan selengkap mungkin mengingat

bangunan cagar budaya pasti sempat mengalami banyak pemugaran

sehingga sumber yang diperlukan sangat sulit. Metode wawancara dapat

(21)

Universitas Kristen Maranatha 111

informasi yang terkait pada bangunan tersebut. Dengan demikian, analisis

yang dilakukan dapat lebih mendalam dan dapat dipertanggung jawabkan

(22)

Universitas Kristen Maranatha 112

DAFTAR PUSTAKA

Ching, Francis D.K. 1996. Arsitektur: Bentuk, Ruang, dan Susunannya. Trans. Ir.

Paul Hanoto Adjie. Jakarta: Erlangga

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jawa Barat. 2001. Dokumentasi

Bangunan Kolonial Kota Bandung. Bandung: Dinas dll.

Gesimondo, Nancy dan Jim Postell. 2011. Materiality and Interior Construction. Canada: John Wiley & Sons. Inc.

Hardy, Rene Alain. 2003. Art Deco Textiles. London: Hudon & Thames, Ltd. Hindarto, Probo. 2006. Warna untuk Desain Interior. Jakarta: Media Pressindo.

Kubba, Sam. 2003. Space Planning For Commercial and Residential Interiors. New York: Mc-Graw Hill.

Neufert, Ernst. 2000. Data Arsitek Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Pile, John F. 2003. Interior Design 3rd ed. California: Prentice Hall.

Salura, Purnama. 2010. Arsitektur yang Membodohkan. Bandung: CSS

Publishing,

Zacsek, Iain. 2000. Essential Art Deco. Bath: Parragon Inc.

Situs Resmi:

1. http://berita.upi.edu/2013/05/06/pt-ford-kunjungi-villa-isola/ diakses pada

Minggu, 29 September 2013 pukul 17.09 WIB

2. http://dornsife.usc.edu/la-walking-tour/title-guarantee-building/ diakses pada

Jumat, 11 April 2014 pukul 15.14 WIB

3. http://www.bimbingan.org/peninggalan-sejarah-belanda.htm diakses pada

Senin, 17 Februari 2014 pukul 08.26 WIB

4. http://www.itenas.ac.id/ diakses pada Minggu, 20 Oktober 2013 pukul 10.50

WIB

5. http://www.sjoerdm.dds.nl/ diakses pada Rabu, 6 November 2013 pukul

21.45 WIB

6. http://www.villa.co.id/villa-isola/ diakses pada Jumat, 7 Februari 2014 pukul

(23)

Universitas Kristen Maranatha 113

Situs Blog:

1. http://1.bp.blogspot.com/ diakses pada Jumat, 11 April 2014 pukul 14.35 WIB

2. http://3.bp.blogspot.com/ diakses pada Jumat, 11 April 2014 pukul 14.38 WIB

3. http://4.bp.blogspot.com/ diakses pada Jumat, 11 April 2014 pukul 14.27 WIB

4. http://archive69blog.blogspot.com/ diakses pada Rabu, 6 November 2013

pukul 20.00 WIB

5.

http://arsitenas12.blogspot.com/2012/10/gaya-arsitektur-art-deco-yang-marak-di.html diakses pada Rabu, 6 November 2013 pukul 20.08 WIB

6. http://bandung.panduanwisata.com/ diakses pada Rabu, 9 April 2014 pukul

10.30 WIB

7. http://blog.binadarma.ac.id/ diakses pada Jumat, 11 April 2014 pukul 14.27

WIB

8. http://engineeringbuilding.blogspot.com/ diakses pada Minggu, 20 Oktober

2013 pukul 13.39 WIB

9.

http://fotografius.wordpress.com/2011/11/12/mencari-sisa-sisa-kejayaan-bangunan-art-deco-di-bumi-pertiwi/ diakses pada Jumat, 7 Februari 2014

pukul 20.20 WIB

10. http://indolokbaktiutama.blogspot.com/ diakses pada Minggu, 20 Oktober

2013 pukul 14.13WIB

11.

http://jendelabandungheritage.wordpress.com/2013/01/27/villa-isola-bangunan-paling-cantik/ diakses pada Jumat, 7 Februari 2014 pukul 20.38

WIB

12. http://panel.mustangcorps.com/ diakses pada Jumat, 11 April 2014 pukul

14.21 WIB

13.

http://petitevirus.wordpress.com/2011/09/19/sejarah-pengertian-dan-7-prinsip-desain-interior/ diakses pada Jumat, 7 Februari 2014 pukul 20.43 WIB

14. http://popartustd1a.wordpress.com/category/art-deco/ diakses pada Senin, 17

Februari 2014 pukul 09.55 WIB

15. http://properti.pelitaonline.com/ diakses pada Jumat, 11 April 2014 pukul

14.32 WIB

16. http://t3.gstatic.com/ diakses pada Jumat, 11 April 2014 pukul 15.27 WIB

(24)

Universitas Kristen Maranatha 114

14.24 WIB

18. http://travel.kompas.com/ pada Kamis, 10 April 2014 pukul 15.09 WIB

19. http://www.anneahira.com/bangunan-kolonial.htm diakses pada Senin, 17

Februari 2014 pukul 08.06 WIB

20. http://www.archithings.com/new-streamline-moderne/2011/06/29 diakses

pada Jumat, 11 April 2014 pukul 15.04 WIB

21. http://www.home-designing.com diakses pada Sabtu, 6 Oktober 2013 pukul

01.00 WIB

22. http://www.jepretgrafer.com/diakses pada Sabtu, 6 Oktober 2013 pukul 09.00

WIB

23. http://www.techdecisionsmedia.com/ diakses pada Jumat, 11 April 2014

pukul 14.29 WIB

24. https://probohindarto.files.wordpress.com/ diakses pada Jumat, 11 April 2014

Gambar

Gambar 1.1 Sumber: http://bandung.panduanwisata.com/ diakses pada Rabu, 9 April 2014 pukul 10.30 Wisata Belanja dan Kuliner Bandung WIB
Gambar 1.2 Tampak Selatan Vila Isola 1933
Tabel 5.1 Simpulan Hasil Penzonaan

Referensi

Dokumen terkait